Beranda blog Halaman 430

Tokoh Kuliner Abdul Ghalib Dimakamkan Hari Ini, Warga, Tokoh Masyarakat, Hingga Pejabat Sampaikan Belasungkawa

0
Suasana rumah duka H. Abdul Ghalib di Rumah Makan Anjungan Indah, Bontang Kuala, dipadati pelayat sejak pagi hari. (Darman/Radar Bontang)

BONTANG — Suasana duka menyelimuti kawasan Bontang Kuala sejak Selasa (20/1) pagi. Warga silih berganti memadati rumah duka H. Abdul Ghalib, tokoh kuliner lokal yang dikenal sebagai pengelola Rumah Makan Anjungan Indah, yang meninggal dunia Senin malam (19/1) malam.

Jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya yang juga sekaligus menjadi Rumah Makan Anjungan Indah, salah satu ikon kuliner pesisir Bontang Kuala.

Dari pantauan media ini, sejak pukul 07.30 Wita, warga sudah mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Sejumlah warga tampak bergotong royong membantu persiapan rumah duka. Kaum perempuan menyiapkan bunga dan keperluan pelayat, sementara kaum laki-laki mengatur persiapan pemakaman.

Kehadiran masyarakat datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, tokoh masyarakat Bontang Kuala, pelaku usaha kuliner, hingga karyawan Rumah Makan Anjungan Indah.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa pemakaman almarhum direncanakan dilaksanakan Selasa (20/1) hari ini di Pemakaman Muslim Bontang Kuala.
Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal dan menghormati almarhum.

Kepergian H. Abdul Ghalib mengejutkan banyak pihak. Menurut keterangan warga setempat, almarhum dikenal aktif dan masih menjalani aktivitas seperti biasa sebelum wafat.

Bahkan, sehari sebelum meninggal dunia, ia disebut masih sempat berangkat ke masjid. Warga juga menyebutkan bahwa almarhum tidak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain warga, sejak pagi hari sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat juga dikabarkan mulai berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.

Semasa hidupnya, H. Abdul Ghalib dikenal sebagai sosok yang sederhana, bersahaja, dan konsisten menjaga cita rasa kuliner khas Bontang. Melalui Rumah Makan Anjungan Indah, ia berperan penting mempopulerkan Gami Bawis, olahan ikan bawis dengan sambal khas pesisir, hingga dikenal luas sebagai salah satu identitas kuliner Kota Bontang.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat Bontang Kuala dan dunia kuliner lokal yang kehilangan salah satu tokoh perintisnya.

Pewarta: Darman
Editor: Yusva Alam

Pionir Gami Bawis Bontang, H. Abdul Ghalib, Meninggal Dunia

0
H. Abdul Ghalib semasa hidup. Almarhum dikenal sebagai tokoh kuliner Bontang dan pengelola Rumah Makan Anjungan Indah. (Ist)

BONTANG — Kabar duka menyelimuti warga Kota Bontang. H. Abdul Ghalib bin H. Usman, tokoh kuliner lokal yang dikenal luas sebagai pengelola Rumah Makan Anjungan Indah dan perintis kuliner Gami Bawis, meninggal pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Yabis Bontang akibat serangan jantung. Kabar wafatnya dengan cepat menyebar melalui berbagai grup WhatsApp dan media sosial, disertai ucapan belasungkawa dari masyarakat, pelaku usaha, hingga tokoh daerah yang mengenal kiprah dan kontribusinya di dunia kuliner Bontang.

Semasa hidupnya, H. Abdul Ghalib dikenal sebagai pengusaha kuliner lokal yang konsisten menjaga identitas rasa pesisir Bontang.

Ia mengelola Rumah Makan Anjungan Indah, sebuah restoran yang berdiri di kawasan pesisir Bontang Kuala, Bontang Utara, dan menjadi salah satu destinasi utama wisata kuliner di Kota Taman.

Rumah makan tersebut dikenal luas dengan sajian seafood dan makanan lokal khas Bontang, terutama menu Sambal Gami Bawis, olahan ikan bawis yang disajikan dengan sambal pedas khas.

Menu ini tidak hanya digemari warga lokal, tetapi juga menjadi buruan wisatawan dan tamu dari luar daerah yang ingin mencicipi cita rasa asli Bontang.

Lebih dari sekadar pelaku usaha, almarhum dikenal berperan penting dalam mempopulerkan sekaligus menjaga resep tradisional Gami Bawis.

Selama puluhan tahun, ia mempertahankan keaslian rasa, teknik pengolahan, serta penyajian yang sederhana namun kuat, hingga kuliner tersebut dikenal luas dan menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Bontang.

Dalam berbagai tulisan dan ulasan kuliner, Rumah Makan Anjungan Indah kerap disebut sebagai pionir penyaji Gami Bawis di kawasan Bontang Kuala.

Kepergian H. Abdul Ghalib meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga bagi masyarakat Bontang yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan teguh menjaga warisan kuliner daerah. (RB)

Editor: Yusva Alam

Jual Laptop Curian di Marketplace, Terduga Pelaku Langsung Diamankan Polisi

0
Barang bukti hasil dugaan pencurian. (Dok Polres Bontang)

BONTANG — Unit Reskrim Polsek Muara Badak Polres Bontang berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian di Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, setelah salah satu barang hasil curian terdeteksi diperjualbelikan melalui marketplace.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Minggu, (11/1/2026), sekitar pukul 12.00 Wita, di sebuah rumah di Jalan Poros Samarinda – Bontang KM 46 RT 04. Korban berinisial M (35) melaporkan kehilangan satu unit laptop ACER, Chromebook ACER, dan handphone OPPO Reno 10.

Hasil penyelidikan tim mengarah kepada terduga AG (34), setelah korban melihat barang miliknya yang hilang diunggah di platform marketplace, hingga terduga diamankan tim pada Senin (19/1/2025).

Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil respons cepat atas laporan dan informasi masyarakat.

“Kami menindaklanjuti setiap informasi yang masuk, termasuk melalui pemantauan aktivitas jual beli di media sosial. Terduga pelaku telah diamankan berikut barang bukti, dan saat ini proses penyidikan terus berjalan sesuai ketentuan hukum”. Pungkasnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Kemenag Bontang Terima 34 ASN Baru, Guru Agama dan Penghulu Dinilai Masih Cukup

0
Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah. (Syakurah)

BONTANG – Kementerian Agama Kota Bontang menerima tambahan 34 Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025. Tambahan tersebut terdiri dari berbagai formasi, mulai dari guru madrasah, penghulu, penyuluh agama, hingga tenaga administrasi.

Kepala Kemenag Bontang, Muhammad Hamzah mengatakan, meski terdapat sejumlah pegawai yang pensiun, kebutuhan SDM masih dapat terpenuhi dengan adanya rekrutmen baru tersebut.

“Alhamdulillah, tahun ini kita dapat 34 ASN, termasuk guru, penghulu, penyuluh, dan tenaga administrasi,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Untuk tenaga guru agama, Kemenag memastikan ketersediaannya masih aman. Selain ASN dan PPPK, pemenuhan kebutuhan pengajar juga dibantu oleh tenaga non-PNS yang direkrut sekolah atau yayasan.

“Tidak dalam kondisi gawat. Ketersediaan tenaga pengajar masih ada, meski idealnya tentu lebih baik jika ditunjang PNS,” katanya.

Sementara itu, jumlah penghulu di Kota Bontang saat ini tercatat sebanyak enam orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Bontang Utara memiliki jumlah pernikahan tertinggi, disusul Bontang Selatan dan Barat.

“Kita juga memperhatikan distribusi penghulu. Tapi pergeseran pegawai harus mengikuti regulasi, tidak bisa serta-merta,” jelasnya.

Kemenag juga menegaskan bahwa rekrutmen ASN tidak hanya terbatas pada sarjana agama Islam. Formasi terbuka bagi berbagai latar belakang, termasuk akuntansi, psikologi, dan teknologi informasi.

“Karena Kemenag itu melayani semua agama dan juga urusan administrasi negara. Guru agama semua agama kita fasilitasi, termasuk sertifikasi yang ditanggung negara,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Penikaman Maut di Gunung Bugis, Saksi: Korban Dikejar dan Ditikam Saat Lari Menyelamatkan Diri

0
Istri korban, Liza Ayu, memberikan keterangan di Polsek Balikpapan Barat terkait kasus pembunuhan suaminya.

BALIKPAPAN — Peristiwa penikaman yang menewaskan Wahyu di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, terjadi di depan mata rekannya, Febriansyah. Saat itu, Febriansyah mendampingi korban dengan niat menyelesaikan persoalan secara damai, namun situasi berubah menjadi tragedi.

Febriansyah mengaku tidak mengetahui masalah yang dihadapi Wahyu. Ia hanya diminta menemani korban untuk bertemu seseorang di lokasi kejadian.

“Saya menemani Ka Wahyu untuk berdamai, tapi saya tidak tahu masalahnya apa. Saya ikut dengan Ka Wahyu ke Gunung Bugis,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Setibanya di lokasi, Wahyu bertemu dengan seorang pria bernama Cude. Febriansyah tidak mendengar pembicaraan keduanya. Namun suasana mendadak mencekam ketika Cude diduga memberi perintah kepada orang lain.

“Tiba-tiba si Cude ini mengatakan, ‘urus Madi, urus itu Wahyu’,” jelas Febriansyah.

Tak lama kemudian, seorang pria bernama Madi meninggalkan lokasi dan kembali sambil membawa senjata tajam. Menyadari ancaman tersebut, Wahyu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari.

“Ka Wahyu langsung lari, tapi si Madi ini langsung mengejar dan menikam Ka Wahyu. Saya sangat jelas melihat penikaman tersebut,” tambahnya.

Dalam kondisi panik, Febriansyah melarikan diri karena merasa nyawanya juga terancam.

“Begitu saya melihat penikaman itu, saya lari karena panik. Saya juga hampir diloncati oleh anggota Cude,” tegasnya.

Sementara itu, istri korban, Liza Ayu, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan tidak dapat menerima aksi pengeroyokan dan penikaman yang menewaskan suaminya.

“Saya sungguh tidak terima adanya pengeroyokan dan penikaman terhadap suami saya,” ujar Liza Ayu.

Liza juga menyebut adanya dugaan pihak lain yang menjadi dalang di balik peristiwa tersebut.

“Menurut informasi yang saya terima, yang mendalangi semua ini adalah seorang bandar narkoba bernama Cude,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum. Liza menekankan pentingnya keadilan, terlebih dirinya kini harus membesarkan seorang anak berusia tiga tahun.

“Saya memiliki seorang anak yang masih sangat membutuhkan figur seorang bapak. Saya berharap keadilan yang seadil-adilnya untuk kasus ini,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Republik Indonesia melalui Polsek Balikpapan Barat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap peran para pihak yang diduga terlibat dalam penikaman tersebut. (MK)

Editor: Agus S

Noel Jalani Sidang Perdana, Jaksa Beberkan Gratifikasi Rp3,3 Miliar hingga Motor Ducati

0
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel resmi menjalani sidang perdana atas perkara dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (19/1/2026).

Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi membeberkan dakwaan gratifikasi dan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Jaksa menyebut Noel menerima gratifikasi berupa uang dan barang dengan total nilai Rp3.365.000.000. Penerimaan itu terdiri atas uang tunai serta satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker.

“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan menerima gratifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung berupa uang seluruhnya berjumlah Rp3.365.000.000 dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler, yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,” ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan.

Jaksa merinci, pada Desember 2024 Noel didakwa menerima uang sebesar Rp2,93 miliar dari Irvian Bobby Mahendro, pejabat di bidang K3 Kemenaker. Uang tersebut diserahkan melalui sopir Irvian, Gilang Ramadhan alias Andi, kepada Divian Ariq—anak kandung Noel—di SPBU Jalan Gereja Theresia, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Selain itu, pada Januari 2025 Noel disebut menerima satu unit sepeda motor Ducati Scrambler bernomor polisi B 4225 SUQ yang diserahkan di kediamannya di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Tak hanya dari internal kementerian, jaksa juga mengungkap adanya aliran dana dari pihak swasta. Dalam rentang Oktober 2024 hingga Mei 2025, Noel didakwa menerima dana sebesar Rp435 juta melalui sejumlah transaksi transfer perbankan.

“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan tidak pernah melaporkan penerimaan tersebut kepada KPK dalam tenggang waktu 30 hari kerja sejak diterima,” kata jaksa.

Selain dakwaan gratifikasi, Noel juga didakwa terlibat pemerasan secara bersama-sama. Jaksa menyebut Noel memperkaya diri sebesar Rp70 juta dari praktik pemungutan uang kepada para pemohon sertifikasi dan lisensi K3.

“Terdakwa secara melawan hukum atau menyalahgunakan kekuasaannya memaksa para pemohon sertifikasi atau lisensi K3 untuk memberikan sejumlah uang,” ungkap jaksa.

Dalam konstruksi perkara, total uang yang diduga dipungut dari para pemohon sertifikasi K3 mencapai Rp6.522.360.000. Praktik tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kewenangan jabatan dalam proses penerbitan dan perpanjangan sertifikasi.

Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12B juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia juga dijerat Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor, serta dikaitkan dengan Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (MK)

Editor: Agus S

Gagal Menyalip, Mobil Sedan Terbalik Usai Tabrakan dengan Bus di Jalan M. Rifadin

0
Suasana bus berada di tengah lajur setelah menabrak mobil sedan berwarna merah di Jalan M. Rifadin, Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah bus antarkota dan mobil sedan terjadi di Jalan M. Rifadin, Samarinda, Senin (19/1/2026) sekitar pukul 17.40 Wita. Insiden ini mengakibatkan mobil sedan terbalik di badan jalan. Meski kerusakan kendaraan tergolong berat, tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Kecelakaan bermula saat mobil sedan merah bernomor polisi KT 1159 KV berupaya menyalip bus dengan nomor polisi KT 9567 BA dari sisi kiri jalan. Saat proses mendahului, mobil sedan diduga mengalami kekurangan tenaga sehingga tidak mampu menyelesaikan manuver dengan aman.

Pamapta II Polresta Samarinda, Yudiansyah, menjelaskan bahwa posisi kendaraan yang terlalu dekat menyebabkan senggolan antara mobil sedan dan bus.

“Mobil sedan di lajur kiri mencoba menyalip bus yang berada di lajur kanan. Namun karena kecepatannya tidak memadai, terjadi senggolan hingga mobil sedan kehilangan kendali dan terbalik,” jelas Ipda Yudiansyah di lokasi kejadian.

Seorang penumpang bus bernama Kethrine Anton yang tengah dalam perjalanan dari Balikpapan mengaku menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan tersebut.

“Saya lihat mobil itu menyalip, lalu tiba-tiba bus ngerem keras. Tidak lama kemudian mobil sedannya sudah terbalik,” tuturnya.

Lima Orang Luka, Dilarikan ke RSUD IA Moeis

Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak lima orang mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD IA Moeis untuk mendapatkan penanganan medis. Korban terdiri dari satu keluarga yang berada di dalam mobil sedan—suami, istri, dan satu orang anak—serta dua penumpang bus yang mengalami cedera akibat benturan dan pengereman mendadak. Total penumpang bus diketahui berjumlah 17 orang.

Petugas gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi kendaraan. Proses penarikan bus dan mobil sedan memakan waktu sekitar 30 menit. Berkat penanganan cepat di lapangan, arus lalu lintas sempat tersendat namun tidak berlangsung lama.

Hingga sore hari, kondisi lalu lintas di Jalan M. Rifadin telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Aparat kepolisian mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama saat melakukan manuver menyalip di jalur padat kendaraan. (MK)

KPK OTT Bupati Pati Sudewo, Jalani Pemeriksaan Awal di Polres Kudus

0
Bupati Pati Sudewo. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah. Dalam operasi yang digelar di Kabupaten Pati pada Senin (19/1/2026), KPK mengamankan Bupati Pati Sudewo.

Kepastian penangkapan tersebut disampaikan Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis.

“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujar Budi, Senin (19/1/2026).

Usai diamankan, Sudewo langsung menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik KPK. Saat ini, proses pendalaman perkara masih berlangsung di Polres Kudus sebelum yang bersangkutan dibawa ke Jakarta.

“Saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” jelas Budi.

Meski demikian, KPK belum membeberkan detail perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut. Konstruksi kasus, pihak-pihak lain yang turut diamankan, serta peran masing-masing masih didalami oleh penyidik.

“Terkait peristiwa tertangkap tangan di wilayah Pati ini, berkaitan dengan perkaranya apa, konstruksinya seperti apa, serta pihak-pihak yang diamankan siapa saja, itu nanti akan kami sampaikan,” pungkasnya.

Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam sejak OTT untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. Penjelasan resmi biasanya akan disampaikan melalui konferensi pers setelah rangkaian pemeriksaan awal selesai. (MK)

Editor: Agus S

Korban Diterkam Buaya di Sungai Sangkuranai Ditemukan Tak Utuh

0
Proses pencarian korban oleh tim gabungan di Sungai Sangkuranai, Kabupaten Paser. (Ist)

PASER — Korban serangan buaya di Sungai Sangkuranai, Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, akhirnya ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi tidak utuh. Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian.

Kapolsek Batu Engau Hadi Purwanto mengatakan, bagian tubuh yang ditemukan belum lengkap.

“Jasad korban yang ditemukan merupakan bagian tubuh dengan kondisi kepala sudah terpisah atau belum ditemukan, dan kedua tangan serta kaki juga belum ditemukan,” ujar AKP Hadi Purwanto, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, proses pencarian dimulai pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Tim gabungan dibantu warga setempat melakukan penyisiran sepanjang alur Sungai Sangkuranai menggunakan kapal milik warga.

Pencarian pada hari pertama berlangsung hingga pukul 21.00 Wita, kemudian dihentikan sementara karena kondisi air pasang. Operasi dilanjutkan kembali pada hari kedua setelah air surut. Bagian tubuh korban akhirnya ditemukan oleh warga yang turut membantu proses pencarian.

Sementara itu, Komandan Rescue BPBD Kabupaten Paser, Marwansyah, menyampaikan bahwa upaya pencarian masih terus dilanjutkan.

“Sebagian tubuh sudah ditemukan. Atas permintaan keluarga dan masyarakat, pencarian dilanjutkan untuk menemukan bagian tubuh korban lainnya,” kata Marwansyah.

Korban diketahui bernama Muhammad Helmi (36), warga Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau. Ia diduga diterkam buaya saat menjala ikan di Sungai Sangkuranai pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.30 Wita, di kawasan perkebunan sawit RT 001 Desa Kerang.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui dari rekan korban yang saat itu ikut menjala dan menjadi saksi kejadian. Rekan korban kemudian melaporkan insiden tersebut kepada warga dan pihak kepolisian.

“Saat sedang menjala, korban tiba-tiba berteriak. Rekannya melihat ada buaya yang menerkam korban,” ungkap AKP Hadi Purwanto.

Saat kejadian, rekan korban sedang mengumpulkan hasil tangkapan udang. Teriakan korban membuatnya menoleh ke arah sungai dan melihat seekor buaya menyeret Helmi ke dalam air. Rekan korban kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar hingga laporan diteruskan ke Polsek Batu Engau.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama warga masih melakukan penyisiran di Sungai Sangkuranai untuk menemukan bagian tubuh korban yang belum ditemukan. (MK)

Editor: Agus S

Pemprov Kaltim Buka Peluang Investasi Karbon, Wagub Terima Audiensi Kanzai Corporation

0
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menerima audiensi Kanzai Corporation dan PT Kiara Multi Lestari di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Samarinda. (Hudais TP/Setda Kaltim)

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka peluang kerja sama investasi di sektor ekonomi hijau, khususnya pemanfaatan karbon. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat menerima audiensi Kanzai Corporation bersama PT Kiara Multi Lestari (KML) di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Senin (19/1/2026).

Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Ujang Rahmad serta Kepala Biro Perekonomian Iwan Darmawan. Pertemuan membahas peluang kerja sama investasi dan pengembangan usaha yang berorientasi pada pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan, dengan fokus pada potensi perdagangan karbon yang dimiliki Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan itu, dibahas potensi karbon yang merupakan sisa kelebihan dari pelaksanaan program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF-CF). Program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pengurangan emisi dan pengelolaan hutan berkelanjutan di Kaltim.

Wagub Seno Aji menyambut baik ketertarikan Kanzai Corporation dan menegaskan bahwa Pemprov Kaltim membuka ruang kolaborasi dengan investor, baik domestik maupun internasional, sepanjang sejalan dengan regulasi dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Selamat datang di Benua Etam. Kami sangat senang menerima kunjungan dari Kanzai Corporation. Pemprov Kaltim sangat terbuka terhadap rencana investasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, khususnya dalam perdagangan karbon ke depan,” ujar Seno Aji.

Ia juga memaparkan bahwa pelaksanaan program FCPF-CF merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan World Bank. Dari implementasi program tersebut, Kaltim telah mencatat capaian signifikan.

Pada Desember 2025, Kalimantan Timur menerima dana karbon sebesar USD 89,1 juta sebagai bagian dari hasil kinerja pengurangan emisi. Dana tersebut menjadi bukti pengakuan internasional terhadap upaya Kaltim dalam menjaga hutan dan lingkungan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis karbon di masa mendatang. (MK)

Editor: Agus S