Beranda blog Halaman 432

TNI dan Stakeholder Tangani Dampak Banjir–Longsor Pasir di RT 1 Kanaan

0
Proses penanganan rumah terdampak banjir pasir di RT 1 Kelurahan Kanaan. (Syakurah)

BONTANG – Dampak banjir disertai material pasir dan tanah longsor di RT 1 Kelurahan Kanaan, Kamis (15/1/2026) lalu, mulai dilakukan pembersihan oleh anggota Arhanud 7/ABC Bontang, yang mengerahkan personel membantu warga terdampak, Senin (19/1/2026).

Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang, Letkol Bayu Adiwisuda, mengatakan pengerahan pasukan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi di media sosial mengenai kondisi warga yang terdampak cukup serius akibat longsoran pasir dari area bekas galian.

Sebanyak 30 personel diterjunkan untuk membantu evakuasi, pembersihan lumpur dan pasir di rumah warga, serta penanganan darurat agar rumah masih bisa ditempati. Salah satu rumah yang mendapat penanganan adalah milik seorang warga bernama Yati, yang sebelumnya terendam material pasir hingga masuk ke bagian dalam rumah.

Selain pembersihan, dilakukan pula upaya peninggian lantai rumah dengan pengecoran semen serta penguatan pondasi menggunakan batako, guna mengurangi risiko kerusakan jika banjir kembali terjadi.

Kegiatan ini melibatkan Koramil, warga setempat, serta bantuan bahan material yang diberikan dari sejumlah pihak, seperti batako dan semen. Rumah yang paling terdampak dengan masuknya pasir ke rumah langsung dicor dan ditinggikan untuk mengimbangi level tanah yang kini sudah meningkat.

“Jadi pasir yang ada di dalam rumah tidak kita keluarkan, kita lakukan pemadatan dan pengecoran, selanjutnya rumah akan kami tinggikan” ujarnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD, Dinas PUPR, dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk rencana pembangunan tanggul sementara dan penataan aliran air agar kejadian serupa tidak terulang.

“Pangkalnya dulu ini harus kita atasi, bisa berulang kalau sumbernya tidak kita benahi,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Famget Media Kaltim Network (3–Habis): Luncurkan Logo HUT ke-6 Media Kaltim, CONSIXTEN

0

Enam tahun adalah fase menentukan bagi perusahaan media. Banyak media tumbuh cepat. Tapi tidak semuanya mampu bertahan menghadapi tekanan bisnis, perubahan teknologi, dan pergeseran kebiasaan membaca.

Media Kaltim memilih jalur yang terukur. Tidak mengejar pertumbuhan instan. Tidak mengambil jalan pintas. Sejak awal, saya selalu tekankan pentingnya bekerja disiplin, menjaga standar redaksi, dan membangun perusahaan secara bertahap agar tetap stabil.

Sikap itulah yang kami tuangkan dalam tema HUT ke-6 Media Kaltim yang akan diperingati pada 14 Juli 2026: CONSIXTEN.

Istilah ini memadukan tiga makna utama. Six merepresentasikan usia enam tahun sebagai fase pertumbuhan media. Confident menegaskan kepercayaan diri Media Kaltim dalam menentukan arah dan mengambil keputusan. Sementara Konsisten menjadi prinsip utama dalam menjalankan kerja jurnalistik dan pengelolaan perusahaan.

Tema ini menunjukkan bahwa perjalanan enam tahun Media Kaltim tidak dijalani dengan logika kejar cepat. Fokusnya adalah kesinambungan kerja, penguatan fondasi, serta menjaga standar produk berita secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian Family Gathering dan Rapat Pimpinan Media Kaltim Network, logo resmi HUT ke-6 Media Kaltim, kami luncurkan. Logo ini kami rancang untuk memperkuat identitas Media Kaltim di usia keenam.

Angka 6 menyatu dengan identitas Media Kaltim, menandai kesinambungan perjalanan perusahaan tanpa meninggalkan karakter utama sebagai media lokal. Pilihan banyak warna menunjukkan bahwa Media Kaltim memiliki jaringan media yang terus berkembang serta kesiapan menghadapi perubahan.

Peluncuran logo ini sekaligus menandai masuknya Media Kaltim ke fase berikutnya. Enam tahun pertama difokuskan pada pembangunan fondasi redaksi, jaringan media, dan kepercayaan publik.

Memasuki fase berikutnya, Media Kaltim dihadapkan tantangan yang menuntut konsistensi yang lebih kuat. Bukan hanya dalam pengelolaan perusahaan dan pengambilan keputusan strategis, tetapi juga dalam menjaga kepercayaan mitra dan pembaca.

Konsistensi diukur dari praktik kerja sehari-hari. Disiplin redaksi, etika kerja, dan komitmen memegang prinsip menjadi fondasi utama menghadapi tekanan algoritma dan persaingan media.

Kekuatan Media Kaltim tidak bertumpu pada kecepatan semata. Media ini dibangun dari pemahaman konteks lokal, kedekatan dengan wilayah, dan kehadiran langsung di lapangan. Nilai tersebut menjadi pembeda yang terus dijaga hingga hari ini.

CONSIXTEN adalah prinsip kerja Media Kaltim. Keberlanjutan media ditentukan konsistensi menjaga kualitas produk, baik melalui pemberitaan di media siber, penguatan koran digital, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia redaksi. Seluruh proses tersebut tentu harus dijalankan dengan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
CEO Media Kaltim Network

Tanggapan Ketua Bawaslu Bontang Terkait Wacana Pilkada Dipilih Langsung DPRD

0
Ketua Bawaslu Bontang, Aldi Altrian. (Ist)

BONTANG – Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Altrian, menyatakan pihaknya belum dapat memberikan komentar lebih jauh terkait wacana pilkada dipilih langsung DPRD.

Hal itu karena belum adanya regulasi baru yang ditetapkan. Bawaslu, kata dia, masih berpedoman pada aturan yang berlaku saat ini.

“Kita belum punya bayangan spesifik karena desainnya seperti apa belum ditetapkan. Kita ini pelaksana undang-undang, jadi masih mengacu pada regulasi yang lama,” jelasnya.

Ia menambahkan, putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 memang membuka dua model pemilihan, namun penerjemahan lebih lanjut sepenuhnya berada di tangan pembuat undang-undang.

“Kalau soal dampak perubahan sistem dan bentuk pengawasan, itu belum bisa kami komentari karena belum ada kepastian,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wacana Pilkada Melalui DPRD, Ini Tanggapan Andi Faiz

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faiz. (Dok Radar Bontang)

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menanggapi wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD yang kembali menguat di awal 2026 ini.

Ia menegaskan bahwa DPRD daerah pada prinsipnya hanya bersifat sebagai pelaksana kebijakan nasional. Apapun keputusan yang nantinya dihasilkan melalui revisi Undang-Undang Pemilu, menurutnya wajib dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Kami ini kan penyelenggara saja. Apapun keputusan dan produk undang-undang yang dihasilkan nanti, tentu akan kita laksanakan di daerah. Kami tunduk dan patuh pada undang-undang,” ujarnya.

Terkait perdebatan Pilkada langsung atau melalui DPRD, Andi Faizal menilai keduanya tidak serta-merta menghilangkan esensi demokrasi. Menurutnya, setiap sistem pasti lahir dari pertimbangan matang pemerintah pusat.

“Mau pilkada langsung atau tidak langsung, saya kira dua-duanya tidak menghilangkan sistem demokrasi. Pasti sudah melalui pemikiran dan pembahasan yang melibatkan banyak pihak di tingkat pusat,” katanya.

Ia juga menanggapi kekhawatiran soal potensi transaksi politik dan krisis kepercayaan publik. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam revisi undang-undang, termasuk soal sistem, sanksi, pencegahan, dan aturan main.

“Tidak mungkin sebuah keputusan dilahirkan tanpa mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi sosial dan dinamika masyarakat,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sambut Baik Bertambahnya Dapur MBG, Wawali Optimistis Tekan Stunting hingga Buka Lapangan Kerja

0
Wawali Agus Haris. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Agus Haris menyambut baik dengan bertambahnya dapur umum untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Taman. Hal itu ia ungkapkan saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Barat Yayasan Tunas Bangsa diresmikan, pada Jumat (16/01/2026) pagi.

Ia mengatakan bahwa arah kebijakan pusat sangat memperhatikan terkait dengan tumbuh kembang anak-anak di Indonesia.

Ia optimis bahwa angka stunting di Bontang juga bisa turun sesuai target yang telah ditetapkan, salah satu upayanya melalui MBG. Lebih lanjut, ia juga melihat dampak positif perekonomian dengan berdirinya SPPG di Bontang. “Program ini betul-betul bisa mencetak anak yang berkualitas dan berdaya saing, juga membantu perekonomian,” tukasnya.

Hal ini selain karena program MBG membuka lapangan pekerjaan, juga menjadi sektor untuk perputaran ekonomi. Mulai dari pemakaian bahan baku dari petani dan peternak lokal, sampai dengan memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah di Bontang.

Diharapkan dengan bertambahnya SPPG di Kota Bontang, selain untuk mengupayakan kualitas konsumsi anak-anak di tingkat sekolah, juga memperluas perputaran perekonomian dari lini terbawah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SPPG Ke-3 di Bontang Barat Diresmikan

0
Wawali Agus Haris meresmikan SPPg ke-3 di Bontang Barat. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Barat Yayasan Tunas Bangsa diresmikan, pada Jumat (16/01/2026) pagi. Dengan diresmikannya SPPG ini Bontang Barat kini memiliki total 3 dapur umum.

Kepala Regional SPPG Kota Bontang, Surya Dwi Saputra menjelaskan, sebanyak 16 SPPG di Kota Bontang sudah memiliki surat keputusan dari pusat. “Jika SPPG (Bontang Barat) ini bisa running (mulai beroperasi) di bulan ini, maka SPPG ini akan menjadi dapur yang ke-13 yang akan beroperasi di Kota Bontang,” jelasnya.

lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan dibukanya dapur umum untuk SPPG, juga akan membuka lapangan pekerjaan baru.
“Total nanti satu SPPG itu membutuhkan atau membuka 47 lapangan pekerjaan yang baru.”

47 lapangan pekerjaan itu terdiri dari bagian produksi, bagian persiapan, bagian masak dan distribusi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kapasitas Dipangkas, Evaluasi MBG di Bontang Dorong Penambahan Dapur Baru

0
Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra. (Syakurah)

BONTANG – Kapasitas layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) per dapur dipangkas. Hal ini diungkapkan Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra

Ia menjelaskan langkah ini diperlukan untuk menjaga kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta efektivitas pengawasan gizi.

Awalnya satu dapur MBG melayani hingga 3.500 sampai 4.000 porsi per hari. Namun, jumlah tersebut dinilai terlalu besar setelah dilakukan evaluasi lapangan.

“Kalau satu dapur melayani terlalu banyak porsi, pengawasan jadi tidak maksimal. Risiko kesalahan di proses produksi maupun distribusi juga lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan porsi layanan yang ditekan, kebutuhan dapur MBG meningkat. Surya menyebut, kondisi ini menjadi alasan jumlah dapur di Bontang harus ditambah, meskipun sebelumnya secara hitungan awal jumlah dapur dinilai cukup.

“Sekarang satu SPPG melayani lebih sedikit. Konsekuensinya, butuh dapur tambahan untuk semua sasaran tetap terlayani, melihat evaluasi di lapangan hal itu diperlukan,” tegasnya.

Evaluasi juga mencakup sumber daya manusia. Setiap dapur diwajibkan memiliki tenaga masak yang kompeten dan tersertifikasi.

“Tenaga masak harus punya sertifikat kompetensi dari BNSP. Ini penting untuk memastikan standar mutu makanan,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satu Pulau Satu Dapur, MBG Bontang Disiapkan Jangkau Wilayah Pesisir dan Terluar

0
Proses pengemasan MBG di salah satu dapur. (Syakurah)

BONTANG – Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tidak hanya di wilayah perkotaan. Badan Gizi Nasional (BGN) akan dibuat juga untuk menjangkau wilayah pesisir dan pulau terluar.

Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra mengungkapkan di wilayah pesisir memiliki tantangan logistik berbeda, “Wilayah pulau tidak mungkin dilayani dari dapur kota. Waktu tempuh, cuaca, dan daya tahan makanan jadi pertimbangan utama,” jelasnya.

Untuk itu, BGN menyiapkan konsep satu pulau satu dapur untuk wilayah yang masuk kategori sulit dijangkau. Sedikitnya lima dapur MBG direncanakan dibangun di Gusung, Selangan, Malahing, Tihi-Tihi, dan Loktunggul.

Dapur MBG di wilayah pesisir tetap difokuskan untuk melayani anak sekolah, balita, dan penerima prioritas lainnya, dengan sistem distribusi yang lebih terpusat.

Ia menegaskan, pembangunan dapur di wilayah pesisir menjadi bagian penting agar program MBG tidak timpang secara wilayah.

“Tujuannya bukan hanya menambah jumlah dapur, tapi memastikan seluruh warga, termasuk yang tinggal di pulau terluar, punya akses yang sama terhadap makan bergizi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, dengan skema dapur perkotaan, lahan pemda, mitra, hingga wilayah pesisir, jumlah dapur MBG di Bontang ditargetkan mencapai sekitar 28 dapur.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Famget Media Kaltim Network (2): Tiga Hari di Bontang, Menyatukan Tim dari 10 Daerah, Jakarta, hingga IKN

0
Sesi foto bersama karyawan Media Kaltim Network dalam kegiatan Family Gathering di Lembah Permai Bontang. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Sejak Jumat, (16/1), satu per satu karyawan Media Kaltim Network (MKN) mulai berdatangan ke Kota Bontang. Ada yang tiba lebih pagi, ada juga yang menyusul menjelang sore. Mereka datang dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, ditambah Kepala Biro Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Jakarta. Rangkaian kegiatan ini berlangsung hingga Minggu (18/1).

Selama ini, kebersamaan seperti ini jarang terjadi lantaran sebagian besar komunikasi dan rapat kami lakukan secara virtual. Ritme kerja yang padat, jarak antardaerah, serta tuntutan liputan membuat pertemuan langsung tidak selalu mudah dilakukan. Karena itulah, famget ini menjadi momen yang berbeda dan penting.

Inilah kesempatan untuk bertemu langsung. Tidak hanya sesama karyawan, tetapi juga bersama keluarga. Duduk bersama dan berbincang banyak hal yang selama ini jarang terjadi.

Family gathering ini telah kami laksanakan dari tahun ke tahun. Namun tahun ini terasa berbeda. Kehadiran peserta lebih lengkap. Hampir seluruh biro Media Kaltim Network datang. Karyawan dari Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Berau, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser, serta Kutai Barat-Mahakam Ulu (Kubar-Mahulu).

Hanya biro di Kalimantan Utara (Kaltara), yakni Tarakan dan Bulungan, yang belum sempat bergabung tahun ini.

Menariknya, tidak semua karyawan pernah datang ke Bontang. Bagi sebagian, ini menjadi kunjungan pertama ke kota tempat Media Kaltim ‘lahir’ sekaligus menjadi Kantor Pusat Media Kaltim.

Hari pertama sengaja tidak diisi agenda berat. Setelah check-in, peserta diberi waktu beristirahat. Tujuannya agar semua tiba dengan tenang tanpa diburu jadwal. Sore harinya, rombongan diajak ke Bontang Kuala.

Kebersamaan karyawan dan keluarga Media Kaltim Network di kawasan Bontang Kuala.
Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Kawasan ini dipilih sebagai tujuan awal karena suasananya kini jauh lebih tertata, dengan pelataran yang luas dan terbuka. Cocok untuk santai sore hingga menjelang magrib.

Keluarga besar Media Kaltim Network berfoto bersama di kawasan Bontang Kuala saat rangkaian Family Gathering. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Malam hari dilanjutkan dengan obrolan santai di Teras Koi Lembah Permai. Diskusi mengalir. Tentang pekerjaan, tentang perusahaan, dan tentang tantangan media yang kami hadapi bersama.

Diskusi santai karyawan Media Kaltim Network di Teras Koi Lembah Permai. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Pagi 17 Januari, kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita dengan senam bersama, dilanjutkan permainan dan pembagian doorprize. Karyawan datang bersama keluarga. Anak-anak berlarian, para istri saling berbincang. Suasana seperti ini penting. Di sinilah hubungan kerja terasa lebih dari sekadar rutinitas.

Suasana rapat evaluasi redaksi Media Kaltim Network membahas kinerja dan arah kerja ke depan. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Setelah acara games, langsung digelar rapat evaluasi redaksi di resto Lembah Permai. Diskusi berlangsung santai, tapi tetap serius dan fokus.

Siang harinya, rapat yang lebih mendalam dilanjutkan di Kantor Media Kaltim, Jalan Gunung Kawi Nomor 3, Bontang. Rapat dimulai pukul 14.00 Wita dan dihadiri komisaris serta direksi seluruh jaringan Media Kaltim Network. Evaluasi kinerja, target, dan tantangan bisnis media dibahas detail

Rapat pimpinan Media Kaltim Network digelar di Kantor Media Kaltim, Jalan Gunung Kawi, Bontang. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Family gathering dan rapat pimpinan sengaja digelar dalam satu rangkaian. Famget menjadi ruang bertemu dan berbincang langsung seluruh karyawan, sementara rapat pimpinan memastikan arah kerja tetap jelas dan dipahami bersama. Digelar bersamaan, konsolidasi berjalan lebih efektif. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
CEO Media Kaltim Network

Pertagas Terapkan Teknologi Migas untuk Air Bersih Desa Lewat Program Pusaka Artha

0
Pertagas menerapkan teknologi migas bersihkan infrastruktur pipa air desa. Foto: Istimewa

JAKARTA — PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, menginisiasi Program Pusaka Artha dengan mengadopsi teknologi industri migas untuk membantu pemeliharaan dan pembersihan infrastruktur pipa air bersih di desa.

Manajer Communication Relation & CSR Pertagas, Imam Rismanto, menjelaskan program tersebut menghadirkan teknologi pigging—yang lazim digunakan untuk membersihkan pipa penyalur gas—yang kemudian dimodifikasi menjadi teknologi tepat guna bagi jaringan pipa air desa.

“Program Pusaka Artha Pertagas menghadirkan teknologi pigging yang biasa digunakan di industri migas, lalu dimodifikasi agar dapat dimanfaatkan untuk membersihkan infrastruktur pipa air desa secara efisien dan berkelanjutan,” ujar Imam dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut Imam, penerapan teknologi tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk selalu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan keunggulan Pertagas dalam pengelolaan jaringan infrastruktur energi terintegrasi, perusahaan juga melakukan transfer teknologi agar dapat dimanfaatkan langsung oleh warga desa.

Sebagai proyek percontohan, Pertagas menerapkan teknologi pigging di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Tim teknisi Pertagas diterjunkan langsung ke lapangan untuk mendampingi proses implementasi.

Selain itu, Pertagas juga menggelar Workshop Pengenalan Inovasi Sistem Pigging di area Pamsimas RT 05 Desa Sidomulyo. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menyaksikan secara langsung praktik penggunaan teknologi pigging dalam membersihkan pipa air.

Hasil uji coba teknis menunjukkan perubahan signifikan. Dengan memanfaatkan tekanan air pompa untuk mendorong alat sikat khusus (pig), proses pembersihan pipa kini dapat dilakukan secara in-situ tanpa harus membongkar jaringan pipa. Durasi pengerjaan yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat dipangkas menjadi hanya 1–2 jam dengan melibatkan 1–2 personel.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya mendorong efisiensi pemeliharaan, tetapi juga menjamin keberlanjutan akses air bersih bagi warga,” kata Imam.

Program Pusaka Artha juga selaras dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Pertagas serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Sebelum adanya intervensi teknologi tersebut, pengurus Pamsimas Desa Sidomulyo menghadapi berbagai kendala. Ketua Paguyuban Pamsimas RT 05, Santo, mengungkapkan metode manual mengharuskan seluruh unit pompa dan pipa diangkat ke permukaan, dengan waktu pengerjaan mencapai 6–8 jam dan melibatkan 3–5 tenaga kerja. Akibatnya, pembersihan hanya bisa dilakukan sebulan sekali dan endapan lumpur kerap menyumbat aliran air.

“Perbedaannya sangat terasa. Dulu, servis pipa butuh gotong royong seharian. Sekarang prosesnya jauh lebih ringan dan cepat. Karena mudah, kami bisa membersihkan pipa seminggu sekali, sehingga air yang mengalir ke warga jauh lebih lancar dan jernih,” tutur Santo. (MK)

Editor: Agus S