Beranda blog Halaman 432

WNA Malaysia Hilang di Sungai Patek Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian

0
Suasana evakuasi jenazah korban. (Istimewa)

TENGGARONG – Pencarian terhadap warga negara Malaysia, Wong Sie Tuong (65), berakhir duka. Setelah tiga hari operasi intensif, tubuh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Patek, Desa Umaq Bekuay, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Minggu (23/11/2025) sore.

Korban dilaporkan hilang sejak Kamis malam (20/11/2025) ketika mobil yang ia kemudikan terseret arus deras saat melintasi Sungai Patek di KM 32 Jalan Hauling KUD Beringin Mulia. Hujan lebat yang berlangsung lama membuat debit air naik drastis dan arus sungai tidak dapat dikendalikan.

Lebih dari 40 personel gabungan diturunkan dalam operasi pencarian, melibatkan unsur kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, Damkar, imigrasi, serta warga setempat. Medan menuju lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri—akses yang ekstrem membuat tim harus menempuh perjalanan darat dan sungai sebelum bisa melakukan penyisiran.

Pencarian dibagi menjadi dua regu utama. Tim pertama menyisir dari titik awal kejadian di KM 32 menggunakan perahu karet mengikuti aliran sungai ke arah hilir. Sementara tim kedua yang dipandu warga lokal melakukan penyisiran dari arah muara menuju titik awal.

“Korban ditemukan sekitar 15 kilometer dari titik awal kejadian pada Minggu, 23 November pukul 14.56 WITA,” ujar Kapolsek Tabang, IPTU Aldino Subroto.

Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke Desa Sidomulyo. Medan yang sulit membuat proses evakuasi memakan waktu hampir tiga jam. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk autopsi sebelum dipulangkan ke pihak keluarga di Malaysia.

Aldino menambahkan bahwa selama proses pencarian pihaknya selalu melakukan komunikasi intensif dengan keluarga korban. “Update pencarian kami sampaikan melalui grup WhatsApp agar keluarga bisa menerima perkembangan secara real time,” tuturnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan, sementara proses pemulangan menunggu kelengkapan administrasi dan koordinasi lintas negara. (MK)

Editor: Agus S

Samarinda Pertahankan Dominasi, Balikpapan Terus Menempel di Popda Kaltim 2025

0
Head Coach Putri Samarinda, Chandra Rudianto. (Deddy/MKN)

PPU – Pertandingan hari kedua cabang olahraga bola basket Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Kalimantan Timur berlangsung panas di Graha Pemuda Penajam Paser Utara (PPU), Senin (24/11/2025). Kontingen dari berbagai daerah kembali tampil maksimal untuk mengamankan tiket menuju fase penentuan.

Hingga gim hari ini, kontingen Samarinda masih memimpin klasemen sementara di nomor 3×3 dan 5×5, baik kategori putra maupun putri. Meski demikian, posisi puncak tersebut belum aman sepenuhnya karena Balikpapan terus menempel ketat dan berpotensi menggeser posisi rival utamanya itu.

Head Coach Putri Samarinda, Chandra Rudianto, mengatakan bahwa timnya fokus menjaga konsistensi performa seperti dua laga awal yang berhasil mereka menangi.

“Kami akan terus mencoba stabil pada setiap pertandingan, mengingat target kami masuk semifinal dan final,” ujarnya.

Chandra menegaskan Samarinda ingin mempertahankan dominasi di cabang olahraga basket dan kembali menjadi juara umum Popda.

“Kami ingin bertahan di puncak klasemen. Harapannya bisa bertemu Balikpapan di final, baik putra maupun putri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan skema permainan khusus jika harus berjumpa Balikpapan pada fase krusial.

“Kami sudah mempersiapkan performa khusus untuk menghadapi Balikpapan pada quarter final nantinya. Mudah-mudahan bisa bertemu di final,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Reuni Akbar 212 Undang Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri, Panitia Harap Jadi Ajang Persatuan

0
Sejumlah tokoh ormas Islam menghadiri konferensi pers Reuni Akbar 212 tahun 2025 di Jakarta. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Reuni Akbar 212 kembali digelar pada awal Desember di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tahun ini, panitia mengumumkan bahwa undangan resmi telah dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri dan pejabat pemerintah terkait.

Ketua Panitia Reuni Akbar 212, Habib Muhammad Alattas, menyampaikan bahwa deretan undangan mencakup Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, jajaran Kanwil Kemenag DKI, Menteri Pertahanan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Kami mengundang dari Presiden, Menteri Agama, sampai berbagai kementerian. Termasuk Wakil Menteri Agama, Kanwil Kemenag DKI, Menteri Pertahanan, Mensesneg, Gubernur, dan Wakil Gubernur,” kata Alattas dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Selain pejabat pemerintah aktif, panitia juga mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang pernah hadir dalam kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.

“Beliau pernah hadir, dan kita berharap semuanya bisa datang. Kita ingin semua pihak bersatu, tidak ada lagi kelompok-kelompok,” ujarnya.

Meski undangan telah diterima sejumlah tokoh, panitia belum dapat memastikan kehadiran para pejabat tersebut dan menunggu konfirmasi resmi dari masing-masing pihak.

“Kami sudah mendapatkan keterangan bahwa undangan diterima. Namun hadir atau tidaknya masih menunggu proses. Mudah-mudahan membawa kebahagiaan bila semua pihak dapat berkumpul di acara 212,” kata Alattas.

Ketua Steering Committee, KH Ahmad Shobri Lubis, menegaskan bahwa Reuni Akbar 212 diharapkan menjadi momentum mempertemukan umat, ulama, dan pemerintah dalam suasana religius untuk memohon keselamatan bangsa.

“Insya Allah, kita akan berkumpul antara umaro, ulama, dan umat Islam, meminta kepada Allah SWT hidayah, keamanan, dan keberkahan bagi Indonesia agar tujuan bernegara dapat tercapai seperti cita-cita para pendiri bangsa,” ucapnya.

Menjelang hari pelaksanaan, panitia mengimbau peserta dari berbagai daerah membawa perlengkapan dasar seperti sajadah, payung, dan jas hujan mengingat kegiatan berlangsung pada musim hujan dan potensi cuaca yang tidak menentu. (MK)

Editor: Agus S

Dua Pengedar Sabu di Proyek IKN Dibekuk di Batching Plant Sepaku

0
Polsek Sepaku mengamankan dua orang, diduga mengedarkan sabu ke pekerja di IKN. (Istimewa)

PPU – Peredaran sabu yang menyasar para sopir dump truk di kawasan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya terbongkar. Dua pria muda, RS (20) asal Tabalong, Kalimantan Selatan, dan MH (25) dari Bojonegoro, Jawa Timur, ditangkap Unit Reskrim Polsek Sepaku saat keduanya tengah berada di sebuah batching plant Desa Bumi Harapan, Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 22.00 Wita.

Keduanya diketahui bekerja sebagai sopir, namun diam-diam merangkap sebagai pengedar sabu. Dari pemeriksaan awal, RS dan MH mengedarkan sabu kepada para sopir dump truk pengangkut ready mix, baik truk kecil maupun besar yang keluar-masuk kawasan IKN. Keuntungan penjualan sabu dibagi dua.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Sepaku IPTU Syarifuddin menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi sabu di wilayah proyek IKN.

“Anggota mendapat laporan bahwa transaksi sabu kerap terjadi di wilayah IKN dengan sasaran para sopir dump truk pengangkut ready mix, baik truk kecil maupun besar. Kami sangat mengapresiasi kerja sama masyarakat,” ujarnya, Jumat (22/11/2025).

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sepaku melakukan penyelidikan di lokasi. Gerak-gerik RS dan MH segera mengarah pada target operasi yang telah dipantau sebelumnya. Keduanya langsung diamankan tanpa perlawanan.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan sebuah kotak tisu basah berwarna pink di samping RS. Kotak itu diakui miliknya dan ketika dibuka berisi lima paket sabu siap edar. Polisi juga menyita uang tunai Rp1,8 juta yang diduga hasil transaksi, sekop sabu dari sedotan plastik, dan dua handphone milik para tersangka. MH sempat berupaya melarikan diri, namun berhasil ditangkap cepat oleh petugas.

Kedua pelaku kini ditahan di Polsek Sepaku untuk pemeriksaan lebih mendalam. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang memasok sabu ke kawasan proyek IKN.

RS dan MH dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Sepaku akan bergerak cepat terhadap setiap indikasi peredaran narkoba di kawasan pembangunan IKN. Selain penindakan, polisi juga rutin memberikan edukasi kepada masyarakat dan para pekerja agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. (MK)

Editor: Agus S

Desak Perbankan Perluas Jangkauan ke Pedalaman, Gubernur Harum : Potensi Besar, Layanannya Belum Ada

0
Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim Senin (24/11/2025). (Hanafi/MKN)

SAMARINDA — Pemprov Kaltim kembali menegaskan langkah serius untuk memperluas inklusi keuangan hingga menjangkau wilayah pedalaman yang selama ini belum terlayani secara memadai. Komitmen itu disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud (Harum) saat menerima kunjungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltimtara di Ruang Rapat Gubernur, Senin (24/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, OJK Kaltimtara menyerahkan piagam apresiasi kepada Pemprov Kaltim atas kontribusinya dalam mendukung percepatan akses keuangan daerah. Penghargaan diserahkan Kepala Kanwil OJK Kaltimtara Parjiman, disaksikan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Ansyori Abdullah dan Manager Edukasi dan Perlindungan Konsumen Adi Setyo Wibowo.

Gubernur Harum menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar ketersediaan layanan perbankan, melainkan kesenjangan akses antara pusat kota dan kawasan pedalaman yang menjadi kantong ekonomi daerah. Ia menilai masih banyak warga yang bekerja di perusahaan perkebunan, pertambangan, hingga pesisir, tetapi tidak memiliki akses perbankan yang mudah.

“Banyak masyarakat kita bekerja di perusahaan besar di pedalaman, tetapi tidak memiliki akses mudah ke bank. Potensi ekonominya besar, tapi belum ditunjang infrastruktur keuangan yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran layanan keuangan di wilayah terpencil akan menekan biaya transaksi, memperkuat literasi keuangan, serta mencegah masyarakat bergantung pada pinjaman informal yang berisiko merugikan.

Selain akses fisik, Gubernur Harum juga menilai pelaku UMKM, koperasi, petani, dan nelayan membutuhkan dukungan perbankan yang lebih progresif. Ia meminta OJK mendorong lembaga keuangan agar tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat.

“Kami ingin bank memperluas jangkauannya. UMKM butuh kemudahan permodalan, begitu juga koperasi, petani, dan nelayan. Masyarakat juga perlu literasi keuangan yang kuat,” tegasnya.

Pemprov dan OJK disebut tengah menyiapkan model layanan berbasis komunitas sebagai solusi cepat, baik melalui titik layanan tetap, agen keuangan, maupun kolaborasi dengan pelaku usaha lokal di permukiman, perkebunan, dan pesisir. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat perputaran ekonomi sekaligus memastikan layanan keuangan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

“Intinya, kita ingin solusi nyata di lapangan. Tidak hanya UMKM, seluruh masyarakat yang hidup jauh dari kota harus merasakan kehadiran layanan keuangan,” jelas Harum.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi daerah secara menyeluruh dan memastikan keadilan akses bagi seluruh lapisan masyarakat Kaltim.
(MK)

Editor: Agus S

Akui Hilangnya Keterwakilan PKB dalam Seleksi KPID, Hasanuddin Mas’ud: Ketua Komisi I Sudah Sakit Lebih dari Lima Bulan

0
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik ketidakterwakilan Fraksi PKB dalam proses seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim periode 2025–2028. Ia menyebut persoalan ini muncul karena kondisi Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Selamat Ari Wibowo, yang sudah lama sakit dan tidak dapat menjalankan tugasnya.

“Sebelumnya di internal Komisi I yang diketuai oleh Pak Selamat Ari Wibowo sedang sakit. Sakitnya sudah lebih dari lima bulan. Jadi waktu digodok seleksi KPID di DPRD ini, PKB tidak terwakilkan,” ujarnya saat ditemui di Gedung B DPRD Kaltim, Jumat (21/11/2025).

Hasanuddin mengakui bahwa absennya Selamat Ari Wibowo luput dari perhatian jajaran dewan saat proses seleksi berlangsung. Ketidakhadiran itu secara otomatis membuat Fraksi PKB—yang memegang kursi pimpinan Komisi I—tidak ikut mengawal pembahasan.

“Kita tidak menyadari kalau fraksi PKB tidak terwakilkan. Padahal dia ketua Komisi I. Itu masalahnya,” lanjutnya.

Ia menegaskan seharusnya ketua komisi hadir dalam setiap tahapan seleksi untuk memastikan representasi fraksi berjalan sebagaimana mestinya. Namun karena kondisi kesehatan, Selamat Ari Wibowo tak dapat mengikuti proses sejak awal.

“Karena seharusnya ketuanya hadir. Tapi selama pemilihan, tidak ikut. Jadi keterwakilan itu belum terpenuhi,” jelas Hasanuddin.

Terkait pengumuman hasil seleksi KPID yang sudah terlanjur dirilis dan menuai penolakan Fraksi PKB, Hasanuddin menyatakan bahwa DPRD akan menggelar pembahasan lanjutan.

“Karena sudah dirilis, kita bicarakan dulu. Kalau bisa dibatalkan, bisa jadi. Kita akan bahas dulu di Komisi I, karena kita belum menerima laporan secara resmi,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh opsi terbuka, termasuk perubahan keputusan hingga proses hukum apabila diperlukan.

“Kita akan bicarakan. Kalau memang ada aturannya, boleh dirubah. Kalau mau gugat ke pengadilan, boleh saja. Semua bisa,” tutup Hasanuddin. (MK)

Editor: Agus S

Perintahkan Percepatan Serapan Anggaran, Gubernur Rudy Mas’ud: Rapor Kinerja Harus Naik!

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Hadi Winata/MKN)

SAMARINDA – Memasuki akhir November, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat serapan anggaran. Ia menegaskan bahwa waktu menuju penutupan tahun anggaran semakin sempit, sehingga seluruh program wajib digenjot agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kita sudah memasuki fase akhir. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana anggaran terserap optimal dan outputnya sampai ke publik,” ujar Rudy dalam briefing internal di UPTD Bapelkes Kaltim, Senin (24/11/2025).

Rudy menekankan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Ia meminta OPD menjaga standar pekerjaan meskipun tengah mengejar target penyelesaian.

“Pekerjaan harus selesai tepat waktu, tapi juga wajib memenuhi kualitas sesuai ketentuan,” tegasnya.

Dalam evaluasi tersebut, Rudy mengungkapkan masih ada sekitar 25 OPD yang masuk kategori rendah dalam serapan anggaran. Ia memahami sebagian kendala berasal dari perubahan anggaran yang rampung cukup lambat, namun menegaskan hal itu tidak bisa dijadikan alasan.

“Keterlambatan harus segera dipulihkan, apalagi kita sudah masuk akhir tahun,” katanya.

Rudy berharap lonjakan kinerja dapat terlihat signifikan pada awal Desember agar tahapan penutupan tahun anggaran berjalan lancar. “Kita ingin melihat semua OPD menunjukkan perbaikan. Rapor kinerja harus naik,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni menambahkan bahwa percepatan serapan anggaran tetap harus mengikuti seluruh ketentuan administrasi keuangan. Pemprov menargetkan realisasi mencapai 92 persen pada akhir tahun.

Menurutnya, target itu realistis karena sebagian besar OPD telah mulai mengejar percepatan program. Pemprov juga menyiapkan mekanisme penghargaan bagi OPD yang mampu menembus realisasi di atas 92 persen.

“Ini menjadi pemacu agar OPD bekerja maksimal dan disiplin dalam menyelesaikan programnya,” ungkap Sri.

Dengan dorongan percepatan tersebut, Pemprov Kaltim berharap seluruh OPD mampu menutup akhir tahun anggaran dengan kinerja solid dan memastikan seluruh program benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

UKT Terlambat Tiap Tahun, DPRD Kaltim Desak Pemerintah Ubah Pola Penyaluran

0
Agusriansyah Ridwan, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim saat diwawancarai usai Rapat Paripurna di Samarinda, (K. Irul Umam/MKN).

SAMARINDA – Persoalan keterlambatan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) kembali mencuat dan menjadi sorotan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. Ia menegaskan bahwa skema penyaluran bantuan UKT pemerintah tidak sinkron dengan kalender akademik, sehingga keluhan dari kampus dan mahasiswa terus berulang setiap tahun.

“Bayangkan UKT harus dibayar Januari, sementara realisasi anggaran paling cepat bisa Februari. Pemerintah harus memikirkan solusi agar pembayaran UKT tidak kembali tertunda berbulan-bulan,” ujarnya usai Rapat Paripurna ke-43, Jumat (21/11/2025).

Ia menilai program bantuan UKT sebenarnya sangat strategis bagi mahasiswa kurang mampu. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, kebijakan tersebut berpotensi memunculkan ketidakpastian baru di lingkungan kampus.

“Program ini sangat baik, tetapi jika tidak dikelola dan dievaluasi dengan baik, potensi persoalannya justru bisa merugikan masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan jadwal pencairan, Agusriansyah juga menyoroti ketimpangan penyaluran bantuan UKT ke perguruan tinggi swasta. Ia mengungkapkan adanya kampus swasta yang belum menerima dana akibat masalah administratif, salah satunya rekening yang tidak valid.

“Seharusnya kampus swasta sudah menerima juga. Tapi informasinya ada beberapa perguruan tinggi swasta yang rekeningnya tidak valid, sehingga menghambat yang lain,” katanya.

Ia mendesak pemerintah segera memperbaiki sistem pengiriman dana agar kampus yang sudah memenuhi persyaratan tidak ikut terdampak akibat kesalahan administratif dari kampus lain.

“Ini tidak boleh terjadi. Harusnya dicari solusi atau dibuat kebijakan yang tidak merugikan kampus lain yang datanya sudah lengkap,” ujarnya.

Agusriansyah menegaskan bahwa UKT merupakan sumber utama operasional kampus. Keterlambatan pencairan bantuan, menurutnya, dapat menimbulkan tekanan tambahan, terutama jika kampus meminta mahasiswa membayar terlebih dulu sebelum bantuan turun.

“UKT ini sangat penting untuk eksistensi kampus. Jangan sampai ada kampus yang meminta mahasiswa membayar dulu karena bantuan belum turun. Itu bisa menimbulkan keresahan bagi adik-adik mahasiswa dan orang tua mereka,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah memperbaiki tata kelola penyaluran bantuan pendidikan agar lebih stabil, tepat waktu, dan berpihak pada keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Program bantuan, menurutnya, tidak boleh berhenti hanya memastikan mahasiswa tetap kuliah, tetapi harus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja.

“Jangan sampai program ini hanya berhenti di bangku kuliah, tetapi harus menjawab tantangan pekerjaan setelah mereka lulus,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Buron Sebulan, Jambret di Samarinda Tertangkap Gara-Gara Motor Beat Merah Hitam

0
Pelarian seorang pria berinisial MG (27), terduga pelaku pencurian dengan kekerasan alias jambret di Samarinda. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA – Pelarian MG (27), pria asal Jalan Buru, Makassar, akhirnya terhenti setelah lebih dari sebulan menghindari kejaran polisi. Terduga pelaku penjambretan yang beraksi di kawasan Bandara Samarinda pada 13 Oktober 2025 itu dibekuk setelah sepeda motor Honda Beat merah hitam yang ia gunakan dalam aksinya teridentifikasi dari rekaman CCTV.

Penangkapan MG merupakan hasil kerja sama Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang dan Tim Serigala Utara Polsek Samarinda Kota. Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksar, menjelaskan bahwa korban dalam insiden itu adalah dua perempuan yang tengah menuju Pasar Segiri pada dini hari.

Keduanya sempat berhenti membeli bensin eceran di Jalan Hasan Basri. Pada saat itulah MG melintas, memutar balik, dan kemudian berpura-pura membeli rokok sambil mengamati target. Begitu korban kembali melaju, MG mengikuti dari belakang.

“Pelaku memutar balik, lalu berpura-pura membeli rokok sambil memperhatikan gerak-gerik korban,” jelas AKP Aksar.

Saat tiba di simpang tiga Jalan AM Sangaji, kondisi jalan yang sepi menjelang subuh dimanfaatkan MG untuk mendekat, memepet motor korban, lalu merampas tas kecil berisi satu ponsel Oppo biru dan uang tunai Rp6,5 juta. Aksi yang cepat dan presisi menunjukkan pelaku sudah berpengalaman.

Usai beraksi, MG berusaha menghilangkan jejak: ponsel korban dibuang ke sungai bawah Jembatan Perniagaan dan tasnya ia buang di tempat sampah di Jalan Pasundan. Uang hasil kejahatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara MG terus berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari petugas.

Kasus ini mulai menemukan titik terang pada 8 November 2025. Tim Serigala Utara menangkap MG dalam perkara kriminal lain di sebuah guest house di Jalan Dermaga. Saat penggerebekan, petugas menemukan motor Honda Beat yang identik dengan kendaraan pelaku penjambretan—cocok dengan rekaman CCTV dan ciri-ciri yang disampaikan korban.

“Saat penggerebekan, petugas menemukan motor Honda Beat yang identik dengan motor pelaku penjambretan di kawasan Bandara,” tambah AKP Aksar.

Setelah dikonfirmasi ke Polsek Sungai Pinang, MG menjalani pemeriksaan intensif dan akhirnya mengakui aksinya. Barang bukti berupa motor, pakaian, serta rekaman CCTV saat ini telah diamankan penyidik.

MG kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam KUHP, dengan ancaman hukuman penjara yang berat. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi kriminal serupa yang belakangan marak terjadi. (MK)

Editor: Agus S

Kenapa DKUMPP Pilih Kerajinan Eco Print untuk Dibagikan ke Warga Bontang? Ini Alasannya

0
Pelatihan kerajinan eco print di Cafe KKG. (Yusva Alam)

BONTANG – Kepala Bidang Industri Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Muhammad Ridwan menjelaskan beberapa alasan memilih eco print sebagai keterampilan yang ingin dibagikan kepada warga Bontang.

Keterampilan eco print ini dibagikan melalui pelatihan kerajinan eco print, Senin (24/11/2025) di Cafe KKG, yang merupakan kolaborasi Dekranasda Bontang dan DKUMPP Bontang.

Di antaranya pertama, eco print saat ini sedang naik daun. Mulai banyak yang mempelajari keterampilan eco print, namun di Bontang masih belum banyak yang menggelutinya.

Kedua, bahan untuk pembuatan kerajinannya berasal dari bahan alami, bukan bahan sintetis. Sehingga akan memudahkan peserta yang ingin menerapkan ilmu yang diterima, mendapatkan bahannya di sekitar mereka.

“Bahannya dari daun-daun dan bunga. Bisa dicetak di kain, kaos, tas, dsb. Tidak akan jadi kendala bagi peserta saat ingin mengaplikasikan ilmunya,” ujar Ridwan.

Ketiga, dengan mengikuti pelatihan ini diharap akan muncul pengrajin-pengrajin eco print. Dengan begitu akan bertambah pula jumlah UMKM di Kota Bontang.

“Keterampilan ini dapat digunakan untuk berwirausaha yang berujung peningkatan ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam