Beranda blog Halaman 433

KNKT Pastikan Kecelakaan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Kategori CFIT

0
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono

MAKASSAR — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan CFIT adalah kondisi ketika pesawat masih dalam kendali pilot, namun mengalami benturan dengan medan darat seperti bukit atau lereng gunung.

“Kita namakan CFIT. Pesawat menabrak bukit atau lereng gunung sehingga terjadi pecahan atau serpihan akibat benturan. Jadi, kita kategorikan sebagai CFIT,” ujar Soerjanto kepada wartawan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Minggu.

Menurut Soerjanto, insiden tersebut bukan tindakan yang disengaja. Pesawat masih dapat dikendalikan oleh pilot, namun karena sudah terlalu dekat dengan lereng gunung, benturan tidak dapat dihindari. Dampak benturan keras itulah yang menyebabkan badan pesawat pecah dan berhamburan menjadi serpihan-serpihan yang kini ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Pesawatnya masih bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak lereng. Jadi bukan sengaja menabrak,” jelasnya. Ia menambahkan, kategori CFIT mengindikasikan kendali pesawat masih ada hingga momen benturan, sementara faktor penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

KNKT menegaskan tidak akan berspekulasi mengenai kemungkinan kelalaian sebelum investigasi tuntas. Proses penyelidikan lanjutan masih terus berjalan untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Sebelumnya, pesawat Indonesia Air Transport tipe ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros–Pangkep, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Tiga penumpang diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan (analis kapal pengawas), Deden Mulyana (pengelola barang milik negara), dan Yoga Naufal (operator foto udara). Pilot pesawat diketahui bernama Kapten Andi Dahananto.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menyebut KKP selama ini menjalankan tugas air surveillance bekerja sama dengan IAT sebagai operator pesawat.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah serpihan pesawat serta satu jenazah korban yang masih dalam proses identifikasi. Operasi pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung masih terus dilanjutkan. (MK)

Editor: Agus S

Kukar Siapkan Lahan 22 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Fokus Tingkatkan SDM Warga Kurang Mampu

0
Sekda Kukar Sunggono (depan) bersama pihak terkait, meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Batu-Batu, Muara Badak, Kukar, Kaltim. Foto: Prokom Kukar

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) masyarakat kurang mampu melalui rencana pendirian Sekolah Rakyat. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Kukar menyiapkan lahan seluas 22 hektare di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, dengan kebutuhan awal pembangunan sekitar 5 hingga 10 hektare.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, menyampaikan lokasi pembangunan telah ditetapkan dan dinyatakan clear and clean karena merupakan aset milik pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah kabupaten tengah menyelesaikan proses administrasi peningkatan status lahan yang sebelumnya masih berupa Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) agar dapat segera disertifikatkan.

“Lokasinya ditetapkan di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, dekat kantor camat lama. Area tersebut merupakan lahan milik Pemkab Kukar,” ujar Sunggono di Tenggarong, Minggu.

Ia menegaskan, meskipun pembangunan tahap awal hanya memerlukan sekitar 5–10 hektare, ketersediaan lahan hingga 22 hektare memberikan ruang pengembangan jangka panjang untuk berbagai fasilitas pendukung pendidikan.

Sunggono menjelaskan, sejak peninjauan lokasi pada Rabu (14/1), seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah dilibatkan untuk mempercepat pemenuhan dokumen prasyarat pembangunan. Proses tersebut meliputi sertifikasi lahan, pengumpulan data pendukung, serta koordinasi lintas sektor.

“Semua OPD terkait terlibat untuk percepatan administrasi, mulai dari pengurusan sertifikasi tanah, penghimpunan data, hingga komunikasi teknis lainnya agar seluruh dokumen prasyarat pembangunan Sekolah Rakyat ini segera terpenuhi,” jelasnya.

Ia juga meminta Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kukar bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) agar mempercepat pengumpulan dokumen yang dibutuhkan serta menjalin koordinasi intensif dengan pihak kecamatan guna memperlancar proses administrasi.

Menurut Sunggono, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk dukungan konkret Pemkab Kukar terhadap program pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan inklusif, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.

“Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM sejak dini sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih merata. Ini menjadi bagian dari langkah strategis menyongsong generasi unggul Indonesia 2045,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Otorita IKN Siapkan Dasar Hukum Daerah Mitra, Dorong Kawasan Penyangga Jadi Superhub Ekonomi

0
Pemaparan terkait dengan langkah strategis daerah mitra menjadikan IKN sebagai superhub di Indonesia. Humas OIKN

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara menata langkah strategis untuk mempersiapkan kawasan penunjang (daerah mitra) sebagai penyokong fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi menjelaskan, salah satu langkah kunci yang ditempuh adalah menyusun dasar hukum pengembangan kawasan strategis agar perannya jelas dan terukur.

“Otorita mengambil langkah, di antaranya menyusun dasar hukum mempersiapkan kawasan strategis sebagai daerah penyokong fungsi IKN,” ujar Thomas di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu.

Ia menegaskan, pengembangan daerah mitra diarahkan untuk menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi calon ibu kota Indonesia. Kerangka kebijakan ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN.

Menurut Thomas, kepastian hukum yang disusun Otorita IKN bersifat inklusif dan akuntabel. Tujuannya memberikan kejelasan status dan peran daerah mitra agar arus investasi dapat mengalir lebih merata ke wilayah sekitar IKN, sehingga mendorong pemerataan pembangunan.

“Menjadi daerah mitra memerlukan unsur selanjutnya, yaitu bekerja sama dengan Otorita IKN dan ditetapkan melalui Keputusan Kepala Otorita IKN,” jelasnya.

Ia menambahkan, sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023, definisi daerah mitra saat ini dibatasi pada wilayah di Pulau Kalimantan. Namun ke depan, konsep tersebut tidak menutup kemungkinan diperluas.

“Unsur daerah mitra adalah kawasan tertentu yang dibentuk dalam rangka pembangunan dan pengembangan superhub ekonomi,” kata Thomas.

Dalam ketentuan tersebut, daerah mitra diposisikan sebagai elemen penting untuk membangun dan mengembangkan superhub ekonomi nasional yang terintegrasi dengan IKN. Otorita IKN pun menata konsep daerah mitra secara kolaboratif agar mampu menjawab kepentingan bersama pusat dan daerah.

“Payung hukum yang disusun bertujuan memberikan kejelasan prosedur dan tata kelola kerja sama antarwilayah yang disepakati bersama,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

Sekolah Rakyat Rintisan di PPU Mulai Terima Siswa Tahun Ini, Dukung Percepatan Sekolah Permanen

0
Gedung bekas PKK yang dimanfaatkan untuk Penajam Suite Hotel di kawasan Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam disiapkan sebagai gedung Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Foto: Istimewa

PENAJAM — Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mulai menerima peserta didik pada tahun ini. Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen oleh pemerintah pusat di daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Muhtar, mengatakan daerah yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam prioritas pembangunan fisik sekolah permanen.

“Daerah yang sudah memiliki sekolah rintisan berpeluang masuk percepatan pembangunan fisik Sekolah Rakyat,” ujar Muhtar di Penajam, Minggu.

Ia menjelaskan, proses penerimaan peserta didik ditargetkan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk itu, sosialisasi segera dilakukan di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara agar informasi program tersampaikan secara merata kepada masyarakat.

Pada tahap rintisan, Sekolah Rakyat PPU menerapkan konsep pendidikan berasrama. Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dengan daya tampung sekitar 120 hingga 170 siswa. Model ini dipilih untuk memastikan akses pendidikan yang lebih terjangkau, terkontrol, dan berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu atau yang selama ini belum mengenyam pendidikan formal.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

Untuk mendukung operasional sekolah rintisan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan bekas gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai Penajam Suite Hotel. Bangunan tersebut berada di kawasan Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

“Gedung yang disiapkan memiliki fasilitas kamar yang bisa digunakan sebagai asrama, dan sudah siap merekrut calon peserta didik baru pada tahun ini,” jelas Muhtar.

Sementara untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen, pemerintah kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 6,7 hektare yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. Lahan tersebut akan menjadi lokasi pengembangan fasilitas pendidikan terpadu yang dirancang mendukung sistem asrama dan pembelajaran jangka panjang. (MK)

BKD Kaltim Optimalkan Talent DNA Berbasis AI untuk Pemetaan Potensi ASN

0
TEKS: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Provinsi Kaltim Yuli Fitriyanti.

SAMARINDA — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur memfokuskan penguatan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) melalui pemanfaatan data Talent DNA berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini ditempuh untuk memetakan potensi ASN secara lebih akurat, objektif, dan presisi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Yuli Fitriyanti, mengatakan pihaknya tengah memperkuat koordinasi dengan konsultan manajemen talenta guna menindaklanjuti proses pengambilan data pegawai yang telah rampung.

“Instrumen ini difungsikan secara spesifik untuk memotret potensi unik yang dimiliki setiap pegawai negeri, yang sering kali tidak terlihat hanya dari riwayat jabatan formal semata,” ujar Yuli di Samarinda, Minggu.

Menurutnya, pemanfaatan data mendalam berbasis AI ini diharapkan memberi dukungan substansial bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pengembangan karier dan penempatan pegawai yang lebih tepat sasaran.

Meski demikian, Yuli menegaskan hasil analisis kecerdasan buatan tersebut tidak dijadikan satu-satunya tolok ukur dalam pengambilan keputusan kepegawaian.

“Data profil talenta ini diposisikan sebagai instrumen tambahan (additional) yang melengkapi berbagai indikator penilaian konvensional yang selama ini telah diterapkan,” jelasnya.

Dalam praktiknya, Pemprov Kaltim tetap menyandingkan hasil pemetaan Talent DNA dengan data dari assessment center, kualifikasi pendidikan formal, rekam jejak kompetensi, serta hasil penilaian kinerja tahunan ASN.

Terkait jangkauan penerapan, Yuli menyebut pemetaan potensi berbasis teknologi ini diberlakukan secara inklusif untuk seluruh ASN, tanpa membedakan kelas jabatan maupun golongan.

Ia menambahkan, proses pengolahan data mentah hingga menjadi informasi strategis sepenuhnya dikerjakan pihak ketiga selaku konsultan ahli, dengan memanfaatkan algoritma AI.

“Talent DNA dan hasil analisisnya menjadi penambah bahan pertimbangan bagi pimpinan ketika menempatkan dan mengembangkan PNS,” pungkas Yuli. (MK)

Editor: Agus S

Dishub Kaltim Ambil Alih Pengelolaan Dermaga Strategis di Sungai Mahakam

0
Kepala Dishub Kaltim, Yusliando

SAMARINDA — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur resmi mengambil alih pengelolaan sejumlah dermaga strategis di sepanjang alur Sungai Mahakam. Pengalihan kewenangan ini mencakup beberapa dermaga di Kabupaten Kutai Barat hingga Penajam Paser Utara (PPU), sebagai bagian dari penataan transportasi sungai lintas kabupaten/kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Yusliando, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk memastikan kejelasan kewenangan sekaligus menjamin keberlanjutan layanan transportasi air bagi masyarakat.

“Untuk Kabupaten Kutai Barat, dua simpul transportasi utama, yakni Dermaga Tering dan Dermaga Melak, telah resmi diserahkan oleh pemerintah kabupaten kepada pemerintah provinsi,” ujar Yusliando di Samarinda, Minggu.

Ia menerangkan, pengalihan pengelolaan ini didasari regulasi yang menetapkan bahwa rute pelayanan transportasi yang melintasi lebih dari satu wilayah kabupaten/kota menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

“Proses serah terima aset Dermaga Tering dan Melak sudah dilaksanakan. Namun untuk operasional, termasuk pendanaan dan penataan personel, masih kami bahas lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat,” jelasnya.

Yusliando mengakui keterbatasan anggaran provinsi pada tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan operasional dermaga. Saat ini, Dishub Kaltim tengah mencari skema terbaik agar pembiayaan serta petugas yang selama ini bertugas di dermaga tetap dapat terakomodasi.

Selain Kutai Barat, Penajam Paser Utara juga mengusulkan pengalihan pengelolaan Dermaga Penyeberangan Speedboat rute PPU–Balikpapan. Usulan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam oleh Dishub Kaltim.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin menyebutkan, secara keseluruhan terdapat delapan dermaga di Kalimantan Timur yang masuk dalam kewenangan pemerintah provinsi.

Penentuan kewenangan tersebut mengacu pada cakupan wilayah pelayanan. Dermaga dengan rute lintas kabupaten/kota menjadi tanggung jawab provinsi, sedangkan dermaga dengan layanan lintas kecamatan tetap berada di bawah kewenangan kabupaten/kota.

Adapun dermaga yang saat ini berada di bawah kewenangan provinsi antara lain Dermaga Sungai Kunjang (Samarinda), Dermaga kawasan Museum (Kutai Kartanegara), Dermaga Melak dan Tering (Kutai Barat), serta Dermaga Ujoh Bilang (Mahakam Ulu).

Maslihuddin menambahkan, proses pengalihan pengelolaan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan administratif masing-masing daerah, dengan Kutai Barat menjadi wilayah yang paling cepat menyelesaikan proses tersebut.

“Transisi ini tidak boleh mengganggu aktivitas di lapangan. Pelayanan transportasi sungai tidak boleh terhenti karena perannya sangat vital, terutama untuk distribusi bahan pokok ke wilayah hulu Mahakam,” tegasnya. (MK)

Editor: Agus S

Kaltim Jaga Tutupan Hutan 62 Persen, Dunia Beri Insentif Karbon Ratusan Juta Dolar

0
Hutan di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. ANTARA/Ahmad Rifandi.

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berhasil mempertahankan tutupan hutan hujan tropis hingga 62 persen dari total luas wilayah daratan, di tengah tingginya tekanan aktivitas industri ekstraktif. Capaian ini jauh melampaui standar nasional yang menetapkan batas minimal tutupan hutan sebesar 30 persen.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Susilo Pranoto, menyebut luas wilayah Kalimantan Timur mencapai sekitar 12,69 juta hektare, dengan mayoritas masih tertutup hutan alami.

“Total luas wilayah Kaltim itu sekitar 12,69 juta hektare dan kami konsisten menjaga tutupan hutan jauh di atas standar nasional yang minimal 30 persen,” kata Susilo Pranoto di Samarinda, Minggu.

Menurut Susilo, komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekologi tercermin dari sebaran kawasan hutan berkualitas yang masih terjaga di berbagai kabupaten. Kabupaten Mahakam Ulu menjadi contoh paling menonjol, dengan tutupan hutan primer dan sekunder mencapai sekitar 80 persen.

Sementara itu, daerah dengan aktivitas industri yang relatif padat seperti Kutai Barat dan Kutai Kartanegara masih mampu mempertahankan tutupan hutan di kisaran 50 persen. Capaian tersebut, kata Susilo, tidak lepas dari pengawasan ketat terhadap pemanfaatan kawasan hutan.

Keberhasilan menjaga “aset hijau” ini turut mengantarkan Kalimantan Timur memperoleh pengakuan internasional. Melalui skema penurunan emisi, provinsi ini menerima dana kompensasi karbon dari World Bank senilai sekitar 110 juta dolar AS.

Dana tersebut diberikan sebagai insentif atas keberhasilan Kalimantan Timur menekan emisi gas rumah kaca dengan menjaga hutan tetap berdiri dan mencegah deforestasi masif.

“Sebagian dana tersebut kini telah dicairkan dan digunakan kembali untuk membiayai berbagai program lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat di tingkat tapak,” ujar Susilo.

Dari kalangan akademisi, pengamat lingkungan Universitas Mulawarman Universitas Mulawarman, Ibrahim, menilai mempertahankan hutan yang masih utuh jauh lebih realistis dibandingkan mereklamasi lahan pascatambang.

Menurutnya, memulihkan fungsi hutan hujan tropis setelah lapisan tanah dikupas untuk kegiatan pertambangan merupakan pekerjaan yang sangat sulit, bahkan nyaris mustahil dilakukan secara sempurna.

“Tanaman hasil revegetasi di lahan bekas tambang sering kali hanya memberi efek hijau secara visual, tetapi tidak memiliki fungsi ekologis yang utuh seperti hutan perawan,” ungkap Ibrahim.

Ia menjelaskan, banyak tanaman di area reklamasi tidak tumbuh optimal atau mati karena sistem perakaran terbentur lapisan tanah liat keras dan batuan penutup yang struktur alaminya telah berubah.

Padahal, hutan alami memiliki fungsi hidrologis penting berkat keberadaan lantai hutan yang tertutup serasah dan bahan organik pembusuk daun. Lapisan ini berperan besar dalam menyerap air hujan dan menjaga kestabilan ekosistem.

Alih fungsi lahan yang tidak terkendali, lanjut Ibrahim, berpotensi menghilangkan kemampuan alam tersebut dan memicu pendangkalan sungai maupun danau di sepanjang daerah aliran sungai.

“Risiko banjir besar di kawasan hilir seperti Samarinda akan terus mengintai jika kawasan hulu Sungai Mahakam tidak dikelola dengan prinsip kehati-hatian yang tinggi,” tegasnya. (MK)

Editor: Agus S

Pemprov Kaltim Siapkan Tambat Kapal Besar di Sungai Mahakam, Target Rampung 2026

0
Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur pengangkutan batu bara. Setiap hari di sungai ini dipadati tongkang yang membawa muatan batu bara.

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat penguatan infrastruktur transportasi air dengan menyiapkan fasilitas tambat kapal berkapasitas besar di sepanjang alur Sungai Mahakam. Langkah ini ditempuh sebagai solusi atas padatnya aktivitas pelayaran sekaligus upaya optimalisasi pendapatan daerah dari sektor jasa kepelabuhanan.

Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Ahmad Maslihuddin, menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal dirancang efisien namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.

“Pembangunan tahap awal akan difokuskan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais,” ujar Ahmad Maslihuddin di Samarinda, Minggu.

Pada tahap pertama, Dishub Kaltim merencanakan pembangunan enam unit tiang tambat (dolphin) di kawasan Sungai Kunjang. Sementara di Sungai Lais akan dibangun 10 unit tiang tambat. Dengan demikian, total terdapat 16 titik tambat yang disiapkan pada fase awal proyek ini.

Setiap unit dolphin dirancang memiliki kapasitas tinggi. Satu titik tambat bahkan dapat digunakan hingga tiga lapis sandar kapal secara bersamaan.

“Satu dolphin itu bisa digunakan hingga tiga lapis sandar. Artinya, satu titik tambat dapat mengakomodasi beberapa kapal sekaligus. Ini sangat efektif untuk melayani kapal-kapal yang membutuhkan area sandar sementara di tengah padatnya lalu lintas sungai,” jelasnya.

Saat ini, Dishub Kaltim masih melakukan kajian teknis mendalam terkait desain konstruksi. Fokus kajian diarahkan pada upaya penyederhanaan desain agar biaya pembangunan lebih efisien, tanpa mengurangi kekuatan dan standar keselamatan.

Maslihuddin menyebutkan, apabila desain yang lebih ekonomis dapat diterapkan, jumlah titik tambat berpotensi ditambah.

“Kami masih menghitung secara detail. Jika konstruksi bisa disederhanakan dan anggaran lebih efisien, bukan tidak mungkin jumlahnya bertambah dari 16 menjadi sekitar 20 titik tambat,” ungkapnya.

Proyek pembangunan fasilitas tambat kapal ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2026. Keberadaannya diharapkan mampu memperlancar arus logistik dan pelayaran di Sungai Mahakam, yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan distribusi barang di Kalimantan Timur.

Selain mendukung kelancaran logistik, fasilitas tersebut juga diproyeksikan menjadi sumber baru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan kepelabuhanan dan jasa sandar kapal.

Dengan infrastruktur transportasi air yang lebih mumpuni, Pemprov Kaltim optimistis daya saing logistik jalur sungai akan meningkat, seiring peran strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara. (MK)

Editor: Agus S

Tak Berizin dan Ganggu Ketertiban, Otorita IKN Tertibkan 39 Lapak Besi Tua dan 18 Lapo Tuak

0
Besi tua ilegal yang menjamur di wilayah IKN dibongkar Otorita IKN bersama tim gabungan menggunakan alat berat. (Dok. OIKN/Atmaja/MKN)

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menertibkan puluhan aktivitas usaha ilegal di wilayah IKN. Sebanyak 39 lokasi jual beli besi tua dan 18 warung lapo tuak yang tidak mengantongi izin resmi ditindak dalam operasi gabungan lintas instansi, Kamis (15/1/2026).

Operasi penertiban ini dipimpin Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi. Kegiatan tersebut melibatkan Staf Khusus Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Edgar Diponegoro, Direktur Ketenteraman dan Ketertiban Umum Fransiscus Barung Mangera, serta unsur Polsek Sepaku, Koramil, dan Satgas Mahakam Nusantara.

Thomas Umbu Pati menegaskan, langkah penertiban ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya pengaduan masyarakat terkait gangguan ketenteraman dan ketertiban umum di kawasan IKN.

“Otorita Ibu Kota Nusantara merespons cepat pengaduan masyarakat yang semakin meresahkan. Selain itu, penertiban ini juga berkaitan dengan maraknya pencurian besi konstruksi bangunan yang sebelumnya telah kami tangani di wilayah IKN,” ujar Thomas di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, keberadaan lapak besi tua dan warung lapo tuak ilegal berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan, mulai dari kerawanan sosial hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pengawasan harus diperketat karena kondisi seperti ini bisa memicu gangguan trantibum dan mengganggu kehidupan masyarakat di kawasan Ibu Kota Nusantara,” tegasnya.

Seluruh bangunan dan tempat usaha yang ditertibkan diketahui melanggar ketentuan perizinan serta tata ruang yang berlaku di wilayah IKN. Meski demikian, Otorita IKN memastikan seluruh proses penertiban dilakukan secara prosedural dan bertahap.

Sebelum penindakan, OIKN telah melayangkan surat teguran resmi kepada para pelaku usaha tertanggal 8 Januari 2026. Penertiban dilakukan setelah tidak ada tindak lanjut dari pemilik usaha untuk mengurus perizinan yang diwajibkan.

Selain penutupan dan penyegelan, OIKN juga melakukan langkah pembinaan dan pengarahan kepada para pemilik usaha. Mereka diminta lebih proaktif berkonsultasi terkait perizinan dan pemanfaatan ruang sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk mendukung kemudahan layanan, Otorita IKN menyediakan fasilitas konsultasi dan perizinan melalui kantor resmi serta layanan hotline di nomor 0811-5000-5555.

Penertiban lapo tuak ilegal ini juga melengkapi operasi sebelumnya yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Timur pada pekan pertama Desember 2025. Saat itu, Satpol PP menyisir sejumlah lokasi penjualan minuman keras tanpa izin, termasuk lapo tuak dan rumah pribadi, serta menyita ribuan botol miras dari berbagai merek.

Otorita IKN menegaskan penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kepastian hukum di kawasan Ibu Kota Nusantara. (MK)

Editor: Agus S

Famget Media Kaltim Network (1): Konsolidasi Internal di Lembah Permai Bontang

0
Penginapan di kawasan Lembah Permai Adventure Park, Bontang, yang menjadi lokasi Family Gathering Media Kaltim Network. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Tahun ini, Lembah Permai Adventure Park saya pilih sebagai lokasi Family Gathering (Famget) dan Rapat Pimpinan Media Kaltim Network (MKN). Ini bukan keputusan mendadak. Saya mengikuti proses pembangunannya sejak awal, termasuk bagaimana Sony Lesmana, pemilik kawasan ini, melewati tahapan panjang pengurusan perizinan hingga akhirnya kawasan ini resmi dibuka dan beroperasi.

Kawasan wisata ini berada di Jalan Arif Rahman Hakim Kilometer 3, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, dan tercatat dalam Sistem Informasi Pariwisata Nasional (SISPARNAS) Kementerian Pariwisata serta telah diverifikasi oleh Dinas Pariwisata.

Lembah Permai mulai dibuka untuk publik pada 2017. Sejak itu, kawasan ini terus berkembang. Berbagai kegiatan pernah digelar di sini, salah satunya Lemper Fair 2021. Di kawasan ini pula dibangun Gedung Spartan sebagai fasilitas pendukung untuk kegiatan berskala lebih besar.

Setelah lebih dari lima tahun tidak datang ke tempat ini, saya lihat perubahan cukup signifikan. Kawasan berkembang, lebih tertata, dan kini dilengkapi fasilitas penginapan. Pengelolaannya juga jauh lebih siap dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Begitu memasuki area, suasana langsung terasa lapang dan terbuka. Jalur pedestrian menghubungkan satu titik ke titik lain, sementara ruang bermain anak menyatu dengan ruang publik. Tidak ada sekat yang membuat pengunjung merasa terpisah.

Sebagai kawasan wisata keluarga, Lembah Permai Adventure Park dilengkapi beragam wahana. Di dalamnya terdapat kolam renang, fasilitas outbound, sepeda gowes, kebun edukasi, hingga area meditasi Telaga Watu. Daya tarik utamanya adalah kawasan budidaya ikan koi, yang dikenal sebagai salah satu koi farm terbesar dan terlengkap di Kaltim.

Suasana kawasan wisata Lembah Permai Adventure Park dengan ruang terbuka hijau dan wahana keluarga yang saling terhubung. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Area penginapan berada dalam satu kawasan dengan konsep bangunan bertingkat rendah. Deretan kamar menghadap ruang terbuka hijau, dengan akses yang saling terhubung antarkamar. Tata letak ini memudahkan mobilitas dan interaksi peserta kegiatan.

Desain bangunannya sederhana, bersih, dan fungsional. Setiap unit dilengkapi balkon kecil yang memberi kesan rumah tinggal. Kental nuansa homestay, sangat cocok untuk kegiatan internal perusahaan yang menekankan kebersamaan.

Dari sisi operasional, kapasitasnya juga memadai. Tersedia 32 kamar dengan type standar dan suite dengan ukuran yang cukup luas. Kami booking 26 kamar selama 3 hari, agar seluruh tim berada dalam satu kawasan. Dengan begitu, kegiatan tidak terpecah dan koordinasi berjalan lebih efektif. Harga kamar juga masih rasional, yakni Rp440 ribu untuk kamar standar dan Rp770 ribu untuk kamar suite.

Kawasan kolam dan gazebo di Lembah Permai Adventure Park yang menjadi daya tarik sekaligus ruang santai pengunjung. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Untuk kegiatan bersama, tersedia pula pendopo dan gazebo yang dapat menampung hingga sekitar 120 orang. Area ini mendukung kegiatan seremonial, diskusi, maupun acara kebersamaan tanpa harus berpindah lokasi.

Saya mengenal Sony Lesmana cukup lama. Selain mengembangkan Lembah Permai, ia juga mendirikan PT Black Bear Resources Indonesia, pabrik Ammonium Nitrate Solution (ANSOL) dengan kapasitas produksi mencapai 82.000 ton per tahun. Usaha tersebut menyerap ratusan tenaga kerja lokal. Baginya, usaha bukan semata untuk kepentingan pribadi, tetapi harus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia pernah menyampaikan kepada saya bahwa meski bukan putra daerah asli Bontang, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kota Bontang. Prinsip itu pula yang ia bawa dalam membangun Lembah Permai. Kawasan seluas sekitar 9  hektare ini dikembangkan sebagai ruang rekreasi warga, agar masyarakat Bontang tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk menikmati wisata keluarga yang terjangkau.

Area bermain dan ruang publik di Lembah Permai Adventure Park. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Pengembangan kawasan ini dilakukan dengan detail. Akar-akar pohon besar yang sebelumnya tak bernilai dimanfaatkan sebagai elemen estetika. Pepohonan ditanam untuk menjaga kerindangan. Berbagai jenis satwa diternakkan sebagai bagian dari edukasi keluarga.

Salah satu yang paling menonjol adalah pengembangan ikan koi. Sonny membangun Koi Terrace yang kini berisi puluhan ribu ekor koi, dari ukuran kecil hingga bernilai tinggi. Ia pernah bercerita, awalnya hanya memiliki 11 ekor koi dengan ukuran dan harga standar. Dirawat perlahan, konsisten, hingga kini jumlahnya mencapai puluhan ribu ekor dan menjadi wahana edukasi.

Setiap pagi, Sonny masih rutin berkeliling kawasan untuk memberi makan ikan-ikan tersebut. Namun, saat acara kami berlangsung, saya tidak melihatnya. “Bapak masih di Jakarta,” kata salah satu pekerja di resto.

Salah satu area pendukung kegiatan di Lembah Permai Adventure Park yang digunakan untuk diskusi. Foto: Nuzul/Mediakaltim.com

Saat memastikan lokasi dan kesiapan tempat untuk kegiatan Media Kaltim Network, saya berkomunikasi langsung melalui WhatsApp. Responsnya cepat. Ia memberikan banyak kemudahan selama proses persiapan. Para karyawannya juga menyambut kami dengan ramah dan sigap menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.

Dengan suasana yang nyaman, ruang terbuka yang luas, fasilitas yang lengkap, serta dukungan pengelola yang responsif, Lembah Permai Adventure Park sangat mendukung kerja tim, komunikasi yang efektif, dan kebersamaan dalam satu kawasan.(bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
CEO Media Kaltim Network