Beranda blog Halaman 434

Peraih Medali di FASI XI Tingkat Nasional 2024 Terima Guyuran Bonus

0
Pembagian bonus ke para peraih medali FASI X. (Ist).

BONTANG – Para peraih medali di ajang Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) XI 2024 tingkat nasional lalu akhirnya menerima bonus dari Pemkot Bontang.

Penyerahan bonus secara simbolis itu dibagikan bersamaan dengan kegiatan pelatihan para guru ngaji BKPRMI, Minggu (23/11/2025) kemarin.

Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bontang, Atim Prasojo menyampaikan bahwa, untuk anak-anak Bontang yang mengikuti ajang FASI tingkat nasional tersebut, mewakili Kalimantan Timur (Kaltim).

Bonus yang diterima di antaranya juara I Rp 15 juta, juara II Rp 13 juta, juara III Rp 12 juta, serta juara harapan I, II, dan III Rp 10 juta.

“Pencairannya lagi dalam proses administrasi, jadi nanti tinggal menunggu masuknya bonus tersebut ke rekening masing-masing anak,” katanya saat dihubungi, Senin (24/11/2025).

Selain itu ada pula bonus untuk para pelatih berprestasi, yang dimana ada sebanyak 15 pelatih yang mendapatkan bonus beragam, meliputi juara I Rp 13 juta, juara II Rp 11 juta, juara III Rp 10 juta, hingga juara harapan I, II, dan III sebesar Rp 8 juta.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Toko Bangunan di Jalan Pattimura Nyaris Terbakar

0
Toko bangunan yang berada di Jalan Pattimura, nyaris terbakar. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Toko Bangunan Megah Jaya Keramik, Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Sekitar pukul 09.45 Wita Senin (24/11/2025) nyaris terbakar. Beruntung pemadam cepat datang sehingga api tidak merembet kemana-mana.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin menceritakan, kejadian itu berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan ada kebakaran di toko yang memiliki 2 bangunan ruko tersebut.

Kebakaran terjadi di salahsatu bangunan, tepatnya di lantai dua ruko sebelah kanan.

Dari pantauan redaksi Radarbontang.com di lapangan, saat pemadam datang asap mengepul terlihat keluar dari jendela ruko lantai 2. Petugas pemadam segera bergegas naik ke lantai 2 menggunakan tangga darurat untuk memadamkan api.

“Dugaan sementara, api dan asap muncul berasal dari korsleting listrik yang muncul di kabel AC,” ucapnya saat ditemui, Senin (24/11/2025).

Disdamkartan menuju lokasi kejadian membawa 12 personel, beserta 3 unit armada.

“Tadi apinya sempat besar, begitu pula dengan asapnya. Tetapi saat petugas datang dengan cepat padamkan semuanya. Jadi tidak sampai merembet kemana-mana,” tambahnya.

Saat petugas berusaha memadamkan api, tampak petugas melempar keluar kabel yang hangus terbakar.

“Beruntung bagian kabel dan penguat listriknya saja yang terbakar. Tidak sampai mengenai bagian bangunan yang lainnya,” imbuhnya.

“Untuk masyarakat agar bisa lebih berhati-hati lagi, terlebih lagi dengan arus listrik,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penghadangan Bus Madura United Tuai Kecaman, Manajemen Borneo FC Minta Maaf dan Janji Sanksi Tegas

0
Video screenshot diduga penghadangan bus pemain Madura United di Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Laga panas Super League 2025/2026 antara Borneo FC Samarinda dan Madura United di Stadion Segiri, Sabtu (22/11) malam, tercoreng insiden tidak terpuji. Bus rombongan Madura United dikabarkan dihadang sejumlah oknum suporter saat melintas di Samarinda pada Kamis (20/11) malam.

Kejadian tersebut ramai beredar melalui video amatir, memicu kecaman luas sekaligus membuat manajemen Borneo FC dan kelompok suporter resmi bergerak cepat untuk meredam tensi.

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri. (Inst: Dandri)

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, langsung menghubungi manajemen Madura United untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan insiden itu dilakukan oleh pihak yang tidak mewakili klub maupun komunitas suporter resmi.

“Ini sangat memalukan bagi klub dan Kota Samarinda. Kami sudah menerima laporan dan langsung mengambil keputusan untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat,” ujar Dandri.

Menurutnya, tindakan tidak sportif tersebut harus menjadi peringatan agar suporter tetap menjunjung sportivitas. Ia berharap Madura United menerima permohonan maaf resmi yang telah disampaikan pihak klub.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar Madura United. Ini murni ulah segelintir orang. Kami akan membina ulang pihak-pihak yang melakukan tindakan paling bodoh itu,” tambahnya.

Reaksi tegas juga datang dari dua kelompok suporter resmi, Pusamania dan MSA. Ketua Umum Pusamania, Lasihadu, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan nilai dan budaya suporter Borneo FC.

Menurut Lasihadu, Pusamania, MSA, dan perwakilan suporter Madura United, K-Conk Mania, telah bertemu untuk memastikan suasana tetap kondusif menjelang pertandingan.

“Setelah kejadian tadi malam, kami langsung bergerak cepat. Siang tadi kami bertemu dengan K-Conk Mania untuk menyepakati langkah ke depan. Kejadian itu murni ulah oknum, bukan Pusamania,” jelasnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga Samarinda tetap menjadi kota yang aman dan ramah bagi seluruh suporter tim tamu.

Di tengah polemik, Dandri memastikan persiapan teknis tim tetap berjalan normal dan fokus menuju pertandingan.
“Alhamdulillah, tim tetap fokus. Kami berharap dukungan masyarakat Samarinda agar Borneo FC melanjutkan tren positif,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Borneo FC Tak Terbendung, Kalahkan Madura United dan Perpanjang Rekor Kemenangan Beruntun

0
Kemenangan Borneo FC 1-0 atas Madura United. (Ins: Borneofc)

SAMARINDA – Borneo FC kembali menunjukkan kedigdayaannya di Stadion Segiri. Menghadapi Madura United pada Sabtu (22/11/2025), Pesut Etam meraih kemenangan penting 1-0 yang sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun terpanjang di Liga Indonesia. Tambahan tiga poin ini membuat Borneo FC semakin kukuh di puncak klasemen dengan 33 poin dari 11 pertandingan—sempurna tanpa kekalahan.

Pertandingan dimulai dengan agresivitas tinggi dari tim asuhan Fabio Lefundes. Sejak menit pertama, Borneo FC menggempur pertahanan Madura United melalui serangan bertubi-tubi. Namun skema 4-2-3-1 yang diterapkan belum mampu menembus rapatnya blok rendah lawan.

Di sisi lain, Madura United tampil cukup disiplin dengan formasi 4-4-2. Pelatih Carlos Parreira mengakui betapa sulitnya mempersiapkan tim menghadapi Borneo FC yang sedang dalam performa terbaik. Strategi serangan balik cepat dan umpan direct beberapa kali mengancam, termasuk peluang emas Balotelli pada menit 35 yang hanya membentur tiang gawang.

Babak pertama tak menghasilkan gol, memaksa Fabio Lefundes melakukan perubahan. Kei Hirose ditarik keluar dan digantikan Maicon untuk menambah kreativitas dan penetrasi dari lini kedua. Pergantian itu terbukti tepat.

Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Borneo FC akhirnya menemukan celah. Serangan dari sisi kiri yang dibangun Mariano Peralta dan Maicon menghasilkan umpan cut-back matang yang langsung disambar Coutinho pada menit 88. Gol tersebut memecah kebuntuan dan menegaskan dominasi Borneo FC di kandang sendiri.

Drama belum berakhir. Madura United mendapat peluang emas melalui titik putih setelah serangan balik cepat membuat Nadeo Argawinata terpaksa melakukan pelanggaran di kotak penalti. Namun Jordy Wehrmann gagal memaksimalkannya. Tendangannya terbaca sempurna oleh Nadeo yang terbang ke sisi kanan gawang menepis peluang tersebut.

Pelatih Fabio Lefundes menyebut kemenangan itu sebagai bukti ketangguhan mental timnya sekaligus memuji performa luar biasa Nadeo.

“Kemenangan kami bukan 1-0, tapi 2-0. Satu lagi karena penyelamatan Nadeo,” ujar Lefundes yang pernah menukangi Madura United.

Dengan hasil ini, Borneo FC semakin tak terbendung. Tren positif yang belum tersentuh kekalahan membuka peluang besar bagi Pesut Etam untuk mempertahankan posisi puncak hingga paruh musim. (MK)

Editor: Agus S

Razia Pekat Satpol PP Kaltim Bongkar Praktik Prostitusi Bermodus Kafe, Dua PSK Ditemukan Masih 16 Tahun

0
Ditemukan alat kontrasepsi di sebuah kafe atau remang-remang di Jalan Kapten Sujono Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu malam (22/11) hingga Minggu dini hari (23/11) mengungkap fakta memprihatinkan. Razia gabungan yang berlangsung selama empat jam itu menemukan puluhan botol minuman keras (miras), ratusan alat kontrasepsi, praktik prostitusi terselubung, hingga dua pekerja seks komersial (PSK) yang masih berusia 16 tahun.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, mengatakan operasi dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas maksiat di sejumlah titik.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). (Dimas/MKN)

“Malam ini kita melakukan operasi gabungan menindaklanjuti aduan masyarakat. Ada dua lokasi yang menjadi sasaran,” ujarnya.

Lokasi pertama razia berada di Jalan Kapten Sujono, Kelurahan Sungai Kapih, kawasan yang dikenal sebagai Makota dan Makota 2. Di enam titik lokasi, petugas menemukan 65 alat kontrasepsi baru, 85 unit sisa pakai, serta 10 botol miras kosong. Temuan itu semakin menguatkan dugaan praktik prostitusi yang dikemas dengan modus kafe atau yang dikenal dengan istilah kopi pangku.

“Ini membuktikan bahwa penyakit masyarakat, khususnya kopi pangku, masih terjadi. Tempatnya bermotif kafe, tapi nyatanya menyediakan layanan PSK,” tegas Edwin. “Ini menjadi warning bagi Pemprov Kaltim dan pemerintah kota. Samarinda wajib segera menindaklanjuti sebelum praktik seperti ini menjamur lagi.”

Temuan serupa juga terjadi di Jalan Solong, Kelurahan Mugirejo. Meski lokalisasi Loa Hui dan Solong telah resmi ditutup pada 2014 dan 2016, kawasan tersebut kini muncul kembali dalam bentuk kafe dengan layanan “plus-plus”.

Edwin menyebut akar persoalan berada pada penyalahgunaan perizinan. Banyak tempat mengajukan izin melalui OSS sebagai usaha UMKM, tetapi menjalankan operasional yang menyalahi aturan.

“Di sini terlihat seperti ada legalisasi terselubung. Perizinan melalui OSS harus ditinjau kembali, karena banyak yang tidak sesuai dengan praktik lapangan,” ujarnya.

Dalam operasi ini, Satpol PP juga menemukan dua PSK berusia 16 tahun, masing-masing berasal dari Samarinda dan Jawa Barat. Lebih memprihatinkan lagi, beberapa PSK kedapatan membawa anak mereka saat bekerja.

“Kita temukan PSK yang bahkan membawa anaknya. Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian Dinas Sosial,” kata Edwin.

Satpol PP Kaltim akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan tim Perlindungan Anak (PBRA) untuk memastikan penanganan lanjutan, terutama bagi PSK di bawah umur dan yang memiliki anak kecil.

Edwin juga menegaskan bahwa praktik prostitusi tersebut melanggar Perda Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pekerja Seks Komersial. Pelanggaran dapat dikenakan ancaman pidana hingga 1 tahun 4 bulan.

“Kemungkinan tempat-tempat ini akan ditutup lagi. Perizinan yang tidak sesuai langsung kami rekomendasikan untuk dicabut,” tegasnya.

Dalam operasi ini, petugas tidak menemukan narkoba, tetapi mendapati satu warung tanpa izin yang juga menjual miras. (MK)

Editor: Agus S

DPD RI Mantapkan Dukungan untuk IKN, Tamsil Linrung: Kami Pastikan Aspirasi Daerah Terjaga

0
Kunjungan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung dan rombongan saat meninjau pembangunan kawasan legislatif serta penanaman pohon endemik di IKN.

NUSANTARA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tamsil Linrung, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Anggota Sub Wilayah Timur I dengan Otorita IKN, Wali Kota Bontang, dan Bupati Paser pada Jumat (21/11/2025).

Tamsil menyebut kunjungan ini membawa mandat konstitusi untuk memastikan pembangunan nasional berjalan sejalan dengan kepentingan daerah. Ia menegaskan, percepatan pembangunan IKN saat ini memiliki landasan hukum yang kuat sehingga perlu disinergikan dengan aspirasi wilayah penyangga.

“Kedatangan kami ke sini membawa mandat konstitusi, membawa kepentingan daerah dalam tiap pembangunan nasional. Dengan terbitnya berbagai regulasi, termasuk Perpres terkait percepatan pembangunan IKN, semakin jelas bahwa akselerasi pembangunan harus dioptimalisasi. Tugas kami adalah memastikan kepentingan pusat selaras dengan aspirasi daerah penyangga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memaparkan progres Tahap I pembangunan yang menunjukkan capaian signifikan, serta rencana Tahap II yang berfokus pada pembangunan Kawasan Perkantoran Legislatif dan Yudikatif. Basuki menegaskan bahwa seluruh proses berjalan sesuai amanat Perpres Nomor 79 Tahun 2025.

“Pembangunan IKN adalah amanat Presiden yang menugaskan kita untuk memastikan seluruh fasilitas inti negara dapat terbangun tepat waktu. Targetnya jelas: pada 2028, Nusantara harus siap menjadi ibu kota politik Indonesia,” tegas Basuki.

Usai rapat kerja, rombongan melakukan peninjauan ke Kawasan Perkantoran Legislatif untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan melihat langsung kesiapan infrastruktur yang kelak menjadi pusat kegiatan lembaga legislatif.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta menanam 40 bibit tanaman endemik Kalimantan sebagai simbol kontribusi hijau dalam pembangunan IKN. Penanaman ini menegaskan bahwa konsep keberlanjutan tetap menjadi fondasi utama pembangunan, dengan menyeimbangkan kemajuan infrastruktur dan kelestarian lingkungan.

Dengan dukungan penuh dari DPD RI dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, pembangunan IKN semakin menguat sebagai upaya transformasi Indonesia menuju pusat pemerintahan modern, berkelanjutan, dan mencerminkan identitas bangsa. (MK)

Editor: Agus S

Sayembara Pusat Kebudayaan IKN Masuki Tahap Krusial, Puluhan Peserta Adu Gagasan Ikon Budaya Nasional

0
Peserta Aanwijzing Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN saat kunjungan lapangan di kawasan KIPP. Foto: Humas Otorita IKN

NUSANTARA – Upaya Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan ibu kota yang tidak hanya fungsional tetapi juga hidup secara budaya semakin nyata melalui penyelenggaraan Aanwijzing Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Jumat (21/11/2025). Agenda ini menjadi langkah penyelarasan konsep antara peserta, narasumber, dan penyelenggara agar rancangan Pusat Kebudayaan benar-benar mencerminkan identitas bangsa.

Sayembara ini sebelumnya dibuka pada 5–13 November dan menarik minat besar dari berbagai kalangan kreatif. Dari ratusan pendaftar, sebanyak 53 peserta dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan berhak melaju ke tahap berikutnya. Mereka akan merancang kawasan budaya yang berada tepat di sumbu kebangsaan, satu garis lurus dengan Istana Negara, Plaza Bhineka Tunggal Ika, Kantor OIKN, dan Masjid Negara. Pusat kebudayaan tersebut diproyeksikan memuat dua plaza utama—Plaza Demokrasi dan Plaza Adi Budaya—yang akan dilengkapi museum, perpustakaan modern, galeri seni, serta gelanggang olahraga yang membangun ekosistem seni dan kreativitas di Nusantara.

Aanwijzing menghadirkan narasumber dari berbagai bidang yang memiliki peran penting dalam perkembangan kebudayaan nasional. Hadir Prof. Dr. M. Amin Abdullah dari Dewan Pengarah DPIP; Anggota DPD RI Dapil Kaltim, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si; tokoh adat Dayak, Dr. H. Syaharie Jaang, SH., M.H., M.Si; serta Aji Luqman Panji, S.Pdl., yang mewakili bidang kebudayaan di LAP Penajam Paser Utara. Kehadiran mereka memberikan perspektif mendalam mengenai nilai-nilai budaya yang harus tercermin dalam desain.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pentingnya kreativitas dan keberanian peserta dalam merumuskan desain yang akan menjadi wajah Indonesia masa depan. Ia menekankan bahwa karya peserta nantinya akan menjadi bagian dari sejarah pembangunan ibu kota baru. “Terima kasih kepada peserta dan narasumber yang hadir hari ini. Kami menitipkan visi cultural center ini kepada para narasumber. Saya pesan bahwa nanti copyright ada di Otorita IKN. Kita sudah jadi satu tim, curahkan semua inovasi saudara, lakukan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Melalui sambutan daring, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menuturkan bahwa pusat kebudayaan adalah fondasi identitas sebuah ibu kota. Menurutnya, bangunan ini bukan hanya ruang fisik, melainkan tempat bertemunya kearifan lokal dengan percakapan global. “Pusat kebudayaan adalah titik temu antara identitas dan masa depan. Ini akan menjadi warisan budaya Indonesia yang ditransformasikan menuju negara yang inklusif dan berdaya saing,” jelasnya.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, turut menegaskan agar desain yang dihasilkan tidak hanya indah, tetapi mampu mewakili jiwa Nusantara. Ia mengatakan, masyarakat yang maju adalah masyarakat yang memberi tempat khusus bagi pusat kebudayaan sebagai sumber inspirasi dan edukasi. “Ketika orang datang ke IKN, mereka harus merasakan Indonesia ada di sini. Ini membutuhkan kreativitas Bapak/Ibu semua,” ucapnya.

Melalui sayembara ini, Otorita IKN berharap lahir desain kawasan budaya yang tidak hanya estetis, tetapi juga memperkuat kebanggaan nasional, mendorong interaksi publik yang inklusif, serta menjadi titik temu masyarakat Indonesia dan dunia. Tahapan berikutnya akan menjadi momentum bagi peserta untuk membuktikan kualitas gagasan mereka dalam membentuk ikon budaya baru di jantung Nusantara. (MK)

Editor: Agus S

Workshop Parfum Pertama Artsyclass di Samarinda Diserbu Pemula Kreatif, Racikan Aroma Jadi Peluang Bisnis Baru

0
Peserta Workshop Parfumery Samarinda bersama mentor dan PIC Artsyclass di Giras Coffee Samarinda (Keisya/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kelas parfum pertama Artsyclass akhirnya mendarat di Samarinda dan langsung disambut antusias para peserta. Parfumery Workshop Samarinda yang digelar Sabtu sore (23/11) di Giras Coffee, Jalan Siradj Salman, berlangsung interaktif dan penuh eksplorasi aroma.

Workshop menghadirkan mentor dari DykLab Project, Tasya, yang sejak awal menciptakan suasana hidup dengan pengantar teori dasar parfum. Ia menjelaskan jenis-jenis notes, karakter aroma, hingga komposisi bibit parfum yang menjadi fondasi utama proses peracikan.

Peserta tampak aktif memilih bibit parfum sebagai bahan dasar kreasi mereka. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari karakter aroma, teknik blending, hingga peluang memulai usaha parfum rumahan.

Setelah sesi teori, peserta dipersilakan meracik parfum versi mereka sendiri. Hasilnya, masing-masing membawa pulang parfum dengan karakter aroma berbeda sesuai selera pribadi.

Dalam wawancara, Tasya menuturkan DykLab Project telah berkecimpung di dunia maklon parfum sejak 2018—memberi layanan bagi siapa pun yang ingin membuat brand parfum sendiri.

“Awalnya karena memang basic suka parfum. Setelah maklon berjalan sejak 2018, baru kami buka workshop. Kelas hari ini seru banget, walaupun cuma lima orang tapi berasa ramai,” jelas Tasya.

Ia juga mendorong anak muda untuk mulai belajar parfum sebagai peluang usaha. “Bisa mulai dari kelas basic, belajar single notes dulu. Kalau sudah punya parfum favorit, bisa dikembangkan jadi brand sendiri.”

Sementara itu, PIC Artsyclass Samarinda, Fira, mengatakan kelas parfum ini hadir karena ruang kreatif di Samarinda selama ini lebih didominasi kelas merajut dan baking.

“Untuk parfum jarang ada, makanya kita buat kelasnya sendiri. Kendalanya hanya kurang terekspos, jadi harus usaha mencari peserta. Harapannya ke depan lebih ramai dan bisa jadi peluang usaha untuk anak muda,” kata Fira.

Artsyclass berencana menggelar lebih banyak workshop kreatif sesuai permintaan peserta. Event terdekat yang sedang disiapkan adalah kelas bakery pada bulan depan. Mereka berharap semakin banyak anak muda Samarinda berani berkarya dan memulai bisnis kreatif melalui wadah ini. (nzl/MK)

Editor: Agus S

Bupati Aulia Rahman Muncul di Rakerda Gerindra, Resmi Tinggalkan PDIP?

0
Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri (kanan) yang hadir dalam Rakerda Gerindra Kaltim. Foto: Istimewa

TENGGARONG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bersama 10 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kaltim di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Minggu (23/11/2025).

Dalam forum tersebut, kehadiran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Aulia Rahman Basri menjadi sorotan. Mengenakan setelan putih-hitam, ia diperkenalkan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari peserta rakerda.

“Kemudian berikutnya ada Bupati Kutai Kartanegara, dr Aulia Rahman Basri,” ujar Seno Aji disambut riuhan peserta.

Ketua DPC Gerindra Kukar, Alif Turiadi, saat dikonfirmasi tak menampik kedekatan Aulia dengan partai berlambang kepala garuda tersebut. Ketika ditanya apakah sang bupati telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra, ia hanya menjawab singkat sembari mengirim foto kebersamaannya dengan Aulia.

“Insya Allah,” balas Alif melalui pesan WhatsApp.

Sebagai catatan, dr Aulia Rahman sebelumnya merupakan kader PDI Perjuangan. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan DPC PDIP Kukar pada 2023 sebelum memenangkan Pilkada 2024 bersama Rendi Solihin dan kini memimpin Kabupaten Kutai Kartanegara. (MK)

Editor: Agus S

Lahan Tambahan Tanpa Persetujuan Lingkungan Jadi Lokasi Tewasnya Enam Anak di Balikpapan

0
DLH Balikpapan saat memasang papan peringatan dilarang melakukan aktivitas apa pun di lokasi enam anak tenggelam.

BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengungkap fakta baru di balik insiden tragis tewasnya enam anak di kubangan bekas galian di kawasan Graha Indah, Balikpapan Utara. Lokasi kejadian ternyata berada di area perluasan lahan yang belum mengantongi persetujuan lingkungan.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa pengembang PT Sinar Mas Land sebenarnya sudah memiliki izin lingkungan berdasarkan site plan tahun 2017 untuk area seluas 224 hektare. Namun pada Februari 2025, perusahaan memperluas garapan lahan sekitar 25–30 hektare tanpa disertai adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang seharusnya wajib diajukan setiap ada perubahan rencana tapak.

“Tambahan luasan itu belum diproses izin adendum AMDAL-nya. Padahal setiap perubahan site plan harus dilengkapi adendum. Dan area perluasan itu berada tepat di lokasi terjadinya musibah,” ujar Sudirman, Sabtu (22/11/2025).

DLH juga menemukan adanya aktivitas pengupasan dan penataan lahan di titik tersebut, meski persetujuan lingkungan belum terbit. Atas temuan itu, pemerintah langsung menghentikan seluruh kegiatan di lapangan.

“Kami langsung hentikan seluruh aktivitas. Plang pelanggaran sudah kami pasang supaya tidak ada lagi pekerjaan di lapangan,” jelasnya.

Sudirman menambahkan, area di sisi kiri Bendali Food Court telah memiliki perizinan yang lengkap. Namun di titik perluasan lahan, tempat enam anak tenggelam, persetujuan lingkungan belum diperoleh, meski DLH sudah memberikan peringatan sejak Maret 2025 agar tidak ada aktivitas sebelum dokumen adendum diproses.

“Peringatan sudah kami berikan pada bulan Maret. Tapi saat kami periksa, kegiatan masih berjalan. Mereka berdalih terjadi kesalahan dari pihak konsultan,” tambahnya.

DLH menegaskan siap merekomendasikan pencabutan izin pembangunan jika larangan tersebut kembali dilanggar.

“Kalau masih ada pergerakan setelah plang larangan dipasang, kami bisa ajukan pencabutan izin. Itu nanti menjadi sanksi administratif yang akan ditandatangani Wali Kota,” tegasnya.

Saat ini sanksi administratif terhadap pengembang sedang disusun, termasuk kewajiban segera menuntaskan dokumen persetujuan lingkungan sebagai salah satu poin utama.

“Salah satu isi sanksinya adalah kewajiban menuntaskan dokumen persetujuan lingkungan. Itu instruksi kami,” tutup Sudirman.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan kepolisian mengenai penyebab kecelakaan dan penentuan pihak yang paling bertanggung jawab masih berjalan. (apr/MK)

Editor: Agus S