Beranda blog Halaman 434

Polres Minta Masyarakat Bersabar, Perkara ‘Sultan UMKM Bontang’ Terus Berjalan Profesional dan Sesuai UU

0
Imbauan dari Polres Bontang. (Dok Polres Bontang)

BONTANG – Penanganan perkara ‘Sultan UMKM Bontang’ di Polres Bontang masih terus berjalan, dan dilakukan secara profesional serta hati-hati sesuai ketentuan Undang Undang.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano menjelaskan, dalam proses hukum, penyidik tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi wajib memastikan setiap unsur pidana terpenuhi melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, dan klarifikasi yang berimbang. Tahapan ini diatur dalam KUHAP dan bertujuan agar penanganan perkara tidak keliru serta memiliki kepastian hukum.

Perlu diketahui bahwa laporan resmi telah diterima pada tanggal 10 Januari 2026, dan telah ditindak lanjuti dengan proses penyelidikan. Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap sejumlah saksi dan proses pendalaman perkara masih berlanjut.

“Proses ini bukan bentuk kelambanan, melainkan bagian dari kewajiban hukum agar hasil penanganan dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana ketentuan undang undang,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, dari jumlah laporan korban dapat memperkuat konstruksi perkara, khususnya untuk: menilai pola perbuatan,
menghitung kerugian, dan
menentukan pasal yang paling
tepat sehingga tidak salah penerapannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menunggu perkembangan resmi. Setiap langkah akan dilakukan transparan, profesional, dan sesuai hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.” Pungkasnya. (Rls)

Editor: Yusva Alam

PDIP Tegaskan Dukungan Reformasi Hukum, Hasto: Penegakan Hukum Harus Berkeadilan dan Berintegritas

0
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Istimewa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan komitmen partainya untuk mendukung reformasi hukum nasional agar penegakan hukum berjalan adil, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Penegakan hukum yang berkeadilan harus berlandaskan pada kemanusiaan, tertib hukum, jaminan due process of law, serta etika dan moral aparat penegak hukum,” ujar Hasto di Surabaya, Sabtu.

Menurut Hasto, dalam praktiknya penegakan hukum kerap bergeser dari tujuan idealnya. Ia menilai hukum acap kali digunakan sebagai instrumen kekuasaan yang bersifat memaksa, bukan sebagai sarana untuk menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat.

“Kondisi ini bisa terjadi ketika proses hukum tidak sepenuhnya ditopang oleh fakta yang kuat dan prinsip-prinsip hukum yang benar,” ujarnya.

Hasto juga menyoroti tantangan penegakan hukum di era modern, di mana realitas hukum berpotensi dimanipulasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan etika dan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan dalam proses hukum.

Terkait agenda reformasi hukum, Hasto menyatakan PDIP mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong reformasi Polri yang kemudian diperluas menjadi reformasi sistem hukum nasional secara menyeluruh.

Ia mencontohkan salah satu terobosan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, yakni pemeriksaan saksi yang disertai pendampingan pengacara. Menurutnya, kebijakan tersebut penting karena tidak semua warga negara memiliki pemahaman hukum yang memadai saat berhadapan dengan proses penegakan hukum.

“Pendampingan hukum bagi saksi merupakan upaya memastikan penegakan hukum yang berkeadilan. Meski terdapat kritik dari masyarakat sipil, itu adalah hak konstitusional yang harus dihormati,” tegas Hasto.

Ia menambahkan, reformasi hukum harus diarahkan untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh aparatur negara sekaligus menjamin perlindungan hak-hak warga negara dalam setiap tahapan proses hukum.

“Negara hukum harus hadir untuk melindungi rakyat, bukan menakut-nakuti rakyat melalui hukum,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji Aman di Jepara, Kudus, dan Pati Meski Diterjang Banjir

0
Petugas melakukan distribusi elpiji di wilayah terdampak banjir di Kudus. Foto: Humas Pertamina

SEMARANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta elpiji di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati tetap aman dan terkendali meskipun sejumlah daerah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, di Semarang, Sabtu, menyampaikan bahwa Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran pasokan energi di kawasan terdampak.

Ia menjelaskan, banjir sempat mengganggu beberapa jalur suplai utama, di antaranya wilayah Trengguli, Kabupaten Demak, kawasan Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono. Kondisi tersebut berpotensi menghambat distribusi jika tidak diantisipasi dengan cepat.

“Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, kami melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola distribusi,” kata Taufiq.

Menurut dia, Pertamina secara intensif melakukan monitoring dan mitigasi di lapangan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pengaturan distribusi pada dini hari, saat lalu lintas relatif lengang, guna menghindari kemacetan dan genangan air di sejumlah titik rawan.

“Kami melakukan distribusi pada dini hari serta mengalihkan jalur suplai melalui rute alternatif, seperti Grobogan–Mranggen, agar distribusi BBM dan elpiji tetap berjalan meskipun terdapat kendala akibat banjir,” ujarnya.

Selain menjaga pasokan BBM, Pertamina juga menambah pasokan elpiji 3 kilogram di wilayah terdampak untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Penambahan pasokan tersebut meliputi 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati.

“Penambahan pasokan fakultatif elpiji 3 kg ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan elpiji sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan tidak terjadi lonjakan harga di lapangan,” jelas Taufiq.

Di sisi lain, Pertamina mencatat terdapat beberapa SPBU di wilayah Kudus yang terdampak banjir sehingga harus menghentikan operasional sementara sesuai prosedur keselamatan. SPBU tersebut antara lain SPBU 43.593.18 di Jalan Lingkar Utara Bacin, SPBU 44.593.15 di Jalur Pantura Demak–Kudus, dan SPBU 48.595.05 di Jalan Raya Demak (perbatasan Kudus–Demak).

Sebagai langkah antisipasi, konsumen diarahkan ke SPBU terdekat yang masih beroperasi, seperti SPBU 44.593.04 Matahari di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kudus, SPBU 44.593.01 Prambatan di Jalan Raya Kudus–Jepara, SPBU 44.593.09 Hadipolo di Jalan Raya Kudus–Pati, serta SPBU 44.593.25 Rendeng di Jalan Jenderal Sudirman Kudus.

Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan bahwa Pertamina tidak akan mengoperasikan kembali fasilitas terdampak sebelum dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Kami memastikan kualitas BBM dan elpiji tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dicek secara menyeluruh sebelum kembali melayani masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Menbud Fadli Zon Dorong Kolaborasi Swasta untuk Pelestarian Warisan Budaya Nasional

0
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat menjawab pertanyaan media di Sumedang, Sabtu (17/1/2026). Foto: Istimewa

SUMEDANG — Menteri Kebudayaan Fadli Zon terus mendorong penguatan pelestarian dan pengembangan warisan budaya Indonesia melalui kolaborasi aktif dengan pihak swasta, korporasi, hingga filantropis individu. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan keterbatasan peran pemerintah dalam mengelola kekayaan budaya nasional yang sangat besar dan beragam.

“Dalam upaya revitalisasi budaya, kami membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, korporasi, dan individu melalui Dewan Penyantun Museum dan Cagar Budaya untuk mendukung pelestarian budaya,” ujar Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja di Sumedang, Sabtu.

Ia menjelaskan, model kolaborasi tersebut bukan sekadar wacana, melainkan telah dipraktikkan sebelumnya. Salah satu contoh konkret adalah revitalisasi Panggung Sanggabuwana di Keraton Surakarta, Jawa Tengah, yang melibatkan dukungan pihak nonpemerintah.

Menurut Fadli Zon, di sejumlah negara maju, keterlibatan sektor swasta justru menjadi tulang punggung dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.

“Di beberapa negara, keterlibatan pihak swasta bahkan menjadi kontributor utama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting mengingat luasnya spektrum kekayaan budaya Indonesia. Mulai dari tradisi lisan, manuskrip kuno, ritus, permainan dan olahraga tradisional, adat istiadat, hingga tradisi keraton, kerajaan, dan kesultanan yang telah tumbuh jauh sebelum Republik Indonesia berdiri.

“Pemerintah memiliki keterbatasan. Karena itu, peran filantropis menjadi sangat penting. Ekspresi budaya kita membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Bahasa saja kita memiliki sekitar 718 bahasa, dan suku bangsa lebih dari 1.300,” jelasnya.

Fadli Zon juga menyoroti panjangnya jejak peradaban di Nusantara yang menunjukkan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban dunia. Ia menyebut berbagai temuan arkeologis sebagai bukti kuat kekayaan sejarah bangsa.

“Temuan Homo erectus di Pulau Jawa berusia hingga 1,82 juta tahun. Homo sapiens berusia puluhan ribu tahun. Di Sulawesi, lukisan gua berusia sekitar 51.200 tahun. Ini menunjukkan peradaban kita memiliki cerita yang sangat panjang,” paparnya.

Ia menilai, potensi budaya sebesar itu merupakan sumber daya strategis yang dapat menjadi kekuatan besar apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Fadli Zon mengungkapkan, minat masyarakat terhadap museum dan cagar budaya menunjukkan tren positif yang signifikan.

“Kita punya indeks budaya yang kuat, tinggal bagaimana mengelolanya. Pada 2025, jumlah pengunjung museum dan cagar budaya mencapai lebih dari 4 juta orang, meningkat sekitar 400 persen dibandingkan periode sebelumnya,” ungkapnya.

Menteri Kebudayaan berharap, kolaborasi yang semakin masif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akan membuat pelestarian budaya Indonesia berjalan lebih berkelanjutan. Selain menjaga identitas bangsa, langkah ini juga diyakini mampu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung global.

“Dengan kerja bersama, warisan budaya kita tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal dan dihargai, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Partai Gema Bangsa Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo Maju Pilpres 2029

0
Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA — Partai Gema Bangsa secara resmi menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Dukungan tersebut disampaikan bertepatan dengan deklarasi berdirinya Partai Gema Bangsa sebagai partai politik baru.

Pernyataan dukungan dibacakan Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, dalam acara deklarasi yang digelar di Jakarta, Sabtu.

“Partai Gema Bangsa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden dalam pemilu tahun 2029,” ujar Sopiyan saat membacakan deklarasi partai.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menjelaskan bahwa dukungan tersebut didasari pandangan strategis tentang keberlanjutan pembangunan nasional. Menurutnya, membangun Indonesia sebagai negara besar tidak cukup dilakukan hanya dalam satu periode pemerintahan.

“Membangun Indonesia yang begitu besar itu enggak cukup lima tahun. Enggak realistis kalau hanya satu periode. Dua periode itu syarat minimal agar seorang pemimpin benar-benar teruji, apakah gagasan dan misi perjuangannya bisa tercapai atau tidak,” ujar Rofiq.

Ia menilai, dengan masa kepemimpinan selama dua periode, masyarakat akan lebih merasakan dampak nyata dari program-program pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo.

“Kalau hanya lima tahun, menurut saya tidak akan menghasilkan banyak. Tapi kalau sepuluh tahun, saya yakin hasilnya bisa kita rasakan, ada dampak yang lebih jelas bagi masyarakat,” katanya.

Selain menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto, Partai Gema Bangsa juga mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru yang siap berkompetisi dan menyalurkan aspirasi rakyat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.

Dalam deklarasinya, Partai Gema Bangsa menegaskan hadir sebagai partai politik modern dan terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia. Partai ini mengklaim siap menjawab kegelisahan publik terhadap praktik politik transaksional, transaksionalistik, serta dominasi oligarki dalam sistem politik nasional.

“Partai Gema Bangsa siap menyalurkan, mengawal, dan memperjuangkan segenap aspirasi serta amanat rakyat dengan penuh kesungguhan melalui pemilu yang demokratis dan berintegritas,” demikian salah satu poin deklarasi yang dibacakan. (MK)

Editor: Agus S

Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Bertahap untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Utara

0
Truk kontainer pengangkut aneka bantuan untuk penanggulangan bencana menuju Aceh Utara. Foto: Istimewa

ACEH UTARA — PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan guna mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana yang telah berlangsung sejak akhir November 2025.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, tidak hanya sekali, sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat Aceh yang terdampak banjir cukup lama.

“Kami bersama PT Pupuk Iskandar Muda hadir untuk masyarakat Aceh di saat duka maupun suka. Kami prihatin karena masyarakat sudah sekitar 50 hari berjibaku menghadapi banjir, dan kami berharap kondisi segera pulih,” ujar Rahmad saat penyerahan bantuan di Aceh Utara, Rabu lalu.

Pada penyaluran terbaru, Pupuk Indonesia menyerahkan bantuan berupa lima unit tangki air bersih serta satu truk paket sembako. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Pendopo Aceh sebagai upaya mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Selain bantuan logistik, Pupuk Indonesia juga mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar untuk rehabilitasi masjid di wilayah Aceh Utara. Pada hari yang sama, perusahaan turut menggelar doa bersama serta menyerahkan bantuan alat salat, Al-Qur’an, dan perlengkapan ibadah untuk Masjid Al Muntaha yang berada di lingkungan PT Pupuk Iskandar Muda.

Rahmad menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Penanganan bencana harus dilakukan bersama-sama. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tegasnya.

Sebelumnya, Pupuk Indonesia telah menyalurkan bantuan tahap awal berupa 200 paket perlengkapan sekolah, 200 selimut, serta 200 paket sembako untuk masyarakat Aceh. Bantuan serupa juga disalurkan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat berupa 575 paket sembako dan 350 paket perlengkapan kebersihan.

Pada 4 Desember 2025, Pupuk Indonesia kembali menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp3,8 miliar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berupa sembako, makanan cepat saji, serta susu UHT. Selanjutnya, pada 12 Desember 2025, bantuan tambahan senilai Rp789 juta juga disalurkan khusus untuk Aceh.

Secara keseluruhan, hingga saat ini total bantuan yang telah digelontorkan Pupuk Indonesia untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera mencapai sekitar Rp24 miliar, termasuk bantuan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Pidie Jaya.

Rahmad memastikan Pupuk Indonesia akan terus berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana dengan memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

RDMP Balikpapan Beroperasi, Pemkab PPU Proyeksikan Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah

0
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor. Foto: Istimewa

PENAJAM PASER UTARA — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memproyeksikan beroperasinya kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) PT Pertamina (Persero) di Balikpapan akan membawa dampak positif bagi daerah penyangga, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menyatakan, peresmian RDMP Balikpapan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah di sekitarnya.

“Peresmian kilang terintegrasi Pertamina Balikpapan akan berdampak pada ketahanan energi nasional, sekaligus memberi efek berantai bagi daerah penyangga seperti Penajam Paser Utara,” ujar Mudyat Noor, Sabtu.

RDMP Balikpapan mulai beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026. Dalam proyek strategis nasional tersebut, Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki peran penting karena menjadi lokasi salah satu fasilitas penunjang utama kilang terintegrasi.

“Salah satu fasilitas penunjang RDMP berada di Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni kilang penampungan minyak mentah,” jelasnya.

Kilang penampungan minyak mentah yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, kini telah mengalami peningkatan kapasitas signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu menampung sekitar 5 juta barel, saat ini kapasitasnya meningkat menjadi 7,6 juta barel setelah penambahan dua unit tangki besar.

“Minyak mentah tersebut selanjutnya akan dikirim ke RDMP Balikpapan untuk diproduksi menjadi berbagai produk energi,” tambah Mudyat Noor.

Selain peningkatan kapasitas, kilang penampungan minyak mentah di PPU juga dilengkapi jaringan pipa sepanjang kurang lebih 14 kilometer yang terhubung langsung ke Kilang Balikpapan. Fasilitas tersebut diperkuat dengan sarana bongkar muat untuk kapal tanker berukuran besar atau Very Large Crude Carrier (VLCC).

Menurut Mudyat Noor, pengembangan infrastruktur energi berskala besar ini diproyeksikan memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bentuk peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru serta mendorong tumbuhnya sektor jasa dan industri pendukung.

“Kilang ini berpotensi memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat Penajam Paser Utara, mulai dari peningkatan lapangan kerja, penguatan sektor jasa, hingga kontribusi terhadap pembangunan daerah melalui kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

Bandara APT Pranoto Dorong Pemenuhan Lahan Penyangga Demi Keselamatan Penerbangan

0
Situasi di Bandara APT Pranoto Samarinda. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Penyelenggara Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda membidik pemenuhan kebutuhan lahan penyangga di sekitar area bandara sebagai langkah krusial untuk menjamin standar keselamatan penerbangan sipil.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kota Samarinda untuk meminta dukungan terkait kebutuhan lahan tersebut.

“Untuk itu, kami secara khusus telah berbicara dan meminta dukungan Pemerintah Kota Samarinda terkait pemenuhan kebutuhan lahan. Alhamdulillah, hasilnya mendapat sambutan positif dari pihak pemkot,” ujar Kadek di Samarinda, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa pengembangan bandara tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan kapasitas terminal atau jumlah penumpang, melainkan lebih pada pemenuhan regulasi keselamatan penerbangan. Menurutnya, ketersediaan lahan penyangga sangat penting agar operasional bandara terbebas dari hambatan atau obstacle yang berpotensi membahayakan manuver pesawat.

“Lahan penyangga ini berfungsi menjaga area keselamatan penerbangan. Tanpa itu, risiko gangguan terhadap lintasan lepas landas maupun pendaratan bisa meningkat,” jelasnya.

Komitmen terhadap keselamatan penerbangan tersebut, lanjut Kadek, sejalan dengan prosedur ketat yang selama ini telah diterapkan melalui sinergi intensif antara pengelola bandara, BMKG, AirNav Indonesia, serta seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara APT Pranoto.

Standar keselamatan tersebut diterapkan secara merata, baik untuk penerbangan perintis seperti Smart Aviation maupun penerbangan komersial berjadwal yang setiap hari mengangkut ratusan penumpang.

“Semua penerbangan diperlakukan sama dalam aspek keselamatan. Tidak ada pengecualian,” tegas Kadek.

Ia menjelaskan, setiap awak pesawat diwajibkan mematuhi protokol standar dengan melakukan koordinasi dan pembaruan data cuaca melalui sistem resmi BMKG. Data yang dianalisis mencakup laporan TAFOR, METAR, hingga informasi arah dan kecepatan angin sebelum penerbangan dilakukan.

Selain itu, pilot juga dibekali data teknis mendalam terkait jarak pandang (visibility), citra satelit terkini, serta jenis awan yang berpotensi terbentuk di jalur penerbangan menuju maupun dari Samarinda.

Validasi data digital tersebut diperkuat dengan laporan visual langsung dari petugas bandara di titik keberangkatan dan tujuan. Informasi ini digunakan untuk membaca tren pergerakan cuaca secara lebih presisi.

“Jika terdapat indikasi perubahan cuaca yang dinamis, kami terus memantau melalui jalur koordinasi khusus antarpetugas di darat,” ujarnya.

BMKG, kata Kadek, memiliki kewenangan penuh untuk segera menyampaikan peringatan dini apabila prakiraan cuaca menunjukkan potensi fenomena alam yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

Sebagai langkah antisipasi, berbagai skema mitigasi risiko telah disiapkan secara matang, mulai dari penundaan penerbangan, pembatalan, holding di udara, pengalihan pendaratan ke bandara alternatif, hingga keputusan return to base yang sepenuhnya berada pada pertimbangan profesional pilot.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Semua keputusan operasional selalu diambil dengan mengedepankan faktor tersebut,” pungkas Kadek. (MK)

Editor: Agus S

Psikolog RSJD Atma Husada Mahakam: Konsistensi Lebih Penting daripada Resolusi untuk Kesehatan Jiwa

0
Ilustrasi

SAMARINDA — Psikolog RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, Raden Roro Rani Meita Pratiwi, menegaskan bahwa konsistensi perilaku jauh lebih relevan dalam menjaga kesehatan jiwa masyarakat dibandingkan sekadar membuat resolusi, terutama resolusi besar yang kerap dicanangkan di awal tahun.

“Konsistensi lebih relevan daripada resolusi dalam menjaga kesehatan jiwa karena resolusi biasanya besar, motivasinya tinggi di awal, tetapi mudah menurun,” ujar Rani di Samarinda, Sabtu.

Menurutnya, pola pikir yang terlalu bergantung pada resolusi sering kali menjebak seseorang pada target perubahan drastis yang harus tercapai dalam waktu singkat. Kondisi ini justru dapat memicu tekanan mental baru ketika ekspektasi tidak sejalan dengan kenyataan.

Sebaliknya, konsistensi dinilai lebih sehat secara psikologis karena berangkat dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara rutin. Dengan ritme yang stabil, motivasi cenderung lebih terjaga dan perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan konsistensi menempatkan proses sebagai bagian penting dari kesehatan mental. Fokusnya bukan hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada pertumbuhan pribadi, kemauan belajar, ketekunan, serta kedisiplinan diri.

“Masyarakat perlu mengubah persepsi bahwa menjaga kesehatan mental harus selalu dimulai dengan perubahan besar atau resolusi drastis di awal tahun,” katanya.

Selain itu, Rani juga menyoroti masih banyaknya kesalahpahaman di masyarakat terkait makna sehat jiwa. Salah satu anggapan keliru yang paling sering ditemui adalah pandangan bahwa orang yang sehat secara mental harus selalu bahagia dan tidak pernah merasakan emosi negatif.

“Banyak yang mengira sehat mental itu berarti tidak punya masalah hidup, selalu produktif, penghasilan mapan, atau kehidupan terlihat sempurna,” jelasnya.

Faktor eksternal seperti keluarga harmonis, pasangan yang selalu memahami, hingga lingkaran pertemanan ideal juga kerap dijadikan tolok ukur mutlak kesehatan jiwa. Padahal, menurut Rani, ukuran tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi psikologis seseorang secara utuh.

Ia menegaskan bahwa kesehatan jiwa sejati justru berawal dari kesadaran diri, termasuk kemampuan mengenali kelebihan dan kelemahan, memahami potensi serta harapan, dan menerima pengalaman masa lalu.

“Kuncinya ada pada kemampuan beradaptasi dengan situasi sulit dan menghadapi tantangan secara efektif tanpa kehilangan fungsi sosial,” ungkapnya.

Rani berharap pemahaman ini dapat membantu masyarakat keluar dari standar kesempurnaan semu yang sering kali justru memicu kecemasan. Dengan pendekatan yang lebih realistis dan konsisten, kesehatan jiwa dapat dijaga secara lebih sehat dan berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

Pemkab Penajam Paser Utara Minta Pertamina Perhatikan Dampak Lingkungan Kilang Lawe-Lawe

0
Bupati PPU Mudyat Noor. Foto: Istimewa

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara meminta manajemen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memberikan perhatian lebih terhadap dampak lingkungan dan kewilayahan dari operasional kilang penampungan minyak mentah di Kelurahan Lawe-Lawe. Fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang Balikpapan.

Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menegaskan bahwa keberadaan industri migas berskala besar di wilayahnya membawa konsekuensi nyata terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Salah satu fasilitas penunjang RDMP Balikpapan, yakni kilang penampungan minyak mentah, berada di wilayah Kecamatan Penajam. Aktivitas industri berskala masif itu tentu membawa konsekuensi nyata terhadap lingkungan,” ujar Mudyat Noor saat dimintai keterangan, Sabtu.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap PT KPI sebagai pengelola kilang dapat lebih responsif terhadap berbagai dampak kewilayahan yang muncul, termasuk persoalan banjir di kawasan Lawe-Lawe serta dukungan terhadap akses layanan publik.

Pemkab juga menyoroti kebutuhan ketersediaan bahan baku air bersih bagi Perumda Air Minum Danum Taka, mengingat sumber utama air baku kabupaten berada di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe yang termasuk dalam kawasan otoritas PT Pertamina (Persero).

“Kami berharap ada solusi cepat, termasuk dukungan terhadap pemenuhan air bersih masyarakat, karena sumber bahan baku utama berada di kawasan operasional Pertamina,” jelasnya.

Selain itu, Mudyat Noor mendorong agar penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT KPI dapat dimaksimalkan dan diarahkan pada program-program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, serta pelestarian lingkungan.

Seiring beroperasinya RDMP Balikpapan, kapasitas kilang penampungan minyak mentah di wilayah Penajam Paser Utara meningkat dari lima juta barel menjadi 7,5 juta barel. Kondisi ini menjadikan Penajam Paser Utara sebagai salah satu daerah dengan konsentrasi pengelolaan minyak terbesar di Indonesia.

“Kilang penampungan minyak mentah di Kabupaten Penajam Paser Utara ini mendukung penuh operasional kilang Pertamina di Kota Balikpapan,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas kawasan dipastikan semakin tinggi, terlebih dengan keberadaan fasilitas bongkar muat kapal tanker berukuran besar atau Very Large Crude Carrier (VLCC). Oleh karena itu, perhatian terhadap dampak lingkungan, sosial, dan infrastruktur di sekitar wilayah operasional dinilai menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

“Dengan aktivitas yang semakin padat, dampak lingkungan dan dampak lainnya di sekitar wilayah operasional harus benar-benar mendapat perhatian serius,” tegas Mudyat Noor. (MK)

Editor: Agus S