Beranda blog Halaman 436

Petugas Haji Diminta Bijak Bermedsos, Unggahan Tanpa Konteks Bisa Picu Kegaduhan Nasional

0
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha

JAKARTA — Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha mengingatkan seluruh calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial selama menjalankan tugas di Tanah Suci.

Peringatan tersebut disampaikan Ichsan saat memberikan materi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 di Jakarta, Jumat, menyusul evaluasi pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, sejumlah kegaduhan di Tanah Air justru dipicu oleh unggahan foto atau video petugas maupun jamaah yang tidak disertai konteks utuh.

Ichsan mencontohkan kasus unggahan foto jamaah haji yang tampak duduk-duduk di depan hotel. Tanpa penjelasan memadai, foto tersebut kemudian viral dan berkembang menjadi narasi bahwa jamaah haji Indonesia terlantar dan tidak mendapatkan akomodasi.

“Misalnya tadi saya sampaikan, ada postingan berbicara tentang jamaah di depan hotel yang justru tanpa konteks dipersepsikan dan dinarasikan bahwa jamaah terlantar. Padahal faktanya tidak demikian,” ujar Ichsan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Menurut dia, konten “mentah” yang langsung dipublikasikan tanpa verifikasi sangat berbahaya. Selain menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, unggahan semacam itu juga berdampak langsung pada psikologis keluarga jamaah yang berada di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa petugas haji memiliki tanggung jawab moral untuk memilah informasi. Tidak semua kejadian di lapangan layak langsung diunggah ke ruang publik, terlebih jika berpotensi menimbulkan salah tafsir.

“Kenapa kami tekankan ini? Karena apa yang di-posting ataupun diunggah oleh para petugas maupun jamaah akan berbanding lurus dengan wajah kita di Tanah Suci,” kata Ichsan.

Ia mengingatkan, di era digital saat ini media sosial telah menjadi salah satu indikator persepsi publik terhadap keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Isu kecil yang seharusnya dapat diselesaikan di lapangan bisa dengan cepat teramplifikasi menjadi persoalan nasional hanya karena unggahan yang tidak bijak.

Oleh sebab itu, Kementerian Haji dan Umrah meminta para petugas tidak hanya fokus pada pelayanan teknis jamaah, tetapi juga berperan melindungi ketenangan keluarga jamaah di Tanah Air dengan tidak menyebarkan informasi yang membingungkan atau belum terkonfirmasi.

Petugas haji diharapkan mampu menjadi filter informasi di lapangan. Jika menemukan persoalan, petugas diminta melakukan kroscek dan penanganan terlebih dahulu melalui jalur koordinasi resmi, bukan langsung memublikasikannya di media sosial.

Dengan sikap tersebut, Ichsan berharap narasi yang berkembang mengenai penyelenggaraan ibadah haji Indonesia ke depan adalah narasi yang positif, konstruktif, dan sesuai dengan fakta di lapangan, sekaligus mencerminkan profesionalisme petugas haji Indonesia di mata dunia. (MK)

Editor: Agus S

Enam Rute Perintis Dibuka Kembali, Bandara APT Pranoto Jaga Akses Wilayah 3TP Kaltim

0
Pihak Bandara APT Pranoto Samarinda melayani penerbangan perintis untuk menjangkau transportasi wilayah 3T Kaltim. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Aji Pangeran Tumenggung Pranoto memastikan keberlanjutan akses transportasi udara menuju wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di Kalimantan Timur dengan mengoperasikan kembali enam rute penerbangan perintis sepanjang tahun 2026.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan kontrak subsidi angkutan udara perintis Tahun Anggaran 2026 telah berlaku efektif sejak 5 Januari hingga 31 Desember 2026, dengan menggandeng Smart Aviation sebagai operator.

“Kontrak subsidi angkutan udara perintis tahun anggaran 2026 ini sudah berlaku efektif mulai 5 Januari hingga 31 Desember mendatang dengan menggandeng operator Smart Aviation,” kata Kadek di Samarinda, Jumat.

Ia menjelaskan, enam rute vital yang kembali dilayani meliputi penerbangan pulang pergi (PP) dari Samarinda menuju Long Ampung, Datah Dawai, Muara Wahau, dan Maratua. Selain itu, terdapat rute penghubung antarwilayah, yakni Datah Dawai–Melak serta Maratua–Berau.

Frekuensi penerbangan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat mobilitas masyarakat di masing-masing daerah. Rute Samarinda–Long Ampung dan Samarinda–Datah Dawai, misalnya, dilayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara rute Maratua–Berau dijadwalkan satu kali dalam sepekan.

“Masyarakat akan dilayani menggunakan armada pesawat jenis Grand Caravan C208-B berkapasitas 12 kursi penumpang. Setiap penumpang mendapatkan fasilitas bagasi tercatat cuma-cuma seberat 10 kilogram serta tambahan bagasi kabin 5 kilogram,” jelas Kadek.

Terkait mekanisme pembelian tiket, pihak bandara menerapkan sistem pembelian langsung di loket bandara atau pemesanan melalui telepon kepada petugas di masing-masing bandara tujuan. Skema ini diterapkan karena keterbatasan jaringan internet yang belum merata di wilayah 3TP Kalimantan Timur.

Kadek menambahkan, Smart Aviation kembali terpilih sebagai operator penerbangan perintis melalui mekanisme e-purchasing. Maskapai tersebut dinilai menawarkan harga paling kompetitif serta memiliki rekam jejak operasional yang lancar dan memuaskan pada pelaksanaan penerbangan perintis tahun sebelumnya.

“Kami menetapkan target keterisian kursi atau load factor yang optimal, yakni antara 10 hingga 12 penumpang per penerbangan. Hal ini penting untuk menjaga efisiensi subsidi angkutan udara yang diberikan negara,” ujarnya.

Meski fokus utama subsidi adalah layanan angkutan penumpang, pesawat perintis juga berpotensi mengangkut kargo kebutuhan pokok. Pengangkutan kargo dapat dilakukan apabila masih tersedia ruang muat setelah kebutuhan penumpang dan bagasi terpenuhi.

Kadek menegaskan tidak ada persyaratan administrasi khusus bagi masyarakat yang hendak menggunakan penerbangan perintis ke wilayah perbatasan dan pedalaman. Namun demikian, standar keselamatan penerbangan tetap diberlakukan secara ketat, termasuk kewajiban membawa surat keterangan dokter bagi ibu hamil atau penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Kami berharap layanan penerbangan perintis ini mampu membuka isolasi wilayah 3TP, mempersempit kesenjangan pembangunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di tengah tantangan geografis Kalimantan Timur yang beragam,” demikian Kadek. (MK)

Editor: Agus S

Sinergi Dinkes Kaltim–Baznas, Puluhan Anak Dhuafa Jalani Operasi Sumbing Gratis di Balikpapan

0
Operasi celah bibir, kerja sama Baznas Kaltim dan Dinas Kesehatan Kaltim. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur memfasilitasi operasi celah bibir dan langit-langit (sumbing) bagi anak-anak dari keluarga dhuafa. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup, kepercayaan diri, serta masa depan anak-anak di Benua Etam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar anak-anak dengan kelainan bawaan tersebut memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

“Melalui kerja sama lintas sektor seperti ini, anak-anak yang mengalami celah bibir dan langit-langit dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas, sehingga kepercayaan diri mereka dapat pulih dan masa depan tetap terjaga,” ujar Jaya di Samarinda, Jumat.

Program kemanusiaan bertajuk “Satu Senyuman, Sejuta Harapan Anak Kaltim” ini terlaksana berkat kolaborasi dengan RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kaltim. Jaya menilai, intervensi medis tersebut tidak semata perbaikan fisik, melainkan upaya krusial memperbaiki kondisi psikososial serta mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Menurutnya, bakti sosial ini efektif membantu pemerintah daerah mendongkrak derajat kesehatan masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera yang selama ini terkendala akses terhadap layanan kesehatan spesialis.

Acara ini dibuka secara resmi oleh HM Syirajudin, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pelaksanaan tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan tahun keempat program berjalan dan untuk pertama kalinya digelar di Kota Balikpapan. Puluhan anak dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur difasilitasi mengikuti rangkaian pemeriksaan medis ketat sebelum menjalani tindakan operasi oleh tim dokter profesional.

Selain tindakan kuratif, Dinas Kesehatan Kaltim juga terus menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan ibu dan anak, guna menekan risiko kelainan bawaan sejak dini.

Ketua Baznas Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menegaskan seluruh biaya ditanggung penuh oleh Baznas agar tidak ada kendala ekonomi bagi keluarga pasien.

“Seluruh biaya kami tanggung, mulai dari tindakan operasi, transportasi pulang-pergi pasien dan maksimal dua pendamping, hingga akomodasi penginapan selama masa perawatan,” ujar Nabhan.

Tak hanya itu, Baznas Kaltim juga memberikan uang saku sebesar Rp1 juta untuk setiap anak. Orang tua pasien tidak perlu memikirkan biaya makan selama mendampingi anak menjalani perawatan di rumah sakit.

Program ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak penderita sumbing yang kerap menjadi korban perundungan, bahkan hingga memutuskan berhenti sekolah. Melalui operasi gratis ini, pemerintah daerah bersama Baznas berharap anak-anak tersebut dapat kembali tersenyum, tumbuh percaya diri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (MK)

Editor: Agus S

Korban Terakhir Kecelakaan Ketinting di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal, SAR Akhiri Operasi Hari Keempat

0
Tim SAR dan warga setempat saat persiapan mengevakuasi korban pada Jumat siang (16/1). Foto: Istimewa

KUTAI KARTANEGARA — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan korban terakhir kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal LCT di Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian.

Komandan SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan korban terakhir bernama Arani (58) ditemukan pada Jumat sekitar 27 kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Tim SAR gabungan pada pencarian hari keempat berhasil menemukan korban terakhir atas nama Arani dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 27 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujar Nur Ngalim di Kembang Janggut, Jumat.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut.

Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian, tim SAR telah melakukan penyisiran sungai sejauh kurang lebih 10 kilometer ke arah hilir sesuai rencana operasi. Namun hingga Kamis petang, korban belum ditemukan. Operasi sempat dihentikan sementara pada pukul 18.00 Wita dan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi mulai pukul 07.00 Wita dengan memperluas area pencarian.

Berdasarkan data yang dihimpun SAR, kecelakaan tersebut melibatkan perahu ketinting atau perahu bermesin tempel yang membawa dua penumpang. Satu penumpang atas nama Ilan (21) berhasil selamat, sementara Arani dinyatakan hilang dan diduga tenggelam sesaat setelah perahu mereka tertabrak kapal LCT di Sungai Belayan.

Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, TNI, Polri, BPBD Kutai Kartanegara, Damkarmatan Kota Bangun, aparatur Kecamatan Kembang Janggut, Pramuka Peduli, ERT PT Bayan Resources Tbk, relawan gabungan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Berbagai peralatan dikerahkan dalam pencarian, mulai dari perahu karet, boat Basarnas, speed boat Satpolairud, rescue boat BPBD Kukar, rubber boat Damkarmatan Kota Bangun, rubber boat ERT PT Bayan, perahu ketinting milik warga, hingga peralatan SAR air, komunikasi, dan medis.

Nur Ngalim mengungkapkan bahwa proses pencarian tidak berjalan mudah. Sejumlah kendala dihadapi tim di lapangan, terutama arus sungai yang cukup kuat serta kondisi lingkungan yang masih rawan karena keberadaan binatang buas seperti buaya di sekitar Sungai Belayan.

“Arus sungai yang deras serta potensi ancaman satwa liar menjadi tantangan serius bagi tim SAR selama operasi pencarian,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

RSUD AM Parikesit Hadirkan Radioterapi, Waktu Tunggu Pasien Kanker Kukar Dipangkas hingga Tiga Bulan

0
Kawasan RSUD AM Parikesit di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kaltim. Foto: Prokom Kukar

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berhasil memangkas waktu tunggu penanganan pasien kanker hingga tiga bulan dengan menghadirkan layanan radioterapi di RSUD Aji Muhammad Parikesit. Kehadiran layanan ini menjadi tonggak penting peningkatan pelayanan kesehatan rujukan di tingkat kabupaten.

Berdasarkan data RSUD Aji Muhammad Parikesit, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 540 pasien asal Kabupaten Kukar harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan radioterapi. Jumlah tersebut belum termasuk pasien rujukan dari Kabupaten Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan wilayah sekitar.

“Layanan ini dipersembahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kukar. Kita patut bersyukur karena ini merupakan layanan radioterapi pertama di tingkat kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Aulia Rahman Basri saat peresmian fasilitas baru di Tenggarong, Jumat.

Aulia menjelaskan, layanan kanker terpadu ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasien yang tengah menjalani pengobatan, tetapi juga masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up), khususnya melalui fasilitas perawatan VIP dan VVIP di Cancer Centre maupun Paviliun Nuri.

Peresmian Paviliun Nuri, Layanan Kanker/Onkologi Terpadu (Cancer Centre), serta jalan baru sebagai akses masuk RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang dilakukan pada Kamis (15/1/2026). Menurut Aulia, keberadaan Paviliun Nuri menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan eksekutif di luar skema BPJS Kesehatan.

Paviliun Nuri dibangun di lokasi strategis di bagian depan kawasan rumah sakit. Fasilitas ini dilengkapi poliklinik eksekutif serta ruang perawatan VIP dan VVIP dengan desain eksklusif dan kenyamanan setara layanan rumah sakit rujukan nasional.

Sementara itu, Layanan Kanker/Onkologi Terpadu (Cancer Centre) berlokasi di Gedung Murai, kawasan RSUD AM Parikesit. Salah satu fasilitas unggulan di gedung ini adalah alat radioterapi yang kini telah resmi dioperasikan dan menjadi bagian krusial dalam penanganan kanker.

“Pasien yang masih memungkinkan dilakukan tindakan operasi maupun yang tidak operable dapat ditangani di sini. Yang operable masuk ruang operasi, sedangkan yang tidak dapat ditangani melalui kemoterapi maupun radioterapi,” jelas Aulia yang juga berprofesi sebagai dokter.

Direktur RSUD AM Parikesit Martina Yulianti menambahkan, kehadiran gedung kanker terpadu tersebut merupakan bagian dari transformasi rumah sakit menuju sistem pelayanan berbasis 24 kelompok layanan sesuai Major Diagnostic Categories (MDC).

“Kini rumah sakit tidak lagi hanya diklasifikasikan berdasarkan kelas A, B, C, dan D, tetapi juga berdasarkan kemampuan sumber daya manusia, sarana-prasarana, serta alat kesehatan dalam 24 area spesialisasi,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

BNN Tanah Merah Samarinda Rehabilitasi 335 Klien Sepanjang 2025, Mayoritas Laki-laki Dewasa

0
Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Bambang Styawan. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur, mencatat telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 335 klien sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan pasien laki-laki dewasa.

Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Bambang Styawan menyampaikan bahwa layanan rehabilitasi selama 2025 didominasi klien laki-laki dewasa sebanyak 298 orang, sementara klien perempuan dewasa tercatat 15 orang. Selain itu, terdapat pula 22 klien dari kategori anak dan remaja, terdiri atas 18 anak laki-laki dan empat anak perempuan, yang menjalani rehabilitasi dengan pendekatan serta pengaturan khusus.

“Selama kami masih memiliki kemampuan, waktu, dan tempat, pasti kami terima. Tidak akan kami tolak,” ujar Bambang saat memaparkan Capaian Layanan Rehabilitasi Tahun 2025 di Samarinda, Jumat.

Ia menjelaskan, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah memiliki kapasitas daya tampung hingga 120 tempat tidur. Masa perawatan klien bervariasi, mulai dari tiga hingga enam bulan, bergantung pada tingkat keparahan adiksi yang dialami masing-masing klien.

Untuk kasus adiksi kategori ringan, lanjut Bambang, proses rehabilitasi tidak selalu harus dilakukan melalui rawat inap. Klien dapat menjalani rehabilitasi rawat jalan di berbagai fasilitas, seperti BNN provinsi, BNN kabupaten/kota, maupun klinik instansi pemerintah yang ditunjuk sebagai penerima wajib lapor.

Namun demikian, Bambang menegaskan bahwa proses pemulihan penyalahgunaan narkoba tidak berhenti ketika masa rehabilitasi selesai. Dalam perspektif dunia adiksi, istilah “sembuh” tidak dikenal.

“Yang ada adalah pulih. Adiksi merupakan penyakit kronis yang bersifat kambuhan atau relapse,” jelasnya.

Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh perubahan pola hidup klien setelah keluar dari layanan rehabilitasi. Perubahan tersebut mencakup pengelolaan aspek biologis, psikologis, sosial, hingga spiritual, yang harus didukung oleh lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat kerja.

Sebagai indikator keberhasilan program rehabilitasi, Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah menggunakan instrumen World Health Organization Quality of Life (WHOQOL) yang diakui secara internasional. Pengukuran kualitas hidup klien dilakukan sebelum dan sesudah menjalani rehabilitasi.

“Ketika kualitas hidup klien meningkat, baik secara biopsikososial maupun spiritual, diharapkan mereka mampu mempertahankan kepulihannya dan kembali menjalani kehidupan yang produktif tanpa narkoba,” pungkas Bambang. (MK)

Gubernur Kaltim Resmikan Penerbangan Komersial Berau–Maratua, Konektivitas Wilayah 3T Diperkuat

0
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud bersama Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Wings Air, Capt. Iyus Susianto, saat peresmian penerbangan komersial perdana rute Berau–Maratua.oleh maskapai Wings Air menggunakanpesawat ATR 72-600. Foto: Istimewa

BERAU — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memberikan dukungan penuh terhadap penguatan konektivitas udara menuju wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kalimantan Timur. Dukungan tersebut ditandai dengan peresmian jalur penerbangan komersial menuju Pulau Maratua, Kabupaten Berau, yang kini resmi melayani wisatawan dan masyarakat umum.

Peresmian penerbangan komersial tersebut berlangsung di Berau, Jumat, dan menjadi tonggak penting bagi aksesibilitas kawasan kepulauan yang selama ini mengandalkan penerbangan perintis. Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas dibukanya jalur komersial menuju salah satu ikon wisata bahari unggulan di Bumi Etam itu.

“Kita tidak hanya sekadar membuka akses transportasi, tetapi kita sedang membuka gerbang dunia bagi Maratua untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia,” tegas Rudy.

Gubernur Kaltim didampingi anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah, jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Bupati Berau Sri Juniarsih, serta manajemen Lion Air Group, turut mengawali penerbangan komersial perdana rute Berau–Maratua. Penerbangan yang sebelumnya berstatus perintis kini resmi ditingkatkan menjadi layanan komersial oleh Wings Air.

Maskapai tersebut mengoperasikan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Rute Berau–Maratua–Berau dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu, guna mendukung mobilitas masyarakat sekaligus wisatawan.

Rudy menilai peningkatan status penerbangan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang solid antara pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pelaku industri penerbangan. Ia meyakini konektivitas yang semakin baik akan memberikan efek domino positif bagi perekonomian lokal, terutama pertumbuhan sektor pariwisata dan jasa penunjangnya.

“Dengan akses yang lebih mudah, peluang usaha masyarakat akan terbuka, lapangan kerja bertambah, dan nilai ekonomi kawasan kepulauan akan meningkat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Wings Air Capt. Iyus Susianto berharap pemerintah daerah konsisten menggelar agenda atau event rutin di Maratua. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga tingkat keterisian penumpang (occupancy rate) sekaligus memicu minat wisatawan berkunjung secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian kunjungannya, Rudy Mas’ud juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Ia melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Babussalam Maratua, meninjau fasilitas pendidikan di SMA Negeri 9 Maratua, serta mengecek peningkatan kualitas infrastruktur dasar.

Gubernur Kaltim juga meninjau langsung sejumlah objek wisata unggulan di kawasan Kepulauan Derawan, seperti Pulau Kakaban dan Derawan, yang selama ini menjadi magnet wisata bahari Kalimantan Timur.

Rencananya, Rudy Mas’ud akan kembali ke Tanjung Redeb, Berau, melalui jalur laut. Langkah ini dilakukan untuk mengevaluasi langsung rute transportasi laut beserta fasilitas pelabuhan yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat kepulauan, sekaligus melengkapi penguatan konektivitas darat, laut, dan udara di wilayah pesisir Kaltim. (MK)

Editor: Agus S

Disdikbud Kaltim Percepat Distribusi Seragam Gratis, Target Tiba Tepat Awal Tahun Ajaran 2026

0
Kepala Disdikbud Kaltim Armin (tengah) saat menyerahkan seragam sekolah gratis pada SMA di Kutai Barat.Foto: Istimewa

SAMARINDA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur mempercepat proses pengadaan dan distribusi seragam sekolah gratis pada Tahun Anggaran (TA) 2026 agar dapat diterima siswa tepat saat tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan tahun ini.

Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan pada 2026 pengadaan dilakukan lebih awal sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya yang masih berada dalam fase transisi penyesuaian sistem distribusi.

“Tahun 2026 pengadaan seragam lebih cepat. Targetnya dibagikan tepat pada awal tahun ajaran baru pertengahan tahun dan kami alokasikan untuk sekitar 65 ribu paket seragam sekolah,” ujar Rahmat di Samarinda, Jumat.

Ia menegaskan percepatan ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memastikan mekanisme penyaluran bantuan pendidikan berjalan lebih efektif, tertib, dan tidak lagi terlambat seperti yang sempat terjadi pada periode awal pelaksanaan program.

Sebagai catatan, Disdikbud Kaltim baru saja menuntaskan penyaluran bantuan seragam sekolah gratis sebanyak 63.718 paket dengan capaian realisasi fisik mencapai 100 persen di lapangan. Penyaluran tersebut menjangkau 558 satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB), baik negeri maupun swasta, di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Paket bantuan pendidikan yang diterima siswa terdiri atas kemeja, celana, sepatu, tas sekolah, serta jilbab bagi siswi muslimah. Rahmat memastikan kuota paket seragam pada periode sebelumnya telah mencukupi untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan siswa baru, meskipun terjadi penambahan jumlah peserta didik di sejumlah daerah.

“Penyerahan fisik seragam dari APBD 2025 sudah dilakukan pihak sekolah kepada siswa secara serentak pada 5–6 Januari 2026, bersamaan dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Rahmat mengakui tantangan utama dalam distribusi bantuan ini adalah kondisi geografis Kalimantan Timur, khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Namun, kendala tersebut berhasil diatasi melalui metode jemput bola oleh tim di lapangan agar penyaluran tetap sesuai target waktu.

Ia menegaskan seluruh paket seragam yang disalurkan telah merata ke sekolah negeri maupun swasta tanpa pengecualian, sebagai bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam menjamin keadilan akses pendidikan.

“Program ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua siswa, sekaligus memastikan kesetaraan fasilitas belajar bagi seluruh pelajar di Benua Etam tanpa memandang latar belakang ekonomi,” pungkas Rahmat. (MK)

Editor: Agus S

Berbas Pantai Jadi Tujuan Berikutnya Pembangunan Lapangan Mini Soccer

0

Kawasan Berbas Pantai diproyeksikan menjadi titik pengembangan ruang olahraga baru di Kota Bontang. Rencana pembangunan lapangan mini soccer di kawasan pesisir ini diharapkan tidak hanya mendorong aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga menghidupkan ruang publik dan potensi ekonomi sekitar.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Yuk, baca e-paper lengkapnya melalui link berikut:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb15jan2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Hadiri Konferensi PGRI Bontang, Wawali Sampaikan Komitmen Pemkot Capai Target Bidang Pendidikan

0
Wawali saat sambutan di Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Bontang Selatan, Utara dan Barat. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan komitmen pemerintah dalam mencapai berbagai target di bidang pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam Konferensi Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia Kecamatan Bontang Selatan, Utara dan Barat resmi digelar pada Rabu (14/01/2026) pagi di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang.

Konferensi tersebut dilaksanakan dalam rangka memilih Kepengurusan Ketua PGRI Cabang Bontang Barat, Utara dan Selatan masa bakti XXIII Tahun 2025-2030.

Dikatakannya, salah satunya Program Bontang Pintar yang menjadi pondasi utama dalam penguatan sumber daya manusia yang inklusif dan berdaya saing.

“Pemerintah kota memfinalisasi implementasi Kartu Bontang Pintar (KBP) mulai Tahun 2026 dengan alokasi anggaran 29 Miliar untuk sekitar 29 ribu peserta didik PAUD, TK, SD dan SMP,” jelasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam