Beranda blog Halaman 438

Dana Transfer Diakui Tapi Tak Cair, DPRD Kutim Desak Pusat Lepas Hak Daerah

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah)

SANGATTA — Relasi pusat–daerah kembali diuji. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menagih dana transfer yang diakui sebagai hak daerah namun belum juga ditransfer pemerintah pusat. Melalui DPRD, Pemkab Kutim mendesak kejelasan pencairan dana yang secara nasional disebut mencapai Rp75 triliun dan diduga sebagian merupakan hak Kutim.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kutai Timur Jimmi menyampaikan, ada informasi bahwa pemerintah pusat tengah mempertimbangkan pengembalian dana tersebut ke daerah. Namun hingga kini, realisasinya masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Ada informasi sekitar Rp75 triliun akan dikembalikan ke daerah. Kemungkinan salah satunya adalah uang kita. Tapi ini masih menunggu keputusan Menteri Keuangan,” kata Jimmi saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, persoalan kurang salur dana transfer bukan cerita baru bagi Kutai Timur. Tahun sebelumnya, daerah ini mencatat dana kurang salur lebih dari Rp900 miliar. Akumulasi tersebut membuat hak keuangan daerah terus mengendap di pusat, sementara kebutuhan pembangunan dan layanan publik di daerah kian mendesak.

“Artinya, bertambah lagi uang simpanan kita di pusat. Selama ini mereka mengakui itu uang daerah, tapi tidak jelas kapan ditransfer,” tegas politisi PKS itu.

Jimmi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebenarnya telah menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat. Namun, DPRD menilai upaya administratif saja tidak cukup jika tidak dibarengi sikap tegas dalam menagih hak daerah.

“Sudah disampaikan oleh TAPD ke pemerintah pusat. Tapi ini tetap harus kita tagih. Jangan sampai hak daerah terus tertahan tanpa kepastian,” ujarnya.

Tertahannya dana transfer tersebut dinilai berdampak langsung pada kapasitas fiskal daerah. Di tengah tuntutan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik, dana yang semestinya beredar di daerah justru mengendap di kas pusat. Kondisi ini memperlihatkan ketimpangan dalam pengelolaan keuangan antara pusat dan daerah, sekaligus memperlambat akselerasi pembangunan di Kutai Timur.

DPRD Kutim pun mendorong pemerintah pusat segera mengambil keputusan agar dana yang telah diakui sebagai hak daerah dapat segera dicairkan. Bagi Kutim, kejelasan transfer bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut keberlanjutan pembangunan dan keadilan fiskal bagi daerah penghasil.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Zakat Wajib 2,5 Persen ASN Kutim Disorot: Antara Regulasi, Keadilan, dan Tuduhan Pemaksaan

0
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kutai Timur Masnif Sofwan saat diwawancara awak media. (Ramlah)

SANGATTA — Kebijakan pemotongan zakat profesi sebesar 2,5 persen terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali memantik perdebatan. Pemerintah daerah menyebutnya sebagai langkah memudahkan ibadah dan mengoptimalkan zakat, namun di sisi lain muncul kritik tajam soal keadilan, ruang pilihan ASN, serta batas kewenangan negara dalam mengatur ibadah yang bersifat personal.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan kebijakan zakat profesi memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang mengacu pada Undang-Undang dan Peraturan Presiden. Skema yang diterapkan adalah pemotongan 2,5 persen dari penghasilan ASN, mencakup gaji pokok dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Zakat tidak mengenal istilah tidak mampu dalam konteks zakat fitrah. Jika seorang muslim miskin tidak mampu membayar, maka orang mampu di sekitarnya yang menanggung. Tujuannya agar semua umat tetap bisa menunaikan zakat,” ujar Ardiansyah.

Ia juga menepis anggapan kebijakan ini memberatkan. Menurutnya, bila penghasilan ASN Rp5 juta per bulan, maka zakat yang dipotong sekitar Rp125 ribu—nilai yang dinilai lebih kecil dibanding pengeluaran konsumtif harian.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu kritik. Penyamaan kondisi ekonomi ASN dengan pola konsumsi tertentu dinilai menyederhanakan realitas. Tidak semua ASN berada pada situasi finansial yang sama, terutama mereka yang menanggung keluarga besar atau memiliki kebutuhan khusus.

Keberatan sebagian ASN juga bukan semata pada besaran zakat, melainkan pada mekanisme pemotongan otomatis yang dianggap menutup ruang pilihan. Zakat, sebagai ibadah individual, kini dipraktikkan melalui sistem administratif negara—memunculkan kesan pemaksaan meski berlandaskan regulasi.

Menanggapi hal itu, Ardiansyah menyebut zakat profesi sebagai hasil ijtihad ulama untuk memudahkan umat membersihkan harta dari penghasilan rutin. Ia meminta kepala perangkat daerah dan camat memberi pemahaman utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan ASN.

Sementara itu, Ketua Baznas Kutim Masnif Sofwan menegaskan Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural yang bekerja berdasarkan undang-undang. Ia menyatakan pengelolaan zakat di Kutim dilakukan profesional dan transparan melalui digitalisasi.

“Kami mengelola dana Rp21,8 miliar pada 2025 hanya dengan enam staf dan lima pimpinan. Seluruh transaksi dilakukan melalui transfer, tanpa uang tunai, untuk menghindari potensi penyalahgunaan,” jelas Masnif.

Baznas Kutim mencatat penghimpunan zakat tertinggi di Kalimantan Timur, mencapai lebih dari Rp21 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada delapan asnaf, termasuk fakir miskin, melalui mekanisme verifikasi yang melibatkan perangkat daerah hingga kecamatan.

Masnif juga membandingkan zakat profesi ASN dengan sektor lain, seperti pertanian yang dikenai tarif 5 persen. Menurutnya, ASN bergaji Rp7–10 juta per bulan hanya dipotong 2,5 persen—lebih kecil dibanding beban zakat petani berpenghasilan sekitar Rp2,2 juta per bulan.

Meski demikian, kritik tak berhenti pada perbandingan angka. Sorotan publik menekankan minimnya ruang dialog dan mekanisme keberatan yang jelas bagi ASN. Di tengah tujuan pengentasan kemiskinan, muncul kekhawatiran kebijakan lebih menekankan target penghimpunan ketimbang keikhlasan sebagai ruh ibadah.

Baznas Kutim menyebut potensi zakat daerah sebenarnya bisa mencapai Rp1 triliun jika perusahaan besar—khususnya sektor tambang dan perkebunan—menyalurkan zakat melalui Baznas. Fakta ini memunculkan pertanyaan lanjutan: mengapa optimalisasi lebih dulu menyasar ASN, sementara sektor korporasi belum tergarap maksimal.

Di persimpangan antara niat baik, legitimasi hukum, dan persepsi pemaksaan, kebijakan zakat profesi ASN Kutim kini menjadi ujian. Pemerintah daerah ditantang membuktikan bahwa institusionalisasi kebijakan keagamaan tetap menjunjung keadilan, transparansi, dan hak memilih warga.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Pemprov Kaltim Dorong Untag Samarinda Jadi Pusat Ilmu dan Inovasi di Era IKN

0
Sekda Kaltim Sri Wahyuni menghadiri pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda periode 2026–2029 di Auditorium HM Ardans Untag Samarinda, Rabu (14/1/2026). Foto: Istimewa

SAMARINDA — Pemprov Kaltim menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda agar mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di tengah transformasi besar daerah seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Harapan tersebut disampaikan dalam pelantikan jajaran rektorat Untag Samarinda periode 2026–2029.

Pelantikan Rektor Untag Samarinda Zuhdi Yahya, Wakil Rektor I Evi Kurniasari Purwaningrum, Wakil Rektor II Tukimun, dan Wakil Rektor III Legowo Kamarubaya dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Samarinda sekaligus Ketua Umum Aptisi, Budi Jatmiko.

Dalam sambutan Gubernur Kaltim yang dibacakan Sekda Sri Wahyuni, Pemprov Kaltim menyampaikan ucapan selamat sekaligus penegasan bahwa amanah kepemimpinan perguruan tinggi bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar bagi masa depan daerah.

“Amanah ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk membawa Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda semakin maju, berdaya saing, dan relevan dengan tantangan zaman. Pemprov Kaltim menaruh harapan besar kepada Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ucap Sri Wahyuni.

Ia menegaskan, sejalan dengan visi pembangunan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas, perguruan tinggi di Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan jati diri bangsa.

Menurut Sri, posisi Kalimantan Timur yang kini berada dalam fase transformasi besar menuntut perguruan tinggi bersikap adaptif dan progresif. Kehadiran IKN dan perubahan struktur ekonomi daerah, kata dia, harus dijawab dengan inovasi akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

“Apalagi kini Kalimantan Timur berada pada fase transformasi besar seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara dan perubahan struktur ekonomi daerah. Kondisi ini menuntut perguruan tinggi untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. Kurikulum yang relevan, riset yang aplikatif, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri menjadi keniscayaan,” kata Sri.

Pada kesempatan itu, Sri Wahyuni juga menegaskan komitmen Pemprov Kaltim dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui Program Gratispol yang menjadi unggulan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Program Gratispol, lanjut Sri, memastikan akses pendidikan tinggi gratis bagi masyarakat Kalimantan Timur mulai jenjang Diploma, Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

“Program ini kami hadirkan untuk memastikan tidak ada anak Kalimantan Timur yang terhambat melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pada 2025 pendidikan gratis baru diterapkan bagi mahasiswa semester 1. Namun pada 2026, seluruh mahasiswa semester 2 hingga 8 akan mendapatkan fasilitas pendidikan gratis sesuai persyaratan yang berlaku.

“Jadi, bagi para mahasiswa, kami tegaskan tidak perlu khawatir. Pemprov Kaltim berkomitmen mempercepat realisasi dan memastikan keberlanjutan Program Gratispol agar mahasiswa dapat fokus belajar, berprestasi, dan menyiapkan masa depan tanpa beban kecemasan,” pesannya.

Sri Wahyuni juga berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh generasi muda sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, kembangkan potensi diri, jaga integritas, dan siapkan diri menjadi agen perubahan yang membawa Kalimantan Timur menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Kaltim, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Muhammad Akbar, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Ketua Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Samarinda Daddy Ruhiyat, jajaran civitas akademika, serta tamu undangan lainnya. (MK)

Editor: Agus S

Gus Ipang: Komunikasi Buruk Bisa “Tenggelamkan” Pemerintah di Era Digital

0
Praktisi komunikasi Irfan Wahid atau Gus Ipang. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Praktisi komunikasi Irfan Wahid atau Gus Ipang mengingatkan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar tidak mengabaikan cara berkomunikasi dengan publik. Menurutnya, kinerja yang baik tanpa narasi yang tepat justru membuat pemerintah dianggap tidak bekerja.

“Publik tidak suka pejabat yang sombong. Ingat, serangan netizen bisa lebih ‘mematikan’ dari bom atom,” kata Gus Ipang saat menjadi narasumber Workshop Komunikasi Pemprov Kaltim di Media Sosial bertema Strategi Komunikasi Digital: Pembuatan Konten Kreatif hingga Distribusi Konten di Media Digital di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Lamin Etam, Rabu (14/1/2026).

Ia mengibaratkan Kalimantan Timur seperti sebuah pinisi yang sedang berlayar di lautan luas. Gubernur dan wakil gubernur bertindak sebagai nakhoda, sementara para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) adalah kru yang menentukan arah pelayaran. Penumpangnya, kata dia, adalah seluruh rakyat Kalimantan Timur.

“Ibarat sebuah pinisi di lautan, gubernur dan wakil gubernur harus mampu menghadirkan rasa aman dan yang terpenting membawa seluruh penumpang sampai tujuan dengan baik,” tegasnya.

Dalam konteks komunikasi pemerintahan, Gus Ipang menekankan bahwa informasi harus disampaikan secara benar, utuh, dan mudah dipahami masyarakat. Tanpa narasi yang kuat, kerja pemerintah akan kalah oleh isu negatif dan disinformasi yang berulang.

“Kinerja tanpa narasi membuat pemerintah dianggap tidak bekerja. No picture, hoaks. Kebenaran yang tidak diceritakan akan kalah dengan kebohongan yang terus diulang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berita baik (good news) kerap kalah cepat menyebar dibandingkan berita buruk. Karena itu, OPD diminta lebih cermat dan berhati-hati dalam menyajikan informasi kepada publik. Satu kesalahan kecil, menurutnya, bisa berkembang cepat menjadi krisis kepercayaan.

Sebaliknya, citra positif yang dikelola dengan konsisten dapat berdampak besar. Gus Ipang mencontohkan Rizki Juniansyah, atlet TNI yang berprestasi di ajang SEA Games hingga meraih medali emas dunia, yang kemudian berdampak langsung pada lonjakan kariernya.

“Citra positif itu bisa mendorong kemajuan karier secara signifikan,” katanya.

Lebih jauh, Gus Ipang menekankan pentingnya empati sebagai fondasi komunikasi pemerintah. Ia menyebut, di era digital yang serba cepat, pemimpin daerah dan seluruh perangkatnya harus mampu memahami perubahan zaman dan cara berpikir masyarakat.

“Zaman sudah berubah. Jika kita tidak berubah, tidak adaptif, dan tidak memahami perubahan itu, kitalah yang akan dirugikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan komunikasi bukan semata soal figur gubernur atau wakil gubernur, melainkan menyangkut seluruh sistem kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Sekali lagi, ini bukan soal gubernur dan wakil gubernur, melainkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” tutup Gus Ipang.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni juga mengingatkan para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemprov Kaltim agar mampu menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan memadai.

“Mudah-mudahan di awal tahun ini PPID Kaltim semakin siap. Tidak hanya menyiapkan dokumen informasi yang diperlukan, tetapi juga memahami cara mengelola informasi agar dapat disampaikan dan diketahui masyarakat dengan baik,” harap Sri Wahyuni. (MK)

Editor: Agus S

Gempur Rokok dan MMEA Ilegal, Bea Cukai Samarinda Selamatkan Rp2,2 Miliar Kerugian Negara Sepanjang 2025

0
Kepala Kantor Bea Cukai Samarinda, Tribuana Wetangterah, menunjukkan barang-barang ilegal hasil penindakan di wilayah Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Peredaran barang ilegal di wilayah Samarinda dan sekitarnya digempur habis. Sepanjang 2025, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Samarinda mencatat nilai barang hasil penindakan mencapai Rp4,35 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp2,2 miliar.

Capaian tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Bea Cukai Samarinda mencatat peningkatan penyelamatan potensi kerugian negara sebesar 61 persen dibandingkan 2024. Dari sisi kuantitas, jumlah penindakan juga meningkat 4 persen secara tahunan, dengan total 423 kali penindakan sepanjang tahun.

Kepala Kantor Bea Cukai Samarinda, Tribuana Wetangterah, menyebut komoditas ilegal yang paling dominan ditindak masih berasal dari Barang Kena Cukai (BKC), khususnya rokok tanpa pita cukai.

“Sepanjang 2025, kami melakukan 402 penindakan di bidang cukai. Barang bukti yang berhasil ditegah berupa 1.939.120 batang rokok ilegal dan 2.563 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal,” ujar Tribuana dalam keterangannya, Rabu (14/1/2026).

Tak hanya berhenti pada penyitaan, Bea Cukai Samarinda juga memperkuat penegakan hukum melalui jalur pidana dan administrasi. Dari sisi pidana, satu perkara cukai telah diputus oleh Pengadilan Negeri Samarinda, dengan vonis dua tahun penjara serta denda lebih dari Rp245 juta kepada pelaku.

Sementara itu, melalui pendekatan ultimum remidium atau pemidanaan sebagai upaya terakhir, sebanyak 11 kasus pelanggaran diselesaikan melalui sanksi administrasi. Total denda administrasi yang berhasil ditagih mencapai Rp902.024.000. Langkah ini dinilai efektif untuk memberikan efek jera sekaligus mengoptimalkan pemulihan penerimaan negara.

Tribuana menegaskan, keberhasilan penindakan tidak lepas dari sinergi antarinstansi penegak hukum serta peran aktif masyarakat. Informasi dari warga, menurutnya, kerap menjadi pintu masuk utama untuk membongkar jaringan peredaran barang ilegal.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Bea Cukai Samarinda dengan melaporkan indikasi peredaran rokok ilegal di lingkungan sekitar. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga penerimaan negara dan melindungi konsumen dari barang-barang yang tidak terjamin keamanannya,” tutup Tribuana. (MK)

Editor: Agus S

Petugas DLH Balikpapan Temukan Jasad Bayi Laki-Laki Tersangkut di DAS Ampal

0
Jasad bayi laki-laki yang ditemukan petugas DLH Balikpapan di sekitar Rumah Pompa Air.

BALIKPAPAN — Aktivitas rutin pembersihan saluran air berubah mencekam. Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menemukan jasad bayi laki-laki tersangkut di jaring kotoran di belakang Rumah Pompa Air, kawasan Stal Kuda, Balikpapan Selatan, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Salah seorang petugas DLH, Tajudin, mengungkapkan bahwa penemuan itu terjadi saat dirinya bersama rekan-rekan membersihkan saluran DAS Ampal seperti biasa. Awalnya, mereka hanya mencium bau menyengat dari arah aliran air.

“Kita kan tiap hari bersihkan saluran ini. Memang tadi itu agak ada aroma bau bangkai. Kami kira itu bangkai ayam atau apalah, karena sering kan. Tapi tadi itu ternyata ada jasad bayi,” ujarnya dengan nada terkejut.

Menyadari temuan tersebut, Tajudin langsung melaporkannya kepada relawan setempat. Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kepolisian hingga petugas datang ke lokasi.

“Kami laporkan aja. Setelah itu ada Pak Polisi dari Polres yang datang memeriksa kemudian diamankan dan dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, sejumlah warga menduga jasad bayi tersebut masih tergolong baru. Dugaan itu menguat lantaran jasad bayi masih terlihat memiliki tali pusar, sehingga diperkirakan baru saja dilahirkan sebelum akhirnya ditemukan di saluran air.

Sementara itu, Pamapta II Polresta Balikpapan, Ipda Wisnu Apriadi, membenarkan adanya temuan jasad bayi tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Dan selanjutnya akan kita lakukan penyelidikan terkait jasad ini,” ujarnya singkat.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap identitas bayi serta pihak yang bertanggung jawab atas kejadian memilukan itu. Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan. (MK)

Editor: Agus S

Menteri PU Dody Sebut Investor Tak Perlu Ragu Tanam Modal di IKN, Prabowo Beri Dukungan Penuh

0
Menteri Dody mengakhiri kunjungan kerja di IKN dengan menanam pohon Bungur di Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan investor tak perlu ragu berinvestasi di IKN. (Dok. OIKN)

NUSANTARA — Pemerintah kembali mengirimkan sinyal kuat kepada para investor untuk menanamkan modal di Ibu Kota Nusantara (IKN). Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan IKN mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak ada alasan bagi investor untuk bersikap ragu.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody di penghujung kunjungan kerjanya ke kawasan IKN, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Selasa (13/1/2026). Ia memastikan pemerintah berkomitmen menjadikan IKN siap berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia.

“Kepada para investor, saya sampaikan agar tidak ragu lagi. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh agar IKN benar-benar siap dan berfungsi sebagai ibu kota politik,” tegas Dody.

Menurutnya, untuk menjaga kepercayaan investor, seluruh proses pembangunan di IKN akan dijalankan dengan prinsip tepat waktu, berkualitas, efektif, dan efisien. Kementerian PU, kata Dody, akan bekerja sesuai tugas dan kewenangan untuk memastikan infrastruktur strategis dibangun secara optimal.

Ia menegaskan, pembangunan IKN tidak berhenti dan tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. “Pembangunan terus dikerjakan,” ujarnya singkat namun tegas.

Kunjungan kerja Dody ke IKN juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo yang meninjau langsung progres pembangunan bersama sejumlah menteri. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dody turut melihat perkembangan beberapa proyek utama di kawasan inti pusat pemerintahan.

Di hari terakhir kunjungannya, Menteri Dody menanam pohon Bungur di Plaza Bhinneka Tunggal Ika bersama jajaran Otorita Ibu Kota Nusantara, yang dipimpin oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, mantan Menteri PUPR.

IKN Terima Lima Investor Baru

Di tengah tantangan dan penyesuaian ritme pembangunan, minat investasi di IKN tetap bergerak. Pada 9 Januari 2026, Otorita IKN menandatangani tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) serta akta notarial bersama lima investor baru di Kantor Balai Kota Otorita IKN.

Kelima investor tersebut adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, serta PT Haidir Griya Karya dari Asatu Corporation.

Para investor ini akan mengembangkan beragam sektor usaha, mulai dari kawasan kuliner dan niaga, perkantoran, hingga fasilitas olahraga beserta sarana pendukung lainnya. Masuknya investor baru ini dinilai memperkuat optimisme bahwa IKN tetap memiliki daya tarik ekonomi jangka panjang, seiring komitmen pemerintah pusat dalam mengawal pembangunannya. (MK)

Editor: Agus S

Rahmad Mas’ud Tegaskan Program Pemkot Wajib Terasa Manfaatnya bagi Warga

0
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud. (ist)

BALIKPAPAN — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan arah pembangunan Kota Balikpapan harus berpijak pada satu ukuran utama: manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menekankan, keberhasilan program pemerintah tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan atau laporan, melainkan oleh dampak nyata di lapangan.

Penegasan itu disampaikan Rahmad saat memberikan arahan kepada jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengingatkan seluruh aparatur agar bekerja secara profesional, tuntas, dan dilandasi keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Berbuat saja yang baik. Ukurannya sederhana, apakah manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga. Program harus berjalan dengan baik dan menyentuh langsung masyarakat Kota Balikpapan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Rahmad menilai, program pemerintah sering kali terlihat rapi dalam perencanaan dan pelaporan, namun belum tentu menjawab kebutuhan warga. Karena itu, ia meminta seluruh OPD menggeser orientasi kerja dari sekadar rutinitas administratif menuju pelayanan publik yang konkret dan berdampak.

Menurutnya, aparatur pemerintah tidak boleh bekerja setengah-setengah. Setiap kebijakan harus dipastikan tuntas hingga manfaatnya dirasakan masyarakat, bukan berhenti di atas kertas.

“Kerja yang benar, kerja yang baik, dan kerja dengan ikhlas. Mengabdi dengan ikhlas, bekerja dengan tuntas. Itu yang selalu saya tekankan kepada seluruh jajaran,” jelasnya.

Selain kualitas kerja individu, Wali Kota juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas OPD. Ia menegaskan, banyak program strategis daerah tidak bisa dijalankan oleh satu dinas saja, melainkan membutuhkan sinergi antarlembaga agar hasilnya optimal dan tepat sasaran.

“Banyak dinas yang terlibat di dalamnya. Itulah mengapa kita libatkan semua unsur terkait. Kita libatkan agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat dan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” tambahnya.

Rahmad menegaskan, keterlibatan lintas OPD bukan sekadar pembagian tugas formal, tetapi bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah menjawab persoalan riil di lapangan. Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah daerah diyakini mampu merespons kebutuhan warga secara lebih cepat dan efektif.

Ia berharap seluruh jajaran Pemkot Balikpapan terus menjaga integritas, semangat kerja, dan komitmen pelayanan publik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota sangat ditentukan oleh kesungguhan aparatur dalam menjalankan amanah.

“Tujuan kita satu, menghadirkan program yang memberi manfaat nyata, membawa kebaikan, dan meningkatkan kesejahteraan warga Balikpapan,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Fasilitas Olahraga Aktif Mampu Hidupkan Geliat UMKM

0

Pemanfaatan fasilitas olahraga secara aktif dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Aktivitas olahraga yang rutin digelar membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk tumbuh, sekaligus menjadikan kawasan publik lebih hidup dan produktif.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb14jan2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Tuan Rumah Tak Mau Gagal, Atlet Paser Digenjot Jelang Porprov Kaltim 2026

0
Cabang olahraga andalan Paser pada Porprov mendatang. (Nash)

PASER — Menyandang status tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-VIII 2026, Kabupaten Paser tak ingin sekadar sukses penyelenggaraan. Sejak jauh hari, fokus diarahkan pada kesiapan atlet. Latihan fisik dan penguatan mental di tiap cabang olahraga (cabor) kini digenjot untuk memastikan Paser tampil kompetitif di arena sendiri.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Paser, Abdul Rasyid, menyebut pembinaan atlet sebenarnya telah berjalan sejak 2025. Berbagai cabor aktif mengikuti kejuaraan, baik di dalam maupun luar daerah, termasuk Pra-Porprov atau Babak Kualifikasi (BK) sebagai pintu masuk Porprov.

“2025 kemarin masing-masing sudah mengikuti pra Porprov atau BK. Hanya saja kita belum merekapitulasi berapa nomor lomba yang diikuti masing-masing cabor,” kata Abdul Rasyid saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, rekapitulasi jumlah nomor lomba masih dalam tahap inventarisasi. Proses ini ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan dan akan menjadi bahan penting dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Paser yang segera digelar.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami (KONI Paser) akan menggelar Raker, bisa jadi (nomor lomba) menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat nanti,” ujarnya.

Menatap perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur VIII yang dijadwalkan berlangsung November 2026, Abdul Rasyid menaruh harapan besar. Status tuan rumah, menurutnya, harus menjadi pemantik semangat atlet untuk melampaui prestasi Porprov sebelumnya.
“Kalo untuk target kita di porprov nanti, saya berharap kita bisa masuk di tiga besar lah, mudah-mudahan bisa tercapai dengan dukungan berbagai pihak,” tambahnya.

Namun demikian, pembinaan atlet masih menghadapi satu kepastian krusial: anggaran. Sejumlah cabor mengusulkan pemusatan latihan (Training Center/TC), termasuk rencana TC di luar daerah. Kepastian pendanaannya, kata Rasyid, masih menunggu keputusan dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Paser.

Ia menyebut mekanisme penyaluran anggaran tahun ini belum ditetapkan, apakah tetap melalui hibah ke KONI seperti tahun sebelumnya atau dikelola langsung oleh Disporapar.
“Kami belum tahu secara pasti karena itu kewenangan Disporapar selaku pengelola anggaran. Yang jelas, kami tetap mengusulkan. Nanti setelah pagu anggaran untuk KONI jelas baru kami susun RAB-nya,” jelas Abdul Rasyid.

Dengan persiapan yang terus dipercepat dan koordinasi lintas pihak, Paser bertekad tak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga penantang serius di papan atas Porprov Kaltim 2026. (MK)

Editor: Agus S