Beranda blog Halaman 439

Narkoba, Saat Bangsa Terancam Islam Penawarnya

0
Rahmayanti, S.Pd. (ist)

Oleh:
Rahmayanti, S.Pd

Narkoba hari ini, bukan sekedar ancaman sosial, akan tetapi telah menjadi virus peradaban. Dari kota besar hingga pelosok desa. Jaringan peredaran narkotika tumbuh subur bak jamur dimusim hujan.

Dia tumbuh seperti akar beracun yang menembus sendi kehidupan masyarakat. Remaja yang seharusnya menjadi harapan bangsa, cikal bakal pemimpin dimasa depan, malah justru banyak yang terperangkap dalam ilusi kesenangan sesaat.

Bahkan para pelajar dan mahasiswa juga turut ambil bagian dari peredaran barang haram ini, hingga pekerja muda bahkan orang dewasa tak luput dari godaan narkoba yang menawarkan pelarian dari tekanan hidup gaya modern.

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bontang terus memburu sosok ” Si Bos “ yang diduga menjadi pemasok utama sabu kepada empat tersangka pengedar yang sebelumnya berhasil ditangkap. Kapolres Bontang AKBP Widho Anrianto melalui Kasat Resnarkoba AKP Rihard mengatakan, tersangka berinisial SP diduga memiliki hubungan langsung dengan sang pemasok. SP berperan sebagai perantara yang kemudian mendistribusikan sabu tersebut kepada tiga rekannya untuk diedarkan di wilayah Bontang. Dari hasik pemeriksaan, keempat tersangka mengaku baru dua bulan menjalankan aktivitas sebagai pengedar. sabu dijual dengan harga bervariasi, bahkan mencapai Rp 600 ribu perpoket.klikkaltim.com. 11 November 2025.

Kasus yang sama, upaya tegas Polres Bontang dalam memerangi penyalahgunaan narkotika kembali membuahkan hasil. Satresnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat terlibat peredaran narkotika di wilayah Loktuan, Bontang Utara. Penangkapan berlangsung pada sabtu, 15 November 2025 sekitar pukul 15.50. Wita, menyusun laporan masyarakat terkait adanya aktivitas transaksi mencurigakan di JL. NPK Pelangi RT 048 Kelurahan Loktuan. Polisi kemudian mendapati laki-laki inisial Rz (25), mengendarai Honda Vario Merah- Hitam KT 6014 QD dengan gelagat mencurigakan.Setelah di hentikan dan digeladah, ditemukan 2 bungkus plastik bening berisi Kristal putih di dalam dompet hitam miliknya. Investigasi awal, terduga menyembunyikan paket sabu yang tak jauh dari lokasi penangkapan, alhasil tim menemukan 1 bungkus sabu yang disamarkan dalam kemasan Pop Ice.katakaltim.com. 17 November 2025.

Narkoba merupakan persoalan yang sudah gawat di tengah masyarakat, apalagi remaja sebagai penerus bangsa. Fenomena ini bukanlah kasus per individu tetapi tanda bahwa masyarakat sekarang sedang mengalami keretakan moral dan lemahnya sistem pengawasan.

Keberadaan Bandar kelas kakap yang kebal hukum, perdagangan gelap yang menyusup lewat jalur laut dan udara serta lemahnya kontrol sosial menjadi kombinasi mematikan yang membuat narkoba semakin merajalela. Yang lebih tragis lagi, sebagian aparat justru terlibat atau mengabaikan peredarannya. Maka akhirnya narkoba tidak hanya merusak tubuh tetapi juga meruntuhkan struktur keadilan.

Apalagi di dunia remaja yang mudah tergelincir arus sekularisme di tengah kehidupan mereka yang memisahkan agama dari kehidupan. Peredaran narkoba terus ada dikarenakan bisnis ini sungguh sangat menggiurkan dan diaminkan oleh sistem kapitalisme yang tak memperdulikan standar halal dan haram.

Karena itu untuk melindungi generasi muda tak cukup hanya sekedar slogan dan imbauan semata akan tetapi peran negara sangatlah penting dalam menghentikan aktivitas ini.

Di dalam Islam sungguh semua aturan terstruktur dan jelas, seperti masalah narkoba ini Islam memiliki mekanisme mencegah peredaran narkoba. Support sistem negara yang begitu bertanggung jawab atas keamanan, keselamatan dan kesehatan masyarakatnya. Menurut sejarah di masa peradaban Islam kejahatan yang terjadi sangat minim, disebabkan sistem hukuman yang membuat pelaku dan yang melihat akan berfikir dua kali mengulangi dan mencontoh kejahatan yang sama.

Sistem sanksi di dalam Islam bersifat preventif yaitu upaya pencegahan sebelum hal yang buruk terjadi, misalnya negara memberikan dan menjamin kebutuhan masyarakat tanpa bersusah payah mencarinya, apalagi mencarinya dengan jalan yang tidak benar, Islam melarang itu, sehingganya masyarakat hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan di luar kebutuhan pokok.

Berikutnya sistem hukumannya bersifat kuratif yaitu upaya perbaikan saat hal buruk sedang terjadi. Dan ketika negara menerapkan Islam secara kaffah maka masyarakat merasa cukup dengan pengelolaan dan menanganan negara atas semua permasalahan individu dan kelompok dari mereka.

Sehingga bisa meminimalisisr masalah kejahatan karena adanya tiga pilar, yaitu yang pertama ketakwaan individu, dengan dibangunnya ketakwaan individu maka segala sesuatu perbuatan selalu akan diukur dengan halal dan haram serta mencari keridoan Allah, maka standar perbuatan berdasarkan Al Quran dan Sunnah.

Yang kedua kontrol masyarakat, kontrol ini berdasarkan kewajiban beramar ma’ruf nahi mungkar, di tengah-tengah masyarakat sehingga kalau ada perbuatan menyimpang maka akan segera bisa dicegah.

Yang ketiga peran negara, karena negara yang memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan jaminan akan kebutuhan pokok/dasar, kesehatan dan pendidikan, rasa aman, pekerjaan yang akan mengurangi munculnya penyimpangan sosial di dalam masyarakat.

Wallahu a’lam.

Dua Proyek Andalan Kutim Belum Mampu Menarik ‘Hati’ Investor

0
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Darsafani. (Ramlah)

SANGATTA – Dua proyek andalan Kutim, yaitu penangkaran buaya dan pembangunan mal modern belum juga menarik investor untuk menanamkan modalnya. Padahal proyek ini digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi baru di Kutim.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Darsafani, mengakui bahwa berbagai upaya menawarkan proyek tersebut sudah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil konkret.

“Kita belum dapat investor untuk penangkaran buaya. Saya sudah berusaha juga,” ujarnya saat ditemui, Kamis (20/11/2025).

Menurut Darsafani, sejumlah calon investor sebenarnya telah menunjukkan ketertarikan awal. Namun ketertarikan itu tidak berlanjut ke tahap komitmen karena masih banyak aspek yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan investasi.

“Membangun mal itu ada perhitungannya. Jumlah penduduk, potensi pengunjung dari tiap kecamatan, semuanya dihitung. Penangkaran buaya juga sama,” jelasnya.

Penangkaran buaya termasuk ke dalam 50 program unggulan Bupati Kutim, sehingga pemerintah berharap proyek ini dapat cepat direalisasikan. Namun investor disebut menyoroti persoalan teknis, terutama ketersediaan pakan.

Ketersediaan hewan ternak mati seperti ayam dan sapi harus stabil dan terukur, karena menjadi sumber pakan utama.

“Di situ dihitung, berapa ternak ayam di sini, sapi berapa. Semua itu ada hitungannya. Jadi tidak semudah itu,” tegasnya.

Proyek pembangunan mal juga berjalan lambat. Meskipun bukan bagian dari program strategi daerah, pemerintah tetap mendorongnya karena potensi ekonominya besar. Kehadiran mal diyakini dapat menjaga perputaran uang agar tidak terus mengalir ke daerah tetangga.

“Sekarang kita banyak belanja di Bontang, Samarinda. Uang kita habis keluar,” ujar Darsafani.

Namun hingga kini, titik lokasi pembangunan masih dikaji, sementara investor menunggu kepastian perhitungan pasar sebelum berani masuk.

Ketersendatan dua proyek tersebut membuka pertanyaan besar tentang strategi promosi investasi Kutim. Meski pemerintah daerah mengklaim terus melakukan pendekatan, belum adanya komitmen dari investor menandakan perlunya perbaikan dalam penyusunan data, kepastian teknis, dan pemetaan peluang ekonomi.

Meski demikian, Darsafani menegaskan pemerintah tidak akan berhenti mendorong kedua proyek itu.

“Kita tetap gencarkan, terutama penangkaran buaya karena sudah menjadi program unggulan,” kata dia.

Ia tetap optimistis kesempatan investasi masih terbuka, asalkan penyajian potensi daerah semakin matang.

“Insyaallah tetap kita kejar. Itu target kita,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polisi Sita 339 Botol Miras dari Warung di Jalan Poros Kongbeng-Berau

0
Ratusan miras berbagai merk disita dan diamankan Polsek Konbeng. (Ist)

SANGATTA – Polsek Kongbeng menggerebek sebuah warung di Jalan Poros Kongbeng–Berau dan menyita 339 botol minuman keras ilegal berbagai merek.

Operasi dipimpin langsung Kapolsek Kongbeng Iptu Samuel Tarihoran dengan melibatkan enam personel dari unit Reskrim, Samapta, dan anggota Polsek lainnya. Sasaran operasi meliputi peredaran miras ilegal, kepemilikan senjata tajam, penyalahgunaan senjata api, hingga tindakan premanisme yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.

Warung berinisial A di Desa Miau Baru menjadi salah satu titik operasi. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan ratusan botol miras berbagai jenis, mulai dari Drum Whiskey, McDonald Whiskey, Bir Bintang, Anggur Merah, Guinness, hingga beberapa merek lainnya. Semua barang bukti langsung diamankan ke Polsek Kongbeng, sementara pemilik warung menjalani pemeriksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan apresiasi atas kinerja cepat jajaran Polsek Kongbeng. Ia menegaskan bahwa penindakan tegas terhadap peredaran miras ilegal merupakan langkah penting untuk meminimalisir gangguan keamanan, terutama mendekati akhir tahun.

“Operasi Cipkon ini bentuk komitmen kami menjaga keamanan masyarakat. Penindakan terhadap miras ilegal sangat penting karena berpotensi menimbulkan tindak kriminal lain,” ujar AKBP Fauzan, Jum’at (21/11/2025).

Ia menambahkan bahwa Polres Kutim akan terus memperkuat pengawasan dan operasi serupa di seluruh kecamatan untuk memastikan peredaran miras tanpa izin dapat ditekan secara maksimal.

“Terima kasih kepada jajaran Polsek Kongbeng yang telah bekerja profesional. Kami berharap kegiatan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan demi mewujudkan Kutai Timur yang aman dan kondusif,” tutup Kapolres.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pendaftaran Online Jadi Salah Satu Cara RSUD Bontang Minimalisir Antrean Panjang

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman menyarankan masyarakat, mendaftar secara online agar menghindari antrean panjang.

Dengan mendaftar online, masyarakat tak perlu lagi repot-repot untuk datang ke Rumah Sakit (RS) lebih awal, jika ingin mendapatkan nomor antrean dengan pelayanan lebih awal.

“Iya sangat disarankan untuk masyarakat bisa menggunakan aplikasi atau pendaftaran secara online. Jadi pas nanti ke RSUD, tinggal lakukan antrean pemeriksaan saja,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Sebab dikatakannya, jika sebagian masyarakat masih menggunakan sistem datang lebih awal ke RS untuk mengambil nomor antrean paling depan, nantinya pasien yang ingin berobat jadi menumpuk di ruang tunggu, sehingga antrean pendaftaran jadi lebih panjang.

“Maka untuk mengurangi penumpukan di bagian pendaftaran, kami sangat menyarankan masyarakat bisa menggunakan sistem online jika hanya untuk bagian pendaftaran,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Ruang Tunggu Terbatas, Masyarakat Diimbau Mendaftar Online

0
Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Agar tidak mengantre lama saat ingin mengambil nomor antrean, pihak RSUD Taman Husada Bontang mengimbau pasien agar mendaftar secara online. Mengingat ruang tunggu pendaftaran yang terbatas.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman mengatakan, untuk melakukan pendaftaran online, sangat mudah sekali dapat diakses melalui handphone masing-masing yang dimiliki.

Kelebihan lainnya, seluruh pasien yang nantinya telah mengambil nomor antrean dengan menggunakan sistem online, tak perlu repot-repot lagi untuk datang lebih awal ke Rumah Sakit (RS) karena sudah mendapatkan nomor antrean secara otomatis.

“Jadi kalau sudah dapat nomor pendaftaran melalui sistem online, masyarakat nantinya pas ke RSUD tinggal antre di bagian pemeriksaan saja. Sebab sudah memiliki nomor antrean,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).

Mengingat masyarakat masih seringkali menggunakan sistem manual, yang dimana mengambil nomor urut antrean dengan datang ke RS, pastinya penumpukan pasien semakin bertambah.

“Maka kita coba untuk kurangi pemenuhan di ruang tunggu pendaftaran dengan menggunakan sistem online,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Punya Alat Lengkap, Direktur RSUD Bontang: Masyarakat Tak Perlu Ragu Periksa Jantung

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memiliki fasilitas diagnostik jantung yang semakin lengkap, dimana masyarakat tak perlu khawatir terkait pemeriksaan jantung di RSUD Bontang.

“Alhamdulillah alat yang kita punyai saat ini, yang terkait dengan jantung sudah termasuk cukup lengkap, walaupun masih ada beberapa alat yang belum kita miliki,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Sebab RSUD Taman Husada Bontang kini telah mempunyai alat yang terbilang cukup memadai untuk pemeriksaan yang berkaitan dengan jantung.

“Walaupun masih ada beberapa alat jantung yang belum kita miliki, karena terkendala dengan harganya yang cukup mahal. Kita tetap berupaya akan terus memberikan pelayanan yang terbaik, untuk seluruh masyarakat khususnya warga Bontang,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pemeriksaan Jantung di RSUD Taman Husada: Tersedia CT Scan, EKG, Hingga MRI

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Di RSUD Taman Husada Bontang telah tersedia alat memadai untuk pemeriksaan jantung seperti CT Scan Jantung, Elektrokardiogram (EKG), hingga Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Alhamdulillah alat yang kita punyai saat ini terkait dengan jantung sudah termasuk cukup lengkap,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA, Kamis (20/11/2025).

Sedikit informasi, EKG adalah tes medis non-invasif untuk merekam aktivitas listrik jantung yang dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai masalah jantung seperti aritmia, serangan jantung, dan gangguan irama lainnya.

Selanjutnya, untuk CT scan jantung adalah prosedur pencitraan yang menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar 3D detail dari jantung dan pembuluh darah.

“Tujuannya adalah untuk mendeteksi masalah seperti penyempitan pembuluh darah koroner, plak kolesterol, kelainan struktural, dan kondisi lain pada jantung,” tambahnya.

Sedangkan dengan MRI fungsi utama untuk mendeteksi berbagai kondisi seperti tumor, stroke, cedera otak atau tulang belakang, masalah jantung dan pembuluh darah, serta cedera pada sendi dan otot. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

CT Scan 128 Slice Telah Hadir di RSUD Bontang

0
CT Scan 128 Slice. (Ist)

BONTANG – Saat ini telah tersedia peralatan medis CT Scan 128 Slice di RSUD Taman Husada Bontang. Dengan hadirnya alat ini masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh keluar kota untuk pemeriksaan yang memerlukan CT Scan 128 Slice.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa, CT-Scan merupakan salah satu pemeriksaan canggih yang dimiliki RSUD Taman Husada, untuk membantu dokter menegakkan diagnosa.

Alat ini juga bisa melakukan CT-Cardiac (CT-Scan Jantung) yaitu salah satu teknik pencitraan menggunakan sinar X untuk melihat kondisi jantung secara detail.

“Jadi lewat pemeriksaan di CT Scan ini, masyarakat tak perlu lagi ke luar daerah atau kota, sebab RSUD telah memiliki alatnya. Jadi pemeriksaan juga lebih cepat dan akurat,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Diketahui, CT Scan 128 Slice adalah teknologi pencitraan medis yang menggunakan 128 detektor untuk menghasilkan gambar tubuh dengan resolusi tinggi, detail, dan kecepatan tinggi.

Keunggulan dari CT Scan 128 Slice meliputi waktu pemindaian yang lebih cepat, paparan radiasi yang lebih rendah, serta akurasi diagnosis yang lebih baik untuk mendeteksi berbagai kondisi seperti stroke, kanker, penyakit jantung, cedera, dan masalah organ lainnya.

“Kami terus berupaya dan komitmen untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Hipertensi Kasus Terbanyak di RSUD Taman Husada

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA, menyebutkan jika hipertensi termasuk kasus terbanyak yang ditangani oleh dirinya di RSUD Taman Husada Bontang.

“Banyak sekali pasien hipertensi yang ditangani disini,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Hipertensi adalah kondisi medis dimana tekanan darah dalam arteri (pembuluh darah) meningkat secara konstan di atas batas normal. Kondisi ini sering disebut “pembunuh diam-diam” (silent killer) karena umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Akan tetapi, dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal bila tidak segera ditangani.

“Kebanyakan dari mereka (pasien), tidak sadar kalau sedang mengalami hipertensi. Makanya mereka masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, karena tidak sadar itu,” tambahnya.

Sehingga, dr. Suhardi sangat menyarankan masyarakat agar di setiap masing-masing rumah, harus menyediakan atau memiliki tensimeter. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pelayanan IGD di RSUD Taman Husada Buka 24 Jam, Jadwal Dokter Jaga Terbagi 3 Shift

0
IGD di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taman Husada Bontang melayani 24 jam, dengan dokter yang berjaga terbagi 3 shift.

Shift yang terbagi 3 bagian meliputi jadwal pagi, sore, dan malam. Untuk dokter yang berjaga di bagian pelayanan IGD pun bergantian, dengan diisi 2 sampai 3 dokter yang berjaga.

“Pastinya IGD 24 jam, dan dokter sangat diwajibkan datang bila ada kejadian yang mendesak. Mau jam berapa pun itu, karena sudah ada bagiannya masing-masing,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.Jp,FIHA, Kamis (20/11/2025).

Diketahui, selain pelayanan di IGD ada pula layanan yang sampai 24 jam, seperti Laboratorium dan Radiologi. Walaupun di hari Sabtu dan Minggu, ketiga layanan tersebut tetap buka.

“Pastinya di pelayanan 24 jam ini sudah paham bagaimana dan gimana cara mengatur waktunya, apa saja yang dilakukan bila ada hal mendesak. Mereka punya bagiannya masing-masing, dengan waktu 8 jam kerja,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam