Beranda blog Halaman 440

Sembilan Desa di Paser Tolak Klaim Tambang Pasir Sungai Kandilo

0
RDP Komisi III DPRD Provinsi Kaltim bersama sembilan kepala desa di kawasan Sungai Kandilo, Kabupaten Paser. (Ist)

SAMARINDA – Warga dari sembilan desa di sepanjang Sungai Kandilo, Kabupaten Paser, mendesak keadilan atas klaim penambangan pasir sungai yang dilakukan CV Zen Zay Bersaudara. Klaim tersebut memicu protes karena berdampak langsung pada mata pencaharian warga lokal yang sejak lama menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan pasir tradisional.

Persoalan ini dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Gedung E, Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (12/1/2026).

Dalam RDP tersebut, seluruh kepala desa yang hadir menyatakan sikap tegas menolak aktivitas tambang pasir oleh CV Zen Zay Bersaudara di kawasan Sungai Kandilo. Penolakan itu didasari kekhawatiran terhadap dampak sosial, lingkungan, serta keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Apansyah, menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya menyangkut konflik sosial, tetapi juga mengandung persoalan serius terkait perizinan.

“Sungai Kandilo itu masuk kawasan hutan lindung, tidak bisa sembarangan,” tegas Apansyah usai RDP.

Ia menyoroti keabsahan izin perusahaan, khususnya terkait peta lokasi kegiatan. Menurutnya, CV Zen Zay Bersaudara diduga tidak memiliki peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi, sehingga Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) menjadi sulit untuk diverifikasi.

Selain itu, Apansyah mengungkap adanya kelemahan dalam sistem Online Single Submission (OSS) perizinan yang saat ini belum mengakomodasi ruang sungai. Sistem tersebut, kata dia, hanya mengatur perizinan untuk wilayah darat dan laut, sehingga objek sungai belum tercantum secara jelas.

“Kalau objek sungainya saja belum ada di sistem, seharusnya perizinan belum bisa diproses seperti itu,” jelasnya.

Apansyah juga menyoroti dampak langsung yang dirasakan warga. Menurutnya, masyarakat telah menambang pasir di Sungai Kandilo secara turun-temurun, namun tiba-tiba muncul klaim dari perusahaan yang membuat warga kehilangan mata pencaharian. Bahkan, ia menyebut terdapat indikasi kriminalisasi terhadap warga yang tetap beraktivitas di sungai.

“Warga sudah menambang di sana secara turun-temurun. Tiba-tiba ada perusahaan yang mengklaim, masyarakat kehilangan mata pencahariannya, bahkan ada indikasi kriminalisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tersebut juga diduga belum disetujui. Oleh karena itu, aktivitas penggunaan alat berat di kawasan sungai dinilai tidak dibenarkan, apalagi jika berpotensi memicu konflik antarwarga.

Komisi III DPRD Kaltim berencana memanggil pihak CV Zen Zay Bersaudara dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan secara langsung. Pemanggilan itu bertujuan meninjau kembali tata ruang dan legalitas penambangan pasir di Sungai Kandilo.

DPRD berharap, melalui penyelesaian yang adil dan transparan, warga dari sembilan desa tetap dapat menjalankan mata pencaharian mereka di Sungai Kandilo tanpa diskriminasi dan konflik berkepanjangan. (MK)

Editor: Agus S

Prabowo Evaluasi Langsung Pembangunan IKN, Desain dan Fungsi Bangunan Disorot

0
Presiden Prabowo Subianto tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan disambut jajaran pejabat setempat usai mendarat menggunakan helikopter. Foto: Dok. OIKN

NUSANTARA – Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi langsung terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam kunjungannya pada 12–13 Januari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Presiden memberikan sejumlah koreksi penting yang menyoroti dua aspek utama, yakni desain dan fungsi bangunan.

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, Presiden meminta agar Otorita IKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan perbaikan terhadap dua aspek tersebut agar pembangunan berjalan sesuai tujuan awal.

“Jadi, tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi,” kata Prasetyo.

Selain desain dan fungsi bangunan, Presiden Prabowo juga menekankan percepatan pembangunan kawasan dan gedung legislatif serta yudikatif. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut dapat rampung pada 2028 dan selanjutnya difungsikan sebagai bagian dari kelengkapan ibu kota negara.

Sejak awal, Presiden memang memberi perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan IKN. Penekanan tersebut juga dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 yang menjadi dasar kebijakan pengembangan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri menyempatkan diri bermalam di kawasan IKN. Terpantau Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengunjungi beberapa lokasi, di antaranya Plaza Bhinneka Tunggal Ika—yang sebelumnya dikenal sebagai Titik Nol—bersama Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya juga terlihat mengunjungi Gedung Sekretariat Negara di IKN bersama jajaran Otorita IKN.

Pada keesokan paginya, Presiden Prabowo menerima paparan langsung dari Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono terkait perkembangan terbaru pembangunan IKN.

“Tadi pagi mendapatkan update dari Kepala OIKN berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita,” jelas Prasetyo.

Menjelang siang, Presiden Prabowo turut meninjau proyek pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN yang berlokasi di Wilayah Perencanaan (WP) 1C Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Di lokasi tersebut, Presiden tampak bercengkerama dengan para pekerja konstruksi.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Teddy Indra Wijaya juga terlihat melayani permintaan salah seorang pekerja konstruksi yang meminta tanda tangannya pada pakaian yang dikenakan.

Sekadar diketahui, lawatan Presiden Prabowo ke IKN dilakukan setelah meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Presiden kemudian melanjutkan agenda peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebelum akhirnya terbang ke IKN dan bermalam di kawasan tersebut. (MK)

Editor: Agus S

Pengangguran Pemuda Kaltim Masih Tinggi, DPRD Tekankan Peran Pendidikan

0
M. Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim saat diwawancarai di Samarinda. (K. Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Tingginya angka pemuda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, hingga 2025, persentase kelompok usia 20–25 tahun yang masuk kategori tersebut mencapai 19,35 persen.

Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menilai pendidikan menjadi faktor kunci untuk memutus mata rantai pengangguran usia muda di daerah ini. Menurutnya, kualitas dan akses pendidikan sangat berpengaruh terhadap kemampuan angkatan muda dalam memasuki dunia kerja.

“Untuk keluar dari siklus pengangguran itu, faktor utamanya adalah bagaimana memajukan dunia pendidikan. Sekarang tingkat upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan lama sekolah di Kaltim itu sudah sangat konkret,” ujar Darlis saat diwawancarai, Jumat (9/1/2026), di Kompleks DPRD Kaltim, Samarinda.

Ia menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah daerah dalam memastikan pendidikan tidak lagi menjadi barang mahal dan sulit diakses, terutama bagi masyarakat di wilayah pinggiran dan pedalaman. Darlis menyebut, salah satu langkah strategis yang diharapkan memberi dampak jangka panjang adalah program Gratispol melalui penggratisan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Program penggratisan UKT ini harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Dampaknya mungkin tidak langsung, tetapi ke depan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran,” jelasnya.

Selain pendidikan tinggi, Darlis juga menekankan pemerataan pembangunan sekolah menengah atas (SMA) yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, selama ini masih terdapat daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sekolah, sehingga memaksa siswa harus menempuh jarak jauh ke kawasan perkotaan.

“Sekolah tidak boleh lagi menjauh dari akses masyarakat. Melalui Dinas Pendidikan, sekarang kita banyak membangun SMA di daerah-daerah yang selama ini sulit menjangkau sekolah di kota,” lanjutnya.

Persoalan pengangguran usia muda ini juga menjadi relevan dengan janji kampanye Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, terkait penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan secara nasional. Namun, Darlis mengingatkan bahwa tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, peluang kerja yang tersedia belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda di daerah.

“Lapangan kerja itu penting, tapi kesiapan SDM jauh lebih menentukan. Pendidikan adalah fondasi agar anak-anak muda kita bisa bersaing dan terserap di dunia kerja,” tegasnya.

Dengan angka pengangguran pemuda yang masih tergolong tinggi, DPRD Kaltim mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan sebagai solusi jangka panjang bagi persoalan ketenagakerjaan di Kaltim. (MK)

Editor: Agus S

Menguji Logo untuk Universitas Sains dan Teknologi Bontang

0

Menjadi juri sayembara logo Universitas Sains dan Teknologi Bontang (USTB) bukan perkara mudah. Ini menyangkut arah dan identitas institusi yang sedang bersiap bertransformasi. Apalagi, dari lima orang juri yang ditunjuk, saya satu-satunya juri eksternal.

Empat juri lainnya berasal dari internal kampus. Terdiri atas dua perwakilan yayasan dan dua dari unsur pimpinan STITEK Bontang. Posisi ini tentu membanggakan, sekaligus menuntut kehati-hatian. Karena saya hadir tanpa afiliasi struktural dan berdiri sebagai penilai independen.

Salah satu peserta mempresentasikan konsep logo di hadapan dewan juri pada sayembara logo Universitas Sains dan Teknologi Bontang di Kampus Utama STITEK Bontang. Foto: Istimewa

Undangan menjadi juri saya terima langsung dari Wakil Ketua STITEK Bontang, Herri Susanto, S.S., M.Hum. Sejak awal saya tahu bahwa sayembara ini bukan lomba desain biasa. Logo yang dipilih akan menjadi identitas resmi universitas baru. Digunakan dalam jangka panjang, dan melekat pada berbagai aspek institusi. Mulai dari ijazah, papan nama kampus, dokumen resmi, toga wisuda, hingga seluruh ekosistem digital kampus.

Proses transformasi STITEK menuju universitas ini sebelumnya juga telah saya tulis bersambung dalam beberapa artikel. Sehingga, sayembara logo ini saya pandang sebagai bagian penting dari rangkaian perubahan tersebut.

Penjurian dilaksanakan Jumat (9/1/2026) di Ruang PMB Kampus Utama STITEK Bontang, Jalan Letjen S. Parman. Laptop para juri terbuka di meja dengan lembar penilaian secara daring. Layar presentasi juga telah disiapkan untuk peserta. Sejak pukul 16.30 Wita, peserta dipanggil bergantian untuk mempresentasikan karya mereka. Proses penjurian sempat dijeda untuk salat Magrib, kemudian dilanjutkan kembali hingga seluruh rangkaian penilaian berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.

Selama proses penjurian, para juri tidak hanya fokus pada tampilan visual semata. Setiap karya diuji melalui pertanyaan. Para juri menggali alasan di balik bentuk, simbol, dan pilihan warna yang digunakan. Konsistensi antara desain dan visi kampus menjadi perhatian utama.

Ada peserta dengan desain yang kuat, tetapi ketika diminta menjelaskan makna filosofisnya, masih terlihat ragu. Ada pula yang visualnya sederhana, namun mampu menjelaskan konsep dan relevansinya secara runtut dan masuk akal.

Suasana penjurian sayembara logo Universitas Sains dan Teknologi Bontang di Ruang PMB Kampus Utama STITEK Bontang, Jumat (9/1/2026). Para juri melakukan penilaian dan pencatatan skor secara daring. Foto: Istimewa
Dewan juri sayembara logo Universitas Sains dan Teknologi Bontang berfoto bersama usai penjurian. Foto: istimewa

Salah satu momen yang cukup menarik terjadi saat Aviora Karunia, dosen luar biasa Teknik Informatika, mengaku tidak menyangka bahwa sayembara ini mengharuskan peserta mempresentasikan karya secara langsung di hadapan juri. Ia semula mengira lomba logo ini hanya sebatas pengumpulan desain. “Presentasi ini juga saya buat mendadak,” kelakarnya depan juri.

BACA JUGA :  Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar di Bontang, Harga Beras Mulai Rp60 Ribu

Meski demikian, ia tetap harus menyesuaikan diri dengan dinamika sesi tanya jawab. Di sini terlihat bahwa karya tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari kemampuan mempertanggungjawabkannya secara akademik.

Para peserta, baik mahasiswa maupun dosen, tampak berusaha tampil maksimal dengan mengeksplorasi karyanya di depan juri. Mereka menjelaskan ide yang dibangun sendiri. Terlihat ada rasa gugup, tetapi juga kesungguhan.

Dari 12 peserta, hanya satu yang tidak hadir dalam sesi presentasi, yakni Elreno Juneco Perierra, Mahasiswa Teknik Informatika 2025. Selebihnya hadir dan mengikuti seluruh rangkaian proses penjurian.


Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan panitia sejak awal. Meliputi kreativitas dan orisinalitas, kesederhanaan dan kejelasan desain, keserasian warna dan tipografi. Selain itu juga, kedalaman makna, kesesuaian dengan tagline The Knowledgeable and Virtue Campus, serta kualitas presentasi. Penilaian tidak didasarkan pada selera pribadi, melainkan pada ukuran yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dari seluruh proses tersebut, akhirnya mengerucut lima logo terbaik. Karya Muhammad Yusuf Saputra, Belva Pranama Sriwibowo, Aviora Karunia, Muhammad Salvatore, dan Irfani Zuhrufilah.

Pemenang dari lima besar ini akan diumumkan secara resmi pada Wisuda STITEK Bontang, 24 Januari 2026. Momentum ini tepat, lantaran wisuda bukan hanya menandai kelulusan mahasiswa, tetapi juga simbol transisi STITEK Bontang menuju Universitas Sains dan Teknologi Bontang.

Komposisi juri dalam sayembara ini terdiri atas Ir. Dedy Rahmad Utomo, S.T., IPM dan Hardianto, S.T., M.Eng. yang mewakili Yayasan Bessai Berinta selaku badan penyelenggara STITEK Bontang, Zaini, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua STITEK Bontang, Herri Susanto, S.S., M.Hum. sebagai Wakil Ketua STITEK Bontang, serta saya sendiri sebagai juri eksternal.

Dari penjurian yang berlangsung, terlihat bahwa STITEK Bontang tidak menempatkan perubahan ini sebagai formalitas, melainkan sebagai proses yang disiapkan dengan sangat serius. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

200 Guru Se-Bontang Belajar AI for Educator

0

Sebanyak 200 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Bontang mengikuti pelatihan AI for Educator sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital pendidik. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran dan adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan di dunia pendidikan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb13jan2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Ketua DPRD Cup Dibuka, Andi Faiz: Keberadaan Fasilitas Olahraga yang Aktif Terbukti Mampu Hidupkan Geliat UMKM

0
Wali Kota Neni menendang bola tanda dimulainya Ketua DPRD Cup. (Dok Setda Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka turnamen minisoccer bertajuk “Ketua DPRD Cup Minisoccer Antar Perangkat Daerah Tahun 2026”. Pembukaan berlangsung meriah di Lapangan Minisoccer Kelurahan Satimpo, Senin (12/1/2026) malam.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh 18 tim yang merupakan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni mengapresiasi inisiasi Ketua DPRD yang menggelar kegiatan ini. Ia menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang adu fisik atau mencari juara, melainkan instrumen strategis untuk membangun chemistry dan sinergi antar-pegawai.
“Ini adalah sarana untuk mempererat silaturahmi dan soliditas. Nilai-nilai olahraga seperti kerja sama tim (teamwork), sportivitas, dan disiplin, harus kita implementasikan ke dalam budaya kerja pelayanan publik,” ujar Neni.

Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, melihat event ini dari kacamata ekonomi. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang aktif seperti di Satimpo ini terbukti mampu menghidupkan geliat UMKM sekitar. “Kita bisa lihat, di sekitar lapangan sudah banyak warga yang berjualan dan muncul pusat jajanan baru. Saya yakin Lapangan Satimpo ini tidak hanya menjadi ruang publik kebanggaan, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi yang menyejahterakan masyarakat,” ungkap Andi Faizal.

Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga kebugaran aparatur pemerintah sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di wilayah Satimpo dan sekitarnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

16.67 Persen Warga Bontang Kategori Lansia, Tertinggi di Kaltim

0
Ilustrasi lanjut usia. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meresmikan Sekretariat Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’ Kelurahan Belimbing, pada Selasa (13/01/2026) pagi.

Sekolah Lansia merupakan program pendidikan non-formal seumur hidup untuk lansia (usia 60 tahun ke atas) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, menjadikan mereka tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) melalui pembelajaran tentang kesehatan, keterampilan, interaksi sosial, spiritual, dan kognitif, agar tetap berdaya, bahagia, dan tidak terisolasi di usia senja.

Menurut Wali Kota Neni dengan naiknya angka lanjut usia, menandakan angka usia harapan hidup yang juga ikut meningkat. “Usia lanjut di Kota Bontang itu cukup banyak. Alhamdulillah, artinya apa. Bahwa usia harapan hidup di Kota Bontang semangkin meningkat. Alhamdulilah kita tertinggi di Kalimantan Timur,” ujar Neni didampingi oleh pengurus Sekolah Lansia yang baru dikukuhkan.

Sementara itu Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga) Provinsi Kalimantan Timur, Nur Rizky Permana Jati menggarisbawahi angka lansia di Kota Taman yang kian meningkat. “Bontang itu kalau tidak salah jumlah penduduknya seratus sembilan puluh ribuan, 16,67% lansianya. Dengan sekolah lansia ini, bagaimana jumlah lansia yang juga bertambah ini mempunyai kualitas hidup yang berkualitas,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

533 Lansia Terdata di Kelurahan Belimbing

0
Ilustrasi lansia. (Ist)

BONTANG – Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengungkapkan, saat ini terdapat 533 lansia yang terdata di Kelurahan Belimbing. Hal itu diungkapkan saat peresmian Sekretariat Kampung Keluarga Berkualitas (KB) ‘Bestari’ dan Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’ Kelurahan Belimbing, pada Selasa (13/01/2026) pagi.

“Jumlah lansia yang ada di Kelurahan Belimbing ada 533 orang untuk saat ini, tapi untuk sekarang yang akan menjadi sekolah lansia berjumlah 25 orang,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Neni Moerniaeni juga menyoroti angka usia lanjut di Kota Bontang. Dengan naiknya angka lanjut usia, menandakan angka usia harapan hidup yang juga ikut meningkat. “Usia lanjut di Kota Bontang itu cukup banyak. Alhamdulillah, artinya apa. Bahwa usia harapan hidup di Kota Bontang semakin meningkat. Alhamdulilah kita tertinggi di Kalimantan Timur,” ujar Neni didampingi oleh pengurus Sekolah Lansia yang baru dikukuhkan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Resmikan Sekretariat Kampung KB ‘Bestari’ dan Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’ Kelurahan Belimbing

0
Peresmian Sekretariat Kampung Keluarga Berkualitas (KB) ‘Bestari’ dan Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’ Kelurahan Belimbing. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meresmikan Sekretariat Kampung Keluarga Berkualitas (KB) ‘Bestari’ dan Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’ Kelurahan Belimbing, pada Selasa (13/01/2026) pagi.

Meskipun Kampung KB Kelurahan Belimbing sudah diresmikan pada 2022 silam, namun demikian Sekretariat Kampung KB ini selalu berpindah tempat karena belum tersedianya gedung sekretariat tetap. Dengan diresmikannya Sekretariat Kampung KB Bestari ini, sekaligus akan menjadi lokus bagi Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’.

Bangunan yang diresmikan menjadi Sekretariat ini dulunya adalah Gedung RT.33 di Kompleks Perumahan BTN. Dengan dukungan berbagai pihak, gedung tersebut disulap menjadi bangunan yang bisa difungsikan untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, para pengurus Sekolah Lansia ‘Sehat Bahagia’ Kelurahan Belimbing juga dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Bontang.

Sekolah Lansia merupakan program pendidikan non-formal seumur hidup untuk lansia (usia 60 tahun ke atas) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, menjadikan mereka tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) melalui pembelajaran tentang kesehatan, keterampilan, interaksi sosial, spiritual, dan kognitif, agar tetap berdaya, bahagia, dan tidak terisolasi di usia senja.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Program Serap 50 Ribu Tenaga Kerja Terhadang Validitas Data

0
Ilustrasi Pencari Kerja. (Ist)

SANGATTA – Program penyerapan 50 ribu tenaga kerja di Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi persoalan mendasar, yakni ketiadaan basis data ketenagakerjaan yang solid dan terverifikasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutim, Trisno, mengakui bahwa hingga kini pemerintah daerah masih berada pada tahap awal perumusan kebijakan, dengan fokus utama pada penyusunan dan penguatan data angkatan kerja.

“Kalau datanya belum ada dan belum kuat, kebijakan apa pun akan lemah. Karena itu, fokus kita hari ini adalah memastikan data angkatan kerja Kutai Timur benar-benar akurat,” ujarnya, Selasa (13/1/2025).

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa program penyerapan tenaga kerja skala besar tersebut belum sepenuhnya berbasis peta kebutuhan riil, baik dari sisi jumlah pencari kerja maupun daya serap dunia usaha di Kutim.

Trisno menyebutkan, data ketenagakerjaan seharusnya menjadi fondasi utama dalam merancang pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga proyeksi serapan tenaga kerja lintas sektor. Tanpa itu, target 50 ribu tenaga kerja berisiko menjadi ambisi politis yang sulit diukur capaian nyatanya.

“Hari ini rencananya akan ada rapat untuk membahas ini. Kita harus tahu dulu berapa angkatan kerja Kutai Timur setiap tahun, lalu berapa potensi serapan yang realistis,” jelasnya.

Di tengah laju pembangunan wilayah dan eksploitasi sumber daya alam, Trisno menilai Kutim sejatinya memiliki peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja, baik melalui badan usaha yang sudah eksis maupun pembentukan usaha baru di sektor-sektor strategis. Namun, ia menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja yang terjadi secara alamiah tidak serta-merta dapat diklaim sebagai keberhasilan pemerintah.

“Kalau berjalan sendiri tanpa intervensi kebijakan, itu bukan hasil kerja pemerintah. Harus ada kontribusi kebijakan yang jelas agar penyerapan tenaga kerja bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Saat ini, Disnakertrans Kutim mengklaim tengah melakukan inventarisasi dan kajian mendalam terhadap data ketenagakerjaan. Namun publik masih menunggu kejelasan kapan data tersebut rampung, bagaimana metodologinya, dan sejauh mana kebijakan ini akan berdampak langsung pada penurunan pengangguran lokal.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam