Beranda blog Halaman 444

FLP Luncurkan Empat Buku, Pemkot Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Menulis

0
Serah terima buku dari Kabid KKLK PT IMM, M. Ngirom Hudi selaku tim pembina FLP, kepada Staf Ahli PKSDM, Lukman. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Forum Lingkar Pena (FLP) Bontang meluncurkan empat buku karya penulis lokal Bontang sebagai bentuk komitmen dalam menumbuhkan budaya literasi daerah. Peluncuran buku tersebut diresmikan oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan Kreativitas Sumber Daya Manusia (PKSDM) Kota Bontang, Lukman, yang mewakili Wali Kota Bontang, di Gedung Auditorium 3D, Bontang Utara, Ahad (11/1) pagi.

Dalam sambutannya, Lukman mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi FLP Bontang karena dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis, khususnya di kalangan generasi muda. Ia mengimbau anak-anak Bontang untuk gemar membaca dan terus mengasah keterampilan menulis sebagai bekal masa depan.

“Buku adalah jembatan antara masa kini dan masa mendatang. Melalui buku, nilai-nilai karakter dapat ditanamkan, terutama lewat cerita rakyat, sekaligus merawat daya ingat dan identitas daerah,” ujarnya.

Ketua FLP Bontang, Kartini, menyampaikan bahwa peluncuran empat buku ini lahir dari dedikasi dan kecintaan para penulis terhadap dunia kata. Seluruh karya tersebut merupakan hasil dari kelas menulis yang dihimpun dan dibina oleh FLP Bontang, sebagai ruang belajar dan bertukar gagasan bagi para penulis lokal.

Empat buku yang diluncurkan meliputi buku cerita rakyat dan anak Bontang yang memuat legenda Beras Basah, Guntung, serta berbagai kisah lokal lainnya; kumpulan cerpen Tanah Borneo; kumpulan puisi; serta buku anak berjudul Peta Rahasia.

Kartini berharap, karya-karya tersebut dapat menjadi teman perjalanan pembaca, sumber inspirasi, sekaligus jendela pengetahuan bagi masyarakat.

Selain peluncuran buku, FLP Bontang juga menggelar pelatihan menulis sebagai upaya peningkatan kapasitas penulis lokal. Pelatihan tersebut menghadirkan Asra Arsyad, penulis dan pegiat literasi asal Sangatta, Kutai Timur, sebagai pemateri.

Melalui peluncuran buku dan pelatihan menulis ini, FLP Bontang berharap dapat membuka awal perjalanan panjang yang penuh manfaat bagi dunia literasi, sekaligus melahirkan lebih banyak karya yang memperkaya khazanah pengetahuan dan budaya lokal Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Instruksikan Jumat Bersih di Perkantoran Bontang Lestari

0
Jumat bersih di Perkantoran Bontang Lestari. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk turun tangan menjaga kebersihan dan keindahan pusat pemerintahan.

Melalui surat undangan nomor 600.4.15.1/17/DLH/2026, Wali Kota menginstruksikan pelaksanaan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di kompleks perkantoran Bontang Lestari.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026 lalu, dimulai pukul 07.30 WITA hingga selesai. Adapun lokasi kerja bakti difokuskan pada area gedung dan sekitar Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, serta Graha Taman Praja.

“Diperlukan kerja sama seluruh Perangkat Daerah yang berkantor di kompleks perkantoran Bontang Lestari untuk meningkatkan kebersihan lingkungan,” bunyi undangan yang ditandatangani Wali Kota tersebut.

Sebanyak 16 Perangkat Daerah diundang untuk berpartisipasi, termasuk Sekretariat Daerah, Inspektorat, Bapperida, BKPSDM, hingga dinas-dinas teknis yang berkantor di kawasan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pulau Beras Basah Dipastikan Jadi Prioritas Penataan Dispoparekraf Bontang

0
Eko Mashudi, Kepala Dispoparekraf. (Syakurah)

BONTANG – Pulau Beras Basah dipastikan menjadi prioritas dalam rencana penataan dan pengembangan kawasan wisata pesisir di Kota Bontang.

Fokus ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bontang untuk meningkatkan kualitas destinasi unggulan melalui pembenahan sarana, prasarana, dan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan selain Beras Basah, terdapat dua kawasan wisata pesisir lain yang turut menjadi perhatian, yakni Malahing dan Bontang Kuala. Namun, dibanding dua destinasi tersebut, Beras Basah dinilai masih membutuhkan penataan lebih lanjut.

“Untuk Malahing dan Bontang Kuala sudah tertata. Beras Basah ini yang menjadi fokus awal pembenahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan Pulau Beras Basah saat ini masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Meski begitu, Pemkot Bontang telah mendapat ruang untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan tersebut melalui surat dari pemerintah provinsi.

Tindak lanjut teknis penataan masih memerlukan koordinasi lanjutan. Dispopar Bontang pun berencana segera melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, guna mematangkan langkah selanjutnya.

“Saya akan berkunjung ke provinsi, untuk membahas hal tersebut,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan wisata pesisir harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai perangkat daerah. Penataan infrastruktur akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, serta aspek keselamatan dan transportasi laut melibatkan unsur SAR, BPBD, dan Dinas Perhubungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Surplus Listrik di Ujung Kaltim, PLTS Jadi Tulang Punggung Energi Kampung Batoq Kelo

0
Bambang Arwanto, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim, saat bersama masyarakat Kampung Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu, saat monitoring pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut. (Ist)

SAMARINDA – Gelap yang selama bertahun-tahun membatasi aktivitas warga Kampung Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu, perlahan ditinggalkan. Melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, kampung di kawasan pedalaman perbatasan itu kini menikmati pasokan listrik stabil yang bahkan melampaui kebutuhan harian warganya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi desa, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional. PLTS tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga instrumen pemerataan pembangunan di kawasan terpencil.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyebut pengoperasian PLTS di Kampung Batoq Kelo telah melalui proses pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan keandalan sistem.

“Kami telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan sistem pembangkit berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil monitoring dan evaluasi teknis menunjukkan, PLTS tersebut beroperasi sesuai perencanaan. Dengan kapasitas terpasang 60,8 kilo Watt peak (kWp) dan inverter 50 kilo Watt (kW), pembangkit ini ditopang baterai penyimpanan energi berkapasitas 576 kilo Watt hour (kWh), sehingga mampu menyediakan listrik sepanjang hari.

Dari sisi produksi, PLTS rata-rata menghasilkan sekitar 243 kWh per hari. Angka ini jauh di atas kebutuhan listrik warga kampung yang tercatat hanya sekitar 85 kWh per hari, sehingga terdapat cadangan energi yang cukup besar untuk mendukung pertumbuhan aktivitas masyarakat.

“Produksi energi ini surplus dan sangat mencukupi untuk mendukung aktivitas warga,” jelas Bambang.

Saat ini, listrik dari PLTS telah mengaliri 107 sambungan, mencakup rumah penduduk dan fasilitas umum kampung. Selain kebutuhan domestik, sistem ini juga menopang penerangan lingkungan dengan 45 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang meningkatkan keamanan dan mobilitas warga pada malam hari.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran listrik menjadi perubahan besar. Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu, mengungkapkan bahwa sebelum PLTS beroperasi, warga harus bergantung pada genset dengan biaya tinggi, bahkan sebagian hanya mengandalkan lampu tembok.

“Dulu sebagian warga hanya mengandalkan genset, bahkan ada yang hanya menggunakan lampu tembok. Sekarang kami sudah bisa menikmati listrik dari PLTS Terpusat,” tuturnya.

Ia menilai listrik yang stabil membuka peluang percepatan pembangunan kampung, mulai dari aktivitas ekonomi hingga peningkatan kualitas layanan dasar. Warga pun berharap, kehadiran PLTS menjadi pintu masuk bagi dukungan lanjutan pemerintah di sektor lain.

“Masyarakat berharap setelah listrik, pemerintah juga dapat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, layanan kesehatan, dan sarana pendidikan yang lebih layak,” pungkas Antonius. (MK)

Editor: Agus S

Enam Perusahaan di Bontang Bandel Bayar PKB, Samsat Siapkan Pelimpahan ke Kejaksaan

0
Kantor Samsat Bontang. (Syakurah)

BONTANG – UPTD Pelayanan Pajak Dan Retribusi Daerah (PPRD) Bontang mencatat masih adanya perusahaan yang tidak patuh membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dari total sekitar 170 perusahaan yang terdata memiliki kendaraan operasional di Bontang, terdapat enam perusahaan yang dinilai paling bandel.

Kepala Seksi Pengumpulan UPTD Samsat Bontang, Putu Ayu Nerry, mengatakan keenam perusahaan tersebut telah menunggak pajak selama bertahun-tahun dan sudah diberikan sanksi administratif hingga Surat Peringatan Kedua (SP2).

“Ada tiga perusahaan yang sudah kami beri SP2 sejak dua tahun lalu, dan sampai sekarang belum juga membayar. Tiga lainnya ditagih sepanjang 2025, tapi juga belum ada realisasi,” ungkapnya.

Nilai tunggakan dari masing-masing perusahaan bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp60 juta, termasuk denda dan iuran Jasa Raharja. Kendaraan yang menunggak umumnya berupa mobil operasional, baik milik sendiri maupun hasil sewa.

Karena tidak ada itikad baik, Samsat Bontang kini tengah menyiapkan berkas pelimpahan ke kejaksaan sebagai langkah penegakan hukum.

“Kalau sudah sampai SP2 dan tetap tidak ada tanggapan, itu sudah ranah kejaksaan. Kami sedang menyiapkan berkas dan menunggu persetujuan pimpinan,” jelasnya.

Sepanjang 2025, dari sektor perusahaan, Samsat Bontang berhasil merealisasikan PKB sebesar Rp750,8 juta, terdiri dari 148 unit kendaraan roda empat dan 22 unit roda dua. Namun angka tersebut dinilai belum optimal akibat masih adanya perusahaan yang tidak kooperatif.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Buronan Keempat Dibekuk Tim Gabungan, Genap Pelarian Tahanan Berakhir

0
Empat Buronan akhirnya kembali diamankan polisi. (Ist)

SANGATTA – Satu pelarian tahanan berhasil diamankan polisi, sehingga genap 4 buronan yang berhasil dibekuk aparat keamanan.

Tim gabungan Polres Kutai Timur (Kutim) bersama Polsek Sangkulirang dan Polsek Kaliorang berhasil menangkap kembali keempat buronan tersebut setelah melakukan pengejaran intensif.

Penangkapan ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada aparat kepolisian terkait keberadaan dan pergerakan para tahanan. Informasi tersebut menjadi pintu masuk bagi petugas untuk mempersempit ruang gerak para buronan yang sempat berpindah lokasi.

Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejak laporan pelarian diterima, kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian.

“Keempat tahanan yang kabur sudah berhasil kami amankan kembali. Ini hasil kerja keras tim gabungan Polres Kutim, Polsek Sangkulirang, Polsek Kaliorang, serta dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi,” ujar Aiptu Wahyu Winarko saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pengejaran dilakukan hingga ke area perkebunan dan wilayah pesisir yang dinilai rawan dijadikan tempat persembunyian. Aparat juga meningkatkan patroli dan pemantauan terhadap orang-orang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Saat ini, seluruh tahanan telah diamankan kembali dan proses hukum terhadap mereka tetap berjalan. Pihak kepolisian memastikan akan melakukan evaluasi internal terkait insiden kaburnya tahanan tersebut guna memperkuat sistem pengamanan dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang di Loktuan

0
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang di Loktuan
Pohon tumbang di Jalan Slamet Riyadi, Loktuan. (Ist).

BONTANG – Sebuah pohon tumbang di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan, Minggu (3/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.05 Wita. Dugaan penyebab pohon tumbang tersebut akibat guyuran hujan yang deras serta angin kencang.

Dari pantauan di lokasi kejadian, pohon yang tumbang terbilang cukup besar dan juga rimbun. Terlebih lagi, pohon tersebut roboh tepat di badan jalan seberang PT Kelsri.

Batang pohon menutupi akses jalan bagi pengendara yang ingin melintas. Hal ini mengakibatkan, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas untuk sementara waktu.

“Kemungkinan tadi pas pohonnya roboh, sewaktu hujan deras dan angin kencang. Saya lihat pohonnya sudah di posisi menutupi jalan,” ucap Cukkeng, salah satu warga sekitar.

Dengan kejadian tersebut, masyarakat diimbau agar tetap selalu waspada, terutama saat sedang berkendara dengan kondisi cuaca yang hujan deras disertai angin kencang, karena berpotensi menimbulkan kejadian serupa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hujan Deras Kembali Guyur Bontang, RT 32 Tanjung Laut Tergenang

0
Hujan Deras Kembali Guyur Bontang, RT 32 Tanjung Laut Tergenang
Luapan air saat hujan deras di pagi buta. (Syakurah)

BONTANG – Hujan kembali mengguyur Kota Bontang di tengah malam pada hari Minggu (11/1/2026) dini hari. Hal ini membuat sejumlah titik kembali terendam.

Salah satunya di wilayah Kelurahan Tanjung Laut RT 32. Selain tingginya curah hujan, kiriman air juga menyebabkan drainase di wilayah tersebut penuh sehingga menyebabkan air meluap hingga ke jalanan.

Tidak jarang beberapa rumah hingga kemasukan air, lantaran posisi rumah yang sudah lebih rendah daripada jalanan.

Ketua RT 32, Suyuti menyatakan hal ini kerap terjadi. Apalagi jika air pasang disertai hujan deras. Air cepat meluap dan masuk ke rumah warga.

Ia mengungkapkan beberapa drainase di wilayah tersebut terbilang sempit, untuk itu besaran parit tidak dapat menampung volume air yang besar.

“Upaya kita setidaknya adalah rutin membersihkan sedimen yang ada, jadi daya tampung bisa lebih banyak,” ungkapnya.

Adapun sejak bertahun-tahun lamanya upaya pelebaran drainase sudah pernah diajukan dalam musrenbang, namun hingga kini belum ada tindak lanjut atas usulan tersebut.

“Tiap tahun pasti kita terus upaya ajukan, kita juga ingin segera teratasi,” ujarnya.

Adapun salah satu warga Naufal mengungkapkan, saat hujan deras di pagi buta pihaknya harus bangun untuk memastikan apakah air akan masuk ke rumahnya atau tidak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

3 Dari 4 Tahanan Kabur Berhasil Dibekuk, Kapolres Kutim Ikut Turun Perburuan

0
Tiga tahanan yang sempat kabur kembali di ringkus aparat. (Istimewa)

SANGATTA – Tim gabungan Polres Kutai Timur (Kutim) berhasil membekuk 3 dari 4 tahanan yang kabur dari rumah tahanan (rutan) Polsek Sangkulirang.

Tahanan ketiga yang ditangkap adalah Alhafsi alias Hafsi, tersangka kasus narkotika. Ia diringkus pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 20.10 WITA di kawasan perkebunan Jalan Poros 3 Blok 23 PT SKP, Afdeling Fanta. Penangkapan dilakukan setelah aparat melakukan penyisiran intensif di sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian, sebelumnya dua buronan sudah ditangkap lebih dulu.

Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan perkembangan tersebut. Ia menyebut penangkapan ini menjadi bukti bahwa polisi tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan untuk menghindari proses hukum.

“Benar, Jumat malam tim kembali mengamankan satu tahanan atas nama Alhafsi. Saat ini, dari empat tahanan yang melarikan diri, tiga orang sudah berhasil kami tangkap kembali, yakni Rudi, Ahmad Kadafi, dan Alhafsi,” ujar Wahyu, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, satu tahanan lainnya masih dalam pengejaran, yakni Andi A, tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (Curat). Operasi perburuan diperketat dengan melibatkan personel Satreskrim, Satintelkam, Polsek Kaliorang, dan Polsek Sangkulirang.

Keseriusan Polres Kutim dalam menangani kasus ini terlihat dari langkah Kapolres Kutim yang turun langsung ke lapangan memimpin tim gabungan dalam perburuan tahanan terakhir yang masih buron.

“Satu tersangka atas nama Andi masih dalam proses pencarian. Bapak Kapolres Kutim saat ini memimpin langsung pengejaran di lapangan,” tegas Wahyu.

Pihak kepolisian mengimbau agar tersangka yang masih melarikan diri segera menyerahkan diri. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Polres Kutim memastikan proses pengejaran akan terus dilakukan hingga seluruh tahanan yang kabur berhasil diamankan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pekan Raya Kaltim 2026 Dibuka, Pemprov Hadirkan UMKM, Layanan Publik, dan Hiburan Rakyat

0
Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud (Harum) meresmikan Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026 di GOR Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, sebagai rangkaian HUT ke-69 Provinsi Kaltim. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Pemprov Kaltim resmi membuka Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini digelar di kawasan GOR Gelora Kadrie Oening (GKO), Sempaja, Samarinda, Jumat (9/1/2026), dan menjadi ajang pameran terbesar lintas sektor di Benua Etam.

Pembukaan PRK 2026 ditandai dengan pemotongan pita di gerbang utama oleh Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum), didampingi unsur Forkopimda Kaltim, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, serta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (POD). Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan PRK yang menggabungkan hiburan rakyat, promosi UMKM, serta pelayanan publik.

Usai peresmian, Gubernur Harum bersama rombongan langsung melakukan peninjauan ke sejumlah gerai pameran. Kunjungan diawali ke gerai Bank Kaltimtara, dilanjutkan ke Bank Indonesia, serta gerai UMKM Bar Fresh Market, yang menampilkan berbagai produk lokal unggulan.

Rombongan kemudian menyambangi sejumlah stand layanan publik, di antaranya RSJD Atma Husada, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Kalimantan, serta RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Pada kunjungan tersebut, Gubernur Harum turut berpartisipasi menempelkan kertas post-it berisi harapan pada papan “Pohon Harapan” sebagai simbol dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur.

Peninjauan berlanjut ke gerai Dekranasda Provinsi Kaltim, TP PKK Provinsi Kaltim, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim. Tak hanya itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur juga mengunjungi sejumlah gerai lainnya, termasuk Dinas Perkebunan dan Bapenda Provinsi Kaltim, yang menghadirkan layanan samsat keliling bagi masyarakat.

Dalam sesi wawancara dengan awak media, Gubernur Harum menjelaskan bahwa pembukaan PRK 2026 merupakan bagian dari rangkaian agenda besar HUT ke-69 Pemprov Kaltim. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT di GOR Gelora Kadrie Oening, sebelum dilanjutkan dengan pembukaan PRK di area parkir GOR tersebut.

Gubernur juga memaparkan agenda kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu. Beberapa proyek strategis yang disorot antara lain pembangunan ruas jalan Tering–Ujoh Bilang, Bandara Ujoh Bilang di Mahakam Ulu, serta rencana pembangunan RSUD Tipe B di Kecamatan Bongan, Kutai Barat.

Menurut Harum, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan layanan dasar, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Timur.

Melalui penyelenggaraan PRK 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga wadah promosi produk UMKM, pusat layanan publik, serta sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur. (*)