Beranda blog Halaman 445

Koperasi Merah Putih Tak Akan Ganggu Koperasi Lain

0

Kehadiran Koperasi Merah Putih Indonesia di tingkat desa mendapat perhatian luas masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa operasional koperasi baru ini tidak akan mengganggu eksistensi koperasi lain, karena fungsi utamanya adalah memperkuat ekonomi warga desa melalui kolaborasi, pembinaan usaha, dan peningkatan akses pemasaran. Model kemitraan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih merata.

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb19nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pelantikan SP PAMA Jadi Panggung Evaluasi

0
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau saat menghadiri pelantikan Ketua SP PAMA 2025-2028 di Mes PAMA. (Ramlah)

SANGATTA — Pelantikan pengurus Serikat Pekerja (SP) PAMA periode 2025–2028 menjadi momentum evaluasi atas berbagai polemik ketenagakerjaan yang belum terselesaikan.

Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menekankan bahwa perusahaan harus lebih transparan dalam menyikapi kasus SP3, rencana PHK, maupun persoalan jam OPA. Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah menyarankan mutasi sebagai solusi, bukan PHK, namun pihak perusahaan mengaku tidak memiliki ruang untuk itu.

“Kami berharap SP PAMA yang baru dilantik bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan tanpa merugikan pihak mana pun,” ujar Roma kepada Media Kaltim.

Roma juga meminta surat resmi dari PAMA sebagai dasar untuk meninjau ulang kebijakan jam OPA, agar penegakan aturan tidak dilakukan secara sepihak.

Ketua SP PAMA yang baru dilantik, Hamka, menyebut bahwa keberlanjutan polemik di lapangan telah berdampak pada suasana kerja yang tidak kondusif, sehingga penyelesaiannya menjadi prioritas utama pengurus baru.

“Ke depan kami berharap polemik-polemik ini bisa segera diselesaikan. Situasi yang tidak kondusif tentu memengaruhi pekerja dan hubungan industrial secara keseluruhan,” ujar Hamka saat dihubungi, Rabu (19/11/2025).

Hamka menegaskan bahwa serikat akan terus mengawal kasus yang menimpa sejumlah pekerja, termasuk PHK terhadap Heri Irawan.

“Kasus Heri Irawan tetap kami kawal sampai tuntas. Pemerintah sudah menganjurkan agar tidak ada PHK, tapi faktanya tetap terjadi. Kami akan dampingi sampai proses PHI selesai hingga keputusan inkrah,” tegasnya.

Namun, untuk kasus Edi Purwanto, Hamka menyatakan bahwa serikat tidak bisa memberikan pendampingan langsung karena berdasarkan data serah terima, yang bersangkutan memang tidak terdaftar sebagai anggota SP PAMA.

“Dari awal Edi menggunakan serikat luar, jadi secara organisasi kami hanya bisa fokus pada anggota serikat Pama. Pendampingan penuh kami berikan kepada Heri Irawan,” jelasnya.

Hamka memastikan bahwa serikat di bawah kepemimpinannya akan bekerja lebih terbuka, objektif, dan responsif terhadap persoalan anggota, termasuk mendorong perusahaan lebih transparan dalam kebijakan ketenagakerjaan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Atlet Muaythai Kutim Berlaga di Ring Warrior Championship Malaysia

0
Atlet Muaythai Kutim saat sowan ke Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ist)

SANGATTA — Atlet Muaythai Kutai Timur (Kutim) berlaga di ajang internasional Muaythai Ring Warrior Championship (Clash of The Champion) di Malaysia, sebuah kompetisi bergengsi yang mempertemukan fighter elite dari berbagai negara.

Keikutsertaan atlet Kutim di level internasional mendapat dukungan penuh dari Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, Ketua AOKI Kutim, serta Ibu Lulu Sucihari yang selama ini dikenal sebagai sosok pendukung utama perkembangan olahraga kombat di Kutim.

Dukungan kuat juga datang dari Ketua Cabor Muaythai Kutai Timur, Opnil, yang konsisten memberi peluang bagi atlet untuk tampil di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. Peran beliau menjadi salah satu pilar penting bagi kemajuan Muaythai Kutim.

“Kami sangat bangga atlet-atlet Kutai Timur bisa tampil di panggung internasional. Ini membuktikan bahwa potensi anak-anak daerah mampu bersaing di level dunia. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar olahraga seperti Muaythai dapat berkembang dan menjadi kebanggaan Kutim,” tegas Mahyunadi, Rabu (19/11/2025).

Senada dengan itu, pelatih Brandon Anto menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi energi besar bagi tim.
“Dukungan dari para pemangku kepentingan, khususnya Ketua Cabor Muaythai Bapak Opnil, menjadi kekuatan besar bagi kami. Beliau selalu memberikan ruang dan kesempatan agar atlet Kutim bisa terus berkembang dan bersaing, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Para atlet sendiri telah menjalani persiapan intensif selama beberapa bulan, mulai dari latihan fisik, pendalaman teknik, hingga penguatan mental untuk menghadapi atmosfer kompetisi internasional. Ajang di Malaysia ini menjadi momentum penting untuk menambah pengalaman sekaligus membuktikan kualitas atlet Kutim di kancah dunia.

Dengan doa serta dukungan masyarakat Kutai Timur, para atlet diharapkan dapat menorehkan prestasi terbaik dan sekaligus mengharumkan nama daerah melalui dedikasi dan kerja keras mereka.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Lahan Tambang Disulap Jadi Telaga Penghasil Air Bersih untuk Warga

0
Telaga Cantik di Bekas Tambang Batu Bara Kaltim Prima Coal. (Ist)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) berhasil mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan produktif. Tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kemandirian ekonomi warga.

Salah satu contoh nyata keberhasilan program tersebut adalah Telaga Batu Arang (TBA) di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. Bekas tambang yang berubah menjadi telaga itu kini menjadi sumber air bersih yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan lahan eks tambang harus berkelanjutan dan berdampak langsung pada kebutuhan warga.

“Air di Telaga Batu Arang sudah bisa langsung diminum. Kita ingin sumber ini dikelola bersama masyarakat melalui BUMDes dan koperasi agar memberi nilai tambah ekonomi,” ujar Ardiansyah kepada awak media, Rabu (19/11/2025).

Selain TBA, Pemkab Kutim bersama perusahaan terus mengembangkan potensi lahan lain, termasuk void tambang milik PT Indominco Mandiri yang tengah dikaji sebagai sumber air baku regional untuk kebutuhan Kota Bontang dan Kutim.

Untuk memastikan pengelolaan yang berkelanjutan, Pemkab Kutim mendorong sinergi antara PDAM Kutim, BUMDes, dan Koperasi Merah Putih dalam pemanfaatan sumber daya air.

Berdasarkan laporan resmi, dari total 39.159 hektar lahan reklamasi di wilayah konsesi Kaltim Prima Coal (KPC), sekitar 16.164 hektar atau 41 persen telah berhasil direstorasi menjadi kawasan produktif. Pemanfaatannya beragam, mulai dari peternakan sapi terpadu hingga sumber air baku.

Ardiansyah menekankan bahwa pendampingan dari pemerintah dan perusahaan bukan hanya untuk memulai program, tetapi harus bisa mendorong masyarakat mencapai kemandirian.

“Pendampingan itu penting, tetapi tujuannya agar masyarakat bisa mandiri setelahnya, bukan berhenti setelah program selesai. Kita ingin masyarakat benar-benar mandiri dan memiliki usaha berkelanjutan,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kutim itu mengingatkan pentingnya kontribusi jangka panjang dari perusahaan tambang yang beroperasi di Kutim.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Setiap perusahaan yang hadir di Kutim harus meninggalkan nilai manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal, jangan hanya datang, ambil, lalu pergi,” ujarnya.

Upaya revitalisasi lahan bekas tambang ini diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur, menghidupkan kembali lahan pascatambang, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Terbatas 50 Tenan, Pengusaha UMKM Buruan Daftar di Pesta Rakyat 2025!

0
Rapat persiapan pesta rakyat di Kantor DKUMPP. (Yusva Alam)

BONTANG – Event Pesta Rakyat 2025 yang bakal digelar Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, sebagai rangkaian HUT Kota Bontang dan juga pemberdayaan UMKM lokal.

Banyak kegiatan yang akan diselenggarakan selama event berlangsung 3 hari, sejak 5-7 Desember 2025 di Lapangan Rudal tersebut. Salahsatunya tersedianya tenan khusus UMKM.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin menjelaskan, lantaran keterbatasan tempat maka jumlah tenan harus dibatasi. Akan tersedia kuota 50 tenan yang diperuntukkan bagi UMKM di Bontang.

“Bagi UMKM yang belum bisa ikut di event kali ini bisa bergantian di tahun berikutnya,” ujarnya usai memimpin rapat persiapan pesta rakyat 2025, Rabu (19/11/2025).

Ditambahkan, para UMKM yang ingin ikut di event ini bisa mendaftar di google form yang akan dibagikan panitia acara. Lalu panitia akan melakukan kurasi untuk memilih UMKM yang bisa ikut acara.

“Kami memilih UMKM yang tidak asal-asalan. Pertimbangkan kualitas rasanya, tampilan produknya, dan sebagainya,” ungkapnya.

“Tidak ada biaya alias gratis untuk keikutsertaan UMKM di event ini,” tambahnya.

Pihaknya pun berharap, dengan digelarnya event ini akan meningkatkan motivasi masyarakat untuk berwirausaha, meningkatkan kuantitas dan kualitas produk UMKM. Serta bisa menjadi salahsatu sarana promosi UMKM.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Pesta Rakyat 2025 Hadirkan Rizky Febian, Berharap Multiplier Effect

0
Rizky Febian. (Ist)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berharap, dengan menghadirkan penyanyi top Rizky Febian di event Pesta Rakyat Desember mendatang, akan mendatangkan multiplier effect di Kota Bontang.

Muh Takwin, Kepala Bidang Usaha Mikro DKUMPP Bontang mengungkapkan, sengaja mengundang Rizky Febian untuk mengisi acara puncak Pesta Rakyat yang rencananya diadakan 5-7 Desember 2025 itu, lantaran Rizky Febian saat ini sedang naik daun. Rizky feat Adrian Khalif merilis single ‘alamak’ yang saat ini sedang viral dimana-mana.

“Bahkan kalau tidak salah, di Kaltim ini baru di Bontang untuk Pesta Rakyat besok, Rizky baru menampilkan lagu terbarunya,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap, kehadiran Rizky ini mampu mendatangkan efek berganda. Tak hanya bagi UMKM yang memang jadi tujuan utama event ini digelar, tetapi juga hotel-hotel, kuliner, dan wisata di Kota Bontang.

“Kami berharap animo warga dari luar Bontang sangat besar untuk datang menyaksikan event ini dengan adanya Rizky Febian. Selain itu acara ini juga gratis tidak dipungut biaya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Desember, Pesta Rakyat Siap Digelar, Pelantun Single ‘Alamak’ Siap Hadir

0
Promosi Event Pesta Rakyat dari DKUMPP Bontang. (Ist)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang bakal menggelar Pesta Rakyat 2025. Tak tanggung-tanggung, DKUMPP akan mengundang Rizky Febian di puncak acara.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin memaparkan, bahwa Event Pesta Rakyat kali ini bertema ‘Gebyar UMKM Berbenah, Bontang Berbudaya Tahun 2025.’ Event ini merupakan rangkaian peringatan HUT Kota Bontang dan juga bentuk dukungan dan pemberdayaan kepada UMKM lokal.

“Pesta rakyat akan berlangung selama 3 hari sejak 5-7 Desember 2025 mendatang,” ujarnya.

Selama 3 hari penyelenggaraan, akan ada beragam kegiatan. Seperti tenan UMKM,
olahraga tradisional (sumpit, gasing, takraw dll), fun run, pushbike, hingga di puncak acara menghadirkan artis nasional Rizky Febian dengan single terbarunya ‘alamak’ feat Adrian Khalif.

“Semoga hadirnya Rizky Febian dengan single terbarunya, akan memancing banyak pengunjung datang dari dalam maupun luar kota. Sehingga membantu meningkatkan omset UMKM di event ini,” bebernya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Layanan SLHS Terhambat, DPMPTSP: Menu Belum Muncul di OSS-RBA

0
Rapat DPMPTSP bersama tim Dinkes. (Syakurah)

BONTANG – Pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh pelaku usaha di Kota Bontang terhambat karena menu SLHS pada OSS-RBA belum tersedia sejak pembaruan sistem dilakukan awal November lalu.

Kondisi ini dialami oleh beberapa pengusaha terutama yang berhubungan dengan kesehatan seperti apotek, maupun klinik.

Japfung Ahli Muda Penata Perizinan DPMPTSP Bontang, Sofyansyah, menjelaskan bahwa kondisi ini menyebabkan pelaku usaha tidak bisa mengajukan SLHS dan Dinas Kesehatan juga tidak dapat melakukan verifikasi.

“Menu SLHS belum muncul di sistem. Ini membuat pelaku usaha tidak bisa mengajukan permohonan, sementara verifikasi oleh Dinas Kesehatan juga tidak dapat dilakukan,” ujar Sofyansyah.

Ia menambahkan, pembaruan OSS-RBA dilakukan untuk menyesuaikan regulasi PP 28 Tahun 2025 dan PMK terbaru, sehingga sejumlah fitur belum aktif.

Sofyansyah menjelaskan, tindak lanjut saat ini DPMPTSP akan memperdalam alur dan prosedur SLHS, melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, serta melakukan benchmarking ke kota yang lebih siap seperti Samarinda dan Balikpapan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pencabutan SIP Tenaga Kesehatan Tertunda, DPMPTSP Belum Punya Akses Verifikasi

0
Saat Rapat DPMPTSP bersama tim Dinkes. (Syakurah)

BONTANG – Proses pencabutan Surat Izin Praktik (SIP) tenaga kesehatan di Kota Bontang belum dapat dilakukan, karena Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tidak memiliki akses verifikasi terhadap data tenaga kesehatan pada OSS-RBA.

Hal ini disampaikan Japfung Ahli Muda Penata Perizinan, Sofyansyah, dalam rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan. “Kami belum memiliki akses untuk memverifikasi SIP, STR, dan data tenaga kesehatan lainnya. Akibatnya, pencabutan izin tidak bisa dilakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, hambatan ini terjadi karena OSS-RBA masih dalam masa penyesuaian teknologi dan belum seluruh fitur integrasinya aktif.

Ditambahkan, tindak lanjut DPMPTSP dengan menyiapkan database tenaga kesehatan secara manual melalui Excel. Data tersebut akan diperbarui berkala dan disampaikan ke Dinas Kesehatan, untuk mempercepat proses verifikasi dan penyelesaian pencabutan SIP.

Adapun pengajuan ini berhubungan dengan Mal Pelayanan Publik Digital (MPPD) yang saat ini masih dilakukan pembenahan bertahap oleh pihak DPMPTSP Bontang. Hal ini dibahas oleh Tim dari Dinas Kesehatan bersama dengan DPMPTSP pada Senin (17/11/2025).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Fitur Perpanjangan Izin Toko Obat Tidak Muncul, Pelaku Usaha Terpaksa Menunggu

0
Japfung Ahli Muda Penata Perizinan, Sofyansyah. (Syakurah)

BONTANG – Pelaku usaha toko obat dan apotek di Bontang kesulitan memperpanjang izin karena menu pemenuhan persyaratan pada OSS-RBA belum muncul. Padahal pelaku usaha sudah memiliki NIB dan Sertifikat Standar.

Japfung Ahli Muda Penata Perizinan, Sofyansyah, mengatakan bahwa ketiadaan menu ini sudah menjadi keluhan beberapa pelaku usaha. “Menu pengisian syarat perpanjangan belum muncul. Akibatnya, proses tidak bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari fase transisi OSS-RBA setelah pembaruan yang mengikuti PP 28 Tahun 2025. Sejumlah fitur teknis masih menunggu harmonisasi dengan regulasi sektor kesehatan.

“Karena adanya penyesuaian aplikasi ini, beberapa fitur teknis belum sepenuhnya aktif atau ditampilkan pada sistem,” terangnya.

Untuk itu, DPMPTSP bersama Dinas Kesehatan akan memperkuat mekanisme pengawasan toko obat, serta mempelajari praktik terbaik dari kota lain yang sudah menerapkan sistem perizinan lebih stabil.

“Yang saat ini sistem paling stabil ada di Balikpapan, tentu kami juga lakukan konsultasi,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam