Beranda blog Halaman 446

Fitur Perpanjangan Izin Toko Obat Tidak Muncul, Pelaku Usaha Terpaksa Menunggu

0
Japfung Ahli Muda Penata Perizinan, Sofyansyah. (Syakurah)

BONTANG – Pelaku usaha toko obat dan apotek di Bontang kesulitan memperpanjang izin karena menu pemenuhan persyaratan pada OSS-RBA belum muncul. Padahal pelaku usaha sudah memiliki NIB dan Sertifikat Standar.

Japfung Ahli Muda Penata Perizinan, Sofyansyah, mengatakan bahwa ketiadaan menu ini sudah menjadi keluhan beberapa pelaku usaha. “Menu pengisian syarat perpanjangan belum muncul. Akibatnya, proses tidak bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari fase transisi OSS-RBA setelah pembaruan yang mengikuti PP 28 Tahun 2025. Sejumlah fitur teknis masih menunggu harmonisasi dengan regulasi sektor kesehatan.

“Karena adanya penyesuaian aplikasi ini, beberapa fitur teknis belum sepenuhnya aktif atau ditampilkan pada sistem,” terangnya.

Untuk itu, DPMPTSP bersama Dinas Kesehatan akan memperkuat mekanisme pengawasan toko obat, serta mempelajari praktik terbaik dari kota lain yang sudah menerapkan sistem perizinan lebih stabil.

“Yang saat ini sistem paling stabil ada di Balikpapan, tentu kami juga lakukan konsultasi,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Kenyamanan Saat Urus Perizinan, DPMPTSP Sediakan Ruang Bermain Anak

0
Ruang bermain di gedung pelayanan DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus berupaya meningkatkan kenyamanan masyarakat selama mengurus layanan perizinan. Salah satunya penyediaan playground atau area bermain anak di ruang pelayanan.

Keberadaan fasilitas ini bukan hanya menjadi penunjang suasana yang ramah keluarga, tetapi juga membantu kelancaran layanan. Anak yang merasa nyaman akan cenderung tidak rewel, sehingga orang tua dapat fokus mengurus keperluannya tanpa terganggu.

Kepala DPMPTSP, Aspiannur, mengungkapkan bahwa penyediaan playground bukan hanya inisiatif pelayanan, tetapi juga bagian dari standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Playground ini memang merupakan salah satu persyaratan yang wajib disediakan. Jadi bukan sekadar pelengkap, tapi bagian dari ketentuan pemerintah,” jelasnya, Selasa (18/11/2025).

DPMPTSP Kota Bontang terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk melalui pengembangan fasilitas dan sarana prasarana. Ia menegaskan bahwa area bermain tersebut memiliki dampak positif bagi warga yang datang sambil membawa anak.

“Ini memang sangat bermanfaat. Pasti sangat bermanfaatlah,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satpolairud Kutim Edukasi Nelayan, Upaya Preventif di Tengah Cuaca Buruk

0
Satpolairud Polres Kutim turun langsung memberikan edukasi keselamatan kepada nelayan. (Ist)

SANGATTA — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Timur (Kutim) turun langsung mengedukasi keselamatan para nelayan di sejumlah titik pesisir. Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif menghadapi kondisi cuaca yang belakangan sering berubah secara tiba-tiba.

Sosialisasi dilakukan di beberapa dermaga tradisional, termasuk Dermaga Kenyamukan, tempat para nelayan biasa memulai aktivitas melaut. Dalam kesempatan itu, personel Satpolairud memberikan pemahaman praktis mengenai standar keselamatan, seperti kewajiban mengenakan life jacket, memeriksa kondisi mesin kapal sebelum berangkat, serta pentingnya membawa alat komunikasi darurat selama berada di laut.

Petugas juga mengingatkan nelayan untuk lebih peka terhadap perubahan cuaca dan potensi gelombang tinggi yang kerap muncul tanpa tanda awal yang jelas.

Kasat Polairud Polres Kutai Timur, AKP Sudarwanto, menegaskan bahwa edukasi rutin ini penting untuk memastikan keselamatan nelayan selama beroperasi.

“Kami turun langsung untuk memastikan para nelayan memahami standar keselamatan sebelum berlayar. Kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal di perairan. Karena itu, kami tekankan agar nelayan selalu membawa perlengkapan keselamatan dan memperhatikan kondisi kapal serta cuaca,” ujarnya.

Selain memberikan imbauan, personel Satpolairud turut melakukan pemeriksaan ringan terhadap kapal-kapal nelayan untuk memastikan kelayakan berlayar.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai edukasi berkelanjutan sangat efektif untuk menekan angka kecelakaan laut.

“Kami berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat, khususnya nelayan yang setiap hari bergantung pada aktivitas di perairan. Sosialisasi seperti ini sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Kami berharap para nelayan dapat menerapkan standar keselamatan secara disiplin,” tegasnya.

Satpolairud Polres Kutim memastikan kegiatan edukasi keselamatan akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah pesisir sebagai upaya membangun budaya keselamatan yang kuat di lingkungan nelayan Kutai Timur.

Penulis: Ramlah

Ini Klinik yang Tersedia di Lantai III Gedung Bengkirai RSUD Bontang

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Lantai III di Gedung Bengkirai RSUD Taman Husada Bontang terdapat beberapa instalasi rawat jalan atau klinik.

Mulai dari klinik bedah onkologi, klinik bedah umum, klinik fetomaternal, klinik gigi anak, gigi ortodonti, klinik gigi umum, klinik konservasi gigi, klinik kulit dan kelamin, dan klinik mata.

Adapun dengan klinik obgyn dan PKBRS, klinik ortopedi, klinik THT, klinik umum atau Medical Check Up (MCU), Laboratorium Patologi Anatomi, Ruang Tindakan Rawat Jalan, hingga Pojok Laktasi.

“Iya hampir semua klinik kami pindahkan ke gedung B atau Bengkirai, jadi bisa dikatakan pusat kliniknya di gedung baru,” ucap Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara, Selasa (18/11/2025).

Sementara untuk di Gedung Angsana atau gedung lama, terdapat klinik anastesi di bagian lantai II, dan untuk di bagian luar gedung terdapat klinik Jiwa atau Psikiater, serta klinik Paru.

“Pemindahan klinik ini sudah kami lakukan beberapa bulan lalu, yang dimana instalasi rawat jalan kami pusatkan ke gedung Bengkirai,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

12 Instalasi Rawat Jalan di RSUD Bontang Pindah ke Gedung Bingkirai Lantai II

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Instalasi rawat jalan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang, hampir seluruhnya berpusat di Gedung B atau Bengkirai. Hal ini disampaikan langsung oleh Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara.

Pihaknya mengatakan, untuk klinik yang ada di RSUD hampir secara menyeluruh dipindahkan ke Gedung Bengkirai, sejak beberapa bulan lalu.

“Iya, jadi ada beberapa klinik yang telah pindah ke Gedung B atau Bengkirai, dan sepertinya hampir semua klinik kami pindahkan di gedung tersebut,” ucapnya, Selasa (18/11/2025).

Seperti di Gedung Bengkirai, untuk lantai dasar gedung pastinya telah diisi dengan lahan parkir sepeda motor, atau mobil, baru di lantai I gedung terdapat dengan klinik CVT. Lanjut di lantai II ada klinik Geriatri, klinik Gizi, klinik Jantung, klinik Hemato Onkologi Medik.

Selanjutnya ada klinik Neurorestorasi, klinik penyakit dalam, klinik saraf, klinik rehabilitasi medik, serta Laboratorium Patologi Klinik (PK) Rawat Jalan, klinik anak, dan klinik bedah mulut. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Beragam Tarif Medical Check Up di RSUD Taman Husada, Mulai Diamond Hingga Gold

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Ada beragam tarif harga Medical Check Up (MCU) yang tersedia di RSUD Taman Husada Bontang, mulai dari Diamond, Ruby, Safir, Emerald, hingga Gold.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa, untuk paket Diamond mulai dari Rp 2,330 juta, Ruby Rp 1,790 juta, Safir Rp 1,164 juta, Emerald Rp 732 ribu, dan Gold Rp 537 ribu.

“Iya disini untuk MCU sudah per paket ya, jadi setiap paketnya dengan harga yang berbeda-beda,” ucapnya, Selasa (18/11/2025).

Terlebih lagi, untuk dokter di bagian MCU di RSUD Taman Husada Bontang berbeda dengan jadwal pelayanannya, seperti dr. Freedy Yulyawan di Senin dan Rabu, pukul 08.00-13.00 Wita.

Sedangkan untuk dr. Ni Luh Putu Mahyuni di Selasa – Kamis, mulai pukul 08.00-13.00 Wita, atau di Jumat mulai pukul 08.00-11.00 Wita.

“Jadi jadwal dokter bisa berubah, bila dokter tersebut berhalangan hadir,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

4 Poliklinik di RSUD Taman Husada Tutup Sementara

0
Kabag Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang telah merilis pengumuman pelayanan poliklinik di Rumah Sakit (RS) tutup untuk sementara waktu.

Kepala Bagian Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman mengatakan, untuk beberapa hari ke depan, ada pelayanan klinik yang ditutup sementara waktu, seperti klinik paru, klinik fetomaternal, klinik bedah onkologi, serta klinik konservasi gigi.

“Iya, keempat klinik tersebut tutup untuk sementara waktu, dan akan dibuka kembali di minggu depan. Biasanya kalau ada pelayananya yang tutup, dokternya sedang mengambil cuti,” ucapnya, Selasa (18/11/2025).

Diketahui untuk Klinik Paru, mulai ditutup Rabu (19/11/2025) sampai Jumat (21/11/2025), dan akan dibuka kembali, tepat di Senin (24/11/2025) mendatang.

Klinik Fetomaternal tutup mulai 19-28 November 2025, dan buka kembali pelayanan tersebut di Selasa (2/12/2025). Klinik Bedah Onkologi, tutup dimulai Kamis (20/11/2025) akan buka kembali di Selasa (24/11/2025).

“Kalau Klinik Konservasi tutupnya mulai sejak Kamis sampai Senin di 20-24 November 2025. Bukanya di Selasa 25 November 2025,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Polsek KP Samarinda Tangkap Murjani, Sita 22 Paket Sabu Siap Edar dan Buru Pemasok YY

0
Konferensi pers dari Polsek Pelabuhan Kota Samarinda pada Selasa (18/11). (Ist)

SAMARINDA – Tim Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda menangkap seorang pria bernama Murjani Nur alias Naning (40), warga Kutai Kartanegara, terkait kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis sabu. Murjani diciduk di Jalan Sultan Alimudin, Selili, Samarinda Ilir, pada Senin (3/11), tak lama setelah membeli barang haram tersebut.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 22 paket sabu siap edar. Kapolsek KP Samarinda, AKP Yusuf, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah Murjani melakukan transaksi narkoba di Jalan Pesut—kawasan yang ironisnya dikenal sebagai Kampung Anti Narkoba.

“Kami amankan tersangka ini setelah membeli sabu di Jalan Pesut, yang kemudian hendak dijual kembali supaya mendapatkan keuntungan,” ujar AKP Yusuf saat rilis pers, Selasa (18/11).

Menurut hasil penyidikan, Murjani membeli keseluruhan paket itu seharga Rp3 juta. Setiap paket rencananya dijual Rp150 ribu, dengan keuntungan Rp100 ribu per paket yang diberikan oleh seseorang berinisial YY, yang memerintahkannya membeli sabu tersebut.

“Perannya dia, dari pengakuannya hanya disuruh saja. Tapi nantinya, per poket pelaku mendapatkan keuntungan Rp100 ribu dari YY,” jelas Yusuf.

Selain 22 paket sabu, polisi turut menyita uang tunai Rp100 ribu serta satu unit kendaraan yang digunakan tersangka. Pemasok berinisial YY kini ditetapkan sebagai buron.

“Kami sudah mengeluarkan surat DPO untuk YY. Mudah-mudahan bisa segera diamankan,” pungkas AKP Yusuf. (MK)

Editor: Agus S

Pendapatan Daerah Kaltim 2026 Disebut Rp20,45 Triliun, Bappeda Jelaskan Perbedaan Angka dan Posisi Silpa

0
Ilustrasi (Gemini-AI)

SAMARINDA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur, Yusliando, memberikan penjelasan mengenai perbedaan angka pendapatan daerah yang muncul dalam pembahasan APBD 2026. Perbedaan tersebut sebelumnya menimbulkan pertanyaan apakah angka itu sudah termasuk sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) atau tidak.

Yusliando menegaskan bahwa pendapatan daerah sebesar Rp20,45 triliun merupakan pendapatan murni tanpa memasukkan Silpa. “Itu pendapatan. Belum dengan Silpa. Silpanya kan 900 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum terjadi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, total penerimaan daerah yang disepakati dalam KUA-PPAS mencapai Rp21,35 triliun. Namun setelah adanya pemotongan TKD lebih dari Rp6 triliun, penerimaan daerah otomatis turun menjadi sekitar Rp15,1 triliun.

Jika ditambah dengan perkiraan Silpa yang saat ini diproyeksikan sebesar Rp900 miliar, maka total penerimaan daerah dapat mendekati Rp16 triliun. Meski demikian, angka Silpa tersebut masih bersifat estimasi dan belum final.

“Itu kan baru perkiraan. Angka pastinya nanti diketahui setelah audit BPK, biasanya tahun depan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Silpa biasanya muncul dari efisiensi belanja pemerintah daerah. “Belanja kan masa tidak ada efisiensi? Pasti ada. Kita perkirakan segitulah.”

Menurut Bappeda, penyesuaian angka pendapatan dan Silpa masih berlangsung hingga hasil audit resmi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dirilis. Dengan demikian, perubahan postur pendapatan dalam APBD 2026 masih dapat bergerak sesuai hasil pemeriksaan keuangan tahun berjalan. (MK)

Editor: Agus S

Operasi Zebra Mahakam di Hari Kedua, 110 Kendaraan Terjaring Pelanggaran

0
Operasi Zebra Mahakam hari ke 2 Polresta Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi Zebra Mahakam 2025 yang dilaksanakan Polresta Samarinda mencatat hasil signifikan pada hari kedua. Total 110 kendaraan terjaring selama dua hari pelaksanaan operasi, mayoritas karena melawan arus dan tidak menggunakan helm.

Kanit Turwali Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, menyampaikan bahwa delapan jenis pelanggaran menjadi fokus utama penindakan dalam operasi tahun ini. Ia menyebut jumlah pelanggar masih cukup tinggi meski sosialisasi sudah dilakukan.

“Pada hari kedua ini, totalnya yang terjaring 110 kendaraan selama dua hari pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025,” jelas Iptu Ismail Marzuki.

Ia menguraikan, dua titik yang paling banyak ditemukan pelanggaran adalah Jalan Gatot Subroto dan Jalan Perniagaan. Di lokasi tersebut, petugas mendapati banyak pengendara yang tidak memakai helm hingga nekat melawan arus lalu lintas, baik kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

“Rata-rata yang di Jalan Gatot Subroto dan di Jalan Perniagaan itu yang tidak menggunakan helm dan melawan arus, baik R2 maupun R4,” ujarnya.

Pada hari kedua saja, lebih dari 60 sanksi tilang dikeluarkan petugas. Mayoritas dikenakan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm dan pengendara yang memaksa melawan arus demi jalan pintas.

Iptu Ismail Marzuki mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan berkendara demi keselamatan bersama. Menurutnya, kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci menekan angka kecelakaan.

“Kami himbau kepada pengguna jalan, tertiblah diri sendiri agar kita terhindar dari hal-hal atau musibah. Mudah-mudahan ke depannya budaya tertib dan taat bisa meningkat,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S