Beranda blog Halaman 447

Silaturahmi dengan Ketua RT di Berbas Pantai dan Tanjung Laut, Ini yang Disampaikan Wali Kota

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menggelar silaturahmi bersama perangkat RT Kelurahan Berbas Pantai dan Kelurahan Tanjung Laut. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menggelar silaturahmi bersama perangkat RT Kelurahan Berbas Pantai dan Kelurahan Tanjung Laut di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Sebanyak 24 RT dari Kelurahan Berbas Pantai dan 28 pengurus RT Kelurahan Tanjung Laut turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan komitmennya dalam penanganan banjir yaitu pembangunan folder di wilayah Tanjung Laut. Pembangunan folder ini ditujukan sebagai upaya penanggulangan banjir sekaligus pengembangan potensi wisata kota.

“Kita ingin Bontang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Ini cita-cita bersama yang harus dimulai dari lingkungan RT,” ujar Neni.

Wali kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus RT beserta perangkatnya, atas dedikasi dalam menjaga lingkungan dan pelayanan warga. Ia menekankan pentingnya transformasi sosial di tengah masyarakat, salah satunya melalui penggalakan Program Tengok Tetangga untuk meningkatkan kepedulian sosial, kesehatan mental, serta kewaspadaan terhadap narkoba, HIV, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

Selain itu, setiap RT diminta mengontrol pengelolaan bank sampah agar residu dapat ditekan hingga 5 persen. Program ini sejalan dengan target Pemerintah Kota Bontang menjadikan kota sebagai salah satu kota terbersih, yang diawali dengan gerakan bersama dari tingkat RT.

“Ini tidak mudah, tapi harus kita lakukan bersama. Setiap RT harus aktif mengelola bank sampahnya, menjaga kebersihan, dan lingkungan,” tegasnya.

Neni juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan RT, termasuk bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga Rp50 juta serta seribu lima ratus lebih sambungan gas. Seluruh RT diminta mendata kondisi pos kamling, bank sampah, RTLH, serta program-program yang belum tuntas agar segera diselesaikan.

Menjelang pelaksanaan Musrenbang, wali kota juga mengingatkan pentingnya rembug RT sebagai dasar perencanaan pembangunan yang partisipatif.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Di Tengah Tekanan Fiskal, Neni Fokus Pemerataan Ekonomi

0
Wali Kota Neni saat memimpin silaturahmi pemkot dengan kelurahan. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Neni menekankan, salah satu fokusnya tahun ini yakni pemerataan ekonomi, di tengah tekanan fiskal yang disebabkan oleh berkurangnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang mengalami penurunan.

Hal itu ia sampaikan pada acara silaturahmi Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kelurahan Satimpo dan Kelurahan Gunung Telihan bersama Pemerintah Kota Bontang,Minggu (04/01/2026) malam di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

“APBD kita turun, tapi saya tidak mau indeks gini kita rendah. Saya mau memperkecil gap (kesenjangan) antara si kaya dan si miskin, tegasnya.

Hal ini dibuktikan dengan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan para pengurus RT melalui gaji yang diberikan.

Lebih lanjut pihaknya meminta para Ketua RT untuk serius dalam membantu Kota Bontang mencapai visi dan misnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bontang Raih Penghargaan Arindama Bidang Pembangunan Sosial di HUT Pemprov Kaltim ke-69

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (kiri) saat menerima penghargaan Arindama Bidang Pembangunan Sosial. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berhasil meraih penghargaan Arindama di Bidang Pembangunan Sosial, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ke-69.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Jumat (9/1/2026), oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” ucapnya.

Terlebih lagi, penghargaan yang diberikan kepada daerah dinilai berhasil menghadirkan kebijakan dan program yang berdampak nyata, terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, yang dimana Bontang dinilai mampu menjaga keberlanjutan pembangunan sosial seiring dengan pertumbuhan daerah.

Sejalan dengan tema HUT Kaltim ke-69, yakni “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, Pemkot Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.

Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Kota Bontang sebagai salah satu daerah yang konsisten, mendukung arah pembangunan Provinsi Kaltim, menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan mampu berdaya saing.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Seragam hingga Sepatu Gratis Didistribusikan, Validitas Dapodik Disorot

0
Sejumlah siswa menunjukkan paket bantuan pendidikan yang telah diterima di sekolah. (Ramlah/Radarbontang)

SANGATTA – Bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, buku, hingga alat tulis mulai disalurkan kepada siswa TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, di Kutai Timur (Kutim).

Program ini digadang-gadang sebagai upaya meringankan beban orang tua, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan. Namun di balik distribusi bantuan tersebut, validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) justru menjadi faktor penentu siapa yang berhak menerima.

Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data siswa yang tercatat di Dapodik. Artinya, kelengkapan dan ketepatan input data oleh sekolah menjadi kunci utama.

“Jumlah penerima mengacu pada data Dapodik. Kalau masih ada siswa yang belum menerima bantuan, kemungkinan besar karena datanya belum diinput oleh operator sekolah,” ujar Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (9/1/2026).

Ia mengingatkan para operator sekolah agar tidak menganggap enteng persoalan administrasi. Menurutnya, kelalaian dalam memperbarui data berimplikasi langsung pada hak siswa.

“Kami minta operator sekolah rutin mengecek dan memperbarui data. Kasihan anak-anak jika namanya tidak masuk daftar hanya karena persoalan input data,” tegasnya.

Di lapangan, program bantuan ini memang disambut positif, namun belum sepenuhnya tanpa masalah. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan ketidaksesuaian ukuran seragam dan sepatu yang diterima anak mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan distribusi tidak hanya berhenti pada data penerima, tetapi juga pada ketepatan pemetaan kebutuhan siswa.

Menanggapi hal tersebut, Mulyono menyebut evaluasi akan terus dilakukan agar ke depan penyaluran bantuan lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan penerima.

“Masukan dari orang tua menjadi catatan penting bagi kami. Program ini akan terus dievaluasi supaya kualitas distribusinya semakin baik,” sebutnya.

Meski demikian, apresiasi tetap mengalir dari masyarakat.

Nur Aslina, salah seorang orang tua siswa penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Sebagai orang tua, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak kami. Bantuan ini sangat lengkap dan benar-benar meringankan beban orang tua, sekaligus memberi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar,” ujar Lina kepada Media Kaltim.

Ia berharap program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga semakin tepat sasaran. “Kami merasakan langsung manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan sekolah sehari-hari. Semoga ke depan pendataannya makin rapi, sehingga tidak ada anak yang tertinggal,” tambahnya.

Melalui program bantuan perlengkapan sekolah ini, Disdik Kutim berharap tidak ada lagi siswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan sarana, sekaligus menegaskan bahwa ketepatan data menjadi kunci keberhasilan program bantuan pendidikan daerah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kabur dari Penjara, 4 Tahanan Jadi Buron Polres Kutim

0
Polisi sebar gambar wajah para tahanan yang kabur dari sel tahanan Polsek Sangkulirang. (Ist)

SANGATTA– Empat tahanan Mapolsek Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) melarikan diri dari ruang tahanan, Kamis (8/1/2026). Para tahanan ini melarikan diri di waktu subuh sekira pukul 04.30 wita dan kini menjadi perhatian serius jajaran Polres Kutai Timur.

Menindaklanjuti kejadian itu, Polres Kutim langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran. Sebanyak 40 personel dikerahkan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, guna memburu para tahanan yang kabur.

Pelarian tersebut dibenarkan oleh Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko. Ia menyebutkan, hingga saat ini kepolisian masih fokus melakukan pencarian intensif terhadap para tahanan.

“Benar, pada Kamis pagi sekitar pukul 04.30 Wita telah terjadi pelarian empat orang tahanan dari ruang tahanan Polsek Sangkulirang,” ujar Wahyu, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, keempat tahanan tersebut terjerat perkara pidana yang berbeda. Dua orang merupakan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat), satu orang kasus narkotika, dan satu orang lainnya tersangkut perkara pencabulan.

Selain pengejaran, Polres Kutim juga melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar serta pihak terkait lainnya untuk mempersempit ruang gerak para pelarian. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan mengoptimalkan informasi di lapangan.

“Polres Kutai Timur telah menurunkan tim dan melakukan upaya pencarian secara intens, termasuk berkoordinasi dengan jajaran terkait,” tegas Wahyu.

Di sisi lain, kepolisian memastikan akan melakukan evaluasi internal menyeluruh terkait insiden tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap pelarian, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem pengamanan ruang tahanan.

“Jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya kelalaian, maka akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Polres Kutim menegaskan komitmennya untuk segera menangkap kembali para tahanan yang melarikan diri serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kutai Timur tetap kondusif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Lakukan Pencarian Kapal Nelayan yang Diduga Hilang

0

BPBD Kota Bontang bergerak cepat melakukan operasi pencarian terhadap sebuah kapal nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Bontang. Tim gabungan dikerahkan menyisir lokasi terakhir kapal diketahui, di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup menantang.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb9jan2026/mobile/

Radar Bontang — Aktual & Terpercaya!

Raib di Parkiran RSUD Taman Husada, Polisi Selidiki Motor Mahasiswa PKL Asal Kutim

0

BONTANG – Seorang mahasiswa PKL di RSUD Taman Husada Bontang, Nur kehilangan sepeda motor miliknya yang raib saat diparkir semalaman. Honda Beat bernomor polisi KT 2682 RDD itu diketahui hilang, Kamis pagi (8/1/2026), usai ia menyelesaikan dinas malam dan hendak pulang.

Kasus kehilangan kendaraan itu dibenarkan oleh Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah. Ia mengatakan laporan korban sudah diterima dan kini tengah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Ia menjelaskan, Nur merupakan mahasiswa asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berdasarkan keterangan, hilangnya motor tersebut berada di parkiran, “Lokasi kejadian di parkiran. Kejadiannya pada Rabu malam,” ujarnya.

Sebelum melapor ke polisi, korban sempat menyampaikan kejadian itu kepada petugas keamanan rumah sakit. Namun saat dilakukan pengecekan rekaman CCTV, kamera pengawas diketahui tidak aktif pada rentang waktu pukul 23.00 hingga 23.30 Wita akibat padamnya aliran listrik di area tersebut.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku dan mengumpulkan alat bukti pendukung.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SPPG 06 Bontang Selatan Diresmikan, Neni: MBG Investasi Jangka Panjang Pembangunan SDM

0
Wali Kota Neni saat meresmikan SPPG 06 Bontang Selatan. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) 06 yang berlokasi di Kecamatan Bontang Selatan, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/1/2026).

SPPG 06 Bontang Selatan dikelola oleh Yayasan Mitra Sanbitra Boga Raya sebagai mitra pelaksana. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, ditandai dengan prosesi pengguntingan pita.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa Program MBG melalui dapur SPPG merupakan wujud nyata komitmen negara dalam membangun bangsa melalui pemenuhan gizi anak sejak dini, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia.

“Anak yang sehat dan cukup gizi adalah fondasi utama terciptanya generasi masa depan yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bontang memandang MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan makan. Program ini berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak, mencegah stunting, serta menekan risiko gangguan kesehatan.

Menurutnya, manfaat MBG juga dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk keluarga, lansia, dan kelompok rentan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

Lebih lanjut, Neni menyebut Dapur MBG SPPG 06 Bontang Selatan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pola makan sehat, bersih, dan bergizi seimbang sejak usia dini.

“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah porsi, tetapi kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan mulai dari dapur, peralatan, bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan. Penyusunan menu juga wajib mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan komposisi karbohidrat, protein, sayur, buah, serta variasi menu yang memadai.

Pemerintah Kota Bontang, lanjut Neni, berkomitmen mendukung keberlanjutan program MBG agar berjalan berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dapur-dapur SPPG diharapkan menjadi contoh penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola dapur, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mengapung 2 Hari Pakai Gabus, ABK Kapal yang Hanyut Ditemukan di Sekitaran Pelabuhan Indominco

0
ABK Kapal yang sempat hilang, kini berhasil ditemukan. (Ist)

BONTANG – Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat hilang akibat kapal yang hanyut, telah ditemukan di sekitaran Pelabuhan PT Indominco, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 01.05 Wita dini hari. Korban ditemukan setelah mengapung selama dua hari menggunakan gabus dari coolbox (kotak pendingin).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ismail mengatakan, bahwa awal mula korban bernama Suwardi (26) telah ditemukan dari adanya laporan tim pelabuhan ISPS Indominco.

Korban ditemukan oleh Kapal Besar Madu Pisel, yang kemudian tim langsung laporkan hal tersebut ke kepala pelabuhan PT Indominco, sehingga tim langsung melakukan evakuasi.

“Saat korban ditemukan, korban mengapung menggunakan gabus dari kotak pendingin. Korban pun langsung dievakuasi, dan dilarikan ke klinik Indominco untuk mendapatkan bantuan medis dan perawatan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah mendapatkan penanganan secara medis dengan kondisi yang cukup membaik, Suwardi langsung dibawa ke kantor KSOP untuk menunggu jemputan dari pihak keluarga.

Sebelumnya, Rabu (7/1/2025) kemarin, pihak BPBD Bontang telah menerima laporan terkait kapal nelayan yang hilang di perairan Bontang, akibat cuaca yang buruk.

Berdasarkan dari keterangan pemilik kapal sekaligus pemilik bagang, Aba (43), ABK kapal sempat menghubungi Aba untuk melaporkan kondisi darurat.

Saat itu kapal yang terikat di bagang, mulai terlepas setelah tali pengikat putus akibat hujan lebat yang disertai badai. Sehingga kapal mengalami kerusakan mesin.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Simpan Sabu di Kotak Jam, Warga Tanjung Laut Indah Dibekuk Polisi

0
Tersangka beserta barang bukti sabu seberat 6,13 gram berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Salah satu warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, berinisial Ha (28) diamankan Satresnarkoba Polres Bontang, lantaran memiliki sabu seberat 6,13 gram yang disimpan di dalam tas miliknya.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto mengatakan, bahwa petugas mengamankan Ha, di Rabu (7/1/2026) kemarin, sekitar pukul 16.20 Wita, di Jalan Kakap Putih 2, Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Sebelumnya, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat apabila adanya aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut, maka petugas langsung turun untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan Ha saat di pinggir jalan.

“Kami lakukan penggeledahan, dimana dalam sebuah tas tersebut berisikan 18 poket sabu siap edar,” ucapnya, Jumat (9/1/2026).

Tidak berhenti sampai di situ, saat tiba di rumah Ha petugas pun juga menggeledah kamar milik Ha. Petugas menemukan kembali, satu poket sabu yang tersimpan di dalam kotak jam miliknya.

“Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengakui kalau barang tersebut adalah miliknya,” tambahnya.

Sehingga barang bukti yang berhasil diamankan petugas meliputi 19 poket sabu seberat 6,13 gram, satu tas berwarna hitam, satu kotak jam berwarna merah putih, serta satu unit handphone merek Oppo.

“Tersangka beserta dengan barang bukti langsung kami bawa ke Mako Polres Bontang, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam