Beranda blog Halaman 449

Zudan Arif Tinjau Rusun ASN di IKN, Fasilitas Setara Apartemen Modern

0
Tinggal nempati. Rusun ASN di IKN full fasilitas. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh meninjau langsung rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan pada Senin (17/11/2025), Zudan bahkan memperlihatkan bagian dalam unit hunian yang disebutnya setara apartemen modern melalui rekaman video yang dirilis di akun resmi @bkngoidofficial.

Zudan hadir bersama Kepala Biro SDM dan Humas Otorita IKN, Zamroni. Ia menunjukkan secara rinci fasilitas hunian ASN yang dipersiapkan untuk pegawai yang nantinya bertugas di IKN. Menurutnya, satu unit memiliki luas 98 meter persegi dengan kelengkapan yang memadai.

“Satu unit luasnya 98 meter. Ada TV besar, AC, kamar tamu, ruang rapat, tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dan dapur. Ini untuk para bujangan, yang tidak membawa keluarga,” ujar Zudan.

Ia kemudian memperlihatkan kondisi ruang tidur dengan fasilitas tempat tidur, lemari pakaian, dan meja kerja. Dua kamar mandi disiapkan, masing-masing untuk kamar utama dan area luar. Dapur juga telah dilengkapi perabot modern termasuk lemari pendingin. Zudan bahkan mencoba meminum air langsung dari keran wastafel. “Langsung bisa diminum airnya,” katanya.

Selain fasilitas pribadi, ruang cuci pakaian dan area jemur turut disediakan. Ia menyebut hunian ini didesain agar ASN dapat bekerja dengan nyaman dan efisien. “Tempatnya sudah siap. Saya sudah merasakan enaknya kerja di sini, ke kantor dekat hanya lima menit, bus disiapkan, dan udaranya segar sekali,” ucapnya.

Untuk ASN yang sudah berkeluarga, Zamroni menyampaikan bahwa pembangunan tower khusus keluarga muda akan dimulai tahun depan. Setiap unit direncanakan memiliki luas 45 meter persegi.

Secara keseluruhan, terdapat 47 tower rusun ASN yang telah rampung dibangun di IKN. Setiap tower terdiri dari sepuluh lantai dan tiap lantai berisi enam unit berukuran 98 meter persegi yang diperuntukkan bagi ASN lajang. Seluruh unit telah disiapkan lengkap dan siap ditempati.

Selain meninjau fasilitas, Zudan bersama sejumlah pejabat BKN pusat juga menggelar rapat di salah satu unit rusun sebagai bagian dari rangkaian kunjungan. (MK)

Editor: Agus S

Aliansi Pemuda Tuntut Pemberhentian Hakim MK Asrul Sani Terkait Dugaan Ijazah Palsu

0
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemerhati Bangsa berdemo di depan MK menuntut Asrul Sani mundur terkait dugaan ijazah palsu. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemerhati Bangsa menggelar aksi protes di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (17/11/2025), menuntut pemberhentian Hakim Konstitusi Asrul Sani setelah mencuatnya dugaan penggunaan ijazah palsu dari Collegium Humanum Warsaw Management University, Polandia. Aksi tersebut dipicu penyelidikan otoritas Polandia terkait gelar doktor (Ph.D.) yang diklaim diperoleh Asrul pada 2023.

Ketua aliansi, Desto, menilai penyelidikan yang dilakukan aparat di negara asal kampus merupakan indikasi serius yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, keabsahan ijazah seorang hakim konstitusi berkaitan langsung dengan integritas lembaga yang menjaga konstitusi.

“Fakta bahwa lembaga penegak hukum di negara asal pemberi gelar melakukan penyelidikan adalah indikasi yang sangat serius dan tidak dapat dianggap remeh,” ujar Desto.

Ia menegaskan bahwa dugaan pemalsuan ijazah menyentuh tiga ranah sekaligus: etik, konstitusional, dan pidana. Karena itu, penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi internal, tetapi harus melibatkan lembaga berwenang untuk memastikan proses yang objektif dan transparan.

“Sebagai garda terdepan pengawal konstitusi dan demokrasi, kami menilai bahwa kasus ini menyentuh pelanggaran konstitusional, pidana, dan etik yang berpotensi merusak fondasi lembaga peradilan,” katanya.

Aliansi juga menyoroti potensi pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 terkait gratifikasi jabatan. Menurut mereka, penggunaan ijazah tidak sah untuk memperoleh posisi publik dapat dikategorikan sebagai bentuk pemberian ilegal yang menyerupai praktik suap sebagaimana dimaksud Pasal 12B.

Dalam aksinya, aliansi mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, mendesak Asrul Sani mengundurkan diri dari jabatan Hakim Konstitusi demi menjaga kehormatan lembaga dan menghindari konflik kepentingan selama proses penyelidikan berlangsung. Kedua, meminta Dewan Etik MK melakukan verifikasi independen atas ijazah yang bersangkutan serta menjatuhkan sanksi maksimal bila ditemukan pelanggaran.

Aliansi juga meminta MK melaporkan temuan yang berkaitan dengan unsur pidana kepada Polri agar dugaan pemalsuan dokumen dapat diselidiki secara hukum. Selain itu, Presiden dan DPR didorong untuk mempertimbangkan mekanisme impeachment apabila terbukti terjadi pelanggaran sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.

Desto menyebut langkah tegas diperlukan untuk menjaga kredibilitas lembaga peradilan konstitusi. Ia menilai penanganan cepat dan terbuka justru akan memperkuat kewibawaan MK di mata publik.

“Kami percaya bahwa Mahkamah Konstitusi adalah rumah bagi konstitusi dan keadilan. Jangan biarkan rumah itu runtuh karena satu batu bata yang rapuh,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada hakim yang boleh dikecualikan dari standar integritas, dan MK memiliki tanggung jawab moral memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.

“Tindakan tegas dan transparan dari MK dalam menangani kasus ini justru akan mengukuhkan kewibawaan dan kepercayaan publik,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Asrul Sani Paparkan Kronologi Lengkap Studi Doktoralnya di Polandia

0
Hakim Mahkamah Konstitusi, Asrul Sani. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Hakim Konstitusi Asrul Sani memberikan penjelasan terbuka mengenai perjalanan studi doktoralnya sebagai respons atas laporan publik yang menyoroti keabsahan ijazah dari Collegium Humanum Warsaw Management University, Polandia. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/11/2025), untuk memberi kejelasan tentang proses pendidikan yang ditempuhnya sejak lebih dari satu dekade lalu.

Asrul menjelaskan bahwa perjalanan akademiknya dimulai pada 2011 ketika terdaftar dalam program Professional Doctorate bidang Justice Policy and Welfare di Glasgow Caledonian University, Skotlandia. Program tersebut menggunakan sistem blok dan metode pembelajaran off campus yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran secara fleksibel.

Seluruh perkuliahan dan penugasan selesai pada 2012, dan ia mendapatkan transkrip akademik dengan total 180 kredit sebagai syarat penyelesaian tahap awal sebelum memasuki fase penelitian. Namun, perkembangan karier politiknya setelah ikut pencalonan legislatif dan keterlibatan intens dalam panitia legislasi membuat penyusunan disertasi berjalan tidak optimal. Ia mengambil cuti tiga tahun dan akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari program pada 2017. Meskipun demikian, pihak universitas tetap memberikan gelar magister karena Asrul telah memenuhi beban kredit akademik yang dipersyaratkan.

Pasca Pemilu 2019, Asrul kembali mencari program doktoral lanjutan dan memilih Collegium Humanum di Polandia. Ia menggunakan skema transfer doktoral agar capaian akademiknya selama belajar di Glasgow tetap diakui. Dengan sistem tersebut, ia tidak diwajibkan mengikuti kembali perkuliahan formal, termasuk yang diselenggarakan secara daring.

Asrul mulai mengerjakan disertasinya pada 2021 dengan fokus penelitian terkait kebijakan hukum penanggulangan terorisme setelah peristiwa Bom Bali. Kajian tersebut disusun melalui pendekatan normatif serta wawancara dengan sejumlah pejabat di institusi keamanan nasional.

Ia menjelaskan bahwa ujian doktoral berlangsung secara daring pada masa pandemi, sementara prosesi wisuda diselenggarakan di Warsawa pada Maret 2023. Pada momen tersebut, ijazah resmi diberikan langsung oleh pihak universitas. Asrul juga menunjukkan foto bersama Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Anita Lidya Luhulima, sebagai bagian dari dokumentasi kehadirannya dalam acara wisuda tersebut.

Disertasinya kemudian diterbitkan ulang oleh Penerbit Buku Kompas dengan judul adaptasi untuk pembaca Indonesia. Seluruh dokumen akademik, termasuk transkrip, surat keterangan, dan bukti kelulusan, telah diserahkan kepada Majelis Kehormatan MK saat proses klarifikasi berlangsung.

“Itulah cerita tentang perjalanan doktoral saya, untuk mengklarifikasi soal ijazah palsu, ijazah abal-abal,” ujarnya. Ia menegaskan tidak akan mengambil langkah hukum balik terhadap pelapor dan memilih menyikapi dinamika tersebut sebagai konsekuensi dari posisi pejabat publik. “Kita harus menyikapinya dengan dingin, tidak emosional. Jadi saya juga tidak akan melapor balik,” katanya. (MK)

Editor: Agus S

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Kursi Warung di Samarinda

0
Penemuan mayat disebuah warung di jalan Belatuk Kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Warga Jalan Belatuk, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria yang tergeletak di kursi bagian luar sebuah warung pada Senin sore (17/11). Korban yang belum diketahui identitasnya ditemukan sudah tak bernyawa sekitar pukul 15.00 Wita oleh pemilik warung.

Pemilik warung, Eko, mengatakan pria tersebut sudah terlihat berada di kursi sejak ia membuka warung sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu korban duduk diam tanpa memesan makanan atau minuman, hanya mengisi daya ponsel di salah satu colokan.

“Saya buka jam 10.00 Wita, dia sudah duduk di luar. Sampai jam 12.00 siang masih terbaring begitu. Saya panggil tidak menjawab, saya kira tidur,” ujar Eko.

Namun keadaan mulai mencurigakan ketika Eko kembali memeriksa pria itu menjelang pukul 15.00 Wita. Ia mencoba membangunkan korban, namun tidak ada respons. Eko melihat adanya serangga dan lalat yang bergerombol di sekitar mulut korban.

“Saya panggil sambil tarik bajunya, tidak gerak. Di mulutnya sudah ada serangga dan lalat-lalat itu,” ungkapnya.

Eko kemudian memegang tangan dan kaki korban untuk memastikan kondisinya. Saat mengecek nadi, ia mendapati pergelangan tangan pria tersebut dalam keadaan dingin. Setelah tubuh korban dibalikkan, Eko memastikan bahwa pria itu sudah meninggal.

Pihak Polsek Sungai Pinang segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD AW Syahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian.

Hingga kini, identitas serta penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian. (MK)

Editor: Agus S

Operasi Zebra Mahakam Dimulai, Puluhan Pelanggar Ditindak Hari Pertama

0
Personel Lantas Polresta Samarinda melakukan penilangan terhadap pengendara yang melanggar lalu lintas. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Polresta Samarinda resmi memulai Operasi Zebra Mahakam 2025 yang digelar serentak di seluruh daerah. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (17/11), Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda menindak puluhan pengendara yang terbukti melanggar aturan lalu lintas.

Kasubnit Turwali Polresta Samarinda, Ipda Tafyudi Anugrah, mengatakan penindakan dilakukan dalam dua sesi, pagi dan sore. Fokus operasi diarahkan pada delapan jenis pelanggaran yang dianggap paling sering memicu kecelakaan dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Untuk kegiatan Operasi Zebra Mahakam hari ini, dari pagi sampai sore kami sudah menindak pelanggaran,” ujar Ipda Tafyudi.

Pada sesi pagi, petugas menindak delapan kendaraan terdiri dari enam unit roda empat dan dua unit roda dua. Sementara pada sesi sore, jumlah pelanggar meningkat hingga 18 kendaraan. Dari jumlah tersebut, sepuluh kendaraan tidak dilengkapi surat-surat, sedangkan delapan lainnya memiliki kelengkapan administrasi namun melakukan pelanggaran berat seperti melawan arus.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran melawan arus dikenakan sanksi penahanan STNK atau SIM, meskipun kendaraan tetap dapat dibawa pulang pemiliknya.

Adapun delapan fokus pelanggaran pada Operasi Zebra tahun ini mencakup tindakan seperti melawan arus, tidak menggunakan helm bagi pengendara roda dua, mengemudi di bawah umur, berkendara dalam keadaan mabuk, tidak memakai sabuk keselamatan bagi pengendara roda empat, hingga penggunaan telepon genggam saat berkendara. Sejumlah pelanggaran lain yang berkaitan dengan kelengkapan kendaraan turut menjadi sasaran.

“Operasi Zebra ini merupakan operasi terpusat. Pengemudi diwajibkan tertib berlalu lintas,” jelasnya.

Penindakan hari pertama dilakukan di dua lokasi yang kerap terjadi pelanggaran, yakni kawasan Perniagaan dan Jalan Pangeran Suriansyah. Kedua titik tersebut dipilih karena sering ditemukan pengendara yang melanggar rambu atau nekat melawan arus pada jam-jam sibuk.

Operasi Zebra Mahakam dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Seluruh masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan, melengkapi dokumen kendaraan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami imbau masyarakat Kota Samarinda untuk mengikuti aturan dan menjaga keselamatan,” tutup Ipda Tafyudi. (MK)

Editor: Agus S

Presiden Resmikan Digitalisasi Pembelajaran Nasional dari Bekasi

0
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dalam acara peluncuran di SMP Negeri 4 Kota Bekasi. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas melalui acara terpusat di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025). Sebanyak 1.337 sekolah dari 38 provinsi turut mengikuti kegiatan tersebut secara daring, menandai langkah besar pemerintah dalam pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi.

Kehadiran Presiden disambut meriah oleh para menteri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kepala sekolah, serta ratusan siswa yang menampilkan drumben dan membentangkan bendera Merah Putih kecil. Suasana ceria itu menggambarkan harapan besar terhadap percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.

Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung demonstrasi penggunaan panel interaktif pembelajaran di kelas. Ia melihat bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih variatif, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa.

“Sudah 75 persen dari sekolah di seluruh Indonesia menerima panel interaktif. Panel ini kita harapkan bisa membantu semua siswa belajar lebih baik, lebih semangat, lebih cepat, dan memiliki akses terhadap seluruh ilmu serta bahan pembelajaran yang dibutuhkan,” ujar Presiden Prabowo.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam laporannya menyampaikan bahwa program digitalisasi ini merupakan tindak lanjut komitmen Presiden pada Hari Guru Nasional 2024 dan implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan digitalisasi pembelajaran. Ia menekankan bahwa transformasi ini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kami melakukan monitoring dan evaluasi di sekolah-sekolah penerima perangkat. Sudah terlihat perubahan signifikan, proses belajar lebih gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran meningkat,” ucapnya.

Hingga pertengahan November, pemerintah telah mendistribusikan 172.550 perangkat panel interaktif. Sebanyak 43.022 perangkat tambahan diperkirakan tiba pada Desember 2025 untuk melengkapi kebutuhan sekolah di seluruh wilayah.

Peluncuran program ini juga dihadiri sejumlah menteri kabinet, wakil menteri, pimpinan Komisi X DPR RI, dan Gubernur Jawa Barat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan pendidikan digital nasional. (MK)

Editor: Agus S

Program Gratispol Ringankan Beban Mahasiswa Baru Unikarta

0
Tengah: Muchammad Ichsan, mahasiswa semester 1 Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) bersama dua orang temannya saat ditemui di acara penyerahan bantuan pendidikan biaya UKT atau program Gratispol di Gedung Olah Bebaya, Samarinda Senin (17/11/2025).(foto: Hanafi/MKN)

SAMARINDA — Program Pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) “Gratispol Pendidikan” yang digencarkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh para mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi. Muchammad Ichsan, mahasiswa semester 1 Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), menjadi salah satu penerima yang merasakan dampak positif kebijakan ini.

Ichsan, 19 tahun, mengaku bantuan tersebut sangat meringankan kondisi ekonomi keluarganya. Program yang menanggung UKT hingga batas maksimal Rp5 juta itu membuatnya bisa fokus menjalani perkuliahan tanpa kekhawatiran biaya.

“Menurut saya, ini memudahkan. Meringankan beban orang tua dalam membayar biaya kuliah,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan penyerahan bantuan pendidikan UKT Program Gratispol di Gedung Olah Bebaya, Samarinda, Senin (17/11/2025).

Ia menyampaikan bahwa tanpa program seperti ini, beban orang tuanya tentu lebih besar. Meski belum ada pemberitahuan resmi dari fakultas mengenai besaran UKT yang ditetapkan, dirinya yakin nilai yang diterima tidak akan melebihi pagu maksimal yang ditanggung Pemprov Kaltim.

“Kayaknya nggak di atas itu (Rp5 juta). Karena yang digratiskan UKT-nya saja. Biaya lain-lain tetap bayar sendiri. Tapi lumayan meringankan,” jelasnya.

Proses verifikasi untuk menjadi penerima bantuan pun dinilai sederhana. Mahasiswa cukup mengisi data yang diperlukan dan mengunggah lima dokumen persyaratan sebelum berkas dicetak dan diserahkan kembali.

“Enggak sulit sebenarnya. Tinggal ngisi data, upload lima dokumen, di-print dan dikasih nama. Mudah saja,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi upaya kampus yang aktif memberikan pendampingan kepada seluruh mahasiswa baru agar tidak ada yang tertinggal dalam proses pengajuan.

“Informasinya bagus. Semua mahasiswa baru disuruh ngurus, dibimbing juga,” tambahnya.

Ichsan berharap Program Gratispol tidak berhenti pada semester awal saja, tetapi dapat berlanjut hingga masa studinya selesai.

“Kalau bisa bukan hanya semester 1 atau semester 2, tapi seterusnya sampai selesai kuliah,” ungkapnya.

Program Gratispol merupakan salah satu program prioritas Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji untuk memperluas akses pendidikan tinggi di seluruh wilayah Benua Etam dan mengurangi kendala pembiayaan bagi keluarga kurang mampu. (MK)

Editor: Agus S

Tragedi di Bozem Km 8 Balikpapan, Empat Anak Diduga Tenggelam

0
Tim SAR, relawan, dan warga melakukan pencarian korban tenggelam di bozem KM 8 Balikpapan Utara. (Ist)

BALIKPAPAN — Kepanikan menyelimuti kawasan Kilometer 8, Balikpapan Utara, pada Senin (17/11/2025) petang setelah empat anak dilaporkan tenggelam di sebuah bozem perumahan sekitar pukul 18.20 Wita. Suasana sore yang semula tenang mendadak berubah mencekam ketika teriakan meminta bantuan terdengar dari arah danau buatan tersebut.

Menurut keterangan warga, keempat anak itu sebelumnya terlihat bermain di tepi bozem sebelum akhirnya melompat hampir bersamaan ke dalam air. Mereka diduga terperosok ke dasar bozem yang berlumpur tebal sehingga sulit kembali ke permukaan. Kurangnya penerangan membuat warga kesulitan memberikan pertolongan cepat.

“Satu sudah saya selamatkan. Saya tadi terjun langsung, tapi lumpurnya dalam sekali, jadi tidak bisa menolong semuanya,” ujar seorang warga yang pertama kali mencoba melakukan penyelamatan.

Dalam waktu singkat, warga sekitar memadati bibir bozem. Sebagian berdiri sambil mencari kemungkinan munculnya korban di permukaan, sementara lainnya duduk tegang menanti kabar. Di tengah kondisi gelap, penyelam dari tim SAR memasuki air dengan lampu sorot untuk melakukan penyisiran pada titik-titik yang diduga lokasi terakhir anak-anak itu terlihat.

Tim gabungan dari Basarnas Balikpapan, TNI–Polri, relawan kebencanaan, dan aparat kelurahan membentuk pos komando di tepi bozem. Medan pencarian dinilai berat karena kontur bozem cukup dalam, berlumpur, dan minim penerangan sehingga penyelaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Hingga pukul 20.30 Wita, proses pencarian masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi mengenai korban yang ditemukan maupun kondisi mereka. Tim masih fokus menyisir seluruh area bozem, mengingat ketebalan lumpur dasar yang menyulitkan proses evakuasi.

Warga yang masih bertahan di lokasi berharap kabar baik segera datang, sementara petugas terus bekerja melawan kegelapan malam dan tantangan medan yang berat. (apr)

Editor: Agus S

Pelatihan Public Speaking, DKUMPP Ingin UMKM Lokal Naik Kelas

0
Master trainer, Anggi V Goenadi saat menyampaikan materi di pelatihan public speaking. (Yusva Alam)

BONTANG – Pelatihan public speaking bagi UMKM Kota Bontang yang digelar, Senin (17/11/2025) di Hotel Raodah didukung penuh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang. Lantaran kegiatan ini menjadi salahsatu upaya DKUMPP membuat UMKM Bontang naik kelas.

Dijelaskan Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro (DKUMPP) Bontang, bahwa UMKM identik dengan komunikasi. Komunikasi diperlukan untuk memasarkan atau menawarkan produk-produk yang dimiliki.

“Komunikasi kalau tidak dilatih dengan baik penyampaiannya akan kurang bagus. Kami berharap pengusaha UMKM dapat berkomunikasi dengan baik dalam hal memasarkan produknya,” ujarnya.

Ditambahkan, kalau punya produk bagus tapi pemasaran atau komunikasinya jelek tidak akan jadi apa-apa. Namun jika bisa mengkomunikasikan dengan baik atau memasarkan dengan baik, akan bisa meningkatkan omset penjualan.

“Pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam hal komunikasi. Jika pelayanan komunikasi bagus konsumen akan kembali lagi. Begitu sebaliknya,” imbuhnya.

Dengan begitu diharapkan para pengusaha UMKM yang menjadi peserta pelatihan ini, dapat meningkatkan skill komunikasinya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang positif untuk usaha mereka.

“Manfaatkan betul pelatihan ini. Selain materinya yang dibutuhkan, pematerinya pun interaktif,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dukung Pengusaha UMKM Belajar Public Speaking, Ubayya Tekankan Komunikasi Adalah Salahsatu Kunci Sukses

0
Wakil Ketua Komisi I, Ubayya Bengawan saat menyerahkan simbolis perlengkapan pelatihan public speaking. (Yusva Alam)

BONTANG – Kegiatan pelatihan public speaking bagi UMKM Kota Bontang terselenggara di Hotel Raodah, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini diadakan oleh LPK Adjieradja dan didukung penuh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, serta Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Ubayya Bengawan.

Diketahui, kegiatan ini diadakan sebagai salahsatu aspirasi dari Ubayya Bengawan. Ubayya sangat antusias terselenggaranya agenda ini. Lantaran menurutnya, komunikasi itu menjadi salahsatu kunci sukses dalam hidup.

“Hidup itu hanya sekali karena itu hidup harus sukses. Salahsatu pintu menuju sukses adalah komunikasi. Karena itu kita adakan public speaking ini,” ujarnya saat sambutan.

Ditambahkannya, komunikasi itu kunci untuk bisa berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana berbahasa yang baik, bersikap yang benar, dan lain sebagainya.

Sepanjang umur manusia dibutuhkan komunikasi. Politisi, pebisnis, diplomat dan lain-lain membutuhkan kemampuan komunikasi.

“Begitu ada yang mengajukan judul ini, saya langsung sepakat. Jangan sampai hanya sehari ikut terus berhenti. Ikuti apa yang dikatakan pemateri. Sukses tidak kenal umur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin mengucapkan terima kasih atas aspirasi dari Ubayya Bengawan, sehingga bisa terselenggaran kegiatan ini.

“Terima kasih pak Ubayya. Semoga dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi para pengusaha UMKM di Kota Bontang,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam