Beranda blog Halaman 454

Senjata Api Penembakan THM Samarinda Ternyata Dibeli Oknum Brimob dari Warga Sipil

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar memberikan keterangan pers usai mengungkap asal-usul senpi dalam kasus penembakan di depan THM Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Polresta Samarinda resmi menuntaskan penyelidikan terkait asal-usul senjata api (senpi) yang digunakan dalam insiden penembakan di depan salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) Samarinda pada Minggu (4/5/2025). Senjata yang digunakan eksekutor penembakan ternyata berasal dari seorang oknum anggota Brimob berinisial D, yang kini telah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, dalam konferensi pers Kamis (13/11/2025), menegaskan sanksi tersebut merupakan langkah tegas institusi atas tindakan jual beli senjata ilegal yang dilakukan D.

“Yang bersangkutan sudah dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena terbukti melakukan jual beli senjata api kepada pihak yang tidak berwenang,” ujar Hendri.

Kronologi Perpindahan Senjata Api

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa oknum D memperoleh senpi tersebut pada 2018 saat menjalani tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Jakarta. Ia membeli senjata yang kondisi awalnya rusak dari seorang warga sipil. Setelah diperbaiki dan kembali berfungsi, D kemudian menjualnya pada 2022 kepada pelaku berinisial R, salah satu dari sembilan tersangka penembakan.

Senjata ilegal itu selanjutnya berpindah tangan ke Ijul, yang kemudian bertindak sebagai eksekutor dalam penembakan yang menewaskan korban di depan THM.

Bukan Senjata Organik Polri ataupun TNI

Dari hasil uji balistik dan pemeriksaan forensik, kepolisian memastikan bahwa senjata api tersebut merupakan senjata pabrikan, bukan senjata organik milik institusi resmi.

“Kami pastikan senjata tersebut bukan berasal dari institusi resmi, baik Polri maupun TNI,” tegas Kapolresta.

Hendri menambahkan, keterlibatan oknum D hanya sebatas transaksi jual beli senjata pada 2022, tanpa adanya hubungan lain dengan kelompok pelaku penembakan.

“Tidak ada hubungan khusus antara mereka selain jual beli senjata. Ini bukan kolaborasi kejahatan, tetapi penyalahgunaan oleh oknum, dan sudah kami proses tegas,” jelasnya.

Amunisi Masih Didalami

Sementara itu, asal-usul peluru yang digunakan dalam insiden penembakan masih terus ditelusuri oleh tim gabungan Polresta Samarinda dan Polda Kaltim.

“Untuk amunisinya masih dalam proses pendalaman oleh tim forensik,” tutup Hendri. (gs)

Editor: Agus S

KPHP Telake Pastikan Hotspot di Paser Masih Berstatus Aman

0
Kepala UPTD KPHP Telake, Sahar Al-haqq, memberikan penjelasan terkait kemunculan hotspot di wilayah Paser saat musim kemarau. (Foto: Nasrul)

PASER – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Telake memastikan kemunculan hotspot atau titik panas yang beberapa kali terdeteksi di wilayah Kabupaten Paser selama musim kemarau tahun ini masih dalam kategori aman. Meski pada 8 November lalu terpantau hingga 11 hotspot di beberapa lokasi, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala UPTD KPHP Telake, Sahar Al-haqq, menjelaskan bahwa kemunculan hotspot tidak selalu berarti adanya titik api atau firespot.

“Jadi pada status normal itu, biasanya walaupun dipantau dari hotspot ada 11 titik panas, tapi itu bukan titik api atau firespot, melainkan titik panas saja,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Untuk membedakan titik panas dengan potensi kebakaran, tim relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa selalu diterjunkan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Teman-teman MPA akan melakukan ground check ke lokasi untuk memastikan apakah yang terdeteksi itu adalah titik api atau hanya titik panas,” tambahnya.

Berdasarkan laporan tim MPA, seluruh hotspot yang muncul di wilayah Paser dalam beberapa pekan terakhir bukan merupakan kejadian kebakaran. Kondisi cuaca yang termasuk kategori kemarau basah, dengan curah hujan yang tetap tinggi, turut meminimalkan risiko karhutla.

“Terlebih saat ini termasuk kemarau basah, dimana curah hujan tetap tinggi meski sudah memasuki musim kemarau,” jelas Sahar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa beberapa wilayah tetap tergolong rawan kebakaran, terutama area produktif yang digunakan masyarakat untuk berkebun. Pola membuka lahan dengan cara membakar, meskipun terkendali, tetap memicu munculnya hotspot.

“Daerah rawan lebih banyak di wilayah yang digunakan masyarakat untuk berkebun, karena pola masyarakat kita itu masih membakar lahan untuk membuka atau membersihkan area. Walaupun bakarnya terkendali, tetap terpantau hotspot,” pungkasnya.

KPHP Telake dan MPA akan terus melakukan patroli dan pemantauan untuk memastikan seluruh aktivitas lahan tetap aman selama musim kemarau. (nsr)

Editor: Agus S

Pemuda Bontang Didorong Punya Semangat Wirausaha Melalui Seminar Kewirausahaan 2025

0
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Setda Bontang, Lukman saat membuka seminar kewirausahaan 2025. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang terus mendorong peningkatan wirausaha-wirausaha muda dari Kota Taman. Salahsatunya dengan menggelar seminar kewirausahaan yang diinisiasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) di Ballroom Hotel Tiara Surya, Selasa (11/11).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Setda Bontang, Lukman.
Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan perekonomian bangsa kita saat ini. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kewirausahaan menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujarnya.

Lukman menegaskan bahwa pemuda memiliki peran vital sebagai generasi penerus dan penggerak perubahan bangsa. Melalui semangat kewirausahaan, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Saya mengajak seluruh pemuda Bontang untuk menjadi wirausaha yang inovatif, kreatif, dan berintegritas. Manfaatkan potensi daerah kita — baik di sektor industri, perikanan, pariwisata, maupun ekonomi kreatif — demi kemajuan ekonomi lokal dan nasional,” pesannya.

Ia juga berharap para peserta tidak berhenti pada pengetahuan teoritis semata, tetapi mampu menerapkan ilmunya secara nyata di lapangan.
“Mulailah membuka peluang usaha, berani berinovasi, dan jadilah bagian dari pertumbuhan ekonomi Kota Bontang dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringatan HUT ke-80 PMI Samarinda, Pendonor dan Instansi Terbaik Terima Penghargaan

0
Para pendonor darah sukarela dan perwakilan instansi menerima piagam penghargaan pada peringatan HUT ke-80 PMI Samarinda di GOR Segiri. Foto: Istimewa.

SAMARINDA – Peringatan HUT ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda digelar khidmat di GOR Segiri, Rabu (13/11), ditandai dengan penganugerahan bagi para pendonor darah sukarela serta instansi yang aktif mendukung penyediaan stok darah di kota ini. Acara dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dan dipimpin langsung Ketua PMI Samarinda, Decky Zulkifli.

Pada kesempatan tersebut, PMI memberikan penghargaan kepada individu maupun instansi yang dinilai konsisten berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Korem 091/ASN tercatat sebagai instansi dengan jumlah donor terbanyak, melalui kegiatan donor rutin di lingkungan prajurit. Menyusul di posisi kedua, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur menerima penghargaan atas konsistensi mereka menyumbangkan 219 kantong darah selama periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

Kepala Dinas PUPR & PERA Kaltim, Dr. A. M. Fitra Firnanda, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas penilaian tersebut. Ia menegaskan bahwa budaya donor darah di lingkungan pegawai merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian yang harus terus dijaga.

“Partisipasi pegawai PUPR dalam donor darah adalah wujud empati dan komitmen untuk membantu sesama. Kami berharap budaya donor semakin mengakar, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun instansi lain di Kalimantan Timur,” ucapnya.

PMI Samarinda mencatat kebutuhan darah rata-rata mencapai 120 kantong per hari. Karena itu, keterlibatan pendonor individu, instansi pemerintah, TNI, komunitas, hingga masyarakat umum dinilai sangat penting untuk menjaga ketersediaan darah di rumah sakit.

Melalui momentum HUT ke-80 ini, PMI Samarinda berharap semangat kemanusiaan semakin tumbuh dan semakin banyak masyarakat yang terdorong menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. (as)

Editor: Agus S

Air Terjun Berambai, Wisata Alam Sunyi di Pinggiran Samarinda

0
Seorang pengunjung menikmati segarnya aliran Air Terjun Berambai dengan bermandi langsung di bawah jatuhan air. Suasana alami dan tenang menjadi daya tarik utama destinasi ini. (Ist)

SAMARINDA – Tak banyak yang menyangka bahwa hanya sekitar satu jam dari pusat Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Sempaja Utara, terdapat sebuah air terjun dengan aliran deras dan suasana alam yang masih alami: Air Terjun Berambai. Destinasi ini menjadi pilihan pelarian singkat dari hiruk pikuk perkotaan.

Akses menuju lokasi tidak terlalu sulit, meski di beberapa titik jalan mulai berganti dari semen ke tanah dan bebatuan. Namun setibanya di lokasi, suara air jatuh yang riuh dan udara sejuk langsung membayar seluruh perjalanan.

Bagi pencinta camping, Air Terjun Berambai menjadi opsi yang menarik. Dengan biaya sekitar Rp35 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati air terjun sekaligus bermalam di area hutan yang tenang.

“Suaranya memang berisik, tapi tidak mengusik,” ujar Dino Surya Timur, salah satu pengunjung yang ditemui pada Sabtu (15/11/2025). Ia menikmati sore itu sambil mandi di bawah jatuhan air yang segar.

Satu hal yang menjadi catatan bagi pengunjung adalah minimnya jaringan seluler. Hampir semua area tidak memiliki sinyal, kecuali di kantin yang menyediakan akses internet berbasis Starlink. Menurut Dino, situasi tersebut justru menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin benar-benar rehat dari kesibukan kota.

“Biasanya kalau camping di pantai itu jaraknya jauh, harus keluar kota. Sesekali camping di hutan seperti ini, meskipun hanya pinggiran hutan, tapi suasana alamnya benar-benar terasa,” tuturnya.

Akses menuju lokasi bisa ditempuh menggunakan motor maupun mobil. Meski begitu, disarankan membeli makanan dan minuman dari luar karena pilihan di kantin cukup terbatas.

Air Terjun Berambai menawarkan pengalaman alam yang sederhana namun menyegarkan. Ketenangan hutan, suara air yang jatuh tanpa henti, serta udara yang jauh dari polusi membuatnya menjadi tempat yang tepat untuk melepas penat.

“Rasanya tenang meskipun tidak ada jaringan. Bahkan lebih baik begini, karena kalau di kota suara motor tidak berhenti dan pikiran hanya soal kerjaan terus,” tutup Dino. (rul)

Editor: Agus S

Posyandu Dioptimalkan, Neni Minta Peningkatan Kapasitas Kader dan Validasi Data Akurat

0
Wali Kota Neni saat bercengkerama dengan para kader posyandu. (ist)

BONTANG — Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader serta validasi data yang akurat di setiap Posyandu. Hal itu diungkapkan saat membuka sekaligus meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif yang dipusatkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (13/11/2025) lalu.

“Saya minta Dinas Kesehatan dan seluruh jajarannya terus memberikan pelatihan dan dukungan yang memadai. Semangat para kader harus dijaga, karena mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang mewujudkan generasi Bontang yang sehat dan cerdas,” ungkapnya.

Menurut Neni, dengan semakin aktifnya Posyandu di seluruh wilayah, target penurunan angka stunting di Kota Bontang akan semakin mudah tercapai. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Gerakan Posyandu Aktif merupakan strategi Pemkot Bontang untuk merevitalisasi fungsi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer di tingkat komunitas.

“Posyandu ini adalah ujung tombak kita. Bukan hanya sekadar menimbang balita, tapi juga menjadi pusat edukasi gizi, pencegahan stunting, dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar Neni Moerniaeni.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Sosialisasi LPPD 2025, Dasuki Yakin Posisi Kota Bontang Kembali Masuk 10 Besar Nasional

0
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bontang, Dasuki (tengah) saat membuka kegiatan LPPD 2025. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Sosialisasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Persamaan Persepsi Definisi Operasional Indikator Kinerja Kunci Tahun 2025, Kamis (13/11).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bontang, Dasuki, yang menegaskan pentingnya penyusunan LPPD sebagai cerminan kinerja Pemerintah Kota Bontang secara menyeluruh.

“LPPD merupakan potret utuh kinerja Pemerintah Kota Bontang, baik wali kota maupun wakil wali kota, yang pada hakikatnya merupakan akumulasi dari capaian seluruh perangkat daerah,” ujar Dasuki dalam sambutannya.

Dalam arahannya, Dasuki menekankan bahwa baik atau tidaknya hasil LPPD sangat bergantung pada keseriusan, ketelitian, dan integritas seluruh ASN dalam mengolah serta menyajikan data dan informasi yang akurat.

“Penyusunan LPPD yang baik menuntut ketepatan, keakuratan, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas. Data yang tidak valid bukan hanya mengurangi kualitas laporan, tetapi juga dapat menurunkan kredibilitas kinerja daerah secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan reflektif yang menggambarkan pentingnya dasar data yang kuat dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.
“Bangun rumah harus berpondasi kuat, bangun daerah harus dengan data yang akurat. Maka mari kita pastikan LPPD Kota Bontang disusun dengan pondasi data yang kuat, valid, dan akuntabel, agar menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dasuki optimistis dengan komitmen, kolaborasi, dan semangat kebersamaan seluruh perangkat daerah, Pemkot Bontang mampu mewujudkan LPPD Tahun 2025 dengan predikat tinggi, sekaligus mengembalikan posisi Kota Bontang ke 10 besar nasional dari 98 kota di Indonesia.

“Kita harus bekerja bersama, saling mendukung dan memastikan seluruh indikator kinerja tersusun sesuai standar. Hasil terbaik akan lahir dari kerja keras yang didasari data valid dan tanggung jawab bersama,” ujarnya menutup sambutan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Truk Molen Adhi Persada Beton Terguling di Sepaku, Sopir Luka dan Dilarikan ke Puskesmas

0
Truk molen milik PT Adhi Persada Beton terguling di tepi jalan kawasan Pemaluan, Sepaku, PPU. Sopir mengalami luka dan dievakuasi ke Puskesmas. (Ist)

SEPAKU – Sebuah kecelakaan tunggal menimpa truk molen berpelat nomor B 9187 UIA milik PT Adhi Persada Beton Plant IKN Sepaku, Sabtu (15/11/2025). Peristiwa berlangsung sekitar pukul 14.00 Wita di kawasan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), tak jauh dari Garton Ready Mix.

Truk yang dikemudikan Saipul itu diketahui berangkat dari area ready mix Adhi Persada Beton di sekitar Gunung Sabut, menuju proyek pembangunan Jalan Tol IKN seksi 6A untuk menumpahkan beton. Namun naas, saat melintasi tikungan, kendaraan diduga hilang kendali, menyerempet tiang PJU, dan terguling ke sisi kiri jalan. Tiang PJU tampak bengkok dan miring akibat terserempet badan truk.

Belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan. Warga dan pekerja proyek di sekitar lokasi langsung berdatangan untuk membantu.

David, pekerja Adhi Persada Beton yang berada di lokasi kejadian, memastikan sopir mengalami luka dan langsung dibawa ke Puskesmas Sotek. “Infonya akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bagian depan truk mengalami kerusakan cukup parah. Kap sebelah kiri ringsek, kaca depan pecah, dan drum molen berisi semen ready mix tampak mulai mengeras. Truk 10 roda berkapasitas 6 kubik itu masih dalam posisi terbalik menunggu alat berat untuk evakuasi.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan kecelakaan masih berlangsung dan pihak perusahaan disebut sudah melakukan koordinasi dengan aparat terkait. (riz)

Editor: Agus S

Didominasi Industri Kimia, Ini 5 Sektor Terbesar Penyumbang Investasi PMDN–PMA di Bontang Triwulan III 2025

0

Laju investasi Kota Bontang kembali menunjukkan tren positif. Pada triwulan III 2025, sektor industri kimia mendominasi dengan kontribusi terbesar dalam realisasi PMDN dan PMA. Selain kimia, terdapat empat sektor lain yang menjadi penyumbang utama arus modal, mencerminkan iklim investasi yang kian kuat dan didukung kemudahan layanan perizinan oleh pemerintah daerah.

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb15nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Wali Kota Komit Dukung Penguatan Pendidikan dan Dakwah Muhammadiyah Bontang

0
Wali Kota Neni saat menyampaikan sambutan di pembukaan pelatihan baitul arqam. (ist)

BONTANG — Pelatihan Baitul Arqam gabungan yang melibatkan unsur pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah dari Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur resmi dibuka pada Jumat, 14 November 2025, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bontang. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang menegaskan kuatnya dukungan Pemerintah Kota terhadap program strategis persyarikatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa Pemkot Bontang berkomitmen penuh mendukung penguatan pendidikan, dakwah, dan perkaderan di lingkungan Muhammadiyah–Aisyiyah.

“Muhammadiyah adalah kekuatan besar yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Pemkot Bontang tentu berkomitmen untuk terus bersinergi dan mendukung setiap upaya penguatan pendidikan dan dakwah,” ujar Wali Kota Neni.

Penunjukan Bontang sebagai tuan rumah pelaksanaan gabungan Baitul Arqam oleh PWM Kaltim menjadi kebanggaan tersendiri. Selain membuka kegiatan, Wali Kota juga mengumumkan dukungan Pemkot terhadap rencana pembangunan kawasan dakwah Muhammadiyah di Kilometer 3 pada tahun 2026.

Tak hanya itu, Wali Kota Neni menyampaikan kesiapan Bontang untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun 2027, memastikan seluruh fasilitas dan dukungan pemerintah akan dimaksimalkan.

Dalam pesannya, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi antarelemen organisasi dan pemerintah, terlebih dalam menghadapi tantangan global maupun dinamika ekonomi daerah.

“Organisasi itu ibarat bangunan. Ia akan kokoh jika seluruh komponen, dari fondasi hingga struktur, bekerja bersama,” tuturnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam