Beranda blog Halaman 454

Dokter Badi, Sahib, dan Bonnie di Lapangan Golf

0
Dari kiri ke kanan: Muhammad Sahib, dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG (Dokter Badi), Bonnie Sukardi, dan saya.

Tiga bulan terakhir ini saya mulai rutin bermain golf. Dari rutinitas itu, saya dapat kawan main yang konsisten turun lapangan. Adalah dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG, yang akrab saya panggil Dokter Badi.

Sudah beberapa kali kami bermain bersama. Setiap kali diajak, hampir tak pernah menolak. Kalau pun berhalangan, itu karena sedang berada di luar kota.

Dokter Badi adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpraktik di Poli Kandungan RS Amalia Bontang dan RS Badak LNG. Kesehariannya diisi dengan pemeriksaan kehamilan, pendampingan persalinan, konsultasi kesehatan reproduksi perempuan, hingga program hamil. Pendekatannya komunikatif dan edukatif. Banyak pasien mengenalnya karena cara menjelaskan yang lugas dan mudah dipahami.

Saya dan Dokter Badi usai menyelesaikan satu hole.

Di RS Amalia Bontang, ia juga berjalan beriringan dengan sang istri, dr. Hj. Yuniarti Arbain, M.Kes (MARS), AAM, yang menjabat Direktur Utama. Perannya saling melengkapi. Dokter Badi fokus pada layanan medis, sementara manajemen rumah sakit dijalankan secara profesional.

Di luar profesinya sebagai dokter, Dokter Badi adalah kepala keluarga dengan tiga anak. Jadwal praktiknya padat dan tanggung jawabnya besar. Namun satu yang menonjol, ia sangat disiplin terhadap waktu. Jika sudah berjanji, ia berusaha hadir.

Dokter Badi saat melakukan approach shot di Badak Golf Bontang.

Golf baginya adalah jeda singkat untuk menjaga keseimbangan di tengah ritme kerja dan keluarga.
“Entah kenapa golf ini bikin candu. Kalau di rumah, selalu saja pikiran bekerja. Kenapa hari ini ada pukulan yang kurang pas, dan apa yang harus saya perbaiki,” ujar Dokter Badi yang memiliki handicap (HDC) 7.

Minggu pagi, 4 Januari 2026, kami kembali jadwalkan turun lapangan. Kami sepakat bermain penuh 18 hole di Badak Golf Bontang. Jadwal diatur sehari sebelumnya. Tee off pukul 06.30 Wita. Pagi itu cuaca sangat mendukung. Udara sejuk, tidak terlalu panas, dan angin cukup bersahabat.

Sembilan hole pertama kami lalui berdua. Kami mulai dari hole 4. Permainan tidak terburu-buru. Tidak mengejar skor. Fokus menjaga ritme. Dokter Badi bermain rapi dan stabil. Minim komentar. Fokus pada setiap pukulan. Gaya bermainnya selaras dengan kesehariannya. Tenang, terukur, dan tidak berlebihan.

Setelah menyelesaikan permainan 9 hole, kami bertemu dua anggota DPRD Kota Bontang yang juga mulai aktif bermain golf. Yakni Muhammad Sahib dan Bonnie Sukardi. Kami pun sepakat bergabung. Dari berdua menjadi berempat. Permainan terasa lebih hidup.

Muhammad Sahib melakukan putting di green.

Di sela permainan, obrolan mengalir dengan sendirinya. Tidak hanya soal teknik pukulan atau kondisi lapangan, tetapi juga soal golf di Bontang secara umum.

Kami sepakat bahwa perlu ada upaya bersama untuk kembali meramaikan golf melalui perkumpulan di luar dua klub yang sudah ada, yakni Badak Golf Bontang (BGB) dan Pupuk Kaltim Golf Bontang (PGB). Setidaknya, ada satu wadah lain yang bisa menampung pegolf di luar Badak dan PKT.

Bonnie Sukardi bersiap melakukan pukulan di fairway.

Dalam konteks itu, Sahib sebenarnya sudah lebih dulu menunjukkan inisiatif. Ia menjadi salah satu penggerak Restorasi Golf Tournament 2025 yang digelar pada 29 November 2025 lalu. Turnamen tersebut menjadi sinyal bahwa semangat menghidupkan golf di Bontang masih ada dan perlu dijaga kesinambungannya.

Sukardi kemudian menyebut satu nama lama. Bessai Berinta Golf Club. Klub yang pernah kami dirikan pada 2014. Saat itu semangatnya besar. Akta notaris sudah dibuat, tetapi belum memperoleh pengesahan sebagai badan hukum perkumpulan dari Kementerian Hukum dan HAM. Seiring waktu, kesibukan masing-masing datang, dan klub itu berhenti di tengah jalan.

Suasana permainan di green Badak Golf Bontang.

“Kalau memang harus bangun baru lagi, ya kita dirikan baru lagi. Intinya kita ingin menghidupkan golf di Bontang,” kata Sahib. Sukardi mengiyakan. Saya menangkap pernyataan itu bukan wacana. Ada niat yang cukup serius untuk membangun perkumpulan golf baru.

Golf bukan soal gaya hidup. Golf adalah ruang silaturahmi. Di lapangan, latar belakang profesi tidak menjadi soal. Yang terlihat justru sikap dan konsistensi. Dari situ, jejaring tumbuh secara wajar.

Permainan kami akhiri sekitar pukul 10.30 Wita. Delapan belas hole selesai dimainkan. Badan lelah, pikiran lebih ringan. Menghidupkan golf di Bontang tidak harus dimulai dari hal besar. Cukup dari niat yang sama dan orang-orang yang mau berjalan bersama.

Soal Bessai Berinta Golf Club, apakah dihidupkan kembali atau lahir dengan nama baru, itu urusan nanti. Yang penting, kemauan untuk memulai sudah ada.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Enam Jabatan Kepala Dinas Terisi, Wali Kota Bontang Lantik Pejabat Baru

0

Pemerintah Kota Bontang resmi mengisi enam jabatan kepala dinas melalui pelantikan pejabat baru. Pelantikan ini diharapkan memperkuat kinerja birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemkot Bontang.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi tautan berikut untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb6jan2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Dukungan Bulat Media Siber, Dedy Lanjutkan Kepemimpinan SMSI Kutim

0
Ketua SMSI Kutim, Dedy terpilih secara aklamasi.

SANGATTA — Dukungan solid dari perusahaan media siber kembali mengantarkan Dedy memimpin Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Kutai Timur periode 2025–2028. Dedy terpilih secara aklamasi setelah mengantongi lebih dari 30 rekomendasi media anggota, menandai kepercayaan penuh di tengah tantangan berat industri pers digital lokal.

Di balik soliditas organisasi, media siber di Kutai Timur masih menghadapi persoalan klasik: keberlanjutan bisnis, kepatuhan terhadap standar perusahaan pers, hingga praktik kompetisi tidak sehat yang kerap mengaburkan batas antara kerja jurnalistik dan kepentingan ekonomi. Tantangan ini menuntut kepemimpinan yang tegas sekaligus adaptif.

Pada periode sebelumnya, Dedy dinilai mampu menjaga kohesi internal SMSI Kutim. Namun periode kedua ini menjadi ujian yang lebih kompleks. Arus informasi yang kian cepat, maraknya media instan tanpa badan hukum jelas, serta praktik jurnalisme yang mengabaikan kode etik menjadi ancaman nyata bagi kredibilitas pers lokal.

Dalam keterangannya, Dedy menegaskan bahwa penguatan kualitas akan menjadi fokus utama kepemimpinannya. Ia mendorong media anggota untuk tidak sekadar bertahan, tetapi naik kelas secara profesional—baik dari sisi etika, manajemen, maupun tanggung jawab sosial.

“SMSI tidak boleh hanya menjadi wadah administratif. Kita harus menjadi filter kualitas bagi media siber, dari etika jurnalistik, manajemen perusahaan pers, sampai tanggung jawab sosial,” ujar Dedy, Senin (5/1/2026).

Ia juga menekankan pentingnya menjaga independensi di tengah upaya membangun kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, sinergi tidak boleh berujung pada kompromi terhadap sikap kritis pers.

“Sinergi perlu, tapi independensi adalah harga mati. Media harus tetap berani mengkritik jika kebijakan tidak berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.

Dedy turut mengumumkan pembukaan pendaftaran keanggotaan SMSI Kutim mulai Januari hingga Juni 2026. Ia menegaskan, keanggotaan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen untuk mematuhi Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan prinsip pers yang bertanggung jawab.

Ke depan, tantangan SMSI Kutim bukan hanya memperluas keanggotaan, tetapi memastikan media siber lokal mampu bertahan secara bisnis tanpa mengorbankan integritas. Di tengah banjir informasi dan krisis kepercayaan publik, peran SMSI dituntut semakin tegas sebagai penjaga marwah pers digital di daerah.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Masuk Semester II, Siswa SD di Kutim Terima Program Susu Gratis

0
Hari pertama sekolah siswa SD menerima pembagian susu gratis. (Ramlah)

SANGATTA — Hari pertama masuk sekolah semester II di Kabupaten Kutai Timur diwarnai penyaluran program susu gratis bagi siswa sekolah dasar. Program ini terpantau berlangsung di sejumlah sekolah, antara lain SD Negeri 006 dan SD Negeri 007 Sangatta Utara, Senin (5/1/2026).

Di halaman sekolah, para siswa tampak antusias menerima susu yang dibagikan langsung oleh pihak sekolah. Program tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah sekaligus menekan risiko kekurangan gizi.

Susu gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kutai Timur dan Dinas Kesehatan Kutai Timur. Pemerintah daerah menilai sinergi lintas sektor tersebut penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan seimbang, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kesehatan.

Namun di balik keceriaan siswa, muncul catatan terkait kesinambungan program. Hingga hari pertama pelaksanaan, belum ada penjelasan terbuka mengenai durasi program, frekuensi pembagian susu, maupun cakupan sekolah yang akan menerima manfaat secara berkelanjutan.

Kepala SD Negeri 006 Sangatta Utara, Sukarmi, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat membantu siswa, khususnya bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan atas bantuan susu, seragam, hingga sepatu bagi siswa,” ujarnya.

Ia menilai dukungan tersebut tidak hanya meringankan kebutuhan dasar siswa, tetapi juga berdampak positif pada semangat dan kepercayaan diri anak dalam mengikuti pembelajaran.

“Anak-anak terlihat sangat senang. Hari pertama masuk sekolah jadi lebih berkesan karena mereka merasa diperhatikan,” katanya.

Meski demikian, pihak sekolah berharap program susu gratis tidak berhenti sebagai agenda awal semester. Tantangan pemenuhan gizi anak usia sekolah, khususnya di wilayah pinggiran dan pelosok Kutai Timur, dinilai membutuhkan intervensi yang konsisten dan terukur.

Tanpa skema berkelanjutan dan pemerataan distribusi, program ini berpotensi hanya menjadi kebijakan sesaat. Publik pun menunggu komitmen pemerintah daerah agar program susu gratis benar-benar hadir sebagai kebijakan jangka panjang yang berkelanjutan.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Didakwa Rugikan Negara Rp2,18 Triliun, Nadiem Makarim Disebut Terima Aliran Dana Rp809 Miliar

0
Nadiem Anwar Makarim menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Foto: Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, resmi didakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan layanan Chrome Device Management (CDM) pada program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek periode 2019–2022. Jaksa menyebut perbuatan tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara dengan nilai total mencapai Rp2,18 triliun.

Pembacaan dakwaan dilakukan dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam perkara ini, Nadiem didakwa bersama tiga terdakwa lain atas pengadaan teknologi pendidikan yang dinilai tidak efektif, tidak tepat sasaran, dan sarat penyimpangan anggaran.

Jaksa merinci, total kerugian negara berasal dari dua komponen utama. Pertama, dugaan kemahalan harga pengadaan laptop Chromebook yang menimbulkan selisih harga tidak wajar. Nilai kerugian dari komponen ini mencapai sekitar Rp1,56 triliun berdasarkan hasil audit resmi.

“Yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1.567.888.662.716,74 berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas perkara dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2019 sampai dengan 2022 Nomor PE.03.03/SR/SP-920/D6/02/2025 tanggal 04 November 2025 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia,” kata jaksa Roy Riady saat membacakan dakwaan.

Komponen kedua berasal dari pengadaan layanan Chrome Device Management yang dinilai tidak diperlukan dan tidak memberikan manfaat nyata bagi sekolah maupun peserta didik. Kerugian negara dari pos ini disebut mencapai puluhan juta dolar Amerika Serikat.

“Dan kerugian keuangan negara akibat pengadaan Chrome Device Management yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat pada Program Digitalisasi Pendidikan pada Kemendikbudristek RI Tahun 2019 sampai dengan 2022 sebesar USD 44.054.426 atau setidak-tidaknya sebesar Rp621.387.678.730,” lanjut jaksa.

Jaksa menegaskan seluruh perhitungan kerugian negara tersebut bersumber dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diselesaikan pada 4 November 2025.

Selain merugikan negara, Nadiem juga didakwa menerima aliran dana dalam jumlah besar. Jaksa menyebut terdakwa telah diperkaya sebesar Rp809,59 miliar yang diduga berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melalui PT Gojek Indonesia.

“Telah memperkaya terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp809.596.125.000,00 yang berasal dari PT AKAB melalui PT Gojek Indonesia,” ujar jaksa di hadapan majelis hakim.

Jaksa mengaitkan dugaan penerimaan dana tersebut dengan lonjakan signifikan harta kekayaan Nadiem dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022. Dalam laporan tersebut, nilai harta berupa surat berharga tercatat mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.

“Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan harta jenis surat berharga dalam LHKPN terdakwa tahun 2022 sebesar Rp5.590.317.273.184,” ungkap jaksa.

Dalam dakwaan juga disebutkan bahwa kebijakan pengadaan Chromebook diarahkan sedemikian rupa sehingga Google menjadi satu-satunya ekosistem teknologi digital pendidikan yang digunakan secara nasional.

“Bahwa terdakwa mengarahkan spesifikasi Chromebook dengan Chrome Device Management sehingga Google menguasai ekosistem pendidikan Indonesia,” kata jaksa.

Atas perbuatannya, Nadiem didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda berikutnya sesuai ketentuan hukum acara pidana. (Fajri)

Editor: Agus S

Perahu Karam di Sungai Mahakam Sangasanga, Satu Penumpang Masih Dicari

0
Suasana pencarian korban di perairan Sungai Mahakam, Sangasanga. (Istimewa)

TENGGARONG — Sebuah perahu yang mengangkut tiga orang dilaporkan karam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Desa Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Senin (5/1/2026) malam. Insiden tersebut terjadi di sekitar depan jetty PT Astiku Sakti dan mengakibatkan satu orang penumpang dinyatakan hilang.

Peristiwa karamnya perahu itu terjadi sekitar pukul 19.25 Wita. Dari tiga penumpang di dalam perahu, dua orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara satu penumpang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Korban yang dinyatakan hilang diketahui bernama Rizki Tri Handoko, warga RT 8 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga. Saat kejadian, korban disebut mengenakan seragam kerja PT Astiku Sakti berwarna hijau lengkap dengan celana jeans biru.

“Perahu tenggelam di Sungai Astiku, Mas Rizki masih dalam pencarian ini,” ujar salah seorang relawan melalui pesan singkat WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Sangasanga bersama sejumlah relawan menyisir perairan Sungai Mahakam dengan peralatan seadanya, dibantu warga setempat.

Kondisi arus sungai dan minimnya penerangan di malam hari menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Meski demikian, tim gabungan tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban secepat mungkin.

Pihak terkait masih menghimpun informasi lebih lanjut mengenai penyebab karamnya perahu tersebut. Aparat dan tim penyelamat juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi air di Sungai Mahakam, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Penikaman di Simpang Otista Samarinda, Korban Tewas Usai Ditusuk di Ulu Hati

0
Suasana mencekam di tempat kejadian perkara. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Aksi kekerasan kembali menggemparkan Kota Samarinda. Seorang warga tewas setelah menjadi korban penikaman dalam pertikaian berdarah di simpang tiga Jalan Otto Iskandar Dinata–Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (5/1/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 Wita dan sontak membuat situasi di lokasi berubah mencekam. Korban mengalami luka tusuk serius di bagian ulu hati yang menyebabkan kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Saksi mata di lokasi kejadian, Yosi, menuturkan insiden bermula dari pertengkaran hebat. Ia melihat dua orang berboncengan mendatangi korban. Salah satu pelaku langsung melakukan pemukulan, sementara pelaku lainnya mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban.

“Awalnya bertengkar, lalu datang dua orang berboncengan. Yang satu memukul, yang satu lagi menikam pakai pisau tepat di ulu hati,” ujar Yosi.

Melihat korban bersimbah darah di dekat pembatas jalan, Yosi sempat berupaya menghentikan kendaraannya untuk menolong. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah salah satu pelaku berbalik mengejarnya sambil membawa pisau.

“Saya terpaksa lari menyelamatkan diri karena salah satu pelaku mengejar,” katanya.

Yosi juga menyebutkan bahwa terdapat tiga orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Selain dua pria pelaku pemukulan dan penikaman, seorang perempuan sempat terlihat berada di lokasi dan mencoba melerai pertikaian.

Kekerasan tidak berhenti meski korban telah terkapar. Menurut saksi, pelaku masih melakukan tendangan ke arah tubuh korban yang sudah tidak berdaya di jalan.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Satria dan dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie dalam kondisi koma. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan korban meninggal dunia akibat luka tusuk yang sangat dalam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Samarinda Kota maupun Polresta Samarinda belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun motif pengeroyokan maut tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memburu para pelaku yang melarikan diri.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Puluhan Ojol Datangi PN Jakpus, Suarakan Dukungan untuk Nadiem di Sidang Chromebook

0
Puluhan driver ojek online beri dukungan untuk Nadiem Makarim. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Suasana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat tampak berbeda saat sidang perdana perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim. Puluhan hingga ratusan pengemudi ojek online memadati area pengadilan untuk menyampaikan dukungan secara terbuka.

Sejak pagi, para pengemudi ojek online berdatangan ke kompleks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebagian di antaranya mengikuti jalannya persidangan dari dalam gedung, sementara lainnya menggelar aksi damai di luar area pengadilan dengan membawa poster dan spanduk dukungan.

Salah satu poster yang mencuri perhatian bertuliskan, “OJOL ADA KARENA NADIEM! PEJUANG ASPAL BERSAMA NADIEM!” Poster tersebut dibentangkan di depan gedung pengadilan sebagai simbol solidaritas para pengemudi terhadap sosok yang mereka nilai berjasa dalam menghadirkan lapangan penghidupan.

Kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, mengaku cukup terkejut dengan besarnya dukungan yang datang dari kalangan pengemudi ojek online. Menurutnya, kehadiran mereka merupakan bentuk apresiasi atas dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh para mitra pengemudi.

“Saya juga cukup terkejut melihat banyak dukungan. Kehadiran Gojek memang telah mengangkat citra dan kehidupan para pengemudi,” ujar Ari Yusuf Amir di Pengadilan Tipikor, Senin (5/1/2026).

Tim penasihat hukum menilai dukungan tersebut muncul secara organik dan tidak direkayasa. Para pengemudi, kata dia, merasakan langsung manfaat dari inovasi yang pernah dihadirkan Nadiem sebelum menjabat sebagai menteri, sehingga memilih hadir memberikan dukungan moral di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

Selain pengemudi ojek online, dukungan juga datang dari berbagai kalangan lain. Sejumlah tokoh perfilman dan seniman nasional terlihat hadir di ruang sidang untuk mengikuti jalannya persidangan, menandakan luasnya simpati publik terhadap Nadiem.

Tim hukum menegaskan bahwa para pendukung meyakini Nadiem tidak memiliki niat jahat dalam menjalankan tugas negara. Mereka menilai proses hukum harus dijalani secara terbuka, adil, dan berbasis pada fakta persidangan.

“Semua yang dilakukan Nadiem adalah bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, bukan untuk memperkaya diri,” tegas Ari.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, tim kuasa hukum menyatakan siap menyampaikan nota keberatan atau eksepsi setelah dakwaan dibacakan. Langkah tersebut diambil agar publik dapat menilai perkara ini secara objektif berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan. (Fajri)

Editor: Agus S

Posko Nataru Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Layani 18.346 Penumpang

0
Penutupan posko Nataru Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

BALIKPAPAN — Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan secara resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Senin (5/1/2026). Penutupan posko menandai berakhirnya masa layanan intensif selama periode libur akhir tahun.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan posko yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala operasional berarti. Seluruh aktivitas penerbangan selama masa Nataru terpantau stabil dengan dukungan penuh petugas lintas instansi.

“Selama periode masa angkutan Nataru, seluruh aspek operasional di bandara terpantau stabil. Saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh instansi terkait yang tergabung dalam posko terpadu,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2025 dengan 137 penerbangan dan 19.147 penumpang. Sementara puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 127 penerbangan dan jumlah penumpang mencapai 18.346 orang.

“Kami bersyukur layanan angkutan Nataru tahun ini berjalan sangat baik. Berkat koordinasi yang solid antara TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, pihak maskapai, serta seluruh stakeholder lainnya, aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan dapat terjaga. Selama periode ini tidak terjadi gangguan keamanan maupun kecelakaan kerja,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, Bandara SAMS Sepinggan mencatat 48.292 pergerakan pesawat, melayani 5.271.140 penumpang, serta mengelola kargo sebesar 55.583 ton. Capaian tersebut menegaskan posisi bandara ini sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur.

Dari sisi rute penerbangan, tujuan Jakarta menjadi rute paling diminati penumpang sepanjang 2025. Rute favorit lainnya menyusul ke Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan.

Meski posko Nataru telah ditutup secara fisik, manajemen bandara memastikan standar pelayanan prima tetap berjalan. Seluruh fasilitas pendukung, mulai dari area check-in, ruang tunggu, hingga fasilitas sanitasi, akan terus dipelihara demi kenyamanan pengguna jasa.

“Penutupan posko bukan berarti pengawasan menurun. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara di awal tahun 2026,” pungkas Iwan.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S

Belum Ada Kepastian CPNS 2026, Pemkot Bontang Arahkan Pengadaan ASN ke 2027

0
Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto (Syakurah)

BONTANG — Wacana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 belum memiliki kepastian. Pemerintah Kota Bontang hingga kini masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait pengadaan aparatur sipil negara (ASN) di tahun tersebut.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan bahwa sampai awal 2026 belum ada regulasi atau sinyal resmi mengenai pembukaan CPNS, termasuk untuk Kota Bontang.

“Untuk pengadaan CPNS, sampai sekarang belum ada kebijakan dari pemerintah pusat. Kemungkinannya justru di 2027,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Selain bergantung pada kebijakan nasional, Pemkot Bontang juga harus memperhitungkan kemampuan keuangan daerah, terutama komposisi belanja pegawai. Menurut Sudi, pengadaan ASN tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa perencanaan matang karena harus sejalan dengan kondisi fiskal daerah.

Ia menjelaskan, jika ke depan pemerintah pusat membuka kembali pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), maka Pemkot Bontang telah menetapkan skala prioritas. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan tenaga guru dan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, yang bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

“Kalau ke depan ada pengadaan, yang menjadi prioritas utama itu guru dan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis. Karena ini menyangkut pelayanan dasar kepada masyarakat,” jelasnya.

Untuk sektor pendidikan, Sudi memaparkan bahwa pada 2026 terdapat sekitar 31 guru yang akan memasuki masa pensiun. Jika Pemkot Bontang menerapkan kebijakan zero growth, maka minimal jumlah guru yang pensiun tersebut harus ditutup melalui pengadaan ASN baru.

“Guru yang pensiun di 2026 itu ada 31 orang. Artinya, kalau mau menutup dari jumlah yang pensiun saja, minimal kita butuh 31 guru, dengan catatan tidak ada penambahan rombongan belajar,” katanya.

Namun demikian, apabila terjadi penambahan rombongan belajar, maka kebutuhan tenaga pendidik otomatis akan meningkat. Dalam kondisi tersebut, Dinas Pendidikan akan mengajukan tambahan formasi agar beban mengajar tetap seimbang dan seluruh rombel terlayani.

Sementara itu, untuk sektor kesehatan, khususnya dokter spesialis, kebutuhan akan dihitung kembali secara lebih rinci. Sudi mengakui bahwa pada pengadaan sebelumnya Pemkot Bontang sempat membuka formasi dokter spesialis, namun belum mendapat respons dari pelamar.

“Kemarin sempat dibuka, tapi tidak ada yang daftar dokter spesialis. Jadi nanti bisa kita buka lagi,” ujarnya.

Selain melalui jalur pengadaan CASN, pemenuhan kebutuhan dokter spesialis juga direncanakan melalui skema tugas belajar. Dokter yang saat ini bertugas di Bontang dapat diberi penugasan untuk menempuh pendidikan spesialis, sehingga kebutuhan layanan kesehatan tetap terpenuhi dalam jangka menengah.

Langkah tersebut dinilai lebih realistis sekaligus berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Bontang, sembari menunggu kepastian kebijakan pengadaan ASN dari pemerintah pusat.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S