Beranda blog Halaman 455

Usai Dilantik, Wali Kota Bontang Beri Penugasan Strategis kepada Enam Kepala Dinas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Dwi/RadarBontang).

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi melantik enam kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, Senin (5/1/2026) pagi. Pelantikan tersebut sekaligus diikuti penyampaian arahan dan penugasan strategis kepada para pejabat yang baru dilantik.

Enam kepala dinas yang dilantik masing-masing mengisi posisi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf), Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Usai pelantikan, Neni menyampaikan langsung arahan dan tugas khusus kepada masing-masing kepala dinas. Penyampaian tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota dan menekankan pentingnya kerja terukur, fokus, serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Untuk Kepala Dispoparekraf, Neni menekankan agar fokus pada pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal dan peningkatan prestasi olahraga. Ia meminta potensi wisata pesisir dan ekonomi kreatif digarap secara serius agar sektor pariwisata dapat menjadi mesin ekonomi baru di luar sektor migas.

Sementara kepada Kepala BPKAD, Neni menegaskan pentingnya penatausahaan aset daerah yang tertib dan akuntabel. Pengelolaan keuangan daerah, kata dia, harus mendukung efisiensi belanja tanpa mengabaikan dampak sosial bagi masyarakat.

“Pengelolaan keuangan harus rapi dan akuntabel, efisien dalam belanja, tetapi tetap memberi manfaat sosial yang maksimal,” jelasnya.

Kepada Kepala Bapenda, Neni menilai peran badan tersebut sangat strategis sebagai tulang punggung kemandirian fiskal daerah. Ia meminta agar digitalisasi pajak daerah terus diperkuat, disertai perluasan basis pajak melalui inovasi yang berkelanjutan.

Untuk Kepala Dishub, Neni memberikan penugasan tegas terkait pembenahan transportasi publik dan penataan parkir. Ia menekankan tidak boleh lagi ada praktik parkir yang mengambil hak pejalan kaki, termasuk penggunaan trotoar sebagai area parkir.

“Permasalahan transportasi publik harus segera dituntaskan. Penataan parkir juga harus tegas, jangan sampai trotoar dipakai parkir,” tegasnya.

Di sektor komunikasi dan informatika, Neni meminta Diskominfo menjadi garda terdepan dalam mewujudkan konsep smart city. Keterbukaan informasi publik, penguatan keamanan siber, serta integrasi data satu pintu di lingkungan Pemkot Bontang menjadi fokus utama.

Adapun kepada Kepala DKUMPP, Neni menekankan pentingnya pendampingan serius terhadap UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing tinggi. Produk lokal diharapkan tidak hanya bertahan di pasar daerah, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Pelantikan dan penugasan ini menandai komitmen Pemkot Bontang untuk mendorong kinerja perangkat daerah yang lebih terarah, responsif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi pembangunan kota.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S

Polder Tanjung Laut Mulai Dibangun Tahun Ini, Anggaran Rp43 Miliar Disiapkan untuk Atasi Banjir

0
Neni Moerniaeni Wali Kota Bontang (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang memastikan proyek pembangunan polder atau kolam retensi di kawasan Tanjung Laut mulai direalisasikan pada tahun 2026. Program strategis ini disiapkan sebagai solusi jangka panjang penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di sejumlah wilayah kota.

Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa pembangunan polder Tanjung Laut telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta didukung bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Total anggaran yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp43 miliar.

Ia menegaskan, seluruh proses pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama kini telah diselesaikan. Dengan rampungnya tahapan tersebut, pemerintah daerah dapat segera memulai pekerjaan fisik di lapangan.

“Mudah-mudahan banjir bisa selesai. Ini sebenarnya sudah direncanakan sangat lama. Alhamdulillah, beberapa proses baru bisa tuntas kemarin, bahkan deadlinenya sampai akhir tahun,” ujar Neni, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, polder Tanjung Laut tidak hanya dirancang sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga memiliki fungsi tambahan yang memberi nilai lebih bagi kota. Pemerintah berencana mengintegrasikan kawasan tersebut dengan konsep urban tourism agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik.

“Jadi bukan hanya mengatasi banjir, tapi juga bisa menjadi kawasan yang indah dan bermanfaat bagi masyarakat serta berpotensi menambah PAD,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan polder tersebut mampu menekan risiko genangan di wilayah-wilayah rawan banjir, sekaligus menjadi bagian dari penataan kota yang lebih berkelanjutan. Pemerintah Kota Bontang menargetkan proyek ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengendalian banjir dalam jangka menengah hingga panjang.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

Setelah Dua Kali Tertunda, Nadiem Makarim Hadiri Sidang Perdana Perkara Chromebook

0
Nadiem Anwar Makarim menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, akhirnya menghadiri sidang perdana pembacaan dakwaan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019–2022. Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Persidangan ini sebelumnya sempat dua kali ditunda lantaran kondisi kesehatan terdakwa yang masih dalam masa pemulihan pascaoperasi pada akhir 2025. Kehadiran Nadiem kali ini menandai dimulainya proses persidangan pokok perkara yang menyedot perhatian publik.

Penasihat hukum Nadiem menyampaikan bahwa kliennya tetap memilih hadir meski masih menjalani perawatan, sebagai bentuk itikad baik untuk mempercepat proses hukum sekaligus menjawab sorotan publik terkait kasus tersebut.

“Nadiem kondisinya masih perawatan, tapi beliau akan hadir sidang,” ujar penasihat hukum Ari Yusuf Amir kepada wartawan di PN Jakarta Pusat sebelum persidangan dimulai.

Nadiem tiba di kompleks pengadilan sekitar pukul 10.18 WIB. Mengenakan kemeja hijau muda, ia tampak tersenyum singkat kepada awak media yang menunggu di area masuk gedung. Saat ditanya mengenai kondisi kesehatannya, Nadiem menjawab singkat.

“Alhamdulillah sehat,” ucapnya sebelum memasuki ruang sidang.

Pantauan di lokasi persidangan menunjukkan sejumlah pihak hadir memberikan dukungan kepada terdakwa. Di antaranya pengemudi ojek daring, anggota keluarga inti, serta beberapa tokoh perfilman dan seniman yang mengikuti jalannya sidang secara langsung.

Dalam perkara pengadaan Chromebook dan CDM ini, jaksa menyebut dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp2,18 triliun. Kerugian tersebut dikaitkan dengan program digitalisasi pendidikan serta pengadaan layanan Chrome Device Management yang dinilai tidak memiliki urgensi.

Sebelumnya, tiga terdakwa lain dalam perkara yang sama telah lebih dahulu menjalani proses persidangan. Sementara satu tersangka lainnya masih berstatus buron. Dakwaan juga menyebut adanya pihak-pihak yang diperkaya dari proyek tersebut, termasuk Nadiem yang kini duduk sebagai terdakwa.

Proses persidangan selanjutnya dijadwalkan akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan hukum acara pidana. (Fajri)

Editor: Agus S

Libur Nataru di IKN Berjalan Aman dan Lancar, Polsek Sepaku Perketat Pengamanan

0
Libur Tahun Baru, Polsek Sepaku lakukan pengamanan aktivitas masyarakat di jantung IKN. (Dok. Polsek Sepaku)

PENAJAM PASER UTARA — Lonjakan kunjungan masyarakat ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 direspons dengan peningkatan pengamanan oleh jajaran kepolisian. Polsek Sepaku secara intensif melakukan pengawalan aktivitas publik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Minggu (4/1/2026).

Pengamanan difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan antisipasi kepadatan kendaraan di sejumlah titik strategis yang berpotensi rawan. Beberapa lokasi prioritas di antaranya persimpangan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat serta simpang tiga Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (Koperbi).

Personel Polsek Sepaku disiagakan di lapangan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa libur panjang. Kehadiran aparat di titik-titik tersebut dinilai penting mengingat tingginya aktivitas pengunjung di kawasan jantung pemerintahan nasional.

Kapolres Penajam Paser Utara, Andreas Alek Danantara, melalui Kapolsek Sepaku, Syarifuddin, menjelaskan bahwa KRYD merupakan langkah preventif Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di kawasan strategis nasional seperti KIPP IKN.

“Kehadiran personel di lapangan terus kami tingkatkan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di wilayah KIPP IKN,” terang AKP Syarifuddin, Minggu (4/1/2026).

Selama pelaksanaan KRYD di masa libur Nataru, situasi keamanan di kawasan KIPP IKN terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas berjalan lancar dan terkendali tanpa adanya kejadian menonjol yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Kesiapsiagaan personel Polsek Sepaku ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kelancaran kegiatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di kawasan Ibu Kota Nusantara yang tengah menjadi pusat perhatian publik.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Enam Jabatan Kepala Dinas Terisi, Wali Kota Bontang Lantik Pejabat Baru

0
Pelantikan 6 kepala dinas oleh Wali Kota Bontang (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang resmi mengisi enam jabatan kepala dinas yang sebelumnya kosong melalui pelantikan dan pengambilan sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Senin (5/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja organisasi perangkat daerah.

Enam pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses seleksi terbuka dan ditetapkan untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Pengisian jabatan ini sekaligus menutup kekosongan pimpinan pada sejumlah dinas dan badan yang selama ini dijabat oleh pelaksana tugas.

Untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP), posisi yang sebelumnya dijabat Kamilan kini dipercayakan kepada Eko Arisandi. Sementara itu, jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang sebelumnya diisi Sony Suwito, kini diemban oleh Muhammad Syahbirin.

Perubahan juga terjadi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jabatan kepala badan yang sebelumnya dijabat Syahruddin, kini resmi diisi oleh Natalia Trisnawati. Selanjutnya, posisi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) yang sebelumnya dipimpin Rafidah, kini dijabat Eko Mashudi.

Untuk sektor komunikasi dan informasi, jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang sebelumnya dipegang Anwar Sadat, kini dipercayakan kepada Andi Hasanuddin Akmal. Adapun jabatan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) resmi diisi oleh M. Taupan Kurnia S.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk bekerja profesional, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas sesuai sumpah dan janji jabatan.

Pelantikan enam kepala dinas ini diharapkan mampu memperkuat kinerja pemerintahan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong percepatan program pembangunan di Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Agus S

16 Hari Tol Balsam–IKN/Kalsel Dibuka Fungsional, Hanya 3 Laka dan Puluhan Kendaraan Bermasalah Ban

0
Yudi Hardiana, Kepala BBPJN Kaltim. (Istimewa)

NUSANTARA — Selama 16 hari dibuka secara fungsional terbatas, ruas Tol Balikpapan–Samarinda–IKN/Kalsel mencatat arus lalu lintas yang relatif lancar dengan tingkat kecelakaan rendah. Meski volume kendaraan cukup tinggi, insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi tergolong minim dan tidak menimbulkan korban serius.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim), Yudi Hardiana, menyampaikan bahwa selama periode operasional fungsional tersebut hanya tercatat tiga insiden kecelakaan lalu lintas.

“Insiden yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal. Nabrak waterbarrier,” ucapnya, Minggu (4/1/2026) malam.

Menurut Yudi, tidak ada kecelakaan berat selama masa operasional terbatas tol tersebut. Seluruh insiden dapat ditangani di lapangan tanpa mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.

Berdasarkan data Lintas Harian Rata-rata (LHR), persoalan yang paling banyak dialami pengguna jalan bukanlah kecelakaan, melainkan gangguan teknis kendaraan. Tercatat sebanyak 30 kendaraan mengalami pecah atau bocor ban selama melintas di ruas tol tersebut.

Selain itu, terdapat 17 kendaraan mengalami gangguan mesin, 14 kendaraan mengalami overheat, 11 kendaraan kehabisan bahan bakar minyak (BBM), serta 3 kendaraan kehabisan air aki. Seluruh data tersebut tercatat dalam laporan harian operasional tol.

“Semua data lengkap di sini (rekapan LHR),” sebut Yudi.

Dari sisi volume lalu lintas, selama periode fungsional terbatas tercatat total 93.957 kendaraan melintasi Tol Balsam–IKN/Kalsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.109 kendaraan bergerak dari arah Balikpapan dan Samarinda menuju IKN dan Kalimantan Selatan.

Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yakni dari IKN dan Kalimantan Selatan menuju Balikpapan dan Samarinda, tercatat sebanyak 40.848 kendaraan.

Data BBPJN Kaltim juga mencatat adanya 5.366 kendaraan yang singgah di rest area segmen 5B selama masa operasional tersebut. Keberadaan rest area dinilai cukup membantu pengguna jalan untuk beristirahat dan menangani gangguan ringan pada kendaraan.

Yudi menegaskan, data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola untuk meningkatkan kesiapan infrastruktur, pelayanan, serta mitigasi risiko sebelum tol tersebut beroperasi secara penuh.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Pembunuhan Istri di Muara Wahau, Polisi Selidiki Dugaan Motif Cemburu

0
Proses evakuasi korban pembunuhan di Muara Wahau (Dok: Polres Kutim)

SANGATTA — Kasus pembunuhan dalam lingkup rumah tangga menggemparkan warga Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Seorang perempuan muda berinisial H (24) meregang nyawa setelah diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, RAI (29), di sebuah toko pakaian di Desa Wahau Baru, Minggu (4/1/2026) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di sebuah toko baju di Jalan Poros SP 2. Korban ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan luka serius akibat bacokan dan gorokan di bagian leher. Polisi memastikan senjata yang digunakan pelaku adalah senjata tajam jenis parang.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pelaku berhasil diamankan tak lama setelah peristiwa berdarah itu terjadi.

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku sudah diamankan beserta barang buktinya. Saat ini penyidik masih mendalami motif dan kronologi kejadian,” ujar AKBP Fauzan saat dikonfirmasi, Minggu malam.

Dari hasil pemeriksaan awal, aparat kepolisian menduga pembunuhan tersebut dipicu oleh rasa cemburu. Pelaku mencurigai korban memiliki hubungan dengan pria lain setelah korban diketahui tidak pulang ke rumah selama dua hari.

Kapolsek Muara Wahau, Sumartono, menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban sedang berada di meja kasir bersama seorang saksi. Pelaku kemudian datang ke toko dan mengajak korban berbicara di salah satu sudut toko yang saat itu masih ramai oleh pengunjung.

“Terjadi cekcok mulut. Pelaku mempertanyakan keberadaan korban selama dua hari terakhir dan menuduh korban bersama pria lain. Emosi pelaku memuncak setelah korban mengakui sempat bertemu pria tersebut,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut, pelaku diketahui telah membawa parang sepanjang sekitar 60 sentimeter yang disembunyikan di balik hoodie hitam yang dikenakannya. Saat pertengkaran memanas, pelaku langsung menyerang korban tanpa memberi kesempatan menyelamatkan diri.

“Pelaku membacok korban di beberapa bagian tubuh dan menggorok leher korban hingga korban meninggal dunia di TKP,” tambah Kapolsek.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah parang, satu hoodie hitam, serta satu unit telepon genggam milik korban. Sementara jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Muara Wahau II untuk kepentingan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Muara Wahau untuk menjalani proses hukum. Penyidik menjerat pelaku dengan pasal berlapis terkait pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman pidana penjara jangka panjang. Polisi menegaskan penyidikan masih terus berjalan guna mengungkap secara menyeluruh latar belakang dan rangkaian peristiwa kasus tersebut.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Penikaman di Simpang Otista Samarinda, Satu Pelaku Diamankan Polisi

0
Kapolsek Samarinda Kota Kompol I.G.N. Adi Suarmita saat diwawancarai. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Insiden pertikaian berdarah kembali mengguncang Kota Samarinda. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius dalam kejadian di simpang tiga Jalan Otto Iskandar Dinata dan Jalan Sultan Alimuddin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Senin (5/1/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.19 Wita dan sempat membuat situasi di lokasi mencekam. Korban mengalami luka tusuk parah dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kapolsek Samarinda Kota, I.G.N. Adi Suarmita, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban sempat dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie, namun nyawanya tidak tertolong.

“Informasi terakhir, yang bersangkutan meninggal dunia. Kami masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk langkah selanjutnya,” ujar Kompol Adi saat dikonfirmasi di Mapolresta Samarinda pada sore hari.

Dalam penanganan cepat di lapangan, aparat kepolisian berhasil mengamankan satu orang pria berinisial V yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman. Pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian berlangsung.

“Untuk saat ini, kami amankan satu orang berinisial V. Pelaku diamankan di TKP dengan bantuan masyarakat, kemudian langsung dibawa ke Polsek Samarinda Kota,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menusuk korban di bagian ulu hati. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif di balik aksi penikaman tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan olah tempat kejadian perkara kembali dilakukan guna memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

“Motif belum bisa kami ungkapkan. Setelah pemeriksaan tersangka selesai, baru bisa kami sampaikan. Kami harus memastikan keterangan saksi-saksi sinkron agar tidak menjadi polemik di luar,” tegas Kompol Adi.

Terkait identitas korban, polisi menyebut korban merupakan warga Samarinda berdasarkan dokumen kependudukan yang ditemukan. Keluarga korban, didampingi tetangga, telah mendatangi SPKT Polsek Samarinda Kota untuk membuat laporan resmi.

Menanggapi beredarnya video kejadian di media sosial, Kapolsek Samarinda Kota juga mengimbau masyarakat yang memiliki rekaman sebelum atau saat terjadinya cekcok untuk membantu proses penyidikan.

“Bagi masyarakat atau rekan media yang memiliki video awal sebelum kejadian, khususnya saat cekcok terjadi, kami harap dapat mengirimkannya ke Polsek Samarinda Kota sebagai bahan pendalaman,” pungkasnya. (Dim)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Infrastruktur Dasar Belum Optimal, Layanan Wisata Maratua Masih Perlu Pembenahan

0
Pulau Maratua yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Kalimantan Timur masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya pada infrastruktur penunjang pariwisata.

BERAU — Status Pulau Maratua sebagai destinasi wisata bahari berkelas internasional belum sepenuhnya ditopang kesiapan infrastruktur dasar yang memadai. Sejumlah keterbatasan layanan publik masih menjadi pekerjaan rumah yang berpotensi memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus keberlanjutan sektor pariwisata di wilayah terluar Kabupaten Berau tersebut.

Camat Maratua, Arianto, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di Pulau Maratua tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam. Dukungan infrastruktur, khususnya yang menyentuh kebutuhan dasar wisatawan dan pelaku usaha, masih harus diperkuat.

Ia mengungkapkan, ada dua persoalan utama yang hingga kini paling sering dikeluhkan, yakni keterbatasan jaringan telekomunikasi dan layanan transportasi laut.

“Masih banyak PR yang harus kami benahi agar wisatawan merasa nyaman. Keluhan paling sering kami terima yaitu jaringan telekomunikasi yang belum merata,” ujarnya.

Menurut Arianto, akses sinyal yang tidak stabil bukan hanya berdampak pada pengalaman wisatawan, tetapi juga menyulitkan aktivitas pelaku usaha pariwisata. Mulai dari pengelola penginapan, jasa transportasi laut, hingga pemandu wisata, semuanya membutuhkan konektivitas yang andal untuk mendukung operasional harian.

Selain persoalan telekomunikasi, ia juga menyoroti keterbatasan transportasi laut menuju dan di sekitar Maratua. Ketersediaan speedboat dinilai belum ideal, baik dari sisi jumlah armada maupun standar pelayanan yang menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

“Transportasi ini menyangkut keselamatan. Kami ingin para pengusaha jasa penyeberangan benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai daerah tujuan wisata unggulan, layanan transportasi laut seharusnya dikelola dengan standar yang jelas, mengingat mobilitas wisatawan sangat bergantung pada jalur laut.

Pihak kecamatan, lanjut Arianto, telah menyampaikan berbagai persoalan tersebut kepada pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan Berau, pengelola pariwisata, serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Maratua agar pembenahan dapat dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.

“Kami sudah sampaikan ke Dishub, pengelola pariwisata, dan Pokdarwis. Harapannya ada perbaikan bersama agar Maratua semakin siap menerima wisatawan,” pungkasnya. (Srn)

Editor: Agus S

Penutupan Libur Nataru, Arus Kendaraan ke IKN Tembus 10.981 Unit

0
Pengunjung ke IKN tertarik melihat Istana Negara dari dekat dan mengabadikan dengan berfoto. (Atmaja/MKN/istimewa)

NUSANTARA — Antusiasme masyarakat mengunjungi Ibu Kota Nusantara mencapai puncaknya pada hari terakhir libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang bertepatan dengan masa libur sekolah. Hingga Minggu (4/1/2026) sore, kawasan inti pemerintahan IKN dipadati puluhan ribu pengunjung dari berbagai daerah.

Berdasarkan data pos pemeriksaan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat, tercatat sebanyak 10.981 kendaraan masuk ke kawasan IKN hingga pukul 18.07 Wita. Jumlah tersebut terdiri atas 3.506 sepeda motor, 7.458 mobil, serta 17 unit bus dan minibus.

Dengan asumsi kapasitas kendaraan yang melintas, jumlah pengunjung yang memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) diperkirakan mencapai sekitar 37.136 orang dalam satu hari.

“Sebanyak itu pengunjung yang hadir,” ujar Helena Lin Legi, salah satu ASN Otorita Ibu Kota Nusantara yang bertugas piket di KIPP selama libur Nataru.

Ia menjelaskan, data tersebut telah direkap dan menjadi bagian dari laporan internal, termasuk untuk disampaikan ke jajaran kedeputian terkait sebagai bahan evaluasi pengelolaan kunjungan publik ke IKN.

Pantauan di lapangan menunjukkan lonjakan kendaraan menyebabkan hampir seluruh kantung parkir yang disiapkan penuh. Area parkir di Rest Area, Sumbu Timur, hingga Taman Kusuma Bangsa terisi maksimal sejak siang hari.

Selain itu, ratusan kendaraan roda dua terlihat parkir di sepanjang jalan dekat Pos Sumbu Barat akibat keterbatasan ruang parkir. Kepadatan pengunjung juga terlihat menyebar di berbagai titik dalam KIPP, mulai dari kawasan Kemenko 1 dan 2, selasar Kemenko 3, hingga Jalan Grande.

Salah satu titik yang paling menyita perhatian pengunjung adalah akses menuju Istana Negara. Antrean panjang terlihat di Jalan Grande, dengan pengunjung bergantian masuk untuk melihat bangunan Istana dari jarak dekat dan mengabadikan momen kunjungan mereka.

Pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Kalimantan Timur, tetapi juga dari luar daerah. Beberapa di antaranya diketahui datang dari Solo, Jawa Tengah, dan wilayah lain di Pulau Jawa.

Tingginya minat masyarakat di hari terakhir libur Nataru ini kembali menegaskan daya tarik IKN sebagai destinasi baru, sekaligus menjadi catatan penting bagi pengelola untuk pengaturan arus kendaraan dan pengunjung ke depan.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S