Beranda blog Halaman 455

Pemkot Gelar Sosialisasi LPPD 2025, Dasuki Yakin Posisi Kota Bontang Kembali Masuk 10 Besar Nasional

0
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bontang, Dasuki (tengah) saat membuka kegiatan LPPD 2025. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Sosialisasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Persamaan Persepsi Definisi Operasional Indikator Kinerja Kunci Tahun 2025, Kamis (13/11).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bontang, Dasuki, yang menegaskan pentingnya penyusunan LPPD sebagai cerminan kinerja Pemerintah Kota Bontang secara menyeluruh.

“LPPD merupakan potret utuh kinerja Pemerintah Kota Bontang, baik wali kota maupun wakil wali kota, yang pada hakikatnya merupakan akumulasi dari capaian seluruh perangkat daerah,” ujar Dasuki dalam sambutannya.

Dalam arahannya, Dasuki menekankan bahwa baik atau tidaknya hasil LPPD sangat bergantung pada keseriusan, ketelitian, dan integritas seluruh ASN dalam mengolah serta menyajikan data dan informasi yang akurat.

“Penyusunan LPPD yang baik menuntut ketepatan, keakuratan, serta prinsip transparansi dan akuntabilitas. Data yang tidak valid bukan hanya mengurangi kualitas laporan, tetapi juga dapat menurunkan kredibilitas kinerja daerah secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan reflektif yang menggambarkan pentingnya dasar data yang kuat dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.
“Bangun rumah harus berpondasi kuat, bangun daerah harus dengan data yang akurat. Maka mari kita pastikan LPPD Kota Bontang disusun dengan pondasi data yang kuat, valid, dan akuntabel, agar menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dasuki optimistis dengan komitmen, kolaborasi, dan semangat kebersamaan seluruh perangkat daerah, Pemkot Bontang mampu mewujudkan LPPD Tahun 2025 dengan predikat tinggi, sekaligus mengembalikan posisi Kota Bontang ke 10 besar nasional dari 98 kota di Indonesia.

“Kita harus bekerja bersama, saling mendukung dan memastikan seluruh indikator kinerja tersusun sesuai standar. Hasil terbaik akan lahir dari kerja keras yang didasari data valid dan tanggung jawab bersama,” ujarnya menutup sambutan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Truk Molen Adhi Persada Beton Terguling di Sepaku, Sopir Luka dan Dilarikan ke Puskesmas

0
Truk molen milik PT Adhi Persada Beton terguling di tepi jalan kawasan Pemaluan, Sepaku, PPU. Sopir mengalami luka dan dievakuasi ke Puskesmas. (Ist)

SEPAKU – Sebuah kecelakaan tunggal menimpa truk molen berpelat nomor B 9187 UIA milik PT Adhi Persada Beton Plant IKN Sepaku, Sabtu (15/11/2025). Peristiwa berlangsung sekitar pukul 14.00 Wita di kawasan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), tak jauh dari Garton Ready Mix.

Truk yang dikemudikan Saipul itu diketahui berangkat dari area ready mix Adhi Persada Beton di sekitar Gunung Sabut, menuju proyek pembangunan Jalan Tol IKN seksi 6A untuk menumpahkan beton. Namun naas, saat melintasi tikungan, kendaraan diduga hilang kendali, menyerempet tiang PJU, dan terguling ke sisi kiri jalan. Tiang PJU tampak bengkok dan miring akibat terserempet badan truk.

Belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan. Warga dan pekerja proyek di sekitar lokasi langsung berdatangan untuk membantu.

David, pekerja Adhi Persada Beton yang berada di lokasi kejadian, memastikan sopir mengalami luka dan langsung dibawa ke Puskesmas Sotek. “Infonya akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bagian depan truk mengalami kerusakan cukup parah. Kap sebelah kiri ringsek, kaca depan pecah, dan drum molen berisi semen ready mix tampak mulai mengeras. Truk 10 roda berkapasitas 6 kubik itu masih dalam posisi terbalik menunggu alat berat untuk evakuasi.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penanganan kecelakaan masih berlangsung dan pihak perusahaan disebut sudah melakukan koordinasi dengan aparat terkait. (riz)

Editor: Agus S

Didominasi Industri Kimia, Ini 5 Sektor Terbesar Penyumbang Investasi PMDN–PMA di Bontang Triwulan III 2025

0

Laju investasi Kota Bontang kembali menunjukkan tren positif. Pada triwulan III 2025, sektor industri kimia mendominasi dengan kontribusi terbesar dalam realisasi PMDN dan PMA. Selain kimia, terdapat empat sektor lain yang menjadi penyumbang utama arus modal, mencerminkan iklim investasi yang kian kuat dan didukung kemudahan layanan perizinan oleh pemerintah daerah.

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb15nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Wali Kota Komit Dukung Penguatan Pendidikan dan Dakwah Muhammadiyah Bontang

0
Wali Kota Neni saat menyampaikan sambutan di pembukaan pelatihan baitul arqam. (ist)

BONTANG — Pelatihan Baitul Arqam gabungan yang melibatkan unsur pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah dari Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur resmi dibuka pada Jumat, 14 November 2025, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bontang. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang menegaskan kuatnya dukungan Pemerintah Kota terhadap program strategis persyarikatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa Pemkot Bontang berkomitmen penuh mendukung penguatan pendidikan, dakwah, dan perkaderan di lingkungan Muhammadiyah–Aisyiyah.

“Muhammadiyah adalah kekuatan besar yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Pemkot Bontang tentu berkomitmen untuk terus bersinergi dan mendukung setiap upaya penguatan pendidikan dan dakwah,” ujar Wali Kota Neni.

Penunjukan Bontang sebagai tuan rumah pelaksanaan gabungan Baitul Arqam oleh PWM Kaltim menjadi kebanggaan tersendiri. Selain membuka kegiatan, Wali Kota juga mengumumkan dukungan Pemkot terhadap rencana pembangunan kawasan dakwah Muhammadiyah di Kilometer 3 pada tahun 2026.

Tak hanya itu, Wali Kota Neni menyampaikan kesiapan Bontang untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun 2027, memastikan seluruh fasilitas dan dukungan pemerintah akan dimaksimalkan.

Dalam pesannya, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi antarelemen organisasi dan pemerintah, terlebih dalam menghadapi tantangan global maupun dinamika ekonomi daerah.

“Organisasi itu ibarat bangunan. Ia akan kokoh jika seluruh komponen, dari fondasi hingga struktur, bekerja bersama,” tuturnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sanksi Narkoba Tak Menjera

0
Hafsah. (Ist)

Oleh:
Hafsah
Penulis dan Aktivis

Satresnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan empat tersangka pengedar sabu yang beroperasi di wilayah Bontang – Kutai Timur (Kutim). Hal ini disampaikan saat kegiatan konferensi pers berlangsung, Selasa (11/11/2025).

Diketahui, keempat tersangka tersebut mencoba cari keuntungan dari bisnis sabu, dimana bisnis haram ini baru mereka jalankan sekitar dua tahun.
Mereka mengakui sebagai pengedar serta perantara dalam transaksi sabu.
https://radarbontang.com/4-tersangka-pengedar-sabu-di-bontang-kutim-diamankan-jalankan-aksi-sesuai-arahan-si-bos/

Selanjutnya, satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Balikpapan mencatat tren peningkatan kasus narkotika sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Berdasarkan data resmi, jumlah kasus yang diungkap mencapai 286 kasus, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat 281 kasus. https://kaltim.tribunnews.com/tribun-etam/1125448/breaking-news-kasus-narkoba-di-balikpapan-meningkat-sepanjang-2025-sabu-jadi-dominan

Fakta dan Sanksi Hukum yang Lemah

Narkotika dan obat terlarang masih menjadi momok ditengah masyarakat. Walau dikatakan terlarang, faktanya barang haram tersebut masih beredar terutama pada kalangan muda. Jiwa yang masih labil dihadapkan dengan keadaan yang membuat mereka rentan terhadap godaan penggunaan narkoba. Ditambah aturan yang tidak mengikat manusia pada aturan Ilahi akibat penerapan sistem sekuler menambah berat arus pergaulan remaja.

Sejak awal tahun 2025, Polri menangani kasus penyalahgunaan narkoba sebanyak 5.386 perkara. Jumlah tersebut lebih banyak 1,14 persen dari pada kejahatan dengan modus operandi mengedarkan narkoba.

Data Pusiknas Bareskrim Polri menyebutkan Polri menindak 13.142 kasus kejahatan narkoba sejak 1 Januari hingga Kamis 17 April 2025. Sebanyak 40,98 persen kasus menunjukkan kejahatan bermodus penyalahgunaan narkoba. Sementara kejahatan bermodus mengedarkan narkoba sebanyak 5.325 kasus atau sebesar 40,51 persen. Data itu menunjukkan jumlah kejahatan narkoba dengan modus penyalahgunaan lebih banyak ketimbang mengedarkan narkoba
(Pusiknas Bareskrim Polri go.id)

Modus penyalahgunaan dan pengedaran narkoba tetap eksis mewarnai kehidupan masyarakat. Bisnis haram tersebut tetap berjalan dalam senyap akibat standar yang berlaku saat ini adalah untung rugi. Keuntungan yang menggiurkan menjadi daya tarik tanpa mengindahkan halal haram. Sistem sekuler kapitalis telah mendorong masyarakat secara perlahan menjauhkan peran agama dari kehidupan mereka. Wajar jika bisnis tersebut tak mampu dihentikan karena tanpa disadari sistem memberi peluang dengan hukuman yang tidak membuat jera.

Meski aparat terkait gencar melakukan razia termasuk sosialisasi pada kalangan remaja, namun langkah tersebut tak mampu menghentikan laju peredarannya. Meski berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak terkait, sejauh ini belum menuntaskan persoalan narkoba. Paling banter, pengedar dan pengguna ditangkap lalu dijebloskan kedalam penjara. Parahnya, bisnis narkoba disinyalir berjalan dibalik jeruji.

Narkoba tidak diberantas sampai keakar sehingga pengedar dan pengguna tetap ada. Kalaupun kedapatan melanggar, masih diberi kesempatan direhabilitasi akibat ketergantungan pada narkoba. Masalahnya, pusat rehabilitasi tentu menggunakan uang negara yang notabene pengguna bukan dari kalangan orang miskin karena harga obat yang mampu dibeli. Sengkarut permasalahan narkoba hanya berakhir dipenjara dan tak memberi efek jera plus remisi-remisi yang diberikan hanya berakhir seperti drama.

Islam Memberantas Narkoba Hingga ke Akar

Islam adalah ideologi yang mempunyai seperangkat aturan untuk kemaslahatan umat, termasuk penanganan narkoba.
Narkoba dalam Islam dihukumi dengan menggunakan metode qiyas (analogy) yang disamakan dengan khomer (minuman keras)

Dalam sebuah hadist Rasulullah Saw bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr itu haram”. (HR Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menjadi landasan bahwa segala sesuatu yang menyebabkan hilangnya kesadaran atau memabukkan adalah haram. Maka Islam mengharamkan narkoba dan minuman keras karena sifatnya yang merusak akal, kesehatan jiwa dan jasmani, serta tatanan sosial masyarakat.

Individu akan aman dari pengaruh buruk narkoba jika setiap insan mempunyai kesadaran keterikatan kepada Allah SWT sebagai seorang hamba yang terikat dengan hukum yang melahirkan ketakwaan.

Ketakwaan setiap individu akan terjaga dengan kontrol sosial ditengah masyarakat. Untuk menjaga harmoni ketakwaan maka dibutuhkan perangkat hukum dari negara. Karena narkoba adalah sesuatu yang diharamkan, maka negara wajib mehilangkan pengaruh buruk serta dampaknya dengan cara memberantas tuntas barang haram tersebut.

Penyalahgunaan narkoba adalah bentuk Jarimah (kriminal), maka sanksinya adalah ta’zir. Ta’zir adalah hukuman yang diberikan untuk pelanggaran yang tidak memiliki ketentuan sanksi yang jelas dalam Al-Qur’an atau hadis, diserahkan kepada hakim atau penguasa. Ta’zir bisa berupa cambuk, penjara, maupun denda sesuai tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Sifat hukuman dalam Islam bertujuan membuat efek jera dan sebagai penebus dosa.

Negara sebagai pelindung rakyat akan melakukan tindakan keras terhadap pengguna maupun pengedar berdasarkan tingkat kesalahan yang dilakukan.
Untuk kasus-kasus yang sangat berat, seperti pengedar atau produsen besar yang menyebabkan kerusakan massal, beberapa ulama berpendapat bahwa hukuman ta’zir dapat mencapai tingkat hukuman mati jika dianggap perlu untuk kemaslahatan umat.

Demikian cara Islam menangani kasus narkoba hingga tuntas. Faktor keimanan berperan penting dalam menghalau segala bentuk tindak kejahatan. Perangkat sanksi sangat mendukung dengan efek jera sebagai bentuk perlindungan. Dengan konsep Islam, akal, jiwa dan keselamatan manusia terjaga.

Wallahu a’lam bisshowab

Benar kah Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutim Sudah Bebas Calo?

0
Pelayanan Disdukcapil dilakukan tanpa pungli. (ist)

SANGATTA — Pernyataan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) bahwa pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) tidak dipungut biaya alias gratis, masih disangsikan. Benar kah sudah sepenuhnya bebas calo?

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Kutim, M Syarif, menyampaikan bahwa dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), hingga Akta Kelahiran dipastikan gratis tanpa syarat tambahan apa pun.

“Semua pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil gratis. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan haknya tanpa pungutan tambahan,” tegasnya, Jum’at (14/11/2025).

Namun, meski pernyataan tersebut tegas, dinamika di lapangan tidak selalu mencerminkan kondisi ideal. Keluhan mengenai masih adanya pihak yang menawarkan jasa pengurusan dengan tarif tertentu terus muncul, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa celah percaloan masih belum sepenuhnya tertutup.

Syarif mengakui bahwa penggunaan jasa perantara adalah sumber masalah yang kerap menciptakan ruang pungli. Karena itu, Disdukcapil Kutim memperluas layanan digital serta unit layanan langsung di kecamatan dan desa agar masyarakat bisa mengurus dokumen tanpa bantuan pihak ketiga.

“Sekarang semua bisa diakses secara daring. Kami ingin pelayanan lebih dekat dan cepat, tanpa harus lewat calo,” tambahnya.

Meski demikian, akses digital bukan tanpa tantangan. Di beberapa daerah, koneksi internet yang tidak stabil serta literasi teknologi yang belum merata membuat sebagian warga masih memilih jalur mudah dengan menggunakan jasa perantara. Situasi ini justru membuka potensi pungli baru apabila tidak diawasi secara ketat.

Untuk mempersempit ruang pungli, Disdukcapil juga menggandeng Tim Satgas Saber Pungli Polres Kutim. Aparatur di semua lini pelayanan disebut rutin mendapat pembinaan integritas dan etika kerja. Namun, pengawasan ini memerlukan penerapan yang konsisten, terutama di titik pelayanan yang jauh dari kontrol langsung.

Komitmen Pemerintah Kutai Timur menuju layanan publik yang bersih patut diapresiasi, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada pembenahan layanan hingga ke tingkat paling bawah. Tanpa evaluasi terus-menerus dan pemerataan infrastruktur layanan, percaloan berpotensi tetap beroperasi di ruang-ruang yang sulit terjangkau.

“Dengan sistem yang terbuka dan pengawasan yang ketat, kami ingin seluruh warga merasa aman dan percaya pada layanan publik yang bebas pungli,” tutup Syarif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dokter Masih Enggan ke Pedalaman, Distribusi Tenaga Medis Jadi Tantangan Dinkes Kutim

0
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno. (Ramlah)

SANGATTA — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebut tidak semua dokter bersedia ditempatkan di daerah terpencil meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah.

Hal ini menjadi tantangan distribusi tenaga kesehatan di sejumlah Puskesmas wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim).

Menurutnya, standar ideal sebuah Puskesmas mengacu pada Permenkes, yakni memiliki satu dokter gigi, dua dokter umum, tenaga analis, apoteker, serta perawat atau bidan. Namun, pemenuhan formasi tersebut belum merata di seluruh wilayah Kutim.

“Kadang-kadang ada dokter yang tidak mau ditempatkan di pedalaman. Itu kendalanya,” ujar Sumarno, Jum’at (14/11/2025).

Saat ini, 21 Puskesmas di Kutim telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang memberi kewenangan untuk merekrut dan menggaji dokter melalui anggaran internal. Meski demikian, masih ada dua Puskesmas yang kekurangan tenaga medis, yaitu Puskesmas Batu Ampar dan Puskesmas Rantau Pulung.

Di kedua fasilitas tersebut belum tersedia dokter gigi, sementara Rantau Pulung sempat mengalami kekurangan dokter umum. Namun, kabar baik disampaikan Sumarno bahwa tahun ini akan ada dokter gigi dan dokter umum yang segera bertugas di Rantau Pulung.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan tenaga Nusantara Sehat (NS) dari Kementerian Kesehatan sangat berperan besar dalam menutup kekosongan tenaga medis di daerah pedalaman. Tahun ini, tenaga NS telah ditempatkan di sejumlah Puskesmas seperti Sandaran, Karangan, dan Muara Wahau.

“Tenaga Nusantara Sehat ini sangat membantu. Kalau tidak ada, kami kewalahan. Mereka digaji langsung oleh Kemenkes, bukan dari Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Dengan tambahan tenaga tersebut, Dinkes Kutim berharap pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman semakin optimal, meski pemerataan tenaga kesehatan tetap menjadi pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan komitmen bersama.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (6): Sehari Tanpa Target, KLCC, dan Petualangan Digital di Space & Time

0

Di Kuala Lumpur, saya memang tidak memasang target wisata tertentu. Kota ini sudah beberapa kali saya kunjungi, dan sebagian besar ikonnya pun sudah saya datangi.

Batu Caves sudah dua kali saya naiki tangganya yang panjang, dikerubuti merpati dan monyet yang seolah ikut mengawasi langkah. Genting Highlands meninggalkan kesan lewat kabut tebal dan dinginnya udara gunung. Di Cameron Highlands saya pernah memetik stroberi langsung dari kebunnya, sementara Putrajaya menawarkan jembatan-jembatan besar dan bangunan pemerintahan yang megah.

Karena itu, perjalanan kali ini sengaja tidak terburu-buru. Cukup menikmati satu ikon utama sebagai pembuka hari—KLCC. Sisanya, kami biarkan langkah kaki menentukan arah. Tidak mengejar banyak tempat, hanya menikmati Kuala Lumpur.

Dari Berjaya Times Square Hotel, kami memesan Grab menuju KLCC. Tarifnya sekitar RM12 atau kurang lebih Rp40 ribuan. Perjalanan singkat dan lancar. Setibanya di KLCC, suasananya langsung terasa familiar. Twin Towers memantulkan cahaya pagi, para turis sibuk memilih sudut terbaik untuk berfoto, dan area air mancur menjadi titik paling nyaman untuk berhenti sebentar menikmati pemandangan.

Tidak lama setelah itu, kami kembali ke hotel karena handphone istri tertinggal. Sekalian salat dan istirahat sebentar sebelum kembali melangkah keluar. Kami makan siang di mal Berjaya Times, lalu memutuskan menuju Chinatown.

Petaling Street seperti biasa penuh warna. Deretan kios padat, aroma makanan berbaur dari berbagai etnis, dan wisatawan bergerak tanpa henti. Kami berkeliling santai, menikmati suasana tanpa niat belanja banyak.

Dari Chinatown, kami naik Grab menuju Halab Cafe—restoran yang sempat viral karena posisinya tepat di bawah lintasan MRT. Banyak orang datang hanya untuk merasakan sensasi makan sambil melihat kereta melintas di atas kepala. Kami sekadar melihat-lihat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan utama: Space & Time Cube.

Lokasinya berada di lantai 3 Isetan The Japan Store, Lot 10, Bukit Bintang. Saya sudah membaca banyak ulasan: konsep imersif 3-D tanpa kacamata, ruangan visual 720°, interaksi AR, hingga zona multidimensi yang dirancang menyerupai perjalanan lintas ruang-waktu. Tiketnya RM88, kebetulan sedang promo termasuk akses VR World: Rebuild Panorama.

Setelah membeli tiket, kami diarahkan ke tempat penitipan barang. Begitu pintu wahana terbuka, suasananya langsung berubah. Cahaya biru dan ungu menyelimuti ruangan, grafis dinamis bergerak di dinding dan lantai, dan musik ambient membuat langkah pertama terasa seperti memasuki dunia lain.

Di salah satu area, proyeksi dinosaurus muncul seolah melintas di depan kami; di sisi lain, meteor jatuh digambarkan dalam visual berdimensi. Lantainya interaktif—setiap langkah memunculkan pola baru. Beberapa lorong ilusi optik dibuat dengan panel tinggi, membuat ruang sempit terasa jauh lebih luas.

Ada zona fantasi yang penuh cahaya, ada pula area dengan grafis yang mengikuti gerakan tubuh. Kami sempat berhenti sekadar memotret, karena perpaduan warna dan refleksi digitalnya benar-benar menarik.

Bagian VR menjadi pengalaman yang paling kuat. Begitu headset terpasang, dunia sekitar lenyap dan berganti dengan lanskap raksasa yang terasa seperti perpaduan masa lalu dan masa depan. Saya dan istri serasa dibawa ke sebuah dataran luas—struktur-struktur tinggi menjulang, disusun layaknya bangunan megah berlapis, seolah terinspirasi dari peradaban kuno tetapi divisualkan dengan teknologi futuristik.

Pada satu momen, lantai digital di bawah kaki menampilkan lorong panjang seperti jalan masuk ke bangunan besar. Cahaya dari sisi-sisinya bergerak mengikuti langkah, memberi ilusi seolah saya benar-benar berjalan menuruni koridor batu raksasa.
Panel-panel virtual di dinding menampilkan pola geometris kuno yang berubah setiap kali saya menoleh. Mirip pengalaman memasuki ruang rahasia dalam piramid, tetapi dalam versi rekonstruksi modern.

Di adegan berikutnya, visual membawa saya naik ke struktur berundak. Tekstur dindingnya dibuat sedetail mungkin sehingga terasa seperti memegang permukaan batu tua yang berusia ribuan tahun. Ketika simulasi “menaikkan” saya ke titik tertinggi, bentangan lanskap digital terbuka lebar. Pemandangan dari ketinggian yang memberikan sensasi seperti melihat dunia dari puncak sebuah monumen bersejarah.

Efek suara bass rendah muncul setiap kali struktur itu berubah atau “dibangun ulang”. Getar frekuensi rendah ini membuat ilusi gerak terasa sangat nyata, seperti tubuh ikut bergeser mengikuti pergerakan ruang.

Meski tidak secara spesifik meniru Piramida Khufu atau dataran Giza, pengalamannya serupa dengan tur sejarah imersif. Membawa imajinasi pada reruntuhan besar, arsitektur monumental, dan proses rekonstruksi sebuah peradaban.

Gabungan visual, suara, dan ritme pergerakan membuat VR ini terasa hidup—lebih seperti berjalan menembus waktu daripada sekadar bermain gim.

Keluar dari wahana, hari sudah mulai gelap. Bukit Bintang semakin penuh aktivitas. Di satu sudut, sekelompok warga Indonesia duduk santai menikmati pengamen jalanan yang membawakan lagu-lagu Noah, Armada, hingga Wali. Mereka ikut bernyanyi pelan sambil tersenyum—suasananya hangat, akrab, seperti pulang sebentar di tengah kota besar.

Kami berjalan kaki mencari kopi Oriental yang letaknya tidak jauh dari Isetan. Setelah makan dan membeli kopi, kami kembali menuju hotel. Jaraknya tidak sampai satu kilometer; berjalan santai hanya 10 menit sambil menikmati malam terakhir di Kuala Lumpur—lampu neon, lalu lintas yang tidak pernah benar-benar sepi, dan energi khas Bukit Bintang.

Hanya dua malam di Negeri Jiran ini. Besok kami akan meninggalkan Kuala Lumpur dan melanjutkan perjalanan pulang. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto S.Hut., S.H., M.H.

Wajib Pajak Teladan Dapat Hadiah Motor dari Pemkot Bontang

0
Wali Kota Neni menyerahkan kunci motor secara simbolis kepada wajib pajak. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar penyerahan hadiah utama bagi wajib pajak, Kamis (13/11), di Café Papoy Signature, Bontang Utara.

Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Vario 125 diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Kepala Bapenda Kota Bontang,
Syahruddin, serta Plt Kepala Bank Kaltimtara, Aris Herlambang.

Tak hanya itu, hadiah lainnya dari Bapenda dan BPD Kaltimtara meliputi kulkas, mesin cuci, televisi, Tabungan BPD senilai 2juta dan dispenser.

Sembari menyerahkan kunci motor secara simbolis, Wali Kota Neni menyampaikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan kesadaran dalam membayar pajak daerah. Ia menegaskan, pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Kota Bontang.

“Saya ucapkan selamat kepada para wajib pajak, mbak Kusnul sebagai pemenang hadiah utama. Teruslah disiplin membayar pajak, karena dengan lancar pajaknya, maka lancar pula rezekinya dan lancar PAD-nya. Pajak dari masyarakat akan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujar Neni.

Wali kota juga menambahkan, kegiatan apresiasi seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat masyarakat dan pelaku usaha agar semakin patuh terhadap kewajiban pajak daerah. “Kita ingin membangun kesadaran bahwa pajak bukan beban, tapi bentuk kontribusi nyata untuk kemajuan kota,” ujarnya.

Penerima hadiah utama, Kusnul Partiwi, pemilik Papoy Signature, mengaku kaget sekaligus gembira ketika dihubungi Bapenda dan diberi kabar dirinya memenangkan undian Gebyar Pajak Daerah.

“Kaget, senang, dan nggak nyangka dapat hadiah utama. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapenda, Bank Kaltimtara, dan Bunda Wali Kota,” ujarnya.
Kusnul menuturkan, ia menerima kabar kemenangan pada Selasa (11/11) melalui sambungan telepon karena tidak sempat hadir pada acara puncak Gebyar Pajak Daerah sebelumnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tumpukan Koral di Salebba Belum Dipindahkan, DPMPTSP Bakal Panggil Pemilik Lahan

0
Tumpukan material koral di kawasan Salebba. (Syakurah)

BONTANG – Tumpukan material koral yang sempat dikeluhkan warga di kawasan Salebba, tepatnya dekat Jalan Cut Nyak Dien di perbatasan RT 09 Bontang Baru dan RT 13 Bontang Kuala, hingga kini masih belum dipindahkan. Kondisi itu terpantau pada Jumat (14/11/2025).

Padahal, aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut sebelumnya sudah dihentikan setelah warga memprotes keberadaannya pada 20 Juni 2025 lalu. Debu dari kendaraan pengangkut dinilai mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspiannur menegaskan bahwa area tersebut tidak boleh dijadikan tempat penyimpanan material. Lokasinya berada di zona permukiman, bukan kawasan yang diperuntukkan bagi aktivitas penumpukan koral.

“Informasinya kemarin akan dipindahkan, tetapi karena sampai sekarang belum ada perubahan, kami akan memanggil pemilik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penempatan material semestinya dilakukan di kawasan Tanjung Laut Indah yang memang disiapkan sebagai lokasi penyimpanan. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima kabar terbaru dari kelurahan maupun kecamatan mengenai perkembangan pemindahan material tersebut.

“Kami akan berkoordinasi lebih dulu dengan kelurahan dan kecamatan. Setelah itu barulah pemanggilan kepada pemilik,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam