Beranda blog Halaman 456

Lepas Kontingen PGRI Bontang ke PORSENIJAR 2025, Ini Motivasi Neni ke Para Guru

0
Wali Kota Neni saat melepas kontingen PGRI Kota Bontang menuju ajang PORSENIJAR 2025. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memotivasi para guru saat melepas kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang menuju ajang Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) 2025 di Balikpapan pada 16–19 November mendatang, Jumat (14/11) pagi di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Neni menitipkan para peserta didik Bontang kepada para guru sebagai pembimbing sekaligus teladan. Ia menegaskan bahwa guru memegang peran penting dalam membentuk karakter dan potensi anak.

“Guru tak hanya membangun SDM yang unggul dan berdaya saing. Lebih dari itu, guru harus bisa digugu tutur katanya dan diikuti perilaku baiknya,” tuturnya.

Ia kemudian mengutip filosofi pendidikan yang menjadi sorotan dalam arah kebijakan Kota Bontang.

“Pendidikan adalah seni menyalakan api, bukan mengisi bejana,” katanya, menekankan bahwa tugas pendidik bukan sekadar memindahkan pengetahuan, melainkan menyalakan semangat bertanya, berpikir kritis, berani mencoba, dan tidak pernah berhenti belajar.

Menurutnya, seorang guru menyimpan dua mata air peradaban: pengetahuan dan keikhlasan. Karena itu, PORSENIJAR dipandang bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung untuk memperlihatkan sportivitas, kebersamaan, dan dedikasi para pendidik.

“Guru yang berlari di lapangan, bernyanyi di panggung, atau beradu gagasan dalam lomba pembelajaran, semuanya menunjukkan satu hal yang sama: bahwa pendidikan hidup dalam tindakan, karya, dan perjuangan,” ujarnya.

Wali Kota Neni juga berharap guru tetap menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Kota Taman.

“Kita harus yakin, setiap pelajar di Kota Bontang adalah benih masa depan yang akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia. Benih itu akan tumbuh subur hanya jika dirawat oleh pendidik yang berkualitas, berintegritas, dan berhati mulia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bontang akan terus menciptakan kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas guru dan pembelajaran secara berkelanjutan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lebih 200 Peserta Ramaikan TTG ke-V Tahun 2025

0
Pj Sekda Bontang, Ahmad Suharto saat mencoba produk buatan peserta. (ist)

BONTANG — Pemkot Bontang Kembali mengadakan event Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-V Tahun 2025, di lantai dasar Bontang Citi Mall, Jumat (14/11). Event ini resmi dibuka oleh Pj Sekda Bontang, Akhmad Suharto.

Kepala DSPM Kota Bontang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Yasur melaporkan bahwa antusiasme masyarakat meningkat signifikan. Tahun ini jumlah peserta yang mendaftar lebih dari 200 orang, terdiri dari pelajar hingga masyarakat umum. Mereka memperebutkan trofi dan hadiah bernilai puluhan juta rupiah.

Rangkaian kegiatan Gelar TTG telah dimulai sejak awal November. Lokakarya TTG dilaksanakan pada 6 November di Auditorium 3D, dilanjutkan penilaian Lomba Posyantek Berprestasi pada 13 November di tempat yang sama. Puncak kegiatan berlangsung selama dua hari, 14–15 November, di Bontang Citi Mall.

Dalam puncak gelaran, ditampilkan produk TTG dan produk khas daerah, serta dilaksanakan penilaian Lomba Inovasi TTG Pelajar dan Umum, Lomba TTG Unggulan, Lomba Produk Khas Daerah, hingga kuis Ranking 1 TTG bagi pelajar SMP. Pada tanggal 15 November juga digelar presentasi finalis, Lomba Yel-Yel Posyantek, serta pengumuman pemenang seluruh kategori.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, Gelar TTG tahun ini kembali menegaskan Bontang sebagai kota yang tumbuh dengan kreativitas, inovasi, serta semangat kemandirian teknologi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bakal Rombak Total Sistem Rekrutmen Tenaga Kerja Mulai 2026

0

BONTANG – Resah dengan angka pengangguran yang masih tinggi dan keluhan sulitnya tenaga kerja lokal menembus industri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mengambil langkah strategis.

Sebuah sistem baru disiapkan untuk merombak total proses rekrutmen, dengan tujuan utama: memberantas praktik “orang dalam” dan memastikan warga Bontang menjadi tuan rumah di kotanya sendiri.

Gagasan besar ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Implementasi Penyaluran Tenaga Kerja yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Kantor Wali Kota, Rabu (12/11/2025).

Di hadapan jajaran OPD terkait, Wawali Agus Haris menegaskan bahwa keberadaan industri harus memberi manfaat nyata bagi warga. Ia menyoroti Perda Nomor 10 Tahun 2018 yang mengamanatkan komposisi 75% tenaga kerja lokal, yang implementasinya masih jauh dari harapan.

Masalah utamanya, kata Wawali, adalah banyak perusahaan yang tidak pernah melaporkan rencana kebutuhan tenaga kerja mereka.
“Akibatnya, pemerintah tidak punya peta yang jelas [untuk menyiapkan SDM], sementara angka pengangguran di Bontang masih tinggi,” ujar Agus Haris.

Untuk memutus mata rantai masalah ini, sebuah kebijakan tegas akan diberlakukan.
“Mulai 2026, tidak ada lagi warga yang melamar langsung ke perusahaan. Pemerintah yang akan memfasilitasi penyaluran tenaga kerja. Tujuannya jelas, menghapus praktik ‘orang dalam’ dalam proses rekrutmen,” tegas Wawali.

Sebagai langkah awal, seluruh perusahaan diwajibkan menyerahkan data kebutuhan tenaga kerja mereka untuk tahun 2026 paling lambat akhir November 2025 ini.
Selanjutnya, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) diinstruksikan untuk segera melakukan pemetaan akurat tenaga kerja lokal. Prioritas akan diberikan kepada pemilik kartu kuning, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Data inilah yang akan menjadi acuan tunggal pemerintah dalam menyalurkan tenaga kerja dan meluruskan isu negatif terkait angka pengangguran.
Pemerintah tidak hanya akan memfasilitasi, tetapi juga mengintervensi. Anggaran APBD akan dialokasikan untuk menggelar pelatihan yang spesifik berdasarkan kebutuhan yang dilaporkan oleh industri.

Wawali juga mengusulkan agar data kartu kuning dikembangkan menjadi basis data terklaster berdasarkan keahlian dan jenjang pendidikan, agar pelatihan menjadi lebih tepat sasaran.
“Kita semua harus punya komitmen yang sama. Data tenaga kerja harus menjadi dasar kebijakan agar tidak ada lagi ketimpangan antara dunia industri dan masyarakat lokal,” tutup Agus Haris.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

UMKM Center Bantu Produk Lokal Naik Kelas

0

BONTANG – Berdirinya UMKM Center di Jalan Parikesit menjadi salahsatu cara Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang untuk membantu pengusaha UMKM lokal naik kelas.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP Bontang menjelaskan, bangunan UMKM Center dulunya ex bangunan MTQ. Kini disulap menjadi tempat menjajakan produk-produk lokal khas Bontang.

Produk-produk tersebut didisplay dengan rapi nan cantik di rak-rak yang tersedia. Tidak hanya produk kuliner, kain, baju batik, hingga asesoris buatan lokal terpajang cantik di tempat ini.

“UMKM center ini seperti layaknya toko oleh-oleh. Konsumennya mulai dari tamu-tamu pemerintahan sampai perusahaan swasta, bahkan masyarakat umum,” ujarnya.

Ditambahkannya, produk yang paling banyak diminati seperti pempek, aneka keripik ikan, dan amplang batu bara.

“Kami juga menyiapkan diskon produk di momen-momen tertentu,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Beragam Fungsi UMKM Center

0

BONTANG – UMKM Center binaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang memiliki beragam fungsi selain menjual produk-produk UMKM lokal Bontang.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP Bontang menjelaskan, bahwa UMKM center selama ini yang diketahui masyarakat hanya menjual produk-produk milik UMKM lokal. Namun UMKM center juga bisa berfungsi sebagai
tempat edukasi, bagi pelajar yang ingin belajar tentang tata cara display produk dari pengusaha-pengusaha lokal Bontang.

“Produk-produk lokal kami tata dengan baik di UMKM center. Display produknya pun terlihat indah,” ujarnya.

Terbukti dengan kunjungan pelajar SMKN 2 beberapa waktu lalu. Dimana para pelajar ini belajar tentang pengemasan dan display produk.

Selain itu, fungsi berikutnya adalah sebagai sarana pengenalan produk keluar daerah. Lantaran di tempat ini banyak tamu-tamu dari pemerintahan maupun perusahaan swasta yang berbelanja oleh-oleh untuk dibawa ke tempat asal mereka.

“Dengan begitu diharapkan oleh-oleh yang mereka bawa ke tempat asal mereka, dapat mengenalkan produk lokal ke ke daerah-daerah lainnya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Kini Miliki 3 Dokter Sub Spesialis dan 37 Dokter Spesialis

0
PIPP RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini telah memiliki 3 dokter sub spesialis beserta 37 dokter spesialis.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa untuk dokter sub spesialis terdiri dari 1 dokter sub spesialis bedah onkologi, 1 dokter sub spesialis obgyn fetomaternal, dan 1 dokter sub spesialis hematologi.

Sedangkan untuk dokter spesialis, meliputi 2 dokter jantung, 2 dokter bedah, 3 dokter penyakit dalam, 3 dokter Anak, 2 dokter saraf, 1 dokter paru, 2 dokter mata, 1 dokter THT, 2 dokter obgyn, dan 1 dokter rehabilitasi medik.

“Untuk dokter bagian gigi anak, dokter bedah mulut, dokter konservasi gigi, dokter ortodonti, dan dokter kejiwaan tersedia 1 dokter,” ucapnya, Jumat (14/11/2025).

Selanjutnya, ada 2 dokter spesialis kulit dan kelamin, 3 dokter anestesi, 2 dokter di bagian patologi klinik, 2 dokter di bagian patologi anatomi, 1 dokter di radiologi, serta 1 dokter gizi.

“Selain itu, terdapat juga dokter gigi umum 1 dan juga 20 dokter umum,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Bedah Plastik di 2026 Mendatang

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang berencana akan menambah dokter spesialis bedah plastik. Dokter tersebut akan datang dan bergabung di tahun 2026 mendatang.

Diketahui, di RSUD Taman Husada telah lengkap memiliki dokter spesialis. Namun untuk bagian dokter sub spesialis RSUD baru memiliki 3 dokter saja, seperti Bedah Onkologi, Obgyn Fetomaternal, serta Hematologi. Karenanya RSUD kembali akan menambah dokter spesialis bedah plastik.

“Kemarin ada beberapa pola, dan kami telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dengan mengajukan berkas. Jika ada dokter spesialis yang baru lulus, bisa langsung menempatkan di tempat kami saja. Semoga ada di tahun depan, dan bisa langsung bergabung dengan kami,” Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA, Jumat (14/11/2025). (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Masih Jadi PR, RSUD Bontang Terus Cari Dokter Sub Spesialis Urologi

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang sampai saat ini belum memiliki dokter spesialis urologi. Hal ini karena masih sedikitnya dokter lulusan urologi.

“Iya yang masih menjadi PR untuk kami sampai saat ini pun, masih belum memiliki dokter sub spesialis bagian urologi. Karena lulusannya masih sedikit, tidak banyak,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA saat ditemui, Jumat (14/11/2025).

Mengingat di RSUD Taman Husada Bontang telah memiliki 3 dokter sub spesialis, seperti dokter sub spesialis bedah onkologi, dokter sub spesialis penyakit dalam konsultan hematologi, serta dokter sub spesialis obgyn fetomaternal.

“Kalau untuk pelayanan dokter spesialis di kami, sudah terbilang komplit. Mungkin sekarang ini kami lebih mengarah untuk melengkapi bagian sub spesialisnya saja,” tambahnya.

Sedikit informasi, untuk spesialis urologi adalah dokter yang menangani penyakit pada sistem saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, uretra) pada pria dan wanita, serta sistem reproduksi pria.

Dokter spesialis ini mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, masalah prostat, disfungsi ereksi, infertilitas, dan kanker. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Berikut Tarif Harga Ruang Perawatan di RSUD Taman Husada Bontang per Harinya

0
Ruang perawatan kelas 1 di RSUD Taman Husada Bontang. (Ist).

BONTANG – Ada berbagai macam tarif harga ruangan perawatan di RSUD Taman Husada Bontang. Seperti ruangan perawatan VVIP, VIP, ruangan perawatan kelas 1, 2, dan 3, ruang isolasi, ruang perawatan insentif, hingga ruangan perawatan lainnya.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menjelaskan, bahwa di RSUD Taman Husada Bontang, ada bermacam-macam ruangan perawatan yang tersedia dengan tarif yang berbeda.

Seperti VVIP Rp 600 ribu, VIP Rp 400 ribu, Kelas I Rp 300 ribu, Kelas II Rp 200 ribu, Kelas III Rp 100 ribu, Kelas Rawat Inap Standar Rp 200 ribu, Kelas Ruang Perawatan Insentif Rp 600 ribu.

“Bahkan ada juga Ruang Perinatologi dengan tarif per malamnya Rp 200 ribu, Ruang Isolasi Rp 200 ribu, Ruang Isolasi Tekanan Negatif Rp 300 ribu,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk bagian Box Bayi Rawat Gabung Rp 50 ribu, Ruang HCU Rp 300 ribu, Ruang Kemoterapi Rp 150 ribu, serta Ruang Transit Rp 100 ribu.

“Setiap ruangan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang, bermacam-macam tarif per malamnya,” tutupnya.(adv/dwi)

Editor: Yusva Alam

Ruang Rawat Inap Kelas 2 dan 3 RSUD Sekarang Hanya Berisi 4 Bed

0
Ruangan perawatan di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memberlakukan ruangan rawat inap kelas 2 dan 3 hanya terdiri dari 4 bed saja. Pemberlakuan ini telah berjalan sekitar 5 bulan yang lalu.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa, perubahan ini sesuai dengan permintaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bahwa untuk kelas 2 dan 3 hanya terdapat 4 bed pasien, bukan lagi berisi 6 bed.

“Kami dari RSUD Taman Husada Bontang mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada,” ucapnya, Jumat (14/11/2025).

Fasilitas di bagian kelas 2 dan 3 hanya terdapat kamar mandi, wastafel, AC sentral. Sementara visit dokter dan akomodasi gizi belum termasuk.

“Iya sama halnya seperti di VVIP, semua visit dokter, akomodasi gizi, atau penunjang lainnya. Itu semua biayanya di luar harga ruangan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam