Beranda blog Halaman 456

Cekcok Sesama Karyawan Berakhir Penikaman, Pelaku Diamankan Polsek Segah

0
Pria yang diduga melakukan penikaman terhadap rekan kerjanya berhasil diamankan jajaran Polsek Segah.

BERAU — Insiden kekerasan antar rekan kerja terjadi di lingkungan Perumahan PT BKL, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Seorang karyawan mengalami luka tusuk serius setelah konflik internal berujung aksi penikaman yang terjadi pada penghujung 2025.

Kapolsek Segah, Lisinius Pinem, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kejadian berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 22.30 Wita.

Korban diketahui berinisial B (43) mengalami luka tusuk di bagian perut kanan bawah dekat pinggul. Sementara terduga pelaku berinisial I (26), yang merupakan rekan kerja korban dan sama-sama berstatus karyawan di perusahaan tersebut.

Menurut Lisinius, pihak kepolisian menerima laporan awal dari RSUD Abdul Rivai pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 05.15 Wita. Usai menerima laporan, personel Polsek Segah langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi korban sekaligus menggali keterangan awal terkait kejadian.

“Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula dari kesalahpahaman antar sesama karyawan. Korban yang berusaha melerai justru menjadi sasaran penikaman dari arah samping,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami satu luka tusuk di bagian perut kanan bawah. Setelah ditikam, korban sempat menyelamatkan diri dan mendapat penanganan awal di klinik perusahaan, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk menjalani tindakan operasi.

Pihak kepolisian kemudian melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan sejumlah saksi, hingga membawa terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Setelah pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan terduga pelaku, sekitar pukul 18.00 Wita pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Penikaman dilakukan menggunakan senjata tajam jenis badik yang kemudian dibuang ke sungai,” jelas Lisinius.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik korban dan pelaku, di antaranya baju, celana panjang, ikat pinggang, serta satu buah dodos. Sementara senjata tajam yang digunakan pelaku hingga kini masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pelaku sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (Srn)

Editor: Agus S

Libur Akhir Tahun Dongkrak Arus Wisata Derawan, Ribuan Penumpang Padati Dermaga Sidayang

0
Suasana di Dermaga Sidayang Tanjung Batu beberapa hari terakhir. (MKN)

BERAU — Gelombang wisata libur akhir tahun membawa dampak langsung pada arus penyeberangan laut di Kabupaten Berau. Dermaga Sidayang Tanjung Batu mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang menuju Pulau Derawan, memaksa pengelola mengoptimalkan seluruh fasilitas demi menjaga kelancaran layanan.

Kepala UPTD Dermaga Sidayang Tanjung Batu, Suprapto, menyampaikan bahwa selama periode 20 hingga 30 Desember 2025 tercatat sebanyak 4.451 wisatawan menyeberang melalui dermaga tersebut menuju Derawan.

“Puncak arus terjadi pada 25 Desember. Dalam satu hari, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 958 orang,” katanya.

Ia menjelaskan, lonjakan tersebut didominasi wisatawan dari luar daerah. Selain dari Jakarta dan Surabaya, penumpang juga datang dari berbagai provinsi di Kalimantan, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Dari Kalimantan Timur sendiri, arus terbesar berasal dari Samarinda dan Balikpapan.

Tingginya volume penumpang mendorong pengelola dermaga mengambil langkah antisipatif. Salah satunya dengan mengoperasikan jetty utama yang biasanya hanya difungsikan pada kondisi tertentu, guna mengurai kepadatan dan mempercepat proses keberangkatan kapal.

“Kami memaksimalkan seluruh fasilitas yang tersedia. Untuk armada, speed boat reguler tetap beroperasi dan kondisinya aman,” jelasnya.

Menurut Suprapto, pengaturan operasional dilakukan secara bertahap agar arus penyeberangan tetap terkendali tanpa mengurangi aspek keselamatan penumpang. Koordinasi dengan operator kapal dan petugas lapangan juga diperkuat selama periode puncak liburan.

Memasuki 30 Desember hingga malam pergantian tahun, arus penumpang mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh pilihan banyak wisatawan yang menetap lebih lama di Derawan untuk merayakan malam Tahun Baru.

“Sebagian besar wisatawan memilih menikmati malam tahun baru langsung di Derawan, sehingga arus balik belum terlihat signifikan,” pungkasnya. (Srn)

Editor: Agus S

APBD Perubahan Kaltim Menanti Evaluasi DPRD, Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas

0
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud saat diwawancarai di Samarinda, (K. Irul Umam/MKN).

SAMARINDA — Pembahasan kinerja pelaksanaan APBD Perubahan Kalimantan Timur belum dapat disimpulkan secara rinci. DPRD Kaltim masih menunggu tahapan resmi evaluasi setelah penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur yang dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mengatakan evaluasi menyeluruh baru bisa dilakukan setelah LKPJ disampaikan secara resmi. Menurutnya, DPRD belum berada pada posisi untuk menilai secara detail capaian maupun kekurangan pelaksanaan APBD Perubahan sebelum proses tersebut berjalan.

“Evaluasi itu nanti setelah LKPJ disampaikan, sekitar tiga bulan ke depan. Sekarang kita belum bisa menyampaikan apa yang kurang dan apa yang lebih,” ujarnya.

Meski demikian, Hasanuddin menilai komunikasi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sejauh ini berjalan cukup baik. Koordinasi antarlembaga dinilai tetap terjaga, meskipun DPRD belum melakukan peninjauan lapangan secara langsung terkait pelaksanaan program APBD Perubahan.

Ia menjelaskan, DPRD biasanya melakukan kunjungan daerah pemilihan ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim untuk melihat secara langsung realisasi bantuan dan program pemerintah. Namun hingga saat ini, agenda kunjungan dapil tersebut belum dilaksanakan.

“APBD perubahan ini kita belum ada kunjungan dapil. Biasanya dewan turun ke 10 kabupaten dan kota untuk melihat langsung bantuan dan program yang diberikan pemerintah,” jelasnya.

Dalam gambaran awal APBD Perubahan, Hasanuddin mengungkapkan bahwa sektor infrastruktur masih menjadi salah satu fokus utama. Perhatian pembangunan tidak hanya diarahkan ke wilayah perkotaan, tetapi juga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu.

“Rencananya infrastruktur jalan akan diupayakan sampai ke Mahulu. Artinya ke depan kondisi jalan tidak seperti dulu lagi, akan jauh lebih baik,” katanya.

Selain Mahakam Ulu, pembangunan infrastruktur juga direncanakan menyasar wilayah lain seperti Kabupaten Berau. DPRD bahkan disebut turut diajak oleh Gubernur Kalimantan Timur untuk meninjau langsung sejumlah daerah sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan.

Hasanuddin menegaskan, DPRD akan memberikan penilaian yang lebih komprehensif setelah seluruh tahapan evaluasi dan peninjauan lapangan dilakukan, agar pelaksanaan APBD Perubahan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan daerah dan kepentingan masyarakat.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

PDIP Kaltim Fokus Benahi Struktur Hingga Akar Rumput

0
Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis saat diwawancarai di Samarinda, (K. Irul Umam/MKN).

SAMARINDA — Di tengah menguatnya wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, PDI Perjuangan Kalimantan Timur memilih tidak larut dalam perdebatan. Partai berlambang banteng moncong putih itu mengarahkan energi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal dan kerja-kerja struktural pasca agenda kepartaian.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur dari PDI Perjuangan, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah pembenahan organisasi setelah rampungnya rangkaian konferensi daerah dan konferensi cabang.

“Kami diminta untuk fokus konsolidasi struktural partai. Baru saja selesai konferda dan konfercab, termasuk pemilihan ketua DPRD serta DPC,” ujar Ananda saat diwawancarai di Gedung D Komplek DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, setelah agenda struktural tingkat provinsi dan kabupaten/kota, perhatian partai kini diarahkan ke penguatan organisasi hingga level paling bawah. Pembentukan dan penataan struktur di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW menjadi pekerjaan lanjutan yang sedang dipersiapkan.

“Setelah ini kami fokus ke pembentukan struktur sampai tingkat paling bawah, sekaligus pemetaan untuk pemenangan 2029,” katanya.

Menurut Ananda, langkah tersebut dinilai lebih strategis dibandingkan terlibat dalam diskursus sistem pilkada yang saat ini masih berkembang. PDIP Kaltim, kata dia, ingin memastikan mesin partai berjalan solid dan siap menghadapi agenda politik jangka menengah dan panjang.

Ia menambahkan, konsolidasi bukan sekadar penataan struktur, tetapi juga menyangkut pemetaan kekuatan, kaderisasi, serta penguatan basis dukungan di masyarakat. Kerja-kerja tersebut dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan peran partai di daerah.

Dengan fokus tersebut, PDIP Kaltim menegaskan komitmennya untuk tetap bergerak melalui jalur organisasi dan kerja nyata di lapangan, sembari menyiapkan strategi pemenangan menghadapi Pemilu 2029.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Tekan Kriminalitas, Pemkot Bontang Tambah 150 CCTV di Ruang Publik pada 2026

0

Pemerintah Kota Bontang menambah 150 unit kamera pengawas (CCTV) di sejumlah ruang publik pada 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pengawasan, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan rasa aman masyarakat di berbagai titik strategis kota.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi tautan berikut untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb5jan2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

DPRD Kaltim Sebut Penetapan UMP Jadi Titik Temu di Tengah Tekanan Ekonomi

0
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi saat diwawancarai di Samarinda. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Timur oleh Pemerintah Provinsi dinilai sebagai keputusan kompromi yang mempertimbangkan berbagai kepentingan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan dunia usaha dan pekerja. Meski diakui belum sepenuhnya memenuhi standar kebutuhan hidup layak, DPRD Kaltim menilai kebijakan tersebut merupakan jalan tengah yang realistis.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, M. Darlis Pattalongi, mengatakan penetapan UMP dilakukan melalui proses panjang yang melibatkan unsur pengusaha, tim pengupahan, serta perwakilan pekerja. Ia menegaskan, keputusan terkait upah minimum tidak pernah mudah karena menyentuh kepentingan banyak pihak.

“Penetapan UMP ini melalui diskusi yang cukup panjang antara pengusaha, tim pengupahan, dan dunia kerja. Tidak mungkin semua kepentingan bisa terakomodasi secara sempurna,” ujar Darlis saat ditemui di Gedung D Kompleks DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Jumat (2/1/2026).

Ia mengakui masih ada pandangan dari kalangan pekerja bahwa besaran UMP Kaltim belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan hidup layak di daerah ini. Namun menurutnya, pemerintah daerah harus berhati-hati agar kebijakan pengupahan tidak justru menimbulkan dampak lanjutan yang merugikan.

“Kalau pemerintah terlalu condong ke pekerja, pengusaha akan merasa keberatan. Sebaliknya, jika terlalu berpihak ke pengusaha, pekerja yang dirugikan. Maka keputusan ini kami pandang sebagai titik temu atau jalan tengah,” jelasnya.

Darlis juga menyinggung peran DPRD Kaltim yang sejak awal mendorong agar penetapan UMP dilakukan tepat waktu sesuai ketentuan, yakni paling lambat 31 Desember. Kepastian waktu penetapan dinilai penting bagi dunia usaha dan tenaga kerja dalam menyusun perencanaan ke depan.

“Kami di DPRD mendorong agar UMP ditetapkan tepat waktu. Alhamdulillah, pemerintah provinsi memenuhi ketentuan tersebut sehingga ada kepastian bagi semua pihak,” katanya.

Dalam situasi ekonomi yang masih diwarnai efisiensi anggaran dan potensi perlambatan usaha, Darlis menilai kemampuan dunia usaha tetap harus menjadi salah satu pertimbangan utama. Ia mengingatkan, penetapan UMP yang terlalu tinggi berisiko memicu relokasi usaha ke daerah lain hingga berujung pada meningkatnya pemutusan hubungan kerja.

“Kalau angka UMP dipaksakan jauh di atas kemampuan dunia usaha, risikonya bisa fatal. Usaha bisa pindah dan PHK meningkat. Itu tentu tidak kita inginkan,” tegasnya.

Meski masih menuai pro dan kontra, Darlis menekankan bahwa keputusan UMP Kaltim perlu dihormati sebagai kebijakan yang diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

93.957 Kendaraan Melintas Tol Balsam–IKN Selama Fungsional, Puncak Arus Terjadi Saat Nataru

0

NUSANTARA – Arus kendaraan di ruas Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) hingga akses Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat angka tinggi selama masa pembukaan fungsional libur Natal dan Tahun Baru. Dalam periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total kendaraan yang melintas mencapai 93.957 unit.

Data tersebut diperoleh dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur. Dari total itu, puncak arus kendaraan terjadi pada 1 Januari 2026 dengan jumlah mencapai 10.345 kendaraan dalam satu hari. Sementara volume terendah tercatat pada hari pertama pembukaan fungsional, 20 Desember 2025, yakni sebanyak 2.950 kendaraan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menyampaikan bahwa lonjakan kendaraan paling signifikan terjadi pada dua momen utama, yakni 25 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.

“Selama masa fungsional, lalu lintas harian rata-rata mencapai 5.875 kendaraan per hari,” ujar Yudi Hardiana, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, setelah masa libur Natal dan Tahun Baru berakhir, ruas tol menuju IKN kembali ditutup untuk umum. Penutupan ini dilakukan guna melanjutkan dan menuntaskan pekerjaan konstruksi yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Sejumlah pekerjaan lanjutan yang akan dikebut meliputi beberapa seksi, di antaranya Seksi 3A2 yang mencakup pembangunan overpass, main road, ramp akses Balsam, exit Karang Joang, serta penataan kawasan Sungai Wain. Pada Seksi 3B2, pekerjaan difokuskan pada pemasangan steel box girder, pembangunan jembatan satwa, dan interchange Kariangau.

Sementara itu, di Seksi 5B akan dilanjutkan pengerjaan main road dan interchange Riko. Untuk Seksi 6A, pekerjaan utama masih berfokus pada penyelesaian jalur utama.

Penutupan kembali akses tol fungsional ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian infrastruktur strategis pendukung konektivitas menuju IKN, sekaligus meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan saat tol tersebut dibuka penuh nantinya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Dua Gol Joel Vinicius Antar Borneo FC Bangkit dan Tundukkan PSM di Segiri

0
Setelah mencetak gol, Joel Vinicius melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya di lapangan. (Screenshot Instagram Borneo.Fc)

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda akhirnya keluar dari tren negatif setelah meraih kemenangan dramatis atas PSM Makassar pada lanjutan BRI Super League pekan ke-16. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Segiri, Sabtu (3/1/2026) sore, Pesut Etam menang tipis 2-1 berkat dua gol penyerang andalannya, Joel Vinicius.

Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi Borneo FC karena mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun yang sebelumnya membebani tim asal Samarinda tersebut.

Laga langsung berjalan sulit bagi tuan rumah. Baru memasuki menit kedua, gawang Borneo FC sudah kebobolan lewat gol cepat penyerang PSM, Alex Tank. Gol ini membuat publik Segiri terdiam dan memaksa tuan rumah bermain dalam tekanan sejak awal.

Borneo FC berusaha merespons cepat. Pada menit ketujuh, Douglas hampir menyamakan kedudukan melalui tendangan keras hasil umpan Kei Hirose, namun bola masih melebar tipis di sisi gawang. Alih-alih tertekan, PSM justru tampil lebih dominan dengan skema permainan cepat dan umpan-umpan pendek.

Beberapa kali lini belakang Borneo FC mendapat ancaman serius. Penjaga gawang Nadeo Argawinata menjadi penyelamat setelah melakukan penyelamatan krusial atas sepakan keras Gledon Paxiao pada menit ke-16.

Sepanjang babak pertama, permainan Borneo FC belum berkembang optimal. Banyak operan yang gagal dan ritme permainan kerap terputus. Harapan sempat muncul di menit ke-45 saat Joel Vinicius berhasil menjebol gawang PSM, namun gol tersebut dianulir wasit karena offside. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC melakukan penyesuaian dengan meningkatkan intensitas serangan. Masuknya Ikhsanul Zikrak pada menit ke-62 memberi warna baru pada lini depan Pesut Etam.

Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Umpan silang terukur dari Mariano Peralta disambut tandukan tajam Joel Vinicius yang gagal diantisipasi kiper PSM. Skor berubah menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat tuan rumah.

Pertandingan berlangsung semakin terbuka. PSM nyaris kembali unggul dua menit berselang melalui peluang Alex Tank, namun Nadeo Argawinata kembali tampil gemilang di bawah mistar.

Momen penentuan hadir di menit ke-87. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Caxambu, Joel Vinicius kembali menunjukkan insting golnya. Sundulan kerasnya menembus pertahanan PSM dan mengubah skor menjadi 2-1.

Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan tersebut mampu dipertahankan Borneo FC. Selain mengamankan tiga poin, kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan Pesut Etam untuk kembali bersaing di papan klasemen.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Tongkang Lepas Kendali Dini Hari, Hantam Jembatan Mahulu dan Robohkan Rumah Warga Samarinda

0
Kawasan bantaran Sungai Mahakam terdampak tabrakan tongkang. (Istimewa)

SAMARINDA – Dini hari di bantaran Sungai Mahakam berubah mencekam setelah dua unit tongkang bermuatan batu bara kehilangan kendali dan menabrak kaki Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), sebelum menghantam rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 01.17 Wita.

Insiden pelayaran ini menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga di tepian sungai. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian dapur yang ambruk dan terseret arus Sungai Mahakam.

Ketua RT 17 Kelurahan Sengkotek, Setia Budi, mengatakan warga sempat mendengar suara mesin kapal yang tidak normal sebelum benturan terjadi. Dari arah sungai, terdengar teriakan kru kapal yang memberi peringatan bahwa tongkang sudah tidak dapat dikendalikan.

“Dari jarak sekitar 50 meter sudah terdengar teriakan kru kapal. Mereka teriak tidak mampu mengendalikan tongkang,” ujar Setia Budi.

Saksi mata menyebutkan, dua tongkang tersebut terlihat berputar di tengah arus sungai, seolah berusaha mencari tempat sandar darurat. Namun upaya itu gagal, hingga bagian buritan menghantam dapur rumah warga yang posisinya menjorok ke sungai.

Salah satu warga terdampak, Ribut Waluyo, menceritakan kepanikan yang dialaminya saat kejadian. Ia bersama istri dan anak-anaknya tengah tertidur ketika suara benturan keras terdengar dari arah sungai.

“Semua sedang tidur. Begitu dengar suara keras, saya langsung bangunkan anak-anak dan suruh keluar rumah,” kata Ribut.

Seluruh anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri. Namun, kerugian materiil tak terelakkan. Bagian dapur rumahnya roboh total dan hanyut, termasuk berbagai peralatan rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, kompor, dan tabung gas.

“Kerugiannya besar. Saya sudah tinggal di sini sekitar 10 tahun dan baru kali ini kejadian seperti ini. Harapan saya, tentu ada ganti rugi,” ujarnya.

Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan sekitar pukul 01.30 Wita. Berdasarkan data awal, dua tongkang yang terlibat yakni Tongkang Roby 311 yang ditarik Tugboat Bloro 7, serta Tongkang Danny 95 yang ditarik Tugboat Raja Laksana 166. Keduanya diketahui bermuatan penuh batu bara.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dari kedua kapal telah diamankan untuk dimintai keterangan oleh Unit Polairud.

“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Seluruh ABK sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain kerusakan rumah warga, perhatian petugas saat ini juga tertuju pada kondisi struktur kaki Jembatan Mahakam Ulu. Unit Gakkum Polairud tengah melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan tidak ada kerusakan fatal pada jembatan serta menelusuri penyebab pasti insiden, apakah akibat kelalaian manuver atau gangguan teknis kapal.

Garis polisi telah dipasang di sekitar rumah warga yang terdampak untuk mencegah risiko runtuhnya sisa bangunan ke sungai.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Terjebak Api Dini Hari, Warga Anggana Tewas Saat Kebakaran Hanguskan Lima Rumah

0
Petugas Disdamkarmatan Kukar Pos Anggana saat memadamkan api. (Humas Disdamkarmatan Kukar)

TENGGARONG – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Suka Lima RT 5, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Minggu (4/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Peristiwa tersebut merenggut satu korban jiwa dan menyebabkan lima rumah warga ludes terbakar.

Api dengan cepat membesar karena rumah-rumah yang terbakar berdiri saling berdempetan. Akibat kejadian itu, lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Satu korban meninggal dunia diketahui bernama Mercylina Rawung. Korban ditemukan meninggal di dalam rumah yang terbakar karena diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api sudah membesar.

“Korban saat kejadian sendirian di dalam rumah,” ujar Kepala Pos Disdamkarmatan Kukar Kecamatan Anggana, Meri Sulindra.

Ia menjelaskan, saat ditemukan, korban dalam kondisi memegang tabung gas. Dugaan sementara, korban berusaha mengeluarkan atau membuang tabung gas ke luar rumah untuk mencegah ledakan, namun terjebak kobaran api.

“Kondisi api sudah besar saat kami menerima laporan. Itu yang membuat kebakaran cepat menjalar dan menghanguskan lima rumah,” jelasnya.

Selain korban meninggal, kebakaran tersebut juga mengakibatkan dua orang warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, usia korban meninggal masih dalam proses pendataan karena jenazah dibawa ke puskesmas.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas juga belum dapat memastikan total kerugian materiil akibat musibah tersebut.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran di wilayah Kecamatan Anggana. Sebelumnya, pada Desember 2025, kebakaran di Desa Sungai Meriam juga menelan korban jiwa, yakni tiga balita, serta menghanguskan 16 bangunan.

Pihak pemadam kebakaran kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penggunaan listrik dan tabung gas, guna meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan permukiman padat.

Penulis : Muhammad Rafi’i
Editor : Agus S