Beranda blog Halaman 458

RSUD Bontang Rencanakan 24 Pelayanan Masuk Kategori Madya

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA, menginginkan RSUD Taman Husada masuk dalam kategori madya.

Sebab untuk saat ini dikatakannya, kategorinya bukan lagi berdasarkan dengan klasifikasi tipe A, B, C, dan D lagi. Akan tetapi masuk dalam kategori tingkat akreditasi seperti paripurna, utama, madya, dasar, serta tidak lulus. Untuk paripurna tingkatan yang paling tertinggi.

“Inginnya semua layanan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang bisa masuk dalam kategori madya. Maka kami upayakan semangat kedepan agar bisa lebih baik lagi, dan berharap bisa mendapatkan apa yang sekarang belum ada,” ucapnya, Rabu (12/11/2025).

Tak hanya berfokus pada sisi pelayanan saja, akan tetapi RSUD Taman Husada Bontang juga mengupayakan untuk bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang lebih lengkap, dan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan regulasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

“Maka dari itu, bagian Sarprasnya kami upayakan agar lebih komplit, begitupun juga dengan alat kesehatannya. Adapun dengan bagian sisi SDM-nya, akan kami tingkatkan juga,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pemenang Video Pendek di HUT ke-23 RSUD Bontang, Berikut Daftarnya!

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA, saat melakukan sesi foto bersama pemenang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang telah merilis secara resmi daftar nama-nama pemenang dalam lomba video pendek di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23.

Untuk pemenang juara I dengan akun instagram @archivolago. Sementara untuk pemenang juara II akun instagram @andinapsangsyamsie. Sementara yang mendapatkan juara III dengan akun instagram @adnram.

“Kami ucapkan untuk seluruh pemenang yang telah berhasil meraih juara di lomba video pendek, dalam memperingati hari jadi RSUD Taman Husada,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA, Rabu (12/11/2025).

Adapun untuk pemenang lomba video pendek di kategori juara favorit, meliputi dengan nama akun @nasigoyenkz sebagai pemenang juara I, serta nama akun @spanselbontang sebagai pemenang juara II.

“Pastinya untuk seluruh pemenang maupun peserta yang mengikuti lomba tersebut, kami berikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Sebab mereka telah ikut serta dan partisipasi di kegiatan HUT RSUD,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Seluruh Peserta di Lomba Video Pendek HUT ke-23 RSUD Taman Husada Dapat Sertifikat dan Souvenir

0
Pengumuman pemenang. (Ist).

BONTANG – Bagi peserta yang tidak mendapatkan juara di lomba video pendek dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 RSUD Taman Husada, peserta yang telah berpartisipasi akan mendapatkan sertifikat dan juga souvenir.

Sertifikat dan souvenir dapat diambil di Lobi Gedung Angsana RSUD Taman Husada Bontang, tepatnya di Loket II, Senin (17/11/2025) mendatang, sekitar pukul 11.00-16.00 Wita.

Sementara bagi pemenang di lomba tersebut, bisa mengambil hadiah serta sertifikat di acara puncak HUT, yang berlokasi di Ruang Nusa Indah, Lantai 5 Gedung Angsana RSUD Taman Husada Bontang.

“Bagi peserta yang tidak mendapatkan juara, jangan berkecil hati. Bisa mengikuti lomba kembali, di lain kesempatan,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman, Rabu (12/11/2025).

Untuk pemenang di lomba video pendek dengan tema ‘Semangat Sehat Bersama RSUD Taman Husada’, meliputi
juara I dengan nama akun instagram @archivolago.
juara II akun @andinapsangsyamsie.
juara III dengan akun instagram @adnram.

Selanjutnya, adapun dengan daftar pemenang lomba video pendek di kategori favorit, meliputi juara I akun @nasigoyenkz dan juara II akun @spanselbontang. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

PRISMA, Inovasi Pelayanan Publik Bontang Antar Fauzi Achmad Jadi Peserta Terbaik Latsar CPNS

0

BONTANG – Aplikasi PRISMA menjadi inovasi baru yang memperkuat kualitas layanan publik di Bontang. Terobosan ini sekaligus mengantarkan Fauzi Achmad meraih predikat peserta terbaik pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS tahun 2025.

📖 Baca E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb13nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Peringati Hari Ulang Tahun, RSUD Taman Husada Beri Bingkisan Khusus ke Bayi Baru Lahir

0
Pemberian bingkisan ke pasien yang baru saja lahiran. (Ist).

BONTANG – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, RSUD Taman Husada Bontang memberikan bingkisan khusus ke bayi yang baru saja lahir, bertepatan dengan hari jadi RSUD di Rabu (12/11/2025).

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman menyampaikan bahwa dalam kegiatan pemberian bingkisan tersebut, menjadi salah satu bentuk kepedulian serta rasa syukurnya atas perjalanan panjang RSUD Taman Husada Bontang dalam memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

“Ini adalah salah satu bentuk apresiasi dari kami, yang dimana pemberian bingkisan ke pasien yang baru saja melakukan lahiran, jadi bersamaan dengan hari jadi RSUD Taman Husada,” ucapnya saat ditemui.

Pemberian bingkisan diserahkan langsung oleh Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Taman Husada, dr Niken Titisurianggi, di ruangan bersalin. Hal tersebut menjadi momentum bahagia antara dokter serta orang tua.

“Di kegiatan pemberian bingkisan ini juga sebagai tanda dalam mempererat hubungan silaturahmi, antara pihak rumah sakit dengan pasien. Jadinya momen berbagi kebahagiaan,” tambahnya.

Sebagian dokter yang menangani pasien saat lahiran sangat berharap, agar bayi yang telah lahir, tumbuh sehat, kuat, serta nantinya akan menjadi generasi penerus yang membawa keberkahan bagi keluarga. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Meriah! Acara Puncak HUT ke-23 RSUD Taman Husada

0
Kemeriahan acara puncak HUT ke-23 RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menggelar acara puncak dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, acara berlangsung dengan meriah. Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Nusa Indah, Lantai 5 Gedung Angsana, Rabu (12/11/2025) siang.

Kegiatan tersebut dipadati oleh seluruh jajaran pegawai serta tamu undangan. Dalam kegiatan tersebut, dilengkapi dengan semangat, penuh canda tawa, serta dengan kehangatan kekeluargaan antar sesama pegawai maupun tamu undangan.

“Iya hari ini adalah sebagai hari puncak dari rangkaian HUT RSUD, dimana nantinya ada pembagian hadiah yang kami lakukan. Hadiah lomba secara internal antar pegawai, maupun lomba untuk peserta diluar,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman.

Diketahui, untuk peserta dari luar yang mengikuti lomba, yakni adalah lomba video pendek. Sedangkan lomba untuk para pegawai di lingkungan RSUD Taman Husada, seperti lomba senam, lomba kreasi tabola bale, serta berbagai kompetisi lainnya.

“Kalau lomba antar pegawai itu melibatkan perwakilan antar unit, atau ruangan. Jadi lombanya ada dua setmen, peserta dari luar, dan juga lomba bagi pegawai,” tambahnya.

Syariful Rahman juga menambahkan, melalui momentum ini diharapkan semangat kebersamaan dan kerjasama antar pegawai semakin kuat, sehingga RSUD Taman Husada Bontang bisa terus berkomitmen, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Bontang khususnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Terapkan Skema Kompensasi Pelayanan, Warga Bisa Dapat Souvenir Bila Layanan Tak Sesuai Standar

0
DPMPTSP Terapkan Skema Kompensasi Pelayanan, Warga Bisa Dapat Souvenir Bila Layanan Tak Sesuai Standar
Contoh Souvenir dari DPMPTSP. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan “Kompensasi Pelayanan” bagi masyarakat yang merasa pelayanan tidak sesuai dengan standar waktu dan mutu yang telah ditetapkan.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan, kompensasi ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan terhadap masyarakat yang menggunakan layanan di kantor DPMPTSP.

“Kami ingin memastikan pelayanan yang diberikan selalu prima. Namun apabila dalam pelaksanaannya terjadi keterlambatan atau tidak sesuai standar, masyarakat berhak mendapatkan kompensasi, salah satunya berupa souvenir,” jelasnya.

Dalam ketentuan yang tertera di meja layanan, disebutkan bahwa apabila petugas tidak melayani setelah masyarakat menunggu selama 10 menit tanpa informasi atau penjelasan, maka pemohon berhak atas permintaan maaf dan minuman.

Sementara jika pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar waktu, masyarakat juga berhak memperoleh bentuk kompensasi lainnya seperti souvenir, prioritas layanan berikutnya, hingga evaluasi internal dari pihak dinas.

Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah, sekaligus memacu semangat pegawai agar lebih disiplin dan responsif.

“Kami ingin masyarakat merasa dihargai. Kompensasi ini bukan soal hadiah, tapi soal tanggung jawab dan komitmen untuk terus memperbaiki diri,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dorong Tata Kelola Arsip Lebih Baik, Pegawai DPMPTSP Bontang Raih Penghargaan Arsiparis Teladan

0
Hana, Arsiparis DPMPTSP BONTANG. (Ist)

BONTANG – Komitmen terhadap pengelolaan arsip yang tertib dan profesional kembali membuahkan hasil. Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Hana, berhasil menorehkan prestasi sebagai peringkat ke-8 Arsiparis Teladan pada ajang penilaian kearsipan tingkat kota tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Kearsipan yang digelar di Pendopo Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, pada 11 November 2025. Tercatat, ada 33 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut berkompetisi dalam ajang ini.

Menurut Hana, capaian ini menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri. Ia mengaku tidak menyangka bisa menembus sepuluh besar, mengingat proses penilaian berlangsung cukup ketat dan menyeluruh.

“Alhamdulillah, dari 33 peserta saya bisa meraih posisi ke delapan. Ini jadi pengalaman berharga untuk terus memperbaiki sistem kearsipan di instansi kami,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta diuji melalui beberapa tahapan, mulai dari tes tertulis, praktik pengarsipan, hingga wawancara. Aspek penilaian mencakup ketelitian, pemahaman terhadap regulasi kearsipan, serta konsistensi dalam pengelolaan dokumen.

Hana menambahkan, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, tetapi juga bukti tanggung jawab dan akuntabilitas lembaga publik. “Jika arsip tidak dikelola dengan baik, pelayanan akan terganggu. Karena itu, penataan arsip harus jadi prioritas,” terangnya.

Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Hana menjadi bukti nyata bahwa pegawai DPMPTSP memiliki semangat tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi, tidak hanya dalam urusan perizinan, tetapi juga tata kelola administrasi.

“Prestasi ini semoga menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk terus berinovasi dan profesional dalam bekerja,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Siswa SMKN 2 Belajar Pengemasan dan Display Produk di UMKM Center

0
Para pelajar SMKN 2 saat mengunjungi UMKM Center. (ist)

BONTANG – Siswa Siswi SMKN 2 Bontang mengunjungi UMKM Center, Rabu (12/11/2025) kemarin. Para pelajar SMK ini ingin menggenapkan pelajaran di sekolah dengan turun langsung ke lapangan melihat teknik-teknik berwirausaha.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menjelaskan, bahwa kunjungan para pelajar SMKN 2 Bontang ke UMKM Center ini, dalam rangka belajar pengemasan dan display produk.

“Kunjungan ini masuk dalam proses belajar mengajar. Biasanya teori di kelas sekarang langsung turun ke lapangan,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan semacam ini dapat membuka minat siswa untuk berwirausaha. Utamanya lulusan SMK yang memang diprioritaskan pasca lulus sekolah bisa langsung membuka usaha.

“Sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan wirausaha-wirausaha baru,” imbuhnya.

Dijelaskannya, bahwa UMKM center yang dikelola oleh DKUMPP Bontang ini, selain menjadi tempat penjualan produk-produk UMKM juga sebagai tempat display produk.

Selain itu juga dapat menjadi tempat edukasi, bagi pelajar yang ingin belajar tentang tata cara display produk dari pengusaha-pengusaha lokal Bontang.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (4): Jejak Terakhir di Singapura dengan Teh Tarik, Kubah Emas, hingga Tiga Barang Adidas

0
Kubah emas Masjid Sultan, ikon Kampong Glam.

HARI terakhir, Minggu (9/11), saya memulai pagi dengan langkah santai. Tidak ada target khusus selain menikmati sisa waktu di Singapura dengan cara berjalan, melihat, dan menyerap suasana. Dari Hotel Boss, saya dan istri berjalan kaki menuju Kampong Glam.

Pagi itu udara masih lembut. Toko-toko mulai membuka pintu, dan lorong-lorong kecil Arab Street dipenuhi wangi roti panggang dan teh hangat. Kami sarapan di salah satu kafe kecil: satu nasi goreng ayam kampung, dua set roti bakar dengan telur setengah matang, dan teh susu panas atau teh tarik. Kalau dirupiahkan sekitar dua ratus ribuan. Angka yang cukup lumrah di Singapura. Tapi suasananya membuat semuanya terasa pas.

* Sarapan nasi goreng ayam kampung, pas di lidah.

Dari sana, kami menuju Masjid Sultan. Kubah emas masjid itu terlihat dari kejauhan, berdiri megah di tengah kawasan Bugis. Halamannya penuh wisatawan dari berbagai negara; sebagian memakai jubah yang dipinjamkan pengurus masjid.

Saya memotret beberapa sudut yang menenangkan: lorong dengan kipas langit-langit yang berputar pelan, deretan rak buku kecil di area pengunjung, hingga kelompok turis yang mendengarkan penjelasan tentang sejarah Islam di Singapura.

Di dalam masjid ada mesin cenderamata. Saya membeli satu coin bergambar Masjid Sultan—12 USD atau sekitar Rp144 ribu. Mahal, tapi sebagai jejak perjalanan, rasanya wajar.

Keluar dari kompleks masjid, kami berjalan ke Haji Lane. Lorong sempit penuh mural warna-warni, toko-toko indie, dan butik kecil yang menjual pakaian unik. Turis muda berseliweran. Sebagian sibuk berfoto; sebagian lain duduk di bangku kecil sambil memegang kopi dari kafe terdekat.

Pagi di Victoria Street menuju Kampong Glam.

Saya sempat berbincang dengan dua wisatawan Indonesia dari Medan. “Bang, di sini enak kali buat cuci mata. Harga tetap Singapura, tapi suasananya bikin lupa capek,” kata mereka sambil tertawa. Tak jauh dari situ, wisatawan dari Surabaya menimpali, “Singapura tuh rapi banget. Serasa rumah kedua, cuma dompet harus kuat.”

Menjelang siang, kami bergerak ke arah barat kota menuju kawasan JEM dan IMM, dua mal besar yang terhubung jembatan. Suasananya ramai, tapi tertib. Saya langsung masuk Adidas karena sedang ada promo besar: beli tiga barang, diskon 50%. Mumpung cocok dan harganya turun, saya ambil tiga sekalian.

Di kasir, saya bertemu keluarga dari Batam. Mereka bilang, “Pak, di IMM pilihannya lebih banyak dan ukuran lengkap. Makanya ramai orang Indonesia ke sini.” Memang benar—IMM terasa seperti pusat diskon besar yang tak ada habisnya.

Suasana antrean di Bebek Goreng Pak Ndut, JEM Singapore.
Suasana antrean di Bebek Goreng Pak Ndut, JEM Singapore.

Beberapa brand yang familiar di mal-mal Kaltim juga ada di sini: BreadTalk, sampai Bebek Goreng Pak Ndut pun ada. Kami sempat mampir beli roti sebelum melanjutkan keliling. Waktu berjalan cepat, dan tiba-tiba langit sore mulai berubah warna.

Kami makan malam di area mal, menikmati sisa waktu sambil menutup hari terakhir di Singapura. Tidak ada yang terburu-buru. Hanya duduk berdua dengan istri, berbagi cerita ringan sambil melihat orang-orang lalu-lalang. Turis yang menenteng belanjaan, pekerja yang baru pulang, dan keluarga kecil yang menikmati malam seperti kami.

* Promo di gerai Fila, IMM Mall.

Perjalanan masih panjang. Besok pagi kami akan meninggalkan Singapura menuju Kuala Lumpur lewat jalur darat. Cara yang belum pernah saya coba sebelumnya. Ada rasa penasaran, sekaligus antusias, karena jalur darat selalu menawarkan pemandangan dan dinamika yang berbeda.

Saya sudah beberapa kali ke Kuala Lumpur beberapa tahun lalu. Pernah masuk lewat jalur udara dari Balikpapan, pernah juga lewat jalur laut dari Nunukan. Setiap kedatangan selalu membawa cerita berbeda. Maka perjalanan kali ini membuat saya bertanya-tanya, seperti apa wajah Malaysia hari ini? Apakah kotanya berubah? Apakah ritmenya semakin cepat? Atau justru ada hal-hal baru yang menunggu untuk ditemukan? (bersambung)

Oleh: Agus Susanto S.Hut., S.H., M.H.