Beranda blog Halaman 47

Warga RT 09 Tanjung Laut Keluhkan Debu Proyek Pembangungan Polder, Warga minta Penyiraman Rutin

0
Rahman saat melaporkan keluhannya ke Anggota Komisi C DPRD Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Salah seorang warga di wilayah RT. 09 kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, Rahman mengeluhkan debu proyek yang mengganggu keseharian mereka. Dimana debu terus beterbangan tanpa ada penyiraman dari pihak proyek tersebut.

Ia mengungkapkan itu langsung saat kunjungan Komisi C DPRD Bontang terkait perkembangan proyek polder di wilayah Tanjung Laut.

“Sudah berbulan-bulan tidak pernah ada penyiraman, kadang saya siram sendiri, bisa dilihat debu jalanan sini sudah tebal,” pungkasnya, Senin (10/8/2026)

Meskipun sudah ada pertemuan dengan pihak kelurahan untuk membahas masalah ini, penyiraman tetap tidak dilakukan. Beberapa warga merasa frustrasi karena kondisi lingkungan yang tidak terawat, terutama ketika ada kendaraan yang melintas dan menyebabkan kerusakan.

Mereka berharap agar pihak yang bertanggung jawab, segera mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi ini dan memastikan penyiraman dilakukan secara rutin.

Ada juga ketidakpuasan terhadap komunikasi yang dianggap tidak jujur mengenai status penyiraman yang seharusnya dilakukan. Warga menegaskan pentingnya perhatian dari pihak berwenang agar masalah ini tidak berlarut-larut.

“Karena penyiraman ini masalah sepele, harusnya mudah dilakukan,’ ujarnya.

Kepala Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air (SAMSDA) DPUPR Bontang Edi Suprapto, mengatakan pihaknya akan mulai melakukan penyiraman pada hari ini. Salah satu gang telah dilakukan penyiraman, hanya saja gang yang berada tepat dibelakang kantor pajak belum mendapatkan penyiraman.

“Mulai hari ini kami akan melakukan penyiraman daerah tersebut mulai dari depan gang,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemangkasan Anggaran, Wali Kota Bontang Prioritaskan Program Dasar dan Kejar Bantuan Provinsi-Pusat

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemangkasan anggaran yang menyebabkan berkurangnya kemampuan fiskal Kota Bontang hingga lebih dari Rp1 triliun, memaksa Pemerintah Kota melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program pembangunan.

Meski begitu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pembangunan tetap akan berjalan dengan mengutamakan program prioritas, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Neni mengungkapkan, beberapa proyek besar yang semula direncanakan menggunakan APBD terpaksa ditunda karena keterbatasan anggaran. Salah satunya pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada Bontang yang membutuhkan biaya cukup besar.

“Yang jelas yang belum bisa kita laksanakan adalah pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada, karena anggarannya tidak mencukupi,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan folder pengendali banjir di kawasan Kelurahan Api-Api juga belum dapat direalisasikan melalui APBD. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat untuk mengajukan bantuan pendanaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Menurut Neni, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah menghentikan pembangunan. Pemkot justru mengubah strategi dengan mengoptimalkan bantuan dari pemerintah yang lebih tinggi.

Ia menyebut sejumlah program yang telah diusulkan antara lain pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas), bantuan pemasangan listrik gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), jaringan air minum rumah tangga, hingga pembangunan rumah tidak layak huni.

“Kalau pembangunan fisik menggunakan APBD memang tidak bisa maksimal, karena kehilangan anggaran lebih dari Rp1 triliun. Karena itu kita berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, agar program-program prioritas tetap berjalan,” katanya.

Neni optimistis, melalui pola kolaborasi tersebut, kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi meski ruang fiskal daerah sedang mengalami tekanan. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat menjadi kunci agar pembangunan strategis di Bontang tetap dapat direalisasikan secara bertahap.

Diketahui, Pemkot Bontang telah menetapkan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun 2027, apalagi tahun depan Kota Bontang tidak mendapatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari pemerintah Provinsi, serta adanya informasi dana kurang salur sekitar Rp402 miliar yang belum akan disalurkan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jalan Pengganti Dibangun di Mook Manaar Bulant, Bupati Kubar Minta Kualitas Lebih Baik

0
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Direktur PT Bina Insan Sukses Mandiri (BISM) Chai Chon Chon menunjukkan berita acara kesepakatan pembangunan jalan alternatif di Kecamatan Mook Manaar Bulant. (Foto: Istimewa)

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) bersama PT Bina Insan Sukses Mandiri (BISM) menyepakati pembangunan jalan alternatif sepanjang 4,8 kilometer di Kecamatan Mook Manaar Bulant (MMB). Jalan tersebut disiapkan untuk menggantikan akses milik pemerintah daerah sekaligus memastikan transportasi masyarakat tetap terjaga.

Kesepakatan dituangkan dalam Naskah Kesepakatan Bersama tentang sinergitas pembangunan jalan alternatif pengganti jalan milik pemerintah daerah. Penandatanganan dilakukan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Direktur PT BISM Chai Chon Chon di Kantor Bupati Kutai Barat, Jumat (7/8/2026).

Jalan alternatif tersebut akan dibangun di wilayah Kampung Linggang Marimun. Pembangunan menjadi bagian dari penyelesaian penataan ruang yang bersinggungan dengan aset jalan pemerintah daerah.

Direktur PT BISM Chai Chon Chon mengapresiasi dukungan Pemkab Kubar hingga tercapainya kesepakatan. Menurutnya, pembangunan jalan alternatif merupakan bentuk komitmen perusahaan mengikuti ketentuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami melihat sisi positifnya. Walaupun prosesnya cukup panjang, kami harus memahami dan mengikuti aturan yang ada. Kami berterima kasih kepada Bupati dan seluruh pihak yang telah membantu. Ke depan, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Chai, jalan alternatif yang disiapkan memiliki panjang sekitar 4,8 kilometer dan berada di wilayah Kampung Linggang Marimun.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan konektivitas wilayah, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menilai Kecamatan Mook Manaar Bulant memiliki potensi berkembang sebagai kawasan ekonomi sekaligus permukiman. Karena itu, persoalan penataan ruang dan aset jalan pemerintah harus diselesaikan tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.

“Kesepakatan bersama ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Investasi harus tetap berjalan, namun hak masyarakat terhadap fasilitas publik juga harus terjamin,” ujar Frederick.

Frederick juga mengapresiasi komitmen PT BISM menyediakan jalan alternatif sebagai pengganti akses yang terdampak.

Ia meminta pembangunan jalan baru memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan dan kenyamanan pengguna, serta memenuhi standar teknis yang berlaku. Kualitas jalan pengganti diharapkan setara atau bahkan lebih baik dibandingkan jalan sebelumnya.

“Pertama, pembangunan jalan alternatif harus dilaksanakan secara optimal dengan memperhatikan kualitas konstruksi, aspek keselamatan, dan kelayakan fasilitas sehingga setara atau bahkan lebih baik dibandingkan jalan sebelumnya,” tegasnya.

Selain kualitas konstruksi, pemerintah daerah meminta pengerjaan dilakukan secara efektif dan efisien agar tidak mengganggu aktivitas transportasi masyarakat.

Pemkab Kubar juga menyiapkan pengawasan lintas perangkat daerah untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan berjalan sesuai ketentuan.

Frederick meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perhubungan (Dishub), Bagian Kerja Sama, serta Pemerintah Kecamatan Mook Manaar Bulant melakukan pengawasan, pendampingan, dan koordinasi secara intensif selama pembangunan berlangsung.

“Proses pembangunan diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga tidak mengganggu aktivitas transportasi masyarakat sehari-hari,” tandasnya.

Pemkab Kubar berharap pembangunan jalan alternatif tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Mook Manaar Bulant.

Kesepakatan Pemkab Kubar dan PT BISM juga diharapkan menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang tetap menjaga kepentingan masyarakat di tengah kegiatan investasi.

Penandatanganan turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nopandel, Kabag Kerja Sama Darius Kamuntik, Kepala Diskominfo Yuli Permata Mora, Kepala DPMPTSP Philip Silitonga, Sekretaris Satpol PP, serta perwakilan TNI-Polri.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Mahulu Dorong Dialog Antarumat Beragama Jadi Bagian dari Pembangunan

0
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, saat membacakan sambutan Bupati Mahulu dalam Dialog Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Ujoh Bilang. (Foto: Istimewa)

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menilai kerukunan umat beragama menjadi salah satu modal penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, saat menerima kunjungan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Timur dalam Dialog Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Rabu (5/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Suhuk membacakan sambutan Bupati Mahulu. Ia mengatakan pembangunan yang sejalan dengan visi Mahulu Melaju: Maju, Merata, Berkelanjutan membutuhkan kondisi sosial yang aman, damai, dan harmonis.

“Upaya tersebut membutuhkan dukungan dari semua pihak. Pembangunan akan berjalan lebih baik apabila masyarakat hidup dalam suasana yang aman, damai, dan rukun,” ujarnya.

Menurut Suhuk, keberadaan FKUB memiliki posisi strategis dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama. Forum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkuat dialog, komunikasi, sekaligus membangun saling pengertian antarpemeluk agama.

Ia menekankan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui musyawarah.

Mahakam Ulu, lanjut Suhuk, merupakan daerah dengan keberagaman suku, adat, dan keyakinan. Kondisi tersebut menjadi kekuatan sosial yang harus terus dirawat bersama.

“Kabupaten Mahakam Ulu adalah rumah bagi keberagaman. Kita hidup berdampingan dengan berbagai suku, adat, dan keyakinan. Oleh karena itu, menjaga toleransi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan toleransi tidak cukup hanya dibicarakan dalam forum formal. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati dan menjaga hubungan baik antarwarga.

Dalam konteks pembangunan daerah, suasana sosial yang kondusif dinilai akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan berbagai program pembangunan.

Karena itu, Pemkab Mahulu menyambut positif kunjungan FKUB Kaltim yang menggelar dialog langsung di wilayah tersebut.

Menurut Suhuk, pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara FKUB Provinsi Kaltim, FKUB Mahulu, pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat.

“Saya berharap kunjungan dan dialog pada hari ini semakin mempererat hubungan antara FKUB Provinsi Kalimantan Timur, FKUB Kabupaten Mahakam Ulu, pemerintah daerah, para tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan memperkuat toleransi di Mahakam Ulu.

“Semoga pertemuan ini menghasilkan gagasan dan semangat baru untuk terus menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Mahakam Ulu,” tambahnya.

Pemkab Mahulu berharap penguatan kerukunan menjadi bagian dari fondasi pembangunan daerah. Dengan masyarakat yang hidup berdampingan secara harmonis, visi Mahulu Melaju diharapkan dapat diwujudkan secara lebih kuat dan berkelanjutan.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

Teras Samarinda Tahap II Buka Awal September, Dermaga dan Pedestrian Siap Digunakan

0
Kawasan Teras Samarinda Tahap II di tepian Sungai Mahakam yang ditarget mulai dibuka untuk publik pada 1 September 2026. Fasilitas yang disiapkan meliputi dermaga, pedestrian, dan area UMKM. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda menargetkan Teras Samarinda Tahap II mulai dibuka untuk publik pada 1 September 2026. Sejumlah fasilitas telah disiapkan, mulai dari dermaga, pedestrian di tepi Sungai Mahakam, hingga area bagi pelaku UMKM.

Target pembukaan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi. Sebelum dibuka, Pemkot akan menuntaskan masa pemeliharaan proyek yang dijadwalkan berakhir pada 20 Agustus 2026.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan hasil rapat menyepakati usulan pembukaan pada awal September.

Namun keputusan akhir masih akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda.

“Usulan dari tim ini akan saya laporkan dulu ke Pak Wali Kota,” ujar Marnabas.

Untuk memastikan kawasan dapat beroperasi hingga akhir tahun, Pemkot mulai membagi tanggung jawab pengelolaan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah.

Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengelola area dermaga sekaligus memfasilitasi penataan pelaku UMKM.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertanggung jawab terhadap perawatan taman, pedestrian, kebersihan kawasan, hingga penyiraman vegetasi.

Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menangani keamanan, ketertiban umum, serta pengawasan pengunjung.

Pemkot juga dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada Senin (10/8/2026) setelah apel pagi untuk menentukan secara lebih rinci batas wilayah kerja antara Dishub dan DLH.

Kebutuhan biaya operasional, mulai dari pemeliharaan taman, penyiraman, listrik, air, hingga pengamanan akan diusulkan melalui APBD Perubahan.

PEDESTRIAN TENGAH BELUM DIBUKA

Meski infrastruktur utama di area yang akan dioperasikan telah selesai, Pemkot belum akan membuka seluruh akses.

Pedestrian di bagian tengah yang mengarah langsung ke sungai masih ditutup karena proses pengerjaan belum selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko keselamatan pengunjung.

“Yang kita buka adalah pedestrian di pinggir sungai dan area dermaga. Untuk pedestrian tengah yang ke arah sungai belum dibuka dulu karena masih ada pengerjaan, takut masalah keamanan,” tegas Marnabas.

Untuk pengelolaan jangka panjang, Pemkot membuka kemungkinan melibatkan pihak ketiga maupun badan usaha milik daerah.

Namun pada tahap awal, pola pengelolaan akan mengikuti Teras Samarinda Tahap I.

Pada tahap pertama, pengelolaan dilakukan melalui kolaborasi Pemkot Samarinda dengan Perumda Varia Niaga. Kawasan dibagi menjadi area akses publik gratis dan area komersial yang diarahkan untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PARKIR DIARAHKAN KE PASAR PAGI

Pemkot juga mengantisipasi lonjakan pengunjung setelah Teras Samarinda Tahap II dibuka.

Salah satu persoalan yang diperhitungkan adalah kebutuhan lahan parkir dan potensi kemacetan di sekitar kawasan.

Untuk itu, kendaraan pengunjung akan diarahkan menggunakan kantong parkir di kawasan Pasar Pagi.

Penataan lalu lintas, keamanan, dan pola pergerakan pengunjung juga akan dimatangkan sebelum pembukaan agar aktivitas di kawasan tepian Mahakam tidak mengganggu arus kendaraan di pusat kota.

Dengan target pembukaan 1 September, Pemkot kini memiliki waktu kurang dari satu bulan untuk menuntaskan masa pemeliharaan, pembagian pengelolaan, pengamanan, hingga penataan area UMKM sebelum Teras Samarinda Tahap II resmi menerima pengunjung.

Pewarta: Abdi
Editor: Agus S.

Tanjung Santan Kembali Jadi Jalur Perdagangan Luar Negeri

0
Aktivitas pengapalan di Terminal Khusus PT Prima Dermaga Perkasa, Tanjung Santan, Kutai Kartanegara, yang kembali bergerak pada 2026. (Istimewa)

TENGGARONG – Aktivitas perdagangan luar negeri di Perairan Tanjung Santan, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali bergerak pada 2026 setelah sempat meredup sejak pandemi Covid-19.

Geliat tersebut berlangsung melalui Terminal Khusus (Tersus) PT Prima Dermaga Perkasa di Tanjung Santan. Aktivitas pengapalan di kawasan ini disebut telah menyerap sekitar 700 tenaga kerja untuk menunjang kegiatan bongkar muat.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Tanjung Santan, Abdul Wahid, mengatakan aktivitas melalui Tersus PT Prima Dermaga Perkasa mulai berlangsung sejak pertengahan Januari 2026. Sebelum ekspor kembali berjalan, tercatat 16 kegiatan kapal yang masih melayani kebutuhan domestik.

“Bangkit lagi,” kata Abdul Wahid.

Meski demikian, ia menegaskan fasilitas PT Prima Dermaga Perkasa tetap berstatus Terminal Khusus, bukan Terminal Umum.

Karena itu, pelayanan ekspor melalui fasilitas tersebut hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang telah memiliki kerja sama dengan PT Prima Dermaga Perkasa.

Berdasarkan paparan KUPP, terdapat 10 perusahaan pertambangan batu bara di Kukar dan Kutai Barat yang telah menjalin kerja sama dengan terminal tersebut.

JEJAK EKSPOR SEJAK 1973

Aktivitas perdagangan luar negeri di Tanjung Santan bukan hal baru.

Abdul Wahid menyebut jejak pengapalan ekspor di kawasan tersebut telah tercatat sejak 1973. Saat itu, Tanjung Santan berkembang seiring aktivitas migas dan pelayaran.

Aktivitas kemudian mengalami pasang surut. Sejak pandemi Covid-19, pengapalan melalui Pertamina disebut terus menurun hingga kegiatan ekspor tidak lagi berjalan.

Kini, setelah beberapa tahun meredup, aktivitas pengapalan kembali hidup.

Panjangnya sejarah pelayaran Tanjung Santan juga terlihat dari keberadaan layanan kepabeanan di kawasan tersebut.

Abdul Wahid mengatakan Bea Cukai telah lama hadir di Tanjung Santan. Kepala Desa Semangko, Ansar K, juga mengingat keberadaan layanan kepabeanan sejak masa aktivitas perusahaan migas terdahulu, termasuk untuk mendukung kegiatan tanker.

Secara administratif, layanan tersebut masih berlanjut. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-200/BC/2025 mencantumkan Tanjung Santan sebagai Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai dalam wilayah kerja KPPBC Samarinda.

Dengan demikian, aktivitas pada 2026 lebih tepat dilihat sebagai kembali aktifnya salah satu kawasan pesisir Kukar yang sejak lama terhubung dengan kegiatan maritim dan perdagangan luar negeri.

LEWATI SEJUMLAH TAHAP PERIZINAN

Kembali bergeraknya ekspor di Tanjung Santan melalui sejumlah tahapan perizinan.

PT Prima Dermaga Perkasa memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) pada 4 April 2024.

Selanjutnya, pada 2 Oktober 2024, perusahaan memperoleh dukungan SKK Migas untuk kegiatan operasional pelayanan kepelabuhanan laut serta sarana penunjang lainnya.

Tahapan pembangunan dan pengoperasian berlanjut pada 2025. Sertifikat Standar Pembangunan Terminal Khusus terbit pada 29 Juli 2025, kemudian Sertifikat Standar Pengoperasian Terminal Khusus terbit pada 10 Oktober 2025.

Pada 15 April 2026, PT Prima Dermaga Perkasa juga memperoleh Pernyataan Pemenuhan Keamanan Fasilitas Pelabuhan atau Statement of Compliance of a Port Facility (SoCPF) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Babak penting berikutnya terjadi pada Juli 2026.

Pada 10 Juli, terminal memperoleh persetujuan sebagai Terminal Khusus terbuka bagi perdagangan luar negeri. Kemudian pada 23 Juli 2026, PT Prima Dermaga Perkasa memperoleh penetapan kawasan pabean melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 47/MK/WBC.16/2026.

700 TENAGA KERJA TERSERAP

Dampak yang mulai terlihat dari bergeraknya aktivitas tersebut adalah penyerapan tenaga kerja.

Paparan KUPP Kelas III Tanjung Santan mencatat sekitar 700 tenaga kerja terserap untuk menunjang kegiatan bongkar muat di Terminal Khusus PT Prima Dermaga Perkasa.

Menurut Abdul Wahid, tenaga kerja tersebut antara lain berasal dari kawasan Marang Kayu dan Muara Badak. Data itu bersumber dari pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Tanjung Santan.

Tokoh masyarakat pesisir Kukar, Anwar, mengatakan aktivitas melalui koperasi TKBM turut membuka kembali kesempatan kerja bagi warga yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.

“Jalannya satu koperasi ini membantu teman-teman yang kena PHK untuk bekerja kembali, walaupun tidak rutinitas,” kata Anwar.

Kepala Desa Semangko, Ansar K, juga melihat peluang kerja yang semakin terbuka setelah kegiatan mulai berjalan.

“Sangat besar peluang untuk teman-teman pencari kerja,” ujarnya.

PT Prima Dermaga Perkasa juga tercatat memiliki kemitraan dengan Pemerintah Desa Semangko. Kemitraan tersebut diarahkan untuk membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

PRODUK LOKAL IKUT PUNYA PELUANG

Bagi masyarakat pesisir, geliat Tanjung Santan tidak hanya berkaitan dengan jumlah kapal atau komoditas yang diberangkatkan.

Ada harapan agar aktivitas perdagangan tersebut menciptakan perputaran ekonomi di daratan.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Kukar yang dimuat dalam RKPD Kukar 2026, sektor pertambangan berkontribusi 57,73 persen terhadap perekonomian Kukar pada 2024. Sementara sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan berkontribusi 14,48 persen.

Anwar berharap kebutuhan operasional kapal dapat dipenuhi dari produk masyarakat sekitar, seperti sayur, ikan, dan beras.

Jika berjalan berkelanjutan, kebutuhan tersebut berpotensi membuka pasar bagi petani, nelayan, pedagang, hingga penyedia barang dan jasa.

Namun dampak tersebut belum dapat dihitung secara pasti. Belum tersedia data mengenai kenaikan pendapatan masyarakat, pertumbuhan omzet usaha lokal, maupun nilai transaksi ekonomi setelah aktivitas ekspor kembali berjalan.

Karena itu, geliat Tanjung Santan saat ini masih lebih tepat dipandang sebagai peluang yang mulai terbuka.

KUPP DAN BEA CUKAI PUNYA PERAN BERBEDA

Meningkatnya aktivitas pelayaran juga membuat pembagian kewenangan antarlembaga menjadi penting.

KUPP Kelas III Tanjung Santan menjalankan fungsi penyelenggaraan dan pengawasan kegiatan pelayaran sesuai kewenangannya, termasuk keselamatan, keamanan, kelaiklautan kapal, serta ketertiban lalu lintas kapal.

Sementara urusan kepabeanan berada dalam kewenangan Bea Cukai.

Keberadaan Kantor Bantu Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Santan serta penetapan kawasan pabean PT Prima Dermaga Perkasa menjadi bagian dari ekosistem perdagangan luar negeri di kawasan tersebut.

Untuk mendukung keselamatan pelayaran, KUPP Kelas III Tanjung Santan juga bekerja sama dengan PT Pelindo Jasa Maritim dalam pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di Perairan Tanjung Santan, termasuk di sekitar Terminal Khusus PT Prima Dermaga Perkasa.

Kerja sama tertanggal 25 Agustus 2025 itu diarahkan untuk mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan maritim.

PELUANG YANG MASIH HARUS DIBUKTIKAN

Bagi Ansar, bergeraknya kembali aktivitas perdagangan luar negeri membuka peluang bagi Tanjung Santan untuk mengambil peran lebih besar dalam kegiatan ekspor.

Namun keberhasilan geliat tersebut tidak cukup hanya diukur dari jumlah kapal maupun volume komoditas.

Ukuran yang lebih dekat dengan masyarakat adalah seberapa besar aktivitas itu mampu membuka pekerjaan, menciptakan pasar bagi produk lokal, dan menggerakkan ekonomi di daratan.

Tanjung Santan telah menjadi bagian dari aktivitas pengapalan sejak puluhan tahun lalu. Setelah ekspor meredup pada masa pandemi, jalur perdagangan luar negeri kini kembali bergerak pada 2026.

Tantangannya adalah memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, sesuai ketentuan, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Jika rantai ekonomi tersebut mampu terbentuk secara berkelanjutan, Tanjung Santan bukan hanya menjadi pintu keluarnya komoditas dari Kukar, tetapi juga jalur masuknya peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Reporter: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

TC Terakhir Dimulai, 57 Peserta Kaltim Hadapi Delapan Kali Try-Out Jelang MTQ Nasional

0

JAKARTA – Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki tahap akhir persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.

Sebanyak 57 peserta menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) terakhir selama satu bulan dengan target besar mempertahankan gelar juara umum.

Para peserta mulai diasramakan di Wisma Pamentas, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, sejak 8 Agustus hingga 9 September 2026. TC kali ini menjadi pemusatan latihan terakhir yang dilaksanakan secara tatap muka sebelum kafilah Kaltim bertolak ke Semarang.

 

Koordinator pelatih, Hajarul Akbar, meminta seluruh peserta meningkatkan disiplin dan kesungguhan selama mengikuti TC. Menurutnya, seluruh kafilah dari berbagai provinsi juga melakukan persiapan maksimal menghadapi MTQ Nasional.

Selama pelatihan, peserta wajib mengikuti delapan kali try-out atau uji coba yang dilaksanakan setiap Rabu dan Sabtu.

Try-out setiap Rabu dilaksanakan di Wisma Pamentas dengan menghadirkan pelajar dan santri dari sekitar wisma. Sedangkan uji coba setiap Sabtu dilakukan di luar wisma. Hari Sabtu dipilih karena kondisi lalu lintas Jakarta dinilai lebih memungkinkan untuk mobilitas peserta.

“Selama pelatihan peserta dibimbing oleh para pelatih nasional. Di samping itu, diberikan pembinaan kedisiplinan dari institusi TNI Angkatan Darat. Selain itu, juga akan dilakukan penguatan motivasi bagi para peserta agar mereka bisa meraih prestasi maksimal,” kata Hajarul.

57 PESERTA DARI DELAPAN DAERAH

Wakil Ketua II LPTQ Kaltim yang juga Kepala Biro Kesra Kaltim, Dasmiah, menjelaskan 57 peserta TC berasal dari delapan kabupaten dan kota.

Kutai Timur menjadi daerah dengan peserta terbanyak, yakni 13 orang, disusul Samarinda 11 orang, Kutai Kartanegara 10 orang, Bontang enam orang, dan Balikpapan lima orang.

Berau, Paser, dan Penajam Paser Utara masing-masing mengirim empat peserta. Sedangkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu tidak mengirimkan peserta.

Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim, Hamsani, mengatakan setelah TC ditutup pada 9 September, seluruh peserta akan langsung diberangkatkan menuju Semarang menggunakan dua bus.

“Usai penutupan pelatihan pada tanggal 9 September 2026, para peserta pelatihan langsung diberangkatkan ke Semarang dengan memakai dua kendaraan bus untuk menghadapi MTQ Tingkat Nasional Tahun 2026,” jelas Hamsani.

BEBAN PERTAHANKAN JUARA UMUM

Sekda Kaltim sekaligus Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, saat membuka TC mengingatkan bahwa tantangan mempertahankan gelar jauh lebih berat dibandingkan mengejar gelar juara.

Kaltim datang ke MTQ Nasional XXXI dengan catatan prestasi kuat. Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kaltim keluar sebagai juara umum. Prestasi kembali diraih pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan kembali menjadi juara umum.

“Kaltim pernah meraih juara umum berturut-turut. Pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kaltim meraih juara umum. Selanjutnya pada Tahun 2025, lagi-lagi Kaltim meraih juara umum pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Tingkat Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata Sri Wahyuni.

Capaian tersebut membuat target pada MTQ Nasional XXXI di Semarang semakin berat. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung 11–20 September 2026.

“Beban mempertahankan juara itu lebih berat dibandingkan baru berusaha meraih juara, karena untuk meraih juara itu tidak ada beban,” ujarnya.

Usai membuka TC, Sri Wahyuni meninjau ruang pelatihan berbagai cabang dan golongan serta asrama peserta. Ia menilai fasilitas yang disiapkan cukup representatif dan bersih untuk mendukung pemusatan latihan.

Wakil Ketua LPTQ Kaltim Jauhar Efendi melaporkan, pembukaan TC juga dihadiri Kakanwil Kementerian Agama Kaltim sekaligus Wakil Ketua I LPTQ Kaltim Abdul Kholiq, Sekretaris LPTQ Kaltim Rudi Kartono, Wakil Sekretaris I LPTQ Kaltim Hamsani, Prof. Dr. Bambang Iswanto, perwakilan pelatih, serta staf Sekretariat LPTQ Kaltim. (MJE)

Editor: Agus S.

Dugaan Pengeroyokan Tewaskan Satu Orang, Massa Bergerak dan Bakar Warung

0
Massa mendatangi sebuah warung di Desa Bilah Talang, Kecamatan Tabang, Kukar, Sabtu (8/8/2026). Warung tersebut kemudian dibakar setelah massa menuntut kejelasan terkait dugaan pengeroyokan yang menewaskan satu orang. (Istimewa)

TENGGARONG – Situasi di Desa Bilah Talang, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), memanas setelah satu orang meninggal dunia dalam peristiwa yang diduga merupakan pengeroyokan. Massa kemudian bergerak, merusak sejumlah rumah hingga membakar sebuah warung, Sabtu (8/8/2026).

Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander, mengatakan peristiwa yang menyebabkan satu orang meninggal dunia itu terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

Awalnya, kejadian tersebut diduga merupakan kecelakaan. Namun setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), muncul dugaan bahwa korban terlibat dalam pengeroyokan atau perkelahian.

“Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia. Sementara satu orang lainnya mengalami luka dan kemudian menjalani perawatan,” kata Elvander saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).

Informasi awal yang diterima menyebut sekitar 20 orang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Namun jumlah maupun keterlibatan masing-masing orang belum dapat dipastikan karena masih dalam penyelidikan Polsek Tabang.

“Sekarang ini proses penyelidikan oleh Polsek Tabang masih berjalan,” terangnya.

MASSA BERGERAK, WARUNG DIBAKAR

Dugaan pengeroyokan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia itu kemudian memicu reaksi warga.

Pada Sabtu siang, massa bergerak mendatangi sejumlah lokasi yang disebut berkaitan dengan orang-orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Sejumlah rumah dilaporkan mengalami perusakan. Massa juga mendatangi sebuah warung yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut Elvander, warung tersebut selama ini menjadi salah satu tempat warga, termasuk anak muda, berkumpul pada malam hari.

“Warung tersebut selama ini menjadi salah satu tempat berkumpul warga, termasuk anak-anak muda, terutama pada malam hari,” tuturnya.

Massa datang untuk meminta penjelasan terkait kejadian yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Situasi kemudian memanas ketika massa merasa tidak mendapatkan penjelasan yang mereka harapkan.

Emosi massa memuncak hingga warung tersebut dibakar. Rekaman pembakaran kemudian beredar luas di media sosial.

“Massa itu pada waktu minta penjelasan, tidak kooperatif. Akhirnya, ya tadi ada beberapa emosi, sehingga terjadi pembakaran,” ujar Elvander.

TUNTUT POLISI SEGERA BERTINDAK

Setelah mendatangi sejumlah lokasi, massa menyampaikan tuntutan kepada aparat kepolisian. Mereka meminta kepastian hukum dan mendesak pihak-pihak yang terbukti terlibat segera diproses.

Menurut Elvander, massa memberikan waktu dua hari agar ada perkembangan penanganan perkara tersebut. Jika tidak ada kejelasan, massa disebut berpotensi kembali bergerak.

Meski terjadi perusakan dan pembakaran, Elvander memastikan tidak ada korban tambahan dalam aksi massa tersebut.

Pemerintah Kecamatan Tabang bersama aparat keamanan terus berupaya menjaga situasi agar tidak kembali memanas.

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Penanganan perkara diminta sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

Elvander menegaskan tuntutan utama masyarakat adalah adanya kepastian hukum terhadap peristiwa yang menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut.

“Ini betul-betul real. Ini menuntutkan hukum, kemudian kepastian hukum dan secepatnya dalam langkah mengolah kejadian ini seperti itu,” tutupnya.

Reporter: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Ayub Bicara Kepemimpinan di Musda Golkar: Jadilah Singa, Bukan Domba

0
Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, M Husni Fahruddin alias Ayub, saat memberikan sambutan dalam Musda XI Partai Golkar Kota Samarinda, Sabtu (8/8/2026). (K Irul Umam/Media Kaltim)

SAMARINDA – Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur, M Husni Fahruddin alias Ayub, memasang standar tinggi bagi Ketua DPD Golkar Kota Samarinda yang akan memimpin partai ke depan. Ketua harus berani, memiliki kapasitas, mampu memimpin kader, dan tidak bermental lemah.

Pesan itu disampaikan Ayub dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Samarinda di Hotel Fugo, Jalan Untung Suropati, Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Di hadapan kader dan sejumlah tokoh politik, Ayub menggunakan perumpamaan singa dan domba untuk menggambarkan karakter pemimpin yang dibutuhkan Golkar Samarinda.

“Jadilah ketua atau pemimpin seperti singa. Yang seandainya anggotanya pun kadernya pun adalah domba, maka suatu saat domba akan menjadi singa,” kata Ayub.

Sebaliknya, ia mengingatkan risiko jika seorang ketua justru memiliki mentalitas lemah ketika memimpin kader yang memiliki keberanian lebih besar.

“Janganlah menjadi ketua atau pemimpin bermental domba. Karena berbahaya manakala anak buah Anda bermental singa. Maka ada dua kemungkinan, Anda akan dimakan atau anak-anak buah Anda akan menjadi domba,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Musda XI Golkar Samarinda mengerucut pada satu nama calon ketua, yakni Andi Satya Adi Saputra.

Ayub mengungkapkan, komunikasi politik untuk menyatukan dukungan terhadap satu nama masih berlangsung hingga malam sebelum Musda.

“Sampai tadi malam akhirnya di perahu sudah itu kita sedang berusaha untuk sepakat mengaklamasikan satu nama,” ungkapnya.

KADER HARUS BERANI MENGAWASI

Ayub juga mengingatkan kader Golkar mengenai posisi partai dalam mengawal pemerintahan. Menurutnya, kader politik tidak boleh hanya menjadi pendukung kekuasaan.

Ketika kebijakan pemerintah dinilai benar, Golkar harus mendukung. Namun jika ditemukan pelanggaran, kader harus berani menjalankan fungsi pengawasan.

“Kalau ada pelanggaran yang dibuat, mari kita awasi dan kita sangat kompak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian kalangan politik yang tidak terbuka terhadap masukan dan kurang membangun tradisi berdialektika.

“Kita terbiasa tidak menerima saran dan masukan. Kita tidak membiasakan diri berdialektika. Kita tidak membiasakan diri untuk belajar, membaca, memberikan saran dan masukan konstruktif,” katanya.

Karena itu, Ayub meminta kader Golkar terus meningkatkan kapasitas, wawasan, dan kemampuan membaca persoalan.

“Jangan sampai kalah ilmu, jangan sampai kalah gagasan, jangan sampai kalah sekolah,” ujarnya.

MODAL BESAR MENUJU 2029

Pesan tersebut disampaikan ketika Golkar memiliki modal politik cukup besar di Kaltim.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Golkar menjadi partai dengan kursi terbanyak di DPRD Kaltim dengan 15 kursi dari total 55 kursi. Gerindra memperoleh 10 kursi dan PDI Perjuangan sembilan kursi.

Golkar juga menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi untuk DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim dengan 538.147 suara. Hasil tersebut mengantarkan dua wakil Golkar ke Senayan.

Di Samarinda, Musda XI menjadi bagian dari konsolidasi untuk memperkuat mesin politik menuju Pemilu 2029.

Andi Satya Adi Saputra sebelumnya juga menyampaikan target agar Golkar kembali menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kota Tepian.

Ayub mengingatkan modal politik tersebut harus diikuti peningkatan kualitas kader. Menurutnya, Golkar membutuhkan kader yang mampu berpikir, berdialektika, menerima kritik, mengawal pemerintahan, serta berani mengambil sikap ketika diperlukan.

Reporter: K Irul Umam
Editor: Agus S.

Kebakaran Landa Permukiman Padat Tenggarong, Delapan Armada Damkar Dikerahkan

0
Petugas berupaya memadamkan kebakaran di Jalan KH Ahmad Muksin Gang 9, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Sabtu (8/8/2026). (Ady/Media Kaltim)

TENGGARONG – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan KH Ahmad Muksin Gang 9, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Sebanyak empat rumah hangus terbakar dan tiga rumah lainnya terdampak. Bangunan yang sebagian terbuat dari kayu dan jaraknya berdekatan membuat api dengan cepat merambat.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar langsung bergerak setelah menerima laporan. Butuh waktu sekitar satu jam hingga kobaran api berhasil dikendalikan.

Sebanyak delapan unit pemadam dikerahkan ke lokasi. Sementara satu unit lainnya tetap disiagakan di Pos Pattimura.

“Kalau kita semua turun, ada sekitar delapan unit yang dikerahkan. Satu unit stay di Pattimura,” kata Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kepanikan sempat terjadi saat api membesar. Tiga warga dilaporkan sempat pingsan dan harus dipapah untuk mendapatkan penanganan.

“Tidak ada korban, tapi infonya ada yang pingsan. Mungkin karena kaget. Ada sekitar tiga orang yang sempat dipapah, tapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” ujar Fida.

Saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar. Posisi rumah yang berada di bagian dalam permukiman membuat petugas harus segera melokalisasi api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya.

Penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari pihak berwenang.

“Untuk dugaan sementara, tadi Pak RT juga belum berani memastikan. Karena ketika kita datang, api sudah sangat besar. Nanti biarkan petugas yang berwajib melakukan olah TKP dan seperti apa hasilnya,” kata Fida.

AKSES SEMPIT, PASOKAN AIR TERKENDALA

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Titik kebakaran berada cukup jauh dari jalan utama dan masuk ke kawasan permukiman dengan akses sempit.

Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam tidak dapat masuk hingga mendekati titik api. Petugas akhirnya berupaya membatasi rambatan agar api tidak menjalar lebih luas.

“Pada intinya, kejadian ini termasuk cukup sulit karena lokasinya berada di bagian dalam dan aksesnya cukup sempit. Kebakaran tidak terjadi di pinggir jalan, tetapi berada agak ke belakang,” ujar Fida.

Kendala lainnya adalah pasokan air. Petugas mengandalkan sumber air dari Sungai Mahakam yang saat kejadian sedang surut.

Posisi permukaan air yang cukup jauh ke bawah membuat pengambilan air tidak maksimal. Pasokan air sempat terhambat sehingga tidak dapat langsung menjangkau titik kebakaran secara optimal.

“Kesulitan kita memang tadi saya rasakan sekali, terutama terkait pasokan air. Sempat macet karena pasokan air dari Mahakam surut dan posisinya cukup jauh ke bawah,” katanya.

Kondisi kemarau dan angin yang cukup kencang juga meningkatkan risiko api menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya. Petugas memilih memprioritaskan pembatasan rambatan sembari melakukan pemadaman dari titik yang dapat dijangkau.

“Apa yang kita rasakan pada hari ini memang dampak dari musim kemarau dengan kondisi berangin dan air yang surut,” tutup Fida.

Reporter: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.