Beranda blog Halaman 47

Golkar Nilai Raperda Kepemudaan dan Bencana Industri Perlu Penguatan Substansi

0
Penyerahan Pandangan Fraksi Golkar DPRD oleh Rustam. (Syakurah)

BONTANG – Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bontang menyoroti pentingnya penyempurnaan materi dalam dua rancangan peraturan daerah (raperda) prakarsa DPRD, yang saat ini tengah dibahas bersama Pemerintah Kota Bontang.

Pandangan tersebut disampaikan anggota Fraksi Golkar DPRD Bontang, Rustam, saat rapat paripurna terkait tanggapan fraksi atas pendapat wali kota terhadap Raperda Kepemudaan serta Raperda Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri.

Menurut Rustam, Fraksi Golkar mendukung berbagai masukan yang disampaikan pemerintah daerah demi memperkuat kualitas regulasi, sebelum disahkan menjadi peraturan daerah.

“Tentu kami mengapresiasi seluruh tahapan pembahasan yang sudah berjalan. Masukan dari pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dua raperda ini,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Dalam pembahasan Raperda Kepemudaan, Fraksi Golkar menilai perlu adanya penguatan substansi terkait pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Hal itu dinilai penting agar regulasi yang disusun sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

Rustam menjelaskan, perda tersebut nantinya tidak hanya menjadi aturan administratif, tetapi juga menjadi dasar hukum dalam mendorong peningkatan kualitas pemuda di Kota Bontang.

Selain penguatan materi, Fraksi Golkar juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara perda dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, agar implementasi kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Sementara dalam pembahasan Raperda Penanggulangan Bencana di Kawasan Industri, Fraksi Golkar mendukung usulan pemerintah daerah, agar ruang lingkup aturan lebih difokuskan pada penanganan bencana industri secara spesifik.

Menurut Rustam, karakteristik Kota Bontang sebagai kawasan industri membutuhkan regulasi khusus yang berbeda dengan penanggulangan bencana umum.

“Karena sebelumnya sudah ada perda mengenai penanggulangan bencana dan mitigasi banjir, maka perda yang baru ini sebaiknya lebih fokus pada penanganan bencana industri,” katanya.

Fraksi Golkar juga sepakat terhadap usulan penambahan kewajiban perusahaan industri dalam tahapan pra-bencana, kesiapsiagaan hingga penanganan keadaan darurat.

Tak hanya itu, perubahan nomenklatur menjadi Raperda tentang Penanggulangan Bencana Industri di Daerah, dinilai dapat memperjelas arah pengaturan serta cakupan kebijakan.

Adapun pembahasan lanjutan dua raperda tersebut, diharapkan menghasilkan regulasi yang aplikatif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat maupun pembangunan daerah di Kota Bontang. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Kutim Apresiasi Semangat Berkurban Warga di Tengah Tekanan Ekonomi

0

SANGATTA – Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. Di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), semangat warga untuk berkurban dinilai tetap tinggi meski kondisi ekonomi masih memberikan tekanan bagi sebagian masyarakat.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama masih terjaga dengan baik.

“Ini menunjukkan masyarakat kita memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, terutama saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).

Jimmi mengatakan, Iduladha bukan hanya perayaan keagamaan semata, tetapi juga mengandung pesan penting tentang pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan tentang ketaatan dan ketulusan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Dari kisah tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa pengorbanan sejati lahir dari keimanan dan kesabaran.

“Keteladanan tersebut mengajarkan bahwa pengorbanan sejati lahir dari iman, kesabaran, dan ketulusan hati,” katanya.

Ia menambahkan, gema takbir yang berkumandang pada Hari Raya Iduladha hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai bentuk syukur, tetapi juga menjadi pengingat untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat rasa kebersamaan.

“Gema takbir yang berkumandang mengingatkan kita untuk memperkuat ukhuwah, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.

Jimmi menilai, semangat berbagi melalui ibadah kurban menjadi bukti bahwa masyarakat Kutim tetap memiliki solidaritas yang kuat meskipun menghadapi tekanan ekonomi dan dampak inflasi. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk saling membantu dan menguatkan.

Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan kurban dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, gotong royong dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan harmonis.

“Nilai kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk tekanan ekonomi yang saat ini dirasakan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kursi Kuliah Kian Sulit, Jalur ‘Titipan’ Mulai Jadi Keresahan Orangtua

0
Ilustrasi

PENGUMUMAN hasil UTBK-SNBT 2026 akhirnya keluar. Sejak Senin (25/5) sore lalu, ribuan siswa membuka laman pengumuman dengan wajah tegang. Tetapi yang paling banyak menahan cemas sebenarnya bukan hanya para siswa. Orangtua juga ikut menunggu.

Ada yang terus memegang ponsel sejak siang. Ada yang bolak-balik memantau grup WhatsApp para orangtua. Sebagian lainnya memilih tenang sambil menunggu hasil pengumuman keluar.

Masuk perguruan tinggi saat ini memang bukan lagi urusan anak-anak. Orangtua ikut masuk dalam seluruh proses panjang itu.

Tahun ini saya ikut merasakannya sendiri. Putra saya, Muhammad Zacky Alghofari, baru menyelesaikan masa pengabdian di Pondok Modern Darussalam Gontor. Setelah itu, saya ikutkan les dengan metode karantina selama dua bulan di Malang untuk mempersiapkan diri menghadapi UTBK dan berbagai jalur masuk perguruan tinggi.

Saya memahami betul kondisinya. Selama di pondok pesantren, porsi pendidikan lebih banyak pada ilmu agama. Sementara untuk menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi, terutama program studi favorit, penguatan pelajaran umum tetap diperlukan.

Sebagai orangtua, harapan kami, anak bisa mendapatkan kampus terbaik dan masa depan yang baik.

Akhirnya, pada pengumuman 25 Mei lalu, anak saya mengabarkan diterima di Fakultas Kedokteran UIN Sunan Ampel Surabaya. Tentu ikut bangga. Apalagi Fakultas Kedokteran sekarang menjadi salah satu program studi paling ketat dan paling banyak diburu siswa dari berbagai daerah.

Tetapi prosesnya juga tidak mudah. Rasa waswas tetap ada sejak awal pendaftaran hingga pengumuman keluar. Dan saya yakin, ribuan orangtua lain di Kaltim maupun daerah lain mengalami hal yang sama.

Apalagi persaingan masuk perguruan tinggi memang semakin berat.

Data Panitia SNPMB 2026 mencatat jumlah peserta UTBK-SNBT tahun ini mencapai 871.496 orang. Dari jumlah itu, hanya sekitar 256 ribu peserta yang dinyatakan lolos. Artinya, lebih dari 600 ribu peserta kembali harus mencari peluang melalui jalur lain.

Karena itu, setelah pengumuman UTBK keluar, sebenarnya perburuan kursi kuliah baru dimulai.

Sejak beberapa hari terakhir, grup WhatsApp orangtua langsung ramai. Informasi jalur mandiri beredar ke mana-mana. Jadwal pendaftaran, biaya formulir, model tes online maupun offline, hingga peluang tiap kampus langsung menjadi bahan pembicaraan para orangtua.

Nama-nama kampus besar seperti UI, UNAIR, ITS, UNDIP, IPB, UNPAD, hingga berbagai UIN kembali ramai diburu. Sebagian membuka jalur mandiri memakai nilai UTBK, sebagian menggelar tes mandiri tersendiri, dan ada pula yang menggabungkan nilai rapor dengan ujian tambahan.

Yang menarik, jalur mandiri sekarang juga semakin beragam.

Ada tes online dari rumah, ada tes domisili di daerah masing-masing, ada yang tetap wajib datang langsung ke kampus, hingga ada jalur prestasi akademik khusus. Bahkan beberapa kampus membuka gelombang penerimaan sampai Juli 2026.

Untuk Fakultas Kedokteran, persaingannya jauh lebih berat. Beberapa kampus seperti UNAIR, UI, Udayana, UNS, hingga berbagai UIN yang membuka Fakultas Kedokteran langsung menjadi rebutan. Jadwal tes dan pendaftaran pun dimulai sejak akhir Mei sampai Juli.

Karena itu banyak siswa praktis tidak punya waktu lama untuk beristirahat setelah UTBK.

Belum sempat beristirahat, mereka sudah kembali belajar menghadapi tes mandiri berikutnya.

Orangtua juga sama. Banyak yang langsung sibuk menghitung biaya. Mulai biaya formulir, tiket perjalanan, biaya tes, uang kuliah, kos, laptop, hingga kebutuhan hidup anak ketika kuliah nanti.

Persoalan berikutnya adalah biaya. Khusus untuk program studi seperti Kedokteran, perjuangannya tidak berhenti ketika pengumuman keluar. Banyak orangtua sudah mengeluarkan biaya besar sejak awal.

Mulai dari bimbingan belajar, try out, kelas intensif, hingga program karantina yang nilainya bisa mencapai belasan bahkan puluhan juta rupiah.

Biaya terbesar justru sering muncul setelah anak dinyatakan diterima.

Pada jalur mandiri, sejumlah kampus masih menerapkan uang pangkal atau sumbangan pengembangan institusi. Untuk program studi favorit seperti Kedokteran, nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, di luar UKT yang harus dibayar setiap semester.

Karena itu, banyak orangtua tidak hanya memikirkan bagaimana anak bisa lulus seleksi, tetapi juga bagaimana membiayai kuliahnya nanti.

Jalur mandiri sendiri bukan berarti kampus bisa menerima mahasiswa tanpa batas. Pemerintah sudah mengatur kuotanya. Untuk PTN berstatus Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker), kuota jalur mandiri maksimal 30 persen dari total mahasiswa baru. Sedangkan PTN Badan Hukum (PTNBH) dapat menerima hingga 50 persen melalui jalur mandiri.

Status sebagai PTNBH membuat kampus-kampus seperti UI, UGM, ITB, dan UNAIR memiliki ruang lebih besar untuk menerima mahasiswa melalui jalur mandiri.

Meski begitu, persaingannya tetap tidak ringan. Setelah lebih dari 600 ribu peserta tidak lolos SNBT, sebagian besar kini mengalihkan harapan ke jalur mandiri. Kursi yang tersedia memang bertambah, tetapi jumlah peminatnya juga melonjak tajam.

Belakangan muncul juga keresahan lain di tengah masyarakat. Mulai dari isu jalur “orang dalam”, titipan, sampai anggapan bahwa jalur mandiri hanya berpihak kepada mereka yang punya uang dan koneksi.

Cerita seperti ini hampir selalu muncul setiap musim penerimaan mahasiswa baru.

Karena itu, kampus harus benar-benar menjaga kepercayaan publik. Jangan sampai siswa yang sudah belajar bertahun-tahun, ikut les, try out, hingga rela jauh dari keluarga untuk ikut karantina belajar, justru kalah oleh praktik-praktik yang tidak sehat.

Sebab bagi banyak keluarga, masuk perguruan tinggi bukan soal gengsi. Ini menyangkut masa depan anak-anak mereka.

Bagi keluarga di Kaltim, perjuangannya sering kali lebih berat lagi. Banyak anak harus melanjutkan kuliah ke Pulau Jawa karena pilihan program studi yang lebih banyak dan lebih lengkap. Artinya, orangtua juga harus menyiapkan biaya kos, transportasi, kebutuhan hidup bulanan, hingga tiket pesawat untuk pulang-pergi.

Karena itu saya melihat, masuk perguruan tinggi saat ini bukan lagi perjuangan siswa semata. Ini sudah menjadi perjuangan satu keluarga.

Orangtua ikut terlibat sejak awal. Ikut mencari informasi kampus, membandingkan jurusan, membayar biaya les, mengantar anak mengikuti tes, hingga menunggu hasil pengumuman dengan perasaan yang sama tegangnya.

Mungkin karena itulah, ketika seorang anak dinyatakan diterima, yang lega bukan hanya dirinya. Orangtuanya pun ikut merasakan kebahagiaan yang sama.

Sebaliknya, ketika belum berhasil, yang kembali menyusun rencana bukan hanya siswa, tetapi seluruh keluarga.

UTBK boleh selesai. Tetapi perjuangan banyak keluarga mencari bangku kuliah masih panjang. Dan dalam proses itu, keadilan jangan sampai hilang. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Jumlah Hewan Kurban ITS Samarinda Meningkat dibanding Tahun Lalu

0
Kepala sapi usai proses penyembelihan hewan kurban oleh Info Taruna Samarinda. Foto: Dimas/Media Kaltim

SAMARINDA – Info Taruna Samarinda (ITS) kembali menggelar penyembelihan hewan kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026), di lingkungan Posko 2 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda.

Tahun ini jumlah hewan kurban mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. ITS menyembelih total delapan hewan kurban yang terdiri dari tiga ekor sapi dan lima ekor kambing.

Ketua Info Taruna Samarinda, Joko Iswanto atau akrab disapa Koko, mengatakan peningkatan jumlah hewan kurban menjadi bentuk semakin kuatnya kepedulian sosial dan dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan kemanusiaan ITS.

“Alhamdulillah, hari ini Info Taruna Samarinda kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini ada peningkatan, dari yang tahun lalu hanya dua ekor sapi, sekarang menjadi tiga ekor sapi dan lima ekor kambing,” ujarnya.

Menurutnya, hewan kurban tersebut berasal dari keluarga besar ITS, sejumlah pejabat daerah, aparat penegak hukum, instansi pemerintah, hingga mitra swasta di Kota Samarinda.

Ia menyebut dukungan datang dari berbagai pihak seperti Wali Kota Samarinda, Polresta Samarinda, PLN, PDAM, Rumah Sakit Hermina, hingga peternakan lokal yang turut menyumbangkan kambing kurban.

Proses penyembelihan dimulai sejak pukul 08.00 Wita dan ditargetkan selesai pada sore hari. Daging kurban kemudian dikemas menjadi sekitar 330 paket untuk didistribusikan kepada relawan dan masyarakat sekitar.

“Daging kurban ini akan kita bagikan kepada para relawan yang berhak menerima. Mulai dari teman-teman Damkar, BPBD, Basarnas, PMI, hingga warga sekitar yang berada di lingkungan Posko 2 Damkar,” jelasnya.

Koko menegaskan kegiatan kurban tersebut akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan ITS. Ia berharap semakin banyak pihak ikut berpartisipasi dalam aksi sosial serupa di masa mendatang.

“Insya Allah acara ini akan terus kita pertahankan tiap tahun sekali. Semoga ini menjadi berkah untuk semua, khususnya para relawan Kota Samarinda,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Pesta Pedas 7 Hari 7 Malam Siap Ramaikan Samarinda

0
Flyer Pedas Puas Festival 2026 yang akan digelar di GOR Segiri Samarinda. Foto: Istimewa

SAMARINDA – Pedas Puas Festival (PPF) 2026 kembali digelar di Samarinda dengan konsep yang lebih besar dan meriah. Festival kuliner tahunan tersebut akan berlangsung pada 1–7 Juni 2026 di area parkir GOR Segiri Samarinda.

Mengusung tema “Pesta Pedas 7 Hari 7 Malam”, festival ini menghadirkan 53 tenant kuliner terkurasi yang dibagi dalam dua zona utama, yakni Tenant Pedas dan Tenant Pemadam Kepedasan.

Zona Tenant Pedas menghadirkan berbagai menu dengan sensasi cabai ekstrem, sementara Tenant Pemadam Kepedasan menyediakan makanan dan minuman penetral rasa pedas bagi pengunjung.

Festival yang digarap Seven Promosindo bersama Project Main ini juga menghadirkan kompetisi interaktif setiap hari selama penyelenggaraan berlangsung.

Kompetisi “Perempuan Paling Hot Pedas” persembahan 3S De Parfum akan digelar setiap pukul 17.00 Wita. Sedangkan “Pencarian Dewa Pedas” bersama Honda Etam Kaltim dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 Wita.

Selain hiburan dan wisata kuliner, PPF 2026 juga kembali menjadi bagian dari kampanye digitalisasi transaksi “Yok Etam Pakai QRIS” yang didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim.

Seluruh transaksi di area festival diarahkan menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS guna memperluas literasi keuangan digital di tengah masyarakat dan pelaku UMKM.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, Pedas Puas Festival 2025 mencatat lebih dari 38 ribu pengunjung dengan total 57 ribu transaksi QRIS dan nilai transaksi mencapai Rp2 miliar.

Keberhasilan tersebut menjadi pijakan bagi penyelenggara untuk memperluas skala festival tahun ini, mulai dari jumlah tenant, hiburan, hingga penguatan ekosistem transaksi digital.

PPF 2026 juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM kuliner di Samarinda dan Kaltim agar produknya semakin dikenal masyarakat luas. (MK)

Pewarta: Nuzul Saputra
Editor: Agus S

Harga TBS Sawit di Kukar Turun hingga Rp1.500 per Kilogram

0
Tandan Buah Segar (TBS) sawit milik petani di Kutai Kartanegara. Foto: Istimewa

TENGGARONG – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami penurunan drastis hingga menyentuh Rp1.500 per kilogram. Kondisi itu membuat sebagian petani swadaya mulai memilih menunda panen karena hasil penjualan dinilai tidak mampu menutup biaya operasional.

Penurunan harga sawit disebut dipicu respons pasar terhadap rencana kebijakan pemerintah terkait tata kelola ekspor Crude Palm Oil (CPO) melalui satu pintu oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

Kepala Dinas Perkebunan Kukar, Muhammad Taufik, mengakui dampak penurunan harga mulai dirasakan petani, khususnya kelompok nonkemitraan yang menjual hasil panen mengikuti mekanisme pasar.

“Sekarang sudah ada tanda-tanda beberapa yang saya pantau itu, beberapa petani swadaya sudah saya dapat informasi, biar saja tidak usah dipanen. Karena dengan harga seribu lima ratus, itu mereka tidak nutup,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, harga sawit sebelumnya sempat berada di kisaran Rp3.000 per kilogram, namun kini terus melemah di tingkat petani swadaya. Bahkan di lapangan sempat turun hingga Rp1.600 per kilogram dan saat ini masih berada di bawah Rp2.000 per kilogram.

Taufik menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan petani plasma atau petani bermitra yang masih mendapatkan harga penetapan pemerintah Provinsi Kaltim.

“Karena kami sudah menghimbau kepada perusahaan terbesar untuk konsisten juga memberi dengan harga yang penetapan itu yang masih bermitra,” katanya.

Ia menyebut pengawasan harga oleh pemerintah sejauh ini hanya berlaku pada perusahaan dan petani yang tergabung dalam pola kemitraan atau plasma.

Sementara petani swadaya yang menjual sawit di luar skema kemitraan belum sepenuhnya berada dalam pengawasan pemerintah.

“Nah kalau harga di tingkat di luar yang kemitraan tadi, yang di luar kemitraan itu yang tidak bisa diawasi sepenuhnya oleh pemerintah,” jelasnya.

Menurut data Pemkab Kukar, luas kebun sawit di Kukar mencapai sekitar 206 ribu hektare yang sebagian besar dikelola perusahaan besar bersama petani plasma yang bermitra dengan 43 perusahaan perkebunan dan sejumlah pabrik kelapa sawit.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui petani swadaya menjadi kelompok paling rentan saat harga pasar jatuh dan kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada ekonomi masyarakat desa.

“Tapi sekali lagi, menurut pengamat, ini sifatnya temporer mudah-mudahan. Ketika harga CPO dunia membaik, pasti harga TBS membaik,” tutupnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Pemkab Kukar Pastikan MTQ Provinsi Tetap Digelar Tahun Depan

0
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat membuka pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Kukar. Foto: Istimewa

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan kesiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026 meski kondisi fiskal daerah tengah mengalami tekanan.

Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono, usai adanya surat dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim yang meminta kesediaan Kukar menjadi penyelenggara MTQ tingkat provinsi.

“Pak Bupati memutuskan bahwa Kukar siap untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi,” kata Sunggono, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut telah dibahas bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dengan mempertimbangkan kondisi riil keuangan daerah saat ini.

Sunggono menjelaskan, pelaksanaan MTQ Provinsi tidak sepenuhnya membebani APBD baru karena Pemkab Kukar hanya mengalihkan anggaran MTQ tingkat kabupaten untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.

“Nah, karena kita diminta untuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi, maka anggaran MTQ tingkat kabupaten itulah yang kita alihkan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi,” ujarnya.

Pemkab Kukar menargetkan pelaksanaan MTQ Kaltim digelar pada November 2026 dengan asumsi anggaran perubahan telah disahkan sehingga proses pergeseran anggaran bisa segera dilakukan.

Selain soal anggaran, persiapan teknis juga disebut mulai dimatangkan. Mulai dari venue utama, lokasi lomba, penginapan peserta, transportasi hingga layanan kesehatan telah diinventarisasi oleh panitia daerah.

“Venue sudah, baik itu tentang tempat pendaftaran ulang, venue pelaksanaan, venue utama, venue untuk lomba-lomba, termasuk inventarisasi jumlah hotel, kesiapan kamar, rate harga hotel, kemudian nomor kontak penyedia jasa transportasi, catering, pelayanan kesehatan, dan lain-lain, sudah kami inventarisasi,” paparnya.

Untuk kebutuhan dewan hakim atau juri, Kukar juga telah mendapat arahan dari LPTQ Provinsi Kaltim terkait komposisi tim penilai.

“Kalau untuk dewan juri, ada 20 persen yang berasal dari pusat, sedangkan 80 persennya berasal dari provinsi dan kabupaten/kota,” tutupnya. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Pernyataan Abu Janda soal Sumbar Berujung Laporan ke Polisi

0
LBH JOSAL Bantu Rakyat resmi melaporkan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri. Foto: Fajri/Media Kaltim

JAKARTA – LBH JOSAL Bantu Rakyat resmi melaporkan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian terhadap masyarakat Sumatera Barat.

Ketua LBH JOSAL Bantu Rakyat, Yohannas Permana, mengatakan laporan tersebut dibuat karena pernyataan Abu Janda dinilai melukai perasaan masyarakat Sumatera Barat.

“Kami hadir langsung dari Kota Padang ke Jakarta karena merasa sangat sakit hati dengan pernyataan Permadi Arya,” kata Yohannas di Bareskrim Polri, Kamis (28/5/2026).

Menurut Yohannas, pernyataan yang dipermasalahkan disampaikan Abu Janda saat berada di Philadelphia, Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Abu Janda disebut menuding Sumatera Barat sebagai daerah intoleran dan masyarakatnya barbar.

“Ada pernyataan Permadi Arya di Philadelphia, Amerika, yang menyatakan Sumbar adalah daerah yang barbar,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya turut melampirkan barang bukti berupa rekaman video YouTube dalam laporan yang disampaikan ke Bareskrim Polri.

“Di pengaduan yang kami laporkan ke Bareskrim ini, sudah kami lampirkan bukti berupa video lengkap di menit 53 sampai menit 57,” jelasnya.

Yohannas menegaskan masyarakat Sumatera Barat merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan hidup berdampingan dengan berbagai pemeluk agama.

“Saya nyatakan orang Sumatera Barat adalah orang yang bertoleransi, beretika, dan beradab. Seluruh agama dan rumah ibadah ada di Sumatera Barat,” tegasnya.

Sebelumnya, pernyataan Abu Janda ramai menjadi sorotan publik setelah dalam sebuah forum ia menyebut Sumatera Barat dan Jawa Barat sebagai daerah intoleran.

Dalam potongan video yang beredar di media sosial, Abu Janda juga menyinggung istilah “bar-bar” saat membahas Sumbar dan Jabar yang kemudian dianggap menghina masyarakat di kedua daerah tersebut. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Warga Sumber Sari Gotong Royong Sukseskan Penyembelihan Hewan Kurban

0
Panitia kurban melakukan penyembelihan sapi di halaman Masjid Jami’ Nurul Iman Kampung Sumber Sari. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Panitia kurban Masjid Jami’ Nurul Iman Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, melaksanakan penyembelihan hewan kurban usai Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Rabu (27/5/2026) siang.

Pada Iduladha tahun ini, panitia kurban menyembelih total 21 ekor sapi dan enam ekor kambing yang dipusatkan di empat titik berbeda karena jumlah hewan kurban yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Proses penyembelihan hingga pengemasan daging dilakukan secara gotong royong oleh panitia, relawan, dan masyarakat sekitar dengan suasana penuh kebersamaan.

Setelah seluruh hewan selesai diproses dan ditimbang, panitia mendistribusikan sekitar 800 kilogram daging kurban kepada 1.592 warga Kampung Sumber Sari.

Petinggi Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, mewakili panitia dan pengurus Masjid Jami’ Nurul Iman, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan kurban tahun ini.

“Mulai dari penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi daging berjalan tertib, aman, dan lancar berkat kerja sama panitia dan masyarakat,” ujarnya kepada media ini, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, kegiatan kurban menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap momentum Iduladha dapat terus mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antarwarga di Kampung Sumber Sari.

“Momentum Iduladha juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan antarwarga di Kampung Sumber Sari,” ungkapnya.

Pemerintah Kampung Sumber Sari turut mengapresiasi kerja keras panitia kurban dan seluruh masyarakat yang mendukung pelaksanaan Iduladha tahun ini hingga berjalan lancar dan kondusif. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Program Tebar Berkah Daging PLN Hadir di Masjid Baitul Mukarramah

0
Manager PLN ULP Melak Agung Putra Raharjo menyerahkan hewan kurban Iduladha 1447 H kepada pengurus Masjid Baitul Mukarramah Muara Pahu. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN ULP Melak menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada Masjid Baitul Mukarramah Muara Pahu dalam program Tebar Berkah Daging 1447 Hijriah.

Penyerahan hewan kurban dilakukan langsung oleh Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, kepada pengurus masjid di Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu, Rabu (27/5/2026).

Agung mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi dan kepedulian sosial insan PLN kepada masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha.

“Melalui program Tebar Berkah Daging 1447, YBM PLN berharap nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya menjadi bentuk ketaatan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Ia menegaskan PLN ingin terus hadir memberikan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah kerja perusahaan.

“Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk tidak hanya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Penyaluran hewan kurban tersebut disambut antusias masyarakat dan pengurus Masjid Baitul Mukarramah. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar yang berhak menerima pada momentum Iduladha tahun ini. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S