Beranda blog Halaman 479

Gelar Khitanan Massal, Muhammadiyah Bontang Amalkan Gerakan Al-Ma’un Ajaran KH Ahmad Dahlan

0
Khitan massal gelaran Muhammadiyah Bontang. (Ist)

BONTANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang menggelar khitanan massal gratis dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas, Gunungsari, Kecamatan Bontang Utara, Ahad (21/12) pagi, dan diikuti sebanyak 102 anak.

Ketua PDM Bontang, Ustadz Mustamar, dalam laporannya menyampaikan, bahwa peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Bontang diisi dengan aksi nyata, melalui kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Khitanan massal ini merupakan implementasi gerakan Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, sebagai wujud dakwah Muhammadiyah di bidang sosial dan kesehatan.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang tinggi. Dari kuota awal 100 peserta, jumlah pendaftar menembus lebih dari 105 anak hanya dalam waktu enam hingga tujuh jam sejak pendaftaran dibuka.

Hal tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sosial, sekaligus besarnya kepercayaan warga Bontang kepada Muhammadiyah.

Selain memperoleh layanan khitan medis yang profesional, para peserta juga menerima fasilitas pendukung berupa konsumsi, pakaian baru, serta sarung untuk beribadah. Kegiatan ini terselenggara berkat semangat ta’awun atau gotong royong dengan dukungan Pemerintah Kota Bontang, DPRD Bontang, para sponsor, donatur, panitia pelaksana, serta tim medis.

Adapun peserta khitanan massal berasal dari berbagai wilayah di Kota Bontang, dengan rincian 45 anak dari Bontang Selatan, 45 anak dari Bontang Utara, dan 10 anak dari Bontang Barat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Heri Keswanto Nahkodai Kompak Bontang

0
Pelantikan pengurus Kompak Bontang. (Ist)

BONTANG — Kerukunan Organisasi Masyarakat Pangkep Kepulauan (Kompak) Kota Bontang resmi melantik kepengurusan baru dalam sebuah seremoni yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (20/12). Heri Keswanto dilantik sebagai Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Kompak Bontang bersama jajaran pengurus inti lainnya.

Selain Heri Keswanto, yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD Bontang, posisi Sekretaris diamanahkan kepada Mahfud, sementara Bendahara dijabat oleh Mappaelo. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Harian Kompak Pusat, Muhammad Saleh Ridwan.

Meski berlangsung di tengah rintik hujan, acara pelantikan berjalan khidmat dan lancar. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, serta sejumlah anggota DPRD Bontang yang merupakan rekan sejawat Heri.

Dalam sambutannya, Ketua Kompak Heri Keswanto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat nilai toleransi serta harmonisasi yang telah tumbuh subur di Kota Bontang.

Ia menyebut, sebagai masyarakat perantauan, warga Pangkep di Bontang siap berkontribusi aktif dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris.

“Bontang dihuni oleh berbagai latar belakang budaya. Masyarakat Pangkep siap mensupport dan terlibat langsung dalam kegiatan sosial serta pembangunan daerah,” ujar Heri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Subuh Berjamaah BKPRMI dan Aksi Bersih-Bersih Masjid

0
Pj Sekda, Ahmad Suharto saat menyampaikan pemaparan. (Ist)

BONTANG — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar kegiatan sholat subuh berjamaah yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih masjid, Ahad (21/12), bertempat di Masjid Baitul Muttaqin, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus BKPRMI, remaja masjid, serta jemaah setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin, Suwarno, dalam laporannya menyampaikan perkembangan terkini terkait pembangunan dan renovasi masjid. Ia menjelaskan bahwa proyek renovasi saat ini telah memasuki tahap penyelesaian atau finishing.

“Alhamdulillah, pembangunan dan renovasi Masjid Baitul Muttaqin sudah berada pada tahap akhir. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah dan para donatur yang telah memberikan dukungan materiil sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar,” ujar Suwarno.

Kegiatan sholat subuh berjamaah dan aksi bersih-bersih masjid ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin BKPRMI, sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta mendukung terciptanya lingkungan masjid yang bersih, nyaman, dan representatif bagi aktivitas ibadah umat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengurus Kusuma Bontang Dikukuhkan, Sony Suwito Terpilih Sebagai Ketua

0
Pengukuhan Dewan Pengurus Kusuma Bontang. (Ist)

BONTANG — Dewan Pengurus Kerukunan Sedulur Madiun (Kusuma) Kota Bontang resmi dikukuhkan di UMKM Center Bontang Utara, Sabtu (20/12) malam. Pengukuhan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (DPD Ikapakarti) Kota Bontang yang diwakili Ketua Dewan Pembina, Dasuki.

Dasuki yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bontang, secara resmi mengukuhkan Sony Suwito Adi Cahyono sebagai Ketua Kusuma Kota Bontang beserta jajaran pengurus lainnya untuk masa bakti 2025-2030.

Selain prosesi pengukuhan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bendera pataka serta pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur. Hal ini menjadi simbol bahwa Kerukunan Sedulur Madiun telah turut mewarnai dan berkontribusi dalam derap pembangunan Kota Taman, sebutan bagi Kota Bontang.

Sebagai bentuk penghormatan, potongan tumpeng diserahkan langsung oleh Ketua Kusuma kepada sesepuh Madiun, Mbah Wito.

Ketua Kusuma Kota Bontang terpilih, Sony Suwito Adi Cahyono, menyampaikan terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berharap, di bawah kepemimpinannya, Kusuma dapat semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program pembangunan Kota Bontang.

“Saya berharap Kusuma dapat terus mempererat persaudaraan warga Madiun di Bontang sekaligus berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Sony juga menegaskan komitmen pihaknya untuk bersinergi dan berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Kota Bontang dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Kusuma siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bontang. Kami ingin menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut mendukung program pembangunan, sekaligus menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat,” ucap Sony.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili Ikapakarti, Dasuki menitipkan pesan agar Kusuma dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan daerah serta ikut memayu hayuning nagri—menjaga keharmonisan, persatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang dr. Neni Moerniaeni juga mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus Kusuma Kota Bontang. Ia menilai kehadiran Kusuma semakin menambah kekayaan dan khazanah budaya di Kota Bontang.

“Dengan adanya Kerukunan Sedulur Madiun, keberagaman budaya di Bontang semakin kuat. Ini menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah,” pungkas Wali Kota.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesta Laut Bontang Kuala 2025 Ditutup, Tradisi, Syukur, dan Harmoni Menguat di Pesisir

0
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 saat penutupan Pesta Laut Bontang Kuala 2025. Foto: Prokompim Bontang

BONTANG — Rangkaian Pesta Laut Bontang Kuala 2025 resmi berakhir pada Minggu sore (21/12/2025). Penutupan gelaran budaya tahunan ini dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, dalam upacara yang berlangsung khidmat di panggung utama Bontang Kuala dan disaksikan langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, bersama Ratu Prabu Ningrat.

Penutupan Pesta Laut turut dihadiri unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kota Bontang Heri Keswanto, perwakilan PT Pupuk Kaltim, Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, serta tokoh masyarakat dan warga pesisir yang sejak awal setia mengikuti seluruh rangkaian acara.

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Agus Haris menyampaikan apresiasi kepada panitia, tokoh adat, dan masyarakat yang telah menyukseskan Pesta Laut tahun ini. Ia menegaskan, keberhasilan acara tidak terlepas dari semangat kebersamaan warga pesisir yang tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Menurutnya, Pesta Laut bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan ritual adat yang sarat makna. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan melalui laut, sekaligus pengingat akan tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Agus Haris juga menyoroti peran Pesta Laut dalam mendorong perekonomian masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, perputaran ekonomi lokal, khususnya UMKM dan sektor pariwisata, dinilai cukup signifikan dan memberikan dampak langsung bagi warga Bontang Kuala.

Dalam suasana yang semakin hangat, Agus Haris menyampaikan pesan reflektif tentang keberagaman dan kebersamaan di Kota Bontang. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada warga asli Bontang Kuala dan Guntung yang selama ini menerima para pendatang dengan sikap terbuka dan penuh toleransi.

Ia menilai harmoni sosial yang terjaga di kawasan pesisir merupakan teladan penting bagi kehidupan bermasyarakat di tengah perbedaan latar belakang. Nilai tersebut, menurutnya, harus terus dirawat sebagai kekuatan utama Kota Bontang.

Pemerintah Kota Bontang, lanjut Agus Haris, berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan Pesta Laut di tahun-tahun mendatang. Dukungan tersebut diarahkan agar kemasan acara semakin menarik, tanpa menghilangkan nilai adat dan filosofi yang diwariskan oleh leluhur.

Sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memukul gong di hadapan masyarakat. Prosesi penutupan kemudian dilanjutkan dengan ritual adat “Membuang Balai” dan tradisi “Belimbur” atau siram-siraman air, yang diikuti antusias oleh warga sebagai simbol pembersihan diri dan harapan akan keberkahan di masa mendatang. (MK)

Editor: Agus S

Taman Kopi Bintang Sejahtera Diresmikan, Lahan Kosong Disulap Jadi Kawasan Penghasil Sayur dan Ikan.

0
Peresmian Taman Kopi Bintang Sejahtera. (Ist)

BONTANG — Taman Kopi Bintang Sejahtera di Jalan Damai, Gang Arraudhoh RT 09, Kelurahan Kanaan, Jumat (19/12) diresmikan Pemkot Bontang.

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adicahyono, mewakili Wali Kota Bontang.

Taman Kopi Bintang Sejahtera merupakan program binaan PT Kaltim Parna Industri (KPI) yang berkolaborasi dengan Puskesmas Bontang Barat dan Kelurahan Kanaan. Uniknya, istilah “Kopi” bukan merujuk pada tanaman kopi, melainkan akronim dari Kolaborasi Organik Pemberdayaan Inovatif.

Mewakili Wali Kota, Sony mengapresiasi inisiatif warga RT 09 Kanaan yang mampu menyulap lahan kosong menjadi kawasan produktif penghasil sayur dan ikan.

Program ini dinilai berperan penting dalam mendukung pemenuhan gizi balita, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

“Taman Kopi Bintang Sejahtera membuktikan bahwa masyarakat adalah subjek utama pembangunan. Ini bukan sekadar taman, tetapi simbol kemandirian pangan dan kesehatan yang harus kita jaga,” ujar Sony.

Ia menjelaskan, inovasi ini merupakan pengembangan dari program Kolak Pisang (Kolaborasi Aksi Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang sebelumnya berhasil mengantarkan Puskesmas Bontang Barat meraih prestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Atas keberhasilan tersebut, Sony menginstruksikan para camat dan lurah untuk mereplikasi model pemberdayaan serupa di wilayah lain.

Hal senada disampaikan Camat Bontang Barat, Ida Idris, yang menilai program ini sangat relevan diterapkan di wilayah dengan keterbatasan lahan. Pemanfaatan pekarangan melalui media polybag dan sistem hidroponik dinilai tidak hanya menyehatkan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tes Urine Positif Narkoba: Dua TKD Dipecat, 2 P3K Paruh Waktu Terancam PHK

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Hasil tes urine mendadak di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, berujung pada sanksi tegas terhadap empat pegawai non-ASN yang dinyatakan positif narkoba.

Dua Tenaga Kerja Daerah (TKD) langsung diberhentikan, sementara dua P3K paruh waktu terancam pemutusan hubungan kerja.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan keempat pegawai tersebut bukan berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka berasal dari P3K paruh waktu dan TKD dengan masa kerja di bawah dua tahun.

“Tidak ada ASN yang terlibat. Yang terkena sanksi adalah P3K paruh waktu dan TKD,” ujarnya.

Dua TKD yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, dipastikan langsung dipecat.

Sementara itu, dua pegawai P3K paruh waktu dari Dinas Perhubungan dan Disdamkartan masih menunggu hasil asesmen Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sebelum sanksi akhir dijatuhkan.

Sebelumnya, BNNK Bontang melaksanakan tes urine mendadak yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Kamis (18/12/2025).

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Banjir Rob di Bontang Mulai Surut, BPBD Pastikan Situasi Aman dan Terkendali

0
Pemantauan BPBD Bontang. (ist)

BONTANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang memastikan kondisi banjir rob yang sempat melanda sejumlah wilayah pesisir pada Sabtu (20/12/2025), telah sepenuhnya surut dan tidak menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.

Pemantauan dilakukan BPBD Bontang sejak Sabtu sore, bertepatan dengan jadwal pasang surut air laut. Adapun wilayah yang terdampak banjir rob meliputi Kelurahan Guntung, Kelurahan Gunung Elai, dan Kelurahan Bontang Kuala.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan sekitar pukul 17.22 WITA, banjir rob terpantau berangsur surut. Meski masih ditemukan genangan air sisa di beberapa titik jalan, situasi secara umum dinyatakan aman dan terkendali.

“Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material akibat kejadian ini. Aktivitas masyarakat juga telah kembali berjalan normal,” ujarnya.

Selama kejadian, tim BPBD melakukan pemantauan langsung di titik-titik rawan, mendokumentasikan kondisi lapangan, serta melaporkan perkembangan secara real-time kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kota Bontang.

BPBD Bontang mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob, khususnya pada jam-jam rawan pasang air laut. Monitoring rutin akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kejadian serupa.

“Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob yang berulang,” tutup BPBD.

Berdasarkan pantauan media, banjir rob di beberapa titik rawan seperti di belakang Bank Dhanarta tidak naik hingga ke jalanan, volume air sungai dan parit cenderung masih tinggal namun tidak membanjiri wilayah sekitar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

PKS Kutim Gelar Rekerda, Lantik DPC di 18 Kecamatan

0
Ketua DPW PKS Kaltim, Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri rakerda PKS Kutim. (Ramlah)

SANGATTA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kutai Timur (Kutim) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS di 18 kecamatan se-Kutai Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Minggu (21/12/2025).

Sekretaris DPD PKS Kutim, Akbar Tanjung, menyebut Rakerda menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penguatan komitmen kader dalam mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, perjuangan politik membutuhkan fokus, kekompakan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“PKS memiliki 14 bidang dengan konsentrasi kerja masing-masing. Rakerda ini sekaligus pelantikan DPC di 18 kecamatan. Kami optimistis PKS dapat terus eksis di tengah masyarakat dan konsisten mengawal pembangunan dari berbagai aspek,” ujar Akbar.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kutim, Akhmad Wasrip, menegaskan Rakerda harus menjadi arah dan pedoman perjuangan partai, bukan sekadar agenda seremonial. Ia mengingatkan seluruh struktur agar program yang dirumuskan dapat dijalankan secara konsisten.

“Rakerda adalah kompas arah perjuangan. Kompas itu kini berada di tangan kepala-kepala bidang. Komitmen kita adalah mengawal pembangunan Kutai Timur serta menyukseskan program Bupati dan Wakil Bupati,” tegasnya.

Wasrip juga menekankan pentingnya kerja kolektif dalam tubuh partai. Menurutnya, PKS memiliki tiga modal utama, yakni kader yang militan dan istikamah, struktur partai yang solid hingga tingkat desa, serta kerja sama dan amal kolektif.

“Jangan sampai kita kuat di satu tempat, tetapi kosong di tempat lain. PKS harus bergerak secara kolektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW PKS Kaltim, Ardiansyah Sulaiman, mengingatkan pentingnya komitmen bersama yang dibarengi kerja nyata. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya dengan wacana, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan konkret.

“Tidak cukup hanya berbicara, tetapi harus dikerjakan bersama. Kekuatan komitmen harus diwujudkan dalam kerja nyata,” katanya.

Ardiansyah juga mendorong para kader untuk memperkuat energi spiritual melalui silaturahmi dan aktivitas keagamaan. Selain agenda organisasi, PKS Kutim turut menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp96 juta untuk korban banjir di Sumatera.

Adapun DPC PKS Kutim yang dilantik akan menjalankan masa bakti kepengurusan periode 2025–2030.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

KLH Pantau Langsung Pengelolaan Sampah Bontang, Capaian Tinggi tapi Tantangan Masih Nyata

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berdialog dengan perwakilan KLH/BPLH saat audiensi pengelolaan sampah di Rumah Jabatan Wali Kota. Foto: Prokompim Bontang

BONTANG — Upaya Pemkot Bontang membangun sistem pengelolaan sampah dan lingkungan yang berkelanjutan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja dan audiensi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) ke Kota Bontang pada Minggu (21/12/2025).

Rombongan KLH/BPLH dipimpin Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3, Amsor. Audiensi yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang tersebut menjadi bagian dari agenda monitoring dan evaluasi pengelolaan sampah serta program lingkungan hidup yang dijalankan pemerintah daerah, sekaligus forum dialog strategis antara pusat dan daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menerima langsung rombongan KLH/BPLH didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bontang Akhmad Suharto, jajaran Sekretariat Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota memaparkan kondisi aktual pengelolaan sampah Kota Bontang melalui presentasi kepada Tim ADIPURA KLH/BPLH.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa timbulan sampah Kota Bontang mencapai sekitar 120 ton per hari atau setara 39.216 ton per tahun. Sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar dengan volume sekitar 82,20 ton per hari, disusul sampah dari fasilitas dan pabrik sebesar 3,03 ton per hari, serta sumber tradisional lainnya.

Dari sisi komposisi, sampah plastik mendominasi dengan porsi sekitar 40 persen. Sampah organik berada di kisaran 30 persen, sementara kertas dan kardus mencapai 15 persen. Pemerintah Kota Bontang sendiri telah memanfaatkan mesin pengolahan sampah sejak 2008, namun sebagian besar peralatan tersebut kini berusia lebih dari 17 tahun dan membutuhkan pembaruan teknologi.

Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga menjadi sorotan dalam audiensi tersebut. Zona Redfield TPA dengan luas sekitar 2,5 hektare saat ini baru mampu mengolah sekitar 30 persen dari total kapasitas. Sejak 2009, total sampah yang berhasil diolah tercatat mencapai 410.229 ton, dengan dukungan tenaga kerja sekitar 20–22 orang, termasuk Petugas Pemilah Awal.

Menariknya, aktivitas pemilahan sampah plastik oleh warga di sekitar TPA turut memberikan dampak ekonomi. Masyarakat setempat mampu memperoleh tambahan penghasilan hingga Rp2 juta per bulan dari kegiatan tersebut, sekaligus berkontribusi mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Secara umum, Pemkot Bontang mencatat capaian pengelolaan sampah yang relatif tinggi. Sekitar 99 persen sampah telah terkelola, sementara sampah tidak terkelola berada di kisaran 0,29 persen. Keberadaan TPS 3R, TPS 3D, rumah kompos, dan bank sampah menjadi tulang punggung dalam mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.

Dari aspek pendanaan, dukungan Corporate Social Responsibility perusahaan mencapai sekitar Rp4 miliar. Namun kontribusi tersebut baru sekitar 4,6 persen dari kebutuhan ideal. Pemkot Bontang juga tengah menjajaki kerja sama internasional, antara lain dengan Pemerintah Provinsi Jeju dan KOICA Korea Selatan, serta mengoptimalkan nilai ekonomi sampah yang berkisar Rp100–200 ribu per transaksi.

Berbagai inovasi berbasis partisipasi masyarakat terus dikembangkan. Saat ini tercatat 321 bank sampah aktif dengan jumlah nasabah sekitar 1.824 orang, termasuk bank sampah di wilayah pesisir. Program JELITA (Jemput, Beli, dan Timbang Sampah Organik dan Anorganik) menjadi salah satu penggerak utama keterlibatan warga, diperkuat dengan Program GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) sesuai Instruksi Wali Kota Nomor 600.4.15.1/1355/DLH/2025, serta didukung program Jumat Bersih.

Wali Kota Bontang menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa dicapai secara parsial. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci agar Bontang benar-benar bergerak menuju kota yang bersih dan berkelanjutan.

Rangkaian kunjungan kerja KLH/BPLH berlanjut pada 22 Desember 2025 dengan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas strategis, mulai dari TPA Bontang Lestari, TPST Bessai Berinta, bank sampah, rumah kompos, ruang terbuka hijau, hingga kelurahan berpredikat Bersih dan Hijau Tahun 2025. Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam membangun pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kota Bontang. (MK)

Editor: Agus S