Beranda blog Halaman 479

Operasi Timbang Serentak Digelar, Neni Tekankan Angka Stunting Bisa Turun

0
Kegiatan rapat koordinasi terkait operasi timbang serentak. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Operasi Timbang Serentak Jilid II resmi digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Hal ini disampaikan saat rapat bersama di Command Center Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (4/11/2025).

Melalui zoom, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, bahwa saat kegiatan operasi timbang serentak berlangsung, kasus stunting di Kota Bontang bisa mengalami penurunan. Terutama penanganan stunting pada anak usia 0-2 tahun.

“Mari kita upayakan untuk penurunan angka stunting di Bontang, terutama kita perhatikan anak yang usianya mulai dari 0-2 tahun,” ucapnya, Selasa (4/11/2025).

Lewat rapat zoom ini, Neni pun turut mengabsen dan menanyakan data terkait stunting seluruh kelurahan yang ada, apakah setiap kelurahan atau Posyandu mengalami penurunan atau kenaikan.

Tak hanya berfokus pada penurunan angka stunting saja, pihaknya juga memperhatikan ke program Pemenuhan Tambahan Makanan (PMT) yang telah disalurkan ke masyarakat.

Sehingga Neni meminta, untuk di setiap kelurahan yang ada di Bontang, benar-benar bisa memperhatikan masyarakatnya. Baik perkembangan tumbuh kembang anak yang mengalami stunting, serta keadaan ibu hamil.

“Kalau masyarakatnya tidak turun ke Posyandu, saya ingin kadernya jemput bola. Ini bukan permasalahan data, saya ingin kasus stunting di Bontang selesai,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

RSUD se-Indonesia Serentak Gelar Donor Darah, Termasuk RSUD Taman Husada Bontang

0

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61, seluruh rumah sakit daerah di Indonesia menggelar kegiatan donor darah serentak, termasuk RSUD Taman Husada Bontang. Aksi kemanusiaan ini disambut antusias oleh tenaga kesehatan, pegawai, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan stok darah nasional sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di lingkungan rumah sakit. Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Sky Taxi di IKN Diproyeksikan Baru Siap 2045, Fokus ke Kendaraan Listrik Dulu

0
Sky taxi yang sempat diujicoba terbang di Samarinda, 2024 lalu. (Dok. OIKN)

NUSANTARA – Gagasan penerapan transportasi cerdas berupa sky taxi di Ibu Kota Nusantara (IKN) tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Otorita IKN menilai teknologi tersebut masih terlalu dini untuk diterapkan, dan kemungkinan baru bisa direalisasikan sekitar tahun 2045.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa saat ini pemerintah masih fokus pada pengembangan sistem transportasi dasar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), khususnya layanan mobilitas antara perkantoran, hunian ASN dan menteri, serta sistem kota cerdas (smart city).

“Menurut saya yang terpenting itu ultimate goal-nya. Jadi kita harus membedakan antara yang penting dan yang urgen. Itu penting, tapi belum urgen sekarang. Yang paling penting dan urgen sekarang adalah transportasi dari office dan hunian, serta smart city-nya,” ujar Basuki dalam media gathering di kantornya, Rabu (29/10/2025).

Terkait wacana taksi terbang, Basuki menilai penerapannya masih jauh dari prioritas. “Mobil aja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgen sekarang, menurut saya. Lagipula teknologinya akan terus berkembang dan pasti lebih baik di masa mendatang,” jelasnya.

Meski begitu, Basuki tidak menutup kemungkinan adanya uji coba di masa depan. “Kalau mau mulai percobaan, boleh saja, tapi jangan di IKN dulu. Mungkin sekitar tahun 2040 atau 2045 baru bisa diterapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Basuki mengungkapkan bahwa fokus IKN saat ini adalah mempercepat penggunaan kendaraan berbasis listrik atau electric vehicle (EV). Mulai tahun 2026, seluruh kendaraan operasional di lingkungan OIKN akan beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke listrik, kecuali kendaraan yang digunakan untuk jasa konstruksi.

“Ini sebenarnya belum mau kami publikasikan. Kami mulai dari OIKN sendiri. Tahun depan, semua kendaraan operasional di IKN sudah harus pakai EV, kecuali kendaraan proyek pembangunan,” tegasnya.

Sebagai informasi, konsep sky taxi atau taksi terbang sebelumnya digagas pada masa kepemimpinan Kepala OIKN Bambang Susantono. Kendaraan udara jenis Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV) yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Research Institute (KARI) bersama Hyundai Motors Company (HMC) sempat diuji terbang di Bandara APT Pranoto, Samarinda, pada 29 Juli 2023.

Uji terbang tersebut berlangsung selama 10 menit dengan ketinggian sekitar 50 meter, disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN kala itu, Mohammed Ali Berawi.

Dengan fokus jangka pendek pada transportasi listrik dan efisiensi sistem mobilitas darat, Basuki menilai sky taxi akan tetap menjadi bagian dari visi masa depan IKN — namun baru akan diwujudkan ketika infrastruktur dasar kota dan kesiapan teknologi telah matang. (MK)

Editor: Agus S

RSUD AWS Samarinda dan Pemkot Sepakati Mekanisme Penanganan Pasien Terlantar

0
Plt. Direktur RSUD AWS, Indah Puspitasari. (Hadi Winata/MKN)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menyiapkan langkah terstruktur untuk menangani pasien terlantar dan tanpa identitas yang ditemukan di wilayah kota.

Dalam audiensi bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun, Plt. Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Indah Puspitasari, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi agar setiap pasien, termasuk yang tidak memiliki identitas, tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak.

“Pertemuan dengan Pak Wali Kota tadi membahas tentang pasien-pasien terlantar yang ditemukan di Kota Samarinda. Kami ingin memastikan mereka tetap terakomodasi dalam pelayanan kesehatan,” ujar Indah, usai audiensi di Balai Kota Samarinda, Selasa (4/11/2025).

Ia menjelaskan, sebagian besar pasien terlantar yang datang ke RSUD AWS dibawa oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS). Mereka biasanya ditemukan dalam kondisi darurat tanpa membawa identitas diri.

“Begitu dibawa ke rumah sakit, tentu kami tangani dulu secara medis. Pelayanan tidak boleh ditolak, apalagi dalam kondisi gawat darurat,” tegasnya.

Namun, persoalan administrasi muncul setelah pasien dirawat, karena ketiadaan identitas membuat proses pembiayaan menjadi sulit. Untuk itu, RSUD AWS memerlukan dukungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda dalam penerbitan identitas sementara.

“Yang bisa mengeluarkan identitas itu adalah Disdukcapil Kota Samarinda. Karena kewenangan tersebut ada di tingkat kabupaten atau kota, bukan provinsi,” jelas Indah.

Dengan identitas sementara, pasien bisa dimasukkan ke program pembiayaan kesehatan daerah seperti Program Kaltim Gratis, sehingga biaya pengobatan tidak lagi membebani rumah sakit maupun tenaga sosial yang menemukannya.

“Kalau sudah punya KTP, mereka bisa ikut program gratis. KTP Kaltim itu berlaku di mana pun, termasuk untuk pelayanan di Samarinda,” tambahnya.

Indah menuturkan, jumlah pasien terlantar yang ditangani RSUD AWS memang tidak terlalu banyak, namun perlu mekanisme jelas agar penanganannya setara dengan pasien umum. Bila kondisi pasien telah pulih dan identitasnya diketahui, Dinas Sosial Provinsi akan membantu menempatkan mereka di panti. Sedangkan bagi pasien tanpa keluarga, sementara waktu dititipkan di panti sosial milik Pemprov Kaltim.

Aspek pascaperawatan juga menjadi perhatian, di mana Pemkot Samarinda memiliki tanggung jawab atas rumah singgah untuk penanganan sementara, sedangkan panti sosial berada di bawah kewenangan Pemprov.

“Nanti akan dibuat kesepakatan bersama antara RSUD AWS, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Disdukcapil Kota Samarinda. Bentuknya nanti berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS) agar penanganan lebih terkoordinasi,” ungkap Indah.

Ia menambahkan, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa tidak boleh ada warga atau pendatang yang terlantar tanpa penanganan medis di Samarinda.

“Pak Wali Kota tadi menegaskan, prinsipnya tidak boleh ada warga yang terlantar di Samarinda. Walaupun belum jelas asalnya, karena ditemukan di sini, tetap harus kita tangani bersama,” ucapnya.

Indah juga menyebut, mekanisme serupa akan diperluas ke daerah sekitar seperti Kukar, Tenggarong, dan Balikpapan melalui kerja sama antar pemerintah daerah. “Insyaallah tidak hanya di Samarinda, tapi juga daerah lain. Supaya semua pasien terlantar yang dirujuk ke AWS bisa tertangani dengan baik, dari sisi pelayanan medis hingga administrasi sosialnya,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Satpol PP Samarinda Tegaskan Barang Sitaan PKL Tak Bisa Langsung Dikembalikan

0
Personil Satpol Pp kota Samarinda melakukan pengangkutan rombong rombong PKL ke truk satpol pp. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda menegaskan bahwa pengembalian barang hasil penertiban pedagang kaki lima (PKL) tidak bisa dilakukan secara instan. Seluruh perlengkapan dagang yang diamankan harus melalui tahapan hukum dan administrasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, menjelaskan bahwa mekanisme pengembalian sudah diatur secara jelas dan wajib diikuti oleh para pedagang. Penegasan ini disampaikan menanggapi tuntutan sejumlah PKL yang meminta agar rombong mereka segera dikembalikan setelah operasi penertiban di kawasan Jalan Slamet Riyadi (Taman Kupu-Kupu) pada Selasa sore (4/11/2025).

Dalam operasi tersebut, delapan rombong PKL diamankan karena tetap nekat berjualan di trotoar meskipun sudah berulang kali diimbau untuk pindah ke lokasi yang disediakan pemerintah, yakni Pasar Kedondong.

Anis menyebut, setiap pedagang yang rombongnya disita akan dipanggil untuk pendataan dan diberikan kesempatan mengikuti sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Namun, banyak pedagang yang memilih tidak hadir dan kembali berjualan di lokasi terlarang.

“Semua ada prosesnya. Kami tidak bisa serta merta mengembalikan barang. Kalau sudah penertiban, harus ikuti aturan dan SOP Satpol PP. Kami juga punya tahapan hukum yang harus dilalui,” tegas Anis.

Ia menambahkan bahwa pengembalian barang sitaan baru dapat dilakukan setelah seluruh prosedur administrasi selesai, mulai dari pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pelimpahan berkas ke kejaksaan, hingga pelaksanaan sidang. “Yang pertama itu dipanggil dulu untuk berita acara, baru kami susun berkas dan serahkan ke kejaksaan. Setelah semuanya selesai, baru barang bisa dikembalikan,” jelasnya.

Proses ini memerlukan waktu karena sidang pelanggaran hanya digelar sekali dalam seminggu, tepatnya setiap Kamis. Hal tersebut menyebabkan antrean panjang dan tidak memungkinkan pengambilan barang secara langsung.

“Sidang hanya seminggu sekali, jadi tentu ada antrean. Tidak bisa sekarang disita besok langsung diambil. Semua harus melalui tahapan yang sudah ditetapkan,” ujar Anis.

Ia pun mengimbau para pedagang agar bersikap kooperatif dan menaati aturan yang berlaku. “Kami hanya menjalankan tugas penegakan perda. Kalau mau barang dikembalikan, ikuti saja prosedur hukumnya,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Rapat Tengah Malam DPRD dan Pemprov Kaltim Bahas Strategi Peningkatan PAD

0
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud saat diwawancarai usai Rapat Koordinasi bersama Pemprov Kaltim, di Gedung D, Komplek DPRD, Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Suasana Gedung D DPRD Kaltim masih tampak ramai meski jarum jam hampir menyentuh tengah malam, Senin (3/11/2025). Di ruang pimpinan dewan lantai dua, rapat koordinasi antara DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi Kaltim berlangsung hingga pukul 23.30 Wita.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, bersama dua wakilnya, Ananda Emira Moeis dari PDIP dan Ekti Imanuel dari Partai Gerindra, duduk satu meja dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Turut hadir Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda, BPKAD, dan Bapenda. Agenda utama malam itu: membahas strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kondisi fiskal yang tengah menurun.

“Sudah lama sebenarnya hendak dibicarakan. Rapat koordinasi bulanan ini tertunda beberapa kali. Karena sudah masuk November, akhirnya disempatkan malam hari. Awalnya rencana hanya satu jam, tapi ternyata lebih lama,” ujar Hasanuddin Mas’ud usai rapat.

Pertemuan yang berlangsung hampir dua setengah jam itu membahas sejumlah solusi untuk menutup berkurangnya pendapatan Kaltim dari dana transfer pusat. Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, menjelaskan bahwa pemangkasan tersebut mencakup Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Pak Gubernur memberi masukan agar peningkatan PAD dilakukan sesuai kondisi fiskal terkini. DAU yang kecil terpangkas hingga 71 persen. Karena itu, kami dorong pemerintah daerah untuk tidak bergantung pada pusat,” jelasnya.

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat hingga 25 Oktober 2025, realisasi PAD Kaltim mencapai Rp6,8 triliun atau 68,58 persen dari target Rp10,04 triliun. Pajak daerah menjadi kontributor utama dengan capaian Rp5,3 triliun dari target Rp8,4 triliun atau 63,03 persen. Sementara itu, retribusi daerah mencapai Rp895 miliar (83,66 persen), hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp319 miliar (71,06 persen), dan kategori lain-lain PAD yang sah bahkan melampaui target hingga 323 persen — dari Rp115 miliar menjadi Rp373 miliar.

Sektor pajak menjadi tumpuan utama peningkatan PAD. Pemerintah provinsi terus mengoptimalkan pendapatan dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemerintah daerah juga menyalurkan dana bagi hasil pajak ke kabupaten/kota melalui sistem split bill, dengan total sementara sekitar Rp800 miliar sejak Januari 2025. Jika target pendapatan tercapai, sekitar Rp4,8 triliun dari hasil PBBKB akan tersalurkan hingga akhir tahun ini.

Namun, DPRD menilai masih banyak potensi yang harus digarap. Hamas menekankan perlunya penertiban terhadap perusahaan sektor pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur yang belum tertib dalam pembayaran pajak. Banyak kendaraan berat dan truk beroperasi di Kaltim namun masih menggunakan plat nomor luar daerah.

“Langkah relaksasi pajak perlu dipertimbangkan agar pemilik kendaraan dan alat berat tersebut mau melakukan balik nama ke plat Kaltim,” tegasnya.

Hamas menambahkan, strategi peningkatan PAD juga tengah dibahas di tingkat komisi-komisi DPRD untuk memastikan sektor-sektor potensial selain BUMD dapat dioptimalkan.

Pertemuan hingga larut malam itu menjadi sinyal kuat bahwa koordinasi antara legislatif dan eksekutif Kaltim semakin solid, terutama dalam menghadapi tantangan fiskal serta memperkuat kemandirian keuangan daerah. (MK)

Editor: Agus S

Disporapar Paser Segera Luncurkan Maskot dan Logo Porprov Kaltim XVII 2026

0
Sekretaris Disporapar Paser, Syarif Rakhmadani. (Nash)

PASER – Setelah menyelesaikan proses pemilihan maskot dan logo untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) XVII Tahun 2026, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser dalam waktu dekat akan menjadwalkan peluncuran resmi maskot dan logo tersebut.

Sekretaris Disporapar Paser, Syarif Rakhmadani, menjelaskan bahwa peluncuran ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan teknis penyelenggaraan Porprov, tetapi juga langkah awal untuk mempromosikan sport tourism di Kabupaten Paser. Konsep ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat dari luar daerah untuk datang dan menyaksikan langsung perhelatan olahraga terbesar di Kaltim tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan bidang olahraga dan pariwisata. Karena untuk menyambut sport tourism ini, kita perlu kehadiran masyarakat luar agar turut menonton dan memeriahkan kegiatan itu,” jelas Syarif, Selasa (4/11/2025).

Ia menambahkan, jadwal pasti peluncuran maskot dan logo Porprov masih akan dikoordinasikan lebih lanjut. Namun, pihaknya memastikan kegiatan tersebut digelar jauh sebelum pelaksanaan Porprov 2026 dimulai.

“Insyaallah karena maskotnya sudah jelas, kami tinggal menentukan waktu dan lokasi peluncuran, apakah dilakukan di Paser atau di luar daerah,” ujarnya.

Syarif menilai, pengumuman resmi maskot dan logo Porprov sangat penting agar seluruh peserta dari kabupaten dan kota se-Kaltim dapat mengetahuinya serta menyesuaikan atribut kontingen mereka dengan identitas resmi kegiatan.

“Pelaksanaan launching sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari, karena peserta dari kabupaten atau kota lain harus mengetahui maskot dan logo Porprov ini. Logo ini nantinya juga digunakan pada baju kontingen mereka semua,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Pemerintah Pastikan Pembayaran Utang Proyek Whoosh kepada China Tetap Aman

0
Kereta Cepat Whoosh Jakarta–Bandung. (Ist)

JAKARTA — Pemerintah memastikan komitmennya menyelesaikan kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh kepada China, meski skema pembiayaannya belum dijelaskan secara rinci kepada publik.

Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut tidak akan terganggu oleh isu pendanaan yang berkembang. Ia menilai manfaat proyek Whoosh jauh melampaui beban finansial yang ditanggung negara, terutama dalam mengurangi kemacetan, menekan polusi, serta meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat di kawasan DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Pokoknya gak ada masalah, kita harus, perlu bayar Rp 1 (triliun) sampai Rp 2 triliun per tahun, tapi manfaatnya mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan. Ini semua harus dihitung,” kata Prabowo seusai meresmikan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Prabowo menegaskan bahwa proyek Whoosh merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga keberlanjutannya. Selain memberikan dampak besar terhadap mobilitas, proyek ini juga membuka peluang penguasaan teknologi transportasi berkecepatan tinggi bagi Indonesia.

“Yang penting adalah kita kuasai teknologi. Kita berada di posisi terbaik dalam praktik global, dan ini simbol kerja sama strategis kita dengan Tiongkok,” ujarnya.

Nilai pembangunan proyek Whoosh mencapai 7,26 miliar dolar AS atau sekitar Rp121 triliun, dengan 75 persen pendanaannya bersumber dari pinjaman China Development Bank yang berbunga dua persen per tahun. Pemerintah memastikan ruang fiskal tetap aman untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan proyek tersebut.

“Sudahlah, saya katakan sebagai Presiden RI, kita mampu, kita kuat, dan uang negara akan digunakan secara tepat. Duit yang tadinya dikorupsi tidak saya kasih kesempatan,” tegas Prabowo. (MK)

Editor: Agus S

KNPI Paser Akhirnya Sepakat Bersatu Lewat Rekonsiliasi di DPRD

0
Proses rekonsiliasi di DPRD Kabupaten Paser (Ist)

PASER – Setelah sekian lama mengalami perbedaan arah kepemimpinan, dua kubu kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Paser, yakni kubu Abdul Aziz dan Eko Yuniantonosa, akhirnya sepakat untuk kembali bersatu.

Kesepakatan rekonsiliasi ini tercapai dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Paser, Senin (3/11/2025), dihadiri kedua ketua bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemuda di Bumi Daya Taka untuk mengakhiri perpecahan dan memperkuat kembali peran KNPI sebagai wadah persatuan.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharuddin, menilai langkah tersebut sebagai tonggak awal perubahan. “Paser bertekad untuk mempersatukan KNPI, meskipun dinamika di tingkat provinsi hingga nasional masih menunjukkan adanya beberapa versi kepengurusan,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Zulkifli menambahkan, bersatunya KNPI di tingkat kabupaten diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk memulihkan semangat kolaborasi antar pemuda. “Rekonsiliasi ini bukan hanya soal organisasi, tapi juga soal masa depan generasi muda Paser yang ingin bergerak bersama membangun daerah,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Sukran Amin, turut mengapresiasi kesepakatan damai tersebut. Menurutnya, seluruh pemuda di Kabupaten Paser kini memiliki semangat yang sama, yaitu membangun sinergi dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.

“Kami di Komisi II mengapresiasi dan mengamini apa yang menjadi keinginan teman-teman untuk bersatu. KNPI ke depan harus menjadi wadah pemuda yang solid dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh OKP, DPRD, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser sepakat menolak segala bentuk upaya yang berpotensi menimbulkan perpecahan baru di tubuh KNPI. Mereka juga berkomitmen menjaga satu kepemimpinan yang sah dan solid sebagai simbol persatuan pemuda di Kabupaten Paser.

Kesepakatan rekonsiliasi ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap peran KNPI serta memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan daerah melalui kegiatan yang konstruktif dan berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

Bontang Bakal Jadi Percontohan Kota Berkelanjutan di Indonesia

0
Wali Kota Neni saat menyambut kehadiran perwakilan Jeju dan KOICA. (ist)

BONTANG – Kolaborasi Pemkot Bontang, Pemerintah Provinsi Jeju, dan KOICA diharapkan dapat menjadi percontohan kota berkelanjutan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi dalam jaringan kerja sama internasional di bidang pengelolaan lingkungan dan energi hijau.
“Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama antara Pemerintah Kota Bontang, Pemerintah Provinsi Jeju, dan KOICA. Kami berharap kolaborasi ini membawa perubahan nyata dalam sistem pengelolaan sampah dan mempercepat terwujudnya Bontang Zero Waste 2029,” ujar Wali Kota, Neni.

Lebih lanjut, Bunda Neni mengungkapkan bahwa dengan usia Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari yang hanya tersisa sekitar 3–4 tahun, Kota Bontang membutuhkan inovasi pengelolaan baru yang lebih efisien dan berwawasan lingkungan.

Terlebih, sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mulai tahun 2030 pemerintah daerah tidak lagi diperkenankan memperluas atau membangun TPA baru, sehingga pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi keharusan.
“Proyek ini tidak hanya memperkuat sistem pengelolaan sampah di Bontang, tetapi juga diharapkan menjadi model nasional pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan, serta kontribusi nyata terhadap upaya global menekan emisi karbon,” pungkas Neni.

Diketahui, Pemerintah Kota Bontang menerima kunjungan Tim Survey KOICA Indonesia Office, delegasi Pemerintah Provinsi Jeju – Korea Selatan, serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam rangka pembahasan rencana kerja sama, pre-feasibility survey, dan finalisasi rencana implementasi proyek pengelolaan sampah ramah lingkungan, Selasa (3/11) malam.

Kunjungan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang dan disambut langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam