Beranda blog Halaman 482

Sehat Bersama SSC Berseri di Lang-Lang Fun Day Garapan DKUMPP

0

BONTANG – Semangat hidup sehat menggema di Lapangan Lang-Lang, Minggu (2/11/2025), lewat kegiatan Fun Day yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang. Ratusan warga antusias mengikuti senam bersama komunitas SSC (Sehat Semangat Ceria).

Acara ini menjadi ajang kebersamaan sekaligus promosi gaya hidup aktif di tengah masyarakat. Selain senam, peserta juga menikmati bazar UMKM dan beragam doorprize menarik yang menambah semarak suasana akhir pekan.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Rumah Sakit Daerah se-Indonesia Serentak Gelar Donor Darah, Termasuk RSUD Taman Husada Bontang

0
Kegiatan donor darah di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Memperingati Hari Ulang Tahun Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) ke-25, RSUD Taman Husada Bontang ikut partisipasi dalam menggelar kegiatan donor darah serentak.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Taman Husada, dr Niken Titisurianggi mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut dilakukan serentak di seluruh rumah sakit daerah di Indonesia. Ada sekitar kurang lebih 350 RSUD.

Pihaknya melangsungkan kegiatan donor darah yang melibatkan serta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang. Adapun untuk kegiatan tersebut dibuka secara umum.

“Kegiatan donor darah ini dilakukan serentak se-Indonesia. Siapapun yang mau ikut mendonorkan darahnya boleh untuk bergabung,” ucapnya saat ditemui, Senin (3/11/2025).

Dalam aktivitas donor darah, bagi seluruh para pengunjung ataupun pegawai RSUD Taman Husada Bontang boleh ikutan untuk berpartisipasi, akan tetapi harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Untuk yang mau mendonorkan darahnya, siapa saja boleh. Tetapi ada syarat dan ketentuannya ya, seperti batasan umur, atau berat badan dan sebagainya,” tambahnya.

dr Niken Titisurianggi ingin kegiatan tersebut bisa dilakukan rutin, mengingat sering kali untuk stok darah yang ada di rumah sakit sangat terbatas. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

26 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Barbershop Bersertifikat BNSP

0
Pelatihan dan Sertifikasi Barbershop Bersertifikat BNSP Tahun 2025 di Ballroom Hotel Raodah 1. (Ist)

BONTANG — Sebanyak 26 pelaku usaha barbershop dan masyarakat umum, mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Barbershop Bersertifikat BNSP Tahun 2025, yang digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang bekerja sama dengan LPK Kohesa. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Raodah 1, Bontang Utara, mulai Senin (3/11/2025) hingga Rabu (5/11/2025).

Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia (PKSDM), Lukman, mewakili Wali Kota Bontang menyampaikan, pelatihan ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas dan potensi generasi muda.

“Pemerintah Kota Bontang memandang ini sebagai peluang emas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kail, bukan hanya ikan. Kami ingin membekali para pelaku usaha dan calon wirausahawan muda dengan kompetensi yang diakui secara nasional melalui sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Lukman.

Ia menegaskan bahwa sertifikat kompetensi BNSP menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing dan nilai tawar tenaga kerja di dunia industri jasa dan pariwisata.

“Dengan sertifikat di tangan, daya saing dan nilai tawar kalian di dunia kerja akan meningkat secara signifikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lukman menyebut bahwa kegiatan ini mendukung dua misi utama Pemerintah Kota Bontang, yakni ‘mewujudkan transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang berdaya saing dan penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai upaya diversifikasi ekonomi daerah.’

“Dengan keterampilan yang terstandarisasi, para peserta akan menjadi tenaga kerja profesional yang siap mengisi peluang di industri jasa dan pariwisata, bahkan menjadi pencipta lapangan kerja baru. Ini bagian dari gerakan ekonomi Bontang yang lebih luas, mendorong tumbuhnya berbagai sektor potensial, mulai dari kemaritiman hingga jasa kreatif seperti ini,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan agenda teori, praktik teknis, hingga uji kompetensi di hari terakhir. Menariknya, peserta juga memperoleh bantuan satu set peralatan barbershop sebagai aset tetap untuk mendukung pengembangan keterampilan dan usaha mereka ke depan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Sebut Fenomena Remaja Laki-Laki Gemulai Tak Bisa Dinormalisasi, Siapkan Pembinaan Khusus

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Istimewa)

BONTANG – Fenomena remaja laki-laki berperilaku gemulai laiknya perempuan, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Menurutnya, tren tersebut mulai sering terlihat di ruang publik dan perlu diatasi, agar tidak berkembang menjadi persoalan identitas di kalangan pelajar.

Ia menilai, masyarakat kini cenderung menormalisasi perilaku tersebut. Bahkan dalam sejumlah ajang, seperti lomba Duta Genre, peserta laki-laki yang tampil gemulai justru mendapat sorakan dan tepuk tangan penonton.

“Sekarang seolah dianggap biasa saja. Padahal kalau terus dibiarkan, bisa menimbulkan kebingungan identitas,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Bontang merancang program pembinaan karakter khusus bagi siswa laki-laki. Program ini akan menekankan pembentukan disiplin dan ketegasan, dengan melibatkan Satpol PP sebagai pendamping kegiatan.

Ditambahkan, bentuk pembinaan akan dikemas melalui aktivitas fisik seperti latihan baris-berbaris serta kunjungan ke instansi yang menanamkan nilai kedisiplinan tinggi.

“Kita ingin mereka melihat langsung contoh sikap tegas dan tangguh. Misalnya latihan bersama Satpol PP, atau kegiatan di lapangan yang menumbuhkan rasa tanggung jawab,” jelasnya.

Tahap awal pendataan peserta sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Bontang, dan rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi lintas instansi.

“Sudah mulai dipetakan, dan besok akan dirapatkan lagi dengan pihak-pihak terkait,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Di Wisuda STIT-SYAMS, Neni Sebut Lulusan Perguruan Tinggi Islam adalah Fondasi Moral Kota

0
Wali Kota Neni saat sambutan di wisuda STIT-SYAMS Auditorium 3D. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, lulusan perguruan tinggi Islam adalah fondasi moral bagi masyarakat Kota Bontang.

Hal itu disampaikan saat sambutannya di Wisuda Angkatan XVI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif (STIT-SYAMS) Bontang, di Auditorium Taman 3D, Minggu (2/11/2025) pagi.

Neni mengapresiasi STIT-SYAMS yang dinilainya konsisten melahirkan SDM unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Ia menegaskan, di tengah tantangan bonus demografi, peran lulusan STIT-SYAMS sangat strategis untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul—sesuai misi RPJMD 2025-2029 untuk transformasi sosial—Wali Kota memaparkan komitmen nyata Program Bontang Pintar.

Pemkot Bontang telah mengalokasikan anggaran beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 20 Miliar untuk mahasiswa asal Bontang.

“Pada tahun 2025, program beasiswa ini telah direalisasikan untuk 734 mahasiswa dalam daerah dan 1.123 mahasiswa luar daerah, di luar skema kerja sama khusus seperti kedokteran dan tahfiz,” rinci Wali Kota.

Pemerintah berharap investasi pendidikan ini dapat membuat mahasiswa fokus belajar tanpa terkendala biaya, karena setiap rupiah yang diinvestasikan adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan kota.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rabu Besok, Pemkot Bakal Tertibkan 25 Bangunan Liar di Sekitar Pelabuhan Loktuan

0
Rapat koordinasi terkait penertiban bangunan tanpa izin di sekitar Pelabuhan Loktuan. (istimewa)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang akan menertibkan 25 bangunan tanpa izin yang berdiri di kawasan Pelabuhan Loktuan pada Rabu (5/11/2025) mendatang. Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan pesisir agar lebih tertib, bersih, dan mendukung pengembangan area pelabuhan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyatakan rencana tersebut dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (3/11/2025).

Terdapat 25 rumah dan kios yang berdiri di atas lahan milik pemerintah tanpa izin dari hasil pendataan. Pemerintah sebelumnya telah melayangkan dua kali surat peringatan sejak Juli 2025, dan surat peringatan ketiga dijadwalkan terbit hari ini, sebagai langkah terakhir sebelum penertiban dilakukan.

Neni menegaskan, proses pembongkaran akan dilakukan secara persuasif dan humanis dengan melibatkan warga yang terdampak

“Kami minta warga membongkar bangunan secara mandiri terlebih dahulu. Petugas akan tetap menggunakan pendekatan persuasif dan humanis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Bontang, Aspianur, menegaskan bahwa seluruh bangunan di lokasi tersebut memang tidak memiliki izin karena berdiri di atas aset pemerintah.

“Kalau terkait dengan izin, karena itu tanah pemerintah, ya ndak ada yang berizin kan,” tegas Aspianur

Ia menambahkan, penertiban dilakukan bukan semata-mata untuk membongkar bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari program penataan kawasan pelabuhan dan pesisir Loktuan agar lebih tertata rapi dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat ke depan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

IKN Gelar Sayembara Desain Pusat Kebudayaan Nusantara Mulai 5 November

0

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang bagi para arsitek dan perancang kota terbaik Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan Nusantara Cultural Center. Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan IKN resmi dibuka pada 5 November 2025, menjadi langkah konkret menghadirkan kota yang tidak hanya hijau dan cerdas, tetapi juga berakar pada nilai budaya bangsa.

Kawasan Pusat Kebudayaan Nusantara akan berdiri di atas lahan seluas 33,38 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Proyek ini digagas oleh Otorita IKN bersama Kementerian Kebudayaan, dengan dukungan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI).

Sayembara tersebut diharapkan melahirkan gagasan desain yang memadukan seni, pengetahuan, dan inovasi dalam satu ekosistem budaya yang inklusif dan berdaya saing global.

“Kami akan mulai sayembara cultural center ini karena sangat dibutuhkan dalam proses transformasi di IKN. Kawasan kebudayaan ini menempati lahan sekitar 33 hektare, dengan enam unit utama bangunan: museum, concert hall atau auditorium, galeri kebudayaan, taman budaya, perpustakaan, dan sport hall,” ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam acara Media Visit di Balai Kota Otorita IKN, Rabu (29/10/2025).

Basuki menegaskan, kehadiran Pusat Kebudayaan Nusantara bukan sekadar simbol, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kreatif dan identitas kebangsaan di jantung ibu kota baru.

Otorita IKN menargetkan kawasan tersebut menjadi ruang interaksi budaya modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata di Nusantara.

“Pusat Kebudayaan Nusantara akan menjadi pusat kreativitas, diplomasi budaya, serta pemajuan kebudayaan yang berakar dari nilai dan ide-ide terbaik anak bangsa,” tutup Basuki. (MK)

Editor: Agus S.

Seminar Kewirausahaan Ekonomi Syariah, Wawali: Penting Tanamkan kembali Semangat Wirausaha Berlandaskan Nilai-Nilai Luhur Islam

0
Seluruh peserta Seminar Kewirausahaan Ekonomi Syariah berfoto bersama wawali. (Ist)

BONTANG – Badan Koordinasi Da’wah Islam Bontang (BKDIB) menggelar Seminar Kewirausahaan Ekonomi Syariah, Minggu (2/11/2025) di Gedung MUI Bontang. Kegiatan ini diikuti puluhan mubalig dan aktivis masjid.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa seminar ini adalah jawaban konkret di saat masyarakat membutuhkan benteng moral. Ia menegaskan pentingnya menanamkan kembali semangat wirausaha yang berlandaskan nilai-nilai luhur Islam, yakni kejujuran, keadilan, dan amanah.

“Atas nama Pemerintah Kota, saya sangat mengapresiasi. Ini upaya membangun kesadaran agar para mubalig juga memiliki semangat berwirausaha yang syariah,” ujar Agus Haris.

Wawali menekankan bahwa pemerintah dan ulama adalah dua pilar yang tak terpisahkan. Keduanya memiliki tanggung jawab moral untuk mengatasi fenomena sosial yang merusak nilai agama dan kebangsaan.

“Pemerintah dan ulama adalah mitra strategis. Pemerintah bisa membangun infrastruktur, tetapi pembinaan akhlak adalah tanggung jawab bersama, terutama para ustadz dan ustadzah,” tegasnya.

Dengan menghadirkan pakar ekonomi syariah nasional, seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk melahirkan lebih banyak wirausahawan muslim yang beretika dan mampu berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah yang adil dan sejahtera.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Waskita Karya Garap Jalan Kompleks Yudikatif IKN Senilai Rp1,9 Triliun

0
Proyek kawasan pendukung Yudikatif sudah teken kontrak. (Istimewa)

NUSANTARA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) resmi menandatangani kontrak pembangunan infrastruktur di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan nilai proyek mencapai Rp1,9 triliun. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan kawasan Kompleks Yudikatif yang menjadi akses utama menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.

Penandatanganan kontrak dilakukan di Auditorium lantai 2 kantor Otorita IKN (OIKN), disaksikan oleh Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dan Direktur Sarana Prasarana Sosial OIKN, Agus Ahyar.

Basuki menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari batch kedua pembangunan kawasan Yudikatif-Legislatif yang mulai dikerjakan setelah penyesuaian tender rampung.

“Kalau pembangunan gedungnya kontrak November, sementara kontrak yang ditandatangani Jumat (31/10) kemarin untuk kawasan pendukung di Yudikatif. Jalannya dulu dibangun supaya nanti akses ke gedung-gedung utama sudah siap,” ujar Basuki di Auditorium OIKN, Rabu (29/10/2025).

Dalam proyek ini, Waskita Karya akan mengerjakan pembangunan jalan utama dan Multi Utility Tunnel (MUT), instalasi mekanikal-elektrikal, serta fasilitas pedestrian dan jalur pesepeda. Pekerjaan juga mencakup enam jembatan pelengkung, sepuluh box culvert cross drain, serta konstruksi dinding penahan tanah di beberapa titik.

Total panjang jalan yang dibangun mencapai 6,418 kilometer, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Adapun ruas jalan yang akan digarap meliputi:

  • Kolektor Jalan Sekunder ROW 36 sepanjang 1,88 km
  • Botanical Garden ROW 24 sepanjang 1,115 km
  • Sumbu Tripraja ROW 24 sepanjang 1,68 km
  • Sumbu Tripraja ROW 16 sepanjang 0,459 km
  • Grande Barat ROW 44 sepanjang 1,268 km

Proyek ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar kawasan pemerintahan IKN, memastikan konektivitas antarfasilitas utama dapat terwujud sebelum gedung-gedung utama mulai dibangun. (MK)

Editor: Agus S.

Pickeball Makin Diminati, Rustam Minta Dibuatkan Lapangan Permanen

0
Ketua EP2C Bontang, Rustam saat membuka Pickleball Bontang Open 2025. (Ist)

BONTANG – Ketua EP2C Kota Bontang, Rustam menyebut, penyelenggaraan turnamen pickeball keempat ini menjadi bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap pickleball.

Hal itu diungkapkan Rustam di pembukaan Pickleball Bontang Open 2025, di Lapangan Tenis Besai Berinta, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (31/10).

Diketahui, turnamen kali ini menjadi gelaran keempat, setelah sebelumnya sukses digelar pada Mei dan Agustus 2025. Ajang Bontang Open ke-4 ini akan berlangsung mempertandingkan sejumlah kategori, yakni ganda putra U-19+, ganda putri U-35+, ganda campuran U-19+, ganda putri intermediate U-19+, serta ganda putra intermediate U-18.

Ajang ini diikuti 12 klub pickleball se-Kota Bontang, dan menjadi momentum penting bagi penggemar olahraga yang tengah naik daun ini di Kota Taman.

Rustam pun berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar dengan menghadirkan fasilitas permanen khusus untuk olahraga tersebut.

“Kami berharap Bontang bisa memiliki lapangan khusus pickleball, agar setiap kali mengadakan turnamen tidak harus menumpang di lapangan tenis. Ini penting untuk pembinaan dan pengembangan atlet lokal,” ungkap Rustam.

Sementara itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam turut mengapresiasi antusiasme komunitas pickleball yang terus aktif membangun kegiatan positif di masyarakat. Ia menilai olahraga ini berpotensi besar menjadi identitas baru bagi Bontang sebagai kota dengan komunitas olahraga rekreasi yang kuat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam