Beranda blog Halaman 484

MB PKT Road to TWMC 2025 (3): Usung Budaya Dayak, Raih Piala Pertama untuk Indonesia

0
Penampilan MB PKT di Stadium Sisaket dalam kategori drum battle. (Ist)

SISAKET, THAILAND – Marching Band Pupuk Kaltim (MB PKT) membuktikkan diri mampu bersaing di level internasional, dengan keikutsertaannya di Thailand World Music Championships (TWMC) 2025, di Sisaket, Thailand.

Hal itu dibuktikkan dengan penampilan perdana MB PKT di hari pertama TWMC 2025, Rabu (17/12/2025), yang bertanding di kategori drum battle. MB PKT berhasil meraih Piala Drumline Battle Professional Class Champion.

“Piala ini adalah piala pertama dari MB PKT yang kami persembahkan untuk Indonesia,” ungkap Ketua Umum MB PKT, Dwi Agung Wibowo.

Diceritakannya, MB PKT bermain di kategori ini pasca pembukaan TWMC 2025, Rabu sore kemarin sekira pukul 18.00 waktu Thailand di Stadium Sisaket. Di kategori ini MB PKT menampilkan 15 personel melawan salahsatu perwakilan dari Thailand.

Dalam aturan pertandingan itu, setiap 1 penampilan terdapat 2 tim yang saling beradu dengan masing-masing membawakan 2 materi.

Berbeda dari biasanya, para penampil menggunakan konsep modern, namun MB PKT mengenakan konsep budaya nusantara, yaitu Suku Dayak.

MB PKT Road to TWMC 2025 (3): Usung Budaya Dayak, Raih Piala Pertama untuk Indonesia

Konsep inipun mendapat apresiasi dari para penonton setempat, yang terpukau dengan penampilan dari musikalitas perkusi dikolaborasikan dengan budaya Indonesia.

“Kami tidak menyangka konsep budaya Kalimantan Timur yang kami usung ini mendapat apresiasi setinggi ini di tingkat internasional. Bersyukur kerja keras teman-teman membuahkan hasil,” ungkapnya.

MB PKT menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang TWMC 2025 ini. Dengan kekuatan 135 personel secara keseluruhan, yang terdiri dari pemain, pelatih, serta official. Akan berlaga di ajang internasional yang akan dihadiri 8 negara, dan lebih dari 40 tim ikut serta.

MB PKT akan tampil di dalam tiga kategori, meliputi Drumline Battle (Professional), Indoor Marching Arts โ€“ Winds (Independent), serta Marching Field Show (World Class).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Kota Layak Anak Bontang, Tapi Kekerasan Masih Marak

0

BONTANG โ€“Predikat Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama 2025 yang disematkan kepada Kota Bontang kini dihadapkan pada fakta tingginya angka kekerasan. Di balik penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI itu, ratusan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Data resmi menunjukkan, realitas di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan klaim pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Kota Bontang meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Utama 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI pada Agustus 2025 lalu.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang dinilai telah mampu memenuhi hak-hak anak.

โ€œIni kebanggaan bagi Bontang. Tapi yang utama adalah bagaimana kita konsisten memenuhi hak anakโ€”hak bermain, belajar, mendapatkan kasih sayang, ruang terbuka yang layak, dan pendidikan yang baik,โ€ ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, usai menerima penghargaan.

Namun, penghargaan tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang dialami anak-anak dan perempuan di Kota Taman. Angka korban kekerasan masih terbilang tinggi. Dari berbagai data yang ada, ratusan kasus kekerasan masih menimpa perempuan dan anak-anak.

DIDOMINASI PEREMPUAN DAN ANAK

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang, tercatat sebanyak 830 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sepanjang 2022 hingga November 2025.

โ€œSudah termasuk banyak sekali kasus kekerasan di Bontang yang kami terima, di mana sebagian korbannya adalah anak-anak dan perempuan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,โ€ ujar Kepala DP3AKB Kota Bontang, Eddy Forestwanto.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, juga memaparkan data yang ia terima. Dari 830 kasus KDRT tersebut, terdapat 516 korban yang mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Agama (PA).

Sementara itu, di pertengahan 2025, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bontang mencatat 33 kasus yang melibatkan anak di bawah umur sepanjang Januari hingga Juli 2025.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, memerinci kasus tersebut terdiri atas 16 kasus persetubuhan, 6 kasus pencabulan, 5 kasus kekerasan anak, 4 kasus KDRT, 1 kasus perzinahan, dan 1 kasus penganiayaan.

Data lain yang tak kalah mencengangkan terungkap dalam enam bulan pertama 2025. DP3AKB Bontang mencatat 64 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah itu, 16 kasus menimpa perempuan, sementara 48 kasus dialami anak-anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak DP3AKB Bontang saat itu, Trully Tisna Milasari, menyebut sebagian besar kekerasan terjadi di luar lingkungan sekolah.

โ€œArtinya, ruang publik di Bontang belum sepenuhnya aman,โ€ ujarnya.

PENCEGAHAN ALA PEMKOT DAN PIHAK TERKAIT

Menanggapi tingginya angka kekerasan tersebut, Pemerintah Kota Bontang bersama pihak terkait melakukan sejumlah upaya pencegahan untuk menekan, bahkan menghilangkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya edukasi sebagai langkah awal pencegahan.

โ€œSemua pihak perlu mendapatkan edukasi agar mampu mengenali, mencegah, dan melaporkan kekerasan yang dialaminya,โ€ ujarnya.

Pemkot Bontang juga merencanakan survei dan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna mengedukasi pelajar agar angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan.

โ€œTetap kita berupaya mengurangi angka kekerasan terhadap anak. Nantinya, sosialisasi akan dilakukan ke sekolah-sekolah,โ€ katanya.

DP3AKB Bontang turut menggencarkan program edukatif dengan melibatkan komunitas dan masyarakat. Kampanye anti-kekerasan juga mendorong warga memanfaatkan kanal pelaporan yang tersedia di tingkat kelurahan dan sekolah.

โ€œPencegahan tidak cukup dari atas ke bawah. Lingkungan yang peduli adalah pagar pertama bagi perempuan dan anak dari kekerasan,โ€ ujar Trully Tisna Milasari pada Agustus 2025.

Sementara itu, Polres Bontang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka. Lingkungan yang buruk dinilai sangat memengaruhi perkembangan anak.

Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan, mengingat tingginya kasus persetubuhan dan pelecehan seksual terhadap anak, serta pentingnya sosialisasi pencegahan yang berkelanjutan dari pemerintah dan kepolisian.

Penulis: Dwi S โ€“ Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bakal Tertibkan Seluruh Pedagang yang Masih Berjualan di Luar Pasar

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bakal menertibkan seluruh pedagang yang masih berjualan di luar gedung pasar, baik di pinggir jalan maupun di atas trotoar. Agar nantinya bisa masuk ke dalam gedung pasar yang telah tersedia.

Sebab sejauh ini, banyak sekali pedagang yang berada di dalam gedung mengeluhkan sepinya pembeli. Mengingat pembeli menjadi malas untuk masuk ke dalam gedung, lantaran sudah banyak sekali pedagang yang membuka lapaknya di luar.

โ€œKita akan rapatkan ini, untuk skema semua penjual daging di atas, nantinya akan kita ubah menjadi penempatannya di bawah. Kemudian teman-teman lapangan diskusikan ke pedagang yang berjualan di pinggir, untuk masuk ke dalam gedung. Tidak ada lagi alasan,โ€ ungkap Wawali Agus Haris, Selasa (16/12/2025).

Ia menegaskan, kalau sudah ditetapkannya pindah berjualan di dalam dengan skema yang telah diubah, maka pedagang tidak lagi banyak alasan untuk berjualan di luar wilayah gedung pasar.

โ€œKarena kita sudah resmi membuatkan Pasar Rawa Indah ini, menjadi pusat belanja. Maka, apabila Wali Kota Bontang sudah mengatakan untuk pedagang masuk dan berjualan di dalam, semuanya harus masuk tanpa terkecuali,โ€ tambahnya.

Sehingga dengan adanya perubahan skema penempatan tempat jualan nantinya, Wawali sangat berharap seluruh pedagang bisa sama-sama berjualan dengan aman, tertib, dan tentram. Tanpa ada lagi keluhan pedagang jualannya yang sepi, sebab tempat berjualan menjadi satu.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Omset Kian Menurun, Pedagang Ayam di Pasar Rawa Indah Keluhkan Hadirnya Frozen Food

0
Salah satu pedagang ayam di Pasar Rawa Indah Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Para pedagang di Pasar Taman Rawa Indah mengeluhkan sepinya penjualan mereka, selain banyak yang berjualan di sepanjang jalan trotoar Jalan KS Tubun, mereka juga mengeluhkan kian bertambahnya penjual frozen food.

Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu pedagang ayam yang tak ingin disebutkan namanya. Dirinya menyampaikan hal ini ke Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris ketika rombongan melakukan monitoring harga bahan pokok.

Dikatakannya masyarakat saat ini lebih banyak memilih membeli frozen food, ketimbang ayam potong yang berada di pasar. Sebab harganya lebih murah, gampang diolah, dan juga lebih praktis.

โ€œBiasanya dagangan kami laku berapa puluh stok ayam, sekarang jadi menurun. Kadang pun setengah stok ayam yang biasanya habis, ini masih banyak tersisa lantaran tidak laku terjual,โ€ ucapnya, Selasa (16/12/2025).

Padahal, untuk harga ayam potong di pasar tidak mengalami kenaikan dan masih stabil. Kalau pun mengalami kenaikan menjelang hari besar, pastinya tidak terlalu banyak dan sudah jelas untuk ayam potong di pasar lebih fresh ketimbang ayam beku.

Kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menanggapi hal itu. Menurutnya kehadiran serta munculnya frozen food tidak bisa dihindari, yang jelas akan bersaing dengan pasar tradisional.

โ€œPastinya hal seperti ini menjadi masukan bagi kami, dan akan kami rapatkan nantinya untuk pedagang di pasar bisa bertahan dengan penjualannya. Ini juga termasuk dengan siklus yang mau tidak mau, kita ikut menyesuaikan,โ€ tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Langkah Kadinkes Kutim yang Baru Atasi Kelangkaan Dokter Spesialis

0
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Ramlah)

SANGATTA โ€“ Mengawali masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati langsung menyoroti persoalan klasik yang masih membayangi pelayanan kesehatan daerah, yakni keterbatasan dokter spesialis, khususnya di wilayah pedalaman.

Menurut Yuwana, distribusi tenaga kesehatan yang belum merata menjadi tantangan utama di tengah luasnya wilayah Kutai Timur (Kutim) yang terdiri dari 18 kecamatan dengan kondisi geografis yang beragam. Selama ini, layanan dokter spesialis masih terpusat di kawasan perkotaan, sementara masyarakat di daerah terpencil harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan rujukan.

โ€œMasalah kekurangan dokter spesialis, terutama di wilayah pedalaman, menjadi perhatian serius kami. Karena itu, kami mengoptimalkan program dokter keliling sebagai solusi jangka menengah,โ€ ujar Yuwana saat diwawancara awak Media, Selasa (17/12/2025).

Program dokter keliling akan diatur dengan sistem penjadwalan yang terstruktur. Dokter-dokter spesialis dari fasilitas kesehatan di wilayah perkotaan akan ditugaskan secara bergiliran untuk memberikan pelayanan di kecamatan-kecamatan, tanpa harus menetap secara permanen. Skema ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan spesialis.

Yuwana menjelaskan, jenis dokter spesialis yang diturunkan ke lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan demikian, layanan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain mengandalkan program dokter keliling, Dinkes Kutim juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta organisasi kefarmasian. Kolaborasi tersebut akan difokuskan pada kegiatan pelayanan kesehatan dan bakti sosial, termasuk layanan spesialis tertentu.

Di sisi lain, Yuwana menegaskan komitmen Dinkes Kutim dalam mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Dari total 50 program unggulan kepala daerah, Dinas Kesehatan mengampu lima program prioritas, di antaranya peningkatan kualitas tenaga kesehatan, penguatan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, pencegahan stunting, serta pemantapan layanan BPJS Kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

Terkait penanganan stunting, Yuwana mengakui angka stunting di Kutim masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski menunjukkan tren penurunan, penanganannya membutuhkan keterlibatan lintas sektor, tidak hanya Dinas Kesehatan.

โ€œPenurunan stunting tidak bisa ditangani oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan kerja bersama lintas sektor agar hasilnya lebih optimal,โ€ tegasnya.

Ke depan, Yuwana berharap berbagai langkah yang dilakukan Dinkes Kutim dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat Kutim, tanpa terkecuali.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pembangunan Pelataran Tahap Dua Bontang Kuala Rampung, Wali Kota Resmikan Bersamaan Pesta Laut

0
Tampilan Pelataran Bontang Kuala setelah pembangunan tahap dua. (Syakurah)

BONTANG – Pembangunan pelataran Bontang Kuala tahap ke dua telah rampung dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Rabu (27/12/2025) yang juga dirangkaikan dalam kegiatan Pesta Laut 2025.

Pembangunan pelataran tersebut berupa musala, 45 kios pedagang, panggung, dermaga dan toilet yang seluruhnya telah siap digunakan oleh masyarakat Bontang.

Neni menyebutkan, pembangunan ini membuat pelataran lebih indah, adapun ia berpesan agar kios-kios pedagang tidak digunakan sebagai tempat untuk diinapkan. Tempat tersebut hanya digunakan spesifik untuk berjualan.

“Jangan ada yang bawa kasur ya, apalagi dikasihkan pintu agar bisa ditinggali. Tidak boleh,” tegasnya.

Ia meminta kepada pihak kelurahan untuk melihat dan mengontrol kios pedagang, agar tidak ditinggali oleh pelaku UMKM disana, “Trantib kelurahan harus lakukan patroli ya tiap hari memastikan tidak ada yang nginap,” tambahnya.

Selanjutnya, pengelolaan akan diserahkan kepada Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebelumnya diketahui, pelataran tersebut dibangun selama 120 hari kerja dan rampung lebih cepat. Pengerjaannya dilakukan swakelola oleh Kodim 0809 Bontang, dengan anggaran Rp 5,3 miliar. Sementara dermaga sendiri dibangun dengan anggaran Rp1,6 miliar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

MB PKT Road to TWMC 2025 (2): Matangkan Persiapan Setiba di Sisaket, Alami Kendala Cuaca hingga Bahasa

0
Personel MB PKT terus berlatih mematangkan persiapan jelang bertanding di TWMC 2025.

SISAKET, THAILAND – Marching Band Pupuk Kaltim (MB PKT) terus mematangkan persiapan setibanya di Thailand, dalam rangka mengikuti Event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025 yang berlangsung 17-20 Desember 2025.

Setibanya di lokasi event di Sisaket, Thailand seluruh personel MB PKT tak ingin berleha-leha. Langsung tancap gas berlatih mematangkan persiapan segala sesuatu yang dirasa masih kurang.

MB PKT tiba di Sisaket, Senin (15/12/2025) pagi sekitar pukul 09.00 waktu Thailand. Kemudian beristirahat sejenak, dilanjut siang hari bongkar alat dan segera berlatih hingga sore.

MB PKT mendapat tempat berlatih di Sisaket Sport Club. Sejak Senin sore hingga Rabu siang, seluruh personel berlatih secara paralel. Mematangkan Open field, lalu diselingin drum battle, kemudian lanjut melatih Marching Arts โ€“ Winds.

Ketua Umum MB PKT, Dwi Agung Wibowo mengungkapkan bahwa anak-anak asuhnya mengalami sejumlah kendala setibanya di Sisaket. Namun begitu kendala-kendala itu dapat segera diatasi oleh pelatih dan official.

“Kondisi cuaca di Thailand berbeda. Paginya dingin sekali sekitar 18-20 derajat. Tapi di siang hari panasnya terik sekali. Anak-anak masih butuh beradaptasi setibanya di Sisaket,” ujarnya.

Ditambah lagi satu dua personel mengalami kelelahan, lantaran perjalanan panjang lebih 24 jam dari tanah air menuju negeri Gajah Putih ini. Tapi manajemen sudah menyiapkan tim medis dan obat-obatan untuk mengatasi kondisi ini.

“Sebagai langkah antisipasi kami juga menyiapkan makanan yang cocok di lidah anak-anak, agar adaptasinya tidak terlalu berat. Juga siapkan makanan yang halal, karena sebagian besar personel muslim,” imbuh Agung.

Kendala lainnya diceritakan Agung adalah kendala bahasa. Lantaran panitia penyelenggara di Sisaket minim kemampuan Bahasa Inggris. Hal ini mengakibatkan ada beberapa keinginan pihak MB PKT yang tidak dapat dipenuhi segera oleh panitia.

“Kami butuh effort lebih untuk bisa menyampaikan maksud kami ke panitia. Tapi syukur sudah bisa teratasi semuanya,” ucapnya.

Pada Rabu (17/12/2025) siang. TWMC 2025 menggelar opening. Kemudian dilanjut dengan pertandingan kategori drum battle.

Rencananya setelah opening, MB PKT langsung memulai pertandingan awal di kategori drum battle sekitar pukul 15.00 waktu Thailand, namun jadwal tersebut diundur panitia pukul 18.00.

“Personel kami yang akan bertanding di kategori ini sudah siap tampil,” pungkasnya.

Diketahui, MB PKT akan mengikuti event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025, di Sisaket, Thailand pertengahan Desember mendatang. Keikutsertaan ini menjadikan MB PKT satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

MB PKT memberangkatkan sebanyak 135 personel secara keseluruhan, yang terdiri dari pemain, pelatih, serta official. Akan berlaga di ajang internasional yang akan dihadiri 8 negara, dan lebih dari 40 tim ikut serta.

MB PKT akan tampil di dalam tiga kategori, meliputi Drumline Battle (Professional), Indoor Marching Arts โ€“ Winds (Independent), serta Marching Field Show (World Class).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Jelang Nataru 2025, Harga Telur Ayam Capai Rp72 Ribu per Piring

0

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, harga telur ayam di Bontang melonjak tajam. Kenaikan ini mulai dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil, seiring meningkatnya permintaan dan terganggunya pasokan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran soal stabilitas harga bahan pangan di akhir tahun.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Langsung baca e-paper lengkapnya melalui tautan berikut:

๐Ÿ‘‰ E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

๐Ÿ‘‰ Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb17des2025/mobile/

Radar Bontang โ€“ Aktual & Terpercaya!

Pemasangan Podong Tandai Diresmikannya Pesta Laut Bontang Kuala

0
Pembukaan Pesta Laut 2025. (Syakurah)

BONTANG – Agenda tahunan Pesta Laut, resmi dibuka, Rabu (17/12/2025) di Pelataran Bontang Kuala, dan turut dihadiri oleh kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin.

Kegiatan pesta laut akan berlangsung hingga Minggu (21/12/2025) dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari lomba hingga penampilan kesenian.

Ketua Panitia, Agung Anugrah mengungkapkan bahwa pembukaan ditandai dengan tari-tarian tradisional, kemudian dilakukan pemasangan podong yang dilanjutkan dengan ritual Balai Pompong.

Ia juga memaparkan beberapa jenis lomba seperti lomba dayung, lomba ketinting, tarik tambang di atas laut, dan masih banyak lagi. Sementara penampilan tari-tarian dan hiburan dilakukan di pelataran.

“Kami telah mempersiapkan lomba ini selama dua bulan, sempat tertunda karena masih ada pembangunan, tapi Alhamdulillah berhasil terlaksana,” tuturnya.

Pangeran Satya perwakilan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, mengungkapkan kegiatan ini perlu adanya perlindungan pengembangan dan pemanfaatan terhadap keberadaan adat istiadat di wilayah, sebagai sarana melestarikan budaya yang ada di Kota Bontang dan warisan yang turun temurun dilakukan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, agar mendukung pelaksanaan pesta laut ini, semoga kegiatan ini sukses hingga penghujung acara,” tuturnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak masyarakat khususnya warga pesisir Bontang Kuala untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi pelestarian budaya Kota Bontang.

“Jaga budaya kita, jaga laut kita. Kita jaga laut kita dari sampah dan pencemaran,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pejabat PTP dan Fungsional Dilantik, Bupati Ardiansyah Rotasi Pejabat Kutim

0
Prosesi Pelantikan pejabat Kutim. (Ramlah)

SANGATTA โ€“ Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, rotasi menjadi ujian integritas aparatur di tengah sorotan publik yang kian tajam.

Hal itu diungkapkan saat melantik Sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) dan fungsional di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Selasa (17/12/2025).

Ardiansyah menegaskan, pergeseran jabatan bukan sekadar rutinitas administrasi atau pergantian wajah. Ia menyebut rotasi sebagai langkah korektif untuk mempercepat kinerja birokrasi yang dinilai masih stagnan dan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

โ€œPejabat yang dilantik hari ini harus bekerja lebih inovatif dan keluar dari pola kerja yang monoton,โ€ tegas Ardiansyah dalam sambutannya.

Bupati tak menampik bahwa birokrasi Kutim masih dibayangi pola kerja lama yang terlalu administratif dan minim terobosan. Padahal, tantangan pembangunan daerah kian kompleks, mulai dari infrastruktur dasar, pelayanan kesehatan, hingga perencanaan pembangunan yang terintegrasi.

Sejumlah jabatan strategis kini diisi wajah baru hasil seleksi, di antaranya Dinas Kesehatan diisi oleh dr Yuwana Sri Kurniawati, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) oleh Tabrani Aji, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diisi oleh Januar Bayu Irawan. Selanjutnya, Trisno sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten Pemkesra), Zainuddin sebagai Sekretaris DPRD, Arief Nur Wahyuni sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun).

Selain jabatan pimpinan tinggi, Bupati juga melantik beberapa pejabat fungsional, termasuk Agustinus Layu sebagai Auditor Ahli Utama pada Inspektorat Wilayah, serta beberapa Penata Kelola Penanaman Modal Ahl I Madya di lingkungan DPMPTSP.

Rotasi ini diharapkan mampu memecah sekat ego sektoral yang selama ini kerap menghambat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Ardiansyah juga menyinggung hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang menempatkan Kutai Timur di peringkat ke-10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Posisi tersebut dinilai belum sepadan dengan potensi dan kekuatan fiskal daerah.

โ€œKalau bekerja hanya datang ke kantor, menerima gaji, lalu pulang, itu bukan yang kita harapkan,โ€ ujarnya dengan nada menyentil.

Pernyataan itu menjadi peringatan keras bagi aparatur sipil negara (ASN). Rendahnya skor integritas menunjukkan bahwa persoalan birokrasi Kutim tidak semata soal anggaran atau kewenangan, melainkan menyangkut budaya kerja, komitmen, dan etika pelayanan publik.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam