Beranda blog Halaman 485

Inflasi Bontang Terkendali, TPID Siapkan Intervensi Cegah Kenaikan Harga Akhir Tahun

0
Rakor High Level Meeting TPID Semester II Tahun 2025. (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang memastikan inflasi daerah masih berada dalam kondisi terkendali hingga akhir 2025. Meski demikian, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap menyiapkan langkah intervensi, guna mengantisipasi kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas strategis menjelang tutup tahun.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting TPID Semester II Tahun 2025, yang memaparkan hasil pemantauan Early Warning System (EWS) inflasi Kalimantan Timur.

Berdasarkan proyeksi, inflasi Desember 2025 diperkirakan berada pada rentang 0,02–0,76 persen (month to month), dengan tekanan utama berasal dari komoditas beras, minyak goreng, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, tomat, serta angkutan udara.

Meski terdapat kecenderungan kenaikan harga di akhir bulan, TPID menilai kondisi inflasi Kota Bontang masih relatif lebih baik dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur. Namun, faktor psikologis pasar akibat kenaikan harga di daerah sekitar seperti Samarinda dan Balikpapan, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga di Bontang.

Karena itu harga perlu tetap dijaga, agar tidak ikut terdorong naik. Intervensi tetap diperlukan supaya lonjakan harga tidak mengikuti daerah lain.

TPID juga menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada angka inflasi, tetapi juga level harga. Pemerintah tidak akan melakukan intervensi jika harga komoditas berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), agar tidak merugikan petani maupun pedagang.

Berdasarkan neraca pangan Kota Bontang Desember 2025, sebagian besar komoditas berada dalam kondisi surplus dan aman, seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, dan daging sapi. Namun, dua komoditas masuk kategori waspada, yakni cabai rawit dan gula pasir, karena keterbatasan stok dan harga yang cenderung tinggi.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa stabilitas harga dapat dijaga berkat berbagai kebijakan intervensi yang telah dilakukan pemerintah daerah. Mulai dari subsidi transportasi, pelaksanaan operasi pasar, hingga pembukaan Warung Tekan Inflasi (Wartekin) dan penjualan sembako murah saat momentum Natal dan Tahun Baru.

“Alhamdulillah inflasi masih terkendali. Memang ada beberapa komoditas seperti cabai rawit yang naik, tapi kita terus lakukan langkah antisipasi melalui early warning system, agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan,” ujarnya.

Ke depan, TPID Bontang akan memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah, optimalisasi cadangan pangan pemerintah, pemantauan harga harian di pasar, serta penguatan komunikasi publik agar masyarakat tetap tenang dan percaya terhadap ketersediaan barang.

Selain itu, strategi jangka menengah dan panjang juga disiapkan, meliputi modernisasi pertanian, penguatan peran BUMD pangan, pembangunan infrastruktur logistik, hingga digitalisasi data harga dan pasokan pangan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kutim Bikin Gerakan Ayah Ambil Rapor, Ini Tujuannya

0
Ilustrasi gerakan ayah ambil rapor. (Ist)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menerbitkan kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.13.1/17677/BUP tertanggal 8 Desember 2025.

Kebijakan itu adalah meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, sebagai upaya menekan angka fatherless atau ketidakhadiran peran ayah dalam keluarga.

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Kutai Timur Nomor B-400.13.1/17677/BUP tertanggal 8 Desember 2025.

Gerakan tersebut diterapkan di seluruh wilayah Kutim dan menyasar satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP. Langkah ini diambil menyusul data nasional yang menunjukkan angka fatherless di Indonesia mencapai 25,8 persen, atau satu dari empat keluarga.

Dalam surat edaran itu ditegaskan bahwa minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari penurunan prestasi akademik, perilaku agresif, hingga meningkatnya risiko anak terjerumus pada perilaku menyimpang.

“Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, termasuk mengambil rapor, merupakan ruang strategis untuk menunjukkan kehadiran, perhatian, dan dukungan terhadap perkembangan anak,” demikian bunyi salah satu poin dalam edaran tersebut.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Kutim mengajak para ayah untuk hadir langsung ke sekolah pada saat penyerahan rapor akhir semester. Kehadiran ayah diharapkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi menjadi pintu masuk komunikasi yang lebih intens antara orang tua, anak, dan pihak sekolah.

Edaran tersebut juga memuat peran lintas sektor. Instansi pemerintah dan swasta diminta memberikan dispensasi atau kelonggaran waktu bagi karyawan yang mengikuti gerakan ini. Pihak sekolah diharapkan aktif mensosialisasikan gerakan serta mengatur jadwal pengambilan rapor yang memungkinkan partisipasi ayah. Sementara itu, aparat pendidikan dan pengawas sekolah ditugaskan memantau dan melaporkan pelaksanaannya di wilayah masing-masing.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor mulai diberlakukan pada periode pengambilan rapor Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung pada Desember 2025.

Selain itu, para ayah juga diajak berpartisipasi dalam ajang apresiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dengan membagikan foto atau video saat mengambil rapor anak di media sosial Instagram. Konten tersebut didorong menggunakan tagar #GATI dan #sekolahbersamaayah, serta menandai akun @kemendukbanga_bkkbn.

Pemerintah daerah menilai, gerakan ini menjadi langkah awal membangun budaya pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu, sekaligus memperkuat sinergi orang tua dan sekolah demi peningkatan kualitas pendidikan dan tumbuh kembang anak di Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polres Tarakan Kembangkan Kasus Sabu 3 Kg, Bidik Pemesan Dari Bontang-Samarinda

0
Kasat Resnarkoba Polres Tarakan AKP Tegar Wida Saputra. (Ade)

TARAKAN – Penyidik Polres Tarakan, kini membidik pihak yang diduga berperan sebagai pemesan sabu di wilayah Bontang dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Penyidikan ini merupakan pengembangan kasus peredaran sabu seberat lebih dari 3 kilogram yang melibatkan kurir berinisial AS (24).

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan AKP Tegar Wida Saputra mengatakan, tim penyidik saat ini tengah mematangkan paket pengembangan kasus ke dua daerah tersebut. Profiling dan pendalaman telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

“Pengembangan ke arah Bontang dan Samarinda masih terus kami lakukan. Dalam waktu dekat, minggu ini atau paling lambat minggu depan, tim akan berangkat,” kata Tegar, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pihak yang berada di Bontang dan Samarinda diduga menjadi pemesan sabu. Sementara tersangka AS yang telah diamankan diketahui hanya berperan sebagai kurir.

“AS ini kurir. Dia dijanjikan upah Rp 60 juta, tapi sampai ditangkap uang itu belum diterima,” jelasnya.

Dari keterangan AS, komunikasi dengan jaringan dilakukan secara terputus. AS mengaku tidak pernah berhubungan langsung dengan pemesan dan hanya berkomunikasi dengan satu orang berinisial SP, yang hingga kini masih buron.

“Dari Tanjung Selor ke Bontang, dia belum dapat arahan detail. Baru setelah tiba di lokasi, dia diminta menghubungi kembali untuk petunjuk lanjutan,” ujar Tegar.

AS juga mengaku baru pertama kali terlibat dan tidak pernah bertemu langsung dengan pihak yang diduga sebagai pemesan, baik di Bontang maupun Samarinda. Identitas dan wajah pemesan sama sekali tidak diketahuinya.

Sementara itu, SP yang diduga berperan mengajak AS dalam pengiriman sabu berhasil melarikan diri saat proses penangkapan. Polisi menduga SP meninggalkan telepon selulernya di sekitar kawasan semak-semak atau kebun di sekitar wilayah TKP, Jalan Cahaya Baru Tarakan.

“Ponsel itu belum ditemukan. Tapi sempat terdeteksi aktif selama dua sampai tiga hari setelah kejadian dan masih berada di sekitar lokasi pelarian. Ini menjadi salah satu hal yang kami dalami karena secara logika sulit jika ponsel ditinggalkan selama 3×24 jam,” ungkap Tegar.

Dalam proses penyidikan, polisi belum menemukan hubungan komunikasi langsung antara AS dan pemesan. Seluruh komunikasi diketahui hanya berlangsung antara AS dan SP.

“Untuk saat ini, kami bergerak berdasarkan alat bukti yang ada. Keterangan tersangka saja belum cukup untuk memenuhi unsur dua alat bukti,” tegasnya.

Perkembangan berkas perkara saat ini masih berada pada tahap penyidikan dan dinilai berjalan lancar. Tahap I telah dilakukan dan berkas telah diserahkan ke Kejaksaan, namun hingga kini belum ada petunjuk tambahan dari jaksa peneliti.

“Tahap II masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan Kejaksaan. Waktunya belum bisa kami pastikan,” pungkas Tegar.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

Sabu 3 Kg Dimusnahkan, Kurir Digaji Rp 60 Juta untuk Kirim dari Tarakan ke Bontang

0
Pemusnahan lebih dari 3 kilogram sabu di Mapolres Tarakan. (Ade)

TARAKAN – Polres Tarakan memusnahkan lebih dari 3 kilogram sabu hasil pengungkapan kasus narkotika jaringan lintas daerah. Pemusnahan dilakukan di Mapolres Tarakan, Selasa (16/12/2025), dipimpin langsung Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik.

Sabu yang dimusnahkan merupakan barang bukti dari tersangka Anwar Syahrir bin Syahrir, yang berperan sebagai kurir. “Pemusnahan ini bagian dari tahapan proses hukum sekaligus mencegah penyalahgunaan barang bukti,” kata AKBP Erwin S. Manik.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa tiga bungkus plastik bening berisi serbuk kristal putih, diduga kuat narkotika jenis sabu. Berdasarkan penetapan Kejaksaan Negeri Tarakan Nomor TAP-6649/0.5.15/Enz.1/12/2025 tertanggal 3 Desember 2025, total berat netto sabu mencapai 3.041,02 gram.

Dari jumlah tersebut, 3 gram disisihkan untuk pemeriksaan laboratorium dan 1,5 gram untuk pembuktian di persidangan. Sisanya, yakni 3.036,52 gram, dimusnahkan dengan cara diblender dan dilarutkan.

Kapolres menjelaskan, kasus ini bermula dari penangkapan seorang kurir bernama Anwar Syahrir (AS) di Jalan Cahaya Baru, RT 4, Tarakan, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 13.30 WITA. AS ditangkap saat membawa tiga bungkus sabu yang disimpan dalam kotak kardus cokelat dilakban.

Dari hasil pemeriksaan, AS mengaku dijanjikan upah Rp 60 juta untuk mengantarkan sabu ke Bontang, Kalimantan Timur. Pria asal Sulawesi yang berdomisili di Bontang itu disebut hanya berperan sebagai kurir yang dikendalikan jaringan besar.

“Barang rencananya dikirim ke Bontang. Jalurnya lewat laut, dari Tarakan menuju Bulungan menggunakan speedboat, lalu dilanjutkan dengan mobil sewaan,” jelas Erwin.

Polisi juga menyita sejumlah barang lain, di antaranya handphone, sepeda motor Honda Scoopy, kotak kardus cokelat, kunci mobil sewaan, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Namun, satu orang rekan AS berinisial SP berhasil melarikan diri saat proses penangkapan, dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami masih memburu SP dan akan menindak tegas seluruh jaringan yang terlibat,” tegas Kapolres.

Erwin menambahkan, jalur laut saat ini menjadi rute dominan peredaran narkotika di wilayah Tarakan dan sekitarnya. Polres Tarakan memastikan pengawasan akan terus diperketat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Tegaskan Pesta Laut Bontang Kuala Tetap Berbasis Tradisi Warga

0
Saparudin, Sekretaris disdikbud. (Syakurah)

BONTANG — Tradisi Pesta Laut di Bontang Kuala, dipastikan akan tetap digelar sesuai pakem budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Pemerintah Kota Bontang menegaskan, tidak akan mengintervensi konsep acara, meski dukungan anggaran dan fasilitas tetap diberikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan peran pemerintah dalam agenda tersebut hanya sebatas pendukung. Seluruh konsep hingga pelaksanaan kegiatan tetap menjadi kewenangan penuh masyarakat Bontang Kuala.

Menurutnya, Pesta Laut merupakan ritual adat yang memiliki nilai kearifan lokal tinggi, sehingga tidak bisa diperlakukan seperti agenda hiburan modern. Pemerintah memilih menghormati tradisi dengan tidak mengubah susunan acara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Ini bukan event yang bisa dikreasikan bebas. Ada nilai adat yang harus dijaga, karena itu pemerintah tidak masuk ke ranah konsep,” jelasnya.

Ia membandingkan Pesta Laut dengan Bontang City Carnival (BCC) yang sepenuhnya digagas oleh pemerintah. Pada event seperti BCC, ruang inovasi lebih terbuka karena tidak terikat dengan tradisi adat tertentu.

Meski demikian, Disdikbud memastikan Pesta Laut tetap memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan pelaku UMKM disebut akan kembali diakomodasi, sebagaimana pada berbagai kegiatan budaya lain yang digelar di Kota Bontang.

“UMKM selalu dilibatkan. Polanya sudah berjalan di setiap event, termasuk kegiatan budaya,” pungkas Saparuddin.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Daya Beli Masyarakat Stabil di Tengah Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melakukan monitoring harga di Pasar Rawa Indah. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, dari hasil monitoring di Pasar Taman Rawa Indah, daya beli masyarakat masih stabil. Walaupun harga bahan pokok mulai naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya tadi sempat tanyakan ke beberapa pedagang, untuk daya beli masyarakat ada penurunan apa tidak, dan ternyata tidak ada. Berarti rata-rata daya beli masyarakat Bontang masih terjaga,” ucapnya, Selasa (16/12/2025).

Walaupun ada beberapa kenaikan dengan sejumlah harga bahan pokok, seperti bawang, daging, ayam, cabai, telur, ataupun sebagainya. Akan tetapi daya beli masyarakat Bontang masih terbilang tinggi.

Diketahui, untuk harga cabai naik hingga Rp 80 ribu per kilonya, begitu pula dengan harga cabai kering yang semula Rp 35 ribu per kilo, kini telah naik menjadi Rp 50 per kilo.

Adapun dengan harga bawang merah untuk berukuran besar, naik menjadi Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu per kilonya, dari harga normal yang biasanya hanya Rp 40 ribu per kilo, sesuai dengan ukuran.

“Alhamdulillah mengingat daya beli masyarakat masih stabil, tadi saya khawatir bila naiknya harga seperti bawang sampai tinggi, penjualan para pedagang menurun. Tetapi ini masih terjaga,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

266 Unit Rumah Subsidi untuk ASN Segera Dibangun di Bontang Lestari

0
Sosialisasi rumah subsidi untuk ASN. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali tawarkan program rumah bersubsidi dari pemerintah pusat, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)

Lokasi yang ditawarkan berada di Jalan Prestasi RT 07, Kelurahan Bontang Lestari. Unit yang disediakan sebanyak 266 rumah tipe 36 dengan luas tanah 7×13 meter.

Pengembang yang akan mengelola lokasi tersebut dari PT Semua Bisa Jago dengan sasaran utama ialah ASN, baik PNS, PPPK, maupun PPPK paruh waktu. Direktur PT Semua Bisa Jago, Muhammad Aswar menjelaskan tahap awal ini memang diperuntukkan untuk ASN terlebih dahulu.

“Lokasinya dekat dengan lapas, berdekatan dengan pusat pemerintahan dan potensi berkembang menjadi kawasan baru,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan total lahan yang dibebaskan mencapai 7,5 hektare. Pengembangan perumahan ini sejalan dengan visi menjadikan Bontang Lestari sebagai kawasan baru dan pusat pertumbuhan ekonomi ke depan. Berbagai fasilitas penunjang seperti perpustakaan, minimarket, pujasera, serta ruang kegiatan otonomi daerah.

“ASN berpenghasilan rendah menjadi salah satu tujuan kita, agar mereka memiliki hunian tetap,” tambahnya.

Harga rumah yang ditawarkan sebesar Rp182 juta. Skema cicilan yang ditawarkan mulai dari Rp 1 juta per bulan hingga tenor 20 tahun. Pengembang menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada Januari 2026, dengan estimasi waktu penyelesaian seluruh kawasan sekitar satu setengah tahun.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sepaso Direndam Banjir, Polsek Bengalon dan Tim Gabungan Gelar Patroli Kemanusiaan

0
Tim Gabungan turun langsung melakukan patroli kemanusiaan di Desa Sepaso, Bengalon. (Ist)

SANGATTA — Polsek Bengalon bersama tim gabungan dari TNI, BPBD Kutai Timur (Kutim), dan Satpol PP menggelar patroli kemanusiaan di Desa Sepaso dan Desa Sepaso Selatan, Selasa (16/12/2025). Hal ini lantaran Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Bengalon.

Patroli dilakukan sebagai respons cepat lintas sektor guna memantau kondisi banjir sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi antara 5 sentimeter hingga mencapai 48 sentimeter di sejumlah titik permukiman warga.

Selain melakukan pemantauan, petugas gabungan juga melakukan pendataan terhadap warga terdampak banjir serta memberikan imbauan kamtibmas dan keselamatan. Warga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya, terutama risiko arus listrik dari instalasi yang terendam air serta ancaman binatang buas yang kerap muncul saat banjir.

Sebagai langkah antisipasi jika terjadi kenaikan debit air, tim gabungan menyiagakan tiga unit perahu di beberapa titik strategis yang disiapkan untuk keperluan evakuasi warga maupun penyaluran bantuan darurat.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa patroli kemanusiaan tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi dan melayani masyarakat di tengah situasi bencana.

“Kami bersama unsur terkait hadir untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman dan memberikan rasa tenang kepada warga yang terdampak banjir. Sinergi lintas instansi sangat penting agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, memantau perkembangan ketinggian air, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepatnya,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Perkuat Digitalisasi Kepabeanan, Menkeu Purbaya Kucurkan Rp45 Miliar untuk Sistem IT Bea Cukai

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri peresmian alat pemindai peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Pemerintah mempercepat transformasi digital di sektor kepabeanan dengan mengalokasikan investasi sekitar Rp45 miliar untuk pengembangan sistem teknologi informasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan pelayanan, sekaligus menjaga daya saing ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penguatan sistem IT diperlukan agar layanan kepabeanan semakin terintegrasi dan canggih di seluruh Indonesia. Investasi tersebut menjadi fondasi penting bagi modernisasi pengawasan arus barang dan optimalisasi penerimaan negara.

“Untuk pengembangan lebih dalam lagi, supaya lebih canggih di seluruh Indonesia, kita perkirakan perlu investasi sekitar Rp45 miliar untuk mengembangkan sistem IT-nya,” ujar Purbaya saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (12/12/2025).

Ia juga memaparkan hasil uji coba penggunaan alat pemindai peti kemas terhadap 145 Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Dari pemeriksaan tersebut, negara memperoleh tambahan penerimaan sebesar Rp1,2 miliar.

“Ketika kita cek lagi di lapangan, kita dapat Rp1,2 miliar tambahan. Lumayan, meski saya pikir masih terlalu kecil,” ungkapnya.

Menurut Purbaya, capaian awal itu menjadi indikator positif bahwa pemanfaatan teknologi pemindai dan penguatan sistem digital berpotensi memberikan hasil yang jauh lebih besar jika diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Penguatan IT Bea Cukai dilakukan seiring peluncuran alat pemindai kontainer berbasis X-Ray yang dilengkapi radiation portal monitor, serta pengembangan inovasi digital seperti SSR-Mobile dan Trade AI. Teknologi ini dinilai strategis untuk meningkatkan transparansi, keamanan arus barang, dan efisiensi layanan kepabeanan.

Pemindai kontainer memungkinkan deteksi cepat bahan nuklir dan zat radioaktif tanpa perlu membuka fisik peti kemas. Selain meningkatkan aspek keamanan nasional, teknologi ini juga mempercepat proses layanan dan menekan potensi pelanggaran impor-ekspor.

“Transformasi digital di kepabeanan bukan pilihan, ini keharusan. Kita harus menjaga kepercayaan publik dan daya saing ekonomi,” tegas Purbaya.

Selain itu, Bea Cukai mengembangkan Self Service Report Mobile (SSR-Mobile) berbasis CEISA 4.0 yang memungkinkan pelaporan mandiri dengan fitur geotagging dan pencatatan aktivitas secara real time. Sistem kecerdasan buatan di dalamnya secara otomatis menganalisis risiko kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang.

Tak kalah penting, Trade AI dikembangkan untuk mendeteksi potensi under-invoicing, over-invoicing, hingga pencucian uang berbasis perdagangan. Sistem ini dilengkapi analisis nilai pabean, klasifikasi barang, dan verifikasi dokumen yang terintegrasi dengan CEISA 4.0.

Dengan rangkaian penguatan teknologi tersebut, pemerintah optimistis sistem kepabeanan nasional akan semakin akuntabel, efisien, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika perdagangan global. (fjr)

Editor: Agus S.

Pupuk Kaltim Raih Peringkat Utama Perusahaan Layak Anak 2025

0

KOMITMEN terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh proses bisnis, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih Peringkat Utama Anugerah Perusahaan Layak Anak (PLA) 2025, dari Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

Penghargaan ini mengukuhkan Pupuk Kaltim sebagai perusahaan pertama di Kota Bontang, yang meraih peringkat utama dari seluruh industri yang beroperasi. Hal ini melihat kiprah Pupuk Kaltim, yang dinilai memiliki kepedulian kuat terhadap tumbuh kembang anak, melalui berbagai inisiatif dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Utamanya pada SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 terkait pendidikan berkualitas, SDG 5 mengenai kesetaraan gender, SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 10 tentang pengurangan ketimpangan.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi dan integrasi kebijakan yang terus diperkuat Pupuk Kaltim, dalam menciptakan lingkungan ramah anak, baik bagi karyawan maupun masyarakat,” ungkap Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim, Lendl Wibisana, usai menerima penghargaan di Jakarta belum lama ini.

Dijelaskan Lendl, ragam inisiatif Pupuk Kaltim difokuskan pada perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, memperkuat perlindungan anak, hingga menciptakan lingkungan sosial yang aman bagi anak. Seperti di bidang pendidikan, melalui beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan (PKTPP) untuk membuka kesempatan lebih luas bagi anak dari berbagai latar belakang, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Beasiswa juga diberikan bagi anak karyawan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan internal. Disamping peningkatan sarana prasarana pendidikan di Kota Bontang melalui fasilitas belajar, perbaikan infrastruktur sekolah, hingga penyediaan fasilitas pendukung lainnya.

Selanjutnya program vokasi industri, sebagai bagian dari strategi perusahaan menyiapkan generasi muda yang kompetitif, guna menghadapi kebutuhan tenaga kerja. Melalui pelatihan yang dirancang bersama lembaga pendidikan dan mitra industri, Pupuk Kaltim menghadirkan pembekalan keterampilan teknis, etika hingga pemahaman keselamatan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga generasi muda memiliki keunggulan kompetitif saat memasuki dunia kerja.

“Pupuk Kaltim juga melaksanakan program pelatihan kreativitas dan life skills yang diarahkan untuk membangun karakter serta kemampuan sosial di tengah dinamika sosial dan teknologi yang terus berubah,” terang Lendl.

Dari sisi edukasi, Pupuk Kaltim turut menyasar penyuluhan mengenai perlindungan anak, pencegahan kekerasan, hingga risiko pernikahan dini. Agenda ini menggandeng pemerintah dan lembaga masyarakat, guna memastikan generasi muda memiliki pemahaman memadai terhadap kesehatan diri dan tanggung jawab sosial.

Pada aspek kesehatan, Pupuk Kaltim menjalankan program pencegahan stunting, menyasar masyarakat rentan di kawasan Bontang dan sekitarnya. Lalu di lingkungan perusahaan, Pupuk Kaltim menyediakan fasilitas ramah anak yang mendukung kesejahteraan karyawan dan keluarga, ruang laktasi di berbagai area kerja hingga kebijakan cuti dan jaminan kesehatan dengan pertimbangan kebutuhan keluarga.

Pupuk Kaltim juga menerapkan standar tinggi dalam pengelolaan operasional yang berorientasi pada keberlanjutan. Edukasi lingkungan kepada anak sekolah, kampanye pengurangan sampah plastik, program penghijauan, serta kegiatan pelestarian ekosistem menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang peduli lingkungan sejak dini.

“Penghargaan ini menjadi dorongan Pupuk Kaltim untuk terus memperkuat komitmen terhadap perlindungan anak. Terlebih kebutuhan anak terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, sehingga perusahaan harus selalu adaptif dan responsif dalam memastikan setiap program tepat sasaran,” tambah Lendl.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Eddy Forestwanto, menyampaikan apresiasi atas penghargaan PLA 2025 yang diraih Pupuk Kaltim. Dikatakannya, Pupuk Kaltim sejauh ini menunjukkan keberpihakan yang signifikan terhadap isu perlindungan anak, peningkatan kualitas keluarga, hingga pemberdayaan perempuan pada berbagai program di Kota Bontang.

“Setiap program Pupuk Kaltim selalu diselaraskan dengan upaya Pemkot Bontang secara inovatif, terukur dan berkelanjutan dengan sasaran yang jelas. Hal itu tidak hanya memberi manfaat langsung, tapi juga memperkuat ekosistem pembangunan sosial secara menyeluruh,” ungkap Eddy.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, yang hadir pada penganugerahan tersebut mengatakan, dunia usaha memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung terpenuhinya hak-hak anak. Mengigat perusahaan tidak hanya berperan sebagai penyedia lapangan kerja, tetapi juga garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

Dukungan ini dinilai penting, agar pekerja dapat menyeimbangkan peran profesional dan tanggung jawab keluarga tanpa mengorbankan hak anak. Untuk itu, penghargaan PLA diharap makin memotivasi seluruh perusahaan di Indonesia dalam menciptakan ekosistem ramah anak, serta mendukung kesejahteraan keluarga pekerja.

“Kami harap ada komitmen kuat dari para pimpinan perusahaan, baik melalui dukungan kebijakan maupun program terpadu yang fokus pada pemenuhan hak serta perlindungan khusus anak. Sebab dunia usaha yang peduli hak anak, akan memberi dampak positif jangka panjang bagi pertumbuhan perusahaan maupun masyarakat,” tutur Arifah Fauzi.(adv)