Beranda blog Halaman 485

Wali Kota: Kehadiran Pabrik Soda Ash Perkuat Struktur Ekonomi Daerah dan Buka Peluang Kerja

0
Wali Kota Neni saat hadiri ground breaking Pabrik Soda Ash PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di kawasan industri PKT. (ist)

BONTANG – Wali Kota Neni Moerniaeni mendukung penuh proyek pembangunan Pabrik Soda Ash. Hal itu diungkapkan Neni saat menghadiri ground breaking Pabrik Soda Ash PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di kawasan industri PKT, Jumat (31/10/2025).

“Pemerintah Kota Bontang mendukung penuh kehadiran pabrik Soda Ash ini. Langkah ini sejalan dengan visi kami menjadikan Bontang sebagai Kota Industri, Gas, dan Kondensat yang berdaya saing serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan proyek tersebut akan memperkuat struktur ekonomi daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Bontang tanpa migas saat ini mencapai 9,8 persen. Angka itu tak lepas dari kontribusi industri seperti PKT, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun pelaksanaan program CSR,” tambah Neni.

Selain memperkuat ekonomi lokal, proyek Soda Ash juga diharapkan mengurangi ketergantungan impor hingga 1 juta ton per tahun, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan daya saing industri nasional.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemasangan ACP Capai 85 Persen, RSUD Gelontorkan Anggaran Rp 5 Miliar Percantik Gedung

0
Pemasangan ACP di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proyek pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) yang berlangsung pada sisi gedung RSUD Taman Husada Bontang, saat ini telah mencapai 85 persen. Proyek ini menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk mempercantik badan gedung.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kusumawardani mengatakan, dalam proyek pemasangan ACP di sisi gedung bagian luar, merupakan lanjutan pengerjaan dari tahun sebelumnya, yang belum terselesaikan.

Sehingga di 2025 ini, pihaknya melanjutkan kembali proyek tersebut dan berupaya akan menyelesaikan pekerjaan ini tepat sebelum tahun baru. Penyelesaian telah ditargetkan tepat sebelum akhir November 2025 mendatang.

“Karena kemarin ada keterbatasan dengan anggaran, maka pengerjaan pemasangan ACP kami lanjutkan di tahun ini, dengan target selesai sebelum akhir November,” ucapnya, Kamis (30/10/2025) kemarin.

Selain itu, pihaknya juga telah memastikan bahwa untuk seluruh proses pekerjaan pemasangan pada ACP, sudah mengacu standar keamanan dan mutu bangunan fasilitas kesehatan. Serta kualitas pemasangan juga telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah disetujui.

“Tampilan bangunan yang baik juga menjadi bagian dari peningkatan pelayanan publik bagi kami sendiri, sebab pastinya kami ingin memiliki sisi gedung yang terlihat rapi serta cantik,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Fungsi Utama Ruangan Hemodialisa

0
Ruangan hemodialisa yang berada di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ruang hemodialisa adalah fasilitas medis yang dirancang untuk melakukan terapi cuci darah bagi pasien yang mengalami gagal ginjal.

Ruangan ini terdapat fasilitas yang berisi peralatan khusus seperti mesin dialisis, serta memiliki standar kebersihan, keamanan, dan kenyamanan yang sangat tinggi.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr. Tri Ratna Paramita mengatakan, fungsi utama dari ruangan hemodialisa adalah sebagai tempat menyaring darah, atau tempat pasien menjalani proses terapi hemodialisis.

“Ruangan ini juga sebagai ruang pemantau pasien, dengan menyediakan lingkungan untuk pemantauan secara ketat terhadap kondisi pasien, selama menjalani terapi berlangsung,” ucapnya, Jumat (31/10/2025).

Selain itu, ruang hemodialisa seringkali juga dilengkapi dengan area penunjang seperti ruang tunggu, ruang pemeriksaan dokter, ruang perawat, dan ruang isolasi khusus untuk pasien dengan penyakit menular.

“Lebih pastinya untuk bed setiap pasien harus memiliki jarak, satu dengan yang lain. Tenaga medis yang tersedia harus tercukupi, dengan dokter atau perawat yang telah bersertifikat, serta paling penting air baku yang kita gunakan untuk pasien,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dikunjungi Pernefri, RSUD Bontang Pastikan Pelayanan Dialisis Berstandar Nasional

0
Pernefri saat melangsungkan kegiatan visitasi di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) menggelar kegiatan visitasi di RSUD Taman Husada Bontang, terkait dengan pelayanan dialisis yang dimana pelayanan tersebut harus sesuai dengan standar nasional.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr. Tri Ratna Paramita, menyampaikan bahwa kegiatan visitasi rutin pihaknya selenggarakan, sebagai bentuk komitmen pelayanan dalam menjaga mutu serta kesembuhan bagi para pasien.

“Pastinya pelayanan dialisis di RSUD ini berjalan dengan standar nasional, pihak Pernefri juga secara rutin melakukan visitasi dalam setahun sekali,” ucapnya, Kamis (30/10/2025).

Selain dari sisi pelayanannya, untuk dokter atau tenaga medis yang berjaga dan tersedia di bagian sisi ruangan hemodialisa RSUD Taman Husada adalah pegawai yang berpengalaman dan juga bersertifikat.

“Jadi alhamdulillah pegawai di sini telah bersertifikat dan izin layanan kami masih aktif untuk saat ini. Kami upayakan agar semuanya sesuai dengan standar,” tambahnya.

Terlebih lagi, bagi pasien yang menjalani masa perawatan di RSUD Taman Husada Bontang dipastikan akan mendapatkan pelayanan yang terbaik, dan juga sesuai dengan standar nasional yang telah diberlakukan. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pelatih dan Wasit Voli Ikuti Sertifikasi dan Kursus Dasar

0
Pelatihan dan kursus dasar sertifikasi pelatih serta wasit cabang olahraga voli tahun 2025, di Aula Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bekerja sama dengan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bontang), menggelar Pelatihan dan Kursus Dasar Sertifikasi Pelatih serta Wasit Cabang Olahraga Voli Tahun 2025, di Aula Polres Bontang, Jumat (31/10/2025).

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan apresiasi dari Pemkot Bontang atas sinergi Dispopar dan PBVSI dalam mencetak SDM olahraga yang unggul dan berdaya saing.
“Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bontang untuk mewujudkan transformasi sosial menuju SDM yang berkompeten, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelatih dan wasit adalah dua pilar penting dalam ekosistem olahraga, karena keduanya menjadi penjaga kualitas kompetisi sekaligus teladan sportivitas.
“Olahraga bukan sekadar tentang medali, tetapi tentang pembentukan karakter, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” tambahnya.

Lukman juga menyoroti besarnya potensi atlet muda di Bontang yang membutuhkan pembinaan berkelanjutan. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik melalui program peningkatan kapasitas SDM, maupun pengembangan fasilitas olahraga yang inklusif.

“Kita ingin Bontang dikenal bukan hanya sebagai kota industri dan jasa, tetapi juga sebagai kota yang melahirkan atlet berprestasi dan insan olahraga yang berintegritas,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, para calon pelatih diharapkan mampu menyusun program latihan yang efektif dan terstruktur, sementara para calon wasit diharapkan dapat memahami teknik dasar perwasitan dengan profesional dan menjunjung tinggi integritas.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

KIKA Tolak Keras Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Pengkhianatan terhadap Reformasi

0

SAMARINDA — Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Nama Soeharto disebut masuk dalam 40 tokoh yang diusulkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan (GTK).

Presidium KIKA, Herdiansyah Hamzah atau yang akrab disapa Castro, menilai wacana ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap semangat reformasi 1998 — gerakan rakyat yang justru menggulingkan kekuasaan otoriter Soeharto.

“Menjadikan Soeharto sebagai pahlawan berarti menodai perjuangan reformasi dan melukai kembali korban pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa Orde Baru. Ini bukan sekadar kelalaian moral, tapi bentuk pengkhianatan terhadap sejarah bangsa,” tegas Castro dalam pernyataan tertulis, Sabtu (1/11).

Ia mengingatkan bahwa pada masa kepemimpinan Soeharto (1966–1998), Indonesia mengalami berbagai pelanggaran HAM dan praktik korupsi yang terstruktur. Mulai dari peristiwa 1965–1966, penembakan misterius (Petrus), tragedi Tanjung Priok, Talangsari, operasi militer di Aceh (DOM), penghilangan aktivis 1997–1998, hingga tragedi Trisakti dan Semanggi.

“Rezim Orde Baru membungkam kebebasan berpikir, mengontrol media, dan menanamkan budaya KKN yang mengakar. Bahkan Transparency International tahun 2004 menobatkan Soeharto sebagai pemimpin paling korup di dunia, dengan dugaan penggelapan dana publik mencapai US$15–35 miliar,” jelas Castro.

KIKA juga menyoroti kontradiksi moral dalam daftar usulan pahlawan nasional tersebut. Di satu sisi, nama Marsinah — buruh perempuan korban kekerasan negara era Orde Baru — juga diusulkan. “Menjadikan Soeharto pahlawan, sementara Marsinah adalah korban dari sistem represif yang ia bangun, adalah ironi sejarah dan penghinaan terhadap perjuangan kemanusiaan,” ujarnya.

Castro menambahkan, pada tahun 2023 Presiden Joko Widodo secara resmi mengakui 12 pelanggaran HAM berat masa lalu, sebagian besar terjadi di masa Soeharto. “Fakta ini tidak bisa dihapus dengan gelar kehormatan. Soeharto bukan simbol kepahlawanan, tetapi simbol kekerasan negara,” tegasnya.

KIKA menilai pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto hanya akan menjadi “tanda kematian simbolik reformasi” dan mencerminkan kemunduran demokrasi Indonesia saat ini.

Melalui rilisnya, KIKA menyampaikan empat sikap tegas:

  1. Menolak secara mutlak wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
  2. Menuntut negara menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu dan memberi keadilan kepada korban.
  3. Menegaskan pentingnya pendidikan sejarah yang jujur dan kritis agar tidak terjadi glorifikasi terhadap pelaku pelanggaran HAM.
  4. Mengajak civitas akademika dan masyarakat sipil mempertahankan semangat reformasi serta menolak normalisasi kekuasaan otoriter.

“Bangsa yang melupakan luka sejarahnya akan kehilangan arah moral. Menjadikan Soeharto pahlawan berarti menghapus jejak kejahatan negara dan melecehkan ingatan para korban,” tutup Castro.

KIKA memastikan akan terus berdiri bersama korban, keluarga korban, dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan keadilan dan kebebasan akademik. (MK)

Editor: Agus S.

Selain Sekda, Kadishub Bahauddin Juga Purna Tugas Akhir Oktober Ini

0
Acara perpisahan dan melepas masa purna tugas Kadishub Bahauddin di Kantor Dishub Bontang. (ist)

BONTANG – Tak hanya Sekda Bontang, Aji Erlynawati yang purna tugas akhir Oktober ini. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, Bahauddin pun sama.

Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang menggelar acara perpisahan dan melepas masa purna tugas Kepala Dinas mereka, Kamis (30/10/2025).

Kehadiran Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Wakil Wali Kota, Agus Haris, dan Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati, menjadi wujud apresiasi tertinggi dari pimpinan kota atas pengabdian Bahauddin.

Wali Kota Neni menyampaikan terima kasih atas dedikasi Bahauddin, yang dinilainya telah “bekerja dengan hati” dan penuh tanggung jawab, tidak hanya di Dishub tetapi juga di berbagai OPD sebelumnya.

Ia menyoroti peran penting Bahauddin dalam mendukung ketertiban lalu lintas dan program ramah lingkungan melalui pengendalian emisi kendaraan.

Lebih dari sekadar apresiasi kinerja, Wali Kota Neni menitipkan pesan filosofis yang mendalam bagi seluruh ASN yang hadir. Ia mengingatkan bahwa jabatan hanyalah amanah sementara yang datang dan pergi.

“Setiap jabatan itu adalah ujian. Bekerjalah dengan niat yang benar karena jabatan datang dan pergi, tetapi amal dan tanggung jawab akan selalu kita bawa,” pesan Wali Kota Neni.
Ia juga mengingatkan agar para abdi negara tidak terjebak dalam post-power syndrome setelah pensiun, karena yang terpenting bukanlah jabatan, melainkan jejak kebaikan yang ditinggalkan.

Bahauddin, yang tampak haru, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan mengabdi di Kota Bontang. Ia menegaskan bahwa akhir masa tugasnya bukan berarti akhir dari segalanya.
“Tugas boleh selesai, tapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti,” ucapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Resmi Purna Tugas, Pemkot Gelar Malam Lepas Kenang untuk Aji Erlynawati

0
Wali Kota bersama Ketua Komisi I DPD RI menyerahkan tanda tali kasih kepada Aji Erlynawati. (ist)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menggelar acara Malam Lepas Kenang Purna Tugas bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlynawati, yang resmi pensiun 31 Oktober ini setelah mengabdi selama 24 tahun di jajaran Pemkot Bontang.

Dalam kesempatan tersebut, Aji Erlynawati — atau yang akrab disapa Bu Iin — menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh jajaran pemerintah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang kariernya.
“Saya berpesan kepada seluruh ASN agar terus meningkatkan kompetensi dan koordinasi, bekerja dengan ikhlas, serta berpikiran positif. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang luar biasa selama ini,” tutur Bu Iin dalam sambutannya.

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar terus menjaga profesionalisme, sikap, dan etika dalam bekerja. Dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi, Bu Iin telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk pembangunan dan kemajuan Kota Bontang.

Salah satu ASN di lingkup Sekretariat Daerah Bontang menyampaikan kesan mendalam terhadap sosoknya.
“Bu Iin bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga panutan. Selama lebih dari dua puluh tahun, beliau menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang luar biasa,” ungkapnya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni turut hadir memberikan sambutan penuh kehangatan dan rasa bangga. Ia mengenang perjalanan panjang kebersamaan mereka dalam menata dan membangun Bontang.

“Selama hampir dua periode saya memimpin, Bu Iin selalu menjadi mitra kerja yang tangguh, teliti, dan penuh komitmen. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya untuk kota tercinta ini,” ujar Wali Kota dengan nada haru.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali: Kualitas Produk dan Tampilan Menarik Kunci Produk Lokal Bersaing di Pasar Modern

0
Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP (paling kiri) mendampingin Wawali Agus Haris di seminar UMKM Indomaret. (ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menekankan pentingnya pengembangan produk unggulan lokal yang memiliki ciri khas daerah, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Hal itu diungkapkannya saat meresmikan Seminar UMKM bertema “Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui Kemitraan Bersama Indomaret” yang digelar di Ballroom Hotel Tiara Surya, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang. Diikuti oleh 75 pengusaha UMKM di bawah binaan DKUMPP Bontang.
“Dengan dukungan Indomaret, insyaallah kita dapat mendorong pemasaran produk lokal di gerai-gerai modern, sehingga mampu meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar,” ujar Agus Haris.

Ia menambahkan, langkah tersebut perlu diiringi dengan peningkatan kualitas, kemasan, dan branding produk sesuai regulasi yang berlaku. Menurutnya, kualitas produk dan tampilan yang menarik menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar modern.

Lebih lanjut, Wawali berharap kegiatan seminar ini dapat menjadi ruang berbagi gagasan dan strategi baru dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM.
“Kita perlu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki manajemen usaha, serta memperluas jejaring kemitraan agar produk-produk lokal Bontang mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Perkuat Tata Kelola Data, DPMPTSP Gelar Workshop Metadata Statistik Sektoral

0
Jabatan Fungsional (JF) Pranata Komputer Bidang Perizinan DPMPTSP, Miftah Farid. (Istimewa)

BONTANG – Dalam upaya memperkuat tata kelola data dan mendukung implementasi program Satu Data Indonesia (SDI), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Metadata Statistik Sektoral yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang di Hotel Bintang Sintuk, Rabu (29/10/2025) lalu.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi DPMPTSP, untuk memperdalam pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan teknis dalam pengelolaan data sektoral yang akurat dan terintegrasi.

Jabatan Fungsional (JF) Pranata Komputer Bidang Perizinan DPMPTSP, Miftah Farid, menyebutkan bahwa penguatan kualitas data menjadi langkah penting dalam mendukung transparansi pelayanan publik.

“Selama ini kami mengelola data Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang nantinya akan diserahkan kepada Walidata di Diskominfo. Melalui workshop ini, kami belajar memastikan seluruh metadata tersusun dengan benar sesuai standar SDI,” jelasnya

Menurutnya, data SKM memuat sejumlah indikator pelayanan publik seperti kejelasan prosedur, waktu layanan, biaya, produk pelayanan, hingga sikap petugas dan penanganan pengaduan masyarakat. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan data terkait investasi dan pelaku usaha di Kota Bontang sebagai bagian dari pembaruan data ekonomi tahunan.

“Semua data itu akan menjadi bahan evaluasi dan referensi untuk perbaikan layanan di DPMPTSP. Kami ingin memastikan bahwa setiap informasi dapat diakses secara terbuka dan mutakhir,” tambahnya.

Ia menuturkan, hasil pengelolaan data serta SKM akan dipublikasikan secara rutin melalui laman resmi dan kanal media sosial DPMPTSP, agar masyarakat dapat memantau perkembangan pelayanan secara transparan.

“Partisipasi dalam workshop ini menjadi bentuk komitmen kami untuk terus beradaptasi dan memperkuat tata kelola data yang profesional di lingkungan DPMPTSP,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam