Beranda blog Halaman 489

SMAN 3 Jadi Satu-satunya Peraih Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025

0
SMAN 3 saat menerima penghargaan di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (Ist)

BONTANG – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh SMAN 3 Bontang pada tahun 2025. Dari total 721 sekolah di 31 provinsi, SMAN 3 Bontang menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas dari Kota Bontang yang berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada 11 Desember 2025 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Capaian ini menjadi momentum percepatan pendidikan lingkungan, mengingat kurang dari satu persen sekolah memenuhi standar Adiwiyata.

Dr. Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup merupakan fondasi penting dalam menjawab tantangan krisis iklim global. Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan, terutama di tengah meningkatnya ancaman bencana ekologis di berbagai daerah.

Penghargaan Adiwiyata Nasional diberikan kepada sekolah yang mencapai nilai minimal 80 persen dan telah meraih penghargaan tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Ketentuan ini menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya menilai capaian internal, tetapi juga dampak pembinaan kepada sekolah lain.

Lonjakan penerima penghargaan juga menunjukkan antusiasme daerah. Pada tahun 2025, terdapat 372 calon Adiwiyata Mandiri dan 974 calon Adiwiyata Nasional yang diajukan dari 31 provinsi. Hasilnya, jumlah penerima Adiwiyata Nasional meningkat 40,82 persen dan Adiwiyata Mandiri naik 24,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan komitmen yang terus tumbuh dari berbagai wilayah.

Gerakan ini semakin menguat karena seluruh penerima penghargaan, salah satunya SMAN 3 Bontang, merupakan sekolah yang telah menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Program ini membangun pembiasaan hidup ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas sekolah, mulai dari pengurangan sampah, konservasi air, penyediaan ruang hijau, hingga integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari.

Harwanti, Kepala SMAN 3 Bontang, menjelaskan bahwa program Adiwiyata di SMAN 3 Bontang telah mengimplementasikan lima aspek utama Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH), meliputi kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air. Program ini menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini di lingkungan SMAN 3 Bontang.

Lebih lanjut, Harwanti menegaskan bahwa momentum ini akan menjadi motivasi dan pendorong langkah selanjutnya untuk mencapai Adiwiyata Mandiri. Ia juga menyampaikan apresiasi bahwa keberhasilan meraih Adiwiyata Nasional merupakan hasil kerja nyata dan konsistensi seluruh warga sekolah, yang meliputi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar, serta dukungan instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan perusahaan yang konsisten mendukung program lingkungan, antara lain PT Kaltim Parna Industri dan PT Pupuk Kaltim. Dukungan tersebut mengantarkan SMAN 3 Bontang menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Bontang yang lolos Adiwiyata Nasional pada tahun 2025.

Kontributor: Sriningsih Hutomo
Editor: Yusva Alam

Jalur Wisata Waduk Samboja Lumpuh, Jalan Sungai Seluang Amblas Dua Titik

0
Kondisi jalan yang putus di Sungai Seluang (Istimewa)

TENGGARONG – Akses menuju kawasan wisata Waduk Samboja melalui Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, terputus total setelah badan jalan amblas sepanjang kurang lebih 50 meter. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (14/12/2025) sore sekitar pukul 17.00 Wita dan langsung memutus jalur penghubung ke Desa Bukit Raya.

Ruas jalan yang amblas tersebut selama ini menjadi salah satu jalur alternatif menuju Waduk Samboja. Kondisi kerusakan cukup parah, dengan badan jalan runtuh di dua titik yang berada pada satu ruas yang sama, sehingga tidak memungkinkan lagi dilalui kendaraan.

Camat Samboja, Damaik, menegaskan bahwa jalan yang amblas bukan merupakan jalan poros utama. Ia memastikan akses masyarakat dan wisatawan menuju waduk maupun ke desa-desa sekitar masih dapat dialihkan melalui jalur lain.

“Jalan ini bukan jalan poros utama. Masih banyak jalur alternatif lain menuju waduk maupun ke desa. Jadi akses masih bisa dialihkan,” tegas Damaik.

Ia menjelaskan, sebelum amblas total, kondisi jalan sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Retakan pada badan jalan terus melebar akibat pergerakan tanah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelumnya sudah mulai retak-retak. Karena itu kami sudah mengimbau masyarakat agar tidak lagi melintas di jalan tersebut,” ujarnya.

Namun, kondisi tanah yang labil akhirnya membuat badan jalan tidak mampu bertahan. Amblasnya jalan terjadi sepanjang sekitar 50 meter, dengan dua titik kerusakan yang berdekatan.

“Putusnya sekitar 50 meter dan ada dua titik di jalan yang sama. Alhamdulillah tidak ada rumah warga yang terdampak,” jelasnya.

Sebagai langkah pengamanan awal, pemerintah kecamatan bersama pihak kelurahan langsung menutup total akses jalan tersebut untuk mencegah risiko kecelakaan.

“Untuk sementara kami tutup semua. Sejak malam tadi saya bersama Pak Lurah sudah mengingatkan warga agar tidak menggunakan jalan itu,” kata Damaik.

Pihak kecamatan juga telah melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk penanganan lanjutan, mengingat kerusakan yang terjadi tergolong berat.

“Karena sudah putus total, kami akan komunikasi dengan dinas terkait, khususnya dari PU, supaya secepatnya dilakukan penanganan,” tandasnya. (ady)

Editor: Agus S

MB PKT Road to TWMC 2025 (1): Tempuh 24 Jam Lebih Perjalanan Melelahkan, Sambutan Garuda Indonesia Bikin Makin Bersemangat

0

SISAKET, THAILAND – Perjalanan panjang nan melelahkan harus dilalui seluruh personel, pelatih, dan official Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT), dalam rangka mengharumkan nama Bontang dan Indonesia khususnya di kancah internasional pada Event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025. Sekira 24 jam lebih waktu yang harus ditempuh menuju lokasi acara.

MB PKT mengawali perjalanan dari Bontang, Minggu (14/12/2025) pagi sekira pukul 07.00 Wita. Seluruh tim dan official menempuh jalan darat menuju Bandara APT Pranoto, Samarinda. Kemudian dari Samarinda terbang ke Jakarta, Jakarta menuju Bangkok, Thailand melalui jalur udara menggunakan Garuda Indonesia.

Pihak MB PKT tidak mencarter pesawat, tapi 135 personel dan official yang dibawa cukup dalam satu pesawat. Sehingga tidak harus berpisah di perjalanan.

Diakui Ketua Umum MB PKT, Dwi Agung Wibowo, pihaknya merasa bangga, karena Garuda Indonesia mengetahui bahwa MB PKT menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang akan mengikuti TWMC 2025. Apresiasi pun diberikan Garuda Indonesia kepada seluruh personel.

“Kami disambut luar biasa di bandara dan pesawat. Seperti bentangan spanduk ucapan selamat berjuang, lalu lembaran kain bergambar logo MB PKT di setiap kursi penumpang, juga announce di dalam pesawat. Bikin kami semakin bersemangat bertanding,” ujar Agung Wibowo melalui pesan whatsapp.

MB PKT Road to TWMC 2025 (1): Tempuh 24 Jam Lebih Perjalanan Melelahkan, Sambutan Garuda Indonesia Bikin Makin Bersemangat
Sambutan dari Garuda Airlines untuk MB PKT di dalam pesawat. (tangkapan layar IG MB PKT)

MB PKT tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand sekira pukul 20.00 Wita, Minggu. Untuk menuju lokasi event di Kota Sisaket, personel harus menempuh kembali perjalanan darat sejauh kurang lebih 7 jam lamanya. Hingga tiba tiba di Kota Sisaket, Thailand sekira pukul 09.00 pagi, Senin (15/12/2025.

“Di Bandara Suvarnabhumi kami tidak bisa langsung menuju Sisaket, karena proses pemeriksaan bagasi, loading barang ke truk, pemeriksaan imigrasi, dan lain sebagainya membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam,” bebernya.

Dijelaskan Agung, perjalanan panjang ini harus ditempuh seluruh tim dengan bergotong royong, lantaran tak hanya membawa kebutuhan pribadi, namun juga peralatan dan perlengkapan Marching Band yang cukup banyak jumlahnya.

“Kami harus saling bahu membahu menggotong perlengkapan itu semua,” ungkapnya.

Tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok Thailand seluruh personel gotong royong loading barang. (tangkapan layar IG MB PKT)

Setibanya di Sisaket, seluruh personel beristirahat karena keesokan paginya harus berlatih kembali mematangkan persiapan jelang pertandingan.

“Kami dapat waktu berlatih dari pagi sampai sore. Sehingga kami manfaatkan betul-betul waktu yang diberikan panitia untuk mematangkan persiapan hingga pertandingan dimulai,” pungkasnya.

Diketahui, MB PKT akan mengikuti event Thailand World Music Championships (TWMC) 2025, di Sisaket, Thailand pertengahan Desember mendatang. Keikutsertaan ini menjadikan MB PKT satu-satunya perwakilan dari Indonesia.

MB PKT memberangkatkan sebanyak 135 personel secara keseluruhan, yang terdiri dari pemain, pelatih, serta official. Akan berlaga di ajang internasional yang akan dihadiri 8 negara, dan lebih dari 40 tim ikut serta.

MB PKT akan tampil di dalam tiga kategori, meliputi Drumline Battle (Professional), Indoor Marching Arts – Winds (Independent), serta Marching Field Show (World Class).

Penulis/Editor: Yusva Alam

Ratusan Gram Sabu Dimusnahkan Kejari Bontang di Akhir 2025

0
Kegiatan pemusnahan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum oleh Kejari. (ist)

BONTANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang memusnahkan barang bukti yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sepanjang tahun 2025, Senin (15/12/2025) di halaman Kantor Kejari Bontang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Bontang, A. Vickariaz Tabriah, menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, sekaligus wujud transparansi penegakan hukum kepada masyarakat.

“Pemusnahan barang bukti ini penting, untuk memastikan bahwa seluruh barang bukti perkara pidana yang telah inkracht, tidak disalahgunakan dan benar-benar dimusnahkan sesuai prosedur hukum,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan didominasi perkara narkotika, yakni sabu-sabu sebanyak 64 bungkus dan 20 sedotan dengan berat total 673,42 gram.

Selain itu, turut dimusnahkan alat hisap sabu, timbangan digital, alat komunikasi, plastik klip, pipet, korek api, tas atau dompet, senjata tajam, pakaian, tang, berbagai bungkus rokok, hingga lima unit flashdisk.

Pemusnahan sabu-sabu dilakukan dengan cara dilarutkan menggunakan air, kemudian diblender hingga tidak dapat digunakan kembali. Sementara barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar atau dipotong menjadi bagian kecil agar tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Pencurian Modus Congkel Rumah di 18 Lokasi Dibekuk Polisi

0
Tersangka AK alias G saat diamankan petugas. (Ist)

SANGATTA — Polsek Sangkulirang berhasil mengungkap aksi pencurian lintas kota dan kabupaten, dengan modus membongkar rumah pada malam hari. Pelaku pria berinisial AK alias G (28) diringkus setelah tercatat melakukan pencurian di 18 lokasi kejadian perkara (TKP).

Tersangka ditangkap Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang di Hotel Rajawali, Jalan KH Samanhudi No. 12, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 16.30 WITA. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif selama delapan hari.

Kapolsek Sangkulirang Iptu Erik Bastian menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pencurian di Jalan Poros Ronggang RT 024, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, yang terjadi pada Selasa (2/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.37 WITA.

“Korban melaporkan kehilangan rokok dengan total kerugian sekitar Rp 3 juta. Aksi pencurian tersebut terekam CCTV dan videonya sempat viral di media sosial,” ujar Iptu Erik, Minggu (14/12/2025).

Rekaman CCTV yang beredar luas itu menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk mengidentifikasi pelaku. Dari hasil pengembangan, Tim Enggang Sangsaka Polsek Sangkulirang bersama Unit Jatanras Satreskrim Polres Kutai Timur berhasil melacak keberadaan tersangka hingga ke Kota Samarinda.

Saat ditangkap, pelaku diketahui berada di sebuah hotel bersama kekasihnya. Polisi mengamankan tersangka tanpa perlawanan dan langsung membawanya ke Kutai Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Iptu Erik mengungkapkan, tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan modus serupa. “Pelaku sudah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali, dan ini merupakan yang keempat kalinya dengan kasus yang sama,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka tercatat melakukan aksi pencurian di 18 TKP. Sebanyak 16 TKP berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur, meliputi Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Bengalon, dan Sangatta, sementara dua TKP lainnya berada di Kota Samarinda.

Barang yang dicuri beragam, mulai dari sepeda motor berbagai merek, rokok, uang tunai, telepon genggam, hingga tabung gas. Pelaku menjalankan aksinya dengan cara mencongkel pintu atau jendela rumah yang dalam kondisi sepi pada malam hari.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah tatah, satu unit sepeda motor Honda Vario warna biru dengan nomor polisi KT 3638 BAT, serta satu jam tangan merek Swiss Army Quartz warna hitam.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP tentang pencurian pada malam hari dengan cara merusak, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Kapolsek Sangkulirang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah. “Polsek Sangkulirang juga menyediakan layanan penitipan gratis kendaraan bermotor bagi masyarakat yang akan mudik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Program Kartu Bontang Pintar Siap Diluncurkan, Sasar 29 Ribu Pelajar

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan komitmennya terhadap sektor pendidikan, melalui realisasi Program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun mendatang. Program ini disiapkan sebagai bentuk dukungan langsung kepada pelajar SD dan SMP di seluruh wilayah kota.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa kehadiran KBP diharapkan mampu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Menurutnya, persoalan pendidikan tidak boleh terhambat oleh keterbatasan ekonomi.

“Kita ingin membantu masyarakat agar anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa pihaknya tengah merampungkan seluruh aspek teknis sebelum program tersebut diluncurkan secara resmi. Ia menegaskan KBP merupakan program prioritas yang dibiayai penuh melalui APBD Kota Bontang.

“Walaupun terjadi penyesuaian anggaran daerah akibat penurunan pendapatan, program ini tetap berjalan. Semua mekanisme saat ini sedang kami finalisasi,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 29 ribu siswa SD dan SMP tercatat sebagai calon penerima manfaat. Disdikbud masih menggodok sejumlah ketentuan teknis, termasuk pola penyaluran bantuan serta aturan pelaksanaannya di tingkat sekolah.

Adapun besaran bantuan yang sebelumnya diusulkan sebesar Rp1 juta per siswa mengalami penyesuaian. Setelah dilakukan perhitungan ulang, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp300 ribu per siswa. Penyesuaian ini dilakukan menyusul kebijakan pemangkasan anggaran tahun 2026 dari pemerintah pusat, yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemkot Bontang optimistis Kartu Bontang Pintar dapat segera direalisasikan, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kota Taman.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Beberapa Isu Krusial yang Berpotensi Timbulkan Konflik Sosial

0
Pemaparan sejumlah isu strategis yang melibatkan ormas oleh Kepala Kesbangpol Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang, Deddy Haryanto, memaparkan sejumlah isu strategis yang melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Pemberantasan Premanisme dan Ormas Bermasalah.

Deddy menyebutkan beberapa isu krusial yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Di antaranya aktivitas galian C ilegal yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan memicu konflik di tengah masyarakat, persoalan ketenagakerjaan dan lingkungan pada sektor industri, serta dugaan pencemaran pesisir akibat limbah CPO yang berujung pada aksi protes nelayan.

Selain itu, Kesbangpol juga menyoroti konflik pendirian rumah ibadah yang kerap dipicu sengketa lahan dan persoalan kebisingan, serta aktivitas kelompok eks-HTI yang diduga masih melakukan gerakan bawah tanah maupun melalui media sosial. Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah keberadaan organisasi yang tidak terdaftar namun aktif melakukan penggalangan massa.

“Beberapa konflik sempat padam dan diselesaikan, hanya saja belakangan muncul lagi konflik-konflik seperti masjid itu,” katanya.

Selain itu, Asisten 1, Dasuki menambahkan peningkatan koordinasi dan pertukaran informasi yang cepat, tepat, dan akurat menjadi kunci dalam mendukung pemetaan potensi konflik.

“Deteksi dini terhadap potensi penyimpangan ideologi dan gangguan keamanan perlu diperkuat dengan melibatkan masyarakat dan ormas yang berperan positif,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hadirkan Nuansa Classy dan Intimate, Swiss-Belhotel Borneo Kembali Gelar “Jazz For You”

0
Penampilan band jazz dalam acara Jazz For You di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda. (Abika/MKN)

SAMARINDA – Swiss-Belhotel Borneo Samarinda kembali meramaikan akhir pekan dengan menghadirkan event musik bertajuk “Jazz For You”, sebuah pertunjukan jazz eksklusif yang digelar di area poolside Swiss-Café Restaurant, Sabtu malam, 13 Desember 2025. Setelah sekian lama vakum dari event musik tematik, acara ini menjadi penanda kembalinya Swiss-Belhotel menghadirkan hiburan berkelas bagi masyarakat Samarinda.

Executive Secretary & Marcomm Executive Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Elizabeth Juliana, menjelaskan bahwa Jazz For You dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter eksklusif hotel, tidak hanya dari sisi akomodasi dan ruang pertemuan, tetapi juga melalui konsep hiburan dan pengalaman bersantap.

“Kami ingin membawa suasana eksklusif itu ke area poolside Swiss-Café Restaurant. Musik jazz kami pilih karena identik dengan kesan classy dan intimate, sangat sesuai dengan konsep semi outdoor yang kami miliki,” ujar Elizabeth.

Ia menyebut, konsep jazz di tepi kolam renang masih tergolong jarang di Samarinda. Karena itu, Jazz For You sekaligus menjadi upaya menonjolkan keunggulan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda yang memiliki area poolside nyaman dan representatif sebagai ruang hiburan.

Pada gelaran perdananya, Jazz For You menghadirkan tiga band jazz lokal, yakni Harmonic Band, Rattu X Friends, dan Yo Wis Band. Penampilan para musisi dikemas secara kolaboratif untuk menciptakan suasana santai namun tetap elegan.

“Kami memulai dengan musisi lokal. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kami akan menghadirkan band jazz nasional dari luar Kalimantan,” jelasnya.

Elizabeth menambahkan, Jazz For You direncanakan menjadi agenda rutin hotel, minimal satu kali dalam sebulan. Frekuensi acara pun berpeluang ditambah jika mendapat respons positif dari masyarakat.

Untuk menikmati acara ini, pengunjung cukup membayar Rp100.000 net per orang. Harga tersebut sudah termasuk satu minuman pilihan seperti wine, beer, atau mocktail, serta canape atau kudapan ringan. Tamu juga tetap dapat memesan menu makanan dan minuman lain yang tersedia di Swiss-Café Restaurant.

Meski mengusung konsep eksklusif, Elizabeth menegaskan Jazz For You dirancang tetap inklusif dan ramah bagi berbagai kalangan.

“Kami ingin mematahkan stigma bahwa jazz itu selalu mahal dan elit. Dengan harga yang terjangkau, siapa pun bisa datang, menikmati musik jazz, suasana poolside, dan bersantai bersama teman atau keluarga,” katanya.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, Jazz For You juga membuka ruang interaksi yang lebih cair antara musisi dan pengunjung. Tamu bahkan diberi kesempatan untuk ikut bernyanyi atau berkolaborasi secara spontan, menciptakan suasana hangat dan akrab.

Melalui Jazz For You, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda berharap dapat menghadirkan alternatif hiburan malam yang segar sekaligus memperkaya ekosistem event musik di Kota Samarinda.

“Kalau bingung mau ke mana di malam akhir pekan, kami mengundang masyarakat Samarinda dan sekitarnya untuk menikmati suasana berbeda. Jazz, poolside, dan kebersamaan dalam satu malam,” tutup Elizabeth. (um)

Editor: Agus S

Adu Banteng di Poros Samarinda–Bontang, Dua Mobil Tabrakan, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban

0
Kepolisian memeriksa kedua kendaraan beradu banteng. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di kawasan Kelurahan Sungai Siring, Samarinda, Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 14.30 Wita. Insiden adu banteng antara dua mobil ini turut menyeret satu pengendara sepeda motor, mengakibatkan dua orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Agus (45), seorang sopir taksi bandara, kecelakaan bermula saat ia mengantar penumpang dari Bandara APT Pranoto menuju Kota Samarinda. Saat itu, Agus berada tepat di belakang salah satu mobil yang terlibat kecelakaan.

“Saya berada tepat di belakang mobil taksi bandara yang ditabrak. Awalnya mobil Ayla yang datang dari arah Samarinda menuju Bontang tiba-tiba sudah berada di lajur lawan arah saat melintasi tikungan,” jelas Agus.

Dalam kondisi tersebut, tabrakan keras tidak terhindarkan. Mobil Ayla yang masuk ke jalur berlawanan langsung menghantam mobil taksi bandara dari arah depan.

Benturan tersebut berdampak lanjutan. Tepat di belakang mobil taksi bandara, terdapat sepeda motor yang dikendarai seorang warga. Pengendara roda dua itu terkejut dan tidak sempat menghindar, sehingga menabrak bagian belakang mobil taksi bandara yang baru saja terlibat adu banteng.

Korban dibawa ke ambulans dan dilarikan ke Rumah Sakit AWS. (Dimas/MKN)

“Untuk korban ada dua, yakni pengemudi mobil Ayla dan pengendara roda dua. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans Tanah Merah untuk mendapatkan penanganan medis,” tambah Agus.

Akibat kerasnya benturan, kedua mobil sempat terhenti di tengah badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Warga sekitar bersama personel Polsek Sungai Pinang dan Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi kendaraan yang rusak ke sisi jalan guna mengurai kemacetan. Sementara itu, korban langsung mendapatkan pertolongan medis.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab mobil Ayla dapat berpindah ke lajur lawan arah, termasuk kemungkinan faktor kecepatan, kondisi jalan, maupun kelalaian pengemudi. (Dim)

Editor: Agus S

Akmal Malik Nilai SUP Long Distance Sungai Manggar Siap Jadi Event Tahunan Internasional

0
Akmal Malik saat menjajal Sungai Manggar Balikpapan. (Foto: Hanafi/MKN)

BALIKPAPAN — Kesuksesan pelaksanaan lomba Stand Up Paddle (SUP) Long Distance sejauh tujuh kilometer dalam Festival Dayung Manggar 2025 menegaskan Sungai Manggar layak menjadi agenda sport tourism tahunan bertaraf internasional. Event yang digelar di kawasan DEBOEKIT Riverside Resort, Balikpapan, pada 13–14 Desember 2025 itu berlangsung aman, lancar, dan tanpa insiden.

Wakil Ketua Umum Stand Up Paddle Indonesia (SUP.ID), Akmal Malik, menyatakan seluruh rangkaian lomba berjalan sesuai rencana. Sebanyak 53 peserta ambil bagian dalam kategori SUP Long Distance dan seluruhnya berhasil menyelesaikan lintasan dengan selamat.

“Alhamdulillah, lomba SUP Long Distance sejauh tujuh kilometer berjalan dengan sangat baik. Peserta yang ikut tadi 53 orang dan semuanya selamat. Tidak ada insiden apa pun,” ujar Akmal usai perlombaan, Minggu (14/12/2025).

Tak sekadar memantau, Akmal yang juga dikenal sebagai penggemar olahraga paddling turut turun langsung menjajal lintasan Sungai Manggar. Ia mengikuti lomba SUP Long Distance dan menuntaskan rute tujuh kilometer dengan catatan waktu yang kompetitif, sekaligus memastikan langsung keamanan dan kelayakan lintasan.

Menurut Akmal, keberhasilan lomba ini menjadi bukti konkret bahwa Sungai Manggar aman untuk kegiatan olahraga air jarak jauh, asalkan didukung pengamanan yang memadai dan koordinasi lintas instansi.

“Ini membuktikan bahwa Sungai Manggar itu aman. Pengamanannya sangat bagus. Saya mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, BPBD, puskesmas, Polair, dan seluruh pihak yang terlibat,” katanya.

Festival Dayung Manggar 2025 sendiri diikuti 102 atlet paddling dari lima negara, yakni Thailand, Taiwan, Malaysia, Jepang, dan Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari Sprint Race, Technical Challenge, hingga SUP Long Distance 7 kilometer. Panitia juga membuka Fun Race Paddle yang diikuti peserta umum dari berbagai kalangan.

Akmal menyebut seluruh rangkaian festival berjalan kondusif hingga penutupan. Para atlet dijadwalkan kembali ke daerah dan negara masing-masing usai kegiatan berakhir.

“Alhamdulillah, tadi berakhir dengan bagus. Siang ini kita tutup karena para peserta akan kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prinsip utama dalam pengembangan sport tourism. Menurutnya, Festival Dayung Manggar 2025 menjadi contoh bahwa pariwisata olahraga dapat dikembangkan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan edukasi lingkungan.

“Ini contoh bahwa kita bisa mengembangkan pariwisata, tetapi tetap memperhatikan keselamatan. Sungai Manggar terbukti aman tanpa kendala,” tegas Akmal.

Dukungan pemerintah daerah juga terlihat dari kehadiran Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang membuka langsung kegiatan tersebut. Kehadiran gubernur dinilai sebagai sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mendorong sport tourism di Kaltim.

Akmal mengungkapkan, pihaknya sempat berdiskusi dengan Gubernur Kaltim terkait peluang menjadikan Festival Dayung Manggar, khususnya SUP Long Distance, sebagai agenda rutin internasional.

“Tadi Pak Gubernur hadir dan kami sempat berdiskusi. Beliau sangat mengapresiasi partisipasi warga Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap penyelenggaraan festival tersebut.

“Kami dari Stand Up Paddle Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir membuka acara,” ujarnya.

Tak hanya dari provinsi, dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Balikpapan. Akmal menyebut Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, turut menawarkan dukungan untuk penyelenggaraan event serupa ke depan.

“Pak Wali Kota juga menawarkan dukungan. Nanti kita lihat mana yang paling besar memberi dukungan, itu yang akan kita pilih,” katanya.

Bagi Akmal, suksesnya Festival Dayung Manggar 2025 bukan semata soal kompetisi, melainkan momentum strategis membuka ruang baru bagi Balikpapan dan Kalimantan Timur di panggung sport tourism nasional hingga internasional.

“Yang paling penting, festival ini membuka harapan baru. Balikpapan dan Kalimantan Timur punya ruang besar di sport tourism, dan Sungai Manggar hari ini membuktikan siap menjadi panggung utama,” pungkasnya. (hnf)

Editor: Agus S