Beranda blog Halaman 490

Rutin Kunjungi RSUD Bontang Setahun Sekali, Pernefri Pantau Mutu Pelayanan Hemodialisa

0
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr. Tri Ratna Paramita saat dikonfirmasi. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Himpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) secara rutin menggelar kunjungan ke RSUD Taman Husada Bontang setahun sekali, guna memantau secara langsung mutu pelayanan di bagian Ruangan Hemodialisa.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr. Tri Ratna Paramita menyampaikan bahwa, visitasi dilakukan untuk memastikan jika pihaknya terus memantau perkembangan layanan di unit Dialisis RSUD, sudah sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan secara nasional.

“Kegiatan pemantauan ini rutin kami lakukan, dan pihak Pernefri juga dalam setahun sekali ke RSUD untuk melihat dan memantau langsung bagaimana perkembangannya,” ucapnya, Jumat (31/10/2025).

Dijelaskannya, pemeriksaan tersebut dari berbagai aspek mulai legalitas perizinan, sertifikasi tenaga medis, hingga pengelolaan limbah dan kualitas air baku.

“Dari kami sendiri pun alhamdulillah sudah ada izinnya, perawat yang berada disini juga telah terverifikasi, serta untuk yang lain sebagainya sesuai dengan standarnya. Jadi aman,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

DKUMPP Gencar Tingkatkan Jumlah dan Perbaiki Kualitas UMKM

0
Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang terus menggencarkan upaya peningkatan jumlah, kapasitas, dan kualitas UMKM di Bontang.

Bahkan saat ini, upaya tersebut sudah mulai menyasar usia dini atau para pelajar di Kota Taman.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin menjelaskan, berbagai program mulai dijalankan yang menyasar pelajar SMA/SMK sederajat di Bontang. Tujuannya, untuk menumbuhkan jiwa wirausaha warga Bontang sejak masih duduk di bangku sekolah.

Lantaran menurutnya, masih banyak pelajar yang berpikiran untuk mencari kerja setelah lulus. Alih-alih mau berwirausaha.

“Kami mengadakan UMKM go to school. Harapannya dapat mengubah mindset pelajar dari cari kerja jadi menciptakan pekerjaan,” ungkapnya.

Para pelajar ini juga nantinya akan dihubungkan dengan para pengusaha UMKM. Agar para pengusaha UMKM dapat membagikan ilmu berbisnisnya.

Dengan begitu, DKUMPP berharap ke depannya, Kota Bontang dapat menjadi Kota UMKM selain terkenal sebagai kota industri dan jasa.

“Bisa juga jadi salahsatu supplier produk-produk UMKM baik di IKN maupun secara nasional,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Bakal Jalin MoU Pendampingan Keterampilan Berwirausaha dengan SMA/SMK di Bontang

0
Kegiatan UMKM go to school di SMKN 2. (Yusva Alam)

BONTANG – Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin mengatakan, kerjasama pendampingan keterampilan berwirausaha tidak hanya kepada SMKN 2 saja, tapi juga SMA/SMK sederajat lainnya di Kota Bontang.

Diketahui saat ini, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang telah membuat MoU dengan SMKN 2, terkait pendampingan peningkatan keterampilan berwirausaha bagi siswa siswi SMKN 2.

MoU itu sudah terjalin beberapa waktu dengan disaksikan wali kota. “Awalnya bu wali perintahkan kami untuk kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk kegiatan pendampinga usaha. Maka kami buatlah MoU dengan SMKN 2,” beber Takwin.

Saat ini, MoU itu sudah ditindaklanjuti oleh pihaknya dengan menggelar berbagai kegiatan yang sejalan.

Namun begitu, ke depannya MoU ini juga akan dijalin dengan sekolah-sekolah lainnya. Saat ini DKUMPP sedang mencari sekolah-sekolah lain yang sejalan dengan program ini.

“Kami cari yang sejalan, seperti punya jurusan tata boga, agri bisnis, dan lain sebagainya. Kalau tidak sama tidak bisa,” imbuhnya.

Harapannya, kerjasama yang dijalin dengan sekolah-sekolah ini mampu membuka wawasan para pelajar, untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Juga meningkatkan skill memasarkan produk.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Dampingi Siswa SMKN 2 Tingkatkan Keterampilan Usaha

0
Para siswa SMKN 2 saat mengikuti kegiatan UMKM go to school. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menindaklanjuti MoU antara Pemkot Bontang dengan SMKN 2.

MoU ini ditandatangani Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni beberapa waktu lalu. Kerjasama berupa pendampingan dari DKUMPP kepada para siswa SMKN 2, dalam mengembangkan keterampilan berwirausaha.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP mengatakan, tindaklanjut tersebut berupa kegiatan UMKM go to school yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Di kegiatan ini, DKUMPP memberikan motivasi kepada siswa SMKN 2 untuk mau merubah pemikiran, dari mencari kerja setelah lulus menjadi berwirausaha.

“Mindset itu harus diubah. Karena masih banyak sekali pelajar yang berpikiran setelah lulus harus mencari kerja,” ujarnya.

Selain itu, ke depannya para pelajar ini juga akan dibawa ke UMKM center untuk belajar cara berjualan. Para pelajar ini akan diajarkan cara memasarkan produk-produk yang ada di UMKM Center.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP menambahkan, ada juga pelatihan desain kemasan. Karena di SMKN 2 ini ada pelajaran terkait pengemasan produk.

“Nanti kami juga bisa datangkan pengusaha UMKM ke sekolah, untuk berbagi ilmu terkait desain kemasan,” ujarnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

PKT Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

0
Ground Breaking pabrik Soda Ash PT Pupuk Kalimantan Timur. (Syakurah)

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) resmi memulai pembangunan pabrik Soda Ash di kawasan perusahaan. Hal itu ditandai dengan kegiatan groung breaking proyek pabrik tersebut, Jumat (31/10/2025).

Proyek strategis ini menandai langkah besar dalam upaya hilirisasi industri kimia nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku industri. Proyek ini dibangun konsorsium PT TCC Indonesia Branch dan PT Enviromate Technology.

Pabrik Soda Ash PKT memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun (MTPY) untuk produk Soda Ash, serta 300.000 MTPY Ammonium Chloride. Produk ini akan dipasarkan untuk kebutuhan domestik dan ekspor, menggunakan HOU Process sebagai teknologi utama.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dalam keterangannya, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen PKT mendukung transformasi industri kimia nasional, dan mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan Ammonium Chloride sebagai pupuk sumber nitrogen serta bahan baku NPK.

“Pabrik ini tidak hanya memperkuat hilirisasi amoniak, tetapi juga menekan impor Soda Ash yang selama ini mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun,” jelasnya.

Proyek yang berdiri di atas lahan 16 hektare di kawasan Tursina Barat, PT Kaltim Industrial Estate Bontang, ini akan menyerap 800 tenaga kerja saat konstruksi dan 86 pekerja pada fase operasional.

Durasi proyek ditargetkan selama 33 bulan untuk EPC A dan 32 bulan untuk EPC B, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimum mencapai 27,59 persen dan 35,01 persen. Proyek efektif dimulai Juni 2025, dan diproyeksikan beroperasi komersial pada Maret 2028.

Selain meningkatkan nilai tambah amoniak domestik sebesar 105.000 ton per tahun, pabrik ini juga berperan dalam penurunan emisi karbon (CO₂) melalui penyerapan 174.000 ton CO₂ per tahun yang digunakan sebagai bahan baku produksi Soda Ash.

Adapun soda Ash merupakan salah satu bahan baku yang sering kali dijadikan kaca, keramik, tekstil, deterjen bahkan dapat menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk proses pembuatan pupuk yang biasanya dipergunakan untuk kebun kelapa sawit.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Kota Bontang tanpa migas ialah 9,8 persen, “Kalau dengan migas fluktuatif jadi kadang-kadang kita positif 2% tetapi kalau dipisahkan tanpa migas alhamdulillah kita melebihi nasional 9,8 persen,” terangnya.

Hal ini juga salah satunya kontribusi dari usaha-usaha yang ada di Kota Bontang. Tentu mengurangi pengangguran dan lain sebagainya.

Kemudian, dapat meningkatkan ketika ada ekonomi makro, juga adanya pertumbuhan ekonomi mikro. Pemerintah Kota Bontang juga turut mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Kalimantan Timur yang CSR-nya berkolaborasi dengan visi dan misi pemerintah Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar FGD, Bahas Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintahan Bontang

0
FGD Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang, yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Energi di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang, yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (29/10) pagi. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sony Suwito Adi Cahyono, mewakili Wali Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Sony menegaskan bahwa energi merupakan urat nadi pembangunan. Hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari rumah tangga, transportasi, hingga industri, sangat bergantung pada ketersediaan energi. Namun di sisi lain, sumber daya energi semakin terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat.

“Kondisi ini menuntut kita untuk mengubah cara pandang, dari sekadar menggunakan energi menjadi mengelola energi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sony menambahkan, sebagai kota industri dan jasa yang terus bertumbuh, Bontang memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan energi. Menurutnya, pelaksanaan FGD ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kota Bontang sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Melalui forum ini, kami berharap dapat membangun sistem manajemen energi yang terintegrasi dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Dengan demikian, kita dapat menyusun rencana dan kebijakan energi yang efektif serta efisien, sebagai bentuk implementasi visi Kota Bontang yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh aparatur pemerintah agar lebih peduli terhadap hemat energi, dengan langkah sederhana seperti mematikan lampu dan peralatan setelah digunakan, serta memeriksa kondisi peralatan sebelum meninggalkan tempat kerja.

Melalui FGD ini, Pemerintah Kota Bontang berharap lahir komitmen nyata dalam pengelolaan energi yang hemat, cerdas, dan berkelanjutan, guna mendukung arah pembangunan kota sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Dampingi Satimpo di Penilaian Lomba Kelurahan Nasional

0
Wali Kota Neni ikut langsung mendampingi Kelurahan Satimpo di Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2025. (Ist)

BONTANG  — Wali Kota Neni Moerniaeni turun langsung mendampingi tim Satimpo dalam penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2025, yang digelar secara daring dari Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (28/10).

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 13.30 Wita itu, Wali Kota tampak memberi dukungan penuh sepanjang proses wawancara. Neni menyebut, keberhasilan Satimpo menembus lima besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bontang.

“Satimpo adalah cermin dari kerja keras dan komitmen seluruh aparatur dan masyarakat. Saya ingin mereka merasakan bahwa pemerintah kota hadir mendampingi hingga tahap akhir,” tegasnya.

Sesi wawancara nasional dilakukan secara daring dan berlangsung intens. Lurah Satimpo, Maryono, menjelaskan, proses penilaian berjalan hampir dua jam, dengan setiap juri melakukan pendalaman selama sekitar 15 menit.

“Tim juri menyoroti banyak aspek — dari pengelolaan keuangan, pemberdayaan masyarakat, inovasi pelayanan, hingga pelestarian lingkungan. Namun fokus utama mereka adalah pada pelestarian lingkungan dan inovasi pelayanan publik,” terang Maryono.

Dalam pemaparannya, Satimpo menampilkan sejumlah program unggulan yang menjadi kekuatan kelurahan, seperti pengelolaan Bank Sampah, program Kampung Madu untuk penghijauan, serta inovasi Kerta Bumi sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Semua kami jelaskan dengan detail, mulai dari strategi pengelolaan sampah hingga manfaat penanaman pohon bagi masyarakat. Alhamdulillah, mendapat perhatian positif dari tim penilai,” ujarnya.

Selain itu, Satimpo juga mempresentasikan program pelayanan malam dua kali sepekan (Selasa dan Kamis, pukul 19.30–21.30 Wita) yang memudahkan warga bekerja siang hari untuk mengurus dokumen di luar jam kantor. Inovasi ini disusul dengan layanan keliling dan antar-jemput dokumen berbasis pesan singkat digital, yang mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Sesi wawancara dilakukan secara terpisah bagi setiap peserta dari seluruh Indonesia. “Room-nya dipisah, jadi kami fokus dengan juri masing-masing,” kata Maryono.

Wali Kota Neni Moerniaeni menilai, Satimpo bukan hanya mewakili Bontang, tetapi juga membawa nama baik Kalimantan Timur di tingkat nasional. Ia menekankan bahwa partisipasi ini merupakan bukti nyata dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah dari level terkecil.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Bontang memiliki kelurahan yang tidak hanya tertib administrasi, tapi juga berinovasi dan berdaya saing nasional,” imbuhnya.
“Saya bangga dengan Satimpo. Mereka pantas menjadi contoh bagi kelurahan lain di Bontang.”

Lomba Kelurahan Nasional ini merupakan agenda tahunan berdasarkan Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Selain menilai capaian pembangunan, lomba ini juga mengukur sejauh mana partisipasi masyarakat dan efektivitas tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.

Wali Kota berharap hasil terbaik akan diraih Satimpo saat pengumuman pemenang pada November mendatang. “Menang atau tidak, Satimpo sudah menjadi juara di hati warga Bontang. Yang penting semangat membangun dan melayani ini terus dijaga,” ujar Neni penuh bangga.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pramuka Bontang Garda Terdepan Hadapi Tantangan Zaman

0

BONTANG – Gerakan Pramuka Bontang terus menunjukkan peran aktif sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing. Melalui berbagai kegiatan pendidikan nonformal, Pramuka menjadi wadah pembinaan moral serta kepemimpinan di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial.

Wali Kota Bontang turut mengapresiasi semangat Pramuka yang senantiasa menjaga nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong di kalangan pelajar serta masyarakat.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Logo KPC di Jersey Samarinda Bikin Tanda Tanya, Manajemen: Kutim Tak Ajukan Proposal

0
Act GM ESD PT KPC, Nanang Supriyadi (kanan). (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kemunculan logo PT Kaltim Prima Coal (KPC) pada jersey kontingen Samarinda di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Kalimantan Timur (Kaltim) beberapa waktu lalu sempat memicu tanda tanya di publik. Pasalnya, Kutai Timur (Kutim) yang menjadi tuan rumah kejuaraan justru tak menampilkan logo perusahaan tambang batu bara raksasa tersebut, baik di seragam maupun di baliho kegiatan.

Sebagaimana diketahui, keberadaan logo perusahaan pada sebuah event umumnya menandakan adanya dukungan atau sponsorship. Namun pada pelaksanaan Kejurprov PBSI Kaltim 2025, logo PT KPC hanya terlihat di atribut milik kontingen Samarinda. Padahal, Kutim merupakan daerah utama tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Menanggapi hal itu, Acting GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Nanang Supriyadi, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa logo KPC yang terpasang di baju kontingen Samarinda bukan merupakan bentuk dukungan khusus untuk Kejurprov PBSI Kaltim, melainkan hasil dari kerja sama pada kegiatan sebelumnya.

“Kami memang sempat memberikan dukungan kepada PBSI Samarinda untuk kegiatan di bulan Agustus 2025. Namun karena dana cair setelah kegiatan berakhir, mereka memasang logo KPC di event berikutnya, yang kebetulan bertepatan dengan Kejurprov PBSI Kaltim,” terang Nanang, Kamis (30/10/2025).

Sementara itu, kata Nanang, PBSI Kutai Timur selaku tuan rumah tidak mengajukan proposal permohonan dukungan kepada KPC untuk kegiatan tersebut. “Kami tidak ingin berkomentar banyak, tapi perlu kami sampaikan bahwa KPC selalu terbuka untuk mendukung kegiatan olahraga di Kutim. Namun tentu harus melalui mekanisme yang berlaku, yaitu pengajuan proposal resmi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan KPC terhadap masyarakat Kutai Timur tetap besar dan konsisten. Ke depan, bila PBSI Kutai Timur mengajukan proposal kegiatan seperti Bupati Cup 2025 atau event olahraga lainnya, KPC siap memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku.

“Semua proposal yang masuk akan kami proses melalui sistem internal. Besaran dukungannya disesuaikan dengan kondisi dan kelayakan kegiatan yang diajukan,” tambah Nanang.

Selain bulutangkis, PT KPC selama ini telah aktif mendukung berbagai kegiatan olahraga di Kutai Timur, mulai dari Persikutim United, Bupati Cup, FORSGI, hingga cabang olahraga seperti taekwondo, tinju rakyat, fun run, dance sport, dan boccia.

“Kami tetap berkomitmen menjadi mitra masyarakat Kutai Timur, khususnya dalam pengembangan kegiatan olahraga dan pembinaan atlet daerah,” tutup Nanang.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kini, Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Miliki Fasilitas Lengkap

0
Ruangan HD di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ruangan Hemodialisa (HD) yang berada di RSUD Taman Husada Bontang, kini telah memiliki kualitas standar dengan fasilitas yang lengkap.

Hal ini disampaikan secara langsung, oleh Himpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Koordinator Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dr. Astried Indrasari, Sp.PD, Subsp.GH FINASIM, yang mengatakan bahwa untuk di RSUD Taman Husada Bontang saat ini telah memenuhi standarnya, seperti bed, atau pun perlengkapan medis lainnya.

Terlebih lagi, untuk ruangan HD sendiri harus memiliki standar dengan kriteria yang telah diberlakukan, seperti tempat tidur atau bed yang ada di dalam ruangan, harus ada jarak dengan satu yang lainnya.

“Untuk RSUD saat ini sudah memenuhi standarnya, bahkan untuk pasien CAPD-nya sudah sampai 4 pasien,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

Sehingga, dengan adanya fasilitas yang lengkap di ruangan HD untuk ke depan sangat diharapkan RSUD Taman Husada Bontang dapat mengoptimalkan pelayanan, khususnya bagi penderita gagal ginjal.

Maka warga Bontang dan sekitarnya, yang akan cuci darah cukup dilakukan di RSUD Taman Husada Bontang saja. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam