Beranda blog Halaman 490

Festival Dayung Manggar 2025, Rudy Mas’ud Tegaskan Sport Tourism Kaltim Siap Go Global

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Hanafi/MKN)

BALIKPAPAN — Festival Dayung Manggar 2025 menjadi penanda kuat potensi sport tourism Kalimantan Timur di level internasional. Event berskala global yang digelar di kawasan Sungai Manggar, Balikpapan, pada 13–14 Desember 2025 itu tak hanya menghadirkan kompetisi olahraga air, tetapi juga memadukan wisata edukasi dan pelestarian lingkungan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud hadir langsung dan membuka salah satu agenda utama festival, yakni lomba Stand Up Paddle (SUP) Long Distance sejauh tujuh kilometer yang mengambil lintasan Teluk Manggar hingga alur Sungai Manggar. Kehadiran atlet dari berbagai negara menjadi bukti kesiapan Balikpapan menggelar ajang sport tourism berkelas dunia.

“Ini luar biasa. Kita tidak hanya bicara olahraga, tetapi juga wisata edukasi yang berbasis lingkungan. Dan yang penting, kegiatan ini sudah bertaraf internasional,” kata Rudy Mas’ud usai menyusuri Sungai Manggar dengan jet ski, Minggu (14/12/2025).

Festival Dayung Manggar 2025 diikuti 102 atlet paddling dari lima negara, yakni Jepang, Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia. Para peserta berlaga dalam sejumlah kategori, mulai dari Sprint Race, Technical Challenge, hingga SUP Long Distance tujuh kilometer. Selain itu, panitia juga menggelar Fun Race Paddle yang terbuka bagi peserta umum.

Menurut Rudy, pemanfaatan kawasan Sungai Manggar sebagai lintasan lomba menunjukkan bahwa bentang alam Kalimantan Timur sangat ideal untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga air. Ia menilai penyelenggaraan festival ini rapi dan memiliki peluang besar menjadi agenda tahunan berskala internasional.

“Tadi stand-up paddling diikuti oleh berbagai negara. Ini membuktikan Balikpapan mampu menggelar event internasional. Dari penyelenggaraannya saja sudah sangat membanggakan,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti sisi olahraga, Rudy Mas’ud juga menekankan nilai edukasi lingkungan yang diusung kawasan DEBOEKIT Riverside Resort. Menurutnya, konsep pembelajaran berbasis alam yang ditawarkan sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap ekosistem pesisir.

“Di sini ada tambak udang intensif dengan teknologi kincir. Ada ikan nila, bandeng, kakap, sampai kakap putih. Ini tempat yang sangat baik untuk edukasi anak-anak kita,” tuturnya.

Rudy turut memberikan apresiasi kepada Akmal Malik, mantan Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, yang dinilai berperan besar dalam menggagas dan mengembangkan kawasan wisata tersebut. Ia menyebut DEBOEKIT sebagai lokasi yang tidak hanya layak untuk rekreasi, tetapi juga pendidikan dan riset lingkungan.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa. Tempat ini sangat representatif, bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga pendidikan,” katanya.

Gubernur Kaltim juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi Sungai Manggar yang dinilainya masih terjaga kealamiannya. Kawasan ini memiliki hutan mangrove yang hijau, habitat bekantan, serta konektivitas alam hingga Waduk Manggar.

“Mangrovenya masih sangat hijau, bekantannya masih banyak. Kawasan ini bahkan terkoneksi hingga ke Waduk Manggar. Potensinya luar biasa,” ujar Rudy.

Dengan garis pantai dan wilayah pesisir yang luas, Rudy optimistis konsep sport tourism seperti Festival Dayung Manggar dapat menjadi model pengembangan pariwisata di berbagai daerah Kalimantan Timur.

“Kita punya pesisir yang indah-indah. Mudah-mudahan ini menjadi daya tarik bukan hanya nasional, tetapi juga internasional. Hari ini sudah dibuktikan, Balikpapan mampu menggelar event bertaraf dunia,” pungkasnya. (hnf)

Editor: Agus S

Program BSPS Dikawal Ketat di Kaltim, 655 Rumah Warga Dibedah Jadi Layak Huni

0
Penerima manfaat BSPS, Muna, saat menunjukkan rumahnya.

BALIKPAPAN – Pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kalimantan Timur terus mendapat pengawalan ketat dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II. Pada tahun 2025, sebanyak 655 unit rumah warga di sembilan kabupaten/kota di Kaltim menerima bantuan peningkatan kualitas hunian.

Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Anggoro Putro, mengatakan setiap penerima BSPS memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang langsung disalurkan ke rekening masing-masing penerima. Dana tersebut diperuntukkan bagi perbaikan rumah tidak layak huni agar memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.

“Dana tersebut dibagi menjadi Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang,” ujar Anggoro, Minggu (14/12/2025).

Anggoro menjelaskan, penerima BSPS di Kalimantan Timur tersebar dalam tiga kategori wilayah. Wilayah perkotaan meliputi Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Wilayah perdesaan mencakup Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Sementara wilayah pesisir berada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sejumlah lokasi bahkan telah menunjukkan progres signifikan. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, dari total 153 rumah penerima BSPS, sebanyak 100 unit telah selesai dibangun dan kini telah dihuni dengan kondisi yang jauh lebih layak.

“Karena sebarannya sangat luas, mulai dari perkotaan, perdesaan hingga pesisir, kami sangat membutuhkan peran serta masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama mengawal program ini,” jelas Anggoro.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, RT, hingga insan media untuk ikut melakukan pengawasan agar bantuan BSPS tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Salah satu penerima manfaat, Amir (61), warga Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Nelayan tersebut mengatakan proses perbaikan rumahnya hampir rampung dan material yang disalurkan sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah, bahan bangunan yang datang sesuai semua. Kalau ada masalah, bisa langsung ke TFL atau ke toko bangunan, dan pasti diganti. Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Muna, ibu rumah tangga penerima BSPS di Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Ia menyebut rumahnya kini jauh lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

“Dulu dinding kayu rumah saya sudah keropos, sekarang sudah diganti dengan kayu baru. Seng juga baru, kualitasnya bagus,” katanya.

Selain pengawasan kualitas bangunan, Balai P3KP Kalimantan II juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penyaluran bantuan. Salah satunya melalui mekanisme pemilihan toko bangunan secara terbuka dan partisipatif.

Dalam proses tersebut, calon penerima bantuan dan pihak toko bangunan dipertemukan untuk bermusyawarah, termasuk melakukan negosiasi harga dan menentukan kualitas material sesuai anggaran yang tersedia.

“Prinsipnya terbuka dan demokratis. Ada proses rembuk bersama, tawar-menawar, hingga penentuan bahan bangunan,” ujar Anggoro.

Setelah kesepakatan tercapai, calon penerima BSPS menandatangani berita acara pemilihan toko bangunan secara terbuka yang dilaksanakan di kantor kelurahan atau desa setempat dan disaksikan perangkat setempat.

Anggoro menegaskan, selama proses bedah rumah berlangsung, pekerjaan tetap diawasi oleh tim Balai P3KP Kalimantan II, Satker atau PPK, serta Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL). Ia memastikan masyarakat berhak menyampaikan komplain jika material yang diterima tidak sesuai dan dapat meminta penggantian.

“Kami berharap partisipasi aktif masyarakat agar penyaluran BSPS benar-benar berjalan baik, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya. (ap)

Editor: Agus S

Menilik Dukungan Orang Tua dari Pinggir Kolam: Dibalik Motivasi Perenang Muda Kutim

0
Pasangan Siti Akhlis Muafin dan M. Wahyu Duha memberikan dukungan penuh kepada kedua anaknya dalam kejuaraan renang. (Ramlah)

SANGATTA — Sorak sorai orang tua menggema di tepi Kolam Renang Town Hall Sangatta, mengiringi setiap luncuran atlet-atlet cilik yang berlomba memecah permukaan air. Di balik catatan waktu dan medali yang diperebutkan pada Kejuaraan Renang Sprint Race III Antar Pelajar se-Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tersimpan kisah ketekunan, harapan, dan dukungan tanpa henti dari para orang tua.

Sejak pagi, tribun kolam dipenuhi wajah-wajah tegang bercampur bangga. Setiap start menjadi momen menahan napas, setiap finis disambut tepuk tangan dan senyum lega. Bagi para atlet muda, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung awal untuk menumbuhkan mimpi dan kepercayaan diri.

Salah satu sosok yang tampak setia mendampingi dari tepi kolam adalah Siti Akhlis Muafin. Bersama suaminya, M. Wahyu Duha, ia memberikan dukungan penuh kepada kedua anaknya, Nahda Azarin Kameela dan Maher Dinejad Elzema, yang turut berlaga dalam kejuaraan tersebut. Tatapan mata yang mengikuti setiap kayuhan tangan anak-anaknya mencerminkan peran orang tua sebagai penyemangat utama di balik perjuangan atlet sejak usia dini.

Siti Akhlis Muafin yang juga menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Sprint Race III serta pembinaan cabang olahraga akuatik yang terus berkembang di Kutim. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak lepas dari sinergi antara keluarga, pelatih, dan dukungan fasilitas yang memadai.

“Sebagai orang tua, tentu kami bangga melihat anak-anak berani berkompetisi dan berproses. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan yang layak,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Ia menilai, pembangunan kolam renang berstandar internasional menjadi kebutuhan penting guna menunjang kualitas latihan atlet dan mendorong prestasi yang lebih tinggi, khususnya dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Dukungan orang tua juga menjadi sorotan para pelatih. Pelatih renang Kutim, Imam Masruri, menilai kejuaraan tahun ini berjalan lancar dan menunjukkan perkembangan positif pembinaan atlet muda.

“Alhamdulillah, Sprint Race III berjalan dengan baik. Antusiasme atlet dan orang tua sangat luar biasa. Ini menjadi modal penting dalam pembinaan jangka panjang,” ungkapnya.

Menurut Imam, kehadiran dan dukungan orang tua memberikan pengaruh besar terhadap mental bertanding atlet, terutama bagi mereka yang masih berusia belia. Selain itu, perkembangan klub-klub renang di Kutim juga semakin terlihat.

“Tahun ini beberapa klub sudah memiliki atribut dan identitas sendiri. Ini menunjukkan kemajuan pembinaan dan rasa kebersamaan yang semakin kuat,” tambahnya.

Pada kejuaraan tersebut, penampilan gemilang ditunjukkan oleh Nahda Azarin Kameela yang berhasil meraih tiga medali emas masing-masing pada nomor Gaya Bebas 50 meter, Gaya Dada 50 meter, dan Gaya Kupu-kupu 50 meter. Prestasi tersebut menjadi buah dari latihan disiplin serta dukungan penuh keluarga dan pelatih.

“Senang bisa berprestasi. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Nahda dengan wajah sumringah. Ia berharap suatu hari dapat tampil di ajang Porprov dan membawa nama Kutai Timur.

Sementara itu, sang adik, Maher Dinejad Elzema, juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan dan menjadi bagian dari regenerasi atlet renang Kutim ke depan.

Sorak dari tepi kolam, doa yang terucap lirih, serta semangat yang tak pernah padam menjadi kekuatan tersembunyi di balik laju para atlet muda Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Umumkan Hasil Seleksi JPT Pratama 2025

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengumumkan hasil seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkot Bontang Tahun 2025.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 32/Pansel-JPTP.Bontang/2025, yang ditetapkan berdasarkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 10 Desember 2025 dan diterima panitia seleksi pada 13 Desember 2025.

Panitia seleksi menetapkan masing-masing tiga peserta yang dinyatakan lulus untuk setiap jabatan, yakni untuk jabatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, peserta yang dinyatakan lulus yakni Eko Arisandi, Jamila Suyuthi, dan Marthen Minggu.

Pada seleksi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, tiga nama yang lolos adalah Diny Prathiwi, Ilham Wahyudi, dan Muhammad Syahbirin.

Sementara itu, untuk Kepala Badan Pendapatan Daerah, peserta yang dinyatakan lulus masing-masing Eko Mashudi, Muhammad Syaifullah, dan Natalia Trisnawati.

Adapun pada seleksi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, panitia menetapkan Eko Mashudi, M. Ihsan, dan Noni Agetha sebagai tiga besar calon.

Untuk jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, peserta yang lolos seleksi adalah Andi Hasanuddin Akmal, M. Taupan Kurnia S, dan Taufiqurrahman.

Sedangkan pada seleksi Kepala Dinas Perhubungan, peserta yang dinyatakan lulus yakni Andi Hasanuddin Akmal, M. Taupan Kurnia S, dan Mikhael Edy Salamba.

Pengumuman hasil seleksi ini ditetapkan di Bontang pada 14 Desember 2025 oleh Pj Sekda Bontang, Akhmad Suharto selaku panitia seleksi JPT Pratamana Pemkot Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

7 Kelurahan di Bontang Rawan Bencana Tanah Longsor

0
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi. (Ist)

BONTANG — Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi menyampaikan bahwa sebanyak tujuh kelurahan di Kota Bontang masuk daftar wilayah dengan risiko rawan bencana tanah longsor.

Hal itu diungkapkan saat sosialisasi penanggulangan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang di Auditorium 3D, Kamis (11/12).

Ketujuh wilayah tersebut ditetapkan berdasarkan kajian manajemen risiko yang dilakukan BPBD.

“Kelurahan Belimbing, Gunung Telihan, dan Kanaan di Kecamatan Bontang Barat masuk dalam kategori rawan longsor. Untuk wilayah Bontang Utara ada Kelurahan Gunung Elai dan Loktuan. Sementara di Bontang Selatan, kawasan Tanjung Laut dan Berebas Tengah juga termasuk rawan,” jelasnya.

Eko menjelaskan, beberapa faktor memicu meningkatnya ancaman longsor, terutama di Kelurahan Gunung Telihan dan Kanaan.

Minimnya ruang terbuka hijau membuat area resapan air kian berkurang. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas tambang galian C ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan menghilangkan kemampuan tanah menyerap air.

“Ini menjadi prioritas karena kejadian longsor di Bontang cukup sering terjadi. Selain kurangnya ruang serapan air, kawasan pemukiman yang semakin padat di bantaran lereng menjadi faktor dominan percepatan pergeseran tanah. Sejumlah kasus longsor bahkan terjadi tepat di area pemukiman dan mengakibatkan kerugian material,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Sosialisasikan Mitigasi Bencana, BPBD Sasar Pelajar se-Bontang

0
Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi siswa-siswi SMA, SMK, MAN, dan sederajat se-Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengadakan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi siswa-siswi SMA, SMK, MAN, dan sederajat se-Kota Bontang, di Auditorium Gedung 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Kamis (11/12/2025) pagi.

Dalam arahannya mewakili Wali Kota, Agus Haris menegaskan pentingnya pendidikan kebencanaan sejak dini. Menurutnya, pemahaman mitigasi bukan hanya soal teori, tetapi kesiapan mental menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.

Kepada para peserta, Agus berpesan agar menjadikan pelatihan ini sebagai bekal hidup (life skill). Namun, ia juga mengingatkan agar tugas utama sebagai pelajar tidak diabaikan.

“Saya minta kalian siap siaga, memiliki ilmu penyelamatan diri, tapi yang terpenting jangan sampai lupa kewajiban belajar dan ibadah untuk membangun masa depan kalian sendiri,” pesan Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Eko Mashudi, melaporkan bahwa kegiatan ini melibatkan 160 siswa dari berbagai sekolah. Tujuannya adalah mewujudkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007.

Eko memaparkan fakta bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana peringkat dua di dunia. Oleh karena itu, kemampuan evakuasi mandiri dan menolong sesama menjadi kompetensi wajib bagi generasi muda.
“Kami menargetkan sosialisasi kebencanaan ini dapat menjangkau 80 persen warga Kota Bontang. Penanganan bencana tidak bisa parsial, butuh kolaborasi seluruh pihak termasuk pelajar,” jelas Eko.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Bontang Kunjungi Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bahas Skema Pembiayaan Rehabilitasi

0
Wali Kota Neni saat mengunjungi Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah. (Ist)

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, melakukan kunjungan resmi ke Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dalam rangka memperkuat kerja sama serta mengevaluasi efektivitas program pemulihan bagi warga Bontang.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah dan disambut langsung oleh Kepala Balai, Bambang Setyawan, beserta jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Neni dan jajaran Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah membahas berbagai aspek layanan pemulihan yang telah berjalan. Evaluasi capaian program rehabilitasi bagi klien asal Kota Bontang menjadi fokus penting, termasuk efektivitas metode pendampingan dan keberlanjutan proses pemulihan, setelah klien kembali ke lingkungan masyarakat.

Selain evaluasi, diskusi juga menyoroti peluang penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Bontang dan Balai Rehabilitasi Tanah Merah. Hal ini mencakup rencana memperluas akses layanan rehabilitasi secara lebih komprehensif, agar warga Bontang yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan yang tepat, cepat, dan berkelanjutan.

Salah satu poin strategis yang dibahas adalah rencana pengembangan skema pembiayaan program rehabilitasi melalui APBD Kota Bontang. Dengan dukungan pembiayaan daerah, diharapkan layanan pemulihan bagi warga Bontang dapat berjalan lebih maksimal, khususnya bagi klien yang membutuhkan fasilitas rehabilitasi tanpa terkendala faktor biaya.

Kepala Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Bambang Setyawan, menyambut baik komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memberikan perhatian lebih terhadap layanan pemulihan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Balai Rehabilitasi merupakan langkah penting dalam memastikan proses pemulihan klien dapat berjalan optimal serta mampu mengurangi risiko kekambuhan.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Pemkot Bontang untuk memperkuat akses layanan rehabilitasi. Dengan sinergi yang baik, pemulihan klien dapat lebih terjaga dan berkelanjutan,” ujar Bambang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok, Neni Ingin GPM Diperluas

0
Wali Kota Neni saat mendatangi GPM di Kanaan. (Ist)

BONTANG — Berbagai cara dilakukan Pemkot Bontang untuk mengatasi kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salahsatunya dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Tongkonan Kanaan, Bontang Barat, Rabu (10/12).

Wali Kota Neni menyampaikan bahwa gerakan pangan murah ini digelar untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga menjelang perayaan akhir tahun. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Antusiasme warga tampak tinggi sejak pagi. Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar. Neni berharap kegiatan seperti ini terus diperluas agar stabilitas harga dan keamanan pangan di Kota Bontang tetap terjaga.

Gelaran pangan murah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bontang melalui DKP3 untuk menjaga inflasi daerah serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di momen-momen penting sepanjang tahun

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pria Paruh Baya Ditemukan Bersimbah Luka di Depan Kantor Pos Sepinggan, Polisi Selidiki Dugaan Perampokan

0
Korban tergeletak di depan Kantor Pos Sepinggan, Balikpapan Selatan. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Warga Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, digegerkan oleh penemuan seorang pria paruh baya yang tergeletak bersimbah luka di pinggir jalan, tepat di depan Kantor Pos Sepinggan, Sabtu (13/12/2025). Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial.

Korban ditemukan mengenakan kemeja garis hitam-putih dan celana jeans. Saat pertama kali dilihat warga, korban tergeletak di sisi jalan dalam kondisi lemah dan mengerang kesakitan. Pada bagian kepala korban tampak luka serius yang diduga akibat benda tajam.

Sejumlah warga kemudian merekam kondisi korban dan mengunggahnya ke media sosial. Dalam video yang beredar, muncul berbagai informasi awal yang belum terverifikasi, termasuk dugaan bahwa korban merupakan pegawai Kantor Pos dan menjadi sasaran perampokan. Bahkan, sebagian narasi di media sosial menyebut adanya dugaan penembakan menggunakan senjata api.

“Info ada kejadian penembakan. Sementara disebut korbannya pegawai Kantor Pos, lokasi di RT 23 depan Kantor Pos Sepinggan,” ujar seorang pria dalam salah satu video yang beredar luas.

Menanggapi informasi tersebut, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto, S.H., S.I.K., M.Si membenarkan adanya peristiwa penemuan korban dalam kondisi terluka. Namun, ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Peristiwa sudah ditangani oleh petugas. Untuk memastikan kronologi kejadian, termasuk benar atau tidaknya dugaan penembakan, saat ini masih kami dalami,” ujar Anton.

Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Korban juga telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan intensif guna memastikan identitas korban, penyebab luka, serta motif di balik peristiwa tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum. (ap)

Editor: Agus S.

Festival Dayung Manggar 2025 di DEBOEKIT Perkuat Wisata Edukatif Sungai Manggar

0
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan Wakil Ketua Umum Stand Up Paddle Indonesia Akmal Malik. (Hanafi/MKN)

BALIKPAPAN — Festival Dayung Manggar 2025 kembali menegaskan Sungai Manggar sebagai salah satu pusat sport tourism dan wisata edukatif berbasis lingkungan di Kalimantan Timur. Ajang berskala internasional ini digelar di kawasan DEBOEKIT Riverside Resort, Balikpapan, selama dua hari, Sabtu–Minggu, 13–14 Desember 2025.

Sebanyak 102 atlet paddling dari empat negara—Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia—turut ambil bagian dalam festival ini. Para peserta berkompetisi di sejumlah nomor, mulai dari Sprint Race, Technical Challenge, hingga Stand Up Paddle (SUP) Long Distance sejauh tujuh kilometer. Selain kategori kompetitif, panitia juga menggelar Fun Race Paddle yang terbuka untuk berbagai kalangan.

Tak hanya menyuguhkan olahraga air, Festival Dayung Manggar 2025 juga dirangkai dengan Fun Trail Run 5K yang diikuti sekitar 500 peserta. Lintasan lari menyusuri kawasan alam Sungai Manggar dan area DEBOEKIT Riverside Resort, memperkuat konsep sport tourism yang memadukan olahraga, rekreasi, dan pelestarian lingkungan.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengapresiasi keberadaan DEBOEKIT Riverside Resort yang dinilainya menambah ragam destinasi wisata di Kota Balikpapan. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarat nilai edukasi berbasis alam.

“DEBOEKIT ini menambah destinasi wisata dan menjadi tempat berlibur bagi warga Balikpapan. Di sini ada edukasi, mulai dari memancing hingga olahraga dayung. Harapannya, tempat-tempat seperti ini terus tumbuh,” ujar Rahmad Mas’ud.

Ia menegaskan, pembangunan kota yang maju dan berdaya saing tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Pemkot Balikpapan, lanjutnya, siap memberikan dukungan, termasuk dalam hal perizinan.

“Kalau sudah terdaftar secara resmi, otomatis tercatat dan menjadi Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah kota mendukung penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Stand Up Paddle Indonesia (SUP.ID), Akmal Malik, menyoroti konsep silvofishery yang diterapkan di kawasan DEBOEKIT sebagai terobosan pengelolaan tambak ramah lingkungan. Sistem ini menggabungkan budidaya perikanan dengan pelestarian mangrove tanpa penggunaan bahan kimia.

“Silvofishery ini sangat disarankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita beternak ikan dengan mangrove sebagai media alami pakan, tanpa urea dan tanpa bahan kimia,” jelas Akmal Malik, yang juga mantan Penjabat Gubernur Kalimantan Timur.

Menurutnya, silvofishery tidak hanya mendukung perikanan berkelanjutan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai wisata edukatif berbasis ekologi. Tambak-tambak yang sebelumnya kurang produktif dapat dihidupkan kembali dan dijadikan percontohan nasional.

Festival Dayung Manggar 2025 diselenggarakan oleh Komunitas Stand Up Paddle Balikpapan bekerja sama dengan Stand Up Paddle Indonesia (SUP ID), serta didukung Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur dan KORMI. Di bawah kepemimpinan Susi Pudjiastuti, SUP Indonesia terus mendorong olahraga Stand Up Paddle sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus daya tarik wisata olahraga air.

Ke depan, Festival Dayung Manggar diharapkan menjadi agenda tahunan dan terintegrasi dengan kalender event Kota Balikpapan, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mengangkat Sungai Manggar sebagai ikon wisata olahraga air dan edukasi lingkungan. (Hnf)

Editor: Agus S.