Beranda blog Halaman 491

Polresta Balikpapan Pastikan Kasus Sepinggan Bukan Penembakan, Melainkan Pencurian dengan Kekerasan

0
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto.

BALIKPAPAN — Kepolisian Resor Kota Balikpapan menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar luas di media sosial terkait dugaan penembakan di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Peristiwa tersebut dipastikan merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas).

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, menyampaikan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap korban dan olah tempat kejadian perkara.

“Tidak ada penembakan dalam kejadian ini. Korban mengalami luka akibat senjata tajam. Jadi kami pastikan peristiwanya adalah pencurian dengan kekerasan,” ujar Anton Firmanto, Sabtu (13/12/2025).

Korban diketahui bernama Soni Krismawan (52), seorang karyawan Kantor Pos. Ia ditemukan dalam kondisi terluka serius dengan enam luka bacok di bagian kepala. Meski mengalami luka cukup parah, korban berhasil diselamatkan dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Korban masih hidup dan sedang mendapatkan perawatan medis. Kami berharap setelah kondisinya stabil, keterangan korban dapat membantu mengungkap kronologi kejadian serta mengarah pada identitas pelaku,” jelasnya.

Sesaat setelah kejadian, aparat gabungan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi menyisir area Kantor Pos, termasuk menelusuri jalur keluar-masuk pelaku, kemungkinan jumlah pelaku, serta barang-barang yang diduga menjadi sasaran pencurian.

“Seluruh kemungkinan masih kami dalami. Proses penyelidikan dan olah TKP masih terus berjalan,” tambah Anton.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, mengungkapkan bahwa tim Inafis telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Salah satunya sebilah parang yang ditemukan di sekitar TKP, meski kepemilikannya masih dalam proses pendalaman.

Selain senjata tajam, polisi juga menemukan kerusakan pada pintu belakang Kantor Pos yang diduga menjadi akses pelaku. Beberapa sidik jari turut diamankan untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Petugas juga mengamankan dua unit telepon seluler milik korban serta uang tunai sebesar Rp60 ribu yang ditemukan di area belakang bangunan.

“Untuk sementara kerugian yang terdata berupa uang tunai. Jumlah pastinya masih kami cocokan dengan pihak Kantor Pos,” ujar Iskandar.

Penanganan perkara ini melibatkan Ditreskrimum Polda Kalimantan Timur, Polresta Balikpapan, serta Polsek Balikpapan Selatan. Hingga kini, dua orang saksi telah dimintai keterangan guna memperkuat proses penyelidikan.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. (ap)

Editor: Agus S

Perkuat Perlindungan Kesehatan Pekerja, Kemenkes–OIKN Kembali Gelar CKG di Jantung Nusantara

0
Kesehatan para pekerja di Nusantara terus diperhatikan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang rutin digelar OIKN bekerja sama dengan sejumlah pihak. (Dok. OIKN)

NUSANTARA — Upaya menjaga kesehatan para pekerja di kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat. Otorita IKN (OIKN) bersama Kementerian Kesehatan kembali menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dengan sasaran utama penghuni Hunian Pekerja Konstruksi (HPK). Dalam pelaksanaan kali ini, sebanyak 250 orang ditargetkan mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Perwakilan Kementerian Kesehatan yang juga dokter RSUP, Pratono, menjelaskan bahwa CKG merupakan program nasional yang ditujukan untuk menjangkau berbagai komunitas, termasuk para pekerja konstruksi di kawasan strategis nasional seperti IKN.

“Pelaksanaannya di Nusantara kami sinkronkan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara luas, termasuk pekerja konstruksi dan warga di sekitar IKN,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Melalui pelaksanaan CKG di kawasan Nusantara, OIKN menegaskan komitmennya memastikan layanan kesehatan dasar dapat diakses langsung oleh masyarakat. Tidak hanya bagi pegawai OIKN atau pekerja konstruksi, tetapi juga warga yang tinggal di sekitar wilayah pembangunan IKN.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa program CKG bersifat terbuka untuk umum dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Sesuai dengan arahan Presiden, CKG akan kami laksanakan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi semua,” tegas Suwito.

Pelaksanaan CKG yang digelar pada Jumat (12/12/2025) ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga sejumlah puskesmas di wilayah sekitar IKN.

Berbagai layanan pemeriksaan disediakan dalam CKG, antara lain pengukuran indeks massa tubuh (IMT), pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, pemeriksaan rontgen, hingga skrining hepatitis. OIKN memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di kawasan IKN.

Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran para pekerja. Salah satunya Sapta Haryana, pekerja dari PT Morris, yang mengaku sudah beberapa kali mengikuti program CKG.

“Saya sudah ketiga kali mengikuti program ini karena menurut saya pemeriksaannya menyeluruh, mudah, cepat, dan tentunya gratis. Harapan saya, pemindahan ibu kota segera terwujud, semakin maju, mendunia, dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi Kalimantan Timur,” tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan CKG telah beberapa kali dilaksanakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk di Balai Kota dan Kantor OIKN. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, OIKN juga rutin menggelar kegiatan donor darah, serta melibatkan puskesmas setempat, termasuk Puskesmas Sepaku, dalam mendukung layanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat di sekitar Nusantara. (riz)

Editor: Agus S

Setahun Tangani Aktivitas Ilegal di Delineasi IKN, Satgas Siapkan Patroli Intensif 2026

0
Fauzi Ahmad, Kasubdit Waster Ditpamobvit Polda Kalimantan Timur, saat berbicara dalam FGD evaluasi program Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal di Kemenko 1. (Dok. OIKN)

NUSANTARA — Setelah satu tahun bekerja menekan berbagai aktivitas ilegal di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN menggelar evaluasi menyeluruh menjelang akhir 2025. Hasilnya, pencegahan dinilai sudah berjalan, namun patroli lapangan dan percepatan penindakan harus diperkuat pada 2026.

Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kemenko 1, Jumat (12/12/2025). Sejumlah catatan penting mengemuka, mulai dari perlunya penguatan pencegahan sejak dini, transparansi penindakan, hingga koordinasi lintas lembaga yang lebih solid. Satgas juga menilai patroli di area rawan belum dilakukan secara masif.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa pengawalan kawasan IKN dari aktivitas ilegal tidak boleh setengah-setengah. Menurutnya, pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan yang tuntas.

“Kita ini harus benar-benar menjaga IKN ini dari aktivitas ilegal. Kita harus kawal tidak hanya pada tahap pencegahan, tetapi juga memastikan setiap kasus ditangani hingga tuntas,” tegas Bimo.

Sementara itu, Kasubdit Kawasan Tertentu (Waster) Ditpamobvit Polda Kalimantan Timur, AKBP Fauzi Ahmad, menegaskan komitmen penuh jajaran Polda Kaltim hingga Polres dan Polsek dalam mendukung pengamanan kawasan IKN.

“Komitmen apa itu? Yaitu melakukan suatu penindakan-penindakan, pencegahan. Kemudian melakukan suatu inovasi, kampanye, sosialisasi, sampai dengan diskusi tentang bagaimana kita menyelamatkan wilayah IKN,” ujar Fauzi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Satgas telah melakukan berbagai langkah konkret. Mulai dari pemasangan plang larangan di titik-titik rawan seperti Bukit Tengkorak dan Tahura Bukit Soeharto, hingga penindakan aktivitas penambangan ilegal di wilayah Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, bersama kepolisian.

Selain penindakan, Satgas bersama Otorita IKN dan pihak terkait juga menjalankan program reforestasi dengan penanaman bibit pohon di sejumlah lokasi terdampak.

Sepanjang 2025, Satgas juga menertibkan berbagai aktivitas ilegal sosial kemasyarakatan, pengaturan lalu lintas jalan di wilayah IKN, penanganan praktik pertambangan ilegal, serta kasus pertanahan seperti jual beli lahan negara dan kawasan hutan. Dari rangkaian penindakan tersebut, satu tersangka telah diamankan dan ditahan.

Memasuki 2026, Satgas menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan pengumpulan dan pengolahan data, validasi batas kawasan, patroli dan pengawasan rutin, penindakan terukur berbasis regulasi, serta sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Peningkatan jumlah dan kapasitas personel juga menjadi fokus.

Melalui evaluasi dan penyusunan rencana kerja tersebut, Otorita IKN bersama Satgas dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen menjaga kawasan delineasi IKN dari aktivitas ilegal. Ibu Kota Nusantara diarahkan menjadi kota yang tertib hukum, aman, dan berkelanjutan. (riz)

Editor: Agus S

Razia Cipkon Satpol PP Samarinda Temukan Miras Oplosan, Lokasi Prostitusi Justru Kosong

0
Kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bersama unsur Polri dan TNI pada Sabtu malam (13/12/2025) mengungkap sejumlah pelanggaran di tempat hiburan. Aparat menemukan praktik konsumsi minuman keras, termasuk miras oplosan di kafe, namun lokasi yang diduga sebagai area prostitusi justru tidak ditemukan pelanggaran.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, mengatakan operasi Cipkon rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

“Malam hari ini seperti biasanya, kita dalam rangka Cipkon. Di mana kita memang harus memastikan Kota Samarinda ini dalam keadaan kondusif. Kita cegah dini, deteksi dini, kemungkinan-kemungkinan potensi rawan gangguan,” ujar Anis.

Dalam razia tersebut, petugas menyasar sejumlah kafe dan tempat hiburan yang diatur dalam Peraturan Daerah tentang ketertiban umum. Dari hasil pemeriksaan, Satpol PP menemukan adanya konsumsi minuman keras yang melanggar aturan.

“Dari beberapa kafe ada juga yang kita temukan mengonsumsi miras. Yang kedua, ada juga ternyata mirasnya itu dioplos, dikemas di dalam bentuk teko,” ungkap Anis.

Modus miras oplosan yang disajikan dalam teko diduga untuk mengelabui petugas agar tidak tampak seperti minuman beralkohol. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di area belakang, petugas menemukan banyak botol miras kosong yang menguatkan dugaan praktik tersebut.

Selain pelanggaran miras, Satpol PP juga menemukan tempat karaoke di kawasan MT Haryono yang tidak sesuai dengan peruntukan izinnya. Tempat tersebut diketahui hanya mengantongi izin UMKM melalui sistem OSS, namun beroperasi layaknya tempat hiburan malam.

“Dia semacam kayak THM karaoke. Tetapi izinnya yang dipasang OSS ternyata adalah UMKM. Artinya tidak sesuai dengan peruntukannya,” jelas Anis. Pihaknya pun memberikan teguran dan meminta pengelola segera menyesuaikan izin usaha.

Razia kemudian dilanjutkan ke kawasan Solong, yang sebelumnya dikenal sebagai Bendang Raya, menyusul keluhan warga terkait dugaan aktivitas prostitusi yang meresahkan lingkungan sekitar, terutama karena berdekatan dengan anak-anak usia sekolah.

“Tadi kami ke sana memang itu juga menjadi target dalam minggu-minggu akhir ini terhadap keluhan masyarakat… tapi saya lemas juga, kenapa? Ternyata jong pada saat sana kosong,” kata Anis.

Anis menduga kuat adanya kebocoran informasi menjelang pelaksanaan razia, meskipun belum dapat memastikan sumbernya.

“Jelas kenapa saya bisa ngomong kalau itu indikasi bocor? Karena pada saat di TKP sama sekali tidak ada pelanggar. Saya tidak yakin dalam satu komplek tidak ada satupun pelanggar,” tegasnya.

Meski demikian, Anis menegaskan Satpol PP tidak akan berhenti melakukan penertiban. Lokasi tersebut akan kembali menjadi target operasi berikutnya untuk memastikan benar-benar tidak ada aktivitas pelanggaran.

“Kalau memang sudah tutup dan patuh karena pernah ditertibkan, saya bersyukur. Tapi kalau tidak, itu menjadi catatan bahwa malam hari ini kita belum berhasil,” pungkasnya. (Dim)

Editor: Agus S

Kejuaraan Renang Sprint Race III Kutim Diikuti 258 Atlit Pelajar se-Kutim

0
Antusias peserta mengikuti kejuaraan renang sprint race III Kutim. (Ramlah)

SANGATTA — Aquatik Indonesia Kutim mengadakan Kejuaraan Renang Sprint Race III Antar Pelajar, di Kolam Renang Town Hall Sangatta, Sabtu–Minggu (13–14/12/2025). Kejuaraan ini diikuti sebanyak 258 atlet pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kutai Timur (Kutim).

Ratusan atlet tersebut datang dari berbagai sekolah dan klub renang di Kutim, mulai dari jenjang PAUD dan TK hingga SMA/SMK, untuk berkompetisi dalam 74 nomor perlombaan yang terbagi ke dalam 38 kategori putra dan putri. Kejuaraan ini menjadi ajang uji kemampuan sekaligus pembinaan atlet usia dini di cabang olahraga renang.

Kejuaraan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur. Dalam sambutannya, Basuki menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan olahraga renang, termasuk rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional di kawasan Stadion Kudungga.

“Insyaallah, tahun depan atlet-atlet kita sudah bisa berlatih dan bertanding di kolam renang Stadion Kudungga. Ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet secara berkelanjutan,” ujar Basuki.

Ia menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana untuk mengukur hasil latihan para pelajar serta menjaring bibit atlet potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kutai Timur di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Akuatik Indonesia Kutim, H. Reza Pahlevi, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta pada Sprint Race III tahun ini. Menurutnya, jumlah atlet yang terus meningkat menunjukkan minat masyarakat terhadap olahraga renang di Kutim semakin berkembang.

“Kejuaraan ini menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet jangka panjang. Dari sini kita bisa melihat potensi atlet muda Kutim ke depan,” kata Reza Pahlevi yang akrab disapa H. Levi.

Selama pelaksanaan, para atlet pelajar menunjukkan semangat dan sportivitas tinggi, disaksikan langsung oleh orang tua, pelatih, dan pengurus cabang olahraga. Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet renang berprestasi sekaligus memperkuat ekosistem olahraga akuatik di Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Penipuan Berkedok Tilang ETLE Melalui SMS, Kasat Lantas: Lebih Baik Konfirmasi Terlebih Dahulu

0
Bukti sms penipuan melalui tilang ETLE. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi menyampaikan agar masyarakat bisa lebih berhati-hati lagi, apabila menerima SMS terkait penilangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Sebab lewat pesan singkat tersebut, merupakan salah satu modus berkedok penipuan untuk mencuri data pribadi, yang berisikan tautan mengatasnamakan penilangan ETLE.

“Jika ada masyarakat yang menerima sms terkait dengan ETLE, agar bisa konfirmasi terlebih dahulu ke bagian tilang Sat Lantas Polres Bontang,” ucapnya melalui pesan singkat, Sabtu (13/12/2025).

Penting untuk mengetahui bahwa notifikasi tilang ETLE resmi memiliki ciri-ciri khusus, dan tidak meminta data sensitif atau pembayaran langsung melalui SMS dan WhatsApp.

Notifikasi tilang resmi dari kepolisian juga dikirimkan melalui beberapa jalur resmi yang telah terverifikasi, seperti surat fisik, website resmi, nomor WhatsApp resmi, serta aplikasi resmi.

Sebelumnya salah satu warga Bontang, Dwi telah menerima SMS sekitar pukul 10.24 Wita terkait penilangan ETLE, yang dimana dalam pesan tersebut berisikan pesan singkat mengenai denda yang harus dibayarkan sebesar Rp 150 ribu yang belum terbayar lunas.

Terlebih lagi dalam isi pesan tersebut juga terdapat link, untuk yang bersangkutan bisa menyelesaikan tilang ETLE yang dilayangkan dari sang pengirim dengan nomor baru.

“Tiba-tiba saja saya mendapatkan SMS seperti itu, maka saya coba konfirmasi dan ternyata ini salah satu modus penipuan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Klarifikasi Isu Tahanan Meninggal di Penjara

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Polres Bontang mengklarifikasi beredarnya berita hoax, terkait adanya tahanan yang meninggal dunia bernama Asrul Huda Bin M Nur, akibat mengalami sakit dugaan perlakuan tidak manusiawi di ruang tahanan.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bontang, Iptu Dany menegaskan, bila informasi tersebut tidak benar dan merupakan berita hoax. Karena Polres Bontang tidak pernah melakukan penahanan terhadap seorang, sebagaimana yang disebutkan dalam unggahan berita hoax tersebut.

“Perlu kami tegaskan bahwa Polres Bontang tidak pernah memiliki, atau menahan seseorang bernama Asrul. Seperti yang dituduhkan dalam unggahan di media sosial, narasi yang tersebar adalah tidak mendasar dan menyesatkan,” jelasnya, Sabtu (13/12/2025).

Pihak kepolisian telah melakukan penelusuran secara internal terhadap data tahanan, dan memastikan bahwa nama yang dimaksud tidak tercatat dalam administrasi tahanan di Polres Bontang maupun Polsek beserta jajaran.

Kapolres Bontang sangat menyayangkan adanya unggahan provokatif yang mencantumkan institusi Polri, serta pejabat kepolisian tanpa disertai fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

Unggahan tersebut dinilai berpotensi akan menimbulkan kesalahpahaman, serta meresahkan masyarakat. Maka Polres Bontang berharap seluruh masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, dan mengedepankan etika serta tanggung jawab dalam bermain media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu, dan tidak menyebarkan informasi yang tidak valid. Polres Bontang selalu terbuka dalam memberikan penjelasan, melalui saluran resmi,” tutup AKBP Widho Anriano.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembinaan dan Pengawasan Ormas Mulai Diperketat

0

Pemerintah Kota Bontang bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait mulai memperketat pembinaan serta pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas). Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas keamanan, mencegah potensi konflik, serta memastikan seluruh aktivitas ormas berjalan sesuai ketentuan hukum dan tidak bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb13des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pemetaan Daerah Rawan Konflik di Bontang

0
Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy Haryanto. (Syakurah)

BONTANG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang memaparkan peta daerah rawan konflik, yang menjadi kemungkinan terjadinya tindak premanisme maupun aktivitas ormas bermasalah.

Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy Haryanto menjelaskan, bahwa daerah tersebut merupakan potensi terjadinya konflik sehingga perlu adanya pemetaan lebih lanjut terkait aktivitas yang ada.

“Pemetaan ini penting kita lakukan, bagaimana bisa kita melakukan intervensi kegiatan, ya harus berangkat dari data tersebut,” ujarnya.

Indikasi Jenis Konflik yang Rawan Terjadi di 15 Kelurahan:

Kelurahan Api-api: Kenalan remaja dan aliran menyimpang

Kelurahan Kanaan: Sengketa lahan atau tanah, kenakalan remaja dan miras

Kelurahan Satimpo: Ketenagakerjaan, sengketa tanah atau lahan dan kenalakan remaja

Kelurahan Bontang Lestari: Sengketa lahan, ketenagakerjaan dan tenaga kerja asing

Kelurahan Loktuan: Ketenagakerjaan, aliran menyimpang, kenalakan remaja, Miras dan narkoba, pencurian dan perkelahian

Kelurahan Tanjung Laut: Sengketa lahan, sengketa rumah ibadah, aliran menyimpang, narkoba, miras prostitusi, perkelahian, dan kenakalan remaja

Kelurahan Berbas Tengah: THM, miras, narkoba, perkelahian, pencurian, dannTindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kelurahan Guntung: Tapal batas, ketenagakerjaan danpengeboman ikan

Kelurahan Bontang Kuala: Sengketa lahan, narkoba, dan pengeboman ikan

Kelurahan Tanjung Laut Indah: Narkoba, pencurian

Kelurahan Berbas Pantai: THM, miras. narkoba, prostitusi, TPPO, perkelahian, dan pencurian

Kelurahan Bontang baru, Kelurahan Gunung Telihan, Kelurahan Gunung Elai dan Kelurahan Belimbing dengan rawan konflik yang sama yakni sengketa lahan atau tanah.

“Aspek kegiatan yang dikatakan bermasalah jika melakukan tindakan kekerasan, kemudian diintimidasi atau ancaman kepada masyarakat dengan bentrok antar ormas,” lanjutnya.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan pemetaan lebih dalam, agar dapat mengetahui daerah mana saja yang dinyatakan paling rawan untuk mengantisipasi adanya potensi konflik sebelum meluas dan memecah belah masyarakat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemilik Cium Bau Asap Tengah Malam, Dua Rumah Petakan di Berbas Pantai Dilalap Api

0
Pemilik Cium Bau Asap Tengah Malam, Dua Rumah Petakan di Berbas Pantai Dilalap Api
Rumah petakan di Berbas Pantai tersisa puing-puing pasca kebakaran. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Api melalap habis dua rumah petakan yang berada di Jalan Pangeran Antasari, Gang Manunggal, RT.8, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (13/12/2025), sekitar pukul 01.50 Wita.

Sebelumnya, penghuni petakan, Sri Mulyati sedang tidur bersama kedua anaknya sekitar pukul 22.00 Wita. Dirinya juga sempat bangun akibat mengalami perut yang mulas, dan setelah itu mengecek anaknya yang masih tertidur.

Tak berselang lama kemudian saat Sri ingin tidur kembali, Sri mencium bau asap dari dalam rumah petakannya. Akan tetapi saat tersadar, dirinya langsung bangun akibat melihat api besar dari bagian atas rumah petakannya.

“Sempat tidur sama anak-anak, tidak lama pas saya habis buang air dan mau tidur lagi, saya mencium bau asap. Lalu sadar kalau apinya sudah besar di bagian atas,” ucapnya saat ditemui.

Karena api semakin membesar, Sri langsung menarik kedua anaknya yang sedang tidur untuk berlari keluar petakan. Mereka keluar melalui pintu dari samping, sebab pintu depan sudah penuh dengan kobaran api.

“Karena panik, saya langsung tarik keluar anak-anak saya. Barang-barang pun tidak ada yang bisa diselamatkan sama sekali. Ini tinggal handphone dan dompet saja yang saya punya,” ungkapnya.

Selain itu, Sri mengatakan bahwa dugaan terjadinya kebakaran akibat adanya konsleting listrik dari meteran lampu, yang ada di rumah petakannya.

Sebab sejauh ini selama Sri menempati, dirinya pernah diberitahu oleh pemilik petakan kalau kabel di rumah petakannya belum pernah diganti.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam