Beranda blog Halaman 491

Kini, Ruangan Hemodialisa RSUD Taman Husada Miliki Fasilitas Lengkap

0
Ruangan HD di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ruangan Hemodialisa (HD) yang berada di RSUD Taman Husada Bontang, kini telah memiliki kualitas standar dengan fasilitas yang lengkap.

Hal ini disampaikan secara langsung, oleh Himpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) Koordinator Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dr. Astried Indrasari, Sp.PD, Subsp.GH FINASIM, yang mengatakan bahwa untuk di RSUD Taman Husada Bontang saat ini telah memenuhi standarnya, seperti bed, atau pun perlengkapan medis lainnya.

Terlebih lagi, untuk ruangan HD sendiri harus memiliki standar dengan kriteria yang telah diberlakukan, seperti tempat tidur atau bed yang ada di dalam ruangan, harus ada jarak dengan satu yang lainnya.

“Untuk RSUD saat ini sudah memenuhi standarnya, bahkan untuk pasien CAPD-nya sudah sampai 4 pasien,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/10/2025).

Sehingga, dengan adanya fasilitas yang lengkap di ruangan HD untuk ke depan sangat diharapkan RSUD Taman Husada Bontang dapat mengoptimalkan pelayanan, khususnya bagi penderita gagal ginjal.

Maka warga Bontang dan sekitarnya, yang akan cuci darah cukup dilakukan di RSUD Taman Husada Bontang saja. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Wisuda ke-13 STIE Nusantara, 157 Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja

0
Wisuda Mahasiswa STIE Nusantara dihadiri Wakil Bupatj Kutim Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Sebanyak 157 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nusantara Sangatta resmi diwisuda dalam Wisuda Sarjana ke-XIII Tahun 2025, yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Sangatta, Kamis (30/10/2025).

Acara wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan tamu undangan, para dosen, dan keluarga wisudawan. Tahun ini, 25 lulusan berhasil meraih gelar Sarjana Akuntansi (S.Ak) dan 132 lulusan menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M).

Ketua STIE Nusantara Sangatta, Amransyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian seluruh wisudawan. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kutai Timur.

“Ini merupakan kontribusi kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kutai Timur khususnya, dan Kalimantan Timur pada umumnya,” ujar Amransyah.

Ia menegaskan, gelar sarjana bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari babak baru dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Gelar yang Anda sandang hari ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan. Tapi ingat, ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang penuh tantangan dan peluang,” pesannya.

Amransyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, staf pengajar, serta para orang tua mahasiswa atas dukungan yang diberikan selama proses studi.
Pada kesempatan itu, ia turut mengumumkan perkembangan Program Magister Manajemen (S2) di STIE Nusantara yang kini telah memasuki angkatan kedua dengan 144 mahasiswa aktif.

“Target kami, sekitar 86 persen mahasiswa magister dapat menyelesaikan studi pada tahun 2026. Kami berharap STIE Nusantara Sangatta terus menjadi rumah ilmu dan pengabdian, serta melahirkan generasi tangguh yang siap berkontribusi untuk bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan motivasi kepada para lulusan agar siap menghadapi dunia kerja yang penuh persaingan.

Ia membagi fase kehidupan manusia menjadi tiga tahapan, yakni masa belajar, masa bekerja, dan masa ibadah.
“Usia manusia rata-rata 75 tahun. Dua puluh lima tahun pertama masa belajar, 25 tahun kedua masa bekerja dan berumah tangga, dan 25 tahun terakhir untuk memperbanyak amal. Jadi, sekaranglah waktunya bekerja keras dan mencari rezeki,” pesannya.

Mahyunadi juga menekankan pentingnya ketangguhan dan daya saing di era global, sejalan dengan visi daerah ‘Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing’.
“Kutim tangguh berarti mampu bangkit menghadapi tantangan zaman. Kutim mandiri artinya masyarakat bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan kekuatan sumber daya manusia yang cerdas dan berintegritas,” jelasnya.

Menurutnya, semangat ‘Tuah Bumi Untuk Benua’ yang tersemat dalam lambang Kutai Timur menjadi pengingat agar setiap warga Kutim memberi manfaat seluas-luasnya bagi bangsa.

“Lulusan STIE Nusantara punya peran strategis dalam memperkuat sektor produktif dan mendorong ekonomi masyarakat agar semakin maju,” kata Mahyunadi.

Menutup sambutannya, Wabup berpesan agar para wisudawan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pelopor dan pencipta lapangan kerja.
“Tingkatkan nilai kreasi. Jangan hanya jadi pengekor, tapi jadilah pelopor,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Usaha Diimbau Segera Urus TDG

0
Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP, Sunita Sinaga (kiri). (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang mengimbau para pelaku usaha yang memiliki gudang, agar segera mengurus Tanda Daftar Gudang (TDG). Pasalnya, izin tersebut menjadi syarat wajib bagi setiap kegiatan usaha pergudangan.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Bontang, Sunita Sinaga menyebutkan bahwa hingga saat ini masih ada sebagian gudang yang belum memiliki TDG, meski pihaknya telah melakukan imbauan dan sosialisasi langsung ke lapangan.

“Ada yang sudah memiliki, ada yang masih proses, dan ada juga yang belum. Tapi kami sudah mengajak mereka supaya segera mengurus TDG. Teman-teman juga sudah turun ke lapangan untuk mengimbau,” terangnya, Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, TDG diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS), yang terintegrasi dengan instansi teknis lainnya. Sebelum mengajukan TDG, pemilik gudang harus memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), izin yang sebelumnya dikenal dengan IMB.

“Kalau mau membangun gudang, harus punya PBG dulu. Itu diurus melalui Dinas PUPR. Setelah gudang berdiri dan sesuai klasifikasi, baru bisa mengajukan TDG ke DKUMPP,” jelasnya.

Melalui sistem OSS, pelaku usaha dapat mendaftarkan usahanya secara mandiri dengan membuat akun, memilih jenis perizinan, dan mengajukan TDG yang kemudian terhubung otomatis ke DKUMPP.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan pentingnya kepemilikan TDG sebagai bentuk legalitas dan pendataan gudang di wilayah Kota Bontang. “Dengan adanya TDG, data pergudangan di Bontang bisa lebih tertata dan pengawasan lebih mudah dilakukan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Berbas Pantai Tujuan Berikutnya Wartek In DKUMPP

0
Kegiatan Wartek In DKUMPP di Kanaan. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang akan kembali menggelar program Warung Tekan Inflasi (Wartek In), kali ini di wilayah Berbas Pantai.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (11/11/2025) mendatang, bertempat di Lapangan Berbas Pantai.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga, menjelaskan bahwa pelaksanaan Wartek In kali ini akan sedikit berbeda dari biasanya, karena pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Wartek In selanjutnya kami akan gelar dan berkolaborasi sama provinsi,” ungkap Sunita saat ditemui usai pelaksanaan Wartek In di Kelurahan Kanaan, Rabu (30/10/2025).

Menurutnya, kolaborasi dengan provinsi ini akan berdampak pada peningkatan jumlah stok dan ragam komoditas yang disediakan untuk masyarakat. Jika pada pelaksanaan sebelumnya DKUMPP Bontang hanya menyediakan bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir, maka kali ini seluruh kebutuhan pokok akan disuplai langsung oleh pihak provinsi.

“Karena diadakan bersama provinsi, maka stok yang tersedia akan jauh lebih banyak. Kalau sebelumnya hanya sebagian yang kami sediakan, kali ini semua komoditas akan disiapkan dari provinsi,” jelasnya.

Sunita menambahkan, DKUMPP Bontang sebelumnya juga sudah pernah menggelar Wartek In bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, dan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada kesempatan itu, beras yang disalurkan mencapai sekitar tiga ton, dengan harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Selain beras dan bahan pokok lainnya, Wartek In juga akan menghadirkan produsen lokal dan pelaku UMKM, seperti Mama Suka dan Mama Anjas, yang dikenal sebagai produsen makanan ringan khas Bontang. Tak hanya itu, LPG subsidi 3 kilogram juga akan tetap disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk produsen camilan seperti Mama Suka, kemudian LPG subsidi 3 kilogram tetap akan dihadirkan,” tambah Sunita.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Kanaan Serbu Wartek In DKUMPP di Rumah Adat Toraja

0
Pelaksanaan Wartek in di Kelurahan Kanaan oleh DKUMPP. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali melaksanakan kegiatan Warung Tekan Inflasi (Wartek In), Kamis (30/10/2025). Kegiatan digelar di halaman Rumah Adat Toraja, Kelurahan Kanaan.

Sejak pagi, warga telah bergantian datang ke lokasi untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga menjelaskan, pihaknya menyiapkan 1 ton beras subsidi SPHP. Selain beras, Wartek In juga menyediakan berbagai kebutuhan dapur lainnya seperti telur, tepung, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih.

“Untuk telur kita sediakan 100 piring. Ada juga produsen Mama Suka yang kami ajak untuk ikut serta menjual produk mereka, seperti aneka cemilan dan bumbu dapur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga mengajak penyedia gas LPG 3 kilogram, agar warga bisa memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih hemat.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemkot Bontang melalui DKUMPP dalam menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat di tengah tingginya harga pangan.

“Melalui Wartek In ini, kami berupaya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa harus terbebani kenaikan harga yang terjadi di pasaran,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga IKN Bakal Miliki KTP “Nusantara”, Berlaku Setelah Pemdasus Resmi Berfungsi

0
Batas wilayah delineasi IKN sudah clear dan dituangkan dalam berita acara. Ada 54 Desa/kelurahan dari 7 Kecamatan. Totalnya penduduknya 147 ribu jiwa. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Sekitar 147 ribu jiwa yang kini tinggal di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) diproyeksikan akan menjadi “warga ibu kota” dengan identitas kependudukan baru: KTP Nusantara. Namun, penerbitan KTP tersebut belum bisa dipastikan waktunya karena masih menunggu proses regulasi dan pembentukan Pemerintahan Daerah Khusus (Pemdasus) IKN.

Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menjelaskan di kantornya, Rabu (29/10/2025), bahwa peraturan terkait batas wilayah delineasi IKN masih dalam tahap finalisasi di Kementerian Dalam Negeri. “Nanti rilis identitas kependudukan baru itu diperkirakan beriringan dengan pembentukan Pemdasus Nusantara,” ujarnya.

Menurut Basuki, sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi warga IKN akan memiliki kode khusus. Hal itu kini sedang dikonsultasikan dengan Prof. Jimly Asshiddiqie sebagai mitra OIKN dalam penyusunan kerangka hukum dan tata kelola pemerintahan menuju transformasi IKN sebagai ibu kota politik.

“Nanti kodifikasinya sudah kode pos IKN. Jadi IKN tidak lagi masuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sekarang masih pakai kode pos Sepaku,” jelasnya.

OIKN menargetkan, KTP Nusantara dan NIK khusus tersebut mulai berlaku seiring beroperasinya Pemdasus secara penuh, yang diproyeksikan pada 2028.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menambahkan bahwa wilayah delineasi IKN saat ini mencakup 54 desa/kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan. “Satu kecamatan dari Penajam Paser Utara dan enam kecamatan lainnya dari Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

SMKN 1 PPU Luncurkan Teaching Factory Otomotif Bersama Auto 2000 Balikpapan

0
Siswa SMKN 1 PPU praktik servis kendaraan dalam program Teaching Factory bersama Auto 2000 Balikpapan. Foto: Satya Putra/MKN

PPU – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Penajam Paser Utara (PPU) di Sepaku resmi meluncurkan program Teaching Factory (Tefa) Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) yang bekerja sama dengan Auto 2000 MT Haryono Balikpapan, Selasa (29/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di workshop TKRO itu dihadiri perwakilan Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Obi Sandi; Sekretaris Yayasan Pendidikan Astra-MDR, Wedijianti Widarso; Pengawas SMK Wilayah 1 Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Setyo Nugroho; serta pihak Auto 2000 Balikpapan.

Kepala SMKN 1 PPU, Ruskin Nuryaddin, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi berbagai pihak yang memungkinkan program ini terwujud. “Kami bersyukur atas kolaborasi luar biasa ini. Terima kasih kepada Auto 2000 MT Haryono Balikpapan, Yayasan Pendidikan Astra, Otorita IKN, dan seluruh pihak yang mendukung,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan Pendidikan Astra-MDR, Wedijianti Widarso, berpesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar industri sebaik mungkin. “Ada yang namanya kelas Astra. Anak-anak diberi peluang belajar dan praktik langsung di dunia industri. Jangan disia-siakan. Semangat belajar harus dijaga,” katanya.

Service Manager Auto 2000 MT Haryono Balikpapan, Jaka Mulyadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui kerja sama pendidikan. “Kami ingin sinergi nyata antara sekolah dan industri, agar SMK tidak hanya mencetak lulusan, tapi juga tenaga kerja siap pakai yang berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Selain peresmian, acara juga diwarnai pameran hasil karya siswa seperti produk olahan makanan, paving block plastik, dan batik. Para siswa juga mempraktikkan langsung servis kendaraan, termasuk ganti oli mesin dan pemeriksaan ringan.

Melalui Teaching Factory ini, SMKN 1 PPU dan Auto 2000 membuka layanan servis profesional, antara lain spooring dan balancing roda, servis atau cek AC mobil, free check up (delapan item pemeriksaan), ganti oli mesin dan filter, serta cuci mobil.

Pewarta: Satya Putra/Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Satpol PP Samarinda Sapu Bersih PKL di Pasar Pagi, Ricuh Warnai Sterilisasi Jelang Peresmian

0
Satpol pp kota Samarinda menertibkan PKL PKL di sisi sisi Pasar Pagi. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Suasana tegang mewarnai penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Pagi, Kamis (30/10), saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda bersama aparat TNI dan Polri melakukan sterilisasi menjelang peresmian pasar oleh Wali Kota.

Kericuhan sempat pecah ketika petugas menertibkan pedagang bunga yang menolak lapaknya disita. Beberapa pedagang terlibat adu mulut dengan petugas yang berupaya menegakkan Peraturan Daerah (Perda).

Kepala Dinas Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan bahwa langkah penertiban ini bukan tindakan mendadak. “Kami tidak ujuk-ujuk turun. Sosialisasi sudah berulang kali dilakukan melalui dinas perdagangan, kelurahan, hingga kecamatan. Penertiban ini sudah sesuai SOP,” ujarnya di lokasi.

Dari operasi tersebut, sebanyak sembilan pedagang berhasil diamankan bersama barang dagangannya, sementara sisanya kabur saat petugas datang. Total pedagang yang ditertibkan diperkirakan mencapai 15 orang lebih, termasuk penjual ayam dan bunga.

Menurut Anis, penertiban ini penting dilakukan agar kawasan Pasar Pagi benar-benar steril dan tertib sebelum diresmikan oleh Wali Kota Samarinda. “Pak Wali Kota sebentar lagi akan membuka Pasar Pagi. Jadi, area ini harus bersih dan tertib,” katanya.

Terkait nasib para pedagang, Anis mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencarikan solusi. “Kami di Satpol PP fokus pada penegakan Perda dan ketertiban umum. Soal solusi, kami serahkan kepada perangkat daerah lain,” tambahnya.

Seluruh pedagang yang terjaring kini diamankan di kantor Satpol PP untuk menjalani pemeriksaan oleh Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD). Mereka akan diproses sesuai pelanggaran, apakah melalui Tindak Pidana Ringan (Tipiring) atau cukup dengan surat pernyataan.

“Nanti kita lihat dulu, apakah cukup dengan pernyataan atau harus Tipiring. Semua akan dipelajari lebih dulu,” pungkas Anis Siswanti.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Tender Gedung Legislatif-Yudikatif IKN Diulang Gara-Gara Selisih RAB

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan peta lokasi pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif kepada awak media di Plaza Legislatif, IKN. Foto: Atmaja/MKN

NUSANTARA – Pembangunan kawasan dan gedung legislatif-yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) terpaksa ditender ulang setelah ditemukan selisih hitungan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembatalan tender itu murni karena koreksi administratif, bukan persoalan hukum atau penyimpangan teknis.

“Selisihnya kecil, hanya ratusan juta dari total sekitar Rp12 triliun. Tapi karena multi-year contract, angkanya harus disamakan dulu dengan Kementerian Keuangan,” ujar Basuki di Kantor OIKN, Rabu (29/10/2025).

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono memberikan penjelasan dalam sesi Media Gathering di Kantor Otorita IKN. Foto: Atmaja/MKN

Mantan Menteri PUPR itu menjelaskan, tender ulang kini sedang berjalan dan penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada pekan ketiga November mendatang, mundur dari jadwal semula di Oktober.

“Sekarang sudah clear, sudah disetujui oleh Menteri Keuangan. Insyaallah minggu ketiga November kontrak diteken. Cuma geser beberapa hari dari rencana awal,” ujarnya.

Basuki menambahkan, koreksi RAB tersebut tidak akan mengganggu keseluruhan timeline pembangunan. “Kami sempat khawatir molor jauh, tapi ternyata bisa segera disesuaikan. Jadi tidak ada masalah lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, laman spse.inaproc.id mencatat tender ulang dilakukan karena adanya ketidaksesuaian dalam dokumen pemilihan yang tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Berdasarkan jadwal baru, pengumuman pemenang tender akan dilakukan 4 November, dan penandatanganan kontrak pada 26 November 2025.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Muh Takwin: Sekarang Sebutannya Pengusaha UMKM Bukan Pelaku UMKM

0
Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Saat ini penyebutan kata pelaku UMKM berubah. Tak hanya di lokal Bontang tapi juga seluruh Indonesia.

Hal itu diungkapkan Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang saat menghadiri pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret di Hotel Tiara Surya, Rabu (29/10/2025) kemarin.

Dijelaskan Takwin, penyebutan pelaku UMKM yang sering ditulis di berbagai media massa atau diucapkan masyarakat, dirasa kurang tepat.

Penyebutan kata ‘pelaku’ konotasinya negatif. Seperti pelaku curanmor, pelaku penipuan, dan lain sebagainya. Sehingga harus diganti dengan yang bekonotasi positif. Maka kata pelaku diganti dengan kata pengusaha.

“Sekarang disebutnya pengusaha UMKM bukan lagi pelaku UMKM. Itu sudah berlaku nasional,” sebut Takwin.

Penulis/Editor: Yusva Alam