Beranda blog Halaman 492

Industri Besar Diharap Bantu Majukan UMKM Lokal

0
Pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret dihadiri Indomaret. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berharap semakin banyak industri besar yang mau membantu mengangkat industri kecil seperti UMKM lokal untuk maju dan berkembang.

Harapan itu dilontarkan pasca DKUMPP Bontang berkolaborasi dengan Indomaret, menyediakan pendampingan wirausaha dan membuka ruang masuknya produk-produk UMKM lokal di gerai-gerai Indomaret.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang berharap ada lagi toko-toko besar atau retail-retail modern selain Indomaret, yang mau membantu UMKM lokal untuk maju dan berkembang.

“Dengan semakin banyaknya retail besar yang membuka ruang untuk UMKM lokal, semakin besar pula peluang pemasaran produk lokal,” ungkapnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Perluas Pasar UMKM Lokal, DKUMPP Kolaorasi dengan Indomaret

0
Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP (kemaja putih berkacamata) mendampingi Wawali Agus Haris di pelatihan kewirausahaan UMKM Indomaret. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berkolaborasi dengan Indomaret, membuat kegiatan untuk memajukan pengusaha UMKM lokal Bontang.

Kolaborasi itu dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan pengurusan administrasi berusaha maupun produk usaha, hingga Indomaret membuka ruang bagi produk-produk UMKM untuk dipajang di rak-rak khusus UMKM di gerai Indomaret.

Muh Takwin, Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang mengaku bersyukur dengan kolaborasi ini. Pasalnya, para pengusaha UMKM lokal dapat semakin memperluas pemasaran produknya.

“Tidak menutup kemungkinan produk lokal setelah berhasil di Indomaret Bontang, bisa ada di gerai Indomaret seluruh Indonesia,” ujarnya saat diwawancara di Pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM yang digelar Indomaret di Hotel Tiara Surya.

Dikatakannya, sekarang tinggal bagaimana sebanyak 75 pengusaha UMKM lokal binaan DKUMPP tersebut memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya. Agar dapat lolos seleksi masuk di gerai Indomaret.

“Kami akan terus mendampingi para pengusaha UMKM ini. Dalam pengurusan label halal, PIRT, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dari Kirab hingga Festival Musik, Disdikbud Kutim Hidupkan Bulan Budaya

0
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA— Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur tak hanya diramaikan oleh kegiatan seremonial. Tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim menghidupkan semangat kebersamaan lewat rangkaian kegiatan bertema budaya yang berlangsung sepanjang Oktober hingga akhir November 2025.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat dan generasi muda, agar turut berkontribusi dalam merayakan hari jadi daerah melalui karya seni dan kebudayaan.

“HUT Kutai Timur bukan hanya seremoni. Ini momentum memperkuat jati diri daerah, mempererat silaturahmi antarwarga, dan membuka ruang bagi seniman, pelajar, serta komunitas kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka,” ujar Mulyono, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas elemen, melibatkan pelaku budaya, lembaga seni, organisasi kepemudaan, pondok pesantren, sekolah, hingga masyarakat umum.

Rangkaian Agenda Budaya Kutim 2025
1. Kirab Budaya HUT Kutim (19 Oktober 2025, Sangatta)
Karnaval budaya meriah menampilkan parade busana tradisional, atraksi seni daerah, dan partisipasi dari seluruh kecamatan di Kutim. Kirab ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman budaya.

2. Festival Magicland Kutim ke-2 (15–17 November 2025, Polder Ilham Maulana)
Menghadirkan tari kolosal Magicland, penganugerahan Anugerah Kebudayaan Kabupaten, penyerahan hadiah Kirab Budaya, serta pentas seni daerah yang menggambarkan sinergi antara modernitas dan tradisi.

3. Pameran Miniatur Sejarah Nabi dan Rasul (17–22 November 2025, Masjid Agung Al-Faruq).
Pameran edukatif yang menampilkan miniatur perjalanan hidup para Nabi dan Rasul, memberikan pengalaman visual dan spiritual bagi pelajar, keluarga, dan masyarakat umum.

4. Festival Seni Budaya Kutim (21–23 November 2025, Alun-Alun Sangatta)
Menjadi puncak perayaan kebudayaan Kutim. Festival ini menghadirkan pertunjukan seni tari, musik tradisional, teater, sastra, dan kolaborasi lintas sanggar serta komunitas budaya.

5. Festival Musik Anti Narkoba (28–30 November 2025, Kecamatan Bengalon)
Mengusung semangat kampanye bahaya narkoba melalui musik dan kreativitas generasi muda, festival ini menjadi wadah positif bagi anak muda Kutim untuk berkarya dan menyuarakan pesan sosial.

Mulyono berharap, melalui gelaran ini masyarakat dapat semakin mencintai dan menjaga warisan budaya daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur, mari hadir, mendukung, dan merayakan budaya kita. Kutai Timur kuat karena budaya kita hidup,” tegasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan budaya ini menjadi bukti bahwa Kutai Timur bukan sekadar daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga tanah yang berdenyut oleh tradisi, kreativitas, dan kebersamaan warganya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Inovasi Polres Kutim, Aplikasi “Infolantas” Bikin Urusan Lalu Lintas Semakin Praktis

0
Peluncuran Aplikasi Infolantas langsung dilakukan Kapolres Kutim bersama Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Ist)

SANGATTA — Polres Kutai Timur terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kali ini, langkah nyata diwujudkan lewat peluncuran aplikasi digital “Infolantas Kutim”, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dan layanan lalu lintas hanya melalui ponsel.

Acara peluncuran berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Rabu (29/10/2025), disaksikan langsung oleh Bupati Kutim dan jajaran Forkopimda.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan, aplikasi Infolantas Kutim merupakan bagian dari komitmen Polres Kutim dalam mendukung transformasi digital Polri.

“Melalui Infolantas Kutim, masyarakat bisa memantau informasi lalu lintas terkini, pengalihan arus, hingga lokasi pelayanan publik seperti Samsat dan Satpas. Semuanya dapat diakses dengan mudah dan cepat lewat ponsel,” ungkapnya.

Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur pengaduan masyarakat, informasi tilang elektronik (ETLE), serta jadwal pelayanan Satpas, sehingga warga tidak perlu datang langsung ke kantor untuk mendapatkan layanan atau informasi tertentu.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Meihendra menambahkan, aplikasi ini akan terhubung dengan sistem pelayanan lalu lintas tingkat Polda dan Mabes Polri, yang memungkinkan koordinasi dan pemantauan situasi di lapangan menjadi lebih efisien.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih presisi, responsif, dan mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran aplikasi ini mendapat sambutan positif dari warga. Banyak yang menilai, Infolantas Kutim menjadi solusi praktis di tengah kebutuhan informasi cepat dan akurat mengenai kondisi lalu lintas di Kutai Timur.

Dengan inovasi digital ini, Polres Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang modern, adaptif, dan sejalan dengan semangat Polri Presisi — memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

OIKN Ajak Jurnalis “Masuk” ke Jantung IKN, Beber Fakta di Lapangan

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berbincang akrab dengan awak media usai sesi paparan dalam kegiatan Media Gathering di Balai Kota Nusantara. Foto: Istimewa

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali menggelar Media Gathering di Balai Kota OIKN, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang sinergi antara OIKN dan insan pers dari berbagai platform — cetak, elektronik, daring, hingga media sosial — untuk menyampaikan progres pembangunan IKN secara objektif dan berimbang.

Acara yang dikemas santai ini diisi dengan sesi paparan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, yang menjawab berbagai pertanyaan jurnalis seputar perkembangan pembangunan IKN, mulai dari penyelesaian Istana Wakil Presiden, aksesibilitas kawasan, hingga kesiapan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

“Terkait aksesibilitas di IKN, Desember tahun ini targetnya selesai. Nanti bapak ibu bisa lihat langsung ke lokasi jalan 1B dan 1C,” ujar Basuki Hadimuljono menjawab pertanyaan jurnalis dari Media Indonesia, Yovanda Noni.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam suasana akrab, kemudian Media Tour ke sejumlah titik penting di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Rombongan mengunjungi calon lokasi kompleks Legislatif–Yudikatif, proyek jalan 1B–1C, area penanaman pohon di Kemenko 4, serta meninjau DAS Sungai, Intake Sepaku, dan Bendungan Sepaku-Semoi untuk melihat langsung sistem penyediaan air di kawasan IKN.

Dalam tur lapangan ini, para jurnalis mendapat penjelasan teknis dari petugas di lapangan dan didampingi Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, serta tim Humas OIKN.

Tahun 2025 ini, kegiatan Media Gathering sudah digelar dua kali. Kali pertama berlangsung menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Agustus lalu, dan kini berlanjut sebagai forum harmonisasi media menjelang fase penting pembangunan IKN.

Media yang hadir antara lain Media Indonesia, Kompas.com, Metro TV, SCTV–Indosiar, Media Kaltim, RRI, Balikpapan TV, Kaltim Post, Antara, Beritasatu, serta influencer nasional William Denis.

Editor: Agus S

Pramuka Bontang Didorong Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Zaman

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyerahkan piagam penghargaan kepada anggota dan pembina Pramuka berprestasi pada Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Lapangan Bessai Berinta. Foto: Istimewa

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan Gerakan Pramuka harus tampil sebagai solusi di tengah tantangan era digital yang kian kompleks, termasuk maraknya bullying, narkoba, dan judi online. Pesan tegas itu disampaikan saat memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 tingkat Kota Bontang di Lapangan Bessai Berinta, Rabu (29/10/2025).

“Pramuka harus hadir sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi muda berakhlak, berintegritas, dan siap bersaing di era digital,” ujar Neni di hadapan ratusan anggota Pramuka dari tingkat SD hingga SMA.

Menurutnya, Pramuka bukan sekadar simbol kedisiplinan, tetapi wadah nyata pembentukan karakter bangsa. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan ketangguhan yang diajarkan Pramuka harus menjadi benteng moral generasi muda di tengah arus modernisasi.

Upacara bertema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” itu juga menjadi ajang apresiasi bagi Pramuka berprestasi. Wali Kota Neni secara langsung menyematkan tanda penghargaan kepada anggota dan pembina Pramuka yang telah membawa nama Bontang di tingkat nasional dan internasional, termasuk peserta Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 dan anggota Paskibraka Kota Bontang.

Suasana makin hangat ketika siswa-siswi SLB menampilkan tarian persembahan yang disambut riuh tepuk tangan. Bahkan, Wali Kota Neni bersama para tamu undangan turut menari bersama sebagai wujud kebersamaan dan inklusivitas.

Upacara ditutup dengan pembentangan Sang Saka Merah Putih, menegaskan semangat nasionalisme dan komitmen Pramuka Bontang untuk terus menjadi pelopor keteladanan menuju Indonesia Emas 2045.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Ketika Hak Sah Dilanggar, Hukum Harus Berdiri Tegak

0
Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

KAMIS, 30 Oktober 2025, menjadi momen penting dalam perjalanan panjang perkara perdata Nomor 91/Pdt.G/2025/PN.Bpp di Pengadilan Negeri Balikpapan. Sidang kesimpulan yang dijadwalkan pukul 12.00 WITA akan menjadi penentu bagi perkara yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, dengan berbagai bukti, saksi, dan pemeriksaan setempat yang telah tuntas.

Namun bagi saya, ini bukan sekadar perjuangan di jalur perdata, melainkan juga upaya menegakkan keadilan melalui jalur pidana yang telah saya laporkan ke Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebagai Tergugat II, saya resmi menyerahkan Kesimpulan Tergugat II melalui sistem e-Court pada 27 Oktober 2025. Dokumen ini memuat seluruh rangkaian argumentasi hukum yang menegaskan posisi saya sebagai pembeli sah hasil lelang eksekusi oleh negara melalui KPKNL Balikpapan.

Seluruh tahapan telah saya penuhi dengan prosedur yang sah dan transparan, mulai dari pendaftaran peserta lelang, penyetoran uang jaminan, penawaran tertinggi, pelunasan, hingga pengajuan balik nama di PN Balikpapan melalui notaris yang terdaftar.

Bukti-bukti pendukung juga telah saya serahkan, antara lain risalah lelang resmi No. 33/13.01/2025-01 tertanggal 18 Maret 2025, bukti pelunasan, pembayaran BPHTB, hingga bukti PBB tahun 2025 yang menunjukkan kepatuhan saya terhadap kewajiban pajak sebagai pemilik baru. Semua ini menegaskan bahwa saya memperoleh objek tersebut melalui jalur hukum yang sah dan beritikad baik.

Namun, fakta lapangan berkata lain. Saat pemeriksaan setempat (descente) pada 10 Oktober 2025, Penggugat secara terbuka mengakui di hadapan Majelis Hakim bahwa dirinya masih menguasai rumah yang secara hukum telah menjadi milik saya. Pengakuan tersebut tercatat dalam berita acara resmi pemeriksaan setempat dan menjadi salah satu bukti paling penting dalam perkara ini. Tindakan itu bukan hanya melanggar asas kepemilikan, tetapi juga berpotensi pidana.

Atas dasar inilah, sebelum pemeriksaan setempat, saya sudah melaporkan tindakan penguasaan tanpa hak tersebut ke Polda Kaltim, dengan dugaan pelanggaran Pasal 167 KUHP, yakni “barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum masuk atau tetap berada di rumah atau pekarangan tertutup milik orang lain diancam pidana penjara.”

Laporan ini telah diterima dan kini dalam tahap penyelidikan. Saya akan terus mengawal proses ini karena jalur pidana ini penting untuk menegakkan norma hukum yang selama ini diabaikan oleh pihak lawan.

Dua jalur hukum kini saya tempuh secara bersamaan. Perdata di PN Balikpapan untuk menegaskan hak kepemilikan, dan pidana di Polda Kaltim untuk memastikan adanya sanksi atas penguasaan ilegal. Langkah ini bukan bentuk perlawanan pribadi, melainkan upaya menegakkan keadilan dan memberi efek jera agar mekanisme lelang negara dihormati serta tidak disalahgunakan.

Saya tetap percaya pada objektivitas Majelis Hakim yang menangani perkara ini. Bukti dari pihak bank, KPKNL, hingga dokumen-dokumen resmi yang saya ajukan telah menunjukkan tidak ada satu pun unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana didalilkan oleh Penggugat. Risalah lelang negara adalah dokumen otentik, dan pembeli beritikad baik wajib dilindungi oleh sistem hukum kita.

Sidang kesimpulan besok bukan sekadar formalitas, melainkan ujian bagi penegakan hukum itu sendiri. Karena bagi saya, perkara ini bukan hanya soal rumah, tetapi soal kehormatan hukum: bahwa hak yang diperoleh secara sah melalui lelang negara tidak boleh dirampas oleh pihak mana pun! (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Dukung Percepatan Transisi Energi, Pupuk Kaltim Bekali Masyarakat Keterampilan Konversi Motor Listrik

0

BONTANG – Perkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan percepatan transisi energi bersih, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekali masyarakat keterampilan konversi motor listrik, dalam mendukung agenda dekarbonisasi serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Bekal pelatihan menyasar langsung sektor pendidikan melalui guru SMK, hingga pelaku usaha mikro bidang otomotif di Kota Bontang.

Puluhan peserta yang terlibat menerima pelatihan intensif, berupa teori dan praktik konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Mulai dari konsep dasar motor listrik, sistem baterai dan kelistrikan, hingga praktik konversi langsung dengan peralatan standar industri.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, mengungkapkan pelatihan ini merupakan tindaklanjut penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) yang terus menjadi pegangan perusahaan menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Terlebih penggunaan energi fosil yang sangat masif, menjadi salah satu tantangan utama di tengah semangat keberlanjutan yang terus digaungkan Pemerintah.

Hal ini terlihat dari makin meningkatnya polusi hingga emisi gas rumah kaca, yang jelas berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup masyarakat. Dan konversi kendaraan konvensional menjadi berbahan bakar listrik menjadi salah satu solusi yang ditawarkan, sebagai langkah strategis mendorong efisiensi energi dengan lebih tinggi.

“Maka dari itu infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik perlu diperkuat, termasuk pemahaman masyarakat dan SDM yang harus disiapkan sejak dini untuk menghadapi perubahan besar tersebut,” ujar Lendl, Senin (20/10/2025).

Sejalan dengan semangat itu, Pupuk Kaltim pun berinisiatif mengambil peran aktif untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis, baik bagi guru SMK untuk diajarkan kepada siswa, maupun wirausahawan bengkel untuk diaplikasikan langsung dalam usaha.

Pupuk Kaltim memandang pentingnya keterlibatan dunia pendidikan dan wirausahawan lokal dalam proses ini, mengingat konversi kendaraan listrik adalah kompetensi baru yang perlu dikuasai, agar lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tapi juga pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Begitu pula pelaku usaha bengkel, jika sejak awal sudah mampu menguasai teknologi konversi motor listrik, maka bengkel lokal akan menjadi mitra utama dalam mendorong percepatan transisi energi bersih. Dengan demikian, dampak pelatihan ini tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga masyarakat luas yang akan mendapat layanan konversi kendaraan secara langsung.

“Adanya sinergi dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, diharap makin mempercepat lahirnya ekosistem kendaraan listrik yang kokoh dalam mendukung visi Indonesia menuju net zero emission tahun 2060,” lanjut Lendl.

Konversi motor listrik pun menjadi langkah strategis Pupuk Kaltim dalam mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi. Dimana sepeda motor konvensional merupakan penyumbang signifikan emisi karbon di perkotaan, sehingga konversi menjadi kendaraan listrik akan memberi dampak positif secara langsung terhadap kualitas udara dan efisiensi energi.

Selain itu, penguasaan teknologi konversi motor listrik juga dinilai menjadi keterampilan masa depan yang sangat dibutuhkan. Dunia otomotif global yang terus bergerak ke arah elektrifikasi, maka perlu ditindaklanjuti dengan mempersiapkan SDM yang siap menghadapi perubahan tersebut.

“Transisi tidak akan berhasil tanpa kesiapan SDM, makanya pelatihan ini bukan sekadar tentang pembekalan keterampilan, tetapi juga upaya membangun ekosistem kendaraan listrik untuk diimplementasikan secara berkelanjutan,” tambah Lendl.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang Abdu Safa Muha, menyambut positif langkah Pupuk Kaltim memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan konversi motor listrik di masyarakat. Kata dia, pelatihan ini tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri, tetapi juga menjawab tantangan pendidikan kejuruan yang harus selalu adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Safa Muha menilai, konversi kendaraan listrik merupakan kompetensi baru yang sepatutnya bisa dipahami dengan baik oleh guru dan siswa, guna penguatan pendidikan kejuruan di Kota Bontang. Serta membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku bengkel, seiring meningkatnya tren kendaraan listrik di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang secara konsisten turut berperan dalam membangun sumber daya manusia dan mendorong inovasi teknologi di Kota Bontang,” ujar Abdu Safa Muha.

Dirinya pun menyebut keterlibatan Pupuk Kaltim dalam mendorong optimalisasi pendidikan merupakan wujud nyata dari konsep link and match antara dunia usaha dan pendidikan. Melalui kolaborasi ini, lulusan SMK di Bontang akan memiliki daya saing lebih kuat di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja.

“Kami harap kolaborasi seperti ini bisa terus diperluas, agar siswa maupun lulusan SMK Bontang dapat menjadi pusat keunggulan dalam teknologi otomotif serta kelistrikan yang mampu membawa perubahan positif di masyarakat,” pungkas Safa Muha. (adv)

Editor: Agus S

Kebakaran Bumi Senyiur Ungkap Kelalaian Fatal: Tanpa Sprinkler, Hidran Tak Layak

0
Petugas pemadam kebakaran dibantu relawan mengevakuasi peralatan dan memadamkan sisa api di area depan Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu pagi (29/10/2025). (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Kebakaran yang melanda Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Rabu pagi (29/10/2025) pukul 07.15 WITA, menjadi sorotan setelah Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Samarinda, Hendra Ah, mengungkap temuan mengejutkan soal lemahnya sistem proteksi kebakaran di hotel bintang lima tersebut.

Api yang diduga berasal dari salah satu kamar di lantai dua sempat merembet ke kamar lain sebelum berhasil dipadamkan setelah satu setengah jam penanganan. “Kami dapat laporan sekitar pukul 07.15. Untuk sementara, api berasal dari salah satu kamar di lantai dua,” ujar Hendra di lokasi kejadian.

Meski api padam dalam waktu 40 menit, kepulan asap tebal membuat proses pendinginan dan evakuasi berlangsung hingga lebih dari satu jam. Seluruh tamu hotel berhasil diselamatkan, namun seorang petugas pemadam sempat mengalami sesak napas akibat pekatnya asap.

Yang mengejutkan, menurut Hendra, hasil pemeriksaan awal menunjukkan Hotel Bumi Senyiur memiliki banyak kekurangan serius dalam sistem keamanan kebakaran, meski disebut telah menjalani inspeksi tahunan.

“Hotel ini memang kami inspeksi tiap tahun, tapi banyak kekurangan. Dari hidran yang tidak standar, tidak otomatis, hingga tidak adanya sprinkler sama sekali,” ungkap Hendra dengan nada tegas.

Temuan tersebut memicu keprihatinan mendalam. Hendra menegaskan, seluruh fasilitas publik seperti hotel dan pusat perbelanjaan wajib memenuhi standar proteksi kebakaran sesuai ketentuan teknis yang berlaku.

“Pelayanan publik seperti hotel dan mal harus dilengkapi alat proteksi kebakaran yang sesuai standar. Ini wajib, bukan pilihan,” tegasnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pengelola gedung publik di Samarinda agar tak abai terhadap aspek keselamatan kebakaran. (MK)

Editor: Agus S

Semangat Pemuda Berbuah Prestasi, Kaltim Masuk 10 Besar Nasional IPP 2025

0
Plt Kadispora Kaltim Muhammad Faisal menerima penghargaan IPP 10 besar nasional dari Kemenpora RI pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 di Jakarta. Foto: Istimewa

JAKARTA — Provinsi Kalimantan Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Kaltim resmi masuk dalam 10 besar provinsi dengan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tertinggi se-Indonesia.

Penghargaan diserahkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) pada acara puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/2025) malam.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, menerima penghargaan tersebut mewakili Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud.

“Ini bukti nyata bahwa pembangunan kepemudaan di Kaltim terus berjalan positif. Para pemuda kita semakin aktif, kreatif, dan berdaya saing,” ujar Faisal bangga usai menerima penghargaan.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang menegaskan semangat kolaborasi lintas generasi dalam membangun karakter pemuda patriotik, tangguh, dan berintegritas.

Dalam sambutan virtualnya, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan ilmu, kejujuran, disiplin, dan kerja keras. “Isi kemerdekaan kita dengan membawa Indonesia maju dan sejahtera,” pesannya.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir memimpin pembacaan ikrar Sumpah Pemuda yang menggema di seluruh penjuru hall, menandai semangat persatuan yang abadi.

Selain Kalimantan Timur, sembilan provinsi lain yang masuk daftar 10 besar IPP tertinggi adalah DIY, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Papua Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Aceh.

Capaian ini menjadi motivasi baru bagi Kaltim untuk terus memperkuat program pembinaan generasi muda agar siap menghadapi tantangan masa depan dengan daya saing global.

Editor: Agus S