Beranda blog Halaman 497

Wilayah Brokoli Raya Masih Banjir Saat Hujan, Ini Penyebabnya

0
Proses peninjauan Turap di Jalan Brokoli Raya Kelurahan Gunung Elai. (istimewa)

BONTANG – Lurah Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Sulistyo, mengungkapkan penyebab banjir yang masih kerap terjadi di kawasan Jalan Brokoli Raya, tepatnya di sekitar SDN 010 Gunung Elai.

Menurutnya, banjir di wilayah tersebut disebabkan oleh turap yang bergeser dan jebol di beberapa titik.

“Yang jebol itu turapnya, ada bergeser di situ. Sudah lama kejadiannya,” ujar Sulistyo saat meninjau lokasi bersama pihak kelurahan, Forum RT, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, Minggu (26/10/2025).

Akibat pergeseran itu, aliran air menjadi meluap ke jalan dan pemukiman warga setiap kali hujan deras atau terjadi banjir kiriman. “Itu yang menyebabkan air tidak mengalir lancar dan membuat wilayah sekitar SDN 10 terendam,” jelasnya.

Untuk penanganan sementara, pihak kelurahan bersama warga akan melakukan upaya swadaya dengan menumpuk karung berisi pasir di titik-titik turap yang bergeser. “Kami mau buat karung pasir untuk menambal bagian yang bergeser itu dulu,” ujarnya.

Sulistyo menambahkan, hasil peninjauan menunjukkan ada beberapa titik turap yang bergeser dengan panjang sekitar 100 meter. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang untuk perbaikan secara permanen.

“Sudah kami sampaikan ke PU, dan insyaallah akan dianggarkan di anggaran murni nanti,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Telurkan Inovasi TERA, Permudah Warga Cari Info Perizinan Melalui WhatsApp

0
Siti Hardiyanti, pembuat TERA. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Salahsatu pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Siti Hardiyanti, menggagas sebuah inovasi pelayanan publik berbasis teknologi bernama TERA (Teman Responsif Perizinan Anda).

Program ini merupakan sebuah chatbot WhatsApp yang menggunakan teknologi Artificial Intelejen (AI), untuk membantu masyarakat mengakses informasi perizinan dengan lebih mudah dan cepat.

“Jika masyarakat atau pelaku usaha yang ingin bertanya soal perizinan bisa langsung chat ke TERA. Saat ini sudah bisa diakses namun aplikasi ini akan terus dikembangkan,” jelas Siti.

Pemilihan platform WhatsApp dinilai lebih efektif karena sudah akrab di kalangan masyarakat Bontang. Meskipun DPMPTSP sebenarnya telah memiliki portal Perizinan Digital, namun penggunaan website dinilai masih kurang familiar di masyarakat.

“Kalau lewat website itu kan harus buka satu per satu, dan belum ada fitur pencarian. Sedangkan lewat WA, masyarakat tinggal ketik saja misalnya cara buat izin reklame, nanti langsung dijawab otomatis oleh chatbot,” tambahnya.

Untuk saat ini, TERA telah mencakup beberapa layanan perizinan non-berusaha yang sudah terintegrasi dengan sistem Perizinan Digital. Namun, beberapa perizinan berusaha seperti NIB (Nomor Induk Berusaha), risiko rendah, menengah, dan tinggi juga mulai diakomodasi.

Bahkan, TERA dapat memberikan referensi KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) sesuai jenis usaha yang ditanyakan.

“Misalnya masyarakat mau tahu KBLI untuk usaha warung kopi, tinggal ketik ‘KBLI warung kopi’, nanti langsung muncul referensinya,” terangnya.

Chatbot ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Informasi dan tautan menuju layanan TERA dapat diakses melalui akun Instagram resmi DPMPTSP Kota Bontang, yang menyediakan barcode untuk langsung terhubung ke nomor WhatsApp TERA.

Selain itu, dijelaskan bahwa sistem ini juga dilengkapi dengan pemantauan manual oleh admin. Jika chatbot tidak mampu menjawab pertanyaan tertentu, pengguna akan diarahkan untuk menghubungi Customer Service (Tanya PTSP) agar tetap mendapatkan solusi.

“Saya bisa cek progresnya, seperti apa pertanyaan yang sering muncul dan mana yang belum bisa dijawab oleh chatbot. Kalau ada yang tidak bisa dijawab, langsung diarahkan ke nomor CS kami,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

KPK Ingatkan Tambang Ilegal Bukan Urusan Satu Lembaga, Minta Penegakan Hukum Kolektif

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Istimewa)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penanganan tambang ilegal tidak bisa dibebankan hanya pada satu lembaga. Pernyataan ini menanggapi sikap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut penanganan tambang tanpa izin merupakan ranah aparat penegak hukum.

“Tentu langkah tindak lanjut ini juga tidak bisa dilakukan sendiri oleh KPK karena ini banyak stakeholder terkait lainnya,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Budi menilai, permasalahan tambang ilegal merupakan pekerjaan rumah lintas lembaga yang membutuhkan koordinasi menyeluruh antara KPK, Kementerian ESDM, KLHK, aparat kepolisian, dan pemerintah daerah. “Artinya, ini menjadi concern bersama untuk mengidentifikasi permasalahan yang masih muncul di sektor pertambangan. PR ini harus kita garap bersama supaya tata kelola pertambangan bisa terus diperbaiki, dari hulu sampai hilir, dengan proses bisnis yang berintegritas,” jelasnya.

Budi juga mengungkapkan bahwa temuan tambang ilegal di sekitar kawasan wisata Mandalika awalnya diperoleh melalui kegiatan koordinasi dan supervisi KPK, bukan dari operasi penindakan langsung.

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah V, Dian Patria, mengungkap adanya aktivitas tambang ilegal berjarak sekitar satu jam dari kawasan Mandalika. “Kami dorong pihak yang berwenang untuk menegakkan aturan. Kalau dia tidak tegakkan, bisa jadi dia bagian dari masalah — dan itu yang sering terjadi,” ujar Dian di Gedung Merah Putih KPK, 21 Oktober 2025.

Menanggapi hal itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kementeriannya hanya bertanggung jawab atas tambang yang memiliki izin resmi. “Kementerian ESDM itu mengelola tambang yang ada izinnya. Kalau enggak ada izinnya, ya proses hukum saja,” tegas Bahlil di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Adapun hasil peninjauan lapangan KPK bersama penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Agustus 2025 menemukan bahwa aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut diduga mampu memproduksi hingga tiga kilogram emas per hari.

Temuan ini semakin memperkuat urgensi koordinasi lintas lembaga dalam menertibkan praktik tambang tanpa izin yang kian marak dan merugikan negara. (MK)

Editor: Agus S

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji di Kemenag, Belum Ada Tersangka

0
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (Istimewa)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag). Hingga kini, lembaga antirasuah itu belum menetapkan satu pun tersangka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik tengah fokus menelusuri praktik jual beli kuota haji yang dilakukan oleh sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) kepada jemaah. “Saat ini kami masih fokus menelusuri jejak-jejak jual beli kuota yang dilakukan oleh PIHK kepada para jamaah,” ujar Budi di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, penyelidikan tidak serta-merta menjadikan pihak penjual maupun pembeli kuota sebagai tersangka. KPK masih mempelajari pola dan mekanisme transaksi yang diduga melibatkan penyalahgunaan kewenangan di Kemenag. “Kita akan mendalami bagaimana praktik jual beli kuota itu terjadi, termasuk pembiayaan dalam pelaksanaan ibadah haji,” ucapnya.

Masalah utama dalam perkara ini diduga berakar dari pembagian kuota tambahan yang tidak sesuai aturan. Indonesia menerima tambahan sekitar 20 ribu kuota haji untuk mempercepat antrean jemaah. Berdasarkan ketentuan, 92 persen dari tambahan itu seharusnya diberikan untuk haji reguler dan delapan persen untuk haji khusus. Namun, sejumlah pihak diduga membagi kuota secara tidak proporsional — bahkan mencapai 50 persen untuk haji khusus.

Untuk mengusut kasus ini, KPK telah memeriksa sejumlah pejabat Kemenag serta pihak penyedia jasa travel umrah, termasuk Ustaz Khalid Basalamah. Selain itu, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga telah dua kali dimintai keterangan oleh penyidik, masing-masing pada 7 Agustus dan 1 September 2025.

Budi menegaskan, KPK akan tetap menelusuri setiap indikasi pelanggaran secara mendalam sebelum melangkah ke tahap penetapan tersangka. “Kami bekerja hati-hati dan berdasarkan bukti. Semua proses masih berjalan,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Irfan, Atlet Ju-Jitsu Bontang Sabet Medali Emas di PON Beladiri Kudus 2025j

0
M. Irfan Fauzi berhasil meraih medali emas di kejuaraan PON Beladiri Kudus 2025. (Ist). 

BONTANG – Irfan, atlet dari Cabang Olahraga (Cabor) Ju-Jitsu Bontang, berhasil meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, di Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, di 11-26 Oktober 2025.

Irfan menjadi salah satu perwakilan dari Kota Bontang, yang ikut tergabung dalam kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengikuti kejuaraan PON Beladiri Kudus 2025. Irfan masuk dalam kategori pertandingan kelas Fighting sistem -77 Kilogram, putra.

“Pastinya saya merasa bangga dan senang sekali bisa meraih medali emas di ajang PON Beladiri Kudus 2025,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2025).

Diketahui, ini bukan untuk pertama kalinya Irfan meraih medali dalam pertandingan PON, sebelumnya Irfan juga sempat mendapatkan juara di PON XXI Aceh, Sumatera Utara (Sumut) 2024 lalu.

“Iya ini bukan yang perdana, saya mendapatkan medali. Sudah dua kali saya dapatkan medali di ajang PON,” tambahnya.

Lewat keberhasilan Irfan di ajang beladiri ini, dirinya berpesan terutama kepada pemerintah agar pihaknya bisa memberikan apresiasi. Padahal Irfan telah dua kali melangsungkan PON, tetapi hingga saat ini belum ada apresiasi sama sekali dari pemerintah.

“Dimohon untuk Pemerintah Kota Bontang, agar bisa memperhatikan atlet Ju-Jitsu dari segi fasilitas, seperti peralatan matras serta perlengkapan lainnya. Demi keselamatan dan kenyamanan atlet saat berlatih. Adapun apresiasi untuk atlet Bontang, semoga cepat cair,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

DKUMPP Juara OPERDA Cup I 2025, Zulfikar Top Skor 15 Gol

0
Penyerahan hadiah pemenang Turnamen Sepakbola OPERDA Cup I 2025. (ist)

BONTANG – Tim Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) berhasil meraih juara I dalam Turnamen Sepakbola OPERDA Cup I 2025 yang digelar di Stadion Bessai berinta. Penutupan turnamen ini berlangsung, Minggu (26/10/2025).

Di partai DKUMPP berhadapan dengan tim gabung kecamatan. Pertandingan ini dimenangkan oleh Tim DKUMPP dengan skor telak 5-0, menegaskan dominasi mereka sepanjang turnamen. Pada turnamen ini, DKUMPP menempati posisi juara 1, kecamatan juara 2, sedangkan SETDA dan DAMKAR berbagi posisi juara 3.

Penghargaan individu juga diberikan sebagai apresiasi atas penampilan gemilang para pemain. Top skor diraih oleh Zulfikar dari DAMKAR dengan total 15 gol, sedangkan gelar pemain terbaik jatuh pada Fadli dari DKUMPP, yang menunjukkan kehebatannya di lapangan.

Wali Kota Neni menegaskan, turnamen yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kota Bontang ke-26 ini, bukan hanya wadah untuk adu strategi di lapangan, melainkan juga merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam melakukan transformasi sosial.

“Melalui kegiatan diharapkan lahir Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” serunya.

Turnamen OPERDA Cup I 2025 ini meninggalkan kesan positif sebagai ajang kompetisi sekaligus wadah pembinaan untuk memupuk semangat sportivitas dan prestasi bagi masyarakat.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Investor Jepang Lirik IKN, Basuki Janjikan Kota Hijau

0
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan delegasi dari misi bisnis tingkat prefektur yang diselenggarakan oleh Kantor Japan External Trade Organization (JETRO) Saga di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Rabu (22/10/2025). (Istimewa)

NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan delegasi misi bisnis tingkat prefektur Jepang yang diselenggarakan oleh Japan External Trade Organization (JETRO) Saga di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN, Rabu (22/10/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari misi ekonomi JETRO untuk menjajaki peluang kerja sama dan investasi di Indonesia, khususnya dalam pengembangan infrastruktur serta kawasan industri di Ibu Kota Nusantara.

Delegasi yang dipimpin CEO & Chairman Kanzaki Industry Corp, Tsuru Katsuya, menuturkan bahwa pihaknya ingin melihat langsung potensi ekonomi masa depan di Indonesia. “Misi kami adalah meninjau infrastruktur ekonomi seperti kawasan industri, fasilitas transportasi, dan potensi lainnya sebagai bagian dari persiapan melihat peluang investasi di Indonesia. Tujuan utama kami adalah untuk melihat langsung Ibu Kota baru Nusantara,” ujarnya.

Menurut Tsuru, pembangunan IKN mencerminkan visi jangka panjang yang menarik bagi investor Jepang. “Dari perspektif kami di Jepang yang menghadapi kepadatan wilayah metropolitan, pembangunan IKN ini sangat menarik,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut memberi pemahaman lebih jelas mengenai arah pembangunan IKN sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha Jepang untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi JETRO dan menegaskan bahwa Otorita IKN berkomitmen membuka peluang investasi yang berorientasi pada pembangunan hijau dan berkelanjutan.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat datang di Nusantara, The Next Capital City of Indonesia,” kata Basuki.

Basuki menjelaskan bahwa pembangunan IKN tahap pertama dan kedua difokuskan pada area perkantoran pemerintahan dan perumahan. Tahap selanjutnya akan meluas ke sembilan wilayah pengembangan yang mencakup sektor ekonomi dan industri.

“Kami berharap kunjungan JETRO ini dapat mendorong pengembangan sektor industri di IKN,” ujarnya.

Ia menambahkan, arah pembangunan kawasan industri akan difokuskan pada industri bersih dan hijau (clean and green industry) seperti agroindustri dan industri perikanan. “Gambaran industrinya adalah yang clean and green, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan,” tutup Basuki. (MK)

Editor: Agus S

Berharap Lahir Perajin-perajin Baru Pasca Pelatihan Tas Rajutan

0
Pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pembuatan Tas Rajutan, di Café Halal Square. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang melalui Sekretaris Dispoparekraf, Rita Atin, menyampaikan bahwa pemkot terus berupaya memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya dan fesyen. Hal itu disampaikan saat Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pembuatan Tas Rajutan, di Café Halal Square, Bontang Utara, Senin (27/10/2025).

“Kita mengetahui bersama, bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Terlebih, pasar produk kriya saat ini sangat terbuka — baik secara offline maupun online — dengan jangkauan yang bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” ungkap Rita.

Ia menilai semangat ibu-ibu dan pelaku kreatif Bontang menjadi bukti, bahwa kreativitas dapat tumbuh dari lingkungan sendiri, terlebih jika didukung dengan pelatihan dan kesempatan yang tepat.
“Saya berharap para peserta tidak hanya mampu menghasilkan produk tas rajutan yang berkualitas, unik, dan bernilai seni, tetapi juga siap bersaing dengan membawa sertifikasi kompetensi yang dimiliki,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan, dipasarkan secara luas, dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif di Kota Bontang.

Pelatihan dan sertifikasi ini akan berlangsung hingga 30 Oktober 2025 mendatang, dan diharapkan dapat melahirkan perajin-perajin baru yang berdaya saing serta berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dorong Kemandirian Ekonomi Kreatif, Emak-Emak Dilatih Bikin Tas Rajutan

0
Pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pembuatan Tas Rajutan, di Café Halal Square. (ist)

BONTANG – Sektor ekonomi kreatif terus dikembangkan oleh Pemkot Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang. Salahsatunya dengan menggelar Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pembuatan Tas Rajutan, di Café Halal Square, Bontang Utara, Senin (27/10/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta, terdiri dari anggota TP PKK dan pelaku usaha lokal. Mereka akan mendapatkan pembelajaran langsung dari dua instruktur berpengalaman, Munawar Siama Bandaro dan Ismi Nasriati.

M. Deddy Arianto, Staf Jabatan Fungsional Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah memberikan kesempatan bagi pemula untuk menguasai keterampilan teknis pembuatan tas rajutan, serta memperoleh kualifikasi kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga membuka peluang usaha ekonomi kreatif berbasis keterampilan tangan dan memperluas daya saing produk lokal Bontang di pasar nasional,” ujar Deddy.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dewan Tekankan Kualitas Pembangunan Lapangan HOP 1

0
Komisi C DPRD Bontang lakukan sidak lapangan HOP 1. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Komisi C DPRD Kota Bontang melakukan sidak terhadap progres pengerjaan lapangan HOP 1, mulai dari pengerjaan lapangan mini soccer, basket, voli serta jogging track.

Dari sidak tersebut Kepala Dinas PUPRK Bontang, Edy Prabowo menjelaskan progres untuk lapangan mini soccer telah mencapai 66 persen dengan deviasi 3 persen.

“Kontrak berakhir sampai tanggal 24 Desember,” terangnya, Senin (27/10/2025).

Kemudian untuk rumput akan dikirim dari Surabaya, pada Selasa (28/10/2025). Progres pemasangan rumput akan dilakukan tanggal 4 sampai tanggal 16 November. Persentase pengerjaan rumput yang digunakan 16 persen.

“Artinya itu kan akan sangat mengangkat bola ya. Rumputnya ini kita kualitasnya yang bagus, kualitas FIFA,” tambahnya.

Untuk pengerjaan Jogging Track saat ini akan dibangun sebagian terlebih dahulu, karena anggaran yang belum menutup keseluruhan, “Jogging Track ini kita akan bangun bertahap, tahun depan kita lanjutkan, pengecoran dulu baru nanti di atasnya akan dilapis,” tambahnya.

Adapun dalam sidak ini Anggota Komisi C, Sahib mengingatkan untuk menjaga kualitas pembangunan, terutama tiang yang digunakan untuk lapangan tersebut.

“Itu tiang-tiang di lapangan dijaga bagaimana supaya tidak cepat korosi. Kita sidak ini mau memastikan pembangunan sudah sesuai dengan standar,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam