Agus Leo tertangkap tangan warga mencuri, lalu di bawa ke Polresta Samarinda. (Foto: Istimewa)
SAMARINDA – Seorang pria bernama Agus Leo kembali berurusan dengan hukum setelah nekat mencuri tas dari mobil yang sedang terparkir di Jalan Pelabuhan No.12 Blok A, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, Sabtu siang (25/10/2025). Pelaku yang diketahui merupakan residivis kasus serupa itu menggunakan modus lama: memanfaatkan kelengahan korban yang dibuat sibuk dengan ban mobil kempes.
Korban, Ramin dan suaminya, warga Tanah Hulu, awalnya hendak membeli perlengkapan memancing di Toko Sumber Laut. Karena area parkir penuh, mobil mereka berhenti di tepi jalan. Tak lama setelah turun, Ramin mendengar suara aneh.
“Saya baru turun dari mobil, tiba-tiba terdengar suara ‘ces’. Saya langsung bilang ke suami, ‘Mas, ban mobil kempes!’,” ujar Ramin.
Saat suaminya sibuk memperbaiki ban, Ramin masuk sebentar ke dalam toko. Dalam hitungan menit, seorang pria berpakaian santai mendekat ke mobil dan mengambil tas berisi ponsel serta rokok dari kursi depan. Aksi itu baru diketahui setelah warga berteriak, “Maling!”.
Pamapta Satu Polresta Samarinda, Ibda Rifki Saktio, menjelaskan pelaku memanfaatkan kondisi mobil yang tidak terkunci sepenuhnya. “Pelaku mengambil tas ketika korban fokus memperbaiki ban. Mobilnya tidak terkunci penuh, sehingga pelaku cepat membuka pintu dan mengambil barang,” katanya.
Namun aksi pelaku tidak berlangsung lama. Warga yang melihat kejadian langsung mengejar pria yang kabur dengan motor merah. “Beberapa warga ikut mengejar dan berhasil menangkap pelaku tidak jauh dari lokasi,” tambah Rifki.
Pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa Agus Leo adalah residivis kasus pencurian kendaraan dan barang dari dalam mobil. Ia pernah dipenjara karena kasus serupa dan baru beberapa bulan keluar dari tahanan.
“Pelaku ini residivis. Dulu juga kasusnya sama, mencuri dari kendaraan. Saat ini kami masih dalami kemungkinan adanya rekan lain,” ungkap Rifki.
Agus Leo kini diamankan di Mapolresta Samarinda bersama barang bukti berupa tas, ponsel, dan beberapa bungkus rokok. Polisi juga mendalami dugaan penggunaan modus serupa di sejumlah lokasi lain di Samarinda. (MK)
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menuangkan Eco Enzyme di sungai Karang Mumus. (Dimas/MKN)
SAMARINDA – Sungai Karang Mumus kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda. Sabtu (25/10/2025), ratusan orang dari berbagai unsur turun langsung dalam aksi bersih-bersih sungai yang dikemas dalam kegiatan kolaboratif antara pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini tidak sekadar memungut sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda juga meresmikan kapal pengangkut sampah, menebar benih ikan, serta menyalurkan Eco Enzyme ke sungai untuk membantu memperbaiki kualitas air. Aksi yang berlangsung di beberapa titik sepanjang Sungai Karang Mumus itu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan komunitas pecinta lingkungan.
“Kegiatan ini kolaborasi lintas pihak, mulai dari DLH, Dinas Perikanan, hingga komunitas Eco Enzyme. Tujuannya satu: menjadikan Samarinda kota yang bersih, cantik, dan bermartabat,” ujar Saefuddin Zuhri di sela kegiatan.
Namun, di balik semangat aksi tersebut, Saefuddin menyoroti persoalan klasik yang belum kunjung selesai—rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Ia menyebut, sebagian besar sampah yang mencemari Sungai Karang Mumus berasal dari rumah tangga yang tinggal di bantaran sungai.
“Yang bikin kotor itu bukan orang jauh, tapi warga sendiri. Terutama sampah rumah tangga, banyak dari ‘punyaan ibu-ibu’. Sudah pakai, selesai, langsung buang ke sungai. Ini masalah besar,” tegasnya dengan nada prihatin.
Ia menambahkan, edukasi dan sosialisasi sudah dilakukan sejak lama, namun kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan. Padahal, menjaga sungai bersih tidak hanya soal estetika, tetapi juga soal kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kalau masyarakat sadar, Samarinda ini bisa jauh lebih bersih dan nyaman. Kita mulai dari diri sendiri. Jangan tunggu orang lain bergerak dulu,” pesannya.
Selain membersihkan sungai, Pemkot Samarinda juga meluncurkan kapal pengangkut sampah yang akan beroperasi di sepanjang Sungai Karang Mumus. Kapal ini akan digunakan untuk mengangkut sampah yang sulit dijangkau dari daratan, sekaligus membantu petugas dalam pengawasan kebersihan sungai.
“Kapal ini bisa dimanfaatkan maksimal untuk menjaga ekosistem sungai. Tapi percuma kalau masyarakatnya tidak berubah. Sungai ini milik bersama, jadi harus dijaga bersama,” ujar Saefuddin.
Ia menegaskan, kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas lapangan, melainkan seluruh warga Samarinda. Ia pun berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, agar gerakan sadar lingkungan tidak berhenti di seremonial semata.
“Semoga ini bukan kegiatan sekali datang lalu selesai. Kita ingin ada keberlanjutan, agar Sungai Karang Mumus benar-benar jadi simbol kebersihan dan kesadaran warga Samarinda,” pungkasnya. (MK)
Mut’har, penjaga Masjid Darul Muslimin memperlihatkan CCTV saat ia lagi terbaring di mesjid Darul Muslimin Samarinda. (Foto: Istimewa
SAMARINDA – Pelarian seorang tahanan yang kabur dari rumah tahanan kepolisian berakhir di halaman masjid. Tahanan tersebut berhasil diamankan aparat pada Sabtu (25/10/2025) pagi, sekitar pukul 08.00 Wita, setelah kedapatan tertidur di Masjid Darul Muslimin, Jalan Samarinda–Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara.
Penangkapan ini berawal dari kejelian warga dan penjaga masjid. Mut’har, penjaga Masjid Darul Muslimin, menjadi saksi pertama yang menyadari keberadaan pria asing tersebut. Ia mengaku sudah melihat pria berpakaian safety lengkap itu beristirahat di lokasi sejak waktu subuh.
“Sekitar jam 4 subuh saya sudah bangun untuk salat. Ternyata ada orang tidur di depan sini, pakai baju safety. Saya kira pekerja tambahan saja,” jelas Mut’har saat ditemui di lokasi.
Awalnya, Mut’har tak menaruh curiga karena kepala pria itu tertutup. Namun, seorang jamaah bernama Ansur mencurigai kemiripan wajah pria tersebut dengan foto tahanan kabur yang beredar di media sosial dan grup masyarakat.
“Pak Ansur bilang, ‘itu mirip yang tahanan kabur kemarin’. Baru setelah itu saya mulai curiga,” ujarnya.
Chandro Nababan diamankan depan Mesjid Darul Muslimin. (Foto: Istimewa)
Mut’har kemudian melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian sebelum berangkat kerja. Tak lama setelah itu, Ansur kembali menghubunginya untuk memberi kabar bahwa pria tersebut telah diamankan aparat. “Pas saya sudah di kebun, Pak Ansur nelpon katanya orang itu sudah dijemput polisi di sini,” tambahnya.
Polisi yang sedang berpatroli di kawasan tersebut langsung merespons laporan warga. Setelah dicek, identitas pria itu cocok dengan daftar tahanan yang sedang diburu. Ia pun tak melawan saat diamankan, bahkan sempat diberi makan oleh petugas sebelum dibawa ke kantor polisi.
“Pas polisi datang, disesuaikan wajahnya dengan foto yang beredar, ternyata benar dia tahanan yang kabur. Katanya sempat dikasih makan dulu sebelum dibawa,” ungkap Mut’har.
Dengan tertangkapnya tahanan ini, kepolisian memastikan akan terus memburu tahanan lainnya yang masih kabur. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor bila melihat orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan di lingkungan sekitar. (MK)
Peserta dengan kostum sayap biru berhiaskan lampu tampil anggun di pawai malam Bontang City Carnival. Foto: Agus S
Beberapa kali gelaran Bontang City Carnival (BCC) saya memang tidak pernah menyaksikan langsung. Biasanya hanya menonton lewat siaran langsung atau video kiriman wartawan. Tapi Sabtu malam (25/10/2025) berbeda. Saya sudah berniat menonton. Ingin melihat langsung bagaimana suasana BCC yang tahun ini digelar malam hari, setelah beberapa edisi terakhir berlangsung pagi hari.
Saya dan istri memilih naik motor. Pertimbangannya, akses menuju lokasi pasti padat. Saya menempuh jalur dari Jalan Imam Bonjol, berbelok ke Jalan Tennis, melintasi Jalan Polo Air, dan masuk ke Jalan Jet Ski I, tepat di samping Bank Dhanarta. Begitu keluar dari jalur itu, langsung tersambung dengan Jalan Ahmad Yani, jantung pelaksanaan BCC 2025.
Tepat pukul 19.00 Wita saya berangkat. Dugaan saya benar. Kendaraan sudah mulai merayap menuju arah yang sama. Sesampainya di mulut gang Jet Ski, motor-motor sudah berderet rapat. Saya masih beruntung mendapat sedikit ruang untuk parkir. Dari sana, saya berjalan kaki menembus kerumunan yang makin padat.
Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, ribuan warga sudah berdiri di kiri-kanan jalan. Pedagang kaki lima memenuhi trotoar. Aroma jagung bakar bercampur dengan kopi sachet dan sate yang terbakar angin malam. Lampu tenda berkelip, anak-anak berlarian membawa balon LED, sementara orang dewasa sibuk mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Belum ada tanda-tanda rombongan peserta bergerak. Panggung utama di depan Dealer Honda masih dalam persiapan. Lampu sorot menembus langit malam, sementara panitia tampak sibuk di area VIP.
Saya sempat mendekat ke panggung, berharap acara segera dimulai, tapi waktu terus bergulir hingga pukul 20.00 belum juga ada tanda-tanda pembukaan. Akhirnya saya memutuskan kembali ke arah semula. Dan itu bukan keputusan mudah.
Arus manusia sudah terlalu padat. Mereka berjalan berlawanan arah. Sebagian menggendong anak, sebagian membawa kursi lipat. Saya menuntun motor perlahan di antara lautan orang yang terus berdatangan. Dari wajah-wajah yang saya lihat, semuanya menampakkan antusiasme. Ada yang datang berkelompok, ada pula yang berjalan santai sambil tertawa dan merekam video. Bontang malam itu benar-benar hidup.
Kendaraan hias naga raksasa dari Kerukunan Keluarga Madura (KKM) memukau penonton di malam BCC 2025. Foto: Agus SPenonton memadati sepanjang Jalan Ahmad Yani menyaksikan Bontang City Carnival 2025. Foto: Agus S
Namun rasa penasaran belum reda. Saya mencari jalur alternatif menuju area start di sekitar Jalan MH Thamrin. Di sana suasana lebih dinamis. Para peserta tengah bersiap dengan kostum berwarna-warni dan bentuk yang luar biasa detailnya.
Ratusan peserta dari berbagai instansi, komunitas, dan sekolah sudah berbaris rapi menunggu giliran tampil. Kostum yang dikenakan bukan sekadar pakaian karnaval, tapi hasil kreativitas luar biasa yang memadukan unsur tradisional, etnik, dan modern.
Kerukunan Keluarga Madura (KKM) tampil memukau dengan kendaraan hias berbentuk naga besar bercahaya merah keemasan. Kepala naga bermata merah menyala melambangkan keberanian, dihiasi ornamen khas Madura dan bendera merah putih di puncak. Peserta KKM mengenakan pakaian bergaris hitam putih, berjalan kompak mengiringi naga yang menembus malam dengan sinar lampu LED.
Di sisi lain, peserta lain mengenakan kostum biru muda dengan sayap lebar menyerupai bulu merak, dihiasi lampu-lampu kecil yang berpendar indah di bawah cahaya jalan.
Tak jauh dari situ, barisan SD Negeri 004 Bontang Utara menyiapkan spanduk bertuliskan “Beraksi dan Berinovasi Mencipta Karya Indah dengan Ecoprint.” Mereka mengenakan kostum bernuansa hijau dengan hiasan bunga dan topi lebar dari jerami. Sederhana, tapi sarat pesan lingkungan.
Saya hanya sekitar satu jam di lokasi ini, sebelum akhirnya memilih pulang dan melanjutkan menonton lewat siaran langsung Diskominfo Bontang di YouTube. Dari layar ponsel, saya melihat panggung utama yang sempat saya hampiri sebelumnya kini sudah dipenuhi sorotan kamera.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tampil anggun mengenakan busana adat Aceh berwarna merah maron lengkap dengan mahkota khas. Di belakangnya, para pejabat daerah juga mengenakan pakaian adat dari berbagai suku Nusantara. Ada yang berselendang khas Kutai, ada pula yang memakai songkok Mandar berwarna perak.
Tepat pukul 20.45 Wita, Bontang City Carnival 2025 resmi dimulai. Sorak penonton pecah ketika rombongan pertama melintas di depan panggung kehormatan. Jalan Ahmad Yani berubah menjadi lautan cahaya dan warna.
Meski hujan deras sempat mengguyur, semangat para peserta tidak surut. Mereka tetap tampil memukau dengan kostum megah di sepanjang rute karnaval, bahkan hingga dini hari.
Pantauan wartawan di lapangan, acara berlangsung hingga pukul 02.00 Wita, Minggu (26/10/2025), ditutup oleh peserta dari Kerukunan Keluarga Maumere Bontang. Total peserta pawai dan karnaval tahun ini mencapai 107 grup, mulai dari OPD, sekolah, komunitas, hingga paguyuban lintas etnis.
Salah satu warga, Anggi, mengaku senang dengan pelaksanaan malam hari. “Kalau malam begini, penonton lebih semangat. Tapi panggung utamanya agak sempit, kayaknya lebih enak kalau di Simpang Ramayana lagi, dan malam juga,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang turut hadir malam itu, menilai keberagaman budaya di Bontang adalah kekuatan yang harus dijaga dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menyebut BCC sebagai ajang strategis untuk mendorong pariwisata dan ekonomi daerah. “Paling utama menumbuhkan UMKM. Pemprov Kaltim berkomitmen mendorong pengembangan sektor budaya dan pariwisata,” kata Rudy.
Ia juga mengajak masyarakat bergotong-royong membangun daerah melalui kegiatan yang produktif dan inklusif. “Kami sadar, dengan infrastruktur yang baik dan partisipasi masyarakat, pertumbuhan ekonomi akan semakin membaik,” ujarnya.
Menutup malam panjang itu, gerimis perlahan reda. Namun warga belum beranjak. Jalan Ahmad Yani tetap ramai hingga menjelang dini hari.
Bontang City Carnival 2025 berakhir dengan sukses. Warga pulang membawa kesan dan kebanggaan, bahwa kotanya punya semangat dan kekompakan yang luar biasa. (*)
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama panitia dan jajaran PORDI saat pembukaan Bontang Domino Championship 2025 di Gedung Aini Rasyifa. Foto: Prokopim Bontang. Foto: Istimewa
BONTANG – Suasana meriah memenuhi Gedung Aini Rasyifa pada akhir pekan, 25–26 Oktober 2025. Ratusan peserta dari berbagai daerah memadati arena untuk mengikuti Bontang Domino Championship 2025, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Pemuda Bone (KKP Bone) Bontang.
Dengan mengusung tema “Kebersamaan dalam Kompetisi dan Semangat Sportivitas,” kejuaraan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang adu strategi para pecinta domino dari dalam dan luar Kota Bontang.
Pembukaan acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang hadir bersama sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Turut hadir Kabid Olahraga Dispopar Bontang Andi Parenreng, Ketua PORDI Bontang H. Fachruddin, Sekjen PORDI Muhammad Zahir selaku perwakilan Ketua Harian KKP Bone Pusat, Ketua Panitia Andi Faisal, serta para sponsor dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara luas.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain mempererat kebersamaan, ajang ini juga menunjukkan semangat sportivitas yang menjadi ciri masyarakat Bontang. Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras,” ujarnya.
Tahun ini, antusiasme peserta meningkat tajam. Panitia mencatat sebanyak 528 peserta ikut ambil bagian, terdiri dari perwakilan komunitas, klub, dan masyarakat umum. Mereka akan berlaga selama dua hari penuh untuk memperebutkan gelar juara sekaligus menjalin persaudaraan antarpecinta olahraga domino.
Ketua Panitia Andi Faisal menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bentuk nyata kebersamaan lintas komunitas. “Kita ingin olahraga domino bukan hanya hiburan, tapi juga sarana memperkuat solidaritas dan persaudaraan,” ungkapnya.
Pemkot Bontang melalui Dispopar menegaskan akan terus mendukung kegiatan olahraga rekreatif seperti ini. Selain menjadi hiburan masyarakat, kejuaraan domino juga dinilai efektif membangun semangat kebersamaan dan menjadi identitas sosial masyarakat Bontang yang penuh kekeluargaan.
Peserta Qubika Nusantara Glow Run 7K 2025 berlari melewati jalur bercahaya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Foto: Istimewa
NUSANTARA – Ribuan pelari menapaki jalur bercahaya di malam hari, menikmati paduan olahraga dan panorama megah Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Otorita IKN bersama Qubika Boutique Hotel Nusantara sukses menggelar Qubika Nusantara Glow Run 7K 2025 pada Sabtu malam (25/10/2025).
Acara bertema “Langkah Sehat, Semangat Hebat!” ini diikuti 1.450 peserta dari berbagai daerah di Kaltim dan luar pulau. Ajang lari malam ini menjadi simbol gaya hidup sehat, kolaborasi masyarakat, dan energi baru yang tumbuh di kota masa depan Indonesia.
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi dan semangat positif warga Nusantara.
“Ini adalah event lari malam pertama di IKN. Mari berlari dengan bahagia dan aman. Bagi peserta dari luar daerah, sampaikan pada dunia bahwa IKN adalah kota yang tumbuh dan hidup,” ujarnya.
Para juara Qubika Nusantara Glow Run 7K 2025 berfoto bersama usai menerima penghargaan di Qubika Boutique Hotel Nusantara. Foto: Istimewa
Sementara itu, Direktur Qubika Boutique Hotel Nusantara, Ferry Angkawidjaya, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Qubika untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa IKN adalah kota yang hidup dan bersemangat. Glow Run ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut merasakan atmosfer Nusantara yang terus berkembang,” jelasnya.
Adapun rute Glow Run 7K dimulai dari depan Qubika Boutique Hotel, melintasi Istana Garuda, Kantor Bank Indonesia, Sumbu Timur, Kantor Otorita IKN, Sumbu Barat, dan kembali ke titik awal. Lampu berwarna-warni di sepanjang jalur menjadikan suasana malam semakin meriah dan fotogenik.
Salah satu peserta asal Bontang, Rani, mengaku terkesan dengan pengalaman berlari di tengah cahaya malam Nusantara.
“Ini pertama kali saya ikut lari malam. Suasananya luar biasa, penuh energi positif. Indah banget lihat IKN di malam hari,” tuturnya.
Melalui ajang ini, Otorita IKN berharap semangat gaya hidup sehat dan kebersamaan masyarakat terus tumbuh seiring pembangunan Nusantara. Qubika Nusantara Glow Run 7K 2025 menjadi bukti bahwa setiap langkah kecil dapat menyalakan semangat besar menuju kota hijau, modern, dan berdaya saing global. (MK)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berswafoto bersama warga saat menghadiri Bontang City Carnival 2025 di Jalan Ahmad Yani. Foto: Istimewa
BONTANG – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) resmi membuka Bontang City Carnival (BCC) 2025 di Jalan Ahmad Yani, Sabtu malam (25/10/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-26 Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Gubernur Harum menegaskan bahwa karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk nyata pelestarian budaya Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara “Bontang City Carnival bukan hanya parade, tetapi wujud pelestarian budaya dan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Timur,” ujar Harum.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan pariwisata berbasis kearifan lokal.
“Budaya adalah alat pemersatu bangsa yang diwariskan turun-temurun. Pemprov Kaltim berkomitmen mendukung sektor budaya dan pariwisata, termasuk UMKM dan event seni berbasis daerah,” jelasnya.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris saat membuka Bontang City Carnival 2025. Foto: Istimewa
Gubernur Harum juga menekankan pentingnya sinergi antarwilayah di tengah keterbatasan fiskal daerah. “Meski Dana Transfer ke Daerah (TKD) mengalami pemotongan, kita harus tetap semangat dan bersatu membangun Kaltim, termasuk Bontang,” pesannya.
Bontang City Carnival 2025 mengusung tema “Kemilau Kreativitas Bontang-ku, Warna-Warni Budaya Nusantara Baru.” Ratusan peserta dari perangkat daerah, komunitas, dan pelajar tampil memeriahkan acara yang berlangsung hingga malam hari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Andi Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Kaltim Shemmy Permata Sari, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota Agus Haris, Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, serta unsur Forkopimda dan Pemkot Bontang.
Pembukaan Turnamen Tenis Meja Open 2025 di Aula Dispoparekraf Bontang. (Ist)
BONTANG– Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang membuka Turnamen Tenis Meja Bontang Open 2025. Event ini resmi dibuka pada tanggal 24 Oktober 2025, bertempat di Aula Dispopar Kota Bontang.
Acara pembukaan ini diwakili secara resmi oleh Sekretaris Dispoparekraf Kota Bontang, Rita Atin Widiarti, yang mewakili Wali Kota Bontang.
Dijelaskannya, turnamen ini diikuti 249 atlet, dimana 49 atlet berasal dari luar Kota Bontang. “Hal ini menandakan daya tarik yang besar pada olahraga ini,” ujarnya.
Ditambahkannya, dengan turnamen yang digelar selama 3 hari sejak 24-26 Oktober 2025 ini, tak hanya menjadi wadah para atlet menyalurkan bakat dan kemampuannya, namun juga jadi ajang silaturahmi bagi para pelaku olahraga daerah.
Sosialisasi pendampingan hukum program unggulan Kota Bontang oleh Kejaksaan Negeri Bontang di Kelurahan Api-Api. (Ist)
BONTANG – Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono didampingi oleh Kasi Pemerintahan dan Trantibum Fachrizal, membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Pendampingan Hukum Program Unggulan Kota Bontang Oleh Kejaksaan Negeri Bontang.”
Dalam Sambutannya Hadha berharap, dengan kegiatan ini bapak/ibu RT serta seluruh LKK (Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan) Api-Api, dapat memahami pentingnya peran kejaksaan dalam pendampingan hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif, dalam menjalankan program unggulan Kota Bontang.
Sementara itu, Narasumber Kejaksaan Negeri Kota Bontang menjelaskan terkait peran kejaksaan dalam memberikan perlindungan hukum untuk meningkatkan kualitas ekonomi kreatif melalui program Unggulan di Kota Bontang, dengan memahami hukum dan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan Sosialisasi ini diharapkan dapat mewujudkan Bontang yang lebih maju dan berdaya saing.
Rapat finalisasi pembentukan klub sepak bola Kota Bontang di ruang rapat Dispopar. (ist)
BONTANG – Wawali Agus Haris menegaskan, menghidupkan kembali klub sepak bola bukan semata-mata soal prestasi, melainkan juga tentang kebanggaan dan identitas daerah yang diangkat melalui semangat olahraga. Hal itu disampaikannya, saat memimpin langsung Rapat Finalisasi Pembentukan Klub Sepak Bola Kota Bontang di ruang rapat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) beberapa waktu lalu.
“Kemajuan Bontang tidak bisa dilepaskan dari semangat gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi industri dan pihak swasta untuk berkolaborasi membangun kembali semangat olahraga di kota ini,” ujar wawali.
Rapat ini menjadi tindak lanjut dari dua pertemuan sebelumnya, dengan fokus utama memfinalisasi bentuk dukungan nyata dari perusahaan.
Pemerintah menyampaikan rencana pengajuan proposal resmi kepada seluruh perusahaan. Hal ini dilakukan agar setiap pihak dapat menyesuaikan bentuk dan besaran dukungan sesuai kemampuan, tanpa adanya unsur paksaan, menjamin prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Sebagai langkah awal komitmen, Pemkot Bontang menyebutkan rencana pengumpulan dana awal sekitar Rp3 miliar untuk mendukung operasional klub.
Perwakilan perusahaan seperti LNG Badak, Pupuk Kaltim, dan lainnya telah menyatakan kesiapan memberikan dukungan sesuai mekanisme yang disepakati.
Meskipun demikian, Pemkot dan ASKOT masih menunggu kejelasan status klub PSDS yang kabarnya sedang dalam proses penawaran penjualan.
Jika proses pembelian belum terealisasi tahun ini, komitmen dukungan dana yang terkumpul akan diamankan untuk direalisasikan pada tahun berikutnya.
Pemerintah Kota Bontang berharap kolaborasi lintas sektor ini menjadi tonggak baru yang membangkitkan semangat olahraga dan memperkuat kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.