Beranda blog Halaman 501

50 Km Tol IKN Siap Difungsionalkan Saat Nataru 2025/2026, Akses Sementara Lewat Riko

0
Ruas Tol IKN yang mulai dilalui kendaraan meski belum dibuka untuk umum. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan semakin terbuka pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pemerintah menargetkan 50,23 kilometer ruas Tol IKN dapat difungsionalkan secara terbatas untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar arus perjalanan akhir tahun.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, menyampaikan bahwa fungsionalisasi Tol IKN menjadi bagian dari kebijakan nasional yang membuka lima ruas tol sekaligus dengan total panjang 142,587 kilometer di Trans Sumatra, Trans Jawa, dan IKN.

“Pada periode Nataru 2025/2026, akan ada 5 ruas tol yang akan difungsionalkan, dengan panjang mencapai 142,587 km,” terang Diana dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (8/12/2025).

Ruas yang disiapkan di IKN meliputi Seksi 3A, 3B, 3B2, 5A, 5B, 6A hingga Jembatan Pulau Balang, dan untuk sementara seluruh akses masuk dipusatkan melalui simpang Kelurahan Riko di Kecamatan Penajam, PPU.

Meski belum dibuka penuh untuk umum, jalur ini sudah mulai dilintasi kendaraan operasional proyek. Sejumlah titik pekerjaan masih harus dituntaskan, termasuk di area jembatan satwa, sebelum seluruh ruas dapat dioperasikan secara penuh.

Daftar Ruas Tol yang Difungsionalkan pada Nataru 2025/2026:

  • Tol Sigli–Banda Aceh, Seksi 1 Padang Tiji–Seulmeum: 24,67 km
  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat, sebagian Seksi 4 Sinaksak–Simpang Pinei: 12,86 km
  • Tol Palembang–Betung, sebagian Seksi 2 Rengas–Pulau Rimau: 30,75 km
  • Tol Probolinggo–Banyuwangi, Seksi 1 dan 2 Gending–Paiton: 24,08 km
  • Tol IKN, Seksi 3A, 3B, 3B2, 5A, 5B, 6A dan Jembatan Pulau Balang: 50,23 km

Tiga Ruas Tol Baru yang Siap Beroperasi pada Nataru 2025/2026:

  • Tol Kamal–Teluknaga–Rajek, Seksi 1 (JC Sedyatmo–IC Kosambi): 4,7 km, SK operasi terbit 10 November 2025
  • JC Palembang, penghubung Tol Kayu Agung–Palembang–Betung dan Palembang–Indralaya–Prabumulih: 7,6 km, rencana operasi Desember 2025
  • Penambahan Lajur Tol Tangerang–Merak (KM 77+800 – KM 86+538), Sertifikat Laik Operasi terbit 14 November 2025 (riz)

Editor: Agus S

Faizal Rachman Nahkodai Baru PDI Perjuangan Kutim 2025–2030

0
Faizal Rachman resmi pimpin PDI Perjuangan Kutim Periode 2025-2030. (Ist)

SANGATTA – DPP PDI Perjuangan resmi mengangkat Faizal Rachman sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Timur (Kutim) untuk periode 2025–2030. Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) bernomor 23.06/KPTS/KP/DPP/XI/2025 yang diumumkan pada Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Hotel Novotel Balikpapan.

Konferda turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang menyaksikan langsung pengesahan struktur kepengurusan baru. Dalam SK yang sama, DPP juga menetapkan Puji Kinasih dan Kristian Hasmadi sebagai bagian dari unsur pengurus DPC periode mendatang.

Usai menerima mandat, Faizal Rachman menegaskan bahwa fokus kerja pertamanya adalah pembenahan dan penguatan struktur organisasi dari tingkat cabang, ranting, hingga anak ranting.

“Pembenahan struktur sampai ke tingkat paling bawah menjadi prioritas awal kami. Dengan susunan organisasi yang rapi, seluruh kader dapat bergerak lebih serempak,” ujar Faizal saat dihubungi, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, struktur yang solid akan menjadi pondasi penting untuk memperkuat konsolidasi internal dan memastikan partai hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Faizal juga menekankan bahwa konsolidasi internal menjadi langkah utama untuk memperkuat kerja advokasi partai dalam memperjuangkan kebutuhan rakyat Kutai Timur. Ia memastikan DPC mulai menyiapkan strategi menghadapi berbagai agenda politik mendatang, termasuk persiapan menuju pemilihan umum berikutnya.

“Kami berkomitmen agar setiap program dan langkah yang kami jalankan memberikan manfaat nyata, baik untuk warga Kutai Timur maupun bagi partai,” tegasnya.

Dengan pengesahan komposisi pengurus baru, PDI Perjuangan Kutai Timur diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu menjalankan agenda strategis yang telah direncanakan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Melalui Kegiatan Penanaman Pohon, Neni Harap Masyarakat Bisa Menjaga Bumi Mulai dari Tindakan Kecil

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan penanaman pohon. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mempunyai sejumlah harapan lewat kegiatan penanaman pohon. Seperti meningkatnya kesadaran masyarakat untuk bisa menjaga bumi, dimulai dari tindakan kecil dan berkelanjutan.

Selain itu, ada juga penguatan kolaborasi antar lintas sektor, terutama pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan komunitas dalam program penghijauan.

Sebab dengan bertambahnya ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati masyarakat, sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup serta mendorong generasi muda mencintai lingkungan.

“Maka dengan adanya kegiatan menanam dan merawat pohon seperti ini, sebagai salah satu upaya dalam pendidikan karakter dan kepedulian sosial,” ucapnya, Senin (8/12/2025).

Tak hanya membahas terkait aksi penanaman, Neni turut menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat penerapan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, hingga sampai ke level rumah tangga.

“Bahkan secara internal, kami memiliki kebijakan yang mampu menekan munculnya sampah harian, termasuk kebiasaan berpuasa Senin dan Kamis, yang terbukti mengurangi sampah plastik dan limbah konsumsi lainnya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Debit Air di Tiga Desa Terdampak Banjir di Karangan Mulai Surut

0
Aparat kepolisian bergerak cepat membantu warga membersihkan lingkungan serta menyalurkan bantuan sosial. (Ist)

SANGATTA — Debit air di tiga desa yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Karangan mulai surut, Senin (8/12/2025). Tiga desa ini sebelumnya mengalami dampak paling parah Desa Karangan Dalam, Karangan Ilir, dan Karangan Seberang kini memasuki tahap pemulihan.

Personel Polsek Sangkulirang bersama Polsubsektor Karangan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir. Mereka membantu warga mengeluarkan lumpur dari rumah, membersihkan fasilitas umum, hingga memastikan akses jalan dapat kembali dilalui.

Banjir diketahui terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir serta kiriman luapan air dari hulu sungai. Meski air sudah surut, sebagian besar rumah masih dipenuhi lumpur tebal sehingga membutuhkan penanganan segera.

Kapolsek Sangkulirang, Iptu Erik Bastian, mengatakan pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dan pemerintah desa untuk mempercepat pemulihan.

“Kami bersama masyarakat di tiga desa melakukan pembersihan lumpur pascabanjir. Selain itu, Polsek dan Polsubsektor Karangan telah mendirikan Posko Siaga Banjir untuk memantau perkembangan situasi,” ujarnya.

Selain fokus pada pembersihan, Polsek Sangkulirang juga menyalurkan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih dalam masa pemulihan.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan seluruh jajaran telah diperintahkan untuk tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan.

“Kami telah meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Upaya mitigasi harus diperkuat agar masyarakat memperoleh penanganan cepat apabila banjir kembali terjadi,” tegasnya.

Saat ini, kondisi di wilayah Karangan terpantau aman dan terkendali. Kegiatan pemulihan terus dilakukan secara bertahap, sementara aparat kepolisian bersama masyarakat bekerja sama memastikan keselamatan dan kenyamanan warga dapat segera pulih kembali.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Neni: Penanaman Pohon Dibutuhkan di Tengah Tantangan Perubahan Iklim Global

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat melakukan kegiatan penanaman pohon di Port Area KM 35. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan hanya sekadar seremoni tahunan saja, akan tetapi sebagai tindakan nyata yang sangat dibutuhkan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Hal itu diungkapkan Neni saat menghadiri kegiatan penanaman pohon bersama 2025
Inisiasi PT Indominco Mandiri (IMM), di Port Area KM 35, Senin (8/12/2025).

“Pohon adalah sumber kehidupan, dimana ia mampu menghasilkan oksigen, menjaga kualitas udara, menahan erosi, menyediakan ruang teduh, dan menjadi habitat bagi berbagai makhluk hidup,” ungkapnya.

Neni juga menambahkan, dengan adanya kegiatan penanaman pohon, merupakan langkah sederhana namun berdampak luas dalam memastikan keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ribuan Perangkat Desa Demo di Patung Kuda, Desak Pemerintah Segera Cairkan Dana Desa Tahap II

0
Ribuan massa APDESI menggelar demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (8/12/2025). Mereka menuntut pemerintah segera mencairkan dana desa tahap kedua yang dinilai terlambat dan menghambat jalannya pembangunan di desa.

Ketua Umum APDESI, Surta Wijaya, menyampaikan tuntutan tersebut usai melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sekretariat Negara. Ia menegaskan bahwa keterlambatan pencairan dana desa berdampak langsung pada ribuan kepala desa dan masyarakat.

“Tadi kita sampaikan bahwa di mana dana desa yang tahap kedua minta dicairkan karena di dalamnya menyangkut orang banyak,” ujar Surta.

Ia mengungkapkan akibat dana tak kunjung turun, banyak kepala desa terpaksa berutang untuk menutupi kebutuhan operasional. Mereka meminjam dana ke berbagai pihak, termasuk penyedia material, demi mempertahankan kelangsungan pembangunan desa.

“Karena ini adalah anggaran berjalan, sedang berjalan. Kepala desa utang piutang dia pinjam ke material, utang-utang ke yang lain, dalam perjalanan tiba-tiba berharap ini dicairkan malah tidak dicairkan. Ini jadi beban kepala desa,” keluhnya.

Surta menegaskan situasi semakin mendesak bagi desa-desa yang sedang menghadapi bencana. Wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat disebut sangat membutuhkan dana desa untuk penanganan banjir dan longsor.

“Karena ini dana desa dibutuhkan di tempat bencana para kepala desa, ya, terutama yang di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, di Aceh. Saudara-saudara saya kepala desa hari ini masih menangis karena dana desa dia tidak turun,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, APDESI juga menuntut pencabutan PMK Nomor 81 Tahun 2025 dan percepatan penerbitan aturan turunan terkait masa jabatan kepala desa sesuai UU Nomor 3 Tahun 2024.

“Saya ke pemerintah berharap dana desa tahap kedua dicairkan. PMK Nomor 81 dicabut. Kemudian revisi Undang-Undang Nomor 6 2014 menjadi Undang-Undang Nomor 3 2024 turunannya secepatnya diturunkan,” kata Surta.

Ia menyampaikan bahwa tuntutan tersebut telah diterima Wakil Menteri Sekretariat Negara, Bambang Eko Suhariyanto, yang berjanji akan membawa persoalan itu kepada Menteri Keuangan.

“Ya, tadi Pak Wamen dia akan berjuang dan berupaya, dia akan hadir datang ke menteri keuangan. Ya itu harapan kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mensyaratkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai ketentuan pencairan dana desa sesuai PMK Nomor 81 Tahun 2025. Aturan itu mengatur dana desa tetap dicairkan dua tahap: enam puluh persen pada tahap pertama dan empat puluh persen pada tahap kedua sesuai pagu masing-masing desa.

Perubahan juga terjadi pada syarat pencairan tahap kedua. Pasal 24 ayat 3 dalam PMK Nomor 81 menggantikan ketentuan sebelumnya yang mensyaratkan laporan realisasi penyerapan dana tahun sebelumnya sebagai dasar pencairan tahap lanjutan. (fj)

Editor: Agus S

APPK Desak Kejari Kukar Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah PSU Pilkada 2025

0
Aksi yang digelar APPK di Kantor KPU Kukar. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Aliansi Pemuda Penegak Keadilan Kalimantan Timur (APPK) menggelar aksi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (8/12/2025). Mereka mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar mengusut tuntas dugaan praktik korupsi dalam realisasi penggunaan dana hibah Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025 oleh KPU Kukar.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa fokus utama APPK tertuju pada pengelolaan dana hibah sekitar Rp33,7 miliar yang dialokasikan khusus untuk KPU Kukar. Anggaran tersebut merupakan bagian dari total dana hibah PSU sekitar Rp62,4 miliar yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan sejumlah instansi terkait penyelenggaraan PSU.

Ia menjelaskan, dana hibah untuk KPU Kukar tersebut diserahkan pada 19 Maret 2025 untuk mendukung tahapan PSU pada 19 April 2025, hingga proses rekapitulasi berjenjang dan pengumuman resmi hasil PSU pada 8 Mei 2025. Dengan masa penggunaan yang relatif singkat, APPK menilai pengelolaan dana harus disertai keterbukaan penuh kepada publik.

“Kami menilai besarnya anggaran dengan masa penggunaan yang relatif singkat yang hanya berdurasi sekitar satu bulan membutuhkan transparansi yang maksimal kepada publik,” tegasnya.

Namun, berdasarkan penelusuran dan analisis internal APPK, hingga awal November 2025 Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana hibah tersebut dinilai belum bisa diakses masyarakat atau belum dipublikasikan secara terbuka.

APPK kemudian merujuk pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang bersumber dari APBD. Aturan itu mengamanatkan LPJ dana hibah disusun maksimal 30 hari setelah tahapan selesai, diserahkan kepada pemerintah daerah untuk diverifikasi, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, mereka juga mengutip Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 950 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Keputusan KPU Nomor 1394 Tahun 2023 mengenai Petunjuk Teknis Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Hibah di lingkungan KPU. Regulasi tersebut mengatur bahwa penyelesaian LPJ dana hibah oleh KPU paling lambat tiga bulan setelah seluruh tahapan pemilihan berakhir. Menurut kajian APPK, batas waktu ini telah terlewati, sementara LPJ dinilai belum tuntas maupun dipublikasikan secara transparan.

“Atas dasar itu, kami melihat adanya kejanggalan dan indikasi kuat dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan dana hibah PSU oleh KPU Kukar,” serunya.

Dalam aksi tersebut, APPK mengajukan sejumlah tuntutan. Mereka meminta KPU Kukar memberikan transparansi penuh terkait LPJ dana hibah PSU Kukar 2025 dan segera mengumumkan serta menyerahkan LPJ secara lengkap dan terbuka kepada Pemkab Kukar dan masyarakat. Mereka juga mendesak agar seluruh sisa anggaran hibah PSU 2025, bila masih ada yang belum digunakan, dikembalikan ke Kas Daerah.

Di sisi lain, APPK menuntut Kejari Kukar mengusut tuntas dugaan praktik korupsi pada anggaran hibah KPU Kukar senilai Rp33,7 miliar dalam pelaksanaan PSU Pilkada 2025. Mereka meminta Kejari menyelidiki dugaan kejanggalan realisasi anggaran hibah selama proses PSU, memanggil dan memeriksa mantan Sekretaris KPU (AAN), Sekretaris KPU saat ini (PL), seluruh komisioner KPU Kukar, serta pihak-pihak lain yang dianggap bertanggung jawab.

APPK juga mendesak Kejari Kukar berkoordinasi dengan BPK Perwakilan Kaltim dan lembaga penegak hukum terkait untuk memeriksa dugaan praktik korupsi pada anggaran hibah PSU Pilkada Kukar 2025, sehingga penanganan perkara dugaan korupsi di Kukar berlangsung transparan dan akuntabel. (aw)

Editor: Agus S

BK Dayung Porprov 2025 di Tenggarong Jadi Barometer Kekuatan Atlet Kaltim

0
Suasana pelaksanaan BK Dayung Porprov 2025 di Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Sungai-sungai Tenggarong kembali menjadi panggung penting bagi lahirnya para petarung terbaik dayung Kalimantan Timur. Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025 yang digelar 3–12 Desember bukan hanya ajang wajib dalam kalender olahraga, tetapi sekaligus indikator utama untuk memetakan kekuatan daerah menjelang Porprov 2026 di Kabupaten Paser.

Sebanyak 10 kabupaten/kota turun dengan formasi penuh, menurunkan atlet terbaik mereka di nomor canoeing hingga Traditional Boat Race (TBR). Total 24 kategori dipertandingkan, menjadikan Tenggarong sebagai laboratorium pembinaan dayung sekaligus arena pembuktian kualitas atlet Kaltim.

Sekretaris PODSI Kaltim, Hendro, menuturkan bahwa jadwal BK sempat mengalami penyesuaian agar seluruh kontingen dapat mengikuti rangkaian pertandingan secara optimal. Faktor pembiayaan hingga kondisi alam menjadi dasar penyesuaian tersebut.

“Kita menyesuaikan, melihat kondisi kontingen, baik dari segi pembiayaan maupun kondisi alam. Jadi kami rapatkan agar bisa dilaksanakan secepatnya,” jelas Hendro.

Ia menyebut semua kelas berlangsung kompetitif, mulai dari jarak 1.000 meter, 500 meter, hingga 200 meter. Bahkan event slalom yang digelar di area belakang venue ikut menambah dinamika persaingan.

“Ada 24 kategori yang dipertandingkan, mulai dari jarak 1.000, 500, hingga 200 meter. Termasuk juga lomba slalom yang dilaksanakan di area belakang,” ujarnya.

Puncak kegiatan berlangsung pada Senin (8/12/2025) dengan agenda penutupan sekaligus penyerahan hadiah dan pengakuan resmi (UPP) bagi atlet-atlet terbaik dari semua daerah.

“Hari ini kita laksanakan event terakhir, yaitu penutupan dengan pembagian hadiah,” kata Hendro.

Lebih dari sekadar seleksi, BK Dayung di Tenggarong dipandang sebagai tolok ukur utama kesiapan atlet Kaltim menghadapi Porprov 2026 di Paser. Hasil dari babak kualifikasi ini akan menjadi modal dan gambaran awal kekuatan daerah, terutama karena Porprov 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah Kaltim. (aw)

Editor: Agus S

Samarinda Siaga Bencana: Pemkot Bentuk Komando Gabungan Tangani Banjir dan Longsor

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat sesi doorstop. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda tidak hanya fokus pada pengamanan Nataru dan stabilitas harga pangan. Menghadapi intensitas hujan yang meningkat, Pemkot kini menyiapkan langkah besar dengan membentuk Komando Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana, melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa struktur komando ini dibentuk untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor yang setiap tahun muncul saat puncak musim penghujan.

“Kita akan membuat atau melaksanakan komando pelaksanaan tanggap darurat kebencanaan, sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri, serta Forkopimda,” ujar Andi Harun.

Ia memaparkan bahwa antisipasi dini akan dilakukan berbasis data klimatologi. Pemkot telah memiliki hitungan detail mengenai risiko banjir di Samarinda. Misalnya, curah hujan yang mencapai lebih dari 50 mm dalam sehari sudah dapat memicu genangan di beberapa titik kota. Sementara itu, jika curah hujan mencapai 100 mm dalam sehari atau berlangsung berturut-turut, potensi banjir besar bisa muncul dan memerlukan respons cepat. Pemahaman data ini menjadi dasar operasional komando gabungan dalam menentukan tingkat kewaspadaan dan pola penanganan.

Komando tanggap darurat juga akan memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan tanah longsor. Wali Kota menegaskan bahwa masyarakat perlu menerima informasi kebencanaan secara tepat, agar siap siaga ketika kondisi cuaca memburuk.

“Kita koordinasikan [dengan] kecamatan dan kelurahan pada wilayah-wilayah yang rawan longsor agar masyarakat waspada, tapi kita jangan panik,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kewaspadaan harus bersifat antisipatif dan edukatif, mengingat bencana tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu seluruh elemen masyarakat perlu memahami informasi dasar kebencanaan untuk mengurangi risiko saat situasi darurat.

Dengan pembentukan komando gabungan ini, Pemkot berharap penanganan banjir dan longsor di Samarinda dapat dilakukan lebih cepat, lebih terukur, serta lebih terpadu. Respons lintas instansi diharapkan mampu meminimalkan dampak kerusakan serta meningkatkan keselamatan warga. (Dim)

Editor: Agus S

Samarinda Perketat Nataru: Perayaan Dipusatkan, Harga Pangan Diawasi Ketat

0
Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam sesi wawancaranya. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mulai mengetatkan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda di Hotel Aston, Senin (8/12) pagi, Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa aspek keamanan, ketertiban umum, serta stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi prioritas utama.

Kebijakan paling strategis adalah pemusatan seluruh pesta kembang api dan kerumunan massa hanya di Teras Samarinda. Langkah ini akan menjadi pola pengamanan utama untuk mencegah potensi gangguan di malam pergantian tahun.

“Kita berharap perayaan seperti petasan itu kita fokuskan di satu tempat saja di Teras Samarinda seperti tahun lalu. Ini untuk menghindari adanya potensi kebakaran dan sejenisnya. Sehingga perayaan tahun baru kita pusatkan di Teras Samarinda dan konsentrasi massa di titik-titik yang rawan kita himbau untuk tidak dilaksanakan demi keamanan dan ketertiban kita semua,” ujar Andi Harun.

Pemkot bersama Forkopimda juga menyiapkan “prakondisi” pengamanan sebelum Tahun Baru. Sejumlah potensi kerawanan seperti peredaran minuman keras, aktivitas tempat hiburan malam yang melanggar ketentuan, hingga balap liar akan ditertibkan secara intensif.

Di sisi lain, stabilitas harga kebutuhan pokok turut menjadi perhatian serius. Komoditas seperti beras, gula, cabai, dan BBM menjadi fokus pengawasan menjelang lonjakan permintaan.

Pemkot akan melakukan pengecekan langsung ke distributor dan agen. Wali Kota mengingatkan keras agar tidak ada pihak yang mencoba menimbun atau memainkan harga.

“Kami ingin mengimbau kepada semua agen dan distributor untuk menghindarkan dari kemungkinan adanya potensi penimbunan atau menaikkan harga yang tidak wajar di saat kondisi tingginya demand,” tegasnya.

Jika terjadi kelangkaan yang masih dalam kategori wajar, Pemkot telah menyiapkan opsi operasi pasar. Namun mekanismenya akan dilakukan secara hati-hati supaya tidak menimbulkan distorsi di pasar dan tetap menjaga perputaran ekonomi lokal.

Dengan serangkaian langkah ini, Pemkot menargetkan perayaan Nataru di Samarinda berlangsung aman, tertib, serta kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan stabil. (Dim)

Editor: Agus S