Beranda blog Halaman 504

Daftar Wilayah Terdampak Banjir di Kelurahan Api-Api

0
Wawali Agus Haris saat meninjau banjir di Kelurahan Api-Api, sekaligus menyerahkan bantuan bagi warga terdampak. (ist)

BONTANG – Kelurahan Api-Api menjadi salahsatu wilayah yang paling terdampak banjir, saat hujan deras mengguyur Kota Bontang. Pasalnya, di wilayah ini ketinggian air mampu mencapai 50 centimeter. Hal itu diketahui usai Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir di Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (23/10/2025) kemarin.

Didampingi Camat Bontang Utara, Muhammad Nur, ia meninjau kondisi di lapangan, khususnya di RT 28 dan RT 29 yang merupakan salah satu titik terparah dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
“Saat ini fokus kami memastikan keselamatan warga dan memastikan bantuan logistik segera tersalurkan,” ujar Agus Haris di sela-sela peninjauan.

Berdasarkan data dari kelurahan setempat, sedikitnya 20 RT di Kelurahan Api-Api terdampak banjir, mencakup 918 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2.632 jiwa.

Berikut daftar wilayah terdampak banjir di Kelurahan Api-Api per Rabu (22/10/2025):
1. RT 30 = 58 KK / 142 jiwa
2. RT 23 = 31 KK / 125 jiwa
3. RT 37 = 120 KK / 250 jiwa
4. RT 29 = 160 KK / 300 jiwa
5. RT 39 = 20 KK / 60 jiwa
6. RT 25 = 10 KK / 32 jiwa
7. RT 21 = 8 KK / 30 jiwa
8. RT 28 = 36 KK / 150 jiwa
9. RT 04 = 21 KK / 106 jiwa
10. RT 22 = 39 KK / 137 jiwa
11. RT 33 = 10 KK / 38 jiwa
12. RT 40 = 35 KK / 100 jiwa
13. RT 35 = 70 KK / 250 jiwa
14. RT 08 = 40 KK / 100 jiwa
15. RT 11 = 12 KK / 35 jiwa
16. RT 34 = 40 KK / 90 jiwa
17. RT 13 = 17 KK / 43 jiwa
18. RT 26 = 8 KK / 32 jiwa
19. RT 24 = 3 KK / 12 jiwa
20. RT 07 = 180 KK / 500 jiwa

Pemkot Bontang melalui perangkat wilayah dan relawan kebencanaan, terus berkoordinasi untuk melakukan pemantauan kondisi cuaca dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Upaya pembersihan saluran air dan percepatan surutnya genangan, juga dilakukan agar aktivitas warga bisa segera kembali normal.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

BPBD Perkuat Peran Kelurahan Tangguh Bencana

0
Pengukuhan pengurus KELANA Kecamatan Bontang Selatan di Ballroom Hotel Bintang Sintuk. (ist)

BONTANG – Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, menjelaskan bahwa peran Kelurahan Tangguh Bencana (KELANA) sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di setiap wilayah terus diperkuat.
“KELANA adalah ujung tombak di lapangan. Kami telah menyiapkan petugas hingga tingkat RT untuk mengetahui potensi bencana sejak dini, agar penanganan dapat dilakukan cepat dan efektif,” ungkapnya.

Usman menegaskan, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) telah disusun untuk menjadi panduan strategis dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Bontang.

Pelatihan ini diikuti oleh tim tanggap bencana dari seluruh kelurahan serta relawan penanggulangan bencana lainnya, dan dirangkai dengan pengukuhan pengurus KELANA Kecamatan Bontang Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan, dalam mewujudkan Bontang yang tangguh, sigap, dan siap menghadapi segala bentuk bencana.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Penipuan Viral Bawa Kabur Tabung Gas di Samarinda Akhirnya Ditangkap Polisi

0
Penipu tabung gas yang telah diamankan. (Foto: istimewa)

SAMARINDA – Pria berinisial AA (32), yang sempat viral di media sosial karena aksi penipuan dengan membawa kabur tabung gas milik pedagang, akhirnya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu. Warga Jalan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir ini ternyata juga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan, membenarkan penangkapan pelaku yang sempat buron selama beberapa hari. “Tersangka ini juga pelaku dalam kasus penggelapan motor milik warga Gunung Kelua. Modusnya sama, yakni berpura-pura mengenal korban dan mengaku diutus oleh bos korban untuk mengantar barang pesanan,” ujar AKP Wawan, Jumat (24/10/2025).

Aksi penggelapan terakhir dilakukan AA pada Kamis (16/10/2025) sekitar pukul 17.00 Wita di Jalan AW Syahranie, Kelurahan Gunung Kelua. Korbannya adalah IS (37). Pelaku datang dengan berpura-pura mengenal korban dan mengaku mendapat perintah dari atasan korban untuk mengambil sepeda motor guna mengantar barang.

Awalnya korban sempat ragu, namun pelaku berhasil meyakinkan dengan berpura-pura menelepon “bos” korban di hadapannya. Karena percaya, korban menyerahkan sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi KT 6748 NY lengkap dengan kuncinya. Setelah ditunggu berjam-jam, pelaku tak kunjung kembali, hingga korban menyadari dirinya telah ditipu dan melapor ke polisi.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, tim Reskrim Polsek Samarinda Ulu akhirnya berhasil meringkus pelaku pada Jumat (17/10/2025) pukul 21.44 Wita di kawasan Perjuangan 7, Kelurahan Sempaja Selatan. “Pelaku mengakui telah menggelapkan motor korban dan juga pernah melakukan aksi penipuan lain, termasuk membawa kabur tabung gas milik pedagang yang sempat viral di media sosial,” terang AKP Wawan.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit motor Honda Beat warna hitam beserta BPKB aslinya. Saat ini, pelaku ditahan di Mapolsek Samarinda Ulu dan dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan subsider Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (MK)

Editor: Agus S

Heri di PHK Saat Mediasi Masih Berjalan, Pilih Tempuh Jalur Hukum

0
Ilustrasi. (MetaAI)

SANGATTA — Proses perselisihan antara Heri Irawan dan PT Pama Persada Nusantara masih bergulir di Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kutai Timur (Kutim). Namun Heri sudah mendapatkan surat pemecatan pada 22 Oktober 2025.

Ironisnya, hingga keputusan PHK keluar, anjuran resmi dari Distransnaker Kutim yang semestinya diterbitkan setelah proses mediasi, belum juga dikeluarkan. Padahal, dalam mediasi awal Oktober lalu, pihak mediator secara verbal telah menyarankan agar perusahaan kembali mempekerjakan Heri.

“Sampai hari Jumat kemarin saya tanya ke Serikat Pekerja, anjuran dari Distransnaker belum keluar. Tapi perusahaan tetap memutuskan terminasi,” ungkap Heri saat ditemui awak media, Rabu (23/10/2025).

Heri menjelaskan, proses yang berujung pada PHK tersebut bermula pada 20 Oktober 2025, ketika ia menerima pesan WhatsApp dari pihak manajemen perusahaan. Ia diminta hadir ke mess perusahaan keesokan harinya untuk menyelesaikan administrasi terkait pemutusan kerja.

“Saya tanya balik ke manajemen, ‘Loh Pak, saya kan masih dalam proses perselisihan. Kok bisa keluar surat PHK?’ Setahu saya, sesuai undang-undang ketenagakerjaan, PHK hanya bisa dilakukan oleh lembaga perselisihan hubungan industrial,” ujarnya.

Pada 21 Oktober sekitar pukul 18.00, Heri memenuhi panggilan dan bertemu manajemen. Pertemuan singkat itu hanya berlangsung sekitar empat menit. Dalam pertemuan itu, perusahaan menyerahkan surat PHK berikut perhitungan pesangon.

“Mereka bilang hanya menawarkan, tidak menyuruh saya tanda tangan. Saya bilang ini masih dalam perselisihan, kok bisa menawari seperti itu. Mereka bilang terserah, mau tanda tangan atau tidak,” kisahnya.

Heri menilai, PHK yang diterimanya bermula dari penolakannya terhadap perintah kerja di luar jam kerja yang dilakukan sejak 2024. Ia mengaku didesak untuk terus menggunakan aplikasi OPA hingga tahun 2025, meski di luar jam kerja.

“Saya cuma menuntut hak saya, agar waktu di rumah tidak dipakai untuk menerima perintah kerja. Fokusnya bukan di PHK-nya, tapi di perintah yang tidak semestinya itu. Dampaknya saya malah dipecat,” terangnya.

Kini, Heri berencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) setelah anjuran resmi dari Distransnaker Kutim terbit. Ia juga mengaku terus berkoordinasi dengan Serikat Pekerja (SP), meski prosesnya sempat tertunda karena bertepatan dengan pemilihan pengurus baru.

“Langkah saya tetap menunggu anjuran dari Disnaker dan berkoordinasi dengan SP. Saya harus terus mengingatkan mereka,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kutim, Roma Malau, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. Saat awak media mendatangi kantor Distransnaker, diketahui yang bersangkutan tengah melakukan dinas luar.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Distransnaker Kutim, Ramli, saat dikonfirmasi melalui ponsel pribadinya, mengarahkan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada mediator yang menangani perkara tersebut, Hermina. Namun, Hermina kembali meminta agar konfirmasi dilayangkan kepada Kadis Roma Malau.

“Maaf, tolong tanya langsung sama Bu Kadis, Pak. Terima kasih,” tulis Hermina melalui pesan singkat saat dikonfirmasi.

Sementara dari pihak perusahaan, Pandu Setio Pratomo, perwakilan dari HC Department PAMA KPCS, saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

NusaPadu, Sistem Terpadu Perencanaan Dinamis untuk Wujudkan Tata Kelola Pembangunan IKN

0
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Workshop Penyusunan Kebijakan NusaPadu di Nusantara. Foto: Istimewa.

NUSANTARA – Memasuki tahap kedua pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tantangan yang dihadapi tidak lagi sebatas membangun gedung dan infrastruktur, tetapi menyatukan arah pembangunan di tengah dinamika kebijakan, investasi, dan percepatan proyek yang berlangsung serentak.

Menjawab kompleksitas tersebut, Otorita IKN memperkenalkan kebijakan inovatif bernama NusaPadu (NUSAntara terPADU), sebuah sistem perencanaan dinamis terpadu yang menjadi fondasi baru tata kelola pembangunan Nusantara. Kebijakan ini dirancang untuk mengintegrasikan kebijakan, rencana program, tata ruang, dan digitalisasi data geospasial dalam satu sistem yang sinkron dan adaptif.

Melalui NusaPadu, seluruh dokumen strategis seperti RPJMN, Rencana Induk, dan RDTR diselaraskan dengan program infrastruktur dan pemanfaatan ruang agar pembangunan berjalan dalam satu arah, satu data, dan satu tujuan. NusaPadu menjadi jembatan antara visi besar dan langkah nyata di lapangan.

Inisiatif ini berawal dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV yang diusung Direktur Perencanaan Mikro Otorita IKN, Mirwansyah Prawiranegara. Gagasan tersebut berkembang menjadi kebijakan substantif yang memperkuat koordinasi lintas sektor melalui metodologi Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) yang kini berbasis integrasi data statis dan dinamis.

“Dengan NusaPadu, kita dapat memastikan bahwa setiap program infrastruktur dan pemanfaatan ruang jangka menengah di IKN memiliki keterpaduan dan keterhubungan yang jelas, baik secara spasial, sektoral, maupun fiskal,” ujar Wira (21/10/2025).

Data statis mencakup dokumen resmi seperti Rencana Induk dan RDTR, sedangkan data dinamis meliputi kondisi aktual seperti perpindahan ASN, hunian negara, progres konstruksi, investasi, serta strategi pendanaan. Integrasi keduanya menjadikan NusaPadu sistem perencanaan yang presisi, responsif, dan berbasis bukti.

Kebijakan ini didukung Grand Design Ekosistem Mikro Kota Lengkap 2029 yang mengarahkan setiap proyek pembangunan secara terukur melalui kolaborasi lintas kedeputian dalam Pokja Interdep NusaPadu serta platform geospasial terpadu untuk validasi dan sinkronisasi data.

Produk strategis NusaPadu mencakup Rencana Terpadu Program Infrastruktur dan Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah, dilengkapi peta tematik dan skema sinkronisasi lintas sektor. Kebijakan ini ditegakkan melalui tiga instrumen formal, yaitu SK Kepala OIKN tentang Pokja Interdep NusaPadu, Peraturan Kepala OIKN tentang Pedoman Penyusunan Rencana Terpadu, serta SK Penetapan Rencana Terpadu KIPP dan sekitarnya periode 2025–2029.

Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, menyebut NusaPadu sebagai tonggak penting dalam manajemen pembangunan Nusantara. “NusaPadu hadir bukan hanya untuk menyatukan data, tetapi juga menyatukan cara berpikir seluruh elemen pembangunan agar bergerak dalam satu arah yang sama,” ujarnya.

Tahap awal penerapan NusaPadu akan dimulai di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) untuk periode 2025–2029 dan menjadi dasar menuju sistem urban digital twin di masa depan. Melalui NusaPadu, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada tata kelola data, ruang, dan kolaborasi menuju kota masa depan yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

2 Bulan Terakhir, Polres Kutim Tangkap 33 Tersangka Narkoba

0
Proses Pemusnahan Barang Bukti Sabu dengan cara memblender. (Ramlah/Radarbontang)

SANGATTA — Satresnarkoba Polres Kutim berhasil mengungkap 28 kasus penyalahgunaan narkoba dengan 33 tersangka. Pengungkapan peredaran narkoba itu berlangsung dalam kurun waktu dua bulan terakhir, September hingga Oktober 2025

Tak hanya itu, polisi juga menyita 351,69 gram sabu dari tangan para pelaku yang diamankan di berbagai wilayah Kutim.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto menegaskan, pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas utama kepolisian karena dampaknya yang merusak masa depan generasi muda.

“Pengungkapan ini hasil kerja keras dalam dua bulan. Ini prioritas penting untuk menjaga masa depan bangsa, khususnya Kutai Timur. Kami akan terus berkomitmen memberantas penyalahgunaan narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Fauzan dalam konferensi pers di Mapolres Kutim, Jumat (24/10/2025).

Dalam kesempatan itu, AKBP Fauzan tidak menampik bahwa Kutim masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Kalimantan Timur.

“Kutim masih menempati posisi ketiga tertinggi di Kaltim setelah Samarinda dan Berau. Penyebaran sabu masih tergolong tinggi, dan ini menjadi tanggung jawab kita semua,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu kepolisian dengan melaporkan setiap dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.

“Kami membuka saluran laporan melalui hotline 110 dan Lapor Pak Kapolres di 082247809110. Sekecil apa pun informasi akan kami tindaklanjuti,” tambahnya.

Tak lupa, Kapolres memberikan peringatan keras kepada para pelaku yang masih berani bermain di bisnis haram tersebut.

“Jangan uji kesabaran kami. Kami akan kejar dan tangkap kalian. Tidak ada kompromi bagi perusak generasi bangsa. Narkoba bukan hanya melanggar hukum, tapi juga menghancurkan masa depan anak-anak kita di Kutim,” ujarnya tegas.

Sebagai bentuk keseriusan dalam penegakan hukum, Polres Kutim bersama BNNK Kutim, Kejaksaan Negeri Kutim, dan Pengadilan Negeri Sangatta juga melakukan pemusnahan barang bukti sabu seberat 433,59 gram yang telah memperoleh penetapan hukum tetap.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Profesionalitas Anji: Tetap Manggung di PRK Expo Meski Hujan Deras Mengguyur

0
Meski Hujan mengguyur Sangatta, Penampilan Anji tetap membius warga. (Ramlah/Radarbontang)

SANGATTA – Walaupun Sangatta diguyur hujan deras, namun bintang tamu di Pekan Raya Expo 2025, Anji, menunjukkan profesionalitasnya. Lantaran tetap memilih tampil memukau di bawah guyuran hujan, Kamis (23/10/2025) malam.

Aksi mantan vokalis Drive ini berlangsung dramatis setelah hujan deras disertai angin kencang (badai) mengguyur kawasan Bukit Pelangi.

Meskipun cuaca ekstrem sempat memaksa panitia menunda agenda utama, semangat ribuan masyarakat Kutai Timur (Kutim) yang sudah memadati lokasi tidak surut. Dengan mengenakan jas hujan dan payung seadanya, penonton tetap setia menantikan penampilan sang idola, menjadikan cuaca dingin tak lagi terasa.

Suasana yang semula tegang berubah euforia begitu Anji muncul di panggung. Saat nada awal lagu andalannya, “Dia” mulai dibawakan, sorak sorai penonton langsung pecah, mengalahkan deru air hujan. Massa bahkan rela hujan-hujanan di depan panggung demi bisa bernyanyi bersama dan mengabadikan momen berkesan tersebut.

“Luar biasa semangat masyarakat Kutim! Hujan bukan penghalang, malah bikin suasananya lebih berkesan,” seru Anji dari atas panggung, memberikan pujian tulus atas antusiasme penonton.

Berkat kesiapan panitia dan pengamanan dari pihak kepolisian, konser yang berlangsung dalam kondisi cuaca tidak ideal ini tetap berjalan aman, tertib, dan lancar hingga usai.

Penampilan Anji menjadi salah satu puncak hiburan dalam rangkaian perayaan HUT ke-25 Kabupaten Kutai Timur. Pekan Raya Kutim Expo 2025 sendiri dijadwalkan akan ditutup pada 28 Oktober mendatang, bersamaan dengan berakhirnya rangkaian peringatan hari jadi Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Telagasari, Sinar Pancasila, dan Smala

0
Saya di kawasan Bendali Telagasari, salah satu titik ikonik di lingkungan Gunung Pasir, Balikpapan. Foto: Rini/Media Kaltim

Kamis pagi, 23 Oktober, saya dan istri jogging santai di kawasan Gunung Pasir, Balikpapan. Biasanya saya hanya melintas dengan kendaraan, tapi kali ini saya ingin berjalan perlahan, menikmati setiap sudut yang dulu begitu akrab di masa sekolah.

Dari depan Hotel Gran Senyiur, kami berjalan melewati rumah jabatan Ketua DPRD Balikpapan, lalu menyeberang ke jalan di samping gedung SMAN 1 Balikpapan. Udara pagi masih sejuk, matahari baru muncul dari ufuk timur, dan suasana kota masih lengang.

Langkah saya pelan, menyusuri jalur di kawasan yang sejak lama dikenal sebagai lingkungan sekolah Gunung Pasir. Kawasan ini menjadi tempat tumbuhnya banyak generasi Balikpapan.

Dalam radius beberapa ratus meter, berdiri sekolah-sekolah yang menyimpan banyak cerita. SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMAN 1, serta sekolah swasta seperti SMP dan SMK Sinar Pancasila, dan SMP/SMA Yayasan Pendidikan Islam (YPI).

Saya berhenti di depan Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Balikpapan, tempat bernaungnya SMP, SMK, dan SMA Sinar Pancasila. Di sinilah saya menempuh pendidikan SMP hingga lulus tahun 1994. Dari luar gerbang, saya menatap papan nama yang masih kokoh dengan tulisan biru: “SMP–SMK Sinar Pancasila.”

Saya di depan gedung SMP Sinar Pancasila. Foto: Rini/Media Kaltim

Di balik tembok itu dulu saya belajar menjadi siswa yang disiplin, tekun, dan tahu cara menghargai guru. Saya tidak masuk ke dalam, hanya berdiri di luar pagar, sambil mengingat kenangan masa sekolah.

Dari sana, saya melangkah menuju Bendali Telagasari. Di bawah rindangnya pepohonan, saya berhenti di depan tulisan biru bertuliskan BENDALI TELAGASARI. Tempat ini masih menjadi titik ikonik di kawasan Gunung Pasir. Tenang, sejuk, dan menyimpan banyak cerita. Dulu saya sering melewati bendali ini sepulang sekolah, bahkan kadang memancing ikan lele dan sepat bersama teman-teman.

Nama Telaga Sari berasal dari kata telaga, merujuk pada kolam besar yang sejak dulu berfungsi menampung air dari kawasan perbukitan Gunung Pasir. Dulu, kolam ini menjadi tempat warga memancing ikan, sekaligus area resapan air alami sebelum ditata ulang menjadi bendali.

Kini kawasan ini tampak lebih tertata dengan pagar dan trotoar baru. Namun bagi sebagian warga, Bendali Telagasari juga dikenal lewat cerita-cerita mistis yang sudah lama beredar. Mulai dari penampakan di malam hari hingga suara-suara aneh dari permukaan air. Benar atau tidak, kisah-kisah itu tetap hidup, menjadi bagian dari ingatan lama warga Balikpapan.

Perjalanan pagi itu saya lanjutkan ke arah bawah menuju Jalan Ahmad Yani. Di sisi kiri jalan, terlihat aktivitas pekerjaan galian. Menandakan kota ini masih terus berbenah.

Setelah melewati simpang tiga, saya berbelok masuk ke Gang Tirta Sari. Di gang inilah dulu saya tinggal. Saya mencoba mengingat setiap belokan kecil yang dulu saya lewati hampir setiap hari.

Suasana depan SMAN 1 Balikpapan yang juga pernah menjadi lokasi SMAN 5 sebelum pindah ke kawasan ringroad. Foto: Rini/Media Kaltim

Saat masih sekolah, saya sering berjalan kaki melewati gang-gang kecil ini menuju arah Jalan RE Martadinata, lalu menembus kembali ke kawasan Gunung Pasir. Kini, sebagian gang sudah berubah menjadi jalan besar yang bisa dilalui mobil. Tapi jejak masa itu tetap terasa di benak saya.

Langkah saya berakhir di depan SMAN 1 Balikpapan, sekolah yang dulu juga menjadi lokasi SMAN 5 (Smala) Balikpapan. Di sinilah saya menyelesaikan masa SMA sebelum SMAN 5 pindah ke kawasan ringroad. Gedungnya kini lebih tertata dan sudah banyak berubah, dengan pagar tinggi dan taman yang rapi.

Bagi saya, Gunung Pasir menyimpan banyak kenangan. Dari SMP Sinar Pancasila tempat saya belajar banyak hal hingga SMAN 5 yang penuh semangat muda, semuanya menjadi bagian dari perjalanan yang tak pernah saya lupakan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Hujan Deras Guyur Sangatta, Penutupan Kutim Expo 2025 Ditunda

0
Meski hujan melanda konser dan hiburan tetap tampil, penonton masih antusias menikmati ditengah hujan. (Ramlah/Radarbontang)

SANGATTA — Panitia Expo Kutai Timur (Kutim) 2025 terpaksa menunda agenda penutupan yang sedianya digelar, Kamis (23/10/2025) malam tadi. Penundaan itu lantaran hujan deras yang mengguyur seluruh wilayah Sangatta.

Ketua Panitia Expo Kutim, Trisno, mengungkapkan bahwa keputusan penundaan dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Ia menyebut situasi ini termasuk dalam kategori force majeure atau keadaan memaksa di luar kendali manusia.

“Karena force majeure di luar kehendak kita, maka agenda penutupan Expo akan digeser dan digabung dengan penutupan rangkaian HUT Kutim pada 28 Oktober di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi,” jelas Trisno.

Meski demikian, ia memastikan bahwa kegiatan hiburan dan konser yang telah dijadwalkan tetap berjalan, menyesuaikan kondisi lapangan dan situasi cuaca.

“Untuk konser tetap berjalan, tapi kami lihat situasi dulu di lapangan agar tetap aman bagi pengunjung dan peserta,” tambahnya.

Dari pantauan Radar Bontang, hujan deras yang disertai petir dan angin kencang menyebabkan sejumlah titik di Sangatta mengalami genangan air. Bahkan area venue Expo Kutim di kawasan Alun-Alun Bukit Pelangi turut tergenang akibat derasnya curah hujan.

Meski begitu, Trisno tetap mengajak masyarakat untuk tetap antusias mengikuti rangkaian HUT Kutim ke-25.

“Kami ajak masyarakat Kutim untuk ikut memeriahkan kegiatan Jalan Sehat HUT Kutim pada 25 Oktober nanti. Akan ada banyak door prize menarik dan hadiah uang tunai,” ujarnya.

Dengan adanya penyesuaian jadwal ini, panitia berharap seluruh kegiatan Pekan Raya Kutim Expo dan perayaan HUT Kutim dapat tetap berjalan lancar, aman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal yang ikut berpartisipasi.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Presiden Prabowo dan Presiden Brasil Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Brasil

0
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva saat upacara penyambutan kenegaraan, pada Kamis (23/10/2025). (Foto: Setpres RI)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Pertemuan bilateral ini menjadi babak baru dalam hubungan strategis kedua negara yang semakin erat sejak pertemuan Prabowo di Brasilia pada Juli lalu.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaan atas kunjungan Presiden Lula da Silva beserta Ibu Negara Janja Lula da Silva dan delegasi Brasil. “Ini suatu kehormatan besar bagi kami menerima Yang Mulia di Jakarta. Setelah kunjungan saya ke Brasil, kini Presiden Lula membalas kunjungan kenegaraan tersebut, dan kami berterima kasih atas hubungan persahabatan yang semakin kuat,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menekankan pentingnya kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi rakyat kedua negara. “Kunjungan kenegaraan ini bukti bahwa hubungan persahabatan Indonesia–Brasil semakin erat, dan kami ingin memperkuat kerja sama di segala bidang,” tuturnya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan Brasil ke-203 dan menyoroti kemajuan hubungan bilateral, terutama di sektor ekonomi. Ia mendorong percepatan pembentukan Indonesia–Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) sebagai langkah strategis memperluas kerja sama dagang dengan kawasan Amerika Latin. “Saya yakin CEPA akan mempererat hubungan ekonomi kita dan mendorong pertumbuhan yang pesat,” katanya.

Menurut Prabowo, Indonesia dan Brasil memiliki posisi penting sebagai kekuatan ekonomi baru dunia dengan total penduduk mencapai setengah miliar jiwa. Ia menilai kemitraan ekonomi antara kedua negara berpotensi memperkuat tatanan global baru, terutama setelah Indonesia resmi bergabung dengan BRICS.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin juga sepakat menandatangani empat kesepakatan penting di bidang ekonomi, pertanian, lingkungan hidup, dan pendidikan. Sebagai bentuk penghormatan terhadap Brasil, Presiden Prabowo juga mengumumkan rencana memasukkan bahasa Portugis ke dalam kurikulum prioritas pendidikan nasional.

“Ini bukti bahwa kami memandang hubungan dengan Brasil sangat penting. Kerja sama ini bukan hanya simbol diplomasi, tapi fondasi bagi masa depan ekonomi dan kebudayaan kedua bangsa,” pungkas Presiden Prabowo. (MK)

Editor: Agus S