Beranda blog Halaman 504

Buser Polsek Balikpapan Selatan Tangkap Dua Residivis Sabu di Gang Anugrah

0
Kedua pelaku yang ditangkap Polsek Balikpapan Selatan.

BALIKPAPAN — Upaya pemberantasan narkotika di wilayah Balikpapan kembali membuahkan hasil. Unit Buru Sergap (Buser) Polsek Balikpapan Selatan berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat terlibat penyalahgunaan sabu-sabu dalam operasi penindakan pada Sabtu (6/12/2025).

Kapolsek Balikpapan Selatan, AKP Abu Sangit, mengungkapkan bahwa penangkapan berlangsung di Gang Anugrah, Jalan Mayjend Sutoyo, RT 007, Kelurahan Gunung Sari Ulu, sekitar pukul 15.30 WITA, tepat di depan Langgar Al-Karomah. Lokasi tersebut disebut sebagai salah satu titik yang kerap diincar aparat karena aktivitas mencurigakan.

“Dari hasil penyelidikan, tim Buser berhasil mengamankan dua terduga pelaku bersama barang bukti narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Kedua pria yang diamankan adalah HE alias Cipeng (43) dan HR (42), yang ternyata merupakan residivis kasus serupa. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu yang dibungkus plastik bening dengan berat kotor sekitar 0,46 gram. Barang haram tersebut disimpan di saku celana HE ketika penangkapan dilakukan.

Selain sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang lain yang terkait dengan aktivitas para pelaku. “Selain narkotika, turut diamankan barang bukti lain berupa celana pendek olahraga merk Pull&Bear warna cokelat krem, satu unit sepeda motor Suzuki Satria F warna putih-biru dengan nomor polisi DA 4814 UD, beserta kunci kontak,” jelasnya.

Kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Balikpapan Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam proses itu, mereka mengakui bahwa sabu tersebut adalah milik mereka dan digunakan untuk aktivitas menawarkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, hingga menyimpan narkotika golongan I.

Atas perbuatannya, kedua residivis tersebut kembali harus berhadapan dengan hukum. “Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara,” tegas Kapolsek Abu Sangit. (ap)

Editor: Agus S

Mahasiswa Berprestasi UINSI Diduga Gunakan Manipulasi Psikis, TRC PPA Kaltim: Ini Bukan Suka Sama Suka

0
Ilustrasi pelecehan seksual (Gemini)

SAMARINDA – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa berprestasi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda memicu kehebohan di media sosial dan mulai menarik perhatian publik secara luas. Unggahan para penyintas dan sejumlah warganet menunjukkan pola pendekatan yang dinilai tidak wajar, hingga mendorong TRC PPA Kalimantan Timur turun tangan. Temuan awal mengarah pada dugaan manipulasi psikis yang dilakukan secara terstruktur kepada lebih dari satu korban.

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat disederhanakan sebagai hubungan suka sama suka sebagaimana narasi yang beredar. Ia menyebut pelaku diduga memanfaatkan reputasinya sebagai mahasiswa berprestasi untuk menjerat korban dari berbagai kampus, membangun citra positif sebagai pintu masuk kedekatan.

“Dengan prestasinya, dia melakukan berbagai cara sehingga banyak korban yang ia jerat. Pelaku bahkan mendatangi mereka langsung di kampus masing-masing,” ungkap Sudirman, Sabtu (6/12/2025) malam.

Sudirman menjelaskan bahwa pola yang diterapkan pelaku sangat intens dan terukur. Pelaku disebut kerap menempuh perjalanan dua hingga tiga jam hanya untuk menemui korban, menciptakan kesan perhatian berlebih. Gestur semacam itu membuat korban merasa dihargai dan diperhatikan secara emosional, sebelum akhirnya dimanfaatkan untuk melancarkan tindakan yang berujung pada pelecehan. Menurutnya, taktik ini dikenal sebagai “permainan di ruang psikis”.

“Korban merasakan effort yang luar biasa, merasa diperhatikan, lalu momentum itu dimanfaatkan. Setiap bertemu, selalu terjadi proses itu,” tegasnya.

Pendekatan manipulatif tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan kasus besar di Jakarta yang pernah divonis 10 tahun penjara, terutama dari sisi pengendalian psikologis korban. Karena itu, TRC PPA menilai kasus ini harus diproses menyeluruh agar tidak berhenti hanya di ranah viral media sosial.

“Saya yakin kasus ini juga harus diproses secara utuh,” ujarnya.

Hingga kini, sudah tiga korban memberikan keterangan, termasuk satu korban yang masih berusia 17 tahun saat dugaan kejadian terjadi. TRC PPA terus mengumpulkan laporan tambahan karena tidak menutup kemungkinan jumlah korban lebih dari yang telah muncul.

Sudirman juga mengingatkan agar pihak kampus tidak turut menutupi kasus ini dengan dalih menjaga nama baik institusi. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan keadilan bagi korban harus diutamakan daripada reputasi kelembagaan.

“Di sini ada korban dan pelaku yang harus diproses. Jangan hanya bicara nama baik, tapi lupakan keadilan bagi korban,” tutupnya. (dm)

Editor: Agus S

Dugaan Money Politik di Pemilihan Ketua RT 17 Berbas Tengah: Lurah Belum Dapat Info, Anggap Sepele Karena Cuma Pemilihan RT

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik Rifai memberi tanggapan terkait adanya dugaan money politik dalam pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 17 Berbas Tengah.

Dirinya menyampaikan dengan tegas, belum mendapatkan informasi terkait dugaan praktik money politik di pemilihan RT, terutama di wilayah RT.17 Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

“Oh saya belum mengetahui adanya hal tersebut, bahkan saya baru tahu dari mbaknya yang menelpon saya,” ucapnya saat dihubungi, Minggu (7/12/2025).

Karenanya Abdul Malik belum bisa bertindak dan melakukan ke tahapan lebih lanjut, sebab belum ada laporan resmi ke dirinya yang terlampir.

“Untuk selanjutnya saya belum bisa mengambil tindakan, karena ini baru sekedar berita saja. Toh ini hanya kegiatan pemilihan rt. Sudah ya, saya matikan karena saya mau ke masjid,” pungkasnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, warga di wilayah RT.17 Kelurahan Berbas Tengah menyoroti adanya kegiatan money politik, sebelum pemilihan Ketua RT berlangsung, tepat di (28/11/2025) lalu.

Banyak warga sekitar melaporkan hal ini ke ketua RT yang masih menjabat, dimana mereka mendapatkan serangan fajar dari salah satu tim sukses calon ketua RT yang mencalonkan, dengan nominal sebesar Rp 200 ribu per orang atau Kartu Keluarga (KK).

“Iya saya mendapatkan beberapa laporan dari warga, bila ada kecurangan di dalam pemilihan RT kemarin, tepat di 30 November 2025 lalu. Seperti politik uang, dimana sebagian warga telah menerima serangan fajar dari tim sukses salah satu kandidat,” ucap Bachol saat ditemui, Sabtu (6/12/2025) malam.

Untuk bukti chat dan uang pemberian dari salah satu tim sukses calon ketua RT tersebut pun, masih disimpan dengan baik oleh penerima. Adapula sebagian uang, yang telah dikembalikan warga secara langsung dengan yang bersangkutan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Data Pencari Kerja di Bontang Ditarget Rampung Desember, Mulai Disalurkan ke Perusahaan 1 Januari

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan proses pendataan pencari kerja akan tuntas pada Desember 2025. Mulai 1 Januari 2026, data tersebut akan langsung disalurkan kepada seluruh perusahaan di Kota Bontang sebagai dasar perekrutan tenaga kerja.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa penyelesaian data kini memasuki tahap akhir di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

“Kita secepatnya berikan data tersebut. Januari tanggal 1 kalau bisa sudah disebar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Disnaker telah melaporkan bahwa pendataan hampir rampung. Selanjutnya, data itu akan diplenokan secara internal dan disusun mulai dari nama, alamat, nomor telepon, hingga keterampilan masing-masing pencari kerja.

Pendataan dilakukan per kelurahan, untuk memudahkan pemantauan sekaligus mempermudah pemerintah melakukan intervensi kebijakan.

“Data ini harus dibuat dalam sistem satu data. Supaya mudah dicari dan pemerintah bisa cepat mengambil langkah,” jelasnya.

Setelah diperbaiki dan disahkan oleh Wali Kota, data akan dikirimkan ke 135 perusahaan di Kota Bontang. Perusahaan nantinya akan menyeleksi calon pekerja berdasarkan kebutuhan masing-masing.

“Hasil akhirnya tetap di perusahaan. Kita tidak boleh mencampuri urusan skill yang mereka butuhkan,” tegasnya.

Salah satu prioritas pemerintah adalah menyalurkan lebih dahulu data pencari kerja dari keluarga tidak mampu. Langkah ini dilakukan untuk sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Ini pengangguran sekaligus pengentasan kemiskinan. Dua-duanya kita jawab,” tambahnya.

Selanjutnya, bagi pencari kerja yang belum diterima perusahaan, pemerintah akan menyiapkan program lanjutan seperti pelatihan, pembinaan, hingga peningkatan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pendataan pencari kerja berjalan paralel dengan pendataan kemiskinan. Kelak, perusahaan juga akan menerima data warga tidak mampu untuk melihat kebutuhan bantuan, baik berupa permodalan maupun pelatihan.

“Kita berdoa mudah-mudahan data kemiskinan dan pengangguran ini kelar. Karena ini simbiosis mutualisme: pengangguran selesai, kemiskinan juga bisa kita tekan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ibadah Sabtu di Gereja Getsemani Dijaga Ketat Polisi

0
Ibadah di Gereja Toraja Getsemani Kaliorang berjalan dengan khidmat. (Dok.Polsek Kaliorang)

SANGATTA — Kegiatan ibadah Sabtu di Gereja Toraja Jemaat Getsemani Kaubun, dijaga ketat pihak kepolisian dari Polsek Kaliorang. Kehadiran personel sejak pagi hari membuat rangkaian ibadah berlangsung tenang, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Personel tiba lebih awal untuk melakukan pengecekan keamanan, memantau kondisi gereja, hingga mengatur arus kendaraan di area parkir agar tetap tertib. Pengamanan juga diperkuat dengan penempatan petugas di sejumlah titik strategis untuk mengawasi mobilitas jemaat dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Kapolsek Kaliorang, AKP Damianus Djelatu menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang, aman, dan nyaman. Pengamanan ini adalah bentuk tanggung jawab kami menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kaliorang,” ungkapnya, Minggu (7/12/2025).

AKP Damianus menambahkan bahwa Polsek Kaliorang akan terus meningkatkan pengamanan, baik pada ibadah rutin maupun pada kegiatan keagamaan besar, sebagai wujud kehadiran Polri yang dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Pendeta Ansari, M.Th., selaku pengkhotbah dalam ibadah tersebut, mengapresiasi perhatian dan dukungan dari pihak kepolisian.

“Kami sangat bersyukur atas pengamanan yang diberikan Polsek Kaliorang. Kehadiran polisi membantu jemaat lebih fokus dan merasa aman selama beribadah. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara pihak gereja dan kepolisian terus terjalin dalam menciptakan suasana ibadah yang damai dan penuh toleransi di wilayah Kaubun dan Kaliorang.

Dengan pengamanan yang terarah dan konsisten, Polsek Kaliorang menegaskan komitmennya untuk selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, demi terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah hukumnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dapur MBG Bontang Selatan 005 Siap Operasional, 1.013 Porsi Mulai Didistribusikan Senin

0
Wawali Agus Haris mengecek perlengkapan dapur saat peresmian dapur MBG Bontang Selatan 005. (Syakurah)

BONTANG – Layanan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bontang Selatan kembali bertambah. Setelah melalui proses persiapan teknis dan pengecekan kelayakan, Dapur MBG 005 resmi dinyatakan siap beroperasi dan akan mulai menyalurkan 1.013 porsi makanan pada Senin (8/12/2025).

Dapur MBG 005 dikelola oleh Yayasan Aini Arasyifa Lil Ummah bersama SPPG, dan diresmikan lansung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Sabtu (06/12/2025). Ia meninjau kondisi dapur, alur produksi, hingga standar kebersihan penjamah makanan.

“Ini menjadi dukungan besar bagi pemenuhan gizi siswa. Dengan tambahan dapur baru ini, sekitar 17 ribu anak sudah terlayani, dan kita masih mengejar target 33 ribu penerima manfaat ke depan,” ungkap Agus Haris.

Dapur ini menjangkau 71 sekolah. Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra, menyebut dapur Bontang Selatan 005 merupakan dapur kesepuluh yang beroperasi di Bontang. Dengan demikian, total penerima manfaat program MBG kini mencapai 17.737 siswa dari 71 sekolah.

“Tahap awal 1.013. Distribusi perdana dilakukan serentak pada Senin,” jelasnya.

Adapun sekolah-sekolah yang menjadi penerima awal layanan dapur ini meliputi KB dan TK ABA 8, SD Advent, SD 006, SD 011, SMP Advent, dan SMA Tunas Bangsa.

Persiapan telah rampung sejak awal pekan. Sebelumnya, Koordinator SPPG Bontang Selatan, Aldila Huud, memastikan seluruh persiapan dapur telah tuntas. Mulai dari kelengkapan fasilitas, kesiapan sumber daya manusia, hingga pemeriksaan kesehatan penjamah makanan.

“Yang terpenting, aspek higiene dan kesehatan seluruh tenaga sudah dipastikan memenuhi standar,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Soroti Dugaan Money Politik di Pemilihan Ketua RT 17 Berbas Tengah

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Warga di RT.17, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, menyoroti adanya dugaan praktik ‘Money Politik’ saat pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) beberapa waktu lalu.

Ketua RT.17, Bachol menyampaikan bahwa dirinya telah menerima beberapa laporan serta aduan dari warganya, bila salah satu calon RT tersebut ada yang telah melakukan praktik money politik.

Lebih parahnya lagi, salah satu anggota panitia tidak terlibat dalam penyusunan kegiatan pemilihan calon ketua RT. Mulai dari awal pembentukan waktu kegiatan hingga satu hari sebelum pemilihan. Padahal saat pembentukan panitia, itu semua hasil dari musyawarah warga sekitar di wilayah RT.17.

Contohnya seperti Mustari Mustafa, saat ditemui tim redaksi secara langsung jika dirinya telah memberikan laporan ke ketua RT.17, bahwa dirinya didatangi tim sukses salah satu kandidat dengan memberikan uang sebesar Rp 400 ribu untuk 2 Daftar Pemilihan Tetap (DPT), tepatnya hari Jumat (28/11/2025) lalu.

“Iya saya mendapatkan beberapa laporan dari warga, bila ada kecurangan di dalam pemilihan RT kemarin, di 30 November 2025 lalu. Seperti politik uang, dimana sebagian warga telah menerima serangan fajar dari tim sukses salah satu kandidat,” ucapnya saat ditemui, Sabtu (6/12/2025).

Di kesempatan yang sama, Susanto, salah satu warga yang menerima uang dari salah satu calon RT menyatakan dengan tegas, bila benar adanya hal tersebut. Bahkan tim dari salah satu calon, sempat mengajak dirinya untuk ketemuan. Kemudian memberikan bujuk rayuan agar dapat memilih kandidat yang dimaksud.

“Iya saya menerima uangnya secara langsung dari tim suksesnya sebesar Rp 200 ribu, sebelumnya dia sempat nanya terkait calon yang akan dipilih. Karena saya belum ada calon yang mau dipilih, akhirnya dia menyarankan untuk memilih yang dimaksud,” jelasnya.

Susanto juga masih menyimpan bukti chat dari tim sukses salah satu kandidat tersebut, dan uang yang diberikan secara langsung beberapa waktu lalu. Sehingga Susanto beranggapan dengan adanya pemilihan ketua RT.17 ini, menurutnya sangat tidak adil sebab adanya praktik money politik.

“Untuk bukti dan uang yang diberikan kemarin, saya masih ada simpan. Jadi apa yang saya sampaikan benar adanya, tidak mengada-ngada,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Prostitusi MiChat Marak di Sepaku IKN, PSK dan Joki Terjaring Operasi

0
Sejumlah PSK di IKN terjaring operasi Satpol PP Provinsi Kaltim. Mereka menyewa kamar dan transaksi via MiChat. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Praktik prostitusi daring di Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), terus marak meski Satpol PP Provinsi Kaltim berulang kali melakukan penertiban. Modusnya tetap sama: menyewa kamar penginapan untuk long stay dan melayani pelanggan melalui aplikasi MiChat.

Wilayah Sepaku yang dipadati pekerja luar daerah—khususnya pekerja konstruksi—menjadi magnet bagi PSK dari berbagai kota. Cuan yang besar membuat para PSK terus berdatangan dan kembali beroperasi.

Salah seorang PSK, CFA (36) asal Jawa Tengah, mengaku baru dua minggu berada di Sepaku. “Baru dateng. Sempat pulang, terus balik lagi ke sini,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025) dini hari.

PSK lain, FB (22), mengatakan bahwa ia mengoperasikan akun MiChat sendiri tanpa perantara. Namun, banyak rekan seprofesinya menggunakan jasa joki. “Banyak sih yang pakai joki. Dari Banjar (Banjarmasin) biasanya,” katanya.

Jika menggunakan joki, PSK wajib memberikan komisi Rp50 ribu setiap satu pelanggan. Sementara tarif layanan seksual berkisar Rp400–Rp800 ribu per sekali kencan, tergantung usia dan penampilan.

PSK di kawasan IKN berasal dari berbagai daerah: Balikpapan, Samarinda, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sulawesi. Usia mereka mulai 22 tahun hingga di atas 40 tahun. Pelanggannya pun beragam, mulai pekerja bangunan, kontraktor, pedagang pentol, hingga karyawan ritel.

Dalam sehari, para PSK rata-rata melayani 2–3 pelanggan. Saat momen gajian, jumlah pelanggan bisa melonjak, bahkan pernah mencapai 5–10 orang per hari pada 2024 hingga awal 2025.

Para PSK umumnya tinggal di penginapan dengan sistem sewa bulanan. Sebagian memilih kos sederhana untuk menekan biaya.

MiChat berjoki bekerja layaknya mucikari. Joki mengelola akun-akun PSK, mengunggah foto, membalas calon pelanggan, menentukan harga, hingga mengatur lokasi pertemuan. Satu joki dikabarkan dapat mengendalikan hingga 24 akun sekaligus, sementara satu PSK biasanya memiliki dua akun berbeda.

Rangkaian fakta ini terungkap dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) Satpol PP Kaltim pada Jumat (5/12/2025) hingga Sabtu dini hari. Petugas yang menyasar penjual minuman keras juga memeriksa sejumlah penginapan dekat jantung IKN, dan menemukan beberapa PSK di dalam kamar penginapan. (rb)

Editor: Agus S

Tradisi Dayak Kenyah Hidup di Citra Niaga: Seni Nusantara 2025 Pukau Ribuan Penonton

0
Sambutan dari ketua panitia kegiatan Seni Nusantara tahun 2025. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Suasana Citra Niaga berubah menjadi panggung budaya yang hidup pada Minggu malam (6/12), ketika ratusan warga memenuhi area publik tersebut untuk menyaksikan puncak Program Inovasi Seni Nusantara 2025. Dalam satu malam, ragam tari dan musik kreatif Dayak Kenyah tampil memukau, menghadirkan kekayaan tradisi masyarakat pedalaman ke tengah pusat kota Samarinda.

Pementasan ini merupakan rangkaian akhir dari program pendampingan seni dan budaya yang digagas oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selama beberapa bulan, tim pelaksana melakukan pendampingan intensif kepada dua mitra utama: Desa Budaya Sungai Bawang dan Sanggar Runtik Bulau dari Kutai Kartanegara.

Eka Yusriansah, Ketua Pelaksana kegiatan, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menghadirkan kembali napas tradisi ke ruang publik, sekaligus menunjukkan bahwa seni masyarakat adat dapat tampil sekuat seni modern.

“Ini merupakan luaran dari Program Inovasi Seni Nusantara, pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan seni dan budaya tradisi,” ujar Eka.

Sebelum tampil di Citra Niaga, para peserta mengikuti tahap Sarasehan Budaya, Lokakarya Tari dan Musik Kreatif, hingga pendampingan bersama para pelatih. Panggung Citra Niaga dipilih untuk memperluas jangkauan penonton.

“Kami ingin memperkenalkan karya tari dan musik dari mitra kami kepada lebih banyak masyarakat. Kalau dilakukan di desa, mungkin terlalu jauh. Di ruang publik seperti ini, masyarakat umum bisa menonton dan mengenal tradisi mereka,” tutur Eka.

Pementasan mengusung konsep “Petani–Penari”, terinspirasi oleh gagasan The Aesthetic of Everyday Life, yang memandang bahwa kreativitas seni Dayak Kenyah lahir dari aktivitas keseharian: berladang, menanam, hingga panen.

“Proses penciptaan seni tari dan musik itu berbasis dari aktivitas keseharian, terutama yang terkait ladang. Dari sanalah embrio kreativitas muncul,” jelas Eka.

Malam puncak menjadi kolaborasi dua program: konsep tari dipimpin langsung oleh Eka dari Program Studi Tari, sementara musik dipimpin rekannya, Yofi. Dua unsur tersebut berpadu harmonis, menghasilkan pertunjukan yang kuat, ritmis, dan menyentuh.

Pementasan Seni Nusantara 2025 di Citra Niaga bukan hanya penampilan seni, tetapi juga ruang pertemuan budaya—menghadirkan identitas Dayak Kenyah ke tengah kota, dan mengajak publik merayakan keindahan tradisi bersama-sama. (dim/rb)

Editor: Agus S

Meriahkan HUT ke-51 Badak LNG, 1200 Pelari Berebut Medali di Balance Run 5,1 K 2025

0
Kemeriahan Balance Run 2025 (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51, Badak LNG menggelar event Balance Run 5,1 K 2025, yang berlangsung di Town Center Badak LNG, Kota Bontang, Sabtu (6/12/2025) pagi tadi.

Event ini diikuti sekira 1200 pelari yang sebagian besar merupakan karyawan PT Badak NGL, anak perusahaan, dan beberapa perwakilan OPD Pemkot Bontang dan media.

Start dimulai tepat pukul 06.30 Wita di depan Town Center Badak LNG. Ribuan pelari ini berlari sejauh 5 kilometer menyusuri area perumahan perusahaan dan kembali finish di depan Town Center. Saling berebut menjadi finisher yang mampu meraih 800 medali yang disiapkan panitia.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris yang didampingi para petinggi PT Badak NGL.

Saat sambutan, wawali menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberikan dukungan secara penuh terhadap kegiatan yang positif, salah satunya seperti Balance Run 2025 ini.

Melalui kegiatan ini pula dapat menjadi salah satu jalinan tali silaturahmi antar pejabat, perusahaan, karyawan hingga masyarakat Bontang.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa membangun tali silaturahmi menjadi erat sekaligus di momentum HUT Badak LNG ke-51,” ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan hiburan dari Band Teras Kaca yang menyanyikan tembang-tembang jawa pop. Membuat para pelari ikut berjoget mengiringi musik. Sekaligus dibacakan para peraih undian doorprize.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam