Beranda blog Halaman 505

Bawaslu Kaltim Dorong Masyarakat Sipil Aktif Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

0
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto saat diwawancarai di Samarinda, (Ist).

SAMARINDA – Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto, menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak bisa hanya bertumpu pada lembaga penyelenggara pemilu, tetapi harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat sipil. Hal ini disampaikannya dalam forum diskusi publik bertema evaluasi penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 serta arah konsolidasi menuju Pemilu 2029 yang lebih berkualitas.

Menurut Hari, pelaksanaan Pemilu 2024 memberikan banyak pelajaran penting, terutama setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemungutan suara ulang di sejumlah daerah. Banyaknya putusan MK, kata dia, mencerminkan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan demokrasi elektoral, termasuk dugaan keterlibatan kekuasaan dalam memenangkan pasangan calon tertentu.

“Bawaslu melihat itu sebagai bahan evaluasi. Termasuk putusan tiga hakim MK dalam sengketa hasil pemilihan presiden. Dari situ kami merasa penting untuk menata bersama bagaimana proses Pemilu 2029 harus dijalankan,” ujarnya.

Hari menambahkan, ukuran demokrasi bukan hanya dari pelaksanaan pemilu, melainkan dari kualitas pemerintahan yang dihasilkan. Semakin tinggi kesadaran politik masyarakat, semakin kuat pula pertahanan demokrasi terhadap penyimpangan kekuasaan.

Menanggapi kritik bahwa Bawaslu dan KPU hanya bekerja secara teknis karena intervensi kebijakan pemerintah, Hari menegaskan bahwa Bawaslu memiliki peran yang lebih dinamis. “Berbeda dengan KPU yang fokus pada teknis pemungutan suara, Bawaslu justru berada di garis depan menghadapi berbagai pelanggaran, tekanan politik, dan upaya memengaruhi pemilih,” tegasnya.

Ia menilai, tugas Bawaslu bersifat berkelanjutan karena pengawasan tidak berhenti setelah pemilu selesai. Demokrasi yang sehat, lanjut Hari, tidak bisa dibangun hanya oleh penyelenggara pemilu. “Masyarakat sipil harus berperan aktif, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai penentu arah demokrasi ke depan,” ujarnya.

Bawaslu Kaltim juga telah mengembangkan berbagai kanal pengawasan digital seperti situs resmi, media sosial Instagram, dan YouTube untuk memperluas partisipasi publik. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat melaporkan pelanggaran, memberikan masukan, serta terlibat langsung dalam proses pengawasan pemilu.

“Ketika ruang kebebasan berpendapat semakin sempit, potensi penyimpangan kekuasaan justru membesar. Maka sistem keadilan pemilu tidak bisa dijalankan sendiri oleh Bawaslu, harus ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.

Hari berharap forum seperti ini dapat menjadi agenda rutin dalam memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat sipil. “Bawaslu adalah bagian dari cita-cita masyarakat sipil. Kami hadir untuk memastikan demokrasi berjalan jujur, adil, dan bermartabat. Tapi itu hanya bisa terwujud jika kita berjalan bersama,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Dikira Jatuh ke Parit, Ternyata Warga Gang Arwana Ini Digigit Buaya

0
Sirajuddin, salah satu warga di RT.17, Kelurahan Tanjung Laut Indah yang digigit buaya. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Sirajuddin, salah satu warga di Gang Arwana I, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, menjadi korban gigitan buaya, Kamis (23/10/2025), sekitar pukul 18.30 Wita. Kejadian ini terjadi saat korban ingin berangkat ke masjid.

Hesti, salah satu saksi mata mengatakan bahwa awalnya dirinya tak mengetahui jika Sirajuddin sudah digigit buaya bagian kakinya, sebab Sirajuddin sempat terperosok dan jatuh ke parit. Akan tetapi tak berselang lama kemudian, Sirajuddin langsung menjerit.

“Saya sempat tanya ke orangnya, kirain dia keperosok karena jatuh ke parit. Ternyata di situ dia sudah digigit kakinya sama buaya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Mengetahui Sirajuddin digigit buaya, sang istri beserta dengan warga sekitar yang kebetulan ada di lokasi, langsung membantu Sirajuddin untuk melepaskan diri dari buaya. Bahkan istrinya sempat menarik Sirajuddin untuk bisa terlepas dari gigitan buaya.

“Sempat buaya itu diangkat sama om-nya, kemungkinan untuk lepasin gigitannya ya. Jadi yang digigit buaya bagian kaki sama tangannya,” tambahnya.

Hesti pun langsung bergegas meminta bantuan pada warga sekitar, untuk bisa mengantarkan Sirajuddin ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan pertolongan.

“Semua bagian yang digigit buaya sudah berdarah-darah, ini masih tertinggal sarungnya yang dia pakai tadi buat ke masjid yang masih ada,” jelasnya.

Sedikit informasi, ternyata buaya ini kerap kali muncul di wilayah RT.17, terlebih lagi buaya tersebut muncul di bawah rumah Sirajuddin, dimana rumah Sirajuddin terletak paling ujung dan di bagian belakang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Polda Kaltim Geledah Dinas Ketahanan Pangan Kutim, RPU Rp 24,9 Miliar Disorot

0

SANGATTA – Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur menggeledah Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Kamis (23/10/2025). Berlangsung hampir tujuh jam, sejak pukul 10.00 hingga 18.00 WITA.

Penggeledahan ini lantaran penyidik mencium aroma kasus korupsi, dugaan penyimpangan dalam proyek Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp24,9 miliar.

Dipimpin Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Kadek Adi Budi Astawa, sejumlah anggota berseragam rompi “Subdit Tipidkor” terlihat keluar-masuk kantor dinas sambil membawa tumpukan berkas. Warga sekitar sempat memperhatikan jalannya penggeledahan yang berlangsung tertutup bagi publik.

“Kami menyita empat dus dokumen dan satu unit komputer yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi RPU,” ungkap AKBP Kadek Adi Budi Astawa saat dikonfirmasi.

Meski belum ada pihak yang dimintai keterangan, langkah penyitaan dokumen itu menandakan babak baru penyelidikan terhadap proyek yang sebelumnya sempat menuai sorotan. “Saat ini kami masih tahap pengumpulan bahan keterangan dan barang bukti,” tambahnya singkat.

Proyek RPU yang menelan anggaran hampir Rp25 miliar tersebut disebut-sebut dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Namun, hingga kini, keberadaan dan pemanfaatan unit pengolahan padi itu masih dipertanyakan.

Beberapa sumber internal menilai proyek tersebut tidak berjalan optimal, bahkan diduga menyisakan persoalan pada tahap pelaksanaan dan pengadaan.

Langkah penggeledahan oleh tim Tipikor Polda Kaltim menjadi sinyal kuat bahwa penegak hukum mulai menelisik kejanggalan penggunaan dana publik di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Publik kini menanti, apakah tumpukan dokumen yang dibawa penyidik akan membuka tabir dugaan penyimpangan di balik proyek bernilai miliaran rupiah itu.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Produk Unggulan dari 7 UMKM Binaan Disbun Kutim Curi Perhatian di Pekan Raya Kutim Expo 2025

0
Stand Disbun Kutim pasarkan produk olahan hasil perkebunan. (Ramlah/Radarbontang)

SANGATTA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim menampilkan aneka produk unggulan dari tujuh UMKM binaan, yang mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Melalui stan Market Perkebunan, ragam produk olahan hasil perkebunan binaan Disbun Kutim berhasil mencuri perhatian pengunjung Pekan Raya Kutim Expo 2025.

Produk-produk yang dipamerkan tak hanya menarik dari segi kemasan, tapi juga menggoda dari sisi inovasi. Di antaranya serbuk daun kelor, serbuk jahe, hingga produk best seller seperti gula cube dan VCO fermentasi dari santan kelapa murni yang diproduksi oleh dua UMKM asal Sangatta.

Menurut Oyi Alfatah, Staf Disbun Kutim Bidang Usaha, keikutsertaan Market Perkebunan di Pekan Raya Kutim Expo merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan usaha kecil di sektor perkebunan.

“Kami ingin produk olahan hasil perkebunan Kutim semakin dikenal masyarakat luas. Banyak dari UMKM binaan ini yang memanfaatkan hasil kebun lokal untuk menghasilkan produk sehat, alami, dan bernilai jual tinggi,” ujar Oyi.

Selain sebagai ajang promosi, Market Perkebunan juga menjadi ruang pembelajaran bagi para pelaku UMKM untuk memahami pasar, memperbaiki kemasan, hingga memperluas jejaring pemasaran. Antusiasme pengunjung pun terlihat tinggi, terutama pada produk berbasis herbal seperti kelor dan jahe yang dikenal kaya manfaat bagi kesehatan.

Dengan dukungan berkelanjutan dari Disbun Kutim, para pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga menembus pasar regional bahkan nasional.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polda Kaltim Tangkap Dua Mahasiswi Promotor Situs Judi Online

0
Salah satu tersangka afiliator situs judi online saat diperiksa penyidik. Foto: Aprianto/MKN

BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Timur melalui Subdit V Siber berhasil mengungkap kasus tindak pidana perjudian online yang melibatkan dua perempuan muda berstatus mahasiswi. Keduanya ditangkap di Kota Samarinda dengan waktu yang berbeda karena berperan sebagai afiliator situs judi online.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim, Kompol Ariansyah, menjelaskan bahwa penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka berinisial J (22) pada 4 Agustus, sedangkan L (23) ditangkap pada 30 September 2025. Saat ditangkap, keduanya kedapatan sedang mempromosikan tautan situs judi melalui akun media sosial mereka.

“Tersangka J merupakan warga Sempaja Selatan, sedangkan L warga Sungai Pinang. Mereka berperan mempromosikan situs judi dengan menyebarkan tautan melalui akun Instagram,” ungkap Ariansyah dalam konferensi pers di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Kamis (23/10/2025).

Dari hasil penyelidikan, J diketahui aktif mempromosikan situs Inasultan88 dan Pulsuslot, sedangkan L menggunakan modus serupa dengan memasarkan situs Kipas899 selama lima bulan terakhir. Kedua mahasiswi ini menerima komisi antara Rp500 ribu hingga Rp2,5 juta dari setiap aktivitas promosi yang berhasil menarik pemain baru.

“Mereka menautkan link situs judi seperti slot, live casino, togel, hingga sportsbook,” tambah Ariansyah.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit ponsel merek iPhone, akun media sosial, email, buku tabungan, kartu SIM, serta hasil tangkapan layar aktivitas promosi situs judi tersebut.

Kompol Ariansyah menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan patroli siber secara intensif. Setiap temuan akan diteruskan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk proses pemblokiran situs-situs ilegal. “Kami hanya bisa mengajukan pemblokiran, kewenangan tetap berada di Komdigi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp1 miliar. (MK)

Editor: Agus S

Pengamat Politik: Bawaslu Harus Bersenyawa dengan Masyarakat Sipil untuk Pertahankan Demokrasi

0
Herdiansyah Hamzah, Pengamat politik sekaligus Akademisi Unmul saat diwawancarai di Cafe Bagios, Samarinda, (Foto: Umam/MKN).

SAMARINDA – Pengamat politik Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak akan mampu menjaga kualitas demokrasi jika bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat sipil. Menurutnya, untuk menghadang potensi lahirnya rezim otoriter dan tindakan represif aparat, Bawaslu harus menjalin kemitraan strategis dengan kelompok masyarakat yang kritis dan independen.

“Kalau berharap demokrasi bisa dipertahankan dengan baik, termasuk menghadang rezim yang otoriter dengan kekuasaan memaksa seperti militer dan polisi, mustahil jika kita hanya bertumpu pada teman-teman Bawaslu,” ujar Herdiansyah, yang akrab disapa Castro, Kamis (23/10/2025).

Ia menilai Bawaslu memiliki keterbatasan struktural dan sumber daya dalam menjalankan perannya. “Pertama, mereka punya problem hierarki. Kedua, problem sumber daya. Ketiga, mereka tidak terbiasa membaca watak kekuasaan dan cara kekuasaan bekerja dengan baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, Castro mendorong agar Bawaslu aktif berdialog dan bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk memperkuat fungsi pengawasan dan memperluas ruang partisipasi publik. “Bawaslu butuh bersenyawa dengan masyarakat sipil. Kalau berharap demokrasi elektoral tahun 2029 bisa bertahan dari tekanan kekuasaan, Bawaslu harus sering berdiskusi dengan masyarakat sipil,” tegasnya.

Namun, ia juga menegaskan bahwa kolaborasi saja tidak menjamin pemilu bebas dari penyimpangan. “Berkawan saja tidak menjamin, apalagi kalau Bawaslu bergerak sendiri,” ujarnya. Menurutnya, Bawaslu tidak boleh hanya terjebak pada urusan teknis, tetapi juga harus terlibat dalam mendorong substansi demokrasi.

“Kalau penyelenggara hanya fokus pada hal teknis, kapan demokrasi kita bisa matang? Bawaslu tidak hanya mengurus pelanggaran administratif, tapi memastikan demokrasi berjalan baik,” tambah Castro.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Bawaslu dalam memahami akar masalah sosial dan ekonomi yang sering menjadi alasan masyarakat menerima politik uang. “Serangan fajar sering dinormalisasi karena alasan ekonomi. Bawaslu harus hadir dalam konteks itu, bukan hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai bagian dari solusi,” katanya.

Castro menegaskan perlunya pembentukan simpul-simpul masyarakat sipil yang solid untuk menghadapi kekuatan politik dan militer yang kian dominan. “Melawan militer dengan kekuatan kecil dan terpecah-pecah itu mustahil. Jadi yang realistis adalah menyatukan simpul-simpul kecil, menurunkan ego, dan menganggap kerja ini sebagai kerja bersama,” ucapnya.

Ia menutup pandangannya dengan mengingatkan bahwa ancaman kembalinya kekuatan militer ke panggung sipil harus diwaspadai sejak dini. “Fondasinya sudah disiapkan: revisi UU TNI, keterlibatan TNI dalam sektor-sektor sipil seperti food estate dan program MBG. Karena itu, penguatan demokrasi harus dimulai sekarang, bukan menjelang pemilu,” tegas Castro.

Menurutnya, hanya melalui kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat sipil, cita-cita membangun demokrasi yang berkeadilan dan berdaya tahan dapat diwujudkan. (MK)

Editor: Agus S

GEPAK Tegaskan Dukungan Penuh untuk Pembangunan Ibu Kota Nusantara

0
peringatan HUT ke-24. Foto: Istimewa.

NUSANTARA — Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 GEPAK yang digelar di Ruang Serbaguna Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (23/10/2025).

Ketua Umum Pengurus Besar GEPAK, Abraham Ingan, menuturkan bahwa dukungan masyarakat asli Kalimantan terhadap IKN bukan hanya simbolik, melainkan wujud nyata dari komitmen untuk mengawal pembangunan ibu kota negara hingga selesai. “Dalam ulang tahun ke-24 ini, kami ingin menegaskan kriteria orang asli Kalimantan serta dedikasi kami sejak IKN didirikan untuk mendukung dan mengawal pembangunan hingga selesai,” ujarnya.

Abraham juga menekankan bahwa dukungan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar masyarakat Kalimantan dapat berperan aktif dan sejajar dalam proses pembangunan yang sedang berlangsung di Nusantara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas semangat dan kontribusi GEPAK. “Selamat Ulang Tahun ke-24 untuk GEPAK. Saya mendengarkan kriteria asli orang Kalimantan, saya sepakat dan mendukung, seperti kata pepatah: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Orang Kalimantan tidak hanya berdarah saja, tetapi juga orang yang minum langsung air Kalimantan,” ujar Basuki.

Peserta menghadiri peringatan HUT ke-24 GEPAK di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Foto: Istimewa.

Peringatan HUT GEPAK juga menjadi ajang silaturahmi dan dialog antara masyarakat dan pemerintah. Acara dimeriahkan dengan pameran produk lokal masyarakat Kalimantan serta pertunjukan seni budaya khas daerah, termasuk bela diri tradisional Kuntau dari suku Banjar dan musik Sapeh dari suku Dayak.

Ketua Panitia HUT ke-24 GEPAK, Sahran, menyampaikan rasa terima kasih kepada Otorita IKN atas dukungan dan sambutan hangatnya. “Terima kasih kepada Otorita Ibu Kota Nusantara yang telah menerima kami dengan baik,” tuturnya.

Melalui momentum peringatan ini, GEPAK menegaskan bahwa masyarakat asli Kalimantan akan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang inklusif dan berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

Agus Haris Tinjau Banjir di Bontang Utara, 21 RT Terendam

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat melakukan peninjauan. (Dok Prokompim)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, turun langsung meninjau wilayah yang terdampak banjir di Kecamatan Bontang Utara akibat hujan lebat pada Rabu (22/10/2025) kemarin.

Dalam peninjauan tersebut, Kamis (23/10/2025) pagi rombongan menyusuri beberapa lokasi yang terdampak cukup parah, salah satunya Perumahan Bontang Permai, belakang Bank Dhanarta dan Belakang Xtoys.

Banjir kali ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat aliran sungai di kawasan Kilometer 5 Jalan Poros Bontang–Samarinda meluap, akibat sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Dari hasil tinjauan, ketinggian air mencapai sekitar satu meter di sejumlah rumah warga

Agus Haris mengungkapkan, sedikitnya 21 RT di Kelurahan Api-Api terdampak genangan air dengan berbagai tingkat ketinggian. Menurutnya, persoalan banjir di kawasan tersebut tidak bisa diselesaikan secara lokal, karena sumber aliran air berasal dari wilayah kewenangan pemerintah provinsi.

“Perlu dilakukan penurunan elevasi tanah di sisi kanan dan kiri jalan utama, agar air tidak lagi meluap ke permukiman,” jelasnya.

Ia juga menilai konstruksi drainase yang ada saat ini, belum mampu menampung debit air besar saat curah hujan tinggi.

Pemerintah Kota Bontang, kata Agus, telah melakukan normalisasi saluran air setiap tiga bulan, serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pengurus RT. Namun, anggaran penanganan banjir dari provinsi baru bisa direalisasikan pada tahun 2026.

Sebagai langkah jangka panjang, pemkot juga merencanakan penurunan di sepanjang jalan dari hulu ke hilir, serta revitalisasi Waduk Kanaan sebagai upaya pengendalian banjir di masa depan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi luapan air, serta menjaga kebersihan saluran agar tidak tersumbat.

“Komunikasi dan pengawasan rutin harus terus dilakukan, agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Indeks Demokrasi Kaltim Turun Drastis, dari Peringkat 5 ke 14 Nasional

0
Kotak Suara pada Pemilu 2024 lalu, terjadinya PSU di beberapa daerah pada Pilkada 2024 lalu memicu turunnya Peringkat Indeks Demokrasi Kaltim. (Istimewa)

SAMARINDA – Tingkat demokrasi di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan signifikan pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi Kaltim dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merosot tajam dari peringkat 5 nasional menjadi peringkat 14.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Ahmad Firdaus Kurniawan, menjelaskan bahwa selain penurunan peringkat, skor IDI Kaltim juga turun dari 82,23 menjadi 80,69. “Secara angka memang hanya turun sekitar dua poin, tapi dampaknya besar pada peringkat kita di level nasional,” ujarnya di Samarinda.

Firdaus mengungkapkan bahwa IDI diukur berdasarkan tiga aspek utama: kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Dari ketiganya, aspek kebebasan menjadi indikator yang paling merosot. Penurunan paling terlihat pada aspek penyampaian pendapat di muka umum dan terbatasnya ruang demokrasi publik.

“Tahun 2024 masih ada sejumlah aksi masyarakat yang responsnya belum optimal sehingga memengaruhi penilaian. Kalau aspirasi diterima dengan baik, nilainya naik. Tapi jika dianggap kurang terbuka, penilaiannya turun,” paparnya.

Selain faktor kebebasan sipil, penurunan juga dipengaruhi oleh lemahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan di DPRD, serta persoalan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kaltim, termasuk adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di beberapa daerah. “Dari indikator penyelenggara pemilu juga ada penurunan karena PSU di beberapa kabupaten kota di Kaltim menjadi catatan,” jelasnya.

Firdaus menegaskan bahwa IDI berfungsi seperti alat ukur kesehatan demokrasi di daerah. Karena itu, hasil ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi pemerintah provinsi dan seluruh pemangku kepentingan. Kesbangpol Kaltim, kata dia, akan memprioritaskan peningkatan partisipasi publik, memperluas ruang kebebasan sipil, serta memperkuat peran masyarakat sipil dalam pengawasan kebijakan publik.

“Ini menjadi bahan evaluasi. Pemerintah akan fokus pada indikator-indikator yang turun untuk memperbaiki posisi Kaltim ke depan,” tegasnya.

Kesbangpol Kaltim juga berencana memperkuat pendidikan politik bagi pemuda, perempuan, dan organisasi masyarakat, termasuk penguatan wawasan kebangsaan serta deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial.

Firdaus berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat mengembalikan kualitas demokrasi di Bumi Etam. “Target kita, tahun mendatang indeks bisa naik lagi dan peringkat Kaltim kembali ke papan atas,” tutupnya optimistis. (MK)

Editor: Agus S

Setda Bontang Siapkan Peremajaan Armada, Bus Lama Pemkot Segera Diganti

0
Ilustrasi. (istimewa)

BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai mempersiapkan langkah peremajaan kendaraan dinas. Salah satu yang menjadi fokus dalam anggaran perubahan tahun 2025 adalah pengadaan bus baru, untuk menunjang mobilitas kegiatan pemerintahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, mengatakan bahwa bus lama yang selama ini digunakan pemkot sudah tidak lagi layak operasional. Kondisi tersebut sering kali memaksa pihaknya untuk meminjam kendaraan dari perusahaan, ketika ada kegiatan resmi di luar kota.

“Sudah sering kami pinjam bus dari pihak luar karena yang ada sekarang sudah tua,” terang Aji

Data dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP menunjukkan, pengadaan bus senilai sekitar Rp1,1 miliar telah masuk dalam daftar rencana belanja Setda Bontang, bersamaan dengan rencana pengadaan mobil dinas senilai kurang lebih Rp 600 juta.

Namun, Aji menegaskan, pengadaan mobil dinas tersebut bukan untuk kebutuhan internal Sekretariat Daerah. “Untuk mobil dinas itu diperuntukkan pihak luar, bukan Setda,” katanya.

Bus baru yang akan diadakan bukan jenis listrik, melainkan bus konvensional berbahan bakar diesel dengan kapasitas penumpang lebih banyak.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam