Beranda blog Halaman 506

Pembukaan Pesta Rakyat: UMKM, Hiburan, hingga Olahraga Tradisional Meriahkan Event

0
Hiburan tarian di pembukaan Pesta Rakyat. (Yusva Alam)

BONTANG – Event Pesta Rakyat garapan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang dibuka, Jumat (5/12/20025) malam tadi di Lapangan Arhanud Rudal. Pembukaan dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Dalam sambutannya, Plt Kadis DKUMPP Bontang, Muhammad Ridwan memaparkan bahwa dasar dari diadakannya event ini adalah UU UMKM Nomor 20 tahun 2008 tentang usaha mikro kecil dan menengah, serta DPA perubahan DKUMPP Bontang.

“Maksud acara diadakan, karena pemkot ingin beri ruang UMKM untuk tampilkan produk terbaiknya agar meningkatkan income,” ujarnya.

Ditambahkannya, event yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 5-7 Desember ini bertujuan memberi semangat para pengusaha UMKM untuk berusaha, menumbuhkan daya kreatif para pengusaha UMKM, dan meningkatkan daya saing dan omset penjualan pengusaha UMKM.

Beragam kegiatan akan mengisi Pesta Rakyat. Ada olahraga seperti fun run, fun bike, dan olahraga tradisional di antaranya sumpitan, gasing, belogo. Ada juga hiburan dari penyanyi lokal hingga nasional. Serta launching maskot gesit.

“Pesertanya kurang lebih 100 UMKM mulai dari pengusaha kopi, kuliner, fashion, dan pelayanan dari dinas terkait,” pungkas Ridwan.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Polda Kaltim Gelar Simulasi Bencana Hidrometeorologi, Wagub dan Wali Kota Balikpapan Beri Apresiasi

0
Simulasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kota Balikpapan, Sabtu (8/12/2025).

BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi terus diperkuat Polda Kaltim melalui simulasi tanggap darurat yang digelar di Kota Balikpapan, Sabtu (8/12/2025). Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, serta Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Wagub Kaltim Seno Aji menilai simulasi tersebut berjalan sangat efektif dan mendekati kondisi sebenarnya. Ia menekankan bahwa koordinasi lintas sektor sudah terlihat solid dan terstruktur.

“Kami berharap tidak ada bencana di Kalimantan Timur. Namun bila itu terjadi, seluruh unsur sudah siap melaksanakan prosedur operasi secara otomatis berdasarkan skenario yang ada,” ujarnya.

Seno Aji menambahkan bahwa simulasi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai instansi lainnya dalam memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kaltim.

“Secara umum kita di Kaltim sudah siap. Tapi sekali lagi, kita berharap bencana tidak terjadi,” tegasnya.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, juga memberikan apresiasi terhadap langkah Polda Kaltim memperkuat kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, simulasi seperti ini penting untuk memastikan respons cepat di lapangan jika kondisi darurat benar-benar terjadi.

“Ini respons positif dan sangat penting. Walaupun kita berharap bencana tidak terjadi, melalui simulasi ini kita sudah mengantisipasi agar tanggapannya cepat,” ujar Rahmad.

Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa penanganan bencana tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran semua pihak, terutama masyarakat.

“Yang paling penting adalah mencegah daripada menanggulangi. Jangan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, jangan membuang sampah sembarangan yang memicu banjir, dan jangan membuka lahan sembarangan yang memicu longsor,” tutupnya. (rb)

Editor: Agus S

Pengamat Unmul Kritik Efisiensi Pemprov Kaltim: Jangan Korbankan Outsourcing, Pangkas Belanja Borosnya!

0
Purwadi Purwoharsojo.

SAMARINDA – Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melakukan efisiensi anggaran dan mengevaluasi ulang kontrak tenaga outsourcing memicu kritik keras dari Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo. Ia menilai langkah tersebut keliru dan justru menyasar kelompok tenaga kerja paling rentan di tengah merosotnya kemampuan fiskal Kaltim.

Seperti diketahui, kemampuan fiskal Kaltim menurun sekitar Rp6 triliun. APBD 2025 yang sebelumnya diproyeksikan Rp21 triliun, kini hanya berkisar Rp15 triliun. Namun bagi Purwadi, menjadikan outsourcing sebagai target pemangkasan adalah keputusan yang tidak adil.

“Tenaga kerja outsourcing itu hidupnya setengah hidup setengah mati. Kalau dipangkas, itu langsung membuat mereka menganggur. Jangan korbankan mereka hanya karena APBD turun,” tegasnya.

Ia menilai akar persoalan bukan pada keberadaan pekerja outsourcing, melainkan pada pola belanja Pemprov yang masih jauh dari efisien. Purwadi menyebut banyak anggaran nonprioritas yang seharusnya bisa dipangkas tanpa mengorbankan pekerja kecil.

“Pangkas saja belanja yang tidak penting. Korden baru, pagar, kendaraan dinas baru. Tiap ganti pejabat TV baru lagi, yang lama dibawa. Itu pemborosan,” ujarnya.

Selain menyoroti belanja tidak produktif, Purwadi juga mengangkat problem struktural dalam skema outsourcing. Ia mengkritisi praktik perusahaan penyedia jasa yang memotong terlalu besar dari upah pekerja, bahkan jaminan BPJS pun belum tentu diterima mereka.

“Outsourcing seharusnya memberikan pekerjaan layak. Faktanya, banyak potongan lewat agen penyedia jasa tenaga kerja, BPJS pun belum tentu mereka dapat. Jangan tambah tekanan dengan pemangkasan tenaga kerja,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kebijakan pemangkasan outsourcing berpotensi menciptakan persepsi negatif terhadap Pemprov, terutama karena sejumlah komponen belanja pegawai justru dinilai tidak transparan dan tidak pernah tersentuh efisiensi.

“TPP BKD saja tidak jelas indikatornya, diberikan porsi besar dan tidak dipotong. Sedangkan kebijakan efisiensi malah menyasar rakyat kecil, ngawur. Bahkan TPP bisa dicurigai sebagai manipolitik loh Mas, memperkuat basis suara di instansi,” kritiknya.

Purwadi juga menyoroti pengadaan videotron yang menurutnya boros dan tidak berdampak signifikan pada pelayanan publik.

“Videotron itu tidak efektif. Di mobil saja ada peringatan dilarang nonton, ini kenapa harus pasang videotron besar-besaran di jalan? Orang pasti lewat saja. Jangan sampai kita setengah mati perjuangkan DBH di pusat agar tidak dipotong, tapi anggarannya malah dihamburkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa efisiensi harus diarahkan pada belanja nonprioritas, bukan memotong tenaga kerja yang menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa evaluasi tenaga outsourcing tidak dapat dihindari karena mengikuti skema kontrak kegiatan.

“Tenaga outsourcing mengikuti kontrak kegiatan. Jika kegiatan berkurang karena anggaran menurun, otomatis jumlah personel juga menyesuaikan,” jelas Sri.

Namun Purwadi menegaskan bahwa pemerintah tetap harus mengedepankan keberpihakan terhadap pekerja kecil dalam proses efisiensi anggaran.

“Jangan sampai membunuh ‘dapur’ mereka. Efisiensi jangan diarahkan pada rakyat kecil. Pangkas saja belanja yang tidak perlu,” tutupnya. (rb)

Editor: Agus S

Tahun 2026, Anak Disabilitas Dijanjikan Dapat Bantuan Rp 300 Ribu per Bulan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah menyiapkan anggaran di tahun 2026 mendatang bagi anak-anak disabilitas se-kota Bontang. Anak-anak disabilitas akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 300 ribu per bulannya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa, pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi ke anak-anak disabilitas, lantaran anak-anak disabilitas telah berprestasi dalam bidang olahraga.

“Iya seperti kejuaraan ini pastinya kita selenggarakan setiap tahunnya, bahkan ada anak disabilitas yang berprestasi mendapatkan juara I sampai tingkat nasional. Kita support di bidang olahraganya,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (5/12/2025).

Walaupun Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan urusan provinsi, akan tetapi Pemkot Bontang tetap berupaya selalu mendukung dan support anak penyandang disabilitas untuk tetap berprestasi.

Bahkan kejuaraan paralimpik bagi penyandang disabilitas yang digelar pun, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang. Termasuk dengan fasilitas milik pemkot yang digunakan untuk berlatih anak-anak disabilitas, seperti tolak peluru, atletik, badminton, dan sebagainya.

“Dengan begitu, mereka tetap bisa menggunakan sarana olahraga milik Bontang, sebagai penunjang bakatnya untuk berprestasi. Padahal kita ingin memberikan Rp 500 ribu per bulan, tetapi menjadi Rp 300 ribu saja takut anggaran tidak cukup. Semoga APBD kita juga tidak turun,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Neni Ingatkan Perusahaan di Bontang Rekrut Karyawan Disabilitas

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengingatkan ke perusahaan-perusahaan di Bontang, agar menerima sebagian karyawan yang merupakan penyandang disabilitas.

Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2016, perusahaan swasta wajib mempekerjakan minimal 1 persen penyandang disabilitas, dari jumlah total pekerja atau karyawan dimana setara 1 dari 100 pekerja.

“Sampai saat ini saya pun tidak melihat program itu berjalan, mungkin nanti kita akan bersurat ke perusahaan kalau ada penerimaaan,” ucapnya, Sabtu (6/12/2025).

Dijelaskannya, maksud dari menyurati perusahaan-perusahaan tersebut, sebagai tanda pengingat. Bahwa penyandang disabilitas memiliki hak untuk bekerja di perusahaan yang ada. Entah di bagian pasukan kuning, cleaning service, maupun administrasi.

“Pastinya nanti segera kita surati perusahaan untuk mengingatkan, kita juga akan memberikan info ke grup. Karena masih suasana memperingati Hari Disabilitas Internasional, jadi momennya masih pas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Komisi B Soroti Antrean BBM, Distribusi Pertamina Tidak Tepat Waktu

0

Komisi B DPRD Bontang menyoroti kembali persoalan antrean BBM di sejumlah SPBU yang dikeluhkan masyarakat. Distribusi Pertamina dinilai tidak tepat waktu sehingga memicu penumpukan kendaraan dan gangguan pelayanan publik. Rapat bersama instansi terkait digelar untuk meminta komitmen perbaikan distribusi agar pasokan lebih stabil dan antrean dapat ditekan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb6des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Sepanjang 2025, Tercatat 26 Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Kutim

0
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Ist)

SANGATTA – Sepanjang tahun 2025, Polres Kutim mencatat 26 laporan kekerasan, dan yang paling memprihatinkan, mayoritas korbannya adalah anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Ardian Rahayu Priatna, mengungkapkan bahwa dari total laporan tersebut, 17 kasus melibatkan anak-anak sebagai korban dugaan pelanggaran kesusilaan. Angka ini menempatkan kasus kesusilaan terhadap anak sebagai laporan paling dominan yang ditangani aparat.

“Dari 26 laporan yang kami tangani, 17 di antaranya adalah kasus dengan korban anak di bawah umur,” ujar Ardian.
Ia menyebut kondisi ini menjadi tanda bahwa perlindungan terhadap anak harus diperkuat, terutama melalui edukasi dan keberanian melapor.

Di samping kasus-kasus tersebut, Polres Kutim juga menangani 2 laporan dugaan kekerasan terhadap anak, 4 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 1 laporan perzinahan, serta 1 laporan pemerkosaan. Seluruh laporan sedang dalam proses penanganan sesuai ketentuan hukum.

Untuk memastikan pemulihan korban, Polres Kutim bekerja sama dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Dokes Polres Kutim. Pendampingan psikologis, termasuk layanan trauma healing gratis, diberikan secara berkala bagi korban, khususnya anak-anak.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kutim untuk pemulihan mental korban. Bila ada anak yang mengalami trauma berat akibat pelecehan maupun pencabulan, silakan hubungi kami. Trauma healing kami berikan gratis,” terang Ardian.

Ia menegaskan komitmen Polres Kutim untuk menindaklanjuti setiap laporan secara cepat sekaligus menjaga keamanan dan kerahasiaan identitas korban maupun pelapor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berani melapor apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan. Keamanan dan kerahasiaan identitas korban maupun pelapor pasti kami lindungi,” tegasnya.

Meski langkah penanganan berjalan, tingginya angka kasus yang melibatkan anak di Kutim menunjukkan perlunya pendekatan pencegahan yang lebih kuat, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

PSDA Bakal Mapping Ulang Distribusi BBM dan Evaluasi Penjadwalan di SPBU

0
 Rapat Dengar DPRD Bontang terkait distribusi SPBU kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Pemkot Bontang memastikan akan melakukan pemetaan ulang distribusi BBM ke seluruh SPBU, menyusul desakan dari Komisi B DPRD Bontang untuk memastikan ketepatan penyaluran serta mengurai persoalan antrean panjang yang terus berulang.

Penelaah Teknis Kebijakan PSDA, Anita, menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan pemetaan distribusi BBM bersama Pertamina Patra Niaga dan operator SPBU. Langkah ini menindaklanjuti permintaan DPRD agar pemerintah memiliki data rinci dan berkala terkait jadwal serta volume pengiriman BBM setiap hari.

“Nanti mulai besok insyaallah kita mulai mapping lagi. Kita mapping sama-sama dengan teman-teman dari DKUMPP dan SPBU. Sesuai arahan tadi, mapping-nya dibuat sebulan penuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemkot telah memiliki Satgas BBM yang melibatkan sejumlah perangkat daerah serta kepolisian. Tim ini akan kembali menggelar rapat internal untuk merumuskan pola mapping sekaligus mengevaluasi kebijakan penjadwalan pembelian solar yang berlaku sejak 2023.

Adapun evaluasi jadwal pengisian solar, antrean dilakukan mulai pagi padahal jadwal jam 13.00 Wita baru dibuka. Menjawab pertanyaan DPRD terkait antrean yang kerap muncul sejak pagi hari di SPBU kota, Anita mengakui bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah.

“Memang harusnya jam 1 siang. Tapi ini PR kita. Banyak supir truk yang sudah antre dari pagi. Ada pengawasan dari kepolisian dan tim lapangan, tapi kenyataannya tetap seperti itu,” ungkapnya.

PSDA sejak 2023 menetapkan jadwal pengisian solar untuk truk pada pukul 13.00 hingga 16.00 Wita, khusus untuk dua SPBU dalam kota yakni SPBU Tanjung Laut dan SPBU Akawi. Pertimbangannya adalah tingginya risiko kemacetan serta kepadatan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut. Namun, DPRD menilai kebijakan itu tidak memberikan dampak signifikan karena antrean tetap terjadi.

Anita menyebutkan, kebijakan jadwal dibuat untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. Namun, jika DPRD menginginkan pembaruan kebijakan, pihaknya membuka ruang untuk pembahasan ulang.

“Kalau memang nanti ada arahan dari Dewan untuk dilepas atau diubah, nanti kita bahas kembali di forum tim Satgas BBM,” katanya.

Model antrian online belum berjalan ideal meski sudah ditetapkan. Ia juga memaparkan bahwa mekanisme antrian online sebenarnya sudah dirancang agar supir truk menunggu dari rumah dan hanya datang sesuai nomor antrean yang dipanggil. Namun, pola tersebut tidak berjalan efektif di lapangan.

“Harusnya antre di rumah. Nomor 1–10 dipanggil, lalu 11–20, dan seterusnya. Tapi ya begitulah, teman-teman supir ini lebih susah diatur dibanding kendaraan kecil,” jelasnya.

PSDA juga sempat mencoba memindahkan titik antrean solar ke lokasi lain seperti Jalan Flores untuk mengurai kemacetan di SPBU Tanjung Laut. Namun langkah itu tidak bertahan lama.

“Baru beberapa hari masyarakat sudah mengeluh karena debu dan bahaya bagi rumah warga serta sekolah. Jadi kami cancel,” ujar Anita.

Dengan adanya usulan DPRD dan permasalahan antrean yang masih terjadi, PSDA menegaskan bahwa mapping ulang distribusi menjadi langkah awal evaluasi menyeluruh menuju kebijakan yang lebih efektif.

“Ini masukan semua pihak. Nanti kami godok lagi dalam tim. Yang penting solusi yang terbaik untuk SPBU, asosiasi, dan masyarakat umum,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Petani Busang Panen Jagung di Tengah Serangan Hama dan Cuaca Ekstrem

0
Kegiatan Panen Jagung di lahan pertanian PT NAS hasilkan 1 ton. (Ist)

SANGATTA — Di tengah serangan hama dan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, petani dan pihak perusahaan di Desa Long Nyelong, Kecamatan Busang, tetap berhasil menggelar panen raya jagung program ketahanan pangan tahun 2025. Kegiatan panen berlangsung di lahan pertanian PT NAS pada Jumat (5/12/2025).

Meski hanya berada di area seluas 1 hektare, panen jagung hibrida tersebut tetap membuahkan hasil sekitar 1 ton. Kondisi lapangan yang penuh tantangan tak menyurutkan semangat para pekerja maupun pihak perusahaan yang terlibat.

Kegiatan panen turut dihadiri Kapolsek Muara Ancalong Iptu Erwan Tri Yunanto, Kapospol Busang Aipda Abraham Batang, serta personel Polsek Muara Ancalong. Dari pihak perusahaan tampak Senior Manager PT NAS Kain Mogilen dan Estate Manager Masa Draha, disertai perwakilan Pemerintah Desa Long Nyelong.

PT NAS menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan di wilayah setempat, sejalan dengan program nasional Asta Cita yang mendorong peningkatan produksi sektor pertanian di desa-desa.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi kelancaran panen di tengah situasi yang kurang bersahabat.

“Program ketahanan pangan harus terus berjalan karena ini berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi masyarakat. Kami mendukung penuh setiap upaya masyarakat dan perusahaan dalam meningkatkan produksi pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Ancalong Iptu Erwan Tri Yunanto memastikan pendampingan terhadap program pemerintah akan terus dilakukan.

“Panen ini adalah wujud sinergi masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Meski ada kendala hama tikus dan cuaca tidak menentu, kegiatan tetap berjalan baik. Kami akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan kelancaran program ketahanan pangan,” tuturnya.

Panen ditutup dengan pengecekan area oleh personel kepolisian dan perusahaan untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib. Sebanyak 15 pekerja PT NAS turut terlibat dalam pemanenan tersebut, menandai komitmen bersama menghadapi tantangan alam demi keberlanjutan pangan di Busang.

Penulis : Ramlah
Editor: Yusva Alam

Gelar Upacara Sertijab, 3 Pejabat Polres Bontang Berganti

0
Kegiatan upacara sertijab di Halaman Mako Polres Bontang. (Ist).

BONTANG – Tiga pejabat di Polres Bontang telah berganti, hal tersebut berlangsung saat Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab), di Halaman Mako Polres Bontang, Jumat (5/12/2025).

Ketiga pejabat yang berganti itu di antaranya Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan, digantikan oleh Iptu Larto. Kabag Ops, Kompol Syakir kini berganti Kompol Supriyadi. Serta Kabag Ren diisi oleh AKP Karno.

Kapolres Bontang, Widho Anriano menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier anggota polri, untuk menunjukkan regenerasi kepemimpinan yang berjalan secara profesional.

Dinamika tugas kepolisian selalu berjalan berbanding lurus dengan perkembangan dunia global, maka tantangan tugas polri saat ini semakin kompleks.

“Kita menghadapi dinamika yang cepat berubah, mulai dari peningkatan angka kriminalitas konvensional, kejahatan lintas negara, hingga kejahatan berbasis teknologi informasi,” ucapnya saat upacara berlangsung.

Kapolres Bontang menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian terhadap kinerja anggota di lapangan. Serta komunikasi lintas sektoral dengan instansi lainnya.

“Bagi pejabat baru yang berada di Polres Bontang silahkan menjalankan tugas dengan baik, dan untuk pejabat yang ditempatkan di tempat baru, semoga betah dan selamat bertugas,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam