Beranda blog Halaman 507

Rayakan HUT ke-74, Humas Polres Kutim Donorkan Darah, Tebarkan Kepedulian

0
Peringati HUT ke-74 Humas Polri, Polres Kutim gelar donor darah. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Humas Polri, Polres Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial terhadap sesama. Kegiatan berlangsung di Gedung Auditorium Mako Polres Kutim, Rabu (22/10/2025).

Puluhan personel Polri, TNI, dan awak media tampak antusias mengikuti kegiatan kemanusiaan tersebut. Suasana keakraban terlihat sejak pagi, saat para peserta secara bergantian mendonorkan darah mereka.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memimpin langsung kegiatan itu, yang turut dihadiri para pejabat utama (PJU) Polres Kutim, personel Kodim 0909/KTM, Lanal Sangatta, serta perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim.

Dalam sambutannya, AKBP Fauzan menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata pengabdian dan kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Kegiatan donor darah ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri. Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap sesama dan bukti bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, setetes darah yang diberikan memiliki arti besar bagi kehidupan orang lain. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus digalakkan sebagai bagian dari budaya berbagi di lingkungan kepolisian.

“Donor darah ini menjadi simbol harapan dan kehidupan. Melalui semangat kebersamaan dan kemanusiaan, kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian Polri bukan hanya soal tugas dan kewenangan, tetapi juga tentang hati yang peduli,” tambah AKBP Fauzan.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat sinergitas antara Polri, TNI, dan insan pers di Kutai Timur. Menurut Kapolres, kolaborasi lintas sektor ini merupakan kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di daerah.

Aksi kemanusiaan itu ditutup dengan penyerahan simbolis kantong darah hasil donor oleh Kapolres Kutim kepada perwakilan PMI. Hingga akhir kegiatan, tercatat puluhan kantong darah berhasil terkumpul dan siap didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Polres–Pemkab Kutim Bergerak, Pastikan Harga Beras Tetap Sesuai HET

0
Polres-Pemkab Kutim saat turun langsung memantau harga beras di toko dan pasar. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Polres Kutai Timur (Kutim) bersama Pemerintah Kabupaten Kutim bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap ketersediaan dan harga beras di sejumlah titik penjualan di Sangatta, Rabu (22/10/2025).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga beras premium dan medium tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta menjamin stok aman bagi masyarakat.

Sidak dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, didampingi Kasat Reskrim Ardian Rahayu Priatna, Kadisperindag Nora Ramadhani, Kadistapang Ery Mulyadi, dan Kadis DPMPTSP Darsafani.

Sebelum turun ke lapangan, rombongan mengikuti video conference (vicon) bersama Dir Reskrimsus Polda Kaltim di Ruang Vicon Polres Kutim, dengan menghadirkan Asosiasi Pedagang Beras Kutim untuk menerima arahan dan sosialisasi HET beras.

Dalam arahannya, AKBP Fauzan menegaskan agar para pedagang beras mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Apabila setelah diimbau masih ditemukan penjualan beras di atas HET, maka Satgas Pangan akan melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Penegasan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 375 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025.

Aturan itu menjadi pedoman teknis bagi Satgas Pangan dalam mengawasi dan mengendalikan harga beras secara terpadu, transparan, dan akuntabel.

Rombongan kemudian meninjau sejumlah titik penjualan, seperti Gudang Agen Beras Pulau Mas Jaya Abadi, Era Fresh di Jalan Yos Sudarso IV Desa Teluk Lingga, serta Pasar Tradisional Induk Sangatta Utara.

Dari hasil pengecekan, harga beras di beberapa lokasi masih berada dalam kisaran HET dengan ketersediaan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan langkah penting untuk mencegah gejolak harga di pasar.

“Kami ingin memastikan harga beras di tingkat pedagang dan pengecer tidak melebihi HET, sekaligus menjaga pasokan tetap stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Kadistapang Kutim Ery Mulyadi menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polres Kutim menjadi bentuk keseriusan menjaga kestabilan pangan di daerah.

“Kami terus berkoordinasi agar distribusi beras dari produsen ke konsumen berjalan lancar dan tidak ada pihak yang dirugikan,” ungkapnya.

Melalui sidak gabungan ini, Polres dan Pemkab Kutim berkomitmen menjaga agar harga beras tetap wajar, stok aman, serta masyarakat Kutim bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Semangat Kebersamaan, RSUD Taman Husada Turut Serta dalam Turnamen Sepak Bola Operda Cup I

0
RSUD Taman Husada Bontang turut serta mengikuti turnamen sepak bola antar OPD di Stadion Lang-Lang. (Ist).

BONTANG – RSUD Taman Husada turut berpartisipasi di turnamen sepak bola antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Bontang, Operda Cup I yang berlangsung di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang).

Leader Official Tim RSUD Taman Husada Bontang, Rendy Azhar mengatakan bahwa, dalam mempersiapkan turnamen ini, pihaknya melakukan secara mandiri dengan semangat kebersamaan.

Untuk seluruh tim yang bermain berasal dari para anggota internal RSUD Bontang sendiri, baik dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga outsourcing.

“Alhamdulillah ada banyak teman-teman di RSUD yang berbakat. Turnamen ini menjadi wadah positif untuk menyalurkan potensi mereka,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Rendy menyebut jika formasi di lapangan terdiri dari 11 pemain, yakni 7 ASN serta dari 4 tenaga outsourcing.

“Kami tetap mengutamakan semangat kebersamaan dan fair play. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa solid sebagai satu tim,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Hujan Disertai Angin Kencang, Akses di Jalan Poros Bontang-Sangatta Terendam Banjir

0
Akses jalan yang terendam banjir di daerah Jalan Poros Bontang-Sangatta. (Ist).

BONTANG – Hujan disertai dengan angin kencang terjadi di wilayah Kota Bontang, Rabu (20/10/2025) sekitar pukul 12.00 Wita.

Kondisi ini menyebabkan salah satu akses jalan terendam banjir, seperti halnya di Jalan Poros Bontang – Sangatta, lebih tepatnya setelah Tugu Selamat Datang Bontang, yang berdekatan dengan terminal bus Patas.

“Banjirnya karena hujan deras tadi, ini tingginya sudah mencapai lutut orang dewasa,” ucap Mita, salah satu warga yang terdampak.

Tak ayal banyak kendaraan yang terhambat saat melintasi jalan tersebut, sebab banjir yang terpantau cukup tinggi membuat kendaraan seperti sepeda motor susah untuk melintas dan menerobos banjir.

“Iya banjirnya termasuk tinggi, ini tempat kerja saya pun terdampak. Jadinya barang-barang yang ada di dalam toko, semuanya terendam banjir,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

RSUD Rutin Gelar Sosialisasi Demi Dekatkan Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat

0
Kabag Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman saat ditemui. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang secara rutin menggelar kegiatan sosialisasi, demi mendekatkan diri secara langsung ke masyarakat terkait pelayanan kesehatan.

Tujuan diadakannya sosialisasi tersebut agar masyarakat umum tahu, dan juga mengetahui lebih jauh tentang layanan unggulan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang. Seperti layanan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, hingga program kesehatan masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman menyampaikan, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu kegiatan prioritas yang menyasar masyarakat secara langsung, guna memberikan informasi ke masyarakat Bontang.

“Kita rutin melakukan kegiatan sosialisasi, seperti kegiatan sosialisasi di Kelurahan Gunung Telihan Kemarin, dan dalam sebulan ada dua kali kegiatan sosialisasi,” ucapnya, Rabu (22/10/2025).

Ketika kegiatan sosialisasi berlangsung, tak hanya masyarakat saja yang turut menghadiri. Akan tetapi juga ada beberapa perangkat kelurahan dan para staf di lingkungan Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

“Alhamdulillah kegiatan sosialisasi kita kemarin disambut masyarakat dengan baik, antusias mereka sangat luar biasa. Bahkan di sesi tanya jawab, hampir semua masyarakat menunjuk diri untuk melemparkan pertanyaan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Ini Jam Besuk Pasien Rawat Inap di RSUD Bontang!

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, telah mengatur waktu untuk jam besuk pasien bagi seluruh para pengunjung.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman menjelaskan, untuk jam besuk terdiri dari dua sesi, yaitu pukul 11.00 -13.00 Wita dan 17.00-20.00 Wita di setiap harinya.

“Iya, itu waktu jam besuknya untuk di ruang rawat inap non intensif,” ucapnya, Rabu (22/10/2025).

Ada pula pengunjung harus mematuhi peraturan lainnya, seperti dua orang maksimal pengunjung yang usianya di atas 12 tahun.

Bagi pasien yang mengalami kritis, sedang berada di ruang perawatan non intensif, bagi anak usia di bawah 12 tahun ke bawah diberi kesempatan untuk menjenguk dan mendampingi keluarga, dimana sudah mendapatkan ijin dari tim perawat atau dokter ruangan yang bertugas.

“Yang penting pengunjung tetap mematuhi aturan protokol kesehatan yang ada, seperti menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban demi kesembuhan pasien,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Terima Penghargaan Nasional Bidang Kearsipan dari ANRI

0
Wali Kota Neni menerima penghargaan dari ANRI. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan atas capaian penyelenggaraan kearsipan daerah tahun 2024 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam Rapat Koordinasi Identifikasi Peningkatan Kapasitas Penyelenggaraan Kearsipan Pemerintah Daerah Wilayah I di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Penghargaan diserahkan oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito, yang dalam sambutannya menyatakan bahwa apresiasi ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola kearsipan yang terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, hal ini merupakan elemen krusial dalam reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mendedikasikan penghargaan ini untuk kerja keras seluruh jajaran perangkat daerah, khususnya para arsiparis yang telah bekerja secara profesional.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kinerja seluruh perangkat daerah dalam mengelola dan mengawasi arsip secara akuntabel. Saya berterima kasih kepada seluruh arsiparis di setiap OPD yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ujar Neni.

“Keberhasilan pengelolaan arsip bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi indikator penting dari tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” imbuhnya.

Penghargaan ini menempatkan Kota Bontang sejajar dengan Kota Ternate dan Pontianak dalam klaster kota dengan penyelenggaraan kearsipan terbaik di Wilayah I.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pesan Menag Nasaruddin Umar di Peringatan Hari Santri ke-10 2025

0
Para santri se-Kota Bontang mengikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2025 di halaman Kantor DPMPTSP. (ist)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2025 di halaman Kantor DPMPTSP, Rabu (22/10/2025).
Di peringatan Hari santri yang kali ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. ”ini Wawali Bontang, Agus Haris yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar.

Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan para santri sekaligus mengingatkan kembali peran besar pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Kita patut bersyukur karena negara memberikan perhatian besar kepada pesantren. Sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, negara menegaskan pengakuan dan penghargaan yang setara terhadap pesantren sebagai lembaga khas Indonesia,” ujar Agus Haris saat membacakan amanat tersebut.

Ia menambahkan, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi pusat pendidikan di Nusantara — tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempah diri dalam akhlak dan karakter. Dari pesantren lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.
“Dari pesantren pula muncul tokoh-tokoh besar bangsa — mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin umat. Kini, banyak alumni pesantren yang berkiprah sebagai tokoh nasional, pejabat publik, pengusaha, ilmuwan, hingga pemikir dunia. Bahkan, banyak santri Indonesia yang telah membawa nama baik bangsa di kancah internasional,” ucapnya.

Upacara diikuti oleh barisan santri dari berbagai sekolah dan pesantren di Kota Bontang, dengan petugas upacara dari MAN Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kokohkan Pondasi SDM, Pemkot Edukasi Kesehatan Mental ke Mahasiswa

0
Kegiatan mental health bagi mahasiswa Kota Bontang tahun 2025, di Auditorium 3 Dimensi. (ist)

BONTANG – Kesehatan mental menjadi salahsatu isu daerah yang diprioritaskan oleh Pemkot Bontang. Termasuk salahsatunya kesehatan mental bagi mahasiswa.
Karenanya Pemerintah Kota Bontang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar kegiatan mental health bagi mahasiswa Kota Bontang tahun 2025, di Auditorium 3 Dimensi. Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari STITEK, STTIB, dan STITSYAM Bontang.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman menegaskan, isu kesehatan mental mahasiswa saat ini menjadi salah satu fokus prioritas daerah. Hal ini sejalan dengan visi Kota Bontang ‘Terwujudnya Kota Bontang sebagai Kota Industri dan Jasa yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, sebagai Daerah Mitra IKN’.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Bontang berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kuat, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk saling belajar, saling mendukung, dan saling peduli. Sebab, ketika mental kita sehat, pikiran menjadi jernih, semangat tumbuh, dan kreativitas berkembang tanpa batas,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan Bunda Reni Murni sebagai narasumber utama. Dalam sesi materinya, Reni mengajak para mahasiswa untuk lebih mengenali diri, menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi tekanan mental.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Rutin Gaungkan GESIT: Upaya Lestarikan Lingkungan dan Target Kota Terbersih di Indonesia

0
Ilustrasi piala adipura kencana. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang terus menggaungkan Gerakan Sampahku, Tanggung Jawabku (GESIT) sebagai upaya pelestarian lingkungan. Tak hanya itu, pemkot pun menarget menjadi kota terbersih di Indonesia.

Karenanya Wali Kota dan Wawali Bontang terus mensosialisasikan program ini di berbagai kesempatan. Baik acara formal maupun non formal.

Wali Kota Neni menegaskan, Pemkot Bontang terus mendorong gerakan GESIT sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan, baik di darat, laut, dan pesisir.
“Saya minta tidak ada lagi sampah di laut. Melalui GESIT, kita ingin Bontang menjadi kota terbersih di Indonesia sekaligus destinasi wisata bahari yang menarik dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Kita butuh alam, kita nikmati sekarang namun tak mengurangi hak anak cucu nanti. Jagalah bumi, maka bumi akan menjaga kita,” pesan Neni saat diwawancara beebrapa waktu lalu.

Bunda Neni—sapaan akrabnya—juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak membuang sampah ke laut serta menghentikan praktik penangkapan ikan dengan cara yang merusak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam