Beranda blog Halaman 508

Sisa Kuota BBM Bontang Ribuan Kiloliter, Pertamina Belum Pastikan Bisa Dialihkan ke 2026

0
Anggota Komisi B DPRD Bontang, Suharno. (Syakurah)

BONTANG – Anggota Komisi B DPRD Bontang, Suharno, mengungkapkan bahwa hingga November 2025, konsumsi Pertalite dan Solar di Bontang masih jauh di bawah kuota tahunan yang ditetapkan pemerintah.

Untuk Pertalite, Suharno menyebutkan, kuota tahun 2025 sebesar 226.287 kiloliter (kl), namun hingga November baru terpakai sekitar 216.667 kl. Dengan rata-rata konsumsi 1.967 kl per bulan, diperkirakan masih tersisa 4.620 kl di Bulan Desember.

“Kalau kebutuhan Desember sekitar 2.000 kl, berarti masih ada sisa sekitar 2.600 kl yang tidak terpakai. Pertanyaannya, ini mau dikemanakan? Sementara Januari 2026 sudah masuk kuota baru,” ujar Suharno.

Hal serupa juga terjadi pada solar. Dari kuota 15.667 kl, hingga November baru terealisasi sekitar 12.580 kl. Dengan kebutuhan riil sekitar 1.143 kl per bulan, diperkirakan sisa solar mencapai lebih dari 1.800 hingga 2.000 kl di akhir tahun.

Berdasarkan data tersebut, Suharno menegaskan bahwa fenomena antrean panjang BBM di Bontang bukan disebabkan keterbatasan kuota, melainkan murni persoalan teknis distribusi.

“Kalau stoknya masih sisa, berarti ini bukan soal kuota. Ini persoalan teknis. Misalnya SPBU buka jam enam, tapi mobil tangki baru datang jam delapan. Itu yang harus diperbaiki supaya tidak terjadi antrean,” tegasnya.

Ia turut mempertanyakan apakah sisa kuota pertalite dan solar 2025 bisa dialihkan ke kuota tahun 2026.

Menanggapi hal tersebut, Rahman, Checker Pertamina wilayah Bontang, memberikan jawaban yang belum memastikan kepastian kebijakan tersebut.

“Untuk pertanyaan apakah selisih itu bisa dimasukkan ke tahun selanjutnya, itu akan saya jadikan catatan dulu, Pak. Nanti akan saya tanyakan ke atasan,” ujar Rahman.

Penulis; Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kuota Surplus Tapi BBM Tetap Ngantri, PSDA Ungkap Pemangkasan dari BPH Migas

0
Rapat Dengar Pendapat Komisi B DPRD terkait BBM di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menyoroti masih terjadinya antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Bontang, meskipun berdasarkan data kuota, Bontang dinilai masih mengalami surplus.

Winardi mengungkapkan, kuota BBM jenis solar di Bontang sempat mencapai kisaran 28.000 kiloliter (kl) pada 2023, turun drastis menjadi 21.000 kl pada 2024, dan kembali naik sekitar 5.000 kl pada 2025. Padahal, jumlah kendaraan di Bontang terus meningkat setiap tahun.

“Kalau secara angka di akhir November masih ada sisa sekitar 4.620 kiloliter, seharusnya tidak terjadi antrean. Kalau kuota cukup, menurut saya tidak boleh ada antrean seperti yang kita lihat hampir dua minggu kemarin,” tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi B terkait BBM di Kota Bontang, Kamis (4/12/2025).

Ia juga menyoroti isu klasik kurangnya SPBU sebagai penyebab antrean. Menurutnya, jumlah SPBU di Bontang sudah bertambah dalam lima tahun terakhir, termasuk SPBU di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim Kilometer 3. Selain itu, SPBU Kilometer 8 juga masuk dalam kuota BBM Kota Bontang, bukan Kutai Timur.

“Kalau SPBU sudah bertambah, kuota juga masih ada sisa, kenapa antrean tetap terjadi? Ini yang harus kita telusuri,” ujarnya.

Winardi mempertanyakan dasar perhitungan penentuan kuota BBM yang diajukan ke provinsi hingga ke BPH Migas, serta apakah data peningkatan kendaraan dan aktivitas industri telah menjadi faktor utama.

Ia menegaskan, karakter Kota Bontang sebagai daerah industri dengan lalu lintas truk besar seharusnya menjadi pertimbangan khusus dalam penetapan kuota.

Menanggapi hal tersebut, Penelaah Teknis Kebijakan PSDA Bontang, Anita, menjelaskan bahwa pengusulan kuota BBM selalu jauh lebih besar dibandingkan yang ditetapkan pusat.

“Dasar pengusulan kami berdasarkan data kendaraan dari Samsat, termasuk mobil pribadi, sepeda motor, bus, truk, kendaraan khusus, serta kebutuhan nelayan, petani, peternak, dan pengguna genset,” jelasnya.

Anita memaparkan, pada 2024 pihaknya mengusulkan 49.947 kl solar, namun yang ditetapkan hanya 21.372 kl. Untuk Pertalite, diusulkan 47.769 kl, tetapi hanya disetujui 28.393 kl.

Sementara untuk 2025, usulan solar sebesar 41.681 kk, namun yang ditetapkan hanya 18.751 kl. Adapun Pertalite diusulkan 76.768 kl, tetapi yang disetujui hanya 26.907 kl.

“Secara umum, realisasi yang ditetapkan memang hampir 50 persen lebih rendah dari yang kita usulkan. Kewenangan penuh penetapan ada di BPH Migas,” ujarnya.

Untuk realisasi 2024, Anita menyebut masih terdapat sisa kuota sekitar 4.348 kl Pertalite dan 2.181 kl solar. Sementara untuk 2025, proyeksi sisa kuota diperkirakan masih di kisaran 1.500–2.000 kl per jenis BBM hingga akhir tahun.

Meski kuota secara administratif masih tersisa, Winardi menilai masalah utama bukan hanya pada penetapan kuota, tetapi pada pengawasan distribusi di lapangan.

“Kalau secara angka kita surplus, tapi masyarakat tetap antre, berarti ada persoalan dalam distribusi. Tugas kita tidak selesai hanya mengawal kuota, tapi juga mengawasi penyalurannya,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Komisi B Soroti Antrean BBM, Distribusi Pertamina Dinilai Tidak Tepat Waktu

0
Rapat Dengar Pendapat Komisi B DPRD terkait BBM di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Antrean panjang pengisian BBM jenis pertalite dan solar di sejumlah SPBU Kota Bontang kembali menuai keluhan masyarakat. Persoalan ini dibahas dalam rapat Komisi B DPRD Bontang bersama perwakilan SPBU dan Pertamina.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, mengungkapkan bahwa antrean kerap terjadi karena stok BBM di SPBU cepat habis di pagi hingga siang hari, lalu kosong hingga sore. Ia menilai kondisi ini tidak wajar, mengingat secara data daerah justru memiliki kelebihan kuota BBM setiap tahunnya.

“Di lapangan jam 9 sampai10 pagi sudah mulai habis, baru terisi lagi sore hari. Ini yang membuat antrean sangat panjang,” ujarnya.

Perwakilan SPBU di wilayah Tanjung Laut, Buyung, menjelaskan bahwa setiap SPBU memiliki kuota bulanan, namun penyalurannya dari depot tidak selalu sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Saat ini, volume distribusi harian juga mengalami penurunan.

“Dulu kami bisa menerima 24 kiloliter per hari. Sekarang hanya 16 KL lalu diselingi 8 KL. Akibatnya, stok cepat habis. Kalau buka jam enam pagi, stok bisa habis jam satu siang,” jelasnya.

Menurutnya, setelah stok habis, SPBU harus menunggu pengiriman berikutnya yang kerap baru tiba pada sore hari. Kondisi inilah yang memicu kekosongan berjam-jam dan antrean memanjang.

Selain itu, Nursalam Anggota Komisi B juga menyoroti lemahnya perencanaan distribusi. Seharusnya, ketika stok di SPBU diperkirakan habis siang hari, mobil tangki sudah diberangkatkan lebih awal agar tidak terjadi jeda pasokan yang terlalu lama.

Sementara itu, checker Pertamina wilayah Bontang, Rahman, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi dipengaruhi kondisi cuaca di depot TBBM. Cuaca buruk menyebabkan kapal tangki terlambat sandar di TBBM Samarinda sehingga berdampak pada pasokan ke SPBU di Bontang.

“Selama ini mobil tangki berangkat dari Samarinda pada shift siang, sehingga baru tiba di Bontang sore hari. Sekarang sudah kami ubah ke shift pagi agar tiba sekitar jam 10 pagi,” jelasnya.

Selain faktor cuaca dan jadwal pengiriman, Pertamina juga melakukan pengetatan pemeriksaan kualitas dan kuantitas BBM, menyusul adanya kasus kontaminasi BBM di wilayah Jawa. Proses ini membuat waktu bongkar muat menjadi lebih lama, namun dilakukan untuk menjaga mutu BBM yang disalurkan ke masyarakat.

Komisi B DPRD Bontang menegaskan bahwa persoalan antrean ini bukan semata-mata kesalahan SPBU, melainkan akibat distribusi yang tidak tepat waktu serta sistem pelayanan yang memperlambat.

“Koordinasi antara Pertamina, depot, dan SPBU harus diperbaiki. Kota ini kecil, seharusnya distribusi bisa diatur lebih presisi agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kolaborasi TNI–BNN–BIN Berhasil Tahan Bandar Besar dan Bukti 51,81 Gram Sabu

0
Tim Gabungan menampilkan bandar dan barang bukti di konferensi pers. (Ist)

SANGATTA – Operasi senyap yang melibatkan tiga kekuatan intelijen negara kembali mengguncang jaringan peredaran narkoba di Kutai Timur (Kutim). Kolaborasi Unit Intel Kodim 0909/KTM, Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Kutim, dan Badan Intelijen Negara (BIN) Kaltim sukses menangkap seorang bandar sabu kelas kakap beserta barang bukti seberat 51,81 gram.

Penyergapan dilakukan pada Rabu malam sekitar pukul 18.25 Wita di Jalan Poros KM 5 Sangatta–Bontang. Operasi dipimpin langsung Kepala BNNK Kutim, AKBP Risnoto, dengan dukungan penuh Pasi Intel Kodim 0909/KTM, Kapten Inf Eko Mujiarto, Unit Intel Kodim, serta personel BIN Kaltim.

Begitu dilakukan operasi tangkap tangan, tersangka langsung digelandang ke Makodim 0909/KTM untuk dilakukan pemeriksaan awal. Setibanya di markas, petugas melakukan penimbangan resmi barang bukti sabu yang beratnya mencapai 51,81 gram, jumlah signifikan yang menguatkan dugaan jaringan peredaran level tinggi.

Usai proses penanganan awal, Dandim 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, didampingi AKBP Risnoto, perwakilan BIN Kaltim, dan Kasat Resnarkoba Polres Kutim, Iptu Erwin Susanto, menggelar konferensi pers. Dalam kesempatan itu, Dandim menegaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan bukti nyata pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Baru tadi sore Bapak Kasat memberikan arahan untuk memperkuat pemberantasan kegiatan ilegal, terutama narkoba. Hal ini juga menjadi atensi Bapak Kapolri. Sinergi ini wajib terus dijalankan untuk melindungi masyarakat,” tegas Dandim, Kamis (4/12/2025).

Kepala BNNK Kutim, AKBP Risnoto, menambahkan bahwa Kutai Timur saat ini menjadi salah satu wilayah rawan sasaran peredaran narkoba sehingga penindakan harus dipertegas melalui koordinasi lintas lembaga.

“Kami berkomitmen membersihkan Kutai Timur. Ini langkah memutus mata rantai jaringan yang sudah masuk ke wilayah kita,” ujarnya.

Kasat Resnarkoba Polres Kutim, Iptu Erwin Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya memastikan seluruh prosedur hukum dipenuhi agar penangkapan tidak cacat formil.

“Setiap pengungkapan wajib langsung diinput ke sistem dan dilaporkan dalam waktu kurang dari 1×24 jam. Koordinasi dini seperti ini yang kami harapkan,” ungkapnya.

Polres Kutim memastikan masih akan mendalami peran tersangka dan memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan ini. Setelah konferensi pers, tersangka langsung dibawa ke Polres Kutim untuk penyidikan lebih lanjut.

Operasi gabungan ini menjadi sinyal tegas bahwa peredaran narkoba di Kutim tidak akan dibiarkan, dan sinergi tiga institusi intelijen keamanan siap menindak tanpa kompromi.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Keterbukaan Informasi Daerah, Sony Suwito Hadiri Monev di Tenggarong

0
Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyiapan Bahan Kebijakan Bidang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang digelar di Ballroom Hotel Grand Fatma Tenggarong. (Ist)

BONTANG – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang, Sony Suwito Adi Cahyono, menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyiapan Bahan Kebijakan Bidang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang digelar di Ballroom Hotel Grand Fatma Tenggarong, Kamis (4/12) pagi.

Sony hadir bersama Kasubag Umum Diskominfo, Siti Nur Khafidzah, serta perwakilan Bidang IKP, Anna Hadya. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Kesra Provinsi Kalimantan Timur, Mispoyo, sekaligus selaku narasumber dan diikuti oleh perwakilan Diskominfo kabupaten/kota se-Kaltim.

Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola informasi publik, penyelarasan kebijakan PPID, serta peningkatan kualitas pelayanan keterbukaan informasi di daerah.

Rapat monev ini juga menjadi wadah evaluasi pelaksanaan fungsi PPID di masing-masing daerah, sekaligus mempersiapkan penyusunan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Diskominfo Bontang menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan transparansi informasi pemerintah daerah, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi guna mewujudkan pelayanan informasi yang cepat, tepat, dan akuntabel.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, 188 Anak SLB Bontang Ikuti Kejuaraan Paralimpik

0
Kegiatan perlombaan di SLB Negeri Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bontang menyelenggarakan kegiatan Kejuaraan Paralimpik bagi anak-anak disabilitas se-Kota Bontang, yang berlangsung di Aula SLB Negeri, Bontang Kuala.

Sebanyak 188 peserta mengikuti kejuaraan tersebut, mulai dari cabang olahraga (Cabor) atletik, tenis meja, bulu tangkis, hingga mewarnai. Kejuaraan paralimpik 2025 terdapat dua kategori, yakni kategori pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA. Sedangkan bagi alumni, masuk dalam kategori umum.

Ketua Penyelenggara Kejuaraan Paralimpik, Jamaludin menyampaikan bahwa kejuaraan ini digelar sebagai rangkaian dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional. Kejuaraan akan berlangsung hingga 6 Desember 2025.

Tujuan dan maksud dari menyelenggarakan kejuaraan ialah untuk mencari bibit-bibit bagi siswa-siswi yang berprestasi, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional.

“Untuk peserta yang mengikuti kejuaraan ini, khusus pelajar dan alumni. Kalau alumni, masih dalam kategori umum. Total secara keseluruhan sekolah yang mengikuti sebanyak 6 sekolah, 5 sekolah swasta dan 1 sekolah negeri,” ucapnya saat ditemui, Kamis (4/12/2025).

Diketahui, kejuaraan bagi anak disabilitas digelar tiap setahun sekali. Adapun untuk ke tahapan di tingkat nasional, akan berlangsung tiap 4 tahun sekali.

“Maka kita selalu upayakan dalam setahun, harus bisa menyelenggarakan kejuaraan tersebut, khususnya bagi anak-anak disabilitas di Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Survei DP3AKB Ungkap Beragam Perilaku Berisiko Remaja Bontang, Kesehatan Mental Paling Dominan

0
Sambutan wali kota dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. (ist)

BONTANG – Hasil Survei Perilaku Remaja 2025 yang dilakukan DP3AKB membuka fakta serius tentang kondisi remaja di Kota Bontang. Data tersebut dipaparkan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Auditorium 3D, Jalan Awang Long, Kamis (04/11/2025).

Dari total 1.621 responden berusia 10 hingga 24 tahun, gangguan kesehatan mental menjadi persoalan paling menonjol. Sebanyak 46,9 persen remaja mengaku mengalami kecemasan berlebihan, sementara 20,2 persen lainnya mengalami keluhan mental lain.

Neni menilai kondisi tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari tekanan akademik, paparan media sosial, hingga minimnya dukungan lingkungan keluarga.

“Yang paling tinggi itu kecemasan, dan remaja perempuan angkanya lebih besar. Ini harus segera ditangani secara serius,” ujarnya.

Selain persoalan mental, survei juga mengungkap sejumlah perilaku seksual dan psikoseksual yang dinilai berisiko. Tercatat 16,9 persen remaja mengakses video porno, 9,1 persen mengaku tertarik sesama jenis, dan 8,3 persen melakukan masturbasi. Sebagian lainnya diketahui pernah berciuman, berpelukan, melakukan petting, bahkan berhubungan seksual meski angkanya masih di kisaran 0,6 persen.

Neni menekankan, bahwa sebagian perilaku tersebut memang bisa muncul pada fase perkembangan remaja. Namun tanpa pendampingan dan edukasi yang memadai, hal itu justru dapat menimbulkan masalah psikologis lanjutan.

“Kalau tidak diberi pemahaman yang benar, anak-anak akan mencari jawaban sendiri. Jika pemahaman kurang malah berbahaya,” ujarnya.

Selain itu, survei tersebut juga mencatat perilaku berisiko lain, yakni konsumsi alkohol dan lem sebesar 1,4 persen, penggunaan narkoba 0,5 persen, serta akses terhadap pinjaman online dengan persentase yang sama. Menurut Neni, temuan ini akan ditangani dengan pendekatan khusus yang lebih manusiawi.

Menindaklanjuti hasil survei ini, Pemerintah Kota melalui DP3AKB Kota Bontang akan melakukan klasifikasi untuk menentukan pola penanganan yang tepat. Neni menegaskan bahwa persoalan remaja tidak bisa diselesaikan secara sektoral.

“Ini harus ditangani bersama. Perlu adanya keterlibatan mulai dari guru, orang tua, psikolog, hingga pemerintah. Anak-anak harus dirangkul, bukan ditinggalkan begitu saja,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polda Kaltim Tetapkan 3 Tersangka Skandal RPU Rp 25 M

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah)

SANGATTA – Polda Kalimantan Timur resmi menetapkan tiga tersangka skandal korupsi pada proyek Rice Processing Unit (RPU) senilai Rp 25 miliar di Dinas Ketahanan Pangan Kutai Timur (Kutim). Tiga tersangka itu masing-masing GB, DJ, dan PR, setelah menggelar konferensi pers pada Rabu (3/12/2025) kemarin.

Dalam kasus yang berlangsung sejak Maret hingga Desember 2024 tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp10,8 miliar. Polisi telah mengamankan aset sekitar Rp7 miliar sebagai pemulihan awal.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, tidak menutup-nutupi bahwa skandal RPU mencoreng nama baik daerah. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya meningkatkan skor Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun justru kembali terpuruk pada 2024.

“Ya, kita tercoreng sebenarnya dengan adanya itu. MCP KPK sudah kita sepakati untuk diwujudkan, tapi ternyata terjadi juga tipikor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/12/2025).

Kutim sebelumnya menunjukkan tren perbaikan dalam pencegahan korupsi pada 2020–2023. Namun tahun 2024 menjadi titik balik yang pahit: skor MCP merosot drastis dan menempatkan Kutim di peringkat terbawah dari 10 daerah di Kalimantan Timur. Jimmi menilai momentum perbaikan yang sempat mengangkat Kutim ke posisi ke-8 kini “hilang arah”.

“Turun atau tidak itu tergantung komitmen kita untuk melaporkan kasus. Kalau kasus RPU itu kan kejadian tahun lalu,” sebutnya.

Jimmi menegaskan, meski DPRD memiliki fungsi pengawasan, fokus lembaga legislatif berada pada kebijakan dan penganggaran dalam perda APBD. Pengawasan teknis proyek berada di tangan perangkat daerah seperti Inspektorat Wilayah (Itwil) dan lembaga audit seperti BPK.

Ia berharap kasus ini menjadi tamparan serius bagi seluruh dinas di Kutim. “Kewenangan kita mengawasi kebijakan, apakah betul-betul memihak masyarakat atau tidak. Untuk dinas-dinas lain, jangan diulangi seperti itu,” tegasnya.

Skandal RPU tidak hanya memunculkan pertanyaan soal profesionalitas perangkat daerah, tetapi juga kembali menguji komitmen Kutim dalam memerangi korupsi. Dengan skor MCP yang jeblok dan kasus besar yang mencuat, publik menanti apakah perbaikan sistem pengawasan benar-benar akan dilakukan atau sekadar menjadi slogan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

PD Salimah Bontang Suarakan Isu Kekerasan Digital di Kampanye Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

0
Para peserta dan pemenang Lomba Kampanye Anti Kekerasan Perempuan dan Anak saat menerima penghargaan di Auditorium 3 Dimensi Bontang. (Ist)

BONTANG – PD Salimah Kota Bontang meraih prestasi membanggakan dengan menempati posisi Juara 3 dalam Lomba Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang. Kegiatan berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Rabu (3/12/2025), dan diikuti enam peserta dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang, seluruhnya merupakan ketua organisasi perempuan.

Ajang ini menampilkan berbagai kampanye kreatif yang fokus pada isu kekerasan, termasuk kekerasan digital yang kini semakin marak menyasar perempuan serta anak. Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yaitu Abdul Hakim, Suriadi Said, dan Nur Kalbi Agus Haris, dengan indikator ketepatan pesan, kreativitas, teknik komunikasi, dan relevansi isu.

Para pemenang dalam lomba tersebut yaitu:

  1.  Juara 1 – Rahayu Rusdiyanti (Ketua TP PKK Kecamatan Bontang Utara)
  2. Juara 2 – Delfi Inggria (Ketua TP PKK Kelurahan Tanjung Laut), dengan kampanye “Kami Tidak Akan Diam, Kekerasan Digital Harus Dilawan”
  3. Juara 3 – Nur Rohmawati (Ketua PD Salimah Kota Bontang), dengan kampanye “Akhiri Kekerasan Digital terhadap Perempuan dan Anak Perempuan”

Delegasi PD Salimah Bontang dalam kampanyenya menekankan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi ancaman kekerasan digital yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Sebagai perempuan sekaligus ibu, mari kita meningkatkan literasi digital agar terhindar dari kekerasan digital serta lebih disiplin mengawasi anak-anak saat menggunakan gadget, terutama saat bersosial media. Yang tidak kalah penting adalah kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan komunitas perempuan agar korban memiliki ruang aman untuk melapor. Faktanya, masih banyak perempuan dan anak yang takut bersuara,” demikian salah satu pesan dalam kampanye tersebut.

Pesan tersebut mendapat perhatian peserta karena relevan dengan maraknya kasus perundungan daring, pencurian data, hingga penyalahgunaan konten digital yang banyak menyasar perempuan dan anak, namun sering tidak dilaporkan.

Ketua panitia mengingatkan bahwa peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi ajakan moral agar masyarakat lebih peka dan berani bertindak terhadap berbagai bentuk kekerasan.

“Kekerasan tidak hanya merusak fisik dan psikis, tetapi juga menghancurkan masa depan dan kualitas generasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran PKK, GOW, dan DWP sebagai organisasi dengan jaringan luas untuk menjadi pelopor edukasi, pencegahan, serta advokasi terkait isu kekerasan.

Dengan capaian ini, PD Salimah Bontang berharap dapat terus memperkuat edukasi masyarakat mengenai kekerasan digital, dan memperluas ruang aman bagi perempuan serta anak.

Organisasi ini berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan Kota Bontang yang aman, ramah, serta peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak. (rls)

Editor: Yusva Alam

Diskominfo Sosialisasi Evaluasi Keandalan Internet Gratis ke Ketua RT se-Bontang

0

Diskominfo Bontang mengumpulkan seluruh Ketua RT untuk mengevaluasi layanan internet gratis yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan jaringan tetap andal, merata, dan sesuai kebutuhan warga di setiap lingkungan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb4des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!