Beranda blog Halaman 510

11 Bulan Terakhir, Polres Kutim Ciduk 293 Tersangka Narkoba

0
Sejumlah barang bukti diamankan di Polres Kutim. (Ramlah)

SANGATTA — Polres Kutim mencatat sebanyak 293 tersangka berhasil dibekuk sepanjang Januari hingga November 2025, dari total 244 kasus yang berhasil diungkap.

Dalam prescomp, Satresnarkoba Polres Kutim menjelaskan bahwa tren pengungkapan terus meningkat, terutama pada November 2025. Pada bulan tersebut, petugas mengamankan 24 tersangka dari 17 kasus, dengan total barang bukti sabu mencapai 179,18 gram. Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di Sangatta Utara, dengan penyitaan sabu lebih dari 50 gram dalam satu kasus.

Kasatnarkoba Polres Kutim, Iptu Erwin Susanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut hanya menggambarkan sebagian kecil dari aktivitas jaringan peredaran narkoba yang terus bergerak di daerah ini.
“Barang bukti sabu yang kami sita sepanjang tahun ini mencapai 2.284,708 gram lebih dari dua kilogram selain ribuan butir obat terlarang. Jaringan narkoba sudah masuk ke seluruh kecamatan, bahkan sampai wilayah yang jauh dari pusat kota,” tegasnya.

Ia menambahkan, para pelaku memanfaatkan jaringan lintas kecamatan untuk meminimalisasi kendala distribusi dan memecah pola pergerakan agar sulit terdeteksi aparat. Namun, Polres Kutim memastikan strategi tersebut tidak lagi efektif seiring pengetatan operasi dan peningkatan patroli intelijen.

Pemerintah Kutim menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut. Pemkab menilai keberhasilan ini merupakan bukti kuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat dalam mempersempit ruang gerak pelaku narkotika.

Polres Kutim mempertegas komitmennya untuk terus melanjutkan operasi tanpa kompromi.
“Kami akan kejar, tangkap, dan proses hukum semua jaringan. Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di Kutai Timur. Ini soal masa depan generasi,” ujar Erwin.

Dengan angka pengungkapan yang masih tinggi, Polres Kutim memastikan operasi pemberantasan narkoba akan terus ditingkatkan, termasuk pemantauan pada jalur-jalur masuk baru yang diperkirakan menjadi titik lemah distribusi.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ratusan Siswa SLB Tampilkan Kreativitas di Peringatan HDI 2025 Kutim

0
Momen penyerahan hadiah kepada pemenang lomba yang diserahkan langsung Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Ist)

SANGATTA – Ratusan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari berbagai kecamatan di Kutim menunjukkan potensi dan kreativitas di Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kutai Timur (Kutim) berlangsung meriah di Ruang Meranti, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini mengangkat tema “Berkarya Tak Ada Batas.”

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, hadir langsung membuka acara dan menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok rentan, tetapi generasi kuat yang memiliki kelebihan dan peluang besar untuk berkembang.

“Peringatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan berarti kurang. Di balik keterbatasan yang terlihat, ada ketangguhan dan kemampuan besar untuk bangkit,” kata Ardiansyah dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak pendidikan dan ruang berkarya yang setara.

“Jangan biarkan batasan fisik atau pandangan orang lain menentukan langkah kalian. Masa depan ditentukan oleh keyakinan dan kerja keras,” pesannya kepada para peserta.

Ketua Panitia HDI 2025 Kutim, Haristo, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi wujud komitmen bersama menciptakan daerah yang inklusif dan bebas diskriminasi. HDI juga menjadi panggung bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menampilkan kemampuan mereka dalam berbagai ajang lomba.

“Anak-anak Tunanetra, Tunarungu, Autisme, dan lainnya juga memiliki potensi besar. Jika dibina dengan baik, mereka tidak kalah dengan siswa sekolah umum,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi lomba seni, olahraga bersama, serta talk show edukatif. Antusiasme peserta tampak sepanjang acara, terutama saat pengumuman para pemenang lomba yang diserahkan langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Peringatan HDI 2025 di Kutim menegaskan kembali bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk maju, berkembang, dan berkarya tanpa batas.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Warga Nilai Reses DPRD Kutim Sekadar Rutinitas Tanpa Hasil, Banyak Aspirasi Mandul

0
Pembangunan jalan lingkungan masih menjadi keluhan warga di sejumlah reses dewan. (Ramlah)

SANGATTA — Sorotan tajam muncul di tengah agenda reses DPRD Kutai Timur (Kutim) yang digelar pada 28 November–2 Desember 2025 lalu, terkait lambannya pemerintah daerah menindaklanjuti usulan masyarakat.

Sejumlah legislator bahkan menyebut reses kian kehilangan makna, karena banyak aspirasi yang diserap tidak berujung pada realisasi.

Keluhan itu berangkat dari beragam proyek yang mandek, mulai pembangunan jalan lingkungan hingga perbaikan rumah ibadah. Kondisi tersebut membuat beberapa anggota dewan merasa serba salah ketika kembali menemui warga.

Ketua DPRD Kutim Jimmi menegaskan bahwa reses tetap wajib dijalankan, meski hasilnya untuk kesekian kali belum bergerak.
“Perkara itu sudah terserap atau enggak? Itu soal lain. Urusan pemerintah. Reses itu enggak akan berhenti, karena tugas kewajiban dewan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (3/12/2025).

Pernyataan itu mengonfirmasi bahwa banyak rekomendasi DPRD sebenarnya telah disampaikan, namun masih menunggu eksekusi.
“Jalan aja belum semua selesai. Masjid juga banyak ketinggalan. Rumah ibadah lain juga masih belum terealisasi,” papar Jimmi.

Di lapangan, situasinya jauh lebih keras. Anggota DPRD Kutim Masdari Kidang mengaku menjadi sasaran kemarahan warga karena sejumlah proyek tak kunjung jalan. Ia menilai penundaan yang berulang membuat dewan tampak tak bekerja di mata publik.
“Kita mau reses, apa yang mau disampaikan? Bohong saja terus ceritanya. Janji jalan mau disemenisasi, apa yang mau disemenisasi? Sudah diajukan tapi tidak dilaksanakan,” tegasnya.

Masdari bahkan menyebut dirinya sering merasa malu ketika harus kembali bertemu konstituen.
“Kita seolah-olah dianggap enggak kerja, seolah-olah kita tidur. Apa enggak malu kita ini?” keluhnya.

Minimnya tindak lanjut dari eksekutif menjadi sorotan utama dalam masa reses kali ini. Para anggota dewan menegaskan, jika aspirasi terus menumpuk tanpa realisasi, fungsi reses dikhawatirkan hanya menjadi formalitas tahunan sementara kebutuhan masyarakat tetap menggantung.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Survei Adidaya Institute: 78,5 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo–Gibran Bebas dari Korupsi

0
Adidaya Institute menggelar konferensi pers hasil survei persepsi publik terkait praktik korupsi dan kolusi di pemerintahan Prabowo-Gibran. (Foto:Fajri/MKN)

JAKARTA — Mayoritas masyarakat menilai pemerintahan Prabowo–Gibran memiliki komitmen kuat dalam menjaga integritas dan bebas dari praktik korupsi. Penilaian ini muncul dalam survei Adidaya Institute yang dirilis pada awal Desember 2025.

Survei yang dilaksanakan pada 27 Oktober hingga 3 November 2025 tersebut mencatat 78,5 persen responden percaya bahwa duet Prabowo–Gibran tidak terlibat dalam praktik korupsi selama menjalankan pemerintahan. Keyakinan ini dinilai sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berkali-kali menegaskan sikap tegasnya terhadap tindak korupsi.

“Publik memandang pemerintahan Prabowo–Gibran punya komitmen kuat untuk bersih dari korupsi. Ini konsisten dengan sikap Presiden Prabowo yang sering menyampaikan perang terhadap korupsi,” ujar Managing Director Public Policy and Politics Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, dalam konferensi pers Rabu (3/12/2025).

Selain terkait isu korupsi, survei juga menunjukkan persepsi publik yang cukup positif terhadap aspek kolusi. Sebanyak 72,2 persen responden menyatakan percaya bahwa pemerintahan Prabowo–Gibran jauh dari praktik kolutif.

“Sebanyak 72,2 persen responden menilai rezim Prabowo–Gibran bersih dari kolusi. Ini linear dengan temuan soal integritas terhadap korupsi,” jelas Fadhli.

Survei Adidaya Institute dilakukan secara tatap muka selama delapan hari, melibatkan 1.240 responden dari 19 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode probability sampling dengan margin of error 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil tersebut, menurut Adidaya Institute, menggambarkan tingkat kepercayaan publik yang relatif tinggi terhadap kinerja awal pemerintahan Prabowo–Gibran dalam menjaga tata kelola dan akuntabilitas. (fj)

Editor: Agus S

SK Pengurus Golkar Kaltim Belum Terbit, DPP Disebut Sedang Menata Ritme Penerbitan Nasional

0
M. Husni Fahruddin, kader sekaligus mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Hingga awal Desember ini, Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD Partai Golkar Kalimantan Timur periode baru belum juga dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Padahal, pada umumnya SK tersebut terbit pada rentang September hingga Oktober.

M. Husni Fahruddin, kader senior Golkar Kaltim sekaligus mantan Sekretaris DPD Golkar Kaltim, menyebut keterlambatan ini bukan karena persoalan internal daerah, melainkan bagian dari upaya DPP menata kembali ritme penerbitan SK untuk seluruh provinsi.

“Paling lambat biasanya September atau Oktober, tapi sampai sekarang belum. Proses SK Kaltim sedang berjalan di DPP,” ujar Husni saat ditemui di Samarinda, Rabu (3/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa Golkar Kaltim termasuk provinsi yang paling cepat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dibanding wilayah lain. Karena itu, DPP perlu menyesuaikan jarak waktu penerbitan SK antarprovinsi agar tidak terjadi kesenjangan rentang waktu yang terlalu jauh.

“Kalau misalnya Kaltim keluar SK-nya September–Oktober, sementara provinsi lain baru menyusul Desember atau Januari 2026, intervalnya terlalu panjang. Nanti kesinambungannya yang repot,” jelasnya.

Husni menegaskan bahwa seluruh proses kini berada sepenuhnya di tangan DPP. Pihak DPD Golkar Kaltim memilih menunggu tanpa mendesak, mengingat tidak ada agenda kabupaten/kota yang terhambat karena belum terbitnya SK.

“Kita serahkan sepenuhnya ke DPP kapan SK ditandatangani dan diumumkan. Untuk kabupaten/kota, tidak ada Musda yang mendesak,” tegasnya.

Sambil menunggu keputusan resmi dari pusat, struktur Golkar Kaltim tetap menjalankan program internal dan konsolidasi sebagaimana biasanya, sembari memastikan roda organisasi berjalan stabil sampai SK kepengurusan baru diterbitkan oleh DPP. (um)

Editor: Agus S

Pabrik Mini Minyak Goreng di Long Ikis Belum Beroperasi Sejak Dibangun 2023

0
Pamigo di Desa Bukit Sekola yang rencananya di kelola BUMDes

PASER — Pabrik Mini Minyak Goreng (Pamigo) yang dibangun Pemerintah Kabupaten Paser melalui Disperindagkop-UKM sejak 2023 di Desa Bukit Seloka, Kecamatan Long Ikis, hingga akhir 2025 masih belum beroperasi. Fasilitas yang dibiayai APBD Paser sebesar Rp1,6 miliar itu seharusnya menjadi motor hilirisasi sawit dan penggerak ekonomi desa, namun dua tahun berlalu belum menghasilkan satu tetes minyak goreng pun.

Pamigo tersebut direncanakan dikelola oleh BUMDes Bukit Seloka. Namun proses produksi tidak dapat dimulai karena salah satu mesin utama mengalami kerusakan. Selain itu, pasokan listrik sebelumnya belum mencukupi kebutuhan beban operasional.

Kepala Disperindagkop-UKM Paser, Yusuf, menjelaskan bahwa alat spinner atau peniris minyak mengalami kerusakan sehingga produksi tidak bisa berjalan rutin.

“Ada kerusakan pada alat spinner untuk peniris minyak, dan waktu itu daya listriknya belum maksimal. Tapi ini kemungkinan akan segera dimulai,” ujar Yusuf, Selasa (2/12/2025).

Meski kondisi mesin belum sepenuhnya berfungsi, Disperindagkop-UKM sudah menghibahkan bangunan Pamigo kepada Pemerintah Desa Bukit Seloka. Pemerintah Kabupaten juga telah memberikan pendampingan berupa pelatihan pengolahan minyak goreng kepada pengelola desa.

“Di akhir November 2025 kami sudah serahkan hibah kepada Pemdes Bukit Seloka, sekaligus memberikan pelatihan pengelolaan minyak goreng yang melibatkan berbagai pihak,” tambahnya.

Keterlambatan operasional ini menimbulkan kekosongan manfaat yang sebelumnya ditargetkan Pemkab Paser. Pabrik tersebut diharapkan menjadi bagian dari fokus pembangunan industri berbasis pertanian sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Paser tahun 2023. Namun hingga sekarang, dampak ekonomi yang dijanjikan belum dirasakan masyarakat.

“Belum ada hasil. Walaupun sudah hibah, kami masih punya tanggung jawab moral untuk memastikan mesin tersebut diperbaiki,” tutur Yusuf.

Pabrik mini ini memiliki dua bangunan utama lengkap dengan rangkaian mesin untuk mengolah kelapa sawit menjadi minyak goreng. Jika beroperasi penuh selama 24 jam, fasilitas tersebut diklaim mampu memproses satu ton bahan baku dan menghasilkan sekitar 400 liter minyak goreng.

Desa Bukit Seloka sendiri dikenal memiliki produksi kelapa sawit yang melimpah. Pamigo dibangun sebagai strategi hilirisasi guna memperkuat ekonomi masyarakat serta menambah nilai tambah komoditas unggulan Kabupaten Paser.

Namun hingga penghujung 2025, masyarakat Long Ikis masih menunggu kapan fasilitas ini benar-benar berfungsi, sementara pemerintah daerah berupaya menyelesaikan kendala teknis agar pabrik dapat segera memberikan manfaat sebagaimana direncanakan. (tb)

Editor: Agus S

Gus Yahya Tolak Desakan Mundur, Sebut Keputusan Syuriah PBNU Tidak Sah

0
Ketua Umum PBNU, Gus Yahya saat menggelar konferensi pers di Jakarta. (Foto: Fajri/MK)

JAKARTA — Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan dirinya tidak memiliki alasan untuk mundur dari jabatan setelah muncul desakan dari sebagian pihak. Ia menyatakan tekanan tersebut tidak memiliki dasar dan justru berangkat dari keputusan sepihak yang tidak sesuai mekanisme organisasi.

Menurut Gus Yahya, langkah Syuriah PBNU—khususnya keputusan Rais Aam KH Miftachul Akhyar—diambil tanpa musyawarah sebagaimana diatur dalam konstitusi organisasi. Karena itu, ia menilai keputusan tersebut tidak dapat dijadikan rujukan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung PBNU, Rabu (3/11/2025), Gus Yahya menegaskan aktivitas organisasi terus berjalan normal. Seluruh jajaran PBNU, kata dia, tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

“Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tetap melaksanakan tugas yang menjadi kewajiban kami, bersama seluruh tingkatan struktur kepengurusan NU di Indonesia,” tuturnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa gonjang-ganjing yang terjadi di tubuh PBNU membuat program organisasi terhambat. Hingga hari ini, menurutnya, seluruh agenda tetap berjalan tanpa kendala.

“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada satu pun agenda atau program yang terhenti. Semua berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

Gus Yahya menegaskan kembali posisi hukumnya sebagai Ketua Umum PBNU yang sah berdasarkan amanat muktamar. Menurutnya, legalitas tersebut jelas dan tidak memiliki ruang tafsir dalam aturan organisasi.

“Ini sangat tegas dan tidak memunculkan tafsir ganda dalam sistem konstitusi NU, baik di AD/ART maupun peraturan lainnya,” ujarnya.

Ia juga menolak keputusan yang disebut sebagai hasil rapat harian Syuriah. Menurutnya, keputusan tersebut tidak memiliki landasan hukum, sehingga tidak dapat dinyatakan sah atau berlaku di dalam organisasi.

“Dengan demikian, pernyataan yang diklaim sebagai hasil rapat harian Syuriah terkait posisi saya tidak dapat diterima dan batal demi hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, Gus Yahya menyebut seluruh tindakan lanjutan yang bersumber dari keputusan itu otomatis tidak sah, termasuk undangan rapat pleno yang sempat beredar ke internal PBNU.

“Undangan itu tidak bisa dianggap sah, karena pleno hanya dapat diselenggarakan apabila dipimpin bersama oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” pungkasnya. (fj)

Editor: Agus S

Duel Panas Devan vs Jordan Boy: Petarung Kukar Bidik Kemenangan di Malaysia

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri bersama Atlet Muay Thai Kukar, Devan Febra Anantha (Ady/MKN)

TENGGARONG — Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui salah satu talenta mudanya. Petarung Muay Thai asal Kukar, Devan Febra Anantha, secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Aulia Rahman Basri untuk berlaga di ajang bergengsi Warzone World Champion di Malaysia.

Kejuaraan ini mempertemukan para petarung elite dari lima negara. Devan dijadwalkan menghadapi lawan kuat sekaligus unggulan tuan rumah, Jordan Boy—pertarungan yang disebut-sebut sebagai salah satu partai paling ditunggu para penggemar Muay Thai di Asia Tenggara.

Acara pelepasan berlangsung penuh haru, disaksikan para pelatih, keluarga, dan jajaran Pemkab Kukar. Dalam sambutannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa keberangkatan Devan bukan sekadar misi pribadi seorang atlet, tetapi membawa nama Kutai Kartanegara di pentas dunia.

“Harapan kita, Devan mampu meraih hasil terbaik. Dari persiapan yang sudah dilakukan, kita yakin dia bisa memenangkan pertandingan ini,” ujarnya.

Aulia juga memastikan seluruh kebutuhan non-teknis—mulai dari administrasi, koordinasi hingga logistik—telah ditangani oleh pemerintah daerah dan tim pendamping agar sang atlet dapat fokus penuh pada laga utama.

“Pesan kami, Devan cukup fokus pada pertandingannya. Urusan lainnya biar tim yang mengurus bersama Pemkab,” tegasnya.

Pertarungan Devan akan ditayangkan langsung pada Minggu (6/12/2025) pukul 23.00 WITA melalui platform Vidio.com, menjadi salah satu partai puncak malam itu. Bupati pun mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk memberikan dukungan penuh.

“Mari kita berdoa bersama untuk kemenangan Devan. Ini bukan hanya pertandingan, tetapi kebanggaan bagi kita semua,” ajaknya.

Komitmen dukungan pemerintah juga ditunjukkan melalui gelaran Nonton Bareng (Nobar) yang diprakarsai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Kepala Dispora, Aji Ali Husni, menyebut Nobar akan digelar di Simpang Kartanegara sebagai bentuk solidaritas publik atas perjuangan atlet muda tersebut.

“Hari ini Pak Bupati secara resmi melepas Devan yang akan bertarung melawan petarung andalan Malaysia. Kami mengajak masyarakat untuk menyaksikan dan mendukung penuh,” kata Aji Ali.

Ia menegaskan bahwa Nobar bukan sekadar tontonan, tetapi wadah kebersamaan dan semangat sportivitas.

“Untuk masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya Tenggarong dan para pecinta olahraga—terutama Muay Thai—ayo kita sama-sama menyaksikan bagaimana kekuatan Kukar diwakili oleh Devan,” ujarnya. (ady)

Editor: Agus S

Lantik Kades Long Beleh Modang dan Pj Kades Muai, Bupati Aulia: Desa Harus Jadi Garda Terdepan Pengentasan Kerentanan Warga

0
Suasana pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Long Beleh Modang serta Pj Kepala Desa Muai. (Ady/MKN)

TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri secara resmi melantik Kepala Desa Antar Waktu Long Beleh Modang serta Penjabat (Pj) Kepala Desa Muai di Pendopo Odah Etam, Rabu (3/12/2025). Pelantikan ini tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan, tetapi juga penegasan arah baru pembangunan desa yang ditempatkan sebagai ujung tombak visi besar Kukar Idaman Terbaik.

Dalam sambutannya, Aulia menekankan bahwa masa jabatan yang diemban para pemimpin desa bukan sekadar amanah administratif, melainkan tanggung jawab moral untuk mengangkat kualitas hidup warga, terutama mereka yang masih berada dalam kondisi rentan. Desa, kata Aulia, harus menjadi pelaksana terdepan program pembangunan nasional dan daerah.

Ia menyebutkan sejumlah program prioritas yang wajib segera diintegrasikan dan dijalankan di desa, seperti makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, perlindungan sosial, hingga penguatan ketahanan pangan.

“Program nasional ini harus langsung menyentuh rakyat kecil. Jangan berhenti di kantor kecamatan atau kabupaten. Pastikan sampai ke pintu rumah warga,” tegasnya.

Aulia lalu menggugah empati para kepala desa dengan pertanyaan reflektif mengenai kondisi rumah warga yang masih tidak layak huni. Ia menegaskan pentingnya kepedulian nyata di lapangan.

“Coba tanyakan pada diri kita, bagaimana perasaan ketika melihat tetangga hidup di rumah bocor, atau tak punya sanitasi layak, sementara kita hidup nyaman?” ujarnya.

Sebagai komitmen keberpihakan sosial, Bupati meminta setiap desa menganggarkan rehabilitasi minimal tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) setiap tahun. Ia menekankan bahwa ini bukan sekadar angka, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah desa kepada kelompok rentan.

Selain itu, Aulia juga menginstruksikan agar kepala desa mengawal serius alokasi Rp150 juta per RT sebagai program prioritas Kukar. Ia ingin memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari akses pendidikan, pangan, dan perbaikan rumah.

“Pastikan tidak ada warga yang putus sekolah karena biaya, tidak ada yang kelaparan, dan tidak ada rumah yang atapnya bocor,” ucapnya dengan tegas.

Dalam kesempatan itu, Aulia mengungkap tantangan lain yang perlu diantisipasi desa, yakni menurunnya transfer keuangan dari pemerintah pusat setiap tahun. Karena itu, ia meminta setiap desa mulai memikirkan sumber pendapatan mandiri.

“Desa tidak bisa lagi hanya mengandalkan dana dari pusat. Harus punya produk unggulan yang bisa memperkuat fiskal desa, entah itu sawit, gula semut, atau potensi lain yang dimiliki,” katanya.

Menutup sambutannya, Aulia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan terletak pada besarnya anggaran, tetapi pada dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

“Tidak ada artinya bicara kesehatan atau kesejahteraan jika masih ada warga yang kesulitan makan. Pastikan tidak ada warga yang kelaparan. Itu tugas kita bersama,” pungkasnya. (ady)

Editor: Agus S

Belanja Daerah Bontang 2026 Ditapkan Rp1,99 Triliun

0

APBD Bontang 2026 resmi disahkan dengan total belanja Rp1,99 triliun. Namun komposisinya kembali menunjukkan porsi terbesar masih terserap pada biaya operasional, sementara ruang fiskal untuk belanja pembangunan dan pelayanan publik relatif terbatas. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk merumuskan strategi efisiensi dan optimalisasi anggaran pada tahun berjalan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb3des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!