Beranda blog Halaman 512

Sampai Jumpa di Balikpapan! Bontang Akhiri Porwada dengan Gelar Juara Umum

0
Kontingen PWI Bontang berfoto bersama usai dinobatkan sebagai juara umum Porwada 2025. Foto: Istimewa

Saya ikut dalam kontingen PWI Bontang. Bukan sebagai atlet, tapi sebagai supporting team. Bukan karena tidak suka olahraga, hanya saja tak ada cabang yang saya tekuni di ajang ini.

Jadi saya memilih menjadi penyemangat bagi teman-teman yang bertanding. Dari pinggir lapangan, saya merasakan suasana yang berbeda. Semangat, tawa, dan keakraban yang jarang muncul di tengah kesibukan dunia liputan.

Hari terakhir, Minggu (19/10), saya sempat datang ke arena bulu tangkis. Bertemu banyak rekan wartawan, baik senior maupun yunior. Kami saling menyapa dan tertawa di sela pertandingan.

Porwada ini terasa bukan sekadar lomba olahraga, tapi ruang silaturahmi tempat wartawan bisa sejenak melepaskan beban kerja dan menjadi dirinya sendiri. Seperti kata Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, “Porwada ini adalah Lebarannya para wartawan.” Ucapan itu tepat menggambarkan suasana yang saya lihat: para jurnalis dari berbagai daerah kembali muda, bersemangat, dan bersatu dalam kebersamaan.

Penutupan yang digelar Minggu (19/10) sore menjadi puncak yang penuh keceriaan. Aula Pendopo Wali Kota Bontang dipenuhi tepuk tangan, sorakan, dan wajah-wajah bahagia. Panggung utama menjadi saksi pembacaan pemenang dan pengalungan medali. Semua kontingen hadir lengkap, saling memberi selamat tanpa memandang daerah asal.

Sekretaris Kota Bontang, Aji Erlynawati menutup Porwada 2025. Foto: istimewa

Dalam Porwada kali ini, sebanyak 260 wartawan dari 9 kabupaten/kota ikut ambil bagian dan bertanding di sembilan cabang olahraga. Cabang yang dipertandingkan meliputi catur, bulu tangkis, tenis meja, biliar, domino, e-sport Mobile Legends, futsal, tenis lapangan, serta lomba karya jurnalistik. Setiap arena berlangsung meriah. Penuh dukungan dan tawa para peserta yang tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mempererat persahabatan di luar arena.

Di antara peserta dari berbagai daerah, saya sempat berbincang dengan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Berau, Agus Sutanto, yang ikut mendampingi kontingen Porwada Berau. Tahun ini, Berau harus puas membawa pulang satu emas, satu perak, dan tiga perunggu—turun dari pencapaian mereka tahun lalu sebagai juara umum. “Mempertahankan memang lebih sulit daripada meraih,” ujarnya tersenyum, “tapi yang lebih penting, kita bisa berkumpul lagi bersama teman-teman wartawan.”

Puncak sore itu adalah pengumuman juara umum. Berdasarkan klasemen akhir, kontingen Bontang berhasil menjadi juara dengan perolehan 10 emas, 7 perak, dan 2 perunggu, disusul Samarinda dengan 9 emas, 5 perak, dan 13 perunggu. Posisi ketiga ditempati Kukar dengan 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Kutim menyusul dengan 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, sedangkan Berau berada di posisi kelima dengan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. PPU menempati urutan keenam dengan 3 perak dan 3 perunggu, sementara Balikpapan dan Kubar masing-masing membawa pulang dua perunggu. Paser menutup klasemen dengan satu perunggu.

Ketua Panitia, Adiel Kundhara, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah bekerja keras dari awal hingga akhir. Ia menyebut antusiasme masyarakat Bontang luar biasa tinggi, bahkan banyak yang datang langsung menyaksikan pertandingan di setiap venue.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, juga menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf apabila masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan. “Kami sadar masih banyak hal yang perlu diperbaiki, tapi semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama panitia,” ujarnya.

Perwakilan PWI Balikpapan mengibarkan bendera Porwada usai menerima penyerahan simbolik dari PWI Kaltim. Foto: Istimewa

Dari pihak sponsor utama, VP Komunikasi Korporat PT Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, turut bangga karena ajang ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-48 Pupuk Kaltim. “Semoga tali silaturahmi ini terus terjalin,” katanya.

Sore itu jadi momen bersejarah menandai berakhirnya satu perjalanan dan dimulainya babak baru. Bendera Porwada diserahkan dari PWI Kaltim kepada PWI Balikpapan sebagai tuan rumah selanjutnya. Prosesi ini disaksikan Sekretaris Kota Bontang, Aji Erlynawati, yang secara resmi menutup Porwada 2025.

Dalam sambutannya, Aji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, sponsor, dan peserta dari sembilan kabupaten/kota. Ia menegaskan makna tema tahun ini, “Wartawan Sehat, Pers Kuat, Kaltim Hebat.”
“Pers yang kuat adalah cerminan integritas dan profesionalisme insan media. Kaltim hebat hanya bisa terwujud bila seluruh elemen, termasuk insan pers, bersinergi dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Porwada 2025 berakhir dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Seluruh peserta pulang membawa kenangan, semangat baru, dan persaudaraan yang lebih erat. Bontang menutup ajang ini sebagai juara umum, sementara Balikpapan bersiap menjadi tuan rumah berikutnya. Sampai jumpa di Porwada 2026—dengan semangat yang sama dan cerita baru yang akan kembali kita tulis bersama. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Cuaca Panas Ekstrem Landa Bontang, Suhu Capai 36 Derajat

0

BONTANG – Cuaca panas ekstrem melanda Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BPBD dan BMKG Kaltim, suhu udara mencapai 36 derajat Celsius dan diperkirakan bertahan hingga akhir Oktober. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari serta menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Polisi Gerak Cepat! 10 Tahanan Kabur Samarinda Tertangkap, 5 Lagi Masih Dikejar

0
Pemindahan napi di tahanan Polsek kota Samarinda menuju tahanan Polresta Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Pengejaran terhadap para tahanan Polsek Samarinda Kota yang kabur membuahkan hasil cepat. Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim gabungan Polresta Samarinda berhasil menangkap kembali sepuluh dari lima belas tahanan yang melarikan diri. Sementara lima lainnya masih diburu di sejumlah titik.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengonfirmasi capaian tersebut pada Senin pagi (20/10/2025). “Alhamdulillah, hingga pukul 07.00 pagi ini, sepuluh orang tahanan yang sempat kabur sudah kami amankan. Masih tersisa lima orang lagi, dan anggota kami terus bergerak di lapangan,” ujarnya dalam keterangan pers.

Para tahanan yang tertangkap kini ditahan di Mapolresta Samarinda untuk menghindari kejadian serupa. Ruang tahanan Polsek Samarinda Kota sendiri mengalami kerusakan parah setelah dindingnya dijebol para pelaku pelarian.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, aksi kabur ini telah direncanakan sejak dua hari sebelum kejadian, yakni Jumat (17/10/2025). Polisi telah mengantongi identitas kuat siapa yang memprakarsai pelarian tersebut. “Kami sudah punya indikasi siapa yang menjadi pencetus pertama. Dari sepuluh orang yang diamankan, ada satu atau dua orang yang memulai ide untuk kabur lewat lubang kloset,” jelasnya.

Dari hasil olah TKP, para tahanan diketahui menjebol dinding beton setebal 25–30 sentimeter menggunakan alat seadanya seperti pipa besi jemuran dan paku, hingga membentuk lubang berdiameter 35–40 sentimeter untuk keluar satu per satu.

Sejumlah tahanan yang tertangkap kembali sempat mencoba melarikan diri menggunakan mobil travel, namun berhasil digagalkan berkat koordinasi cepat petugas di lapangan dan laporan masyarakat.

Polresta Samarinda kini memperketat seluruh jalur keluar-masuk kota, termasuk terminal bus, pelabuhan, dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. Polisi juga menyebarkan foto dan identitas lima tahanan yang masih buron kepada masyarakat.

“Saya mohon bantuan masyarakat, bila melihat atau mengenali wajah lima orang yang masih kami cari, segera laporkan ke Babinkamtibmas, Babinsa, atau langsung hubungi 110,” tegas Hendri.

Ia juga mengimbau para tahanan yang masih kabur agar menyerahkan diri. “Melarikan diri bukan solusi. Hadapi proses hukum sesuai aturan. Kalau tetap kabur, statusnya akan terus menjadi buron, dan kami akan kejar sampai tertangkap,” ujarnya.

Menyusul insiden ini, Polresta Samarinda akan melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan ruang tahanan di seluruh jajaran Polsek. Hendri memastikan peningkatan pengawasan dan perbaikan fisik tahanan menjadi prioritas utama.

“Fokus kami tidak hanya pada penangkapan, tapi juga memperkuat sistem pengamanan agar peristiwa ini tidak terulang,” pungkasnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus 

PWI Bontang Juara Umum Pupuk Kaltim Porwada Kaltim 2025

0
PWI Bontang merayakan torehan prestasi sebagai juara umum Pupuk Kaltim Porwada Kaltim 2025 saat acara penutupan di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Kontingen Kota Bontang berhasil meraih juara umum dalam event Pupuk Kaltim Pekan Olahraga Wartawan (Porwada) Kaltim 2025, yang digelar di Kota Taman selama 3 hari sejak 17-19 Oktober 2025 kemarin.

PWI Bontang meraup 10 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu. Sementara itu juara umum 2 didapat Samarinda dengan rincian 9 emas, 5 perak, dan 15 perunggu.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said mengaku bersyukur dengan torehan prestasi tersebut. Lantaran PWI Bontang tak hanya mempersiapkan para atletnya jauh-jauh hari, namun juga mendapat tugas tambahan sebagai tuan rumah alias penyelenggara Pupuk Kaltim Porwada Kaltim 2025 yang diikuti 9 kabupaten/kota se-Kaltim.

“Kami benar-benar mempersiapkan event ini sejak 8 bulan lalu. Mulai mencari anggaran hingga detail teknis setiap cabor,” ujarnya dalam sambutannya.

Diapun mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas dukungan sponsor utama event ini, PT Pupuk Kalimantan Timur serta Pemkot Bontang yang telah membantu tersedianya sarana dan prasaran selama acara berlangsung.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin membeberkan hasil evaluasinya saat penutupan event ini, Minggu (19/10/2025) sore kemarin di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Katanya ada beberapa poin yang harus dievaluasi untuk penyelenggaraan Porwada Kaltim di tahun berikutnya.

Seperti masalah usia. Ada peserta yang usianya 50 tahun ke atas harus berhadapan dengan peserta yang 20 tahunan. Selain itu, lintas peserta juga perlu jadi perhatian.

“Ada atlet yang masih jadi administrasi provinsi lain tapi ikut bermain di sini. Itu harus dievaluasi. Syukurnya atlet ini sudah komitmen akan bela Kaltim di Porwanas berikutnya,” bebernya.

Tidak hanya seremoni dan juga pengalungan medali, dalam acara penutupan event yang diikuti 260 wartawan tersebut juga diumumkan Kota Balikpapan sebagai tuan rumah Porwada berikutnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Silaturahmi dan Kirim Undangan Ultah, PAMASA Samarinda Kunjungi Pakem Bontang

0
Keakraban Sedulur Magetan Bontang - Samarinda. (Darman/Radarbontang.com)

BONTANG – Dengan semangat mempererat tali silahturahmi sesama Perantau dari Magetan, Sabtu (18/10/2025), Paguyuban Magetan (Pakem) Bontang menerima kunjungan Pengurus Paguyuban Magetan Samarinda (Pamasa)

Selain tujuan utama kedatangan Pamasa untuk mempererat tali silaturahmi dan agar saling kenal, sekaligus menyampaikan undangan acara Ulang Tahun Paguyuban Magetan Samarinda ke 17 yang akan digelar pada tanggal 26 Oktober 2025 di Gedung Taman Budaya di Samarinda

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pamasa, Tekad dan rombongan disambut oleh Pengurus Pakem, Jimun (Ketua), Sugito (Ketua Harian), Suwarno (Sekretaris), Komari (Bendahara), dan para sesepuh

Dalam acara yang penuh keakraban sesepuh Pakem, Suwito dan Ketua Jimun dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatanganya, dan insyallah warga Pakem akan hadir pada acara Ultah Pamasa ke-17 pada tanggal 26 Oktober 2025 di Samarinda

Pertemuan ini digelar di Jalan Gn.Rinjani Hop 2 Komplek Perumahan PT Badak, di rumah Suwito sesepuh Pakem.

Penulis: Darman
Editor: Yusva Alam

Polisi Ungkap Identitas 15 Tahanan Kabur, 6 Sudah Tertangkap

0

SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota Samarinda merilis foto dan identitas 15 tahanan yang kabur dari ruang sel Polsek Samarinda Kota pada Minggu (19/10/2025). Publikasi ini menjadi bagian dari upaya pencarian resmi dan disebarkan luas melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk grup WhatsApp masyarakat dan media lokal.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, penyebaran foto para tahanan bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam membantu proses pencarian.

“Kami memang menyebarkan foto-foto mereka melalui grup masyarakat, RT, hingga perangkat kelurahan. Ini bagian dari langkah resmi agar masyarakat bisa segera mengenali dan melapor bila melihat salah satu dari mereka,” ujar Hendri.

Sebanyak 15 tahanan kabur dengan cara menjebol kloset dan melubangi dinding sel menggunakan pipa serta paku jemuran yang dimodifikasi. Aksi pelarian itu terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan hanya separuh tahanan yang tersisa.

Dalam waktu kurang dari lima jam, enam tahanan berhasil ditangkap, termasuk satu orang yang diduga otak pelarian. Sementara sembilan lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Samarinda.

Hendri menjelaskan, foto para tahanan kini beredar luas di WhatsApp group warga, media sosial, dan jaringan RT–RW di seluruh Samarinda. Kepolisian juga sudah menugaskan Babinkamtibmas di setiap kelurahan untuk memantau informasi masyarakat yang masuk.

“Kami ingin masyarakat ikut berpartisipasi. Kalau ada orang asing atau wajah mencurigakan sesuai foto yang beredar, segera lapor ke kantor polisi terdekat,” tegasnya.

Ke-15 tahanan tersebut merupakan tersangka dari berbagai kasus berat, termasuk pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penggelapan, serta kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Untuk mengantisipasi pelarian lintas kota, kepolisian memperketat penjagaan di terminal, pelabuhan, dan Bandara APT Pranoto, serta berkoordinasi dengan Polres di Kukar, Bontang, dan Balikpapan. Satu tahanan yang mencoba melarikan diri ke Bontang berhasil diamankan berkat laporan cepat dari agen travel yang curiga terhadap gerak-geriknya.

Sementara itu, ruang tahanan Polsek Samarinda Kota kini dikosongkan dan diperbaiki, sedangkan seluruh tahanan yang tersisa telah dipindahkan ke Mapolresta Samarinda. Hendri memastikan evaluasi besar-besaran dilakukan terhadap sistem keamanan.

“Ini menjadi pembelajaran penting. Kami akan memperketat pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Urban Fest Volume 2 Berakhir Meriah, Pemkot Bontang Siapkan Festival Musik Tujuh Hari

0
Musisi asal timur, Raim Laode, tampil memukau menutup Urban Fest Volume 2 “Kreativitas Pemuda” di Stadion Bessai Berinta, Bontang. (Istimewa)

BONTANG – Suasana Halaman Parkir Stadion Bessai Berinta, Kelurahan Api-Api, Minggu malam (19/10/2025), dipenuhi sorak dan tepuk tangan. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan malam puncak penutupan Urban Fest Volume 2 bertema Kreativitas Pemuda. Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang bekerja sama dengan Sintesa Event Organizer ini menjadi bukti nyata semangat kreatif anak muda Bontang.

Mewakili Wali Kota Bontang, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati hadir bersama Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Shemmy Permata Sari, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga Plt Kepala Dispopar, Dasuki. Mereka memberikan apresiasi penuh atas partisipasi generasi muda yang menjadikan Urban Fest sebagai ruang kolaborasi dan ekspresi kreatif.

Sejak dibuka pada 17 Oktober 2025, Urban Fest Volume 2 menghadirkan 150 pelaku UMKM, musisi, dan seniman muda lokal. Selama tiga hari, area stadion disulap menjadi pusat hiburan, pameran produk kreatif, kuliner, dan pertunjukan musik lintas genre.

Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam dan tamu undangan saat penutupan Urban Fest Volume 2. (Istimewa)

Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan salam dari Wali Kota Bontang sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta dan pengunjung yang menjaga ketertiban hingga akhir acara. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat ekonomi kreatif di Bontang.

“Urban Fest bukan hanya hiburan, tapi gerakan untuk membangkitkan ekonomi kreatif. Dari sinilah lahir pelaku usaha muda dan musisi yang bisa membawa nama Bontang lebih luas,” ujarnya.

Andi Faiz juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama acara berlangsung. “Mari sama-sama jaga ketertiban dan lingkungan. Pulang dengan tertib, dan tinggalkan tempat ini dalam keadaan bersih,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan rencana besar Pemerintah Kota Bontang untuk menggelar Bontang Musik Festival pada awal tahun mendatang. Festival ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari penuh dengan menghadirkan musisi dan band nasional.

“Kami ingin menghadirkan hiburan berkualitas untuk masyarakat Bontang. Pendanaannya akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan di kota ini,” tambahnya disambut tepuk tangan penonton.

Malam penutupan Urban Fest semakin semarak dengan penampilan talenta lokal, termasuk grup musik DiaNova. Sorak penonton memuncak saat penyanyi asal timur, Raim Laode, naik ke panggung membawakan lagu-lagu hits seperti Komang dan Lesung Pipi. Ribuan penonton ikut bernyanyi bersama, menutup malam dengan suasana hangat dan penuh euforia.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Kopinicus Bikin Rusuh Lagi! Barista Bontang Bertarung di Seduh Rusuh Vol. 17

0
Para peserta dan panitia Seduh Rusuh Vol. 17 berpose bersama usai kompetisi seduh kopi. Foto: Rian Suri

BONTANG – Komunitas kopi Kopinicus kembali menggelar kegiatan bulanan bertajuk Seduh Rusuh Vol. 17 pada Minggu (19/10/2025). Event yang menjadi ajang silaturahmi para penggiat kopi di Kota Bontang itu berlangsung di Café Sugar Rush Sweet and Savory, Kelurahan Api-Api.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 Wita dan diikuti oleh 21 peserta yang merupakan barista dan pecinta kopi dari berbagai kedai di Bontang. Ajang ini berlangsung dalam tiga ronde, yakni babak penyisihan, semifinal, dan final. Pada babak penyisihan, tiga peserta bertanding secara langsung. Satu juri dipilih oleh peserta pertama, sementara dua juri lainnya ditunjuk oleh peserta kedua dan ketiga.

Sementara pada babak final, sembilan juri bertugas memberikan penilaian. Setiap peserta final memilih dua juri, dan tiga juri tambahan ditentukan oleh panitia acara.

Ketua Kopinicus Diky Gunawan mengatakan, Seduh Rusuh merupakan program rutin yang diadakan setiap bulan dengan tujuan mempererat hubungan antar penggiat dan pecinta kopi di Bontang.

“Seduh Rusuh ini program bulanan dari Kopinicus untuk mempererat silaturahmi antar penggiat dan pecinta kopi. Setelah sempat vakum, ternyata antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan banyak peserta baru yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Suasana penjurian babak final Seduh Rusuh Vol. 17 di Café Sugar Rush Sweet and Savory. Foto: Rian Suri
Gilang Ramadhan (kiri) menerima trofi juara Seduh Rusuh Vol. 17 dari Ketua Kopinicus Diky Gunawan. Foto: Rian Suri

Salah satu juri di babak final, Erik Okada yang juga owner Tokio Kopi, menyebut kegiatan ini menjadi ajang positif bagi barista untuk mengasah kemampuan dan berbagi pengalaman.

“Event Kopinicus kali ini seru karena bisa melatih kemampuan barista sekaligus tempat sharing bisnis kopi. Sesuai namanya Seduh Rusuh, rusuh tapi tetap kompak dan seru,” katanya.

Dari hasil kompetisi, tiga peserta berhasil melaju ke babak final, yakni Kibo (Barista Utara), Muhammad Reja Saputra (Barista Social PTM), dan Gilang Ramadhan (Barista Social PTM).
Hasil akhir menetapkan Gilang Ramadhan sebagai pemenang setelah meraih nilai tertinggi dari sembilan juri. Ia berhak membawa pulang piala bergilir, biji kopi, aeropress, serta uang pembinaan.

“Terima kasih kepada semua peserta dan panitia Kopinicus. Seduh Rusuh ini event yang keren, semoga bisa lebih sering dilaksanakan,” ungkap Gilang usai menerima penghargaan.

Kontributor: Rian Suri
Editor: Agus S

Meriah! Kite Festival 2 PPU 2025 Resmi Ditutup di Pantai Nusantara Baru

0
Penerima trofi juara III berpose usai menerima penghargaan pada ajang Kite Festival II Kabupaten Penajam Paser Utara 2025.Foto: Istimewa

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor secara resmi menutup Kite Festival 2 Kabupaten PPU Tahun 2025 yang berlangsung meriah di Pantai Nusantara Baru, Sabtu (18/10/2025) malam.

Acara penutupan festival layang-layang tersebut dihadiri peserta dari berbagai daerah, komunitas layang-layang, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memadati area pantai. Kegiatan berlangsung penuh semangat, diwarnai penampilan atraktif dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.

Dalam sambutannya, Mudyat menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival yang berlangsung lancar dan tertib.

“Alhamdulillah kita dapat berkumpul bersama di Pantai Nusantara Baru yang indah ini, dalam rangka Closing Ceremony Kite Festival 2 Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2025,” ujarnya.

Menurutnya, Kite Festival bukan sekadar ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana efektif untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya lokal PPU. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memperkenalkan keindahan alam Pantai Nusantara Baru kepada masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, dan sportivitas.

“Kehadiran pengunjung selama festival ini tentu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang, dan pelaku wisata lokal,” kata Mudyat. “Ini sejalan dengan semangat kita menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah,” tambahnya.

Mudyat juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, komunitas layang-layang, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia turut berterima kasih kepada masyarakat yang menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Lebih lanjut, ia berharap agar Kite Festival PPU dapat terus digelar setiap tahun dengan skala yang lebih besar dan peserta yang lebih luas, termasuk dari luar negeri. Acara penutupan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba oleh Bupati PPU dan sejumlah pihak terkait.

“Mari kita jadikan Kite Festival Penajam Paser Utara sebagai agenda wisata tahunan yang membanggakan dan mampu mengangkat citra daerah kita di tingkat nasional bahkan internasional,” harapnya.

Pewarta: Robbi
Editor: Agus S

Perbatasan Diblokade, 9 Tahanan Samarinda Masih Dalam Pengejaran

0
Kantor Polsekta Samarinda jalan Bayangkara Samarinda. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Upaya pengejaran terhadap tahanan kabur dari ruang sel Polsek Samarinda Kota terus dilakukan. Hingga Minggu (19/10/2025) malam, enam orang telah berhasil diamankan, sementara sembilan lainnya masih dalam pengejaran intensif.

Untuk mempersempit ruang gerak para pelarian, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda memperketat penjagaan di seluruh titik keluar-masuk kota, termasuk terminal bus, pelabuhan, dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. Langkah tersebut juga melibatkan koordinasi dengan Polres di wilayah sekitar, seperti Kukar, Bontang, dan Balikpapan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan koordinasi lintas wilayah dilakukan untuk menutup setiap kemungkinan para tahanan kabur ke luar daerah. “Satu dari tahanan bahkan sempat berusaha kabur ke Bontang menggunakan travel, tapi berhasil kami tangkap berkat kerja cepat anggota dan informasi dari pihak travel,” jelasnya.

Ia menambahkan, jajaran Polda Kaltim telah siaga penuh di jalur darat maupun laut, dengan personel tambahan disiagakan di pos-pos pemeriksaan kendaraan dan area transportasi publik. “Kami memastikan seluruh jalur diperketat, baik di dalam kota maupun di wilayah perbatasan. Anggota sudah kami sebar di beberapa titik strategis,” ujar Hendri.

Selain mengandalkan operasi kepolisian, penyebaran foto dan identitas tahanan yang kabur kini dilakukan secara resmi melalui kanal kepolisian dan perangkat masyarakat. Data tersebut disalurkan ke setiap RT, Babinkamtibmas, dan jaringan komunikasi warga untuk membantu proses pencarian.

“Kami mohon kerja sama masyarakat dan media untuk ikut membantu menyebarkan informasi. Bila ada orang dengan gerak-gerik mencurigakan atau menyerupai tahanan yang kabur, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” imbau Hendri.

Langkah ini, kata dia, dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Penyebaran informasi ini bersifat terbatas dan hanya untuk kepentingan pencarian. Kami memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.

Pasca insiden tersebut, seluruh tahanan yang masih berada di Polsek Samarinda Kota telah dipindahkan ke Mapolresta Samarinda. Pemindahan dilakukan karena kondisi ruang tahanan mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi pembobolan.

Ruang sel lama kini dikosongkan dan tengah dalam tahap perbaikan. Kapolresta menyebut, evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap sistem keamanan, termasuk kekuatan fisik bangunan, alat pengawasan, dan prosedur pemeriksaan berkala.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S