Beranda blog Halaman 513

Jebol Dinding Lewat Kloset, 15 Tahanan di Samarinda Kabur

0
Petugas menunjukkan lubang di dinding ruang tahanan Polsek Samarinda Kota yang menjadi jalur pelarian 15 tahanan. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Sebanyak 15 tahanan Polsek Samarinda Kota dikabarkan kabur pada Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 14.30 Wita. Mereka melarikan diri dengan cara menjebol kloset kamar mandi dan melubangi dinding ruang tahanan menggunakan pipa dan paku jemuran yang dimodifikasi menjadi alat pembobol.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan pelarian itu terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin dan mendapati hanya 15 dari total 30 tahanan yang tersisa di dalam sel.

“Kami temukan lubang berdiameter sekitar 35 hingga 40 sentimeter di belakang kloset. Dari situ mereka keluar satu per satu,” ungkap Hendri saat konferensi pers Minggu malam.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, rencana pelarian telah disusun sejak Jumat (17/10/2025). Para tahanan bekerja bergantian mengetuk dan mencokil dinding hingga tembus ke sisi belakang bangunan. Satu dari pelaku yang telah ditangkap diketahui sebagai otak pelarian dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Samarinda.

Foto-foto para tahanan yang kabur kini ramai beredar di berbagai grup WhatsApp. Polisi memastikan penyebaran tersebut merupakan bagian dari upaya resmi pencarian dan pelibatan masyarakat.

Dalam waktu kurang dari lima jam pascakejadian, enam tahanan berhasil ditangkap kembali oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Satreskrim Polresta Samarinda, dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

“Enam sudah kami amankan, termasuk dalangnya. Pengejaran terhadap sembilan tahanan lainnya masih terus dilakukan,” kata Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Novi Hari Setyawan.

Dari data kepolisian, 15 tahanan yang kabur terdiri dari 7 tersangka pencurian dengan pemberatan (curat), 3 pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 2 penggelapan, serta 3 pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Hendri menegaskan, seluruh tahanan tersebut termasuk dalam kategori kasus berat dan berpotensi membahayakan masyarakat jika tidak segera ditangkap.

Untuk mempersempit ruang gerak para pelarian, polisi memperketat pengawasan di seluruh jalur keluar-masuk Kota Samarinda, termasuk terminal bus, pelabuhan, dan Bandara APT Pranoto. Koordinasi lintas wilayah juga dilakukan dengan Polres Kukar, Bontang, dan Balikpapan.

“Satu tahanan bahkan sempat berusaha kabur ke Bontang menggunakan travel, tapi berhasil kami tangkap berkat laporan cepat dari pihak agen,” tambah Hendri.

Identitas dan foto seluruh tahanan telah disebarkan ke RT, Babinkamtibmas, dan perangkat kelurahan. Polisi juga meminta peran aktif masyarakat untuk melapor bila melihat gerak-gerik mencurigakan.

“Kami minta kerja sama warga. Bila melihat orang asing atau perilaku mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegas Kapolresta.

Sementara itu, 15 tahanan yang masih berada di Polsek Samarinda Kota dipindahkan sementara ke Mapolresta Samarinda. Ruang tahanan lama kini dikosongkan dan tengah diperbaiki karena mengalami kerusakan parah di bagian dinding belakang.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama sistem keamanan dan pengawasan ruang tahanan,” pungkas Hendri.

Hingga Minggu malam pukul 21.30 Wita, sembilan tahanan masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Samarinda. Polda Kaltim juga menurunkan anjing pelacak serta menyiagakan tim khusus untuk memantau seluruh akses lintas kota.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Tembus Batas Kaltim–Mahulu, Wagub Seno Aji Pantau Langsung Progres Jalan Strategis Perbatasan

0
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama rombongan menjajal jalur perbatasan Kubar–Mahulu menggunakan motor trail. Foto: Adpimprov

MAHAKAM ULU — Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meninjau progres pembangunan jalan akses perbatasan Tering (Kutai Barat)–Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) pada Minggu (19/10/2025). Peninjauan dilakukan hingga titik STA 41 atau perbatasan antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Dalam kunjungannya, Wagub Seno Aji didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Ardiani, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, serta jajaran Dinas PUPR Kaltim. Ia menjelaskan bahwa dari empat segmen pekerjaan, baru sekitar 40 persen yang terealisasi. Dua segmen, yakni segmen 2 dan segmen 4, masih berjalan lambat dan akan menjadi fokus percepatan ke depan.

Seno Aji meminta Dinas PUPR Kaltim menyiapkan langkah antisipatif agar seluruh pekerjaan yang dibiayai APBD dapat diselesaikan paling lambat akhir 2025. Ia menegaskan bahwa proyek jalan strategis tersebut menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim dalam membuka konektivitas wilayah pedalaman dan perbatasan.

Ruas dari STA 41 hingga STA 140 menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui APBN. Nilai kontrak pekerjaannya mencapai sekitar Rp459 miliar dengan sistem tahun jamak (multiyears contract) hingga 2027. Melalui APBN, akan dikerjakan tiga paket besar dengan total 11 jembatan dan hasil akhir berupa aspal. Sementara untuk pekerjaan yang dibiayai APBD Kaltim, jalur dibangun menggunakan sistem rigid beton.

“Akan ada kombinasi antara aspal dan rigid. Di beberapa titik dilakukan cut fill atau pemangkasan tanjakan dengan volume besar,” ujar Seno.

Pekerja melakukan pengecoran badan jalan pada proyek akses Tering–Ujoh Bilang di Mahakam Ulu.Foto: Adpimprov

Ia menambahkan masih terdapat sekitar 13 kilometer jalan yang membutuhkan intervensi tambahan. Pemerintah provinsi berencana melakukan pekerjaan sirtu agar jalur tersebut tetap bisa difungsikan secara sementara sebelum pembangunan utama rampung. Tahun 2026, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sebesar Rp165 miliar sebelum adanya penyesuaian dana bagi hasil.

“Nanti kita lihat lagi berapa yang bisa kita manfaatkan. Target kita tahun 2027 semua ruas sepanjang 140 kilometer dari Tering sampai Ujoh Bilang bisa dilalui secara fungsional, termasuk kendaraan roda dua,” ujarnya.

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk yang ikut dalam rombongan mengatakan, kondisi jalan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan penumpang. Namun, untuk angkutan logistik, daya dukung jalan masih terbatas.

“Untuk logistik maksimal hanya truk tiga ton. Lebih dari itu berat, tanjakannya masih terlalu tinggi, Pak Wagub,” ungkap Suhuk.

Dalam kesempatan itu, Wagub Seno juga menjajal langsung jalur perbatasan menggunakan sepeda motor trail. Ia beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan para pekerja proyek yang sedang melakukan pengecoran dan perataan badan jalan.

Peninjauan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel bersama sejumlah anggota DPRD, serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim R. Hariadi Purwatmoko. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mempercepat penyelesaian proyek yang menjadi urat nadi penghubung antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

“Insyaallah, kita harapkan akhir 2027 dari titik nol sampai STA 140 sudah bisa dilalui dengan baik sehingga masyarakat Kubar dan Mahulu bisa menikmati jalan ini dengan nyaman, dan semua bisa tersenyum,” tutup Seno Aji.

Editor: Agus S
Sumber: Adpimprovkaltim

PWI Kutai Barat Raih Dua Perunggu di Porwada Kaltim 2025

0
Ketua SIWO PWI Kubar,Taufiq Hartommy,(kanan) foto bersama usai menerima mendali Perunggu pada cabor Domino Porwada III Kaltim 2025 di Kota Bontang.Minggu,(19/10/2025). Foto: Istimewa

BONTANG — Kontingen Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berhasil membawa pulang dua medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) III Kalimantan Timur 2025, yang digelar di Kota Bontang, 17–19 Oktober 2025.

Dua medali tersebut masing-masing diraih oleh Arifin, Sekretaris PWI Kutai Barat, yang menyumbang perunggu pertama melalui Cabang Olahraga Bulu Tangkis, serta Taufiq Hartommy, Ketua SIWO PWI Kubar yang akrab disapa Bung Ichal, melalui Cabang Domino.

Ketua PWI Kutai Barat, Alfian Nur, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai hasil dua perunggu itu sudah menjadi prestasi luar biasa, mengingat persiapan tim yang sangat terbatas.

“Prestasi ini sudah luar biasa. Dengan waktu latihan yang minim dan kondisi fisik yang cukup berat, teman-teman tetap bisa membawa pulang medali. Porwada berikutnya kita optimis bisa meraih lebih banyak,” ujar Alfian kepada Media Kaltim usai penutupan Porwada di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu (19/10/2025).

Alfian menambahkan, selain keterbatasan waktu latihan, jarak tempuh Kutai Barat ke Bontang yang mencapai lebih dari 10 jam perjalanan darat juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Salah satu anggota kontingen bahkan mengalami kelelahan saat tiba di lokasi, sehingga tidak dapat tampil maksimal di pertandingan awal.

“Perjalanan panjang dan faktor fisik cukup memengaruhi. Tapi semangat teman-teman luar biasa, mereka tetap tampil dengan sportif dan penuh kebanggaan mewakili Kubar,” tambahnya.

Dengan raihan dua medali perunggu ini, PWI Kutai Barat menutup keikutsertaannya di Porwada III Kaltim dengan catatan positif dan berkomitmen melakukan persiapan lebih matang untuk ajang selanjutnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Bunda Literasi Kaltim Dikukuhkan, Sarifah Suraidah Harum Tegaskan Misi Generasi Emas 2045

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama Sarifah Suraidah Harum, Bunda Literasi Kaltim yang baru dikukuhkan, bersalaman dengan para Bunda Literasi kabupaten/kota. (DPK-Kaltim)

SAMARINDA — Suasana Gedung Odah Etam dipenuhi semangat baru saat Hj. Sarifah Suraidah Harum resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Timur oleh Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), Minggu (19/10/2025). Momen ini menjadi tonggak baru bagi gerakan literasi di Bumi Etam untuk melahirkan masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, dan melek digital.

Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat daerah, serta para Bunda Literasi kabupaten/kota se-Kaltim. Acara tersebut menjadi bagian dari strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim dalam memperkuat peran figur publik untuk menumbuhkan budaya membaca di semua kalangan masyarakat.

Selain Sarifah Suraidah Harum, delapan Bunda Literasi kabupaten/kota juga turut dikukuhkan, yakni Hj. Nurlena (Balikpapan), Hj. Dewi Yuliana (Penajam Paser Utara), Sinta Rosma Yenti (Paser), dr. Hj. Neni Moerniaeni (Bontang), Hj. Sri Juniarsih Mas (Berau), Maria Christina Frederick Edwin (Kutai Barat), Ir. Hj. Sitti Robiah (Kutai Timur), dan Angela Idang Belawan (Mahakam Ulu).

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa gelar Bunda Literasi bukan hanya simbol kehormatan, melainkan amanah besar untuk menanamkan kecintaan terhadap pengetahuan di era digital.

“Bunda Literasi bukan hanya mengajarkan membaca, tetapi membentuk cara berpikir dan bertindak secara cerdas. Ini bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Sarifah Suraidah Harum menegaskan komitmennya untuk menjadikan literasi sebagai gerakan kolektif yang dimulai dari rumah tangga.

“Literasi bukan sekadar membaca teks, tapi memahami makna kehidupan. Keluarga adalah pondasi utama membentuk generasi literat menuju Generasi Emas Kaltim 2045,” tuturnya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor — mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas, hingga masyarakat — agar literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin literasi hidup di setiap rumah, dari desa hingga kota,” tambahnya.

Pelaksana tugas Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, S.STP, M.Si, menyebut pelantikan Bunda Literasi merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memperkuat budaya literasi di Kalimantan Timur.

“Kehadiran Bunda Literasi adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan semangat membaca. Ini bukan hanya tugas Dinas Perpustakaan, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua TP PKK, TP Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Mahakam Ulu, memperkuat sinergi berbagai organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Kaltim Toreh Sejarah, Raih Juara Umum STQH Nasional 2025 di Kendari

0
Para Juara STQH di Kendari saat foto bersama Pengurus LPTQ Kaltim. (Istimewa)

KENDARI – Tangis haru mewarnai malam penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 Tahun 2025 di Tugu Persatuan Kendari, Sulawesi Tenggara. Sorak sorai menggema ketika Kalimantan Timur (Kaltim) diumumkan sebagai Juara Umum, mempertahankan prestasi gemilang setelah sebelumnya juga meraih gelar tertinggi pada MTQ Nasional ke-30 di Samarinda tahun lalu.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Umum LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, tak kuasa menahan air mata bahagia. “Alhamdulillah, kafilah Kaltim berhasil meraih juara umum pada STQH Nasional ke-28. Ini adalah hasil dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat membumikan Al-Qur’an di Kaltim,” ucapnya dengan suara bergetar.

Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan semata hasil latihan intensif, tetapi buah dari sinergi kuat antara peserta, pelatih, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Ini bukti bahwa dengan kebersamaan dan komitmen kuat, kita bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” tambahnya.

Dari 22 peserta, sebanyak 15 kafilah Kaltim sukses menembus babak final di berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, hafalan juz, tafsir, karya tulis ilmiah hadis, hingga hafalan hadis bersanad. Ketekunan itu mengantarkan Kaltim meraih posisi pertama, disusul DKI Jakarta di posisi kedua, Sumatra Selatan di peringkat ketiga, dan Jawa Timur di posisi keempat. Sementara itu, posisi lima besar hingga sepuluh besar masing-masing ditempati oleh Riau, Jawa Barat, Sumatra Utara dan Kalimantan Selatan (bersama), Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, serta Nusa Tenggara Barat.

Piala bergilir Presiden Republik Indonesia diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, H. Abu Rokhmad, kepada Sri Wahyuni selaku perwakilan kafilah Kaltim. Dalam sambutannya, Gubernur Andi menyampaikan apresiasi atas semangat dan persaudaraan seluruh peserta.

“STQH bukan hanya lomba, tetapi syiar Islam yang menebar kedamaian dan kasih sayang,” ujarnya.

Kemenangan ini mempertegas posisi Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan pembinaan keagamaan terbaik di Indonesia. Lebih dari sekadar trofi, prestasi ini menjadi simbol dedikasi dan semangat religius masyarakat Kaltim dalam menegakkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bumi Etam kembali menyalakan cahaya dari timur Indonesia — bukan hanya berprestasi, tetapi juga bersyiar.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Panggung Budaya Kutim, 48 Tim Unjuk Kreativitas di Kirab HUT ke-26

0
Peserta menampilkan identitas budaya masing-masing dengan kostum khas, tarian daerah, hingga pertunjukan teatrikal. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur berlangsung meriah. Sebanyak 48 tim dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, sekolah, hingga kelompok seni dan paguyuban, tampil dalam Kirab Budaya yang digelar di pusat Kota Sangatta, Minggu (19/10/2025).

Ribuan warga memadati sepanjang rute utama yang dilalui peserta kirab, mulai dari Kantor Camat Sangatta Utara, Jalan Karya Etam, Jalan Yos Sudarso II, Jalan APT Pranoto, hingga kembali ke titik awal. Mereka disuguhi beragam atraksi budaya, kostum tradisional, dan pertunjukan khas daerah yang menggambarkan kekayaan budaya Kutim.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang turut hadir memberikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kirab tahun ini. Ia menilai, penyelenggaraan semakin matang dan terkonsep dengan baik dari tahun ke tahun.

“Perayaan kali ini sudah semakin terkonsep. Mungkin tahun depan bisa kita adakan selama dua hari, karena durasi tiga menit per penampilan terasa kurang. Tidak harus keliling, tapi bisa dibuat di satu titik agar penampilan peserta lebih maksimal,” ujar Ardiansyah.

Selain mengapresiasi semangat peserta, Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai identitas masyarakat Kutim. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk terus berperan aktif dalam mengembangkan potensi budaya daerah di seluruh kecamatan.

“Budaya lokal harus terus hidup dan diwariskan. Pemerintah akan mendukung upaya pelestarian ini agar tidak hanya tampil di momen seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyebut pelaksanaan kirab tahun ini berjalan lancar dan penuh antusiasme. Meski begitu, ia mengakui masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan, terutama dalam pembagian waktu tampil setiap peserta.

“Ke depan akan kita evaluasi dan sempurnakan agar setiap peserta punya waktu lebih untuk menampilkan potensi budayanya secara maksimal,” ungkapnya.

Kirab Budaya menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan HUT ke-26 Kutai Timur, sekaligus wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kebanggaan terhadap kekayaan budaya yang dimiliki daerah. Semangat kebersamaan dan warna-warni tradisi yang ditampilkan menjadi bukti kuat bahwa Kutim terus tumbuh tanpa meninggalkan akar budayanya.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Neni Moerniaeni Ajak Warga Jaga Masjid Lewat Safari Subuh dan Gerakan Bersih-Bersih

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan sambutan dalam Safari Subuh Berjamaah di Masjid Al Fatah, Bontang. (Istimewa)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, kembali melaksanakan Safari Program Sholati Subuh Berjamaah yang dirangkai dengan aksi bersih-bersih masjid. Pada Minggu (19/10/2025) dini hari, kegiatan dipusatkan di Masjid Al Fatah, belakang Terminal Bus Km. 6, RT 29 Kelurahan Gunung Telihan.

Program yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat ini dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Bontang. Turut mendampingi Wali Kota, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, para Kepala OPD, serta Ketua Umum BKPRMI Bontang, Atim Prasojo.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Subuh berjamaah yang berlangsung khusyuk. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari ASN, tetapi juga masyarakat sekitar yang antusias menyambut kehadiran Wali Kota beserta rombongan.

Neni Moerniaeni menegaskan bahwa program Safari Subuh merupakan upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memakmurkan masjid. Ia juga memaparkan sejumlah program strategis pembangunan yang telah berjalan di Kota Bontang.

“Safari Subuh adalah momentum kita bersama untuk meningkatkan iman dan takwa, sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah. Dengan bertemu langsung di rumah Allah, kita bisa saling mendengar dan menyerap aspirasi untuk membangun Bontang yang lebih baik,” ujarnya.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat tiba di Masjid Al Fatah untuk mengikuti kegiatan Safari Subuh Berjamaah dan aksi bersih masjid. (Istimewa)
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jamaah usai melaksanakan Safari Subuh Berjamaah di Masjid Al Fatah, Kelurahan Gunung Telihan. (Istimewa)

Acara dilanjutkan dengan ceramah agama oleh H. Andi Sofyan Hasdam, mantan Wali Kota Bontang dua periode yang kini menjabat sebagai Ketua Komite I DPD RI. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat kegiatan umat dan benteng moral generasi muda.

Setelah rangkaian ibadah dan tausiyah, kegiatan diakhiri dengan aksi bersih-bersih di lingkungan Masjid Al Fatah. Dengan semangat kebersamaan, Wali Kota, ASN, BKPRMI, dan warga bergotong royong membersihkan area masjid dan halaman sekitar.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

73 Persen Jalan Tol IKN Rampung, Waskita Karya Kebut di Segmen KKT–Tempadung

0
Struktur jembatan satwa di kawasan Hutan Lindung Sungai Wein tampak mulai terbentuk kokoh. Foto: Riski

NUSANTARA — Pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Oktober 2025, progres pekerjaan Seksi 3B-2 Segmen KKT–Simpang Tempadung telah mencapai 73,12 persen.

Segmen ini menjadi perhatian khusus karena terdapat dua jembatan satwa (wildlife bridge) yang dibangun di kawasan Hutan Lindung Sungai Wein. Fasilitas tersebut berfungsi sebagai jalur penyeberangan satwa liar agar keberlangsungan ekosistem tetap terjaga di tengah pembangunan infrastruktur berskala besar.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Dhetik Ariyanto, meninjau langsung lokasi proyek pada akhir pekan lalu. Dalam kunjungan itu, ia memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar kualitas.

“Kami berharap seluruh pekerjaan berjalan lancar, tepat mutu, dan tepat waktu,” ujarnya.

Progres pembangunan Jalan Tol IKN Segmen KKT–Simpang Tempadung yang kini mencapai 73 persen. Foto: Riski

Selain meninjau proyek tol, jajaran Waskita Karya juga memantau peningkatan Jalan Paket D di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1B–1C, yang kini telah mencapai progres 58,94 persen. Proyek ini merupakan bagian dari jaringan utama akses menuju kawasan pemerintahan pusat IKN.

Dalam dokumentasi yang diunggah melalui akun resmi Instagram Waskita Karya, struktur jembatan satwa tampak semakin kokoh dan mulai memasuki tahap penataan tanah serta lansekap di sekitar area hutan. Sementara di proyek Paket D KIPP 1B–1C, badan jalan sudah terbentang dengan rigid beton di dua sisi, dan di beberapa titik telah dilakukan penanaman pohon sebagai bagian dari konsep hijau berkelanjutan.

Pembangunan Jalan Tol IKN menjadi salah satu proyek strategis nasional yang ditangani Waskita Karya, dengan fungsi utama menghubungkan Balikpapan, Kawasan KKT, hingga kawasan pemerintahan di IKN. Kehadiran jembatan satwa di segmen ini menjadi bukti bahwa proyek tersebut tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Pewarta: Riski
Editor: Agus S

Samarinda Rebut Emas di Cabor E-Sport Porwada Kaltim, Tumbangkan Tuan Rumah Lewat Duel Dramatis

0
Tim E-Sport MLBB Samarinda Powarda ke-3 Kaltim. Foto: istimewa

BONTANG — Tim wartawan Samarinda kembali menorehkan prestasi gemilang pada Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) III Kalimantan Timur 2025. Bertanding di cabang E-Sport Mobile Legends, mereka sukses menaklukkan tuan rumah Bontang dengan skor dramatis 3–2 di partai final yang digelar di Pendopo Wali Kota Bontang, Sabtu (18/10/2025).

Porwada menjadi ajang adu keterampilan para jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota se-Kaltim, berlangsung 17–19 Oktober 2025. Cabang E-Sport sendiri digelar di hari pertama usai pembukaan, dengan atmosfer kompetisi yang panas sejak babak penyisihan.

Tim Samarinda tampil solid dengan komposisi enam pemain terbaiknya:
Ade Saputra (garispea.co), Nuzul Saputra (Media Kaltim), Eko Pralistio (Kaltim Post), Budi Kurniawan (detikcom), Dimas Adi Saputra (Media Kaltim), dan Eko Setyo (Lini Kaltim).

Pada fase awal, Samarinda langsung berhadapan dengan sang juara bertahan, Berau. Meski sempat menjadi batu sandungan di Porwada sebelumnya, kali ini tim “Kota Tepian” berhasil membalas kekalahan itu dengan kemenangan telak 2–0.

Performa impresif berlanjut di babak semifinal. Menghadapi Kutai Kartanegara (Kukar) dengan format Best of 5 (Bo5), Samarinda tampil dominan dan menutup laga dengan kemenangan 3–0. Di sisi lain, tuan rumah Bontang juga melaju ke final setelah menumbangkan Kutai Timur (Kutim) 3–1.

Kutim akhirnya merebut posisi juara tiga setelah menundukkan Kukar, sementara sorotan publik tertuju penuh pada final epik antara Bontang dan Samarinda — dua tim yang sama-sama haus medali.

Laga final berlangsung menegangkan. Bontang membuka pertandingan dengan keunggulan 1–0 lewat strategi agresif. Samarinda membalas di game kedua, menyamakan kedudukan menjadi 1–1. Di game ketiga, tuan rumah kembali unggul dan berada di ambang emas dengan skor 2–1.

Namun Samarinda menolak menyerah. Pergantian pemain di game keempat — Budi Kurniawan masuk menggantikan Dimas Adi Saputra — terbukti menjadi kunci perubahan. Samarinda tampil lebih tenang dan berhasil memaksa laga berlanjut ke game penentuan 2–2.

Pada game kelima yang menentukan, Samarinda tampil penuh konsentrasi. Dengan disiplin strategi dan permainan rapi sejak menit awal, tim Kota Tepian menutup pertandingan dengan kemenangan 3–2, sekaligus merebut medali emas yang sempat lepas di edisi sebelumnya.

Kemenangan ini terasa spesial. Bukan hanya karena menumbangkan juara bertahan Berau dan tuan rumah Bontang, tetapi juga menjadi simbol kembalinya dominasi Samarinda di cabang olahraga E-Sport Porwada.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Main Bola di Laut, Pelajar Balikpapan Diduga Hanyut Terseret Ombak

0
Petugas SAR saat melakukan proses pencarian korban di kawasan Pantai Banua Patra. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – Suasana pantai Banua Patra mendadak berubah panik, Sabtu (18/10/2025) pagi. Seorang pelajar SMP Muhammadiyah 1 Balikpapan bernama Rasyid dilaporkan hilang terseret arus saat berenang bersama teman-temannya. Hingga malam hari, tim Basarnas Balikpapan masih melakukan pencarian tanpa hasil.

Menurut keterangan salah satu teman korban, Fadillah, rombongan mereka sudah merencanakan kegiatan berenang sejak pagi. “Kami semua sudah janjian dari sekolah. Beberapa teman datang lebih dulu sekitar jam tujuh pagi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Rasyid bersama dua rekannya disebut lebih awal tiba dan langsung berenang di pantai. “Kami datang sekitar jam delapan. Mereka bertiga sudah di air, main bola di laut,” tutur Fadillah.

Namun, kegembiraan pagi itu berubah menjadi kepanikan ketika Rasyid terlihat kesulitan menahan arus. “Dia sempat pegang bola buat berenang-berenang. Kami sudah bilang jangan terlalu jauh, tapi dia keburu hanyut,” tambahnya.

Beberapa teman yang melihat kejadian itu sempat berusaha menolong. “Saya dipanggil teman, katanya ada yang tenggelam. Kami coba bantu, tapi ombaknya kuat sekali,” kata Fadillah lirih.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Endrow Sasmita, mengonfirmasi laporan tenggelamnya seorang pelajar di pantai tersebut. “Kami menerima laporan sekitar pukul 10.30 Wita dari rekan korban bernama Rizky. Informasinya ada tiga orang berenang, satu di antaranya tenggelam dan tidak sempat tertolong karena arus deras,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, tim Basarnas segera menurunkan satu unit perahu karet dan enam personel penyelamat untuk melakukan pencarian. “Kondisi di sekitar lokasi cukup menantang, banyak batu karang dan ombaknya tinggi. Itu membuat proses penyelamatan agak sulit,” ujar Endrow.

Pencarian hari pertama melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polri, BPBD Balikpapan, relawan, dan warga sekitar. Hingga Sabtu malam, hasilnya masih nihil. “Pencarian akan kami lanjutkan besok pagi, dengan memperluas area hingga radius 1 mil laut dari titik dugaan korban tenggelam,” tutupnya.

Penulis: Aprianto
Editor: Agus S