Beranda blog Halaman 513

Jauh di Hulu Mahakam, Guru Ini Justru Mengangkat Nama Kaltim ke Jepang

0
Guru SMAN 1 Long Apari, Rukdianti Aslinda Asnur, berfoto bersama komunitas cosplay di kawasan Asakusa, Tokyo. Foto: Istimewa

Minggu (30/11) sore, sekretaris redaksi mengirimkan sebuah pesan kepada saya. Ia menyampaikan informasi tentang seorang guru dari pedalaman Long Apari yang baru saja menorehkan prestasi penting di tingkat internasional. Informasi itu cukup membuat saya berhenti sejenak. Bukan setiap hari kita mendengar kabar tentang seorang guru dari daerah paling hulu Mahakam yang mengharumkan nama Kalimantan Timur sampai ke Jepang.

Nama guru itu Rukdianti Aslinda Asnur. Ia mengajar mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Long Apari, Mahakam Ulu (Mahulu), sebuah sekolah yang berada di ujung hulu Sungai Mahakam. Wilayah yang hanya bisa ditempuh oleh mereka yang bertekad kuat dan siap menghadapi medan berat.

Poster resmi ucapan selamat dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kaltim untuk Aslinda yang lolos program pertukaran guru ASEAN–Jepang 2025. Foto: Istimewa

Di wilayah seperti ini, harga kebutuhan pokok bisa melambung berkali-kali lipat. Jaringan sering tidak stabil, dan fasilitas serba terbatas. Namun di tempat sesulit ini pula banyak guru memilih bertahan demi menjaga nyala pendidikan.

Aslinda adalah salah satunya. Bahkan lebih dari itu. Ia membawa nama Long Apari hingga ke tingkat internasional. Ia baru saja ditetapkan sebagai delegasi Indonesia dalam Program Pertukaran Guru ASEAN ke Jepang. Kegiatan yang digelar Kemendikdasmen bekerja sama dengan Japan Foundation.
Undangan seleksinya datang langsung melalui WhatsApp dari kementerian. Sebuah kesempatan yang muncul bukan secara kebetulan, tetapi buah dari rekam jejaknya.

Aslinda saat berada di area Stasiun Ueno, Tokyo, dalam rangkaian kegiatan program pertukaran guru ASEAN–Jepang. Foto: Istimewa

Pada 2024, ia meraih Juara 1 Guru SMA Dedikatif Kaltim pada ajang Jambore GTK, seleksi yang digelar Balai GTK. Dari situlah namanya masuk radar nasional.

Proses seleksinya berlapis: administrasi, esai dalam bahasa Inggris, hingga wawancara yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Pesertanya berasal dari berbagai daerah. Termasuk dari sekolah-sekolah 3T yang selama ini bekerja dalam senyap.

Pada akhirnya, Aslinda terpilih sebagai salah satu delegasi yang berangkat ke Tokyo dan Yamagata. Di sana, ia mengikuti kegiatan pembelajaran di SD Haramachi Tokyo, berdiskusi dengan guru-guru SMA Kojokan Yonezawa, mendalami STEAM di Universitas Yamagata, dan merasakan langsung pengalaman budaya Jepang.

Delegasi dari berbagai negara ASEAN mengikuti kegiatan pertukaran guru di Jepang. Foto: Istimewa

Ia melihat teknologi piezoelectric di Stasiun Shibuya, tinggal di hotel modern hingga penginapan tradisional, serta menyaksikan momiji. Hal yang sebelumnya hanya ia kenal dari anime masa kecilnya.

Yang paling menyentuh adalah bagaimana ia memandang keberhasilannya. Ia tidak menampilkannya sebagai pencapaian pribadi. Ia menyebut kepala sekolahnya, Achmad Marzuqi, yang selalu mendukung para guru untuk berkembang. Ia menyebut rekan-rekan sejawatnya: Roby, Suranto, Oliva, Pius, Along, Erka, serta para guru SD dan SMP di Long Apari yang selama ini menjadi partner terbaik di lapangan.

Aslinda berkunjung ke Masjid Indonesia Tokyo seusai kegiatan program pertukaran guru. Foto: Istimewa

Ia bahkan menyebut satu per satu murid dan alumninya: anggota OSIS, atlet voli, hingga anak-anak Long Apari yang kini menjadi tentara, polisi, mahasiswa kedokteran, atau pengusaha muda. Salah satunya, Mery, mahasiswa kedokteran yang diam-diam menjadi sumber motivasinya untuk membuktikan bahwa anak Long Apari juga bisa melangkah jauh.

Pesannya kepada murid-muridnya: jadilah orang sukses yang baik, dan orang baik yang sukses. Ia berharap suatu hari nanti generasi muda Long Apari kembali ke kampung halaman untuk membangun daerah yang membesarkan mereka.

Suasana kampus Universitas Yamagata tempat Aslinda mengikuti sesi pembelajaran program pertukaran guru. Foto: Istimewa

Kepada para guru di daerah lain, ia berpesan agar tidak ragu mengikuti lomba dan program nasional karena peluang internasional sering lahir dari sana.

Kisah seperti ini memang kerap tidak terdengar. Bukan karena tidak penting, melainkan karena kita di kota terlalu terbiasa mendengar cerita besar dari tempat yang dekat. Padahal dari hulu Mahakam, ada guru yang menembus riam demi riam, hidup dalam keterbatasan, tetapi mampu melampaui batas geografis dan administratif yang selama ini membelenggu daerah terpencil.

Aslinda berpose di Takeshita Street Harajuku, salah satu pusat budaya pop Jepang. Foto: Istimewa

Di sinilah peran Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu seharusnya hadir lebih nyata. Long Apari butuh dukungan yang konkret. Akses yang layak, fasilitas pendidikan yang memadai, dan perhatian yang tidak hanya berhenti pada kunjungan seremonial. Jika seorang guru dari pedalaman bisa menembus Jepang, maka pemerintah semestinya mampu menembus batas birokrasi untuk memastikan perjuangan seperti ini tidak berlangsung sendirian. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

APBD Kota Bontang 2026 Resmi Turun Rp 887,7 Miliar

0

Penurunan signifikan pada APBD Kota Bontang 2026 membuat Wali Kota mengambil langkah rasionalisasi belanja di berbagai sektor. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan efektif meski ruang anggaran semakin menyempit.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb1des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pastikan Aktivitas Laut Tetap Aman, Polairud Kutim Sosialisasi ke Masyarakat Pesisir

0
Polairud Kutim Intensifkan Sosialisasi ke Nelayan. (Ist)

SANGATTA—Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kutai Timur (Kutim) melakukan patroli dan sosialisasi keselamatan secara intensif di kawasan Perairan Sangkulirang, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat pesisir berjalan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan.

Patroli dilakukan menyeluruh di sejumlah titik vital, di antaranya Pasar Sangkulirang, Pelabuhan Penyeberangan, jalur perairan utama, serta pemukiman pesisir. Personel Polairud memberikan imbauan penting kepada nelayan, pengguna jasa transportasi air, dan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun sungai.

Materi edukasi yang disampaikan mencakup kewajiban menggunakan alat keselamatan, pentingnya memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar, serta kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Petugas juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri berlayar ketika kondisi laut tidak mendukung.

Selain memberikan sosialisasi, Sat Polairud melakukan pemeriksaan dan pemantauan jalur pelayaran, memastikan transportasi air tidak mengalami kelebihan muatan, serta mendeteksi potensi pelanggaran atau aktivitas mencurigakan di area perairan.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi langkah jajaran Polairud dalam menjaga keamanan wilayah pesisir. Ia menegaskan keselamatan masyarakat pesisir merupakan prioritas utama Polres Kutim.

“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat yang beraktivitas di perairan memahami pentingnya keselamatan. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan karena kondisi laut tidak selalu dapat diprediksi,” tegas AKBP Fauzan.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Sat Polairud bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam memberikan perlindungan dan layanan keselamatan.

“Patroli dan sosialisasi ini merupakan komitmen kami untuk mencegah kecelakaan di laut dan menjaga wilayah perairan tetap kondusif. Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan mematuhi imbauan dan aturan keselamatan,” tutup Kapolres.

Dengan kegiatan pengawasan dan sosialisasi rutin ini, Polairud Kutim menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat di Perairan Sangkulirang.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tapak Suci Raih Juara Umum di Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025

0
TSPM Pimda Bontang berhasil raih juara umum, di Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Bontang Pimda 068, berhasil meraih juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025, yang berlangsung di Sport Center Loktuan.

Perolehan medali tersebut masuk dalam kategori pertandingan Usia Dini 2 dan Pra Remaja. Di pertandingan kali ini, TSPM Bontang Pimda 068 terdiri dari beberapa tim, meliputi Squad Kreatif, SD Muhammadiyah 1, DHBS, Yabis beserta Atsaqibiyah.

Ketua TSPM Bontang Pimda 068, Chayo Hadi mengatakan bahwa keberhasilan dalam pertandingan ini tidak lepas dari peran seluruh para pelatih, yang sudah membangun, mendidik, membentuk, dan memberikan arahan ke setiap atletnya.

“Alhamdulillah, Tapak Suci Bontang berhasil meraih juara umum dalam Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open. Selamat untuk adik-adik yang berhasil mendapatkan medali emas,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (1/12/2025).

Selain itu, Chayo turut menyampaikan ke atlet TSPM Bontang, bagi yang belum berhasil mendapatkan juara dalam pertandingan tersebut jangan sampai berkecil hati. Mengingat perjalanan mereka masih sangat panjang, yang dimana masih banyak event yang bisa diikuti, selain Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025 ini.

“Buat adik-adik yang belum mendapatkan juara, tetap semangat dalam latihannya. Jangan gampang menyerah. Jadikanlah pertandingan ini sebagai pengalaman diri untuk ke depannya,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tahun Ini, Disnakertrans Kutim Hadapi 95 Kasus Perselisihan Perusahaan Versus Karyawan

0
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau. (Ramlah)

SANGATTA – Hubungan industrial di Kutai Timur (Kutim) memasuki fase penuh tekanan sepanjang 2025. Lonjakan perselisihan antara perusahaan dan pekerja menempatkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim pada ujian berat, dengan 95 kasus mediasi tripartit yang harus ditangani dalam satu tahun.

Meski angka konflik meningkat, Disnakertrans mengklaim sebagian besar berhasil diselesaikan. Dari total kasus yang masuk, 83 berhasil dituntaskan di ruang mediasi, sementara 50 Anjuran dan 33 Perjanjian Bersama (PB) terbit sebagai hasil resmi penyelesaian.

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, tidak menampik bahwa dinamika tersebut menunjukkan kompleksitas hubungan industrial. Ia menyebut bahwa tidak semua kasus bisa berjalan mulus.
“Ada juga yang dicabut, dilimpahkan ke provinsi, atau dikembalikan karena tidak memenuhi syarat administrasi,” ungkapnya, Senin (1/12/2025)).

Roma menilai, banyaknya perselisihan dipicu oleh perbedaan interpretasi terhadap regulasi ketenagakerjaan, terutama setelah sejumlah aturan nasional mengalami perubahan. Kondisi ini membuat pekerja dan perusahaan seringkali berada pada posisi saling curiga.

“Kami fasilitasi semua kepentingan. Prinsipnya, hak-hak pekerja dan kepentingan banyak orang tetap menjadi prioritas,” tegas Roma, menekankan bahwa ruang komunikasi terbuka menjadi kunci utama penyelesaian.

Namun di balik pencapaian mediasi, peningkatan konflik menunjukkan bahwa stabilitas hubungan industrial Kutim masih rentan. Para pemerhati ketenagakerjaan menilai angka 95 kasus adalah tanda bahwa edukasi regulasi dan pengawasan perusahaan belum optimal. Mediasi memang efektif meredam ketegangan, namun sifatnya reaktif dan sering kali datang setelah persoalan telanjur membesar.

Disnakertrans Kutim mengakui bahwa edukasi menjadi langkah pencegahan yang terus diperkuat. Informasi mengenai aturan terbaru disampaikan melalui sosialisasi, pendampingan, dan penjelasan langsung saat mediasi berlangsung.

Meski demikian, meningkatnya frekuensi konflik memperlihatkan bahwa persoalan tak hanya berhenti pada minimnya pemahaman aturan, tetapi juga menyangkut keseimbangan relasi kuasa antara pekerja dan perusahaan.

Dengan komitmen untuk hadir sebagai penengah yang adil, Pemerintah Kutai Timur melalui Disnakertrans menegaskan bahwa mediasi tetap menjadi benteng utama mengawal keadilan dan menjaga harmoni hubungan industrial di tengah tantangan yang kian menguat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kasus HIV di Kota Bontang 2025 Capai 42 Orang, Penderita Usia Remaja Mulai Diperhatikan Serius

0
Nur Ilham, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan. (Syakurah)

BONTANG – Kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Bontang hingga akhir tahun 2025 ini tercatat sebanyak 42 orang. Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya, namun kelompok usia remaja mulai menjadi perhatian serius.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Bontang, Nur Ilham, menjelaskan bahwa dari 42 kasus baru tersebut, sebagian besar berada pada usia produktif.

“Tahun 2025, dari Januari sampai hari ini ditemukan 42 orang. Rinciannya, usia 25–49 tahun sebanyak 29 orang, usia 20–24 tahun ada 4 orang, usia 15–19 tahun 5 orang, dan usia di atas 50 tahun sebanyak 4 orang,” ujarnya, (1/12/2025).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023 ditemukan 100 kasus baru, kemudian menurun menjadi 66 kasus pada 2024, dan kembali menurun di 2025.

Berdasarkan akumulasi data sejak tahun 2016, total kasus HIV yang pernah terdeteksi di Kota Bontang mencapai 582 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 397 orang saat ini masih menjalani pengobatan

Lebih lanjut, 110 orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya merupakan pasien yang putus berobat atau telah pindah domisili.

“Data ini bersifat dinamis karena ada pasien yang meninggal, ada juga yang tidak lagi terpantau karena pindah daerah,” tambahnya.

Adapun munculnya kasus pada kelompok usia 15–19 tahun menjadi perhatian khusus. Menurutnya remaja berpotensi terpapar HIV sejak beberapa tahun sebelum terdeteksi.

“Orang yang saat ini terdiagnosis AIDS bisa jadi sudah terinfeksi HIV sejak 5 sampai 10 tahun sebelumnya. Karena itu edukasi sejak usia SMP dan SMA sangat penting,” katanya.

Ia menegaskan, edukasi kepada remaja harus difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Informasi tentang HIV/AIDS, Pencegahan NAPZA/narkoba serta Kesehatan reproduksi

Ia juga menjelaskan, bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa. Penularan hanya terjadi melalui kontak darah seperti transfusi, jarum suntik bersama, luka terbuka serta cairan sperma dan cairan vagina melalui hubungan seksual.

“HIV tidak menular lewat makan bersama, bersalaman, berpelukan, menggunakan WC bersama, bersin, maupun melalui air liur,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kejuaraan Bontang Open se-Kaltim Diikuti 650 Atlet, Tuan Rumah Raih Juara Umum

0
Kejuaraan pencak silat Bontang Open di Sport Center Loktuan. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sebanyak 650 atlet pencak silat se-Kalimantan Timur mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Bontang Open 2025 di Sport Center Loktuan. Pertandingan sukses digelar selama beberapa hari.

Ketua Panitia, Nuryanto mengatakan bahwa dalam pertandingan ini terdiri dari dua kategori, meliputi kategori usia dini dan pra remaja. Untuk atlet usia dini sebanyak 202 peserta, dari 111 putra dan 91 putri. Sedangkan dalam kategori pra remaja ada sebanyak 448 atlet, dari 240 putra dan 208 putri.

Perlu diketahui, selama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bontang berdiri belum pernah menyelenggarakan pertandingan hingga tingkat provinsi. Akan tetapi melalui Kejuaraan Bontang Open 2025, Bontang sukses menggelar pertandingan se-Kaltim.

“Berkat dukungan, support, dan dana dari Ketua IPSI Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, kami bisa menyelenggarakan kejuaraan pencak silat Bontang Open se-Kaltim,” ucap Nuryanto saat ditemui, Minggu (30/11/2025).

Nuryanto menambahkan, jika Kejuaraan Bontang Open 2025 ini berjalan dengan baik dan sukses, maka di tahun-tahun selanjutnya bakal akan ada lagi pertandingan-pertandingan lain dan kejuaraan pencak silat yang lebih besar.

“Harapannya ke depan dengan maksud dan tujuan seringnya menggelar kegiatan pertandingan, maka kami bisa melihat sampai mana pembinaan dan perkembangan para atlet Bontang. Bisa diliat hasilnya dari Kejuaraan Bontang Open ini, atlet Bontang berhasil meraih juara umum,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Realisasi Investasi Dorong Penyerapan 317 Tenaga Kerja di Bontang

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Sektor ketenagakerjaan Kota Bontang turut berimbas positif atas realisasi investasi di Kota Bontang pada Triwulan III Tahun 2025. Hal ini Berdasarkan pemaparan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspiannur mengatakan aktivitas usaha yang meningkat menunjukkan semakin bergeraknya roda ekonomi daerah.

Dijabarkan, terdapat total serapan tenaga kerja mencapai 317 orang, terdiri dari 307 tenaga kerja Indonesia dan 10 tenaga kerja asing yang berasal dari 330 proyek yang dijalankan oleh 206 pelaku usaha non-UMK yang saat ini beroperasi.

“Investasi yang berhasil direalisasikan dapat membuka peluang kerja baru, yang ujung-ujungnya akan berdampak baik pada masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, keseluruhan realisasi investasi Bontang hingga triwulan ketiga mencapai Rp 821,53 miliar, atau 75,85 persen dari target tahunan sebesar Rp 2,5 triliun. Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp 789,1 miliar (96,05%), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp 32,43 miliar (3,95%).

Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi masih menjadi motor investasi PMDN dengan porsi 93,20 persen. Sementara untuk PMA, sektor yang paling diminati adalah perumahan dan kawasan industri dengan kontribusi 68,83 persen.

Adapun kepatuhan pelaporan realisasi investasi tercatat 44,17 persen, yang kemudian para investor agar data yang dihimpun semakin akurat untuk perencanaan pembangunan ke depan.

“Kemudahan berusaha terus dikembangkan agar pelaku usaha dapat beroperasi tanpa hambatan administrasi,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Propemperda 2026 Bontang Fokus Atur Penanaman Modal, Perda Investasi Segera Disiapkan

0
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah dan DPRD Kota Bontang mulai mematangkan arah kebijakan regulasi daerah untuk tahun 2026. Salah satu fokus utama yang masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026 adalah penyusunan Peraturan Daerah tentang penanaman modal.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang yang digelar di Auditorium Tiga Dimensi, Jumat (28/11/2025), dengan agenda penyampaian laporan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terkait rencana legislasi daerah tahun depan.

Bapemperda memaparkan sejumlah rancangan regulasi inisiatif dari Pemerintah Kota Bontang, termasuk penguatan payung hukum investasi. Regulasi ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspiannur, menyampaikan bahwa penataan aturan penanaman modal menjadi prioritas dalam Propemperda 2026. Menurutnya, aktivitas investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penanaman modal mencakup seluruh kegiatan investasi, baik penanam modal dalam negeri maupun asing, yang berusaha di wilayah Republik Indonesia, termasuk di Kota Bontang. Karena itu, diperlukan payung hukum yang kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kepastian hukum menjadi faktor utama bagi investor, mulai dari proses perizinan hingga berakhirnya kegiatan usaha. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkewajiban menciptakan iklim usaha yang aman dan kondusif melalui regulasi yang sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Jaminan kepastian hukum, kepastian berusaha, dan keamanan bagi penanam modal harus diatur secara jelas melalui Peraturan Daerah,” tegasnya.

Penyusunan Perda Penanaman Modal diharapkan mampu mempercepat arus investasi, sekaligus meningkatkan daya saing Bontang sebagai kota industri dan jasa di Kalimantan Timur.

Penulis: Syakurah
Editor: Dwi S

Bontang Barat Ditetapkan sebagai Lokasi Pilot Project Si Kumbang

0
Rapat penetapan lokasi Si Kumbang. (ist)

BONTANG – DPMPTSP Kota Bontang menggelar rapat penetapan lokasi pilot project Si Kumbang Bontang, dengan menetapkan Kecamatan Bontang Barat sebagai wilayah percontohan pelaksanaan program tersebut.

SI Kumbang Bontang dihadirkan sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor, dalam mendorong penguatan ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat UMKM dan koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Selain itu, Si Kumbang Bontang turut mendukung visi Wali Kota Bontang melalui semangat “Bontang Berbenah” yang menitikberatkan pada transformasi, kolaborasi, dan inovasi menuju Bontang yang semakin maju dan sejahtera.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa dipilihnya Kecamatan Bontang Barat sebagai lokasi awal pilot project, didasarkan pada cakupan wilayah yang relatif kecil dengan tiga kelurahan, sehingga dinilai efektif untuk menjadi tahap awal penerapan program sebelum dikembangkan ke seluruh wilayah Kota Bontang secara bertahap.

“Dengan wilayah yang lebih terkontrol, implementasi program dapat dimaksimalkan sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum diperluas,” ujarnya.

Si KUMBANG adalah singkatan dari Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM. Saat ini inovasi tersebut masih dalam pengembangan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam