Beranda blog Halaman 515

Silaturahmi dan Kirim Undangan Ultah, PAMASA Samarinda Kunjungi Pakem Bontang

0
Keakraban Sedulur Magetan Bontang - Samarinda. (Darman/Radarbontang.com)

BONTANG – Dengan semangat mempererat tali silahturahmi sesama Perantau dari Magetan, Sabtu (18/10/2025), Paguyuban Magetan (Pakem) Bontang menerima kunjungan Pengurus Paguyuban Magetan Samarinda (Pamasa)

Selain tujuan utama kedatangan Pamasa untuk mempererat tali silaturahmi dan agar saling kenal, sekaligus menyampaikan undangan acara Ulang Tahun Paguyuban Magetan Samarinda ke 17 yang akan digelar pada tanggal 26 Oktober 2025 di Gedung Taman Budaya di Samarinda

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pamasa, Tekad dan rombongan disambut oleh Pengurus Pakem, Jimun (Ketua), Sugito (Ketua Harian), Suwarno (Sekretaris), Komari (Bendahara), dan para sesepuh

Dalam acara yang penuh keakraban sesepuh Pakem, Suwito dan Ketua Jimun dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatanganya, dan insyallah warga Pakem akan hadir pada acara Ultah Pamasa ke-17 pada tanggal 26 Oktober 2025 di Samarinda

Pertemuan ini digelar di Jalan Gn.Rinjani Hop 2 Komplek Perumahan PT Badak, di rumah Suwito sesepuh Pakem.

Penulis: Darman
Editor: Yusva Alam

Polisi Ungkap Identitas 15 Tahanan Kabur, 6 Sudah Tertangkap

0

SAMARINDA — Kepolisian Resor Kota Samarinda merilis foto dan identitas 15 tahanan yang kabur dari ruang sel Polsek Samarinda Kota pada Minggu (19/10/2025). Publikasi ini menjadi bagian dari upaya pencarian resmi dan disebarkan luas melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk grup WhatsApp masyarakat dan media lokal.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, penyebaran foto para tahanan bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam membantu proses pencarian.

“Kami memang menyebarkan foto-foto mereka melalui grup masyarakat, RT, hingga perangkat kelurahan. Ini bagian dari langkah resmi agar masyarakat bisa segera mengenali dan melapor bila melihat salah satu dari mereka,” ujar Hendri.

Sebanyak 15 tahanan kabur dengan cara menjebol kloset dan melubangi dinding sel menggunakan pipa serta paku jemuran yang dimodifikasi. Aksi pelarian itu terungkap setelah petugas melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan hanya separuh tahanan yang tersisa.

Dalam waktu kurang dari lima jam, enam tahanan berhasil ditangkap, termasuk satu orang yang diduga otak pelarian. Sementara sembilan lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Samarinda.

Hendri menjelaskan, foto para tahanan kini beredar luas di WhatsApp group warga, media sosial, dan jaringan RT–RW di seluruh Samarinda. Kepolisian juga sudah menugaskan Babinkamtibmas di setiap kelurahan untuk memantau informasi masyarakat yang masuk.

“Kami ingin masyarakat ikut berpartisipasi. Kalau ada orang asing atau wajah mencurigakan sesuai foto yang beredar, segera lapor ke kantor polisi terdekat,” tegasnya.

Ke-15 tahanan tersebut merupakan tersangka dari berbagai kasus berat, termasuk pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penggelapan, serta kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Untuk mengantisipasi pelarian lintas kota, kepolisian memperketat penjagaan di terminal, pelabuhan, dan Bandara APT Pranoto, serta berkoordinasi dengan Polres di Kukar, Bontang, dan Balikpapan. Satu tahanan yang mencoba melarikan diri ke Bontang berhasil diamankan berkat laporan cepat dari agen travel yang curiga terhadap gerak-geriknya.

Sementara itu, ruang tahanan Polsek Samarinda Kota kini dikosongkan dan diperbaiki, sedangkan seluruh tahanan yang tersisa telah dipindahkan ke Mapolresta Samarinda. Hendri memastikan evaluasi besar-besaran dilakukan terhadap sistem keamanan.

“Ini menjadi pembelajaran penting. Kami akan memperketat pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Urban Fest Volume 2 Berakhir Meriah, Pemkot Bontang Siapkan Festival Musik Tujuh Hari

0
Musisi asal timur, Raim Laode, tampil memukau menutup Urban Fest Volume 2 “Kreativitas Pemuda” di Stadion Bessai Berinta, Bontang. (Istimewa)

BONTANG – Suasana Halaman Parkir Stadion Bessai Berinta, Kelurahan Api-Api, Minggu malam (19/10/2025), dipenuhi sorak dan tepuk tangan. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan malam puncak penutupan Urban Fest Volume 2 bertema Kreativitas Pemuda. Kegiatan yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang bekerja sama dengan Sintesa Event Organizer ini menjadi bukti nyata semangat kreatif anak muda Bontang.

Mewakili Wali Kota Bontang, Sekretaris Daerah Aji Erlynawati hadir bersama Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Shemmy Permata Sari, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga Plt Kepala Dispopar, Dasuki. Mereka memberikan apresiasi penuh atas partisipasi generasi muda yang menjadikan Urban Fest sebagai ruang kolaborasi dan ekspresi kreatif.

Sejak dibuka pada 17 Oktober 2025, Urban Fest Volume 2 menghadirkan 150 pelaku UMKM, musisi, dan seniman muda lokal. Selama tiga hari, area stadion disulap menjadi pusat hiburan, pameran produk kreatif, kuliner, dan pertunjukan musik lintas genre.

Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam dan tamu undangan saat penutupan Urban Fest Volume 2. (Istimewa)

Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan salam dari Wali Kota Bontang sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta dan pengunjung yang menjaga ketertiban hingga akhir acara. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat ekonomi kreatif di Bontang.

“Urban Fest bukan hanya hiburan, tapi gerakan untuk membangkitkan ekonomi kreatif. Dari sinilah lahir pelaku usaha muda dan musisi yang bisa membawa nama Bontang lebih luas,” ujarnya.

Andi Faiz juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama acara berlangsung. “Mari sama-sama jaga ketertiban dan lingkungan. Pulang dengan tertib, dan tinggalkan tempat ini dalam keadaan bersih,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan rencana besar Pemerintah Kota Bontang untuk menggelar Bontang Musik Festival pada awal tahun mendatang. Festival ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari penuh dengan menghadirkan musisi dan band nasional.

“Kami ingin menghadirkan hiburan berkualitas untuk masyarakat Bontang. Pendanaannya akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan di kota ini,” tambahnya disambut tepuk tangan penonton.

Malam penutupan Urban Fest semakin semarak dengan penampilan talenta lokal, termasuk grup musik DiaNova. Sorak penonton memuncak saat penyanyi asal timur, Raim Laode, naik ke panggung membawakan lagu-lagu hits seperti Komang dan Lesung Pipi. Ribuan penonton ikut bernyanyi bersama, menutup malam dengan suasana hangat dan penuh euforia.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Kopinicus Bikin Rusuh Lagi! Barista Bontang Bertarung di Seduh Rusuh Vol. 17

0
Para peserta dan panitia Seduh Rusuh Vol. 17 berpose bersama usai kompetisi seduh kopi. Foto: Rian Suri

BONTANG – Komunitas kopi Kopinicus kembali menggelar kegiatan bulanan bertajuk Seduh Rusuh Vol. 17 pada Minggu (19/10/2025). Event yang menjadi ajang silaturahmi para penggiat kopi di Kota Bontang itu berlangsung di Café Sugar Rush Sweet and Savory, Kelurahan Api-Api.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 Wita dan diikuti oleh 21 peserta yang merupakan barista dan pecinta kopi dari berbagai kedai di Bontang. Ajang ini berlangsung dalam tiga ronde, yakni babak penyisihan, semifinal, dan final. Pada babak penyisihan, tiga peserta bertanding secara langsung. Satu juri dipilih oleh peserta pertama, sementara dua juri lainnya ditunjuk oleh peserta kedua dan ketiga.

Sementara pada babak final, sembilan juri bertugas memberikan penilaian. Setiap peserta final memilih dua juri, dan tiga juri tambahan ditentukan oleh panitia acara.

Ketua Kopinicus Diky Gunawan mengatakan, Seduh Rusuh merupakan program rutin yang diadakan setiap bulan dengan tujuan mempererat hubungan antar penggiat dan pecinta kopi di Bontang.

“Seduh Rusuh ini program bulanan dari Kopinicus untuk mempererat silaturahmi antar penggiat dan pecinta kopi. Setelah sempat vakum, ternyata antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan banyak peserta baru yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Suasana penjurian babak final Seduh Rusuh Vol. 17 di Café Sugar Rush Sweet and Savory. Foto: Rian Suri
Gilang Ramadhan (kiri) menerima trofi juara Seduh Rusuh Vol. 17 dari Ketua Kopinicus Diky Gunawan. Foto: Rian Suri

Salah satu juri di babak final, Erik Okada yang juga owner Tokio Kopi, menyebut kegiatan ini menjadi ajang positif bagi barista untuk mengasah kemampuan dan berbagi pengalaman.

“Event Kopinicus kali ini seru karena bisa melatih kemampuan barista sekaligus tempat sharing bisnis kopi. Sesuai namanya Seduh Rusuh, rusuh tapi tetap kompak dan seru,” katanya.

Dari hasil kompetisi, tiga peserta berhasil melaju ke babak final, yakni Kibo (Barista Utara), Muhammad Reja Saputra (Barista Social PTM), dan Gilang Ramadhan (Barista Social PTM).
Hasil akhir menetapkan Gilang Ramadhan sebagai pemenang setelah meraih nilai tertinggi dari sembilan juri. Ia berhak membawa pulang piala bergilir, biji kopi, aeropress, serta uang pembinaan.

“Terima kasih kepada semua peserta dan panitia Kopinicus. Seduh Rusuh ini event yang keren, semoga bisa lebih sering dilaksanakan,” ungkap Gilang usai menerima penghargaan.

Kontributor: Rian Suri
Editor: Agus S

Meriah! Kite Festival 2 PPU 2025 Resmi Ditutup di Pantai Nusantara Baru

0
Penerima trofi juara III berpose usai menerima penghargaan pada ajang Kite Festival II Kabupaten Penajam Paser Utara 2025.Foto: Istimewa

PPU – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor secara resmi menutup Kite Festival 2 Kabupaten PPU Tahun 2025 yang berlangsung meriah di Pantai Nusantara Baru, Sabtu (18/10/2025) malam.

Acara penutupan festival layang-layang tersebut dihadiri peserta dari berbagai daerah, komunitas layang-layang, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memadati area pantai. Kegiatan berlangsung penuh semangat, diwarnai penampilan atraktif dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba.

Dalam sambutannya, Mudyat menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival yang berlangsung lancar dan tertib.

“Alhamdulillah kita dapat berkumpul bersama di Pantai Nusantara Baru yang indah ini, dalam rangka Closing Ceremony Kite Festival 2 Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2025,” ujarnya.

Menurutnya, Kite Festival bukan sekadar ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana efektif untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya lokal PPU. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memperkenalkan keindahan alam Pantai Nusantara Baru kepada masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, dan sportivitas.

“Kehadiran pengunjung selama festival ini tentu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang, dan pelaku wisata lokal,” kata Mudyat. “Ini sejalan dengan semangat kita menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah,” tambahnya.

Mudyat juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, komunitas layang-layang, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia turut berterima kasih kepada masyarakat yang menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Lebih lanjut, ia berharap agar Kite Festival PPU dapat terus digelar setiap tahun dengan skala yang lebih besar dan peserta yang lebih luas, termasuk dari luar negeri. Acara penutupan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba oleh Bupati PPU dan sejumlah pihak terkait.

“Mari kita jadikan Kite Festival Penajam Paser Utara sebagai agenda wisata tahunan yang membanggakan dan mampu mengangkat citra daerah kita di tingkat nasional bahkan internasional,” harapnya.

Pewarta: Robbi
Editor: Agus S

Perbatasan Diblokade, 9 Tahanan Samarinda Masih Dalam Pengejaran

0
Kantor Polsekta Samarinda jalan Bayangkara Samarinda. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Upaya pengejaran terhadap tahanan kabur dari ruang sel Polsek Samarinda Kota terus dilakukan. Hingga Minggu (19/10/2025) malam, enam orang telah berhasil diamankan, sementara sembilan lainnya masih dalam pengejaran intensif.

Untuk mempersempit ruang gerak para pelarian, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda memperketat penjagaan di seluruh titik keluar-masuk kota, termasuk terminal bus, pelabuhan, dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. Langkah tersebut juga melibatkan koordinasi dengan Polres di wilayah sekitar, seperti Kukar, Bontang, dan Balikpapan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan koordinasi lintas wilayah dilakukan untuk menutup setiap kemungkinan para tahanan kabur ke luar daerah. “Satu dari tahanan bahkan sempat berusaha kabur ke Bontang menggunakan travel, tapi berhasil kami tangkap berkat kerja cepat anggota dan informasi dari pihak travel,” jelasnya.

Ia menambahkan, jajaran Polda Kaltim telah siaga penuh di jalur darat maupun laut, dengan personel tambahan disiagakan di pos-pos pemeriksaan kendaraan dan area transportasi publik. “Kami memastikan seluruh jalur diperketat, baik di dalam kota maupun di wilayah perbatasan. Anggota sudah kami sebar di beberapa titik strategis,” ujar Hendri.

Selain mengandalkan operasi kepolisian, penyebaran foto dan identitas tahanan yang kabur kini dilakukan secara resmi melalui kanal kepolisian dan perangkat masyarakat. Data tersebut disalurkan ke setiap RT, Babinkamtibmas, dan jaringan komunikasi warga untuk membantu proses pencarian.

“Kami mohon kerja sama masyarakat dan media untuk ikut membantu menyebarkan informasi. Bila ada orang dengan gerak-gerik mencurigakan atau menyerupai tahanan yang kabur, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” imbau Hendri.

Langkah ini, kata dia, dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Penyebaran informasi ini bersifat terbatas dan hanya untuk kepentingan pencarian. Kami memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.

Pasca insiden tersebut, seluruh tahanan yang masih berada di Polsek Samarinda Kota telah dipindahkan ke Mapolresta Samarinda. Pemindahan dilakukan karena kondisi ruang tahanan mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi pembobolan.

Ruang sel lama kini dikosongkan dan tengah dalam tahap perbaikan. Kapolresta menyebut, evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap sistem keamanan, termasuk kekuatan fisik bangunan, alat pengawasan, dan prosedur pemeriksaan berkala.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Jebol Dinding Lewat Kloset, 15 Tahanan di Samarinda Kabur

0
Petugas menunjukkan lubang di dinding ruang tahanan Polsek Samarinda Kota yang menjadi jalur pelarian 15 tahanan. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Sebanyak 15 tahanan Polsek Samarinda Kota dikabarkan kabur pada Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 14.30 Wita. Mereka melarikan diri dengan cara menjebol kloset kamar mandi dan melubangi dinding ruang tahanan menggunakan pipa dan paku jemuran yang dimodifikasi menjadi alat pembobol.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan pelarian itu terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan rutin dan mendapati hanya 15 dari total 30 tahanan yang tersisa di dalam sel.

“Kami temukan lubang berdiameter sekitar 35 hingga 40 sentimeter di belakang kloset. Dari situ mereka keluar satu per satu,” ungkap Hendri saat konferensi pers Minggu malam.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, rencana pelarian telah disusun sejak Jumat (17/10/2025). Para tahanan bekerja bergantian mengetuk dan mencokil dinding hingga tembus ke sisi belakang bangunan. Satu dari pelaku yang telah ditangkap diketahui sebagai otak pelarian dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Samarinda.

Foto-foto para tahanan yang kabur kini ramai beredar di berbagai grup WhatsApp. Polisi memastikan penyebaran tersebut merupakan bagian dari upaya resmi pencarian dan pelibatan masyarakat.

Dalam waktu kurang dari lima jam pascakejadian, enam tahanan berhasil ditangkap kembali oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Satreskrim Polresta Samarinda, dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

“Enam sudah kami amankan, termasuk dalangnya. Pengejaran terhadap sembilan tahanan lainnya masih terus dilakukan,” kata Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Novi Hari Setyawan.

Dari data kepolisian, 15 tahanan yang kabur terdiri dari 7 tersangka pencurian dengan pemberatan (curat), 3 pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 2 penggelapan, serta 3 pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Hendri menegaskan, seluruh tahanan tersebut termasuk dalam kategori kasus berat dan berpotensi membahayakan masyarakat jika tidak segera ditangkap.

Untuk mempersempit ruang gerak para pelarian, polisi memperketat pengawasan di seluruh jalur keluar-masuk Kota Samarinda, termasuk terminal bus, pelabuhan, dan Bandara APT Pranoto. Koordinasi lintas wilayah juga dilakukan dengan Polres Kukar, Bontang, dan Balikpapan.

“Satu tahanan bahkan sempat berusaha kabur ke Bontang menggunakan travel, tapi berhasil kami tangkap berkat laporan cepat dari pihak agen,” tambah Hendri.

Identitas dan foto seluruh tahanan telah disebarkan ke RT, Babinkamtibmas, dan perangkat kelurahan. Polisi juga meminta peran aktif masyarakat untuk melapor bila melihat gerak-gerik mencurigakan.

“Kami minta kerja sama warga. Bila melihat orang asing atau perilaku mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegas Kapolresta.

Sementara itu, 15 tahanan yang masih berada di Polsek Samarinda Kota dipindahkan sementara ke Mapolresta Samarinda. Ruang tahanan lama kini dikosongkan dan tengah diperbaiki karena mengalami kerusakan parah di bagian dinding belakang.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, terutama sistem keamanan dan pengawasan ruang tahanan,” pungkas Hendri.

Hingga Minggu malam pukul 21.30 Wita, sembilan tahanan masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Samarinda. Polda Kaltim juga menurunkan anjing pelacak serta menyiagakan tim khusus untuk memantau seluruh akses lintas kota.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Tembus Batas Kaltim–Mahulu, Wagub Seno Aji Pantau Langsung Progres Jalan Strategis Perbatasan

0
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama rombongan menjajal jalur perbatasan Kubar–Mahulu menggunakan motor trail. Foto: Adpimprov

MAHAKAM ULU — Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meninjau progres pembangunan jalan akses perbatasan Tering (Kutai Barat)–Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) pada Minggu (19/10/2025). Peninjauan dilakukan hingga titik STA 41 atau perbatasan antara Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Dalam kunjungannya, Wagub Seno Aji didampingi Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Ardiani, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, serta jajaran Dinas PUPR Kaltim. Ia menjelaskan bahwa dari empat segmen pekerjaan, baru sekitar 40 persen yang terealisasi. Dua segmen, yakni segmen 2 dan segmen 4, masih berjalan lambat dan akan menjadi fokus percepatan ke depan.

Seno Aji meminta Dinas PUPR Kaltim menyiapkan langkah antisipatif agar seluruh pekerjaan yang dibiayai APBD dapat diselesaikan paling lambat akhir 2025. Ia menegaskan bahwa proyek jalan strategis tersebut menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim dalam membuka konektivitas wilayah pedalaman dan perbatasan.

Ruas dari STA 41 hingga STA 140 menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui APBN. Nilai kontrak pekerjaannya mencapai sekitar Rp459 miliar dengan sistem tahun jamak (multiyears contract) hingga 2027. Melalui APBN, akan dikerjakan tiga paket besar dengan total 11 jembatan dan hasil akhir berupa aspal. Sementara untuk pekerjaan yang dibiayai APBD Kaltim, jalur dibangun menggunakan sistem rigid beton.

“Akan ada kombinasi antara aspal dan rigid. Di beberapa titik dilakukan cut fill atau pemangkasan tanjakan dengan volume besar,” ujar Seno.

Pekerja melakukan pengecoran badan jalan pada proyek akses Tering–Ujoh Bilang di Mahakam Ulu.Foto: Adpimprov

Ia menambahkan masih terdapat sekitar 13 kilometer jalan yang membutuhkan intervensi tambahan. Pemerintah provinsi berencana melakukan pekerjaan sirtu agar jalur tersebut tetap bisa difungsikan secara sementara sebelum pembangunan utama rampung. Tahun 2026, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sebesar Rp165 miliar sebelum adanya penyesuaian dana bagi hasil.

“Nanti kita lihat lagi berapa yang bisa kita manfaatkan. Target kita tahun 2027 semua ruas sepanjang 140 kilometer dari Tering sampai Ujoh Bilang bisa dilalui secara fungsional, termasuk kendaraan roda dua,” ujarnya.

Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk yang ikut dalam rombongan mengatakan, kondisi jalan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan penumpang. Namun, untuk angkutan logistik, daya dukung jalan masih terbatas.

“Untuk logistik maksimal hanya truk tiga ton. Lebih dari itu berat, tanjakannya masih terlalu tinggi, Pak Wagub,” ungkap Suhuk.

Dalam kesempatan itu, Wagub Seno juga menjajal langsung jalur perbatasan menggunakan sepeda motor trail. Ia beberapa kali berhenti untuk berbincang dengan para pekerja proyek yang sedang melakukan pengecoran dan perataan badan jalan.

Peninjauan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel bersama sejumlah anggota DPRD, serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim R. Hariadi Purwatmoko. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mempercepat penyelesaian proyek yang menjadi urat nadi penghubung antara Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

“Insyaallah, kita harapkan akhir 2027 dari titik nol sampai STA 140 sudah bisa dilalui dengan baik sehingga masyarakat Kubar dan Mahulu bisa menikmati jalan ini dengan nyaman, dan semua bisa tersenyum,” tutup Seno Aji.

Editor: Agus S
Sumber: Adpimprovkaltim

PWI Kutai Barat Raih Dua Perunggu di Porwada Kaltim 2025

0
Ketua SIWO PWI Kubar,Taufiq Hartommy,(kanan) foto bersama usai menerima mendali Perunggu pada cabor Domino Porwada III Kaltim 2025 di Kota Bontang.Minggu,(19/10/2025). Foto: Istimewa

BONTANG — Kontingen Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berhasil membawa pulang dua medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) III Kalimantan Timur 2025, yang digelar di Kota Bontang, 17–19 Oktober 2025.

Dua medali tersebut masing-masing diraih oleh Arifin, Sekretaris PWI Kutai Barat, yang menyumbang perunggu pertama melalui Cabang Olahraga Bulu Tangkis, serta Taufiq Hartommy, Ketua SIWO PWI Kubar yang akrab disapa Bung Ichal, melalui Cabang Domino.

Ketua PWI Kutai Barat, Alfian Nur, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai hasil dua perunggu itu sudah menjadi prestasi luar biasa, mengingat persiapan tim yang sangat terbatas.

“Prestasi ini sudah luar biasa. Dengan waktu latihan yang minim dan kondisi fisik yang cukup berat, teman-teman tetap bisa membawa pulang medali. Porwada berikutnya kita optimis bisa meraih lebih banyak,” ujar Alfian kepada Media Kaltim usai penutupan Porwada di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu (19/10/2025).

Alfian menambahkan, selain keterbatasan waktu latihan, jarak tempuh Kutai Barat ke Bontang yang mencapai lebih dari 10 jam perjalanan darat juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Salah satu anggota kontingen bahkan mengalami kelelahan saat tiba di lokasi, sehingga tidak dapat tampil maksimal di pertandingan awal.

“Perjalanan panjang dan faktor fisik cukup memengaruhi. Tapi semangat teman-teman luar biasa, mereka tetap tampil dengan sportif dan penuh kebanggaan mewakili Kubar,” tambahnya.

Dengan raihan dua medali perunggu ini, PWI Kutai Barat menutup keikutsertaannya di Porwada III Kaltim dengan catatan positif dan berkomitmen melakukan persiapan lebih matang untuk ajang selanjutnya.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

Bunda Literasi Kaltim Dikukuhkan, Sarifah Suraidah Harum Tegaskan Misi Generasi Emas 2045

0
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bersama Sarifah Suraidah Harum, Bunda Literasi Kaltim yang baru dikukuhkan, bersalaman dengan para Bunda Literasi kabupaten/kota. (DPK-Kaltim)

SAMARINDA — Suasana Gedung Odah Etam dipenuhi semangat baru saat Hj. Sarifah Suraidah Harum resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Timur oleh Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), Minggu (19/10/2025). Momen ini menjadi tonggak baru bagi gerakan literasi di Bumi Etam untuk melahirkan masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, dan melek digital.

Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat daerah, serta para Bunda Literasi kabupaten/kota se-Kaltim. Acara tersebut menjadi bagian dari strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim dalam memperkuat peran figur publik untuk menumbuhkan budaya membaca di semua kalangan masyarakat.

Selain Sarifah Suraidah Harum, delapan Bunda Literasi kabupaten/kota juga turut dikukuhkan, yakni Hj. Nurlena (Balikpapan), Hj. Dewi Yuliana (Penajam Paser Utara), Sinta Rosma Yenti (Paser), dr. Hj. Neni Moerniaeni (Bontang), Hj. Sri Juniarsih Mas (Berau), Maria Christina Frederick Edwin (Kutai Barat), Ir. Hj. Sitti Robiah (Kutai Timur), dan Angela Idang Belawan (Mahakam Ulu).

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa gelar Bunda Literasi bukan hanya simbol kehormatan, melainkan amanah besar untuk menanamkan kecintaan terhadap pengetahuan di era digital.

“Bunda Literasi bukan hanya mengajarkan membaca, tetapi membentuk cara berpikir dan bertindak secara cerdas. Ini bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Sarifah Suraidah Harum menegaskan komitmennya untuk menjadikan literasi sebagai gerakan kolektif yang dimulai dari rumah tangga.

“Literasi bukan sekadar membaca teks, tapi memahami makna kehidupan. Keluarga adalah pondasi utama membentuk generasi literat menuju Generasi Emas Kaltim 2045,” tuturnya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor — mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas, hingga masyarakat — agar literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin literasi hidup di setiap rumah, dari desa hingga kota,” tambahnya.

Pelaksana tugas Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, S.STP, M.Si, menyebut pelantikan Bunda Literasi merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memperkuat budaya literasi di Kalimantan Timur.

“Kehadiran Bunda Literasi adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan semangat membaca. Ini bukan hanya tugas Dinas Perpustakaan, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua TP PKK, TP Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Mahakam Ulu, memperkuat sinergi berbagai organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S