Beranda blog Halaman 515

Ribuan Kendaraan Terjaring Operasi Zebra, Pelanggaran Didominasi Pengendara di Bawah Umur

0
Pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025. (istimewa)

BONTANG – Selama pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025, tercatat 3.578 kendaraan terjaring razia hingga Sabtu (29/11/2025).

Dari jumlah tersebut, 195 pengendara harus menerima sanksi tilang akibat berbagai pelanggaran lalu lintas. Data ini disampaikan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Lantas AKP Purwo Asmadi, mengungkapkan bahwa pelanggar terbanyak berasal dari pengendara di bawah umur dengan 66 kasus.

Selain itu, pelanggaran lain yang menonjol yakni menerobos lampu merah sebanyak 35 kasus, tidak menggunakan helm 33 kasus, melawan arus 24 kasus, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi mencapai 30 kasus. Penggunaan ponsel saat berkendara juga masih ditemukan sebanyak 12 kasus.

Tak hanya melalui pemeriksaan langsung di lapangan, penindakan juga dilakukan lewat sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kamera ETLE mencatat 35 pengendara tidak memakai helm, 40 pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman, serta 28 pengendara menggunakan ponsel saat berkendara.

Ia menilai, tingginya angka pelanggaran tersebut mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sebagian besar pelanggaran sebenarnya dapat dihindari jika pengguna jalan mematuhi aturan yang berlaku.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tracer Studi Alumni, Cara BLKI Bontang Petakan Perkembangan Karier Para Lulusan

0
Kegiatan Tracer Studi Alumni di Gedung Auditorium 3D. (Ist)

BONTANG — UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang menggelar Tracer Studi Alumni di Gedung Auditorium 3D, Bontang Utara, pada Kamis (27/11). Kegiatan ini bertujuan memetakan perkembangan karier para lulusan sekaligus mengevaluasi efektivitas program pelatihan yang telah berjalan.

Kepala UPTD BLKI Bontang, Rizal Ismid, dalam laporannya menjelaskan bahwa, tracer studi merupakan agenda penting dan rutin yang dilakukan BLKI untuk memastikan lulusan memiliki daya saing yang sesuai kebutuhan industri.

Menurut Rizal, kegiatan ini melibatkan alumni dari berbagai program kejuruan yang telah diselenggarakan BLKI. Selain pendataan alumni, pihaknya juga menyediakan sesi informasi peluang kerja, peningkatan kompetensi, serta ruang diskusi interaktif yang menghadirkan masukan langsung dari para lulusan.

“Tracer studi ini menjadi jembatan komunikasi antara BLKI dengan para alumni. Data yang kami peroleh akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kurikulum, metode pelatihan, dan layanan pembinaan kerja,” jelas Rizal dalam laporannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan bahwa tracer studi adalah instrumen vital bagi pemerintah dan lembaga pelatihan, dalam mengukur relevansi pelatihan terhadap kebutuhan pasar kerja. Ia menyebut data alumni sangat menentukan arah peningkatan mutu pelatihan di Kota Bontang.

“Melalui tracer studi ini, kita bisa melihat sejauh mana alumni BLKI terserap di pasar kerja, sekaligus mengetahui kompetensi apa saja yang harus terus ditingkatkan. Pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan industri,” ujar Agus Haris.

Ditambahkan Rizal, sepanjang tahun 2025, lembaga tersebut telah melatih 672 peserta melalui berbagai program berbasis kompetensi. Dari jumlah tersebut, 52 persen telah terserap di dunia kerja.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Soni: Pelatihan Vokasi Benteng Pertahanan Ekonomi Daerah

0
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito simbolis mengalungkan kartu peserta pelatihan. (Ist)

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di tengah gempuran revolusi industri. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Vokasi Tahun 2025 yang digelar di Gedung Auditorium 3D Bontang Utara, Kamis (27/11).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bontang, Sony Suwito Adi Cahyono, hadir mewakili wali kota untuk menutup pelatihan angkatan sebelumnya sekaligus membuka kepesertaan angkatan baru.

Dalam sambutannya, Sony mengingatkan bahwa digitalisasi, otomasi, hingga persaingan global kini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh para pencari kerja.

“Perkembangan dunia usaha berlangsung sangat cepat. Jika kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan pencari kerja tidak segera dijembatani, maka angka pengangguran, terutama di kalangan muda, dapat meningkat,” tegasnya.

Sony menekankan bahwa pelatihan vokasi bukan hanya program rutin, melainkan benteng pertahanan ekonomi daerah.

Pemkot Bontang menempatkan penguatan kompetensi tenaga kerja sebagai strategi utama untuk mewujudkan kota industri modern yang kompetitif.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kian Tergerus, Dishub Kutim: “Hampir Punah, Tapi Masih Dibutuhkan Pelajar”

0
Potret Angkot di Sangatta yang terancang hilang. (Ramlah)

SANGATTA — Keberadaan angkutan kota (angkot) di Sangatta perlahan hilang dari jalan raya, terseret arus dominasi kendaraan pribadi yang semakin tak terbendung.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) tidak menampik gejala ini. Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain, menyampaikan gambaran situasi yang cukup suram.

“Angkot di sini hampir punah. Masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada angkutan umum,” katanya, menegaskan kondisi yang selama ini hanya menjadi pembicaraan di lapangan.

Ironisnya, meski jumlah armada menipis, sebagian pelajar masih menggantungkan mobilitas pada angkot. Beberapa sekolah melarang siswa membawa kendaraan pribadi, sehingga angkot tetap menjadi pilihan mereka.

Namun tanpa perbaikan layanan, peremajaan armada, atau dukungan kebijakan, keberlangsungan angkot dipertanyakan. Di sisi lain, masyarakat terus didorong membeli kendaraan pribadi melalui skema kredit yang kian mudah.

Zulkarnain menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di SPBU sebagai beban berat bagi sopir angkot. Bagi banyak pemilik armada, biaya operasional tidak lagi sebanding dengan jumlah penumpang yang terus menurun.

“BBM yang naik, antrian panjang, ditambah kendaraan pribadi makin mudah dibeli. Belum lagi hadirnya ojek online. Masyarakat akhirnya malas menggunakan angkot,” ujarnya.

Namun persoalan ini tampaknya tidak hanya sebatas BBM atau ojek online. Minimnya perhatian terhadap transportasi publik, tidak adanya insentif bagi pengusaha angkot, serta ketidakpastian kebijakan trayek menjadi faktor yang selama ini luput dari sorotan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Sangatta terancam menjadi kota tanpa transportasi publik yang memadai. Beban lalu lintas, polusi, dan ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi akan meningkat tajam.

Angkot yang dahulu menjadi simbol pergerakan masyarakat kelas pekerja dan pelajar, kini berdiri di ambang kepunahan—dan hingga kini, belum ada sinyal kuat bahwa pemerintah akan mengambil langkah korektif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Peningkatan Kapasitas Pengurus & Pengawas Koperasi

0

Upaya penguatan koperasi di Bontang terus didorong melalui peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas, sebagai bagian dari strategi memperkuat kemitraan usaha besar, UMKM, hingga Koperasi Merah Putih. Program ini diharapkan mampu mencetak SDM koperasi yang lebih adaptif dan kompeten dalam menghadapi tantangan pengelolaan usaha di era ekonomi modern.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb29nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Workshop Las Bawah Air Bakal Dibangun di Bontang

0
Kegiatan Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Vokasi Tahun 2025. (Ist)

BONTANG – Sekretaris Disnakertrans Kaltim, Aji Syahdu Gagah Citra mengungkapkan rencana besar pembangunan Workshop Las Bawah Air (Underwater Welding) di Bontang. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri kegiatan Penutupan dan Pembukaan Pelatihan Vokasi Tahun 2025 di Gedung Auditorium 3D Bontang Utara, Kamis (27/11).

Katanya, fasilitas yang diproyeksikan beroperasi pada tahun 2027 ini, akan menempatkan Bontang sebagai salah satu dari empat daerah di Indonesia, yang memiliki pusat pelatihan keahlian khusus tersebut.

“Underwater welding adalah kompetensi bernilai ekonomi tinggi, dengan peluang kerja besar di tingkat global. Ini akan menjadi salah satu keunggulan Bontang di masa depan,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ketua Dekranasda: Dukungan DKUMPP Wujud Komitmen Berikan Ruang Ekspresi bagi Pengrajin dan UMKM

0
Sambutan Ketua Dekranasda Bontang, Nur Kalbi (baju coklat) saat menyerahkan hadiah kepada pemenang Dekrnasda Bontang Award 2025. (Yusva Alam)

BONTANG – Ucapan terima kasih disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris atas dukungan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang sehingga terselenggarannya Event Dekranasda Bontang Award 2025.

Dalam sambutannya di acara pengumuman pemenang, Jumat (28/11/2025) malam tadi di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Nur Kalbi berterima kasih atas support DKUMPP Bontang. Lantaran support itu sama saja bentuk dukungan pada pengrajin dan UMKM lokal. Menurutnya, tanpa adanya dukungan maka tidak akan ada perkembangan pada pengrajin dan UMKM lokal.

“Dukungan ini wujud komitmen memberikan ruang ekspresi bagi pengrajin dan UMKM,” ujarnya.

Dikatakannya, lomba ini bukan sekedar lomba. Tapi merupakan pemicu agar para pengrajin dan UMKM lebih semangat berkarya dan berkreativitas.

Ditambahnya lagi, dengan lomba ini agar pengrajin dan UMKM lokal mampu bersaing dan punya nilai tambah. Mampu membanggakan daerah di tingkat nasional bahkan internasional.

“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum juara jangan patah semangat, teruslah berkarya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Begini Tanggapan Perwakilan Pemenang Dekranasda Bontang Award 2025 Pasca Pengumuman Juara

0
Erni Susiana dan Retno Windayanti saat menerima hadiah pemenang. (Yusva Alam)

BONTANG – Perwakilan pemenang Dekranasda Bontang Award 2025 menyampaikan tanggapannya usai diumumkan sebagai juara, Jumat (28/11/2025) malam tadi. Tanggapan itu diwakili oleh Retno Windayanti dan Erni Susiana.

Retno Windayanti merupakan pemenang lomba kategori wastra di produk inovatif. Retno menyampaikan bahwa dirinya ikut lomba ini dengan menghasilkan karya dari kerajinan ecoprint. Menurutnya ecoprint memiliki keunikan tersendiri.

Bahkan yang lebih tidak ia sangka, gurunya ia belajar ecoprint juga berhasil menang di kategori wastra produk terbaik.

“Saya ikut pelatihan, Bu Erni yang ngajar. Gak nyangka kami berdua bisa maju pemenang,” serunya.

Sementara itu Erni Susiana guru dari Retno Windayanti memenangkan produk terbaik kategori wastra. Ia juga berhasil menang dari karya kerajinan ecoprint.

“Saya senang berkereasi dengan ecoprint. Karena tidak bisa diprediksi warna yang keluar dari warna alam,” ungkapnya.

Minatnya berkecimpung di kerajinan ecoprint lantaran kerajinan ini dari bahan alami, warnanya unik, dan ramah lingkungan. Tidak seperti bahan warna yang lain, susah olah limbahnya. Eco print mudah dikelola limbahnya.

“Ke depan perkembangan ecoprint lumayan menjanjikan,” serunya menutup tanggapannya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Ini 6 Pemenang Dekranasda Bontang Award 2025

0
Penyerahan piagam dan hadiah bagi pemenang lomba Dekranasda Bontang Award 2025. (Yusva Alam)

BONTANG – Puncak acara Dekranasda Bontang Award 2025 berlangsung semarak, Jumat (28/11/2025) malam tadi di Ballroom Hotel Grand Mutiara. Event inisiasi Dekranasda dan DKUMPP Bontang ini mengumumkan 6 pemenang dari 3 kategori lomba.

Kabid Industri DKUMPP Bontang, Muhammad Ridwan dalam sambutannya menyampaikan, dalam lomba ini terdapat 32 peserta yang merupakan pengrajin dan pengusaha UMKM lokal. Dari 32 peserta itu dilakukan penilaian di tanggal 25 November oleh 3 juri.

“Terdapat 3 kategori produk lomba. Wastra, asesoris, dan daur ulang,” ujar Ridwan.

Ditambahkannya, dari masing-masing kategori akan diumumkan 2 pemenang. Produk terbaik dan produk terinovatif.

Berikut daftar pemenang Dekranasda Bontang Award 2025:

Kategori Wastra

  • Produk terbaik: Erni Susiana
  • Produk terinovatif: Retno Windayanti

Kategori Asesoris

  • Produk terbaik: Nurlina
  • Produk terinovatif: Khusnul Fatimah

Kategori Daur Ulang

  • Produk terbaik: Saprijal
  • Produk terinovatif: Reni Nuraini

Ketua Dekranasda Bontang, Nur Kalbi Agus Haris berharap dengan lomba ini dapat memicu para pengrajin dan UMKM lokal agar lebih semangat berkarya.

“Walaupun panitia hanya umumkan 6 juara, tapi bagi saya semuanya juara. Bagi yang belum juara jangan patah semangat tetap lebih baik lagi berkarya,” serunya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Semarak Event Puncak Dekranasda Bontang Award 2025

0
Suguhan hiburan fashion show batik lokal di Dekranasda Bontang Award 2025. (Yusva Alam)

BONTANG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bontang berkolaborasi dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang sukses menggelar event Dekranasda Bontang Award 2025 bertajuk ‘Karya Bontang Inspirasi Nusantara.’

Pengumuman pemenang jadi puncak acara. Terselenggara dengan sangat meriah, Jumat (28/11/2025) malam tadi di Ballroom Hotel Grand Mutiara.

Kegiatan itu dihadiri Pj Sekda Bontang, Ahmad Suharto, Ketua Dekranasda Bontang, Nur Kalbi Agus Haris, Pj Kadis DKUMPP yang diwakili Kabid Industri, Muhammad Ridwan, Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, para pengrajin dan pengusaha UMKM Bontang.

Kemeriahan acara lantaran tak hanya menampilkan pengumuman pemenang, namun juga beragam suguhan hiburan. Nyanyian, tari tradisional, hingga fashion show batik lokal yang semuanya oleh siswa siswi Bontang berprestasi di bidangnya.

Tak hanya itu, 32 produk peserta lomba juga dipajang dengan apik di jalur pintu masuk, agar tamu yang datang dapat menyaksikan langsung produk-produk kreatif nan inovatif karya pengrajin dan UMKM lokal.

Para pengusaha UMKM pun tak ketinggalan. Mereka juga menjajakan produk-produk mereka di sisi kanan area ballroom. Para pejabat dan perwakilan perusahaan yang hadir pun menyempatkan untuk melihat dan mencicipi produk lokal tersebut.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini,” seru Kabid Industri DKUMPP, Muhammad Ridwan dalam sambutannya.

Ia berharap dengan acara ini dapat meningkatkan motivasi pengrajin dan UMKM untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik, agar produk lokal mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional, serta dapat memperkuat ekosistem usaha yang berkolaborasi antara perusahaan dan UMKM.

Ketua Dekranasda Bontang, Nur Kalbi Agus Haris juga mengucapkan terima kasih dengan dukungan pemkot melalui DKUMPP karena sudah mendukung acara ini.

“Terima kasih sudah support pengrajin dekranasda. Kalau tidak disupport tidak bisa berkembang. Ini wujud komitmen kita untuk beri ruang ekspresi para pengrajin. Agar mampu bersaing dan punya nilai tambah,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam