Beranda blog Halaman 517

Kutim Gelar Job Fair Raksasa, Target Serap 20.000 Pekerja

0
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meninjau langsung stand Job Fair di Alun-Alun Bukit Pelangi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA—Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi masalah pengangguran dengan menggelar Job fair Expo Kutim 2025. Acara raksasa yang merupakan bagian dari rangkaian Pekan Raya Kutim Expo 2025 ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, Sabtu (18/10/2025).

Job fair ini diikuti oleh 15 perusahaan yang telah berkomitmen tinggi untuk merekrut dan menyerap tenaga kerja lokal. Bupati Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh masyarakat Kutim untuk memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.

Dalam sambutannya, Ardiansyah juga menyampaikan jaminan penting bagi calon pekerja. “Seluruh tenaga kerja yang terserap dipastikan akan terlindungi oleh BPJS. Kami bekerja sama dengan Perangkat Daerah (PD) terkait untuk memastikan hal ini,” ujarnya.

Pemerintah daerah pun tidak main-main dalam memastikan perusahaan memprioritaskan warga lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distransnaker) Kutim, Roma Malau, secara tegas mengingatkan bahwa rekrutmen wajib tunduk pada regulasi daerah.

“Kami sampaikan kepada perusahaan, bahwa dalam rekrutmen tenaga kerja harus mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan,” tegas Roma.

Regulasi tersebut, yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 14 Tahun 2023, secara eksplisit mewajibkan penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 80 persen di Kutim.

Job fair ini disebut Roma sebagai langkah nyata pemerintah untuk memfasilitasi penyerapan tersebut.

Data yang diungkapkan oleh Roma Malau menunjukkan tren positif. Tercatat, sebanyak 18.118 orang telah berhasil diserap oleh berbagai sektor (total 11 sektor) dalam periode Agustus 2024 hingga September 2025.

Penyelenggaraan job fair ini diharapkan dapat mendongkrak angka tersebut. “Kami menargetkan pada bulan Januari 2026 nanti, total 20.000 tenaga kerja akan terserap oleh berbagai perusahaan,” jelas Roma.

Ia menambahkan, perusahaan besar seperti PT Itacha Resources diprediksi akan menjadi penyumbang serapan tenaga kerja yang signifikan.

Meskipun demikian, Bupati Ardiansyah mengingatkan bahwa proses penerimaan tetap berada di tangan perusahaan berdasarkan kualifikasi pendaftar.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Mahfud MD Desak KPK Selidiki Dugaan Markup Proyek Kereta Cepat Whoosh

0
Mahfud MD saat mengikuti acara peluncuran buku "Mengenang Rizal Ramli, Catatan Para Sahabat", di Paramadina Graduate Studies School of Islamic Studies. (Istimewa)

JAKARTA – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menyelidiki dugaan markup proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) tanpa harus menunggu laporan resmi. Menurutnya, lembaga antirasuah memiliki kewenangan penuh untuk bertindak proaktif jika menemukan indikasi penyimpangan.

“Kalau ada hal seperti itu tidak perlu laporan. Langsung diselidiki. Nggak perlu laporan-laporan. Tidak masuk akal,” tegas Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Ia menjelaskan, isu markup itu pertama kali diketahui dari perbincangan publik antara analis kebijakan Agus Pambagio dan Managing Director PEPS, Anthony Budiawan. Mahfud menyarankan agar KPK segera memanggil Anthony untuk mengonfirmasi selisih biaya antara versi Indonesia dan China, yang disebut mencapai tiga kali lipat.

“Kalau mau menyelidiki betul, panggil Anthony Budiawan karena dia yang bilang di situ sebelum saya. Saya hanya mengutip pernyataannya,” jelas Mahfud.

Sebelumnya, KPK menanggapi pernyataan Mahfud dengan meminta agar masyarakat yang memiliki bukti atau data awal melapor melalui saluran resmi pengaduan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan setiap dugaan korupsi perlu dilengkapi data pendukung agar dapat diverifikasi.

“KPK mengimbau masyarakat yang memiliki informasi awal terkait dugaan tindak pidana korupsi agar menyampaikan aduan dengan data yang lengkap,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Mahfud sebelumnya mengungkapkan melalui kanal YouTube pribadinya bahwa terdapat selisih besar dalam biaya pembangunan proyek tersebut. “Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per kilometer mencapai 52 juta dolar AS, sementara di China hanya 17–18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” ungkapnya.

Ia menegaskan perbedaan biaya yang signifikan itu harus ditelusuri secara transparan agar publik mengetahui aliran dana yang sebenarnya. “Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. Itu harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini,” tegas Mahfud.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Cabor Jurnalistik Pupuk Kaltim Porwada 2025 Rampung, Kontingen Menanti Putusan Juri

0
Para peserta cabor jurnalistik berfoto bersama usai lomba. (Ist)

BONTANG – Pelaksanaan cabang olahraga (cabor) Jurnalistik dalam ajang Pupuk Kaltim Porwada 2025 telah usai, Sabtu 18 Oktober 2025. Sebanyak tiga nomor dipertandingkan dalam cabor ini, yaitu karya tulis, fotografi, dan videografi.

Sebanyak 38 peserta dari 9 kontingen kabupaten/kota se-Kaltim turut berpartisipasi. Mereka akan memperebutkan total 11 medali dari cabor ini.

Koordinator Cabor Jurnalistik, Yusva Alam menyebut, perlombaan diawali dengan pengarahan lokasi liputan yang sebelumnya dirahasiakan Pupuk Kaltim sebagai sponsor utama. Dalam pengarahan ini, terungkap lokasi liputan terletak di konservasi mangrove Telok Bangko.

Peserta kemudian diberi waktu sejak pukul 08.30 Wita hingga 12.00 Wita untuk melakukan liputan dan penggalian data di lokasi tersebut. Setelah ishoma, pukul 13.00 Wita peserta mulai mengerjakan hasil liputan.

“Deadlinenya bervariasi, untuk karya tulis dan fotografi maksimal hingga pukul 17.00 Wita, sementara videografi sampai pukul 20.00 Wita,” ujarnya.

Setelah seluruh karya peserta terkumpul, para juri yang sudah ditunjuk mulai melakukan proses penjurian. Direncanakan, pengumuman hasil cabor Jurnalistik dilakukan saat penutupan Pupuk Kaltim Porwada 2025, Minggu sore, 19 Oktober 2025.

Penulis/editor: Yusva Alam

PLN Nyalakan Harapan di Ujung Kutai Timur, 481 Warga Manubar Kini Nikmati Listrik 24 Jam

0
UP3 Bontang berhasil hadirkan layanan listrik 24 jam penuh bagi 481 pelanggan di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur. (Istimewa)

SANGATTA – Terang kini benar-benar hadir di ujung timur Kalimantan. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) dan UP3 Bontang resmi menghadirkan layanan listrik 24 jam penuh bagi 481 pelanggan di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur. Program ini menjangkau dua desa pesisir, Manubar dan Manubar Dalam, yang sebelumnya hanya menikmati listrik di malam hari.

Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi pembangkit isolated di Manubar Dalam sehingga mampu beroperasi sepanjang hari. Perubahan tersebut membawa dampak besar bagi warga pesisir yang kini bisa beraktivitas lebih produktif di sektor ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas upaya nyata menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil.

“Warga Manubar dan Manubar Dalam sudah lama menantikan listrik menyala penuh waktu. Terima kasih kepada PLN yang telah bekerja keras mewujudkan harapan ini. Semoga desa-desa lain di Kutai Timur segera menyusul,” ujar Ardiansyah.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk mewujudkan pemerataan energi di seluruh pelosok Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Hadirnya listrik 24 jam di Sandaran menunjukkan komitmen PLN memberikan layanan yang andal dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Kami ingin setiap warga, dari kota hingga pesisir, merasakan manfaat pembangunan kelistrikan,” ujarnya.

Chaliq menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan, terutama di wilayah pesisir dan terpencil, guna mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Listrik yang andal bukan hanya soal menyalakan lampu, tapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan kegiatan belajar, dan memperluas akses pelayanan publik,” tambahnya.

Dengan beroperasinya listrik 24 jam di dua desa tersebut, PLN UID Kaltimra menegaskan perannya sebagai penggerak pemerataan energi dan pembangunan inklusif di Kalimantan Timur. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar PLN dalam mewujudkan “Terang yang Menyatukan Negeri”, dari perkotaan hingga ke pesisir terjauh. (MK)

Editor: Agus S

Pesan Menggugah Wali Kota untuk PPPK Paruh Waktu

0

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan pesan mendalam kepada ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Momentum pelantikan ini diharapkan menjadi awal pengabdian yang penuh dedikasi untuk kemajuan Kota Bontang.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Ketika Wartawan Bertanding, Bukan Sekadar Soal Medali tapi Soal Persaudaraan

0
Saya bersama wartawan Media Kaltim Network yang menjadi peserta Porwarda dari berbagai daerah se-Kaltim usai acara pembukaan Porwada Kaltim 2025. Foto: Istimewa

Dua kali Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI Kaltim digelar di Samarinda, saya absen. Tapi kali ini berbeda. Porwada ke-3 digelar di Bontang, kota yang saya cintai. Tempat saya pernah ditugaskan oleh perusahaan untuk membangun koran daerah pada 2010 silam. Dari kota inilah banyak kisah dan jaringan jurnalistik saya tumbuh dan mengakar.

Pada Kamis (16/10), saya sebenarnya memiliki agenda sidang di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Namun, begitu tahu Porwada akan digelar di Bontang, saya sudah niatkan diri tidak meninggalkan Bontang hingga acara Porwada selesai Minggu (19/10). Urusan sidang saya percayakan kepada kolega hukum saya, H. Arief Widagdo Soetarno. Apalagi, Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, sudah berpesan sejak awal, “Pak Agus wajib hadir.” Saya tahu, itu bukan sekadar undangan, tapi panggilan hati dan bentuk kewajiban moral.

Dan benar saja, Jumat (17/10) malam, suasana Bontang terasa berbeda. Halaman rumah jabatan Wali Kota sudah dipenuhi kendaraan. Dari kejauhan, tampak rombongan wartawan dari Samarinda, Balikpapan, Kutim, Paser, PPU, Kubar, hingga Berau berdatangan dengan jaket kontingen masing-masing.

Suasananya ramai, tapi tetap akrab. Wartawan dari berbagai daerah saling menyapa dan bercengkerama seperti sahabat yang sudah lama tak bertemu. Saya pun berkesempatan menjumpai rekan-rekan lama, baik wartawan senior maupun yunior dari berbagai kabupaten dan kota. Beberapa kepala biro Media Kaltim juga tampak hadir, ikut ambil bagian dalam gelaran Porwada tahun ini.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memukul gong pembukaan Porwada Kaltim 2025 disaksikan Forkopimda dan perwakilan manajemen Pupuk Kaltim. Foto: Agus S.

Di depan panggung utama, pemandu acara mulai memanggil tiap kontingen untuk melakukan defile dengan yel-yel khas yang menyuarakan semangat dan kebanggaan tiap daerah.

Sebelum defile dimulai, acara dibuka dengan penampilan tari modern oleh penari muda Bontang. Gerakan mereka kompak, mengikuti irama musik yang berenergi. Penampilannya menghidupkan suasana, menjadi pembuka yang pas untuk malam pembukaan Porwada.

Setelah itu, satu per satu kontingen naik ke panggung. Beberapa datang mengenakan pakaian adat, sementara yang lain tampil dengan seragam olahraga khas daerahnya.

Ketika kontingen Berau tampil, suasana semakin meriah. Mereka membawa maskot berbentuk penyu berwarna hijau. Mengenakan baju kuning bermotif khas daerah dan ikat kepala berlogo lambang daerah. Bentuknya menyerupai penyu hijau, fauna khas Kabupaten Berau yang langsung menarik perhatian peserta. Maskot itu melambai ke arah peserta lain, disambut tepuk tangan dan sorakan dari berbagai kontingen.

Layar LED di belakang panggung menampilkan visual bergantian sesuai karakter tiap kontingen. Ada yang menampilkan sungai, tambang, pesisir. ada pula yang menampilkan suasana kota malam. Semua disesuaikan ciri khas daerah masing-masing dan berpadu dengan musik pengiring yang membuat suasana makin hidup.

Kontingen PWI Berau tampil membawa maskot penyu hijau mengenakan baju kuning bermotif khas daerah. Foto: Agus S.

Saat giliran PWI Bontang tampil, tepuk tangan terdengar lebih panjang. Rombongan tuan rumah tampil semangat. Wajah-wajah muda PWI Bontang tampak ceria, memperlihatkan energi baru di tubuh pers lokal.

Wali Kota Bontang, dr. Neni Moerniaeni, membuka acara dengan semangat khasnya. “Bukan soal medali, tapi rasa persaudaraan,” ucapnya lantang setelah memukul gong tanda dimulainya Porwada.

Dari sambutannya malam tadi, saya menangkap satu hal penting: olahraga hanyalah medium, tapi kebersamaan adalah tujuannya.

Neni juga mengenang Bontang di akhir 1980-an, saat dirinya masih dokter muda dan belum ada Jembatan Mahakam. Ia berbagi pandangan tentang bagaimana Bontang tumbuh menjadi kota industri jasa yang berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya kesehatan bagi wartawan yang setiap hari bergelut dengan layar dan tekanan waktu. “Sehat itu pilihan,” katanya. “Dan Porwada ini adalah cara kita memilih untuk tetap sehat dan bahagia.”

Sementara Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menyebut Porwada bukan sekadar event olahraga, melainkan “lebarannya wartawan.” Ia ingin Porwada menjadi ajang regenerasi, tempat munculnya wajah-wajah baru jurnalis muda Kaltim. “Kita ingin energi baru tumbuh di dunia pers, bukan hanya nama-nama lama yang terus terdengar,” katanya, disambut tepuk tangan panjang.

Sementara Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, melaporkan bahwa 260 wartawan dari sembilan kabupaten/kota ikut bertanding di sembilan cabang olahraga. Mulai dari catur, badminton, tenis meja, hingga lomba jurnalistik. “Kalau seminggu penuh, nanti di daerah tak ada berita,” ujarnya sambil tertawa.

Gong pembukaan Porwada akhirnya ditabuh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Forkopimda, dan perwakilan manajemen Pupuk Kaltim sebagai sponsor utama. Momen ini menandai dimulainya pekan olahraga wartawan.

Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi euforia. Lampu disorotkan ke tengah ruangan, musik DJ lokal menggema, dan para wartawan bangkit dari kursinya, menari bersama. Tak ada lagi sekat antara panitia, peserta, dan tamu. Semua larut dalam suasana hangat penuh tawa dan persaudaraan.

Ada rasa bangga melihat Bontang menjadi titik temu ratusan wartawan dari berbagai daerah di Kaltim. Porwada bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kebersamaan tumbuh di antara sesama pewarta. Malam tadi, saya melihat sendiri makna kalimat lama yang selalu relevan: pers itu pemersatu. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Bontang Tuan Rumah Porwada Kaltim ke-3, Neni: Jangan Fokus Medali tapi Jalin Kebersamaan dan Persaudaraan!

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat membuka Porwada dengan pemukulan gong. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Di tahun 2025 ini Kota Bontang terpilih sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) ke-3 se-Kalimantan Timur (Kaltim).

Pembukaan event yang kali ini bertajuk Pupuk Kaltim Porwada Kalimantan Timur, secara resmi berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Jumat (17/10/2025) malam. Dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dengan ditandai pemukulan gong.

Saat sambutannya, Neni mengatakan dirinya merasa sangat senang dan bangga, Kota Bontang menjadi tuan rumah se-Kaltim, yang dimana semua orang datang secara langsung untuk melihat sisi Kota Bontang yang sesungguhnya.

Adapun, pesan dan kesan Neni untuk para wartawan yang bakal bertanding nantinya, jangan terlalu berfokus dan berpusat pada medali. Akan tetapi sebisa mungkin sesama wartawan untuk bisa, menjalin kebersamaan dan juga rasa persaudaraan.

“Yang paling utama saya sampaikan, bukan persoalan medali. Akan tetapi rasa persaudaraan antar sesama wartawan, harus tetap saling terjalin,” ucapnya.

Porwada tahun ini diikuti sebanyak 9 kabupaten/kota, meliputi Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan juga Berau, dan Bontang.

Sebanyak 260 wartawan se-Kaltim, antusias mengikuti berbagai macam Cabang Olahraga (Cabor) seperti Catur, Atletik, Badminton, Domino, Futsal, Tenis Meja, Espost, Jurnalistik, dan Biliar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Neni Apresiasi Generasi Muda Bontang yang Ukir Prestasi Nasional

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni berdialog dengan perwakilan Duta GenRe dan BKR Be Healthy sebelum upacara PPPK Paruh Waktu di Stadion Bessai Berinta. Foto: Istimewa

BONTANG – Di sela kesibukan sebelum memimpin Upacara Pengambilan Sumpah PPPK Paruh Waktu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyempatkan diri bertemu para generasi muda berprestasi di Stadion Bessai Berinta, Kamis (16/10/2025).

Dalam suasana santai dan penuh semangat, Bunda Neni menerima Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Bontang Tahun 2024–2025 serta Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) Be Healthy dari Kelurahan Belimbing. Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Eddy Forestwanto beserta jajarannya.

Audiensi ini menjadi bentuk apresiasi atas prestasi membanggakan yang berhasil ditorehkan anak-anak muda Bontang. Muhammad Shafwan meraih Juara 1 GenRe Award 2024 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, sementara BKR Be Healthy menyabet Juara 2 Nasional sebagai kelompok BKR percontohan. Tak hanya itu, Duta GenRe Putra dan Putri Kota Bontang juga meraih Apresiasi Terbaik ke-2 Tingkat Provinsi Kaltim, memperkuat posisi Bontang sebagai kota dengan kader muda yang aktif dan kreatif.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama para Duta GenRe dan kader BKR berprestasi Kota Bontang. Foto: Istimewa

Sebagai Bunda GenRe, Neni Moerniaeni memberikan motivasi agar para duta muda tetap konsisten berkontribusi dalam pembangunan karakter remaja.

“Tetap semangat, berikan yang terbaik di setiap proses seleksi. Jadilah contoh dan penggerak bagi teman-teman sebaya, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat,” pesannya.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Muhammad Shafwan yang akan mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Pemilihan Duta GenRe Nasional 2025 di Kepulauan Riau pada 20–24 Oktober mendatang. Tak lupa, apresiasi disampaikan kepada Kelompok BKR Be Healthy yang akan menerima penghargaan sebagai Terbaik ke-2 Nasional pada ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (Adujaknas) GenRe) di Kepulauan Riau.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa anak muda Bontang memiliki potensi besar untuk bersaing dan membawa nama daerah di kancah nasional,” tutup Bunda Neni penuh bangga.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Race Laut Cup I 2025, Wali Kota Neni Gaungkan Wisata Bahari Sebagai Masa Depan Bontang

0
Para pembalap ketinting adu kecepatan. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni resmi membuka Lomba Balap Ketinting “Race Laut Cup I 2025” di perairan RT 12, Anjungan TPI II Bontang Kuala, Jumat (17/10/2025). Ajang yang diikuti 60 peserta ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-26 Kota Bontang.

Acara turut dihadiri perwakilan Dandim 0908/BTG, Kapolres Bontang, Camat Bontang Utara, Ketua Panitia Sukardi, serta tokoh masyarakat. Suasana semakin meriah dengan kehadiran sejumlah artis FTV yang ikut mempromosikan potensi wisata pesisir Kota Taman.

Dalam sambutannya, Bunda Neni menegaskan bahwa Bontang perlu bertransformasi menjadi kota industri jasa yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menekankan bahwa Bontang bukan kota kaya sumber daya alam, melainkan daerah pengolah yang harus cerdas mengelola potensi yang ada.

“Bontang ini bukan kota kaya sumber daya alam. Yang kaya itu tetangga kita. Bontang hidup dari kemampuan mengolah, bukan menggali,” ujar Neni.

Menurutnya, ketergantungan pada sektor migas harus diimbangi dengan pengembangan industri hilir dan pariwisata. Ia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Bontang tanpa migas yang mencapai 9,8 persen, melampaui target nasional 2045 sebesar 8 persen.

“Kalau disandingkan dengan migas, pertumbuhan ekonomi kita minus 0,2. Tapi tanpa migas, justru naik 9,8 persen. Ini bukti bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif punya potensi besar,” jelasnya.

Bunda Neni juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan laut melalui program GESIT (Gerakan Sampahku, Tanggung Jawabku) serta menghentikan praktik merusak seperti pengeboman ikan.

“Kita butuh alam, alam tidak butuh kita. Mari jaga laut dari sampah dan bahan peledak. Setuju ya?” serunya yang disambut antusias warga.

Ia menegaskan, kebersihan dan keamanan lingkungan menjadi kunci menjadikan Bontang sebagai kota wisata bahari unggulan dan kota terbersih di Indonesia.

Race Laut Cup I 2025 akan berlangsung hingga 19 Oktober, diikuti peserta dari Bontang, Berau, Kutai Timur, dan Kutai Barat. Kelas yang dilombakan antara lain Jarum-Jarum 250cc, Piston 74 All Merk, Dompeng Underbone 24 PK, Lunas Underbone 500cc, Lunas Standar, dan Perahu Nelayan.

Ajang ini menjadi simbol harmonisasi antara manusia dan alam—serta semangat warga pesisir untuk menjaga laut sambil mengangkat potensi bahari Bontang ke panggung nasional.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Agus Haris Buka Creative Night Market: Kolaborasi Anak Muda dan UMKM Jadi Motor Kreatif Bontang

0
Penampilan tari daerah membuka rangkaian acara Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival” di Halaman Gedung Pasraman Widya Buana, Bontang Baru. (Istimewa)

BONTANG – Suasana Halaman Gedung Pasraman Widya Buana di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru, tampak semarak pada Jumat malam (17/10/2025). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival” yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama Gerakan Pemuda Ekonomi Kreatif (Geprek).

Festival yang berlangsung dua hari, 17–18 Oktober 2025, menampilkan berbagai seni pertunjukan dari paguyuban dan komunitas kreatif di Kota Bontang. Acara pembukaan dihadiri Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Shemmy Permata Sari, Ketua TP PKK/Dekranasda Kota Bontang Nur Kalbi Agus Haris, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Rapida, Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Doddy Rosdian, serta para pelaku UMKM dan seniman lokal.

Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota karena agenda lain yang bersamaan, sembari membawa salam dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bontang untuk para pelaku kegiatan.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, kami menyampaikan apresiasi kepada panitia, DPRD, serta komunitas Geprek yang berkolaborasi dengan berbagai paguyuban seni dan UMKM. Kegiatan seperti ini menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi antara seni pertunjukan, budaya, dan ekonomi kreatif,” ujar Agus Haris.

Ia menegaskan, Creative Night Market merupakan contoh nyata bagaimana kegiatan kreatif mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah. “Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti ini sebagai bagian dari pembangunan non-fisik. Mari kita perkuat sinergi antara pemerintah, komunitas, pengusaha, dan masyarakat untuk membangun Bontang yang kreatif dan berdaya saing,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, jajaran pejabat daerah, dan komunitas kreatif saat pembukaan Creative Night Market “Cut Nyak Dien Performing Arts Festival”. (Istimewa)

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, dalam sambutannya turut memberikan apresiasi kepada komunitas Geprek atas inisiatif dan semangat anak muda yang berhasil menghidupkan kembali geliat ekonomi kreatif di Bontang.

“Kami mengapresiasi langkah anak muda melalui Geprek yang berhasil menghidupkan semangat ekonomi kreatif. DPRD berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini agar bisa menjadi agenda rutin, bahkan kalau bisa dua kali sebulan, bukan hanya tiga hari,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran UMKM dan ekonomi kreatif di tengah tantangan ekonomi global. “Ekonomi kreatif dan UMKM adalah tulang punggung daya tahan ekonomi kita. Mari kita terus berinovasi dan menjaga semangat kebersamaan lintas suku dan budaya,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Andi Faiz menyampaikan pesan moral agar kegiatan ekonomi kreatif juga disertai gerakan budaya kebersihan di Kota Bontang. “Kami ingin meninggalkan warisan positif berupa karakter masyarakat yang kreatif, bersih, dan berbudaya. DPRD mendukung penuh keberlanjutan kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Ekonomi Kreatif Dispopar Kota Bontang, Doddy Rosdian, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Bontang dengan melibatkan 30 paguyuban dan 69 pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner, kriya, dan seni budaya.

“Ini bentuk nyata kolaborasi lintas sektor untuk menggerakkan perekonomian lokal,” jelas Doddy. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Bali dan Pokdarwis Kelurahan Bontang Baru atas dukungan lokasi kegiatan, serta kepada Komunitas Geprek atas dedikasi dan semangatnya dalam mendorong gerakan kreatif di kota ini.

Seremoni pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, dilanjutkan dengan peninjauan stand UMKM dan seni yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S