Beranda blog Halaman 524

Alarm HIV/AIDS Kutim: Wabup Kutim Bertindak, Tutup Karaoke ‘Esek-Esek’

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Pemerintah Kutai Timur (Kutim) membunyikan alarm bahaya terhadap peningkatan kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di daerah. Menindaklanjuti kondisi ini, Pemkab melalui Wakil Bupati Mahyunadi, menegaskan akan bertindak tegas dengan menutup paksa tempat hiburan yang terbukti menjadi kedok praktik prostitusi.

Wabup Mahyunadi mengungkapkan bahwa operasi pemantauan di lapangan kembali menemukan adanya aktivitas ilegal yang menyamar di balik fasilitas umum. Tempat karaoke dan warung remang-remang disinyalir menjadi sarana prostitusi terselubung yang berpotensi besar memicu penularan HIV/AIDS.

“Kami sudah turun ke lapangan dan masih menemukan adanya warung remang-remang. Dulu, tempat prostitusi pernah dibubarkan, kini beroperasi lagi dengan kedok tempat karaoke ‘esek-esek’. Hal seperti ini akan kami tinjau dan tindak tegas tanpa pandang bulu jika terbukti,” ujar Mahyunadi, usai audiensi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutai Timur, Selasa (14/10/2025).

Mahyunadi menilai, praktik prostitusi terselubung merupakan faktor pemicu utama penyebaran HIV/AIDS. Ia menekankan bahwa penanggulangan wabah ini membutuhkan lebih dari sekadar penyuluhan, tetapi juga tindakan nyata di lapangan, termasuk penegakan aturan terhadap penyalahgunaan izin tempat hiburan.

Mantan Ketua DPRD Kutim ini menambahkan, langkah tegas ini adalah upaya preventif demi menyelamatkan masa depan generasi.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dengan tujuan mencapai target nol (zero) kasus HIV/AIDS di Kutai Timur.

Ia mengapresiasi KPAD Kutim yang dinilai telah bekerja efektif dalam edukasi dan deteksi dini.

Mahyunadi menyebutkan bahwa KPAD telah berhasil memetakan sekitar 90 persen kasus di daerah. Karena sebagian besar penularan terjadi secara tersembunyi, penanganan dilakukan dengan pendekatan personal dan sangat menjaga kerahasiaan identitas pasien dan petugas.

“Kami turun langsung ke lapangan, tapi tidak diketahui. Kami juga merahasiakan siapa saja petugas kami, karena ini menyangkut privasi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Begini Awal Mula SCTV Tertarik Syuting Film di Bontang

0
Ilustrasi. (MetaAI)

BONTANG – Keinginan stasiun televisi nasional, SCTV membuat film FTV di Bontang, serta menggunakan sebagian pemeran dari warga lokal membuat bangga masyarakat Kota Taman.

Kabid Ekonomi Kreatif Dispoparekraf Bontang, Doddy Rosdian pun membeberkan awal mula ketertarikan SCTV untuk melirik Bontang sebagai lokasi syuting.

Doddy menjelaskan, kerja sama dengan SCTV berawal dari inisiatif Dispoparekraf Bontang yang ingin menghadirkan industri film nasional ke luar kota besar. Keinginan tersebut direspon positif dari pihak stasiun televisi. Sehingga membuat proyek ini cepat terealisasi.

“Awalnya kami hanya menawarkan ide, ternyata mereka tertarik setelah melihat potensi Bontang,” katanya.

Meski waktu persiapan terbilang singkat, sekitar satu bulan, dukungan dari Pemkot Bontang, perusahaan besar, serta komunitas lokal membuat pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar.

Hasil produksi film akan diumumkan ke masyarakat setelah jadwal tayang ditentukan pihak SCTV. Doddy menyebut, bila proyek perdana ini berjalan sukses, SCTV berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan memproduksi hingga enam judul film FTV di Bontang dalam setahun.

“Ini peluang besar untuk memperkenalkan Bontang secara nasional. Kami berharap semua pihak dapat mendukung penuh agar kegiatan ini sukses,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dispoparekraf Kolaborasi dengan SCTV Garap 3 Judul Film FTV

0
Kabid Ekonomi Kreatif Dispoparekraf Bontang, Doddy Rosdian. (Syakurah)

BONTANG – Stasiun televisi nasional, SCTV bersama Dispoparekraf Bontang rencananya akan membuat 3 judul film FTV. Hal itu dibeberkan Kabid Ekonomi Kreatif Dispoparekraf Bontang, Doddy Rosdian.

Ia menjelaskan, ada tiga judul film yang akan diproduksi selama 15 hari. Tema umumnya mengangkat kehidupan anak muda, potensi wisata bahari, serta aktivitas olahraga di Bontang.

“Jadwal produksi sudah ditetapkan pihak SCTV. Syuting dijadwalkan berlangsung pada 15–30 Oktober mendatang,” ujar Doddy.

Karena jadwal syuting sudah ditetapkan dan tidak bisa mundur, maka waktu seleksi pemeran pun juga terbatas waktu. Proses casting untuk pembuatan film televisi (FTV) oleh SCTV di Kota Bontang telah resmi ditutup pada 12 Oktober 2025.

Dari hasil seleksi itu, tim produksi menargetkan sekitar 12 hingga 16 pemeran dari berbagai kategori usia, antara 17 hingga 50 tahun.

Hasil produksi film akan diumumkan ke masyarakat setelah jadwal tayang ditentukan pihak SCTV. Doddy menyebut, bila proyek perdana ini berjalan sukses, SCTV berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan memproduksi hingga enam judul film FTV di Bontang dalam setahun.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SIGAP: Senjata Digital Kutim Lawan Koperasi ‘Bodong’

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat membuka sosialisasi sistem SIGAP. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) meluncurkan inisiatif digital revolusioner, Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP), sebagai upaya memerangi praktik koperasi yang tidak transparan atau ‘bodong’ serta membangun kembali kepercayaan publik.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan peluncuran SIGAP adalah langkah konkret untuk meninggalkan stigma buruk koperasi di masa lalu.

“Kita harus hadirkan koperasi sebagai lembaga yang dipercaya, terbuka, dan benar-benar berpihak pada anggota,” ujar Mahyunadi saat membuka sosialisasi sistem di Kantor Bupati, Selasa (14/10/2025).

Ia menekankan bahwa SIGAP bukan sekadar sistem, tetapi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola koperasi yang jujur dan berbasis data.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, melalui Kabid Kelembagaan dan Pengawasan, Firman Wahyudi, menjelaskan bahwa SIGAP dirancang untuk memudahkan masyarakat dan pemerintah melakukan pengawasan.

“SIGAP mengubah sistem pelaporan yang sebelumnya manual dan menyulitkan menjadi digital, efisien, dan terbuka. Ini adalah fitur vital untuk deteksi dini dan sangat memudahkan pengawasan serta pembinaan,” kata Firman.

Masyarakat kini dapat mengakses platform ini untuk memeriksa legalitas, memantau laporan keuangan, dan memastikan keterbukaan informasi sebelum memutuskan menjadi anggota.

Efektivitas SIGAP terlihat dari dampaknya pada kesehatan koperasi di Kutim. Sebelum implementasi sistem digital ini, hanya tercatat 47 koperasi yang berstatus sehat. Kini, berkat transparansi dan kemudahan pengawasan, sistem berhasil mendata lonjakan signifikan, yaitu 500 koperasi sehat yang aktif beroperasi.

Selain penguatan sistem, Mahyunadi juga mendorong koperasi untuk terus berinovasi dan memperkuat permodalan. Ia meminta dinas terkait menjalin kerja sama strategis dengan Bankaltimtara, BPR, dan Bappenda untuk memperluas akses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.

Abdullah Hanif dari Dinas Koperasi Provinsi Kaltim turut mengingatkan bahwa kegagalan koperasi seringkali disebabkan strategi usaha yang tidak realistis dan lemahnya manajemen internal. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 agar koperasi tidak disalahgunakan.

Dengan SIGAP, Kutim telah membuktikan keseriusannya, yang juga didukung predikat sebagai Pembina Koperasi Terbaik se-Kaltim selama dua tahun berturut-turut. Koperasi di Kutim kini siap bertransformasi menjadi pilar ekonomi lokal yang sehat dan berdaya saing di era digital.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Waspada DBD! Bila Alami Gejala Ini Harus Segera Periksa

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Terdapat beberapa gejala yang harus diperhatikan bagi penderita DBD, seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri dan sakit seluruh badan, mual dan muntah, serta muncul ruam.

“Umumnya untuk DBD banyak terjadi di negara tropis, salah satu ya seperti di Indonesia. Bila kita sudah mengalami tanda dan gejala tersebut, bisa langsung pergi periksa di fasilitas pelayanan kesehatan,” ucap Kepala Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Taman Husada, Sunarti.A.Md.Keb.SKM.

Sebab dengan bila demam masih berlangsung sampai durasi 7 hari, ini sudah masuk dalam kategori bahaya. Trombosit yang mengalami penurunan pun bisa menjadi perdarahan, dan juga akan timbul bercak pada badan.

“Intinya obat DBD yang paling utama adalah minum. Harus sebisa mungkin banyak mengkonsumsi air putih, walaupun itu sangat susah bila kita sudah mengalami gejala DBD,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

MTQ ke-18 Tingkat Kota Bontang Akan Digelar 24 Oktober 2025

0
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bontang, Dasuki. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Bontang segera berlangsung. Kegiatan pembukaan dijadwalkan pada 24 Oktober 2025, sementara pelantikan Dewan Hakim akan dilaksanakan sehari sebelumnya, 23 Oktober malam.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bontang, Dasuki.

“Kita menyesuaikan dengan agenda yang sudah ada. Insyaallah pelantikan Dewan Hakim dilakukan 23 malam, dan pembukaan MTQ pada 24 Oktober di lapangan utama,” jelas Dasuki, Senin (13/10/2025).

Rangkaian lomba akan berlangsung di beberapa lokasi berbeda, yakni Auditorium 3D Center, Pendopo, Gedung MTQ, Gedung MUI, serta SLB.

Dasuki menambahkan, pelaksanaan MTQ tahun ini juga bertepatan dengan agenda Bontang City Carnival (BCC) pada 24–25 Oktober. Namun, pihaknya memastikan kedua kegiatan tersebut tetap dapat berjalan berdampingan.

“Yang penting pembukaannya tidak berbarengan dengan BCC. Setelah itu, kegiatan bisa berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Ia menyebutkan MTQ ke 18 tingkat Kota Bontang diharapkan menjadi ajang memperkuat syiar Islam serta mendorong lahirnya generasi muda Qur’ani yang berprestasi.

“Insyaallah tidak ada kendala, meskipun sedang banyaknya kegiatan di Kota Bontang,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tanggapan Satpol PP Terkait Temuan Botol Miras di Trotoar Jalan Ahmad Yani

0
Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani. (Ist)

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang menyikapi temuan botol miras di trotoar Jalan Ahmad Yani, dengan tetap rutin melakukan patroli pengawasan ketertiban umum baik siang maupun malam hari.

“Patroli tetap jalan, siang dan malam. Kami biasanya berkeliling mulai pukul 10 malam sampai pukul 2 dini hari,” ujar Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, Selasa (14/10/2026).

Menurutnya, kegiatan patroli tersebut melibatkan tim terpadu yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Dinas Perhubungan, aparat kecamatan dan kelurahan, serta unsur masyarakat seperti Linmas dan Karang Taruna.

“Kalau patroli, kami berangkat sesuai surat perintah. Ada tim terpadu yang menangani berbagai bidang, termasuk penertiban pedagang kaki lima dan juga pengawasan ketertiban di jalan,” jelasnya.

Ahmad Yani menyebut pihaknya terus melakukan pengawasan berkala. Namun, ia berharap peran aktif dari pihak kelurahan dan RT untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan.

“Makanya kami sependapat dengan Pak Lurah, perlu menelusuri lebih dulu. Pos ronda juga sebaiknya diaktifkan kembali, sesuai instruksi dari Mendagri,” ujarnya.

Ahmad Yani pun menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan untuk memastikan patroli berjalan efektif, “Setiap kegiatan kami libatkan kelurahan dan kecamatan. Semuanya jalan sesuai aturan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Warga Temukan Botol Miras di Trotoar Jalan Ahmad Yani

0
Ilustrasi. (istimewa)

BONTANG – Lurah Api-Api, Hadha Sulistiyono membenarkan adanya temuan botol miras di trotoar Jalan Ahmad Yani atau tepatnya di dekat Cafe Malaya.

Pihak kelurahan sudah turun langsung menindaklanjuti laporan tersebut bersama Kasi Trantib dan Bhabinkamtibmas.

“Semalam kami langsung turun dan koordinasi dengan pihak Cafe Malaya. Dari hasil pengecekan CCTV, terlihat beberapa oknum berkumpul di sekitar situ sekitar pukul dua dini hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya kini terus berkoordinasi dengan pengelola cafe serta aparat keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami masih terus berkoordinasi dengan pihak Malaya dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur,” tambah Hadha.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pencuri Motor Beraksi di Gang Permadi, Yamaha Gear Diparkir Samping Rumah Jadi Korban

0
Tersangka beserta barang bukti berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Seorang pemuda berinisial FJ (25) menjadi pelaku pencurian sepeda motor Yamaha Gear, Senin (13/10/2025), sekitar pukul 22.30 Wita.

Unit Reskrim Polsek Bontang Utara bersama Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang, dan Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya.

Sebelumnya, Rabu (10/10/2025) kemarin, di sekitaran pukul 00.30 Wita, adik pelapor sedang memarkirkan motornya di samping rumah yang berada di Jalan DI Panjaitan, Gang Permadi, RT.26, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara.

Tak berselang lama kemudian, tepat di kemudian harinya pukul 13.30 Wita, pelapor menyuruh anaknya membuang sampah keluar, akan tetapi bersamaan dengan motor tersebut sudah tak ada di tempat semula.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 17 juta. Maka korban langsung melaporkan hal ini ke pihak kepolisian,” ucap Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah Putranto.

Adanya laporan yang masuk, petugas langsung bergerak dengan cepat untuk bisa menangkap pelaku tindak pidana pencurian (curanmor) yang terjadi di wilayah Bontang.

“Untuk pelaku sudah kami amankan di Mako Polres Bontang, beserta dengan barang bukti sepeda motor Yamaha Gear dengan nomor polisi KT 6928 QE berwarna biru,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kunci Masih Tertancap, Selesai Salat Motor Raib Digondol Maling

0
Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan berhasil mengamankan pelaku pencurian motor. (Ist).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan bersama tim gabungan berhasil mengamankan seorang pria berinisial He (24), lantaran telah mencuri sepeda motor di Jalan Ir. H. Juanda, No.04, RT.37, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang selatan.

Penangkapan berlangsung tepat di Senin (13/10/2025), sekitar pukul 01.00 Wita, yang berlokasi di Jalan Pelabuhan, RT.10, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kota Bontang.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kapolsek Bontang Selatan, AKP M. Rakib Rais mengatakan, sebelum terjadinya pencurian pada motor tersebut, pelapor memarkirkan motornya di depan salon sekaligus rumahnya.

Kemudian pelapor menggantungkan kunci motornya, dan tak berselang lama kemudian sekitar pukul 19.45 Wita ketika pelapor selesai shalat dan ingin menggunakan motor tersebut, pelapor kaget jika motor yang diparkirnya tadi telah hilang.

“Dalam kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta, maka pelapor langsung melaporkan kejadian tersebut ke kami,” ucapnya.

Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan beserta tim gabungan langsung bergerak melakukan penyelidikan, dan juga penangkapan pada pelaku.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan meliputi satu unit motor Honda Beat dengan nomor polisi KT 4094 QR berwarna biru, dan satu kunci sepeda motor.

“Pelaku telah berhasil kami tangkap. Pelaku ini merupakan residivis tindak pidana pencurian, untuk saat ini telah berada di Mako Polsek Bontang Selatan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam