Beranda blog Halaman 523

Tingkatkan Keamanan, RSUD Akan Terapkan Parkir Berbayar

0
Tempat parkir sepeda motor di kawasan RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang berencana akan menerapkan parkiran berbayar untuk para pengunjung. Hal ini dilakukan sebagai peningkatan dalam pelayanan keamanan di kawasan Rumah Sakit (RS).

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani menyampaikan, untuk pengelolaan retribusi parkir berbayar pihaknya masih mengkaji payung hukum dan segala macamnya.

Sebab, perencanaan untuk parkir berbayar ini sempat menjadi sorotan dan pro kontra antara masyarakat sekitar, dimana selain masyarakat mengeluhkan perjalanan menuju RSUD yang jauh, adapun untuk parkir juga harus dikenakan biaya.

“Untuk perencanaan menetapkan tarif berbayar belum tau mulai kapan, kami masih mempersiapkan segala sesuatunya seperti payung hukumnya. Kita juga akan meminta pendapat ke stakeholder di tiap OPD, bahkan ke legislatif,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).

Selain nantinya dari pihak RSUD meminta pendapat ke stakeholder yang ada, pihaknya juga akan berupaya mengkonfirmasi ke Bappenda terkait dengan parkir berbayar tersebut.

“Pelan-pelan kita atur, dan juga memberikan pengertian secara langsung ke masyarakat terkait hal ini. Sebab, kami mengutamakan pelayanan yang nyaman dan aman bagi seluruh pengunjung yang ada,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Taman Husada Masih Butuh Tambahan Lahan Parkir Mobil

0
Tempat parkir mobil sementara di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang masih membutuhkan tambahan lahan parkir, khususnya parkir mobil. Lantaran di hari-hari saat pasien membludak para pemilik roda 4 kesulitan memarkirkan kendaraannya.

Mengatasi kondisi itu, sementara ini pihak RSUD menggunakan jalan keluar rumah sakit untuk dijadikan tempat parkir.

“Jadi kalau ada mobil yang parkir di pinggir jalan keluar, atau sebagainya yang masih di kawasan RSUD, itu bukan parkir sembarangan, melainkan kami arahkan untuk parkir di sana. Sebab lahan parkir yang terbatas,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani, Rabu (15/10/2025).

Dikatakannya, saat ini lahan parkir yang baru saja disediakan RSUD adalah parkiran sepeda motor, yang kapasitasnya lebih luas. Sementara itu, lahan parkir untuk mobil masih menggunakan tempat parkir yang lama di bagian belakang gedung A.

“Iya tempat parkir kami untuk mobil belum sepenuhnya memadai, tetapi kita berupaya untuk pengendara mobil tidak memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat, apalagi sampai menghalang jalan. Terpenting mereka masih parkir di pinggir jalan, di wilayah RSUD,” tutupnya. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Aji Erlynawati Bersiap Pensiun, Ahmad Suharto Pengganti Sementara

0
Sekda Bontang, Aji Erlynawati. (Ist)

BONTANG — Awal November 2025 mendatang, Sekda Bontang, Aji Erlynawati bakal pensiun sebagai ASN. Lalu siapa penggantinya?

Walaupun proses seleksi Sekda definitif belum juga dibuka, namun, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan tak ada kekosongan jabatan. Ia menyebut telah menunjuk pelaksana jabatan (Pj) Sekda untuk mengisi posisi tersebut sementara waktu.

“Nanti Pak Harto yang kami tunjuk sebagai Pj Sekda. Jadi, ketika Bu Sekda pensiun, otomatis beliau langsung mengisi jabatan itu. Ia akan menjabat sampai Sekda definitif terpilih,” ujar Neni, Selasa (14/10/2025).

Yang dimaksud Neni adalah Ahmad Suharto, Asisten Administrasi Umum Setda Bontang. Ia akan menjadi nahkoda sementara birokrasi di Balai Kota hingga pejabat definitif dilantik.

Saat disinggung mengenai jadwal lelang jabatan Sekda, Neni memilih irit bicara.
“Kan ada seleksinya. Nanti aja dilihat. Enggak usah buru-buru,” ucapnya singkat.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Beasiswa UKT Gratis: 10 Mahasiswa Dibiayai hingga Lulus, 734 Dapat Rp 10 Juta per Tahun

0
Peluncuran program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Bontang Barat, Selasa (14/10) malam tadi. (ist)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meluncurkan program beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Bontang Barat, Selasa (14/10) malam tadi. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut program ini menjadi kado bagi warga Bontang di ulang tahun kota yang ke-26 tahun.

Dalam sambutannya, Neni membeberkan bahwa program beasiswa ini terdiri atas beberapa kategori. Sebanyak 10 penerima beasiswa tuntas akan dibiayai hingga lulus, terdiri dari 5 mahasiswa program S1 kedokteran, 2 mahasiswa sarjana tafsir, dan 3 mahasiswa tahfiz.

Selain itu, 734 mahasiswa akan menerima beasiswa UKT dengan nilai Rp10 juta per tahun. Bantuan tersebut digunakan untuk pembayaran UKT selama dua semester.
Tak hanya itu, Pemkot juga menyiapkan beasiswa stimulan luar daerah bagi 1.123 mahasiswa, yang akan diseleksi berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.

“Di usia ke-26 ini, sudah semestinya Pemkot Bontang berbenah dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM. Investasi pendidikan adalah pondasi awal menuju kesejahteraan masyarakat,” ucap Neni mengutip dari laman PPIDPemkotBontang.

Neni berharap, program ini mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda Bontang. “Harapan kami, anak-anak Bontang bisa kuliah tanpa beban biaya. Karena masa depan kota ini bergantung pada kualitas sumber daya manusianya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Loktuan Juara Umum MTQH ke-19 Bontang Utara

0
Wawali Agus Haris menyerahkan piala bergilir kepada Lurah Loktuan Supriadi. (ist)

BONTANG — Kelurahan Loktuan berhasil keluar sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XIX tingkat Kecamatan Bontang Utara, yang resmi ditutup, Selasa (14/10) malam kemarin. Prestasi ini membuat Loktuan berhak membawa pulang piala bergilir MTQH Kecamatan Bontang Utara.

Wawali Agus Haris menyerahkan langsung piala bergilir kepada Lurah Loktuan Supriadi, sekaligus menutup gelaran yang berlangsung sejak 9 Oktober itu di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Bontang.

Wawali dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia pelaksana. “Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang. Semoga semangat dan nilai-nilai Qurani yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Agus Haris.

Sebanyak 229 peserta dari enam kelurahan ikut ambil bagian dalam berbagai cabang lomba, mulai dari tingkat anak-anak, remaja, hingga dewasa. Cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tahfiz, tafsir, serta berbagai seni baca Al-Qur’an lainnya.

Menariknya, dalam MTQH ke-19 kali ini juga digelar lomba qasidah rebana, yang menambah semarak dan nuansa syiar Islam selama pelaksanaan kegiatan.

Dengan mengusung tema ‘Menghidupkan Nilai-Nilai Qurani dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk semakin mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.’

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringatan HUT ke-26 Kota Bontang, Neni Sebut Pembangunan Bontang Jadi Tantangan di Tengah Pemangkasan Dana ke Daerah

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam upacara peringatan HUT ke-26 Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Bessai Berinta Lang-lang, Rabu (15/10/2025).

Acara tersebut diawali dengan pembacaan sejarah singkat Kota Bontang, dan upacara penaikan bendera merah putih. Adapun pemilihan tema peringatan HUT kota pada tahun ini yaitu: “Bersatu Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera”.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni selaku inspektur upacara menyampaikan indikator makro pembangunan Kota Bontang menunjukkan progres positif di berbagai aspek. Berdasarkan data tahun 2024, indeks pembangunan manusia (ipm) Kota Bontang mencapai 82,49, jauh di atas rata-rata provinsi Kalimantan Timur (78,79) dan nasional (75,02).

“Di sisi lain, tingkat kemiskinan Kota Bontang terus menurun secara konsisten, dari 4,67% pada tahun 2018 menjadi 3,21% pada semester i tahun 2025,” pungkasnya.

Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren yang positif, meskipun pada tahun 2024 mengalami kontraksi sebesar -2,51%. namun, secara kuartalan pertumbuhan ekonomi konsisten meningkat yaitu 1,67% pada q1 dan 4,89% pada q2 tahun 2025.

“Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Kota Bontang mulai pulih dan bergerak menuju tren positif,” tuturnya.

Neni juga menyebutkan, Pemerintah Kota Bontang sepanjang tahun 2025 berhasil mendapatkan 12 penghargaan provinsi maupun nasional.

Selain itu ia menjelaskan, bahwa penyesuaian kebijakan fiskal nasional menjadi tantangan, lantaran adanya pengurangan dana transfer ke daerah.

“Meskipun APBD Kota Bontang tahun 2026 diproyeksi mengalami kontraksi, Pemerintah Kota Bontang akan terus senantiasa menjaga komitmen terhadap program prioritas daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tahun Depan, Pemkot Gelar Turnamen Galatua U-51 dan Wali Kota Cup antar Kelurahan

0
Turnamen galatua U-50 diikuti Wawali Bontang, Agus Haris. (ist)

BONTANG – Pemkot menegaskan akan terus menjaga kesinambungan pembinaan atlet di Kota Bontang. Caranya, dengan rutin mengadakan turnamen agar para atlet dapat terus mengasah skill yang dimiliki. Hal itu disampaikan Wawali Bontang, Agus Haris saat penutupan Turnamen sepakbola galatua U-50, Sabtu (11/10/2025) di Stadion Bessai Berinta.

Dalam sambutannya, wawali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendukung kegiatan olahraga bersifat seremonial, tetapi juga berupaya menyiapkan langkah nyata demi kesinambungan pembinaan atlet.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang nostalgia. Ini bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga semangat olahraga sekaligus memotivasi generasi muda agar terinspirasi,” ujar Agus Haris.

Ia mengumumkan, bahwa tahun depan Pemkot Bontang akan kembali menggelar turnamen serupa untuk kategori usia 51 tahun, sebagai wujud konsistensi dalam memberi ruang berolahraga bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, rencana Turnamen “Wali Kota Cup” antar kelurahan juga akan diluncurkan untuk menjaring bakat-bakat muda potensial.
“Pembinaan harus dimulai dari bawah. Turnamen seperti ini menjadi media penting untuk menemukan potensi yang selama ini belum terlihat,” katanya.

Selain sebagai pembinaan atlet, dengan mengadakan beragam turnamen, dampak ekonomi juga menjadi sorotan dari kegiatan olahraga. Menurutnya, turnamen memberikan efek domino positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar stadion selama pertandingan berlangsung.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Launching Program UKT 2025 dengan 2038 Penerima

0
Launching Program Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2025 Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melaunching Program Uang Kuliah Tunggal (UKT) 2025 untuk mahasiswa diploma tiga, diploma empat atau sarjana, profesi dan spesial serta magister dan doktor, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Mutiara, dan dihadiri oleh mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang, Universitas Terbuka, STTIB dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif.

Terdapat total 2038 orang yang menerima beasiswa tersebut. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan beasiswa ini bekerjasama dengan tiga bank yakni bank Mandiri, Bankaltimtara dan Mandiri Syariah.

“Uang semester akan langsung masuk ke rekening mereka dan tidak bisa ditarik, khusus bayar UKT,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa seleksi untuk mendapatkan beasiswa ini cukup mudah, seperti telah tinggal di daerah paling singkat tiga tahun, surat permohonan pengajuan penerima Program UKT, KTP Bontang, memiliki kartu tanda mahasiswa, surat keterangan aktif kuliah, tidak sedang menerima beasiswa dari tempat lain dan sebagainya.

“Alokasi anggaran sebenarnya 20 miliar tapi setelah di total dari semua penerima hanya 13 miliar,” pungkasnya.

Jumlah ini tentu akan bertambah, namun tidak akan signifikan lantaran pasti terdapat mahasiswa yang masuk dan lulus.

Hal ini menjadi salah satu cara agar anak- anak yang lulus SMA tidak ada alasan lagi untuk tidak melanjutkan ke jenjang kuliah, “Tahun-tahun selanjutnya tentu ini akan berlanjut, silahkan mendaftar,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Alarm HIV/AIDS Kutim: Wabup Kutim Bertindak, Tutup Karaoke ‘Esek-Esek’

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Pemerintah Kutai Timur (Kutim) membunyikan alarm bahaya terhadap peningkatan kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di daerah. Menindaklanjuti kondisi ini, Pemkab melalui Wakil Bupati Mahyunadi, menegaskan akan bertindak tegas dengan menutup paksa tempat hiburan yang terbukti menjadi kedok praktik prostitusi.

Wabup Mahyunadi mengungkapkan bahwa operasi pemantauan di lapangan kembali menemukan adanya aktivitas ilegal yang menyamar di balik fasilitas umum. Tempat karaoke dan warung remang-remang disinyalir menjadi sarana prostitusi terselubung yang berpotensi besar memicu penularan HIV/AIDS.

“Kami sudah turun ke lapangan dan masih menemukan adanya warung remang-remang. Dulu, tempat prostitusi pernah dibubarkan, kini beroperasi lagi dengan kedok tempat karaoke ‘esek-esek’. Hal seperti ini akan kami tinjau dan tindak tegas tanpa pandang bulu jika terbukti,” ujar Mahyunadi, usai audiensi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutai Timur, Selasa (14/10/2025).

Mahyunadi menilai, praktik prostitusi terselubung merupakan faktor pemicu utama penyebaran HIV/AIDS. Ia menekankan bahwa penanggulangan wabah ini membutuhkan lebih dari sekadar penyuluhan, tetapi juga tindakan nyata di lapangan, termasuk penegakan aturan terhadap penyalahgunaan izin tempat hiburan.

Mantan Ketua DPRD Kutim ini menambahkan, langkah tegas ini adalah upaya preventif demi menyelamatkan masa depan generasi.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dengan tujuan mencapai target nol (zero) kasus HIV/AIDS di Kutai Timur.

Ia mengapresiasi KPAD Kutim yang dinilai telah bekerja efektif dalam edukasi dan deteksi dini.

Mahyunadi menyebutkan bahwa KPAD telah berhasil memetakan sekitar 90 persen kasus di daerah. Karena sebagian besar penularan terjadi secara tersembunyi, penanganan dilakukan dengan pendekatan personal dan sangat menjaga kerahasiaan identitas pasien dan petugas.

“Kami turun langsung ke lapangan, tapi tidak diketahui. Kami juga merahasiakan siapa saja petugas kami, karena ini menyangkut privasi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Begini Awal Mula SCTV Tertarik Syuting Film di Bontang

0
Ilustrasi. (MetaAI)

BONTANG – Keinginan stasiun televisi nasional, SCTV membuat film FTV di Bontang, serta menggunakan sebagian pemeran dari warga lokal membuat bangga masyarakat Kota Taman.

Kabid Ekonomi Kreatif Dispoparekraf Bontang, Doddy Rosdian pun membeberkan awal mula ketertarikan SCTV untuk melirik Bontang sebagai lokasi syuting.

Doddy menjelaskan, kerja sama dengan SCTV berawal dari inisiatif Dispoparekraf Bontang yang ingin menghadirkan industri film nasional ke luar kota besar. Keinginan tersebut direspon positif dari pihak stasiun televisi. Sehingga membuat proyek ini cepat terealisasi.

“Awalnya kami hanya menawarkan ide, ternyata mereka tertarik setelah melihat potensi Bontang,” katanya.

Meski waktu persiapan terbilang singkat, sekitar satu bulan, dukungan dari Pemkot Bontang, perusahaan besar, serta komunitas lokal membuat pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar.

Hasil produksi film akan diumumkan ke masyarakat setelah jadwal tayang ditentukan pihak SCTV. Doddy menyebut, bila proyek perdana ini berjalan sukses, SCTV berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan memproduksi hingga enam judul film FTV di Bontang dalam setahun.

“Ini peluang besar untuk memperkenalkan Bontang secara nasional. Kami berharap semua pihak dapat mendukung penuh agar kegiatan ini sukses,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam