Beranda blog Halaman 531

Lantik Ratusan PPPK Tahap II, Bupati: Buktikan Kinerja di Lapangan!

0
Prosesi pelantikan PPPK Kutim formasi tahap II. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA—Pemerintah Kutai Timur (Kutim) secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji sebanyak 388 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahap II.

Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman ini digelar di ruang Akasia, Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi Sangatta, pada Jumat, (10/10/2025).

Ratusan ASN baru ini merupakan mantan tenaga honorer yang berhasil lulus seleksi BKN, dan kini mengisi kebutuhan tenaga fungsional di sektor guru, kesehatan, dan teknis murni.

Pelantikan ini menjadi penegasan, atas komitmen Pemkab Kutim dalam menuntaskan pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN.

Dalam amanatnya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa pelantikan ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab besar sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. Ia meminta seluruh PPPK yang baru dilantik untuk segera mengaplikasikan janji yang telah diucapkan.

“Saya ingin saudara-saudara membuktikan kinerja lewat tugas keseharian, bukan hanya saat pelantikan. Tunjukkan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab kepada masyarakat Kutai Timur,” tegas Ardiansyah.

Bupati juga mewanti-wanti para PPPK agar mematuhi segala peraturan yang ada dan meningkatkan disiplin serta etos kerja.

Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan publik di Kutim sangat bergantung pada kinerja dan integritas para pegawai yang baru diangkat ini.

Turut hadir menyaksikan prosesi penting ini adalah Wakil Bupati Mahyunadi, unsur pimpinan Forkopimda, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah. Pelantikan ini diharapkan menjadi dorongan signifikan bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan birokrasi di Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tabrak Truk Fuso Parkir di Lempake, Pengendara Motor Alami Hilang Ingatan Sesaat

0
Korban tengah dilakukan penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). (Foto: Dimas)

SAMARINDA – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 10.00 Wita. Seorang pengendara motor dilaporkan mengalami hilang ingatan sesaat setelah menabrak bagian belakang truk Fuso KT 8841 DL yang tengah terparkir di pinggir jalan.

Menurut keterangan saksi mata, Rofi — pemilik warung di lokasi kejadian — truk Fuso tersebut sedang berhenti karena pengemudinya mampir untuk membeli minuman. “Sopir truk baru saja beli es kelapa, belum lama berhenti, tiba-tiba ada motor ngebut dari arah Panjaitan ke Terminal Lempake, langsung menabrak bagian belakang truk, brukk suaranya keras sekali,” tutur Rofi.

Akibat benturan keras, pengendara motor langsung terpental dan terkapar di bawah truk. Saat dievakuasi, korban sempat sadar namun tampak kebingungan. “Dia bangun terus bilang, ‘siapa yang tabrakan?’ dan ‘aku di mana?’ seperti kehilangan ingatan,” tambah Rofi.

Korban mengalami luka serius di bagian dagu dan mulut akibat benturan, namun beruntung kepala tidak terlindas badan truk. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan maupun identitas korban. Petugas masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Warga Mulai Rasakan Dampak Proyek Peninggian Jalan di Gunung Telihan

0

Proyek peninggian jalan di kawasan langganan banjir, Jalan Bandung 4 RT 23 Kelurahan Gunung Telihan, mulai menunjukkan hasil positif. Meski pekerjaan masih berlangsung, sejumlah warga mengaku genangan air kini berangsur surut saat hujan deras turun. Pemerintah berharap langkah ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
👉 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pasar Murah Dinilai Hanya Solusi Jangka Pendek, Pengamat: Akar Masalah Ada pada Distribusi dan Tata Kelola Pertanian

0
Pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi. (Ist)

BONTANG – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Bontang dinilai belum menyentuh akar permasalahan tingginya harga beras di pasaran. Hal itu disampaikan oleh pengamat ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi, saat diwawancarai terkait kondisi harga beras yang masih tinggi meski pemerintah telah menggelar pasar murah

Menurut Purwadi, pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah, termasuk di Bontang, sifatnya hanya sporadis dan sementara.
“Pasar murah itu ibarat obat penurun demam, hanya meredakan gejalanya saja. Tapi akar masalahnya belum diselesaikan,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Ia menilai, permasalahan utama justru terletak pada distribusi dan tata kelola pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim). Saat ini, sebagian besar daerah di Kaltim masih bergantung pada pasokan beras dari luar pulau seperti Sulawesi, dan Jawa. Ketergantungan ini membuat harga beras rentan naik, terutama ketika kondisi cuaca atau transportasi terganggu
.
“Kalau kapal terhambat karena gelombang tinggi, distribusi ikut tersendat. Akhirnya inflasi meningkat,” jelasnya.

Selain itu, Purwadi menyoroti menurunnya luas lahan pertanian akibat ekspansi tambang batubara dan perkebunan sawit. Ia menyebut banyak lahan pertanian dan bahkan tanah adat yang beralih fungsi menjadi area tambang.

“Pertanian di Kaltim banyak yang tergeser oleh tambang. Tanah-tanah dijual karena kebutuhan ekonomi jangka pendek. Padahal, ini menyebabkan ketahanan pangan makin rapuh,” katanya.

Purwadi juga menilai peran Bulog belum optimal dalam menjaga stabilitas harga beras. Menurutnya, Bulog seharusnya memiliki data akurat dan berfungsi maksimal untuk menjaga ketersediaan stok di daerah.

“Bulog harus kembali ke fungsi utamanya. Pemerintah seharusnya membeli gabah petani dengan harga tinggi supaya petani sejahtera. Kalau petani makmur, mereka tidak tergoda beralih ke sektor tambang atau sawit,” terangnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPR, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kemandirian pangan di daerah.

“Masalah ini sudah seperti lingkaran setan. Pemerintah, DPR, dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pertanian harus duduk bersama mencari solusi jangka panjang,” tuturnya.

Purwadi menambahkan, jumlah penduduk Kaltim yang relatif kecil dan minimnya sumber daya manusia di sektor pertanian juga menjadi tantangan tersendiri. Sejarah pertanian di Kaltim itu hidup berkat para transmigran. Sekarang banyak lahan pertanian mereka sudah tergerus tambang.

“Jadi perlu kolaborasi dan dorongan baru agar sektor pertanian kembali hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanpa langkah serius memperkuat sektor pertanian lokal, ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah akan terus menekan harga dan inflasi.

“Kalau bisa memproduksi sendiri, tentu harga bisa lebih murah karena tidak terbebani ongkos transportasi,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

BKPSDM Serahkan Salinan PPPK Paruh Waktu, 1.433 Orang Siap Dilantik

0
Saat BKPSDM melakukan penyerahan salinan SK PPPK Paruh Waktu dan memberikan arahan. (Dok. BKPSDM)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyerahkan salinan SK PPPK Paruh Waktu Kota Bontang, Selasa (9/10/2025).

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menjelaskan sistem kerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

PPPK Paruh Waktu akan ditempatkan pada perangkat daerah dan unit kerja, sesuai dengan lokasi penugasan mereka saat proses penataan tenaga non-ASN dilakukan.

“Mereka akan bertugas di unit kerja masing-masing sesuai dengan tempat penataan sebelumnya, SK asli akan diberikan oleh masing-masing OPD” ujarnya, Kamis (10/10/2025).

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan tugas, PPPK Paruh Waktu juga wajib mematuhi aturan yang berlaku bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Penggunaan pakaian dinas dan atribut harus mengikuti Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 34 Tahun 2024 tentang Pakaian Dinas ASN. Selain itu, jam kerja juga berpedoman pada Perwali Nomor 23 Tahun 2025 tentang Pedoman Hari Kerja dan Jam Kerja Pegawai ASN.

Lebih lanjut, Sudi menyebutkan bahwa sebelum pengambilan sumpah jabatan, para PPPK Paruh Waktu akan terlebih dahulu mengikuti kegiatan penanaman pohon dan pembuatan sumur biopori di lokasi yang telah ditentukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Setelah itu, rencananya akan ada upacara pengambilan sumpah dan janji oleh Wali Kota Bontang selaku Pejabat Pembina Kepegawaian,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penataan tenaga non-ASN menuju sistem kepegawaian yang lebih tertib dan sesuai regulasi di Pemerintah Kota Bontang.

“Jadi kita serahkan salinan dahulu, nanti aslinya akan diserahkan pasca diambil sumpah janji oleh Wali Kota Bontang. Rencananya akan tetap kita kumpulkan teman-teman 1400 sekian di halaman kantor wali kota,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

MK Tetapkan Sidrap Masuk Kutim, Wawali: Pelayanan Masih Bisa Warga Dapatkan

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat kegiatan konferensi pers berlangsung. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan Kampung Sidrap secara sah masuk di wilayah Kutai Timur (Kutim). Hal ini disampaikan saat sidang keputusan beberapa waktu yang lalu.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, pasca keputusan itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan pelayanan seperti kesehatan, sekolah, pendidikan, sampai pelayanan sosial, masyarakat Sidrap masih tetap bisa mendapatkannya. Selama mereka ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bontang.

“Semua pelayanannya masih tetap mereka dapatkan, akan tetapi kalau terkait bagian infrastruktur tidak bisa. Kemarin kan pas datang gubernur sempat dijelaskan sama Wali Kota Bontang,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Diberita sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni sempat mengatakan jika wilayah yang masuk di Kutim, pastinya tidak bisa dibantu dalam hal perbaikan untuk fasilitas yang kurang dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang.

Sebab wilayah tersebut bukan menjadi bagian dari wilayah Kota Bontang, maka ada batasan-batasan dalam menggunakan APBD tersebut. Tidak langsung asal menggunakan APBD, dengan segala pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.

“Maka dengan adanya hal seperti ini, pemerintah Kutim juga tidak bisa dengan asal langsung memindahkan KTP mereka. Semua ada aturannya dan kembali lagi ke masyarakat, mereka mau pindah atau tidak,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pembuatan FTV di Bontang, Doddy: Lokasinya Mulai Beras Basah Hingga Perusahaan

0
Ilustrasi (ist)

BONTANG – Manajemen dari SCTV dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berkolaborasi dalam pembuatan film FTV, yang lokasi syutingnya diambil di wilayah Kota Bontang. Kegiatan ini diselenggarakan melalui bidang Ekonomi Kreatif Dispoparekraf.

Pihak manajemen SCTV telah memantau secara langsung, lokasi yang nantinya bakal dipakai syuting. Mulai dari Beras Basah, Malahing, Bontang Kuala untuk di bagian pulau-pulau. Adapun untuk di wilayah perusahaan seperti PKT, Badak LNG, dan juga Black Bear.

“Pastinya kita sudah cek lokasinya terlebih dahulu, sebab koordinasi tempat tidak bisa dengan waktu yang sebentar. Harus dipersiapkan jauh hari. Begitupun dengan pihak stakeholder yang siap support di kegiatan ini,” papar Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Kabid Ekraf) Dispoparekraf Bontang, Doddy Rosdian saat dihubungi, Kamis (9/10/2025).

Saat ini pihaknya sedang melakukan tahapan open casting, untuk mencari pemain-pemain lokal di film tersebut. Terlebih lagi, dalam pembuatan film ini, nantinya akan merekrut kurang lebih sekitar 16 talent lokal.

“Perekrutan pemain ini untuk di tiga judul film FTV nantinya, bagi yang minat bisa segera mendaftarkan diri. Usia pun mulai 17-50 tahun dengan domisili Bontang atau Kaltim,” ungkapnya.

Doddy sangat berharap dengan adanya kesempatan ini, Bontang tak hanya bertumpu pada migasnya saja. Akan tetapi bisa mengembangkan ekosistem ekonomi kreatifnya, melalui kreativitas dari para pelaku ekraf sendiri.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

SCTV Bikin Film FTV: Tempat Syuting dan Pemainnya di Bontang

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Kota Bontang dipercaya oleh salahsatu stasiun televisi nasional, sebagai tempat pembuatan film FTV. Bahkan tidak hanya tempat syuting saja, sebagian pemainnya pun berasal dari warga Bontang.

Doddy Rusdian, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Kabid Ekraf) Disporekraf Bontang, menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan open casting untuk mencari pemain-pemain film yang bakal berakting di film FTV tersebut.

Para pemain terpilih itu rencananya akan berakting di film FTV yang diproduksi oleh SCTV. “Mereka akan membuat sebanyak 3 film yang berlokasi syuting di Kota Bontang,” ujarnya.

Namun saat dikonfirmasi, untuk judul film FTV tersebut masih menjadi rahasia yang belum bisa dipublikasikan.

Diketahui saat ini Dispoparekraf sedang membuka pendaftaran untuk casting Film FTV secara online. Pendaftaran berlaku dimulai dari 9-12 Oktober 2025.

Pendaftaran casting dalam pembuatan film FTV tersebut dibuka secara online melalui sosial media (Sosmed). Sehingga bagi masyarakat di wilayah Bontang, yang berminat mengikuti casting bisa mendaftarkan diri.

“Untuk open casting yang ingin mendaftarkan diri bisa mengirimkan video ekspresinya mulai dari ekspresi marah, sedih, menangis, gembira lainnya dengan durasi satu menit,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (9/10/2025).

Dalam video yang dikirim saat akan mendaftar, harus disertakan perkenalan diri. Selanjutnya nanti akan dijaring oleh tim penyeleksi, dan dari hasil jaringan online tersebut akan dipilih beberapa video untuk ke tahapan selanjutnya.

“Bagi yang minat bisa langsung mendaftarkan diri, dengan usia mulai 17-50 tahun. Berdomisili Bontang atau Kalimantan Timur (Kaltim),” tambahnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Gaun Hijau dan Mahkota Enggang, Rere Dini Curi Perhatian di Panggung Nasional

0
Rere Dini (kanan) berpose bersama model riasannya yang mengenakan kostum bertema Putri Dayak pada ajang Munas MUA Community 2025 di BSD City, Tangerang. (Foto: Istimewa)

BONTANG – Dunia tata rias kembali menunjukkan geliatnya di kancah nasional. Kali ini, Rere Dini, seorang Make Up Artist (MUA) asal Kota Bontang, sukses mencuri perhatian publik dalam ajang Gelar Karya MUA Community 2025 yang digelar di ICE BSD Serpong BSD City, Tangerang, Kamis (9/10/2025).

Acara tahunan yang diinisiasi oleh MUA Kompeten Indonesia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan profesionalisme para penata rias di seluruh Tanah Air.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Seminar, Award, dan Gelar Karya yang menghadirkan parade mahakarya MUA muda berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.

MUA Kompeten Indonesia didirikan sebagai wadah bagi para make up enthusiast baik pemula maupun profesional untuk saling mendukung, berbagi ilmu, dan meningkatkan kompetensi.

Melalui komunitas ini, para anggota difasilitasi untuk mendapatkkan ilmu dan tips seputar makeup/ seni tata rias, sertifikasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKN). Tujuan utama komunitas ini tak hanya sebatas pengembangan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sikap profesional dan semangat kolaborasi. “Berteman bukan berarti bersaing, tapi bersinergi dan saling berbagi rezeki,” menjadi semangat yang dipegang teguh para anggotanya.

Setiap tahun, komunitas ini rutin menggelar workshop, pelatihan, serta lomba yang menghadirkan profesional ternama di dunia tata rias. Dari tingkat kota hingga nasional, para anggota terus didorong untuk mengasah kemampuan dan memperluas jejaring di industri kecantikan.

Dalam ajang nasional kali ini, Rere Dini MUA Bontang (@reredini84) tampil menawan dengan karya bertema Beauty Of Borneo. Ia memadukan unsur budaya lokal Kaltim dalam rancangan busana dan properti yang dibuat sendiri, mulai dari mahkota berhias paruh burung enggang hingga gaun hijau berhampar kain panjang yang menggambarkan keanggunan dan kebebasan.

Sentuhan khas tersebut berhasil memikat perhatian para penonton.

Rere mengaku bangga dapat membawa ciri khas daerahnya ke pentas nasional. “Saya ingin menunjukkan bahwa Kaltim punya budaya yang sangat indah untuk diangkat ke dunia kecantikan. Setiap goresan kuas dan detail busana saya maknai sebagai bentuk cinta dan passion saya dibidang seni tata rias,” ungkapnya.

Menurutnya, event tahunan Gelar Karya MUA Community menjadi kesempatan berharga untuk belajar dan memperluas wawasan. “Di sini kita bisa mengenal teman-teman dari berbagai daerah, saling berbagi ilmu, menambah pengalaman, dan tentunya memperkenalkan karakter rias masing-masing daerah,” tambah Rere.

Ajang seperti ini menjadi wadah penting bagi para MUA untuk menyalurkan kreativitas, bertemu profesional, serta memperluas karier di industri kecantikan. Selain kompetisi, kegiatan ini juga mendorong inovasi dalam pemilihan model, tata rias, hair do, dan busana agar menghasilkan satu kesatuan tampilan (total look) yang harmonis.

Ke depan, diharapkan para MUA Indonesia dapat terus mengembangkan kemampuan teknik dan karakter unik masing-masing, sehingga mampu bersaing tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional. (MK)

Editor: Agus S

Dispoparekraf Buka Pendaftaran Casting Pemain Film FTV Secara Online

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang telah membuka pendaftaran untuk casting Film FTV secara online. Pendaftaran berlaku dimulai dari 9-12 Oktober 2025.

Doddy Rusdian, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Kabid Ekraf) Disporekraf mengatakan bahwa, untuk pendaftaran casting dalam pembuatan film FTV tersebut dibuka secara online melalui sosial media (Sosmed). Sehingga bagi masyarakat di wilayah Bontang, yang berminat mengikuti casting bisa mendaftarkan diri.

“Untuk open casting yang ingin mendaftarkan diri bisa mengirimkan video ekspresinya mulai dari ekspresi marah, sedih, menangis, gembira lainnya dengan durasi satu menit,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (9/10/2025).

Dalam video yang dikirim saat akan mendaftar, harus disertakan perkenalan diri. Selanjutnya nanti akan dijaring oleh tim penyeleksi, dan dari hasil jaringan online tersebut akan dipilih beberapa video untuk ke tahapan selanjutnya.

“Bagi yang minat bisa langsung mendaftarkan diri, dengan usia mulai 17-50 tahun. Berdomisili Bontang atau Kalimantan Timur (Kaltim),” tambahnya.

Perencanaan dalam pembuatan film FTV tersebut, nantinya pihak dari SCTV akan membuat sebanyak 3 film, yang berlokasi syuting di Kota Bontang. Saat dikonfirmasi, untuk judul film FTV tersebut masih menjadi rahasia yang belum bisa dipublikasikan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam