Beranda blog Halaman 533

Bupati Kutim Instruksikan 3 Dinas “Jemput Bola” Layanan Publik ke Sidrap

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat menyampaikan pidato dalam rangka peringatan HUT ke 26 Kutai Timur. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, bertindak cepat pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Ia langsung memerintahkan tiga instansi kunci, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Disdukcapil, dan PDAM untuk segera “jemput bola” dan menyediakan layanan dasar bagi masyarakat di Dusun Sidrap, Desa Martadinata.

Instruksi ini dikeluarkan setelah MK memastikan Dusun Sidrap secara resmi berada di wilayah administrasi Kutai Timur. Langkah ini diharapkan mengakhiri status ketidakjelasan layanan publik yang dialami warga Sidrap selama bertahun-tahun.

Perintah tersebut disampaikan Ardiansyah saat berpidato di rapat paripurna DPRD Kutim, dalam rangka peringatan HUT ke-26 Kabupaten Kutai Timur, Kamis (9/10/2025).

“Saya harap PUPR, Disdukcapil, dan PDAM untuk segera memberikan fasilitas publik kepada masyarakat Dusun Sidrap,” tegas Ardiansyah.

Bupati menjabarkan, tiga instruksi mendesak yang harus segera dilaksanakan untuk menormalkan kehidupan warga Sidrap:
PDAM diwajibkan segera memasang pipa air bersih di Dusun Sidrap, guna memenuhi kebutuhan dasar warga.

Disdukcapil diperintahkan untuk merapikan administrasi kependudukan. Dinas ini juga harus berkoordinasi dengan Pemkot Bontang untuk memastikan tidak ada lagi KTP ganda.

Dinas PU diminta mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, dan jembatan yang krusial bagi aksesibilitas dan ekonomi warga dusun.

“Disdukcapil untuk segera merapikan administrasi kependudukan di Dusun Sidrap, Desa Martadinata. Kemudian koordinasi dengan Pemkot Bontang agar tidak ada lagi KTP ganda,” imbuhnya.

Keputusan ini sekaligus mengakhiri persoalan batas wilayah yang telah menjadi polemik dan menggantung nasib warga sejak tahun 2001.

Ardiansyah menyampaikan terima kasih kepada MK atas putusan yang memberikan kepastian hukum tersebut. Ia berharap, polemik administrasi dan batas wilayah ini tidak terulang kembali di masa depan.

“Kami kira-kira tidak ingin mengulangi lagi permasalahan ini,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Pensiun, Sekda Bontang Aji Erlynawati Berpesan agar ASN Tetap Profesional dan Dukung Program Wali Kota

0
Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati (Syakurah)

BONTANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, akan segera memasuki masa purna tugas pada 1 November 2025 mendatang.

Menjelang masa pensiunnya, ia menyampaikan pesan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, agar tetap bekerja secara profesional dan berpegang pada nilai-nilai ASN berakhlak.

“Yang jelas sih, kerja secara profesional, sebagaimana ASN berakhlak. Itu yang harus dijalankan. Profesional, berorientasi pelayanan, dan yang paling utama bisa mendukung program kerja dari wali kota,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Ia juga menjelaskan, perkembangan proses seleksi jabatan yang saat ini tengah berlangsung di lingkungan Pemkot Bontang. Terdapat beberapa nama mulai bermunculan mendaftar.

“Sekarang ini masih proses pendaftaran. pilihannya nanti akan dilakukan oleh wali kota,” jelasnya.

Terkait kriteria ideal bagi calon Sekda Bontang, Erlynawati menyebut bahwa calon harus memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk dari sisi jenjang jabatan dan usia. Serta jabatan tersebut akan dilelang.

“Yang jelas memenuhi syarat, biasanya di eselon. Untuk jabatan eselon II A, saat dilantik nanti usianya tidak boleh lebih dari 56 tahun,” terangnya.

Di akhir, ia menyinggung rencana setelah masa pensiun. Ia menyebut akan tetap aktif di kegiatan sosial dan berencana tetap tinggal di Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satimpo Jadi Satu-satunya Kelurahan yang Lolos Penilaian Keterbukaan Informasi Publik 2025

0
Diskominfo Bontang mengunjungi Kelurahan Satimpo, lakukan penilaian keterbukaan informasi. (Dok Kelurahan Satimpo)

BONTANG – Dari seluruh kelurahan di Kota Bontang, hanya Kelurahan Satimpo yang berhasil lolos tahap visitasi dalam penilaian keterbukaan informasi publik tahun 2025.

Capaian ini merupakan bagian dari proses monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang sejak 3 September lalu, menjelang Malam Penganugerahan PPID Kota Bontang 2025.

Monev tersebut menjadi sarana untuk menilai sejauh mana badan publik, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelurahan, melaksanakan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyediaan informasi bagi masyarakat.

Tercatat, sebanyak 11 OPD dan kelurahan masuk kategori penilaian keterbukaan informasi. Di antaranya, BKPSDM, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, DLH, Kecamatan Bontang Utara, Kecamatan Bontang Selatan, Satpol PP, Sekretariat Daerah, BPKAD, Dinas Kesehatan, serta DPMPTSP. Namun, untuk tingkat kelurahan, hanya Satimpo yang berhasil memenuhi kriteria visitasi.

“Ini hasil dari kerja keras seluruh tim PPID Kelurahan Satimpo, yang berkomitmen menyediakan informasi publik secara terbuka dan mudah diakses,” ujar Lurah Satimpo, Maryono, Rabu (8/10/2025).

Maryono menambahkan, konsistensi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan Satimpo. Kelurahan tersebut terus berupaya memperkuat sistem informasi digital, menjaga transparansi layanan, serta meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pelayanan publik.

“Dari tahun ke tahun kami terus berbenah. Tahun 2024 kami peringkat dua, 2023 peringkat satu, 2022 dan 2021 peringkat tiga, dan 2020 di posisi lima. Semoga tahun ini bisa mempertahankan prestasi terbaik,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Kota Bontang, Andi Hasanudin Akmal, menyebutkan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mewujudkan good governance di tingkat daerah.

“Melalui PPID, kami ingin memastikan masyarakat bisa mengakses informasi dengan mudah. Tahun depan, kami berencana memberikan pelatihan dan pendampingan bagi OPD dan kelurahan agar lebih siap mengelola informasi publik,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Langganan Banjir, Jalan Bandung 4 RT 23 Gunung Telihan Mulai Ditinggikan

0

Pemerintah mulai melakukan penanganan serius terhadap kawasan langganan banjir di Kelurahan Gunung Telihan. Jalan Bandung 4 RT 23 kini mulai ditinggikan guna mengurangi genangan yang kerap menghambat aktivitas warga setiap kali hujan deras melanda. Pekerjaan ini diharapkan menjadi solusi permanen agar kawasan tersebut tidak lagi terendam air.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
👉 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Mahasiswa Unmul Gaungkan Jurnalisme Kritis Lewat FISIPERS Journalist Week 2025

0
Peserta dan panitia FISIPERS Journalist Week 2025 berpose bersama usai penutupan acara di Temindung Creative Hub, Samarinda. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS Universitas Mulawarman kembali menggelar FISIPERS Journalist Week (FJW) 2025 dengan tema “Ruang Kreatif untuk Suara Kritis”, bertempat di Temindung Creative Hub, Samarinda, pada 6–8 Oktober 2025.

Kegiatan tahunan ini menjadi ajang ekspresi dan refleksi bagi jurnalis muda untuk menunjukkan karya terbaik mereka sekaligus mengasah daya kritis terhadap isu-isu sosial di sekitar. Selama tiga hari, pengunjung disuguhkan pameran karya jurnalistik, instalasi foto, serta pemutaran film dokumenter yang membuka ruang diskusi publik.

Ketua Panitia FJW 2025, Alexandria Yolanda, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menegaskan kembali peran mahasiswa dalam menjaga semangat kebebasan berekspresi. “FISIPERS Journalist Week kami selenggarakan sebagai bentuk perayaan sekaligus refleksi terhadap peran jurnalisme mahasiswa. Tema ‘Ruang Kreatif untuk Suara Kritis’ menggambarkan semangat kami untuk menghadirkan wadah berekspresi, berkreasi, dan bersikap kritis,” ujarnya.

Suasana diskusi film dokumenter Mantra Berbenah yang menghadirkan narasumber Martinus Tino Tindangen dan Harry Isra Muhammad. (Foto: Istimewa)

Puncak kegiatan berlangsung pada 7 Oktober 2025 melalui pemutaran film dokumenter “Mantra Berbenah”, hasil kolaborasi Koalisi RFP dan Watchdoc, yang dilanjutkan dengan diskusi bertajuk “Dari Layar, Tancapkan Reformasi”. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Martinus Tino Tindangen dan Harry Isra Muhammad, serta dimoderatori oleh Dewienta Prameswari. Suasana berlangsung interaktif, mempertemukan pandangan kritis mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.

Salah satu pengunjung, Azka, mengaku terinspirasi setelah mengikuti rangkaian kegiatan. “Kegiatannya benar-benar bermanfaat banget! Dari kalian aku belajar cara mendeskripsikan gambar menjadi tulisan yang ternyata nggak kalah kuat dibanding jepretannya,” ujarnya.

Melalui FJW 2025, FISIPERS Unmul ingin menegaskan bahwa jurnalisme mahasiswa tidak sekadar dokumentasi kampus, tetapi juga ruang perlawanan ide dan kreativitas. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang berani menyuarakan kebenaran melalui karya yang kritis dan berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

Jalin Silaturahmi, Kapolres Bontang Kunjungi Paguyuban Ika Pakarti

0
Rombongan Polres Bontang datang ke sekretariat Paguyuban Ika Pakarti untuk menjalin silaturahmi. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kapolres Bontang beserta para jajarannya melakukan kunjungan ke sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ika Pakarti), di Jalan Otista, RT.25, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (8/10/2025) sore.

Saat kegiatan silaturahmi berlangsung, turut dihadiri oleh Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, Waka Kapolres Kompol Ropiyani, Kasat Bimnas, AKP A Khoiri, Kasat Intelkam, AKP Didi Sulistio, serta Kabag SDM, AKP M Slamet.

Ketua Paguyuban Ika Pakarti, Harsono mengatakan bahwa dirinya mengucapkan rasa syukur dan juga rasa terima kasihnya, kepada para rombongan dari pihak kepolisian Polres Bontang, yang bersedia untuk hadir di tengah kesibukannya.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada Kapolres Bontang, karena sudah mengunjungi kami. Ini adalah bukti nyata bahwa hubungan yang baik antara paguyuban, dengan pihak Kapolres beserta para jajaran,” ucapnya.

Tak hanya itu, Harsono juga menyampaikan bahwa adapun harapan dari Paguyuban Ika Pakarti nantinya, Polres Bontang bukan hanya sekedar untuk datang berkunjung saja, melainkan juga aktif dalam melakukan sinergi antara paguyuban-paguyuban di wilayah Bontang khususnya.

“Yang jelas bukan hanya dengan paguyuban Ika Pakarti saja, tetapi juga dengan paguyuban yang ada di Bontang, dan kami mengharapkan dengan adanya suatu pembinaan yang menyangkut keamanan di Bontang,” katanya.

Sehingga siapapun itu yang tinggal di Bontang, semua masyarakat mempunyai tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan, kesejahteraan, dan ketertiban kota, selain dari tugas pihak kepolisian.

“Siapa tau ada program kepolisian yang bisa kita handel dan bantu, sebagai bentuk kerjasama dan sinergi antara kepolisian atau pemerintah,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano turut menyatakan bahwa kegiatan silaturahmi kamtibmas ini sekaligus sebagai ajang memperkenalkan diri, agar dari paguyuban atau masyarakat bisa saling mengenal dengan para jajaran pihak Polres Bontang.

“Jadi memang ini program kami, yang dimana kami melakukan silaturahmi kamtibmas sekaligus untuk memperkenalkan diri, supaya dari paguyuban atau masyarakat Bontang bisa saling mengenal dengan kami yang ada di Polres, begitupun sebaliknya,” jelasnya.

Diketahui, rombongan Polres Bontang datang berkunjung ke paguyuban-paguyuban di wilayah Bontang, sudah kesekian kalinya. Bahkan dengan waktu yang fleksibel, adapun pihak dari paguyuban yang datang berkunjung ke Polres Bontang secara langsung.

“Ada yang kita datangi untuk berkunjung, ada pula yang datang langsung ke kami di Polres Bontang untuk bertemu. Paling terpenting, kualitas silaturahmi tetap terjaga dan terjalin dengan baik,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pencarian SAR Ditutup, Dua Korban Sungai Meratak Ditemukan Meninggal

0
Usai ditemukan kedua korban, pencarian resmi ditutup. (Dok.SAR)

SANGATTA—Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan di Kutai Timur (Kutim) telah resmi dihentikan, setelah tim berhasil menemukan dua korban terakhir dari musibah perahu tenggelam di Sungai Meratak.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan temuan tersebut, total korban dalam insiden ini dipastikan berjumlah tiga orang: satu korban selamat dan dua korban tewas.

Menurut keterangan tim, operasi SAR dinyatakan selesai pada pukul 18.45 WITA setelah seluruh personel melaksanakan debriefing.

Seluruh unsur SAR dan peralatan kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing, untuk melanjutkan tugas kesiapsiagaan.

“Setelah korban terakhir ditemukan, operasi SAR resmi ditutup,” ujar Aries Setiawan dari pihak operasi SAR, Rabu (8/10/2025).

Pencarian pada hari kedua dimulai pukul 07.15 WITA dengan fokus penyisiran ke arah hilir dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP). Tim menghadapi tantangan berat, terutama arus sungai yang deras dan adanya laporan binatang buas di sekitar area pencarian.

Korban selamat yang sebelumnya ditemukan adalah Iliq (61).
Adapun dua korban meninggal dunia yang ditemukan pada hari kedua adalah: Helmiana Neri (P): Ditemukan pukul 13.30 WITA, berjarak sekitar 1,5 km dari LKP dan Marsel (L): Ditemukan pukul 18.10 WITA, pada koordinat yang jauh, mencapai 2,3 km dari LKP.

Kedua jenazah korban telah berhasil dievakuasi dari sungai dan dibawa menuju rumah duka. Pihak pelaksana operasi SAR menyampaikan apresiasi atas peran serta seluruh unsur, termasuk warga dan keluarga korban, yang membantu kelancaran operasi hingga seluruh korban ditemukan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kutim Tolak Larut Sengketa, Percepat Pembenahan Sidrap

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) langsung mengambil sikap tegas pasca Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan klaim wilayah Kampung Sidrap oleh Kota Bontang.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menegaskan bahwa Pemkab Kutim tidak akan lagi menghabiskan energi untuk polemik sengketa, melainkan fokus penuh pada percepatan pembenahan administrasi dan pembangunan di Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan.

Jimmi menyatakan, Pemkab Kutim memiliki kewajiban moral dan legal untuk segera menunaikan hak-hak masyarakat di wilayah yang secara sah berada di bawah administrasinya.

“Kami tidak lagi ingin larut. Kewajiban bagi pemerintah daerah kita untuk membenahi administrasi dan data kependudukan dan sebagainya. Tentu hak-hak masyarakat untuk memperoleh pembangunan harus dipastikan berjalan lancar,” ujar Jimmi, Selasa (8/10/2025), menekankan pentingnya aksi nyata.

Dengan tegas, Jimmi mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk menatap ke depan. Fokus utama kini adalah upaya nyata meningkatkan kesejahteraan warga di perbatasan, bukan memperpanjang persoalan yang sudah diputus MK.

Menanggapi upaya Bontang yang mungkin masih memperjuangkan Kampung Sidrap melalui jalur formal lain, Jimmi menilai hal tersebut adalah hak konstitusional, namun tidak perlu dibesar-besarkan menjadi gejolak politik.

“Itu bukan gejolak ya, itu usaha. Usaha boleh saja, tapi tidak perlu dianggap gejolak. Karena ini salah satu bentuk upaya formal yang tentu kita hargai,” jelasnya, menunjukkan sikap menghormati mekanisme formal tanpa terpengaruh.

Jimmi menutup penjelasannya dengan menggarisbawahi inti dari masalah ini, yaitu aspirasi riil dari masyarakat Sidrap. Menurutnya, warga tidak terlalu pusing dengan sengketa wilayah, yang mereka harapkan adalah bukti nyata dari kehadiran pemerintah.

“Substansinya adalah masyarakat ingin semua fasilitas mereka dibangun. Baik dari provinsi ataupun kabupaten, itu mesti segera diwujudkan. Yang penting masyarakat bisa merasakan pembangunan, di manapun mereka berada,” pungkas Jimmi.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Rendi Solihin Pimpin Audiensi Pemkab Kukar ke OIKN, Bicarakan Penataan Wilayah Penyangga IKN

0
Sejumlah pemangku kepentingan di Kukar, melakukan kunjungan kerja ke OIKN. (Istimewa)

NUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama jajaran DPRD Kukar melakukan audiensi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Kantor OIKN, Selasa (7/10/2025). Pertemuan ini digelar menyusul masuknya sebagian wilayah Kukar ke dalam delineasi IKN, yang berdampak langsung pada penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, audiensi ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperjelas pembagian kewenangan antara Pemkab Kukar dan OIKN, terutama di kawasan perbatasan yang kini menjadi wilayah strategis pembangunan nasional.
“Langkah ini dilakukan agar pembangunan tetap berjalan selaras, aspirasi masyarakat tetap terakomodasi, dan kepentingan daerah tidak terabaikan,” ujarnya.

Rendi menambahkan, posisi Kukar sebagai daerah penyangga IKN menjadikan kolaborasi dengan OIKN sangat penting. Ia meyakini, keberadaan IKN akan memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat Kukar.

Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan dukungan penuh terhadap upaya Pemkab Kukar dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Musrenbang.
“Kami di OIKN sangat terbuka untuk koordinasi dan sinergi dengan Pemkab Kukar. Prinsipnya, pembangunan IKN harus berjalan selaras dengan pembangunan daerah penyangga,” jelas Bimo.

Kunjungan rombongan Pemkab Kukar juga diikuti oleh jajaran Bappeda, camat, kepala desa, serta sejumlah anggota DPRD Kukar. Mereka menyampaikan aspirasi masyarakat yang terdampak delineasi IKN, sekaligus mencari solusi agar penyesuaian tata ruang tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Diketahui, terdapat enam kecamatan di Kukar yang masuk dalam wilayah delineasi IKN, yaitu Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Muara Jawa, Sanga-Sanga, dan Samboja Barat. Beberapa desa di antaranya, seperti Desa Tani Harapan dan Kelurahan Teluk Dalam, kini berada dalam area pengembangan IKN. Bahkan, 60 persen wilayah Desa Batuah telah masuk ke dalam kawasan IKN, sedangkan 40 persennya masih menjadi bagian dari Kukar.

Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan antarwilayah.
“Rapat ini membahas sinkronisasi RTRW wilayah yang masuk pengembangan IKN agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” ujarnya.

Audiensi ini diharapkan menghasilkan peta jalan kolaboratif antara Pemkab Kukar dan OIKN, demi memastikan pembangunan di wilayah penyangga IKN tetap berkelanjutan, terarah, dan berpihak pada kepentingan masyarakat lokal. (MK)

Editor: Agus S

Satpol PP Samarinda Grebek Kos dan Penginapan, Pasangan Tak Sah Panik, ‘Manusia Silver’ Kena Lagi

0
15 pasangan tak resmi diamankan Satpol Pp kota Samarinda di kantor satpol PP kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi gabungan yang digelar Satpol PP Kota Samarinda bersama unsur TNI, Polri, dan Polisi Militer (PM) pada Rabu malam (8/10/2025) berhasil menjaring 30 orang, termasuk 15 pasangan bukan suami istri dan satu orang “manusia silver” yang dikenal kerap terjaring razia.

Kepala Dinas Satpol PP Samarinda, Anis Siswanti, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari patroli rutin, monitoring, dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) di sejumlah penginapan, kos-kosan, dan hotel melati.
“Kami menemukan beberapa pasangan yang bukan suami istri, sehingga harus kita amankan,” ujarnya di lokasi.

Dari empat titik razia, temuan terbanyak berada di Jalan Kebaktian dengan delapan pasangan diamankan. Sisanya tersebar di Jalan Merdeka (1 pasangan), Jalan Pelita (4 pasangan), dan Jalan Antasari (4 pasangan).
Sebagian dari mereka merupakan warga luar kota dan ada pula yang tidak memiliki KTP, sehingga langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk pemeriksaan lanjutan.

“Selanjutnya akan disidik dan diproses oleh penyidik Bidang Perundang-undangan Satpol PP,” jelas Anis. Ia menambahkan, beberapa di antara pasangan tersebut berdalih sebagai suami istri siri, namun tidak bisa menunjukkan bukti sah pernikahan.

Menurut Anis, razia ini merupakan respon atas keresahan masyarakat terkait penggunaan aplikasi kencan online yang diduga memfasilitasi praktik asusila di penginapan.
“Kita temukan berbagai macam, ada yang sudah tua sampai kakek-kakek, dan ada juga yang masih muda—yang bening-bening juga banyak. Tapi semuanya dewasa, tidak ada yang di bawah umur,” ungkapnya.

Selain pasangan tak resmi, petugas juga kembali mengamankan satu sosok yang dikenal sebagai “manusia silver legendaris” karena berulang kali tertangkap dalam razia serupa.
“Yang satu ini memang legenda kami, sudah sering kami amankan. Malam ini kembali kami temukan,” tutur Anis sambil tersenyum.

Individu tersebut langsung dibawa ke ruang pembinaan Satpol PP dan akan diserahkan ke instansi terkait untuk proses pembinaan lanjutan.
Sementara itu, seluruh pasangan yang diamankan akan menjalani pemeriksaan identitas dan status pernikahan untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

“Razia ini akan terus kami lakukan secara berkala. Tujuannya bukan semata menindak, tapi menjaga ketertiban umum dan moralitas masyarakat Samarinda,” pungkas Anis. (MK)

Editor: Agus S