Beranda blog Halaman 536

Pemprov Kaltim Salurkan Gratispol ke 32.850 Mahasiswa PTN, Anggaran Pendidikan Dipastikan Aman

0
Penyerahan secara simbolis Program Gratispol Kuliah S1–S3 berupa pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlangsung di Gedung Olah Bebayaa, Senin (17/11/2025). (Foto: Hanafi/MKN)

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Gratis Pendidikan Berkelanjutan (Gratispol). Komitmen itu ditegaskan dalam penyerahan simbolis pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa S1 hingga S3 yang digelar di Gedung Olah Bebayaa, Senin (17/11/2025).

Acara tersebut dihadiri Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud (Gubernur Harum), Wakil Gubernur H. Seno Aji, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Kabag Kesra Dasmiah, serta pimpinan OPD terkait. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) turut hadir menerima penyerahan simbolis bantuan pendidikan.

Penyerahan secara simbolis Program Gratispol Kuliah S1–S3 berupa pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlangsung di Gedung Olah Bebayaa, Senin (17/11/2025). (Foto: Hanafi/MKN)

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim mengalokasikan lebih dari Rp44 miliar untuk membantu 32.850 mahasiswa PTN pada penyaluran tahap ini. Tahun pertama difokuskan bagi mahasiswa baru atau semester satu, dan akan diperluas pada tahun berikutnya untuk seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat. Pemprov menyiapkan total anggaran Rp1,4 triliun untuk mendukung biaya pendidikan 124 ribu mahasiswa Kaltim.

Sementara untuk mahasiswa PTS, proses verifikasi administrasi masih berlangsung. Penyaluran dilakukan setelah kampus menyelesaikan kelengkapan data.

“Untuk swasta kita sudah siap. Anggaran sudah disiapkan. Tinggal menunggu kelengkapan administrasi dari kampus-kampus swasta. Kalau verifikasi selesai, langsung kita salurkan. Tidak ada kata terlambat untuk kepentingan anak-anak kita,” tegas Gubernur Harum.

Berdasarkan data BPKAD Kaltim, alokasi dana Gratispol untuk PTN disalurkan dengan rincian sebagai berikut:
• Universitas Mulawarman (Unmul) – Rp22,45 miliar
• Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) – Rp6,38 miliar
• UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) – Rp4,89 miliar
• Institut Teknologi Kalimantan (ITK) – Rp4,68 miliar
• Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda – Rp3,56 miliar
• Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) – Rp1,57 miliar
• Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani) – Rp604,8 juta

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan SDM menjadi prioritas utama arah pembangunan Kaltim. Ia memastikan anggaran pendidikan, khususnya untuk pembiayaan mahasiswa, tidak akan mengalami pemotongan.

“Kita utamakan dulu infrastruktur manusianya. Kalau SDM-nya sudah bagus, insyaAllah yang lain mengikuti. Untuk pendidikan, terutama pembiayaan mahasiswa, itu penuh dan tidak akan dipotong,” tegasnya.

Pemprov juga memastikan proses verifikasi administrasi bagi mahasiswa PTS berjalan transparan. Kampus disebut wajib mendampingi mahasiswa yang menunggu proses reimburse atau mengalami kendala dokumen.

“Setiap kampus sudah punya tim verifikasi. Jika ada mahasiswa yang belum lolos, kampus akan membantu menjelaskan dan menyelesaikan prosesnya,” jelas Rudy.

Acara penyerahan simbolis tersebut turut dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan Gratispol. Suasana berlangsung hangat, diwarnai ucapan terima kasih dari mahasiswa atas perhatian besar Pemprov terhadap pendidikan mereka.

Selain UKT PTN, Pemprov melalui APBD dan APBD-P 2025 juga menyiapkan Rp680,4 miliar untuk enam komponen program Gratispol, meliputi:
• Gratispol S1 — Rp150,9 miliar (28.083 penerima)
• Gratispol S2–S3 — Rp14,4 miliar (2.860 penerima)
• Mahasiswa Kaltim di luar daerah — Rp7,7 miliar (657 penerima)
• Mahasiswa Kaltim di luar negeri — Rp9,9 miliar (89 penerima)
• Gratispol Khusus — Rp21,4 miliar (1.165 penerima)
• Operasional Tim Gratispol — Rp2,3 miliar (25 orang)

Program pendidikan menjadi sektor dengan alokasi anggaran terbesar, menandakan bahwa peningkatan kualitas SDM tetap menjadi fondasi utama pembangunan Kaltim di era kepemimpinan Gubernur Harum. (MK)

Editor: Agus S

DPRD Kaltim Tambah Masa Kerja Pembahasan Ranperda Sektor Migas dan Jamkrida

0
Sabaruddin Panrecalle, ketua Komisi II DPRD Kaltim

SAMARINDA — Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, mengusulkan perpanjangan masa kerja satu bulan untuk penyelesaian dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang masih membutuhkan pendalaman. Usulan tersebut disampaikan pada Rapat Paripurna ke-42 di Gedung B DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (17/11/2025).

Menurut Sabaruddin, Ranperda terkait PT Migas Mandiri Pratama Kaltim (MPP) dan PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) belum dapat difinalisasi karena sejumlah pasal wajib dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Perpanjangan masa kerja itu pun langsung disetujui secara aklamasi oleh anggota dewan.

“Memang kita meminta perpanjangan masa kerja ke luar daerah, terutama kepada Kemendagri terkait beberapa pasal yang wajib dikonsultasikan,” jelasnya usai paripurna.

Sabaruddin mengakui bahwa seharusnya Ranperda tersebut belum layak dibawa ke paripurna. Namun langkah itu dilakukan agar usulan segera tercatat dan diproses sebelum akhir tahun, sehingga dapat teregistrasi lebih cepat.

“Biar masuk dulu usulannya ke Kemendagri dan diselesaikan di akhir tahun. Dengan begitu bisa langsung dirancang setelah teregistrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa substansi Ranperda sebenarnya hampir selesai. Namun finalisasi tetap bergantung pada hasil konsultasi dan pembahasan sejumlah pasal yang berkaitan dengan perusahaan umum daerah. Komisi II juga fokus memastikan rancangan aturan tersebut mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Fokus kita bagaimana meningkatkan PAD Kalimantan Timur. Paralel dengan Jamkrida, adalah hasil migas dan batubara. Itu yang kita stretching-kan bersama,” terangnya.

Selain itu, pembahasan juga menyinggung persoalan Participating Interest (PI) sebesar 10 persen dari sektor migas yang tidak selalu dipenuhi seluruh perusahaan. Komisi II menegaskan perlunya penguatan regulasi agar kesepakatan PI dapat dijalankan secara konsisten. Di sisi lain, perusahaan tidak diperkenankan menetapkan angka tertentu untuk kewajiban CSR meski ada wacana nominal 3 persen.

Perpanjangan masa kerja ini disebut sebagai langkah penting agar penguatan perusda dan optimalisasi pendapatan sektor lain dapat berjalan paralel, terutama di tengah kekhawatiran berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang diperkirakan turun hingga 71 persen pada tahun depan. Kondisi itu membuat penguatan PAD menjadi prioritas strategis. (MK)

Editor: Agus S

Pencairan Beasiswa Kukar Idaman Tuntas, 4.015 Mahasiswa Akhirnya Terima Dana Penuh

0
Aksi Mahasiwa yang menanggapi polemik Beasiswa Kukar Idaman pada 14 Agustus lalu (Ady/MKN)

TENGGARONG — Setelah berbulan-bulan dihadapkan pada ketidakpastian, 4.015 mahasiswa penerima Beasiswa Kukar Idaman akhirnya menerima pencairan penuh tahap kedua. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyalurkan beasiswa tersebut pada Senin (17/11/2025), sekaligus menjawab polemik isu pemotongan dan keterlambatan pencairan yang mencuat sejak Agustus lalu.

Realisasi ini juga menjadi tindak lanjut komitmen Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin yang sebelumnya berdialog langsung dengan mahasiswa pada aksi unjuk rasa 14 Agustus. Pemkab memastikan seluruh penerima mendapat hak sesuai nominal awal tanpa pengurangan.

Kabar pencairan segera menyebar di kalangan mahasiswa. Tanti Ayu, mahasiswa S2 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, mengaku lega setelah sisa dana masuk ke rekeningnya.

“Alhamdulillah sudah cair tadi jam 11.56 Wita. Total saya terima Rp10 juta. Hari ini yang masuk minimal Rp5,8 juta karena sebelumnya sudah terima Rp4,2 juta,” ujarnya.

Ketua BEM Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Muhammad Ibnu Ridho, membenarkan bahwa sebagian mahasiswa telah menerima pencairan penuh. Namun ritme penyaluran tampaknya bertahap, sehingga belum semua mahasiswa menerima pada waktu yang sama.

“Teman-teman sebagian sudah menerima sisa beasiswa. Sesuai komitmen awal Rp5 juta untuk mahasiswa S1. Kemarin masuk Rp1,6 juta, hari ini tambah Rp3,4 juta,” jelasnya.

Pencairan ini menutup masa ketidakpastian panjang yang membebani ribuan mahasiswa Kukar, terutama mereka yang membutuhkan dukungan biaya kuliah, penelitian, maupun kebutuhan akademik lainnya. Meski demikian, mahasiswa Kukar tetap akan menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (18/11/2025), namun dengan tuntutan yang bergeser.

“Kita tetap aksi, tapi bukan soal pencairan lagi. Kita akan fokus pada isu keberlanjutan program dan meminta kuota beasiswa tidak dikurangi. Kalau bisa malah ditambah,” ujar Ridho.

Beasiswa Kukar Idaman merupakan salah satu program pendidikan paling diminati masyarakat Kukar. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai lebih dari 9.000 orang, sementara penerima mencapai lebih dari 4.000 — angka tertinggi dalam sejarah program tersebut.

Untuk mendukung penyelenggaraan tahun 2025, Pemkab Kukar menyiapkan pagu anggaran sekitar Rp8 miliar, sementara kebutuhan realisasi program mencapai Rp12,5 miliar. Dengan kondisi tersebut, pencairan beasiswa dibagi ke dalam dua tahap: tahap pertama sebesar Rp1,6 juta pada APBD Murni 2025, dan tahap kedua sebesar Rp3,4 juta untuk mahasiswa S1. (MK)

Editor: Agus S

Pemprov Kaltim Pacu Percepatan Penyaluran Gratispol, Rp20 Miliar Belum Tersalurkan

0
Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah. (Foto: Hanafi/MKN)

SAMARINDA — Pemprov Kaltim mempercepat penyaluran Program Gratis Pendidikan Berkelanjutan (Gratispol) menyusul masih tersisanya anggaran sekitar Rp20 miliar yang belum tersalurkan hingga memasuki akhir tahun. Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menegaskan percepatan ini penting dilakukan, terutama bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) yang masih menghadapi sejumlah kendala administrasi.

Menurut Dasmiah, salah satu hambatan utama adalah masih banyak mahasiswa yang belum mengisi link Gaspol, padahal data tersebut menjadi syarat wajib untuk proses pemadanan. Pemadanan ini diperlukan untuk memastikan penerima benar-benar warga Kaltim dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

“Kami mengimbau seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk segera mendorong mahasiswanya mengisi link Gaspol. Ini penting untuk memadankan data apakah mahasiswa tersebut benar-benar warga Kaltim dan tidak menerima beasiswa lain,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pemadanan data sangat krusial untuk mencegah kesalahan administrasi. Sebelumnya ditemukan beberapa pemohon yang ternyata bukan berasal dari Kaltim atau terindikasi menerima bantuan serupa dari program lain.

“Kalau tidak dipadankan, penerimanya bisa salah. Dan kalau ketahuan menerima ganda, bisa-bisa harus mengembalikan. Jadi langkah ini untuk mencegah masalah di kemudian hari,” tegas Dasmiah.

Pemprov Kaltim juga membentuk Satgas Percepatan Gaspol Pendidikan di setiap kampus guna memastikan proses penyaluran berjalan cepat dan akurat. Namun untuk PTS, kendala lain yang sering muncul justru berasal dari pihak kampus, seperti rekening mahasiswa yang tidak aktif sehingga menghambat proses transfer.

“Dari sisi pemerintah, dananya siap. Tapi ada kampus yang datanya belum lengkap atau rekening mahasiswa tidak aktif. Jadi ini sebenarnya kendala dari perguruan tinggi,” jelasnya.

Saat ini, hanya satu perguruan tinggi yang masih menyelesaikan perbaikan rekening mahasiswa. Pemprov menargetkan seluruh pencairan di PTS dapat dilakukan serentak sebagaimana penyaluran di perguruan tinggi negeri (PTN) yang sudah memasuki tahap 4 dan 5. Sementara itu, penyaluran Gratispol untuk guru telah diselesaikan sepenuhnya.

Program Gratispol Afirmasi, yang ditutup pada 18 November, juga mencatat animo besar dari kelompok sasaran berkriteria khusus seperti penyandang disabilitas, mahasiswa berprestasi tingkat internasional, dan mereka yang berasal dari desa sangat tertinggal. Namun belum ada kepastian apakah pendaftaran khusus ini akan dibuka kembali pada periode berikutnya.

Menjawab pertanyaan terkait kelanjutan program tahun depan, Dasmiah menegaskan bahwa Gubernur Kaltim telah memastikan anggaran Gaspol Pendidikan tetap dijamin pada tahun 2026.

“Untuk kepastian tahun depan, Pak Gubernur sudah menyampaikan bahwa anggaran Gaspol Pendidikan dijamin pada 2026. Jadi insyaallah tetap berlanjut,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Zudan Arif Tinjau Rusun ASN di IKN, Fasilitas Setara Apartemen Modern

0
Tinggal nempati. Rusun ASN di IKN full fasilitas. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh meninjau langsung rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan pada Senin (17/11/2025), Zudan bahkan memperlihatkan bagian dalam unit hunian yang disebutnya setara apartemen modern melalui rekaman video yang dirilis di akun resmi @bkngoidofficial.

Zudan hadir bersama Kepala Biro SDM dan Humas Otorita IKN, Zamroni. Ia menunjukkan secara rinci fasilitas hunian ASN yang dipersiapkan untuk pegawai yang nantinya bertugas di IKN. Menurutnya, satu unit memiliki luas 98 meter persegi dengan kelengkapan yang memadai.

“Satu unit luasnya 98 meter. Ada TV besar, AC, kamar tamu, ruang rapat, tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dan dapur. Ini untuk para bujangan, yang tidak membawa keluarga,” ujar Zudan.

Ia kemudian memperlihatkan kondisi ruang tidur dengan fasilitas tempat tidur, lemari pakaian, dan meja kerja. Dua kamar mandi disiapkan, masing-masing untuk kamar utama dan area luar. Dapur juga telah dilengkapi perabot modern termasuk lemari pendingin. Zudan bahkan mencoba meminum air langsung dari keran wastafel. “Langsung bisa diminum airnya,” katanya.

Selain fasilitas pribadi, ruang cuci pakaian dan area jemur turut disediakan. Ia menyebut hunian ini didesain agar ASN dapat bekerja dengan nyaman dan efisien. “Tempatnya sudah siap. Saya sudah merasakan enaknya kerja di sini, ke kantor dekat hanya lima menit, bus disiapkan, dan udaranya segar sekali,” ucapnya.

Untuk ASN yang sudah berkeluarga, Zamroni menyampaikan bahwa pembangunan tower khusus keluarga muda akan dimulai tahun depan. Setiap unit direncanakan memiliki luas 45 meter persegi.

Secara keseluruhan, terdapat 47 tower rusun ASN yang telah rampung dibangun di IKN. Setiap tower terdiri dari sepuluh lantai dan tiap lantai berisi enam unit berukuran 98 meter persegi yang diperuntukkan bagi ASN lajang. Seluruh unit telah disiapkan lengkap dan siap ditempati.

Selain meninjau fasilitas, Zudan bersama sejumlah pejabat BKN pusat juga menggelar rapat di salah satu unit rusun sebagai bagian dari rangkaian kunjungan. (MK)

Editor: Agus S

Aliansi Pemuda Tuntut Pemberhentian Hakim MK Asrul Sani Terkait Dugaan Ijazah Palsu

0
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemerhati Bangsa berdemo di depan MK menuntut Asrul Sani mundur terkait dugaan ijazah palsu. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pemerhati Bangsa menggelar aksi protes di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (17/11/2025), menuntut pemberhentian Hakim Konstitusi Asrul Sani setelah mencuatnya dugaan penggunaan ijazah palsu dari Collegium Humanum Warsaw Management University, Polandia. Aksi tersebut dipicu penyelidikan otoritas Polandia terkait gelar doktor (Ph.D.) yang diklaim diperoleh Asrul pada 2023.

Ketua aliansi, Desto, menilai penyelidikan yang dilakukan aparat di negara asal kampus merupakan indikasi serius yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, keabsahan ijazah seorang hakim konstitusi berkaitan langsung dengan integritas lembaga yang menjaga konstitusi.

“Fakta bahwa lembaga penegak hukum di negara asal pemberi gelar melakukan penyelidikan adalah indikasi yang sangat serius dan tidak dapat dianggap remeh,” ujar Desto.

Ia menegaskan bahwa dugaan pemalsuan ijazah menyentuh tiga ranah sekaligus: etik, konstitusional, dan pidana. Karena itu, penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi internal, tetapi harus melibatkan lembaga berwenang untuk memastikan proses yang objektif dan transparan.

“Sebagai garda terdepan pengawal konstitusi dan demokrasi, kami menilai bahwa kasus ini menyentuh pelanggaran konstitusional, pidana, dan etik yang berpotensi merusak fondasi lembaga peradilan,” katanya.

Aliansi juga menyoroti potensi pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 terkait gratifikasi jabatan. Menurut mereka, penggunaan ijazah tidak sah untuk memperoleh posisi publik dapat dikategorikan sebagai bentuk pemberian ilegal yang menyerupai praktik suap sebagaimana dimaksud Pasal 12B.

Dalam aksinya, aliansi mengajukan sejumlah tuntutan. Pertama, mendesak Asrul Sani mengundurkan diri dari jabatan Hakim Konstitusi demi menjaga kehormatan lembaga dan menghindari konflik kepentingan selama proses penyelidikan berlangsung. Kedua, meminta Dewan Etik MK melakukan verifikasi independen atas ijazah yang bersangkutan serta menjatuhkan sanksi maksimal bila ditemukan pelanggaran.

Aliansi juga meminta MK melaporkan temuan yang berkaitan dengan unsur pidana kepada Polri agar dugaan pemalsuan dokumen dapat diselidiki secara hukum. Selain itu, Presiden dan DPR didorong untuk mempertimbangkan mekanisme impeachment apabila terbukti terjadi pelanggaran sesuai konstitusi dan ketentuan perundang-undangan.

Desto menyebut langkah tegas diperlukan untuk menjaga kredibilitas lembaga peradilan konstitusi. Ia menilai penanganan cepat dan terbuka justru akan memperkuat kewibawaan MK di mata publik.

“Kami percaya bahwa Mahkamah Konstitusi adalah rumah bagi konstitusi dan keadilan. Jangan biarkan rumah itu runtuh karena satu batu bata yang rapuh,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada hakim yang boleh dikecualikan dari standar integritas, dan MK memiliki tanggung jawab moral memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.

“Tindakan tegas dan transparan dari MK dalam menangani kasus ini justru akan mengukuhkan kewibawaan dan kepercayaan publik,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Asrul Sani Paparkan Kronologi Lengkap Studi Doktoralnya di Polandia

0
Hakim Mahkamah Konstitusi, Asrul Sani. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Hakim Konstitusi Asrul Sani memberikan penjelasan terbuka mengenai perjalanan studi doktoralnya sebagai respons atas laporan publik yang menyoroti keabsahan ijazah dari Collegium Humanum Warsaw Management University, Polandia. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/11/2025), untuk memberi kejelasan tentang proses pendidikan yang ditempuhnya sejak lebih dari satu dekade lalu.

Asrul menjelaskan bahwa perjalanan akademiknya dimulai pada 2011 ketika terdaftar dalam program Professional Doctorate bidang Justice Policy and Welfare di Glasgow Caledonian University, Skotlandia. Program tersebut menggunakan sistem blok dan metode pembelajaran off campus yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran secara fleksibel.

Seluruh perkuliahan dan penugasan selesai pada 2012, dan ia mendapatkan transkrip akademik dengan total 180 kredit sebagai syarat penyelesaian tahap awal sebelum memasuki fase penelitian. Namun, perkembangan karier politiknya setelah ikut pencalonan legislatif dan keterlibatan intens dalam panitia legislasi membuat penyusunan disertasi berjalan tidak optimal. Ia mengambil cuti tiga tahun dan akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari program pada 2017. Meskipun demikian, pihak universitas tetap memberikan gelar magister karena Asrul telah memenuhi beban kredit akademik yang dipersyaratkan.

Pasca Pemilu 2019, Asrul kembali mencari program doktoral lanjutan dan memilih Collegium Humanum di Polandia. Ia menggunakan skema transfer doktoral agar capaian akademiknya selama belajar di Glasgow tetap diakui. Dengan sistem tersebut, ia tidak diwajibkan mengikuti kembali perkuliahan formal, termasuk yang diselenggarakan secara daring.

Asrul mulai mengerjakan disertasinya pada 2021 dengan fokus penelitian terkait kebijakan hukum penanggulangan terorisme setelah peristiwa Bom Bali. Kajian tersebut disusun melalui pendekatan normatif serta wawancara dengan sejumlah pejabat di institusi keamanan nasional.

Ia menjelaskan bahwa ujian doktoral berlangsung secara daring pada masa pandemi, sementara prosesi wisuda diselenggarakan di Warsawa pada Maret 2023. Pada momen tersebut, ijazah resmi diberikan langsung oleh pihak universitas. Asrul juga menunjukkan foto bersama Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Anita Lidya Luhulima, sebagai bagian dari dokumentasi kehadirannya dalam acara wisuda tersebut.

Disertasinya kemudian diterbitkan ulang oleh Penerbit Buku Kompas dengan judul adaptasi untuk pembaca Indonesia. Seluruh dokumen akademik, termasuk transkrip, surat keterangan, dan bukti kelulusan, telah diserahkan kepada Majelis Kehormatan MK saat proses klarifikasi berlangsung.

“Itulah cerita tentang perjalanan doktoral saya, untuk mengklarifikasi soal ijazah palsu, ijazah abal-abal,” ujarnya. Ia menegaskan tidak akan mengambil langkah hukum balik terhadap pelapor dan memilih menyikapi dinamika tersebut sebagai konsekuensi dari posisi pejabat publik. “Kita harus menyikapinya dengan dingin, tidak emosional. Jadi saya juga tidak akan melapor balik,” katanya. (MK)

Editor: Agus S

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Kursi Warung di Samarinda

0
Penemuan mayat disebuah warung di jalan Belatuk Kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Warga Jalan Belatuk, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria yang tergeletak di kursi bagian luar sebuah warung pada Senin sore (17/11). Korban yang belum diketahui identitasnya ditemukan sudah tak bernyawa sekitar pukul 15.00 Wita oleh pemilik warung.

Pemilik warung, Eko, mengatakan pria tersebut sudah terlihat berada di kursi sejak ia membuka warung sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu korban duduk diam tanpa memesan makanan atau minuman, hanya mengisi daya ponsel di salah satu colokan.

“Saya buka jam 10.00 Wita, dia sudah duduk di luar. Sampai jam 12.00 siang masih terbaring begitu. Saya panggil tidak menjawab, saya kira tidur,” ujar Eko.

Namun keadaan mulai mencurigakan ketika Eko kembali memeriksa pria itu menjelang pukul 15.00 Wita. Ia mencoba membangunkan korban, namun tidak ada respons. Eko melihat adanya serangga dan lalat yang bergerombol di sekitar mulut korban.

“Saya panggil sambil tarik bajunya, tidak gerak. Di mulutnya sudah ada serangga dan lalat-lalat itu,” ungkapnya.

Eko kemudian memegang tangan dan kaki korban untuk memastikan kondisinya. Saat mengecek nadi, ia mendapati pergelangan tangan pria tersebut dalam keadaan dingin. Setelah tubuh korban dibalikkan, Eko memastikan bahwa pria itu sudah meninggal.

Pihak Polsek Sungai Pinang segera datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD AW Syahranie Samarinda untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian.

Hingga kini, identitas serta penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian. (MK)

Editor: Agus S

Operasi Zebra Mahakam Dimulai, Puluhan Pelanggar Ditindak Hari Pertama

0
Personel Lantas Polresta Samarinda melakukan penilangan terhadap pengendara yang melanggar lalu lintas. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Polresta Samarinda resmi memulai Operasi Zebra Mahakam 2025 yang digelar serentak di seluruh daerah. Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (17/11), Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda menindak puluhan pengendara yang terbukti melanggar aturan lalu lintas.

Kasubnit Turwali Polresta Samarinda, Ipda Tafyudi Anugrah, mengatakan penindakan dilakukan dalam dua sesi, pagi dan sore. Fokus operasi diarahkan pada delapan jenis pelanggaran yang dianggap paling sering memicu kecelakaan dan mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Untuk kegiatan Operasi Zebra Mahakam hari ini, dari pagi sampai sore kami sudah menindak pelanggaran,” ujar Ipda Tafyudi.

Pada sesi pagi, petugas menindak delapan kendaraan terdiri dari enam unit roda empat dan dua unit roda dua. Sementara pada sesi sore, jumlah pelanggar meningkat hingga 18 kendaraan. Dari jumlah tersebut, sepuluh kendaraan tidak dilengkapi surat-surat, sedangkan delapan lainnya memiliki kelengkapan administrasi namun melakukan pelanggaran berat seperti melawan arus.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran melawan arus dikenakan sanksi penahanan STNK atau SIM, meskipun kendaraan tetap dapat dibawa pulang pemiliknya.

Adapun delapan fokus pelanggaran pada Operasi Zebra tahun ini mencakup tindakan seperti melawan arus, tidak menggunakan helm bagi pengendara roda dua, mengemudi di bawah umur, berkendara dalam keadaan mabuk, tidak memakai sabuk keselamatan bagi pengendara roda empat, hingga penggunaan telepon genggam saat berkendara. Sejumlah pelanggaran lain yang berkaitan dengan kelengkapan kendaraan turut menjadi sasaran.

“Operasi Zebra ini merupakan operasi terpusat. Pengemudi diwajibkan tertib berlalu lintas,” jelasnya.

Penindakan hari pertama dilakukan di dua lokasi yang kerap terjadi pelanggaran, yakni kawasan Perniagaan dan Jalan Pangeran Suriansyah. Kedua titik tersebut dipilih karena sering ditemukan pengendara yang melanggar rambu atau nekat melawan arus pada jam-jam sibuk.

Operasi Zebra Mahakam dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Seluruh masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan, melengkapi dokumen kendaraan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Kami imbau masyarakat Kota Samarinda untuk mengikuti aturan dan menjaga keselamatan,” tutup Ipda Tafyudi. (MK)

Editor: Agus S

Presiden Resmikan Digitalisasi Pembelajaran Nasional dari Bekasi

0
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dalam acara peluncuran di SMP Negeri 4 Kota Bekasi. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas melalui acara terpusat di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025). Sebanyak 1.337 sekolah dari 38 provinsi turut mengikuti kegiatan tersebut secara daring, menandai langkah besar pemerintah dalam pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi.

Kehadiran Presiden disambut meriah oleh para menteri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kepala sekolah, serta ratusan siswa yang menampilkan drumben dan membentangkan bendera Merah Putih kecil. Suasana ceria itu menggambarkan harapan besar terhadap percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.

Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung demonstrasi penggunaan panel interaktif pembelajaran di kelas. Ia melihat bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih variatif, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa.

“Sudah 75 persen dari sekolah di seluruh Indonesia menerima panel interaktif. Panel ini kita harapkan bisa membantu semua siswa belajar lebih baik, lebih semangat, lebih cepat, dan memiliki akses terhadap seluruh ilmu serta bahan pembelajaran yang dibutuhkan,” ujar Presiden Prabowo.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam laporannya menyampaikan bahwa program digitalisasi ini merupakan tindak lanjut komitmen Presiden pada Hari Guru Nasional 2024 dan implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan digitalisasi pembelajaran. Ia menekankan bahwa transformasi ini mulai menunjukkan hasil nyata.

“Kami melakukan monitoring dan evaluasi di sekolah-sekolah penerima perangkat. Sudah terlihat perubahan signifikan, proses belajar lebih gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran meningkat,” ucapnya.

Hingga pertengahan November, pemerintah telah mendistribusikan 172.550 perangkat panel interaktif. Sebanyak 43.022 perangkat tambahan diperkirakan tiba pada Desember 2025 untuk melengkapi kebutuhan sekolah di seluruh wilayah.

Peluncuran program ini juga dihadiri sejumlah menteri kabinet, wakil menteri, pimpinan Komisi X DPR RI, dan Gubernur Jawa Barat sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan pendidikan digital nasional. (MK)

Editor: Agus S