Beranda blog Halaman 543

UMKM Center Bantu Produk Lokal Naik Kelas

0

BONTANG – Berdirinya UMKM Center di Jalan Parikesit menjadi salahsatu cara Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang untuk membantu pengusaha UMKM lokal naik kelas.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP Bontang menjelaskan, bangunan UMKM Center dulunya ex bangunan MTQ. Kini disulap menjadi tempat menjajakan produk-produk lokal khas Bontang.

Produk-produk tersebut didisplay dengan rapi nan cantik di rak-rak yang tersedia. Tidak hanya produk kuliner, kain, baju batik, hingga asesoris buatan lokal terpajang cantik di tempat ini.

“UMKM center ini seperti layaknya toko oleh-oleh. Konsumennya mulai dari tamu-tamu pemerintahan sampai perusahaan swasta, bahkan masyarakat umum,” ujarnya.

Ditambahkannya, produk yang paling banyak diminati seperti pempek, aneka keripik ikan, dan amplang batu bara.

“Kami juga menyiapkan diskon produk di momen-momen tertentu,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Beragam Fungsi UMKM Center

0

BONTANG – UMKM Center binaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang memiliki beragam fungsi selain menjual produk-produk UMKM lokal Bontang.

Agus Arianto, Pengawas Koperasi UMKM Ahli Muda DKUMPP Bontang menjelaskan, bahwa UMKM center selama ini yang diketahui masyarakat hanya menjual produk-produk milik UMKM lokal. Namun UMKM center juga bisa berfungsi sebagai
tempat edukasi, bagi pelajar yang ingin belajar tentang tata cara display produk dari pengusaha-pengusaha lokal Bontang.

“Produk-produk lokal kami tata dengan baik di UMKM center. Display produknya pun terlihat indah,” ujarnya.

Terbukti dengan kunjungan pelajar SMKN 2 beberapa waktu lalu. Dimana para pelajar ini belajar tentang pengemasan dan display produk.

Selain itu, fungsi berikutnya adalah sebagai sarana pengenalan produk keluar daerah. Lantaran di tempat ini banyak tamu-tamu dari pemerintahan maupun perusahaan swasta yang berbelanja oleh-oleh untuk dibawa ke tempat asal mereka.

“Dengan begitu diharapkan oleh-oleh yang mereka bawa ke tempat asal mereka, dapat mengenalkan produk lokal ke ke daerah-daerah lainnya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Kini Miliki 3 Dokter Sub Spesialis dan 37 Dokter Spesialis

0
PIPP RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini telah memiliki 3 dokter sub spesialis beserta 37 dokter spesialis.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa untuk dokter sub spesialis terdiri dari 1 dokter sub spesialis bedah onkologi, 1 dokter sub spesialis obgyn fetomaternal, dan 1 dokter sub spesialis hematologi.

Sedangkan untuk dokter spesialis, meliputi 2 dokter jantung, 2 dokter bedah, 3 dokter penyakit dalam, 3 dokter Anak, 2 dokter saraf, 1 dokter paru, 2 dokter mata, 1 dokter THT, 2 dokter obgyn, dan 1 dokter rehabilitasi medik.

“Untuk dokter bagian gigi anak, dokter bedah mulut, dokter konservasi gigi, dokter ortodonti, dan dokter kejiwaan tersedia 1 dokter,” ucapnya, Jumat (14/11/2025).

Selanjutnya, ada 2 dokter spesialis kulit dan kelamin, 3 dokter anestesi, 2 dokter di bagian patologi klinik, 2 dokter di bagian patologi anatomi, 1 dokter di radiologi, serta 1 dokter gizi.

“Selain itu, terdapat juga dokter gigi umum 1 dan juga 20 dokter umum,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Bedah Plastik di 2026 Mendatang

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang berencana akan menambah dokter spesialis bedah plastik. Dokter tersebut akan datang dan bergabung di tahun 2026 mendatang.

Diketahui, di RSUD Taman Husada telah lengkap memiliki dokter spesialis. Namun untuk bagian dokter sub spesialis RSUD baru memiliki 3 dokter saja, seperti Bedah Onkologi, Obgyn Fetomaternal, serta Hematologi. Karenanya RSUD kembali akan menambah dokter spesialis bedah plastik.

“Kemarin ada beberapa pola, dan kami telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dengan mengajukan berkas. Jika ada dokter spesialis yang baru lulus, bisa langsung menempatkan di tempat kami saja. Semoga ada di tahun depan, dan bisa langsung bergabung dengan kami,” Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA, Jumat (14/11/2025). (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Masih Jadi PR, RSUD Bontang Terus Cari Dokter Sub Spesialis Urologi

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang sampai saat ini belum memiliki dokter spesialis urologi. Hal ini karena masih sedikitnya dokter lulusan urologi.

“Iya yang masih menjadi PR untuk kami sampai saat ini pun, masih belum memiliki dokter sub spesialis bagian urologi. Karena lulusannya masih sedikit, tidak banyak,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA saat ditemui, Jumat (14/11/2025).

Mengingat di RSUD Taman Husada Bontang telah memiliki 3 dokter sub spesialis, seperti dokter sub spesialis bedah onkologi, dokter sub spesialis penyakit dalam konsultan hematologi, serta dokter sub spesialis obgyn fetomaternal.

“Kalau untuk pelayanan dokter spesialis di kami, sudah terbilang komplit. Mungkin sekarang ini kami lebih mengarah untuk melengkapi bagian sub spesialisnya saja,” tambahnya.

Sedikit informasi, untuk spesialis urologi adalah dokter yang menangani penyakit pada sistem saluran kemih (ginjal, ureter, kandung kemih, uretra) pada pria dan wanita, serta sistem reproduksi pria.

Dokter spesialis ini mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, masalah prostat, disfungsi ereksi, infertilitas, dan kanker. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Berikut Tarif Harga Ruang Perawatan di RSUD Taman Husada Bontang per Harinya

0
Ruang perawatan kelas 1 di RSUD Taman Husada Bontang. (Ist).

BONTANG – Ada berbagai macam tarif harga ruangan perawatan di RSUD Taman Husada Bontang. Seperti ruangan perawatan VVIP, VIP, ruangan perawatan kelas 1, 2, dan 3, ruang isolasi, ruang perawatan insentif, hingga ruangan perawatan lainnya.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menjelaskan, bahwa di RSUD Taman Husada Bontang, ada bermacam-macam ruangan perawatan yang tersedia dengan tarif yang berbeda.

Seperti VVIP Rp 600 ribu, VIP Rp 400 ribu, Kelas I Rp 300 ribu, Kelas II Rp 200 ribu, Kelas III Rp 100 ribu, Kelas Rawat Inap Standar Rp 200 ribu, Kelas Ruang Perawatan Insentif Rp 600 ribu.

“Bahkan ada juga Ruang Perinatologi dengan tarif per malamnya Rp 200 ribu, Ruang Isolasi Rp 200 ribu, Ruang Isolasi Tekanan Negatif Rp 300 ribu,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk bagian Box Bayi Rawat Gabung Rp 50 ribu, Ruang HCU Rp 300 ribu, Ruang Kemoterapi Rp 150 ribu, serta Ruang Transit Rp 100 ribu.

“Setiap ruangan yang ada di RSUD Taman Husada Bontang, bermacam-macam tarif per malamnya,” tutupnya.(adv/dwi)

Editor: Yusva Alam

Ruang Rawat Inap Kelas 2 dan 3 RSUD Sekarang Hanya Berisi 4 Bed

0
Ruangan perawatan di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memberlakukan ruangan rawat inap kelas 2 dan 3 hanya terdiri dari 4 bed saja. Pemberlakuan ini telah berjalan sekitar 5 bulan yang lalu.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa, perubahan ini sesuai dengan permintaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bahwa untuk kelas 2 dan 3 hanya terdapat 4 bed pasien, bukan lagi berisi 6 bed.

“Kami dari RSUD Taman Husada Bontang mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada,” ucapnya, Jumat (14/11/2025).

Fasilitas di bagian kelas 2 dan 3 hanya terdapat kamar mandi, wastafel, AC sentral. Sementara visit dokter dan akomodasi gizi belum termasuk.

“Iya sama halnya seperti di VVIP, semua visit dokter, akomodasi gizi, atau penunjang lainnya. Itu semua biayanya di luar harga ruangan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Ruangan Rawat Inap Berfasilitas Super Lengkap di Kelas VVIP RSUD Taman Husada

0
Ruangan VVIP di RSUD Taman Husada Bontang. (Ist).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menyediakan ruang rawat inap pasien dengan fasilitas yang sangat lengkap di kelas VVIP Wijaya Kusuma.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan, bahwa di bagian kelas atau ruangan VVIP terdapat fasilitas seperti tempat tidur pasien, satu bad sofa untuk penunggu, kulkas, televisi, ac, lemari pakaian, bufet, dispenser, kamar mandi, hingga wastafel.

“Di bagian VVIP fasilitasnya jauh lebih lengkap, dengan tarif harga Rp 600 ribu per malamnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/11/2025).

Sehingga dengan tarif yang telah ditetapkan untuk harga ruangan, itu semua belum termasuk dengan biaya yang lainnya seperti visit dokter, gizi, maupun tindakan penunjang lainnya.

“Dengan tarif harga Rp 600 per malamnya, belum masuk penunjang lainnya. Sebab itu baru harga ruangannya saja,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dorong Daya Saing Industri, DPMPTSP Bontang Dikunjungi Tim Kementerian Investasi dan PT Deloitte Indonesia

0

Upaya meningkatkan daya saing industri di Kota Bontang mendapat dukungan pusat. Tim dari Kementerian Investasi bersama PT Deloitte Indonesia melakukan kunjungan ke DPMPTSP Bontang untuk menilai potensi, memperkuat strategi pelayanan perizinan, serta mendorong terciptanya iklim investasi yang semakin kompetitif. Pertemuan ini menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi daerah–pusat dalam menarik lebih banyak investasi berkualitas.

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb14nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Didominasi Industri Kimia, Ini 5 Sektor Terbesar Penyumbang Investasi PMDN–PMA di Bontang Triwulan III 2025

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Realisasi investasi Kota Bontang pada Triwulan III 2025 kembali menunjukkan pergerakan positif. Total investasi yang masuk mencapai Rp821,53 miliar, atau 75,85 persen dari target tahunan Rp2,5 triliun. Capaian ini ditopang oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspianur, menjelaskan bahwa sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi kembali menempati posisi teratas pada kontribusi PMDN. Sektor ini menyumbang 93,20 persen dari total realisasi.

“Karakter ekonomi Bontang memang erat dengan industri pengolahan. Itu sebabnya industri kimia tetap menjadi sektor strategis,” katanya.

Di bawah sektor kimia, empat bidang usaha lainnya turut memberi kontribusi, meski dengan porsi jauh lebih kecil. Yakni transportasi, gudang, dan komunikasi (2,51 persen), jasa lainnya (1,78 persen), perdagangan dan reparasi (1,36 persen), serta industri logam dasar dan barang logam (0,55 persen).

Sementara itu PMA, kontribusi terbesar datang dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan porsi mencapai 68,83 persen. Disusul industri makanan (27,99 persen), industri kimia dasar dan farmasi (2,09 persen), hotel dan restoran (0,99 persen), serta perdagangan dan reparasi (0,11 persen).

Dari sisi persebaran investasi, Kecamatan Bontang Utara masih menjadi pusat aktivitas investasi daerah dengan perolehan Rp785,97 miliar atau 95,67 persen dari total realisasi triwulan III. Bontang Selatan menyusul dengan nilai Rp35,23 miliar, kemudian Bontang Barat dengan Rp337,7 juta.

Aspianur menegaskan pemerintah daerah tetap fokus memperkuat iklim investasi melalui pelayanan perizinan yang lebih mudah dan responsif. “Langkah ini penting agar geliat investasi di Bontang terus berkelanjutan,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam