Beranda blog Halaman 549

4 Tersangka Pengedar Sabu di Bontang-Kutim Diamankan, Jalankan Aksi Sesuai Arahan ‘Si Bos’

0
Keempat tersangka pengedaran sabu berhasil diamankan Polres Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan keempat tersangka dalam pengedaran sabu yang beroperasi di wilayah Bontang – Kutai Timur (Kutim). Hal ini disampaikan saat kegiatan konferensi pers berlangsung, Selasa (11/11/2025).

Diketahui, keempat tersangka tersebut mencoba cari keuntungan dari bisnis sabu, yang dimana bisnis haram ini baru mereka jalankan sekitar dua tahun. Keempat tersangka meliputi RW alias WW (22), SY alias AS (45), SP alias WD (35), dan DI alias PT (35).

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano mengatakan bahwa keseluruhan penangkapan tersangka di lokasi yang berbeda-beda. Seperti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama, di Jalan Soekarno-Hatta, Gang Bandung IV, Bontang Barat. Polisi mengamankan seorang berinisial RW alias WW (22).

“Dengan barang bukti 3 bungkus sabu seberat 1,52 gram, modusnya tersangka pakai buat konsumsi dan menyimpan sabu di kontrakannya. Tersangka pun mengakui dapat barang ini dari tersangka di wilayah Teluk Pandan, Kutim,” ucapnya.

Untuk TKP kedua, tersangka lainnya yang berhasil diamankan yakni SY alias AS (45) dengan SP alias WD (35), yang diamankan di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutim.

“Barang bukti SP alias WD berupa 39 bungkus sabu dengan berat 24,79 gram serta dengan satu unit handphone merek Oppo. Kalau SY alias AS mengakui sebagai pengedar serta perantara dalam transaksi sabu,” tambahnya.

Selanjutnya di TKP terakhir, DI alias PT (35) berhasil diamankan di Jalan Kapal Pinisi 7, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, dengan barang bukti satu unit handphone merek Oppo.

“Kalau peran DI alias PT ini merupakan penghubung jaringan, yang menyalurkan sabu ke SP alias WD,” ungkapnya.

Keempat tersangka pun mengakui, barang yang mereka dapatkan dari inisial atau panggilan ‘Si Bos’. Pengambilan barang dilakukan dengan sistem jejak.

“Si Bos ini memandu keempat tersangka, bagaimana mekanisme yang harus dijalankan dan dilakukan. Intinya semuanya si bos yang mengatur,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

PDI Perjuangan Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

0
Logo PDI Perjuangan (Int).

SAMARINDA – PDI Perjuangan secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto.

Partai berlambang banteng moncong putih itu menilai, gelar pahlawan seharusnya hanya diberikan kepada tokoh yang memiliki rekam jejak pengorbanan, perjuangan, serta integritas moral yang tinggi — bukan kepada sosok yang meninggalkan catatan kelam dalam perjalanan demokrasi dan kemanusiaan bangsa.

Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam Forum Refleksi Hari Pahlawan yang digelar di Surabaya, Minggu (09/11/2025). Acara ini turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serta sejumlah komunitas pemuda.

“Menjadi pahlawan itu bukan persoalan politik. Menjadi pahlawan itu adalah persoalan pengorbanan bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Ada integritas moral dan kemanusiaan di sana,” tegas Hasto di hadapan peserta forum.

Ia menambahkan bahwa gelar pahlawan nasional tidak hanya ditentukan oleh jasa atau kedudukan seseorang, melainkan juga oleh legitimasi moral dan pengorbanan sejati yang ditunjukkan sepanjang hidupnya.

“Pahlawan itu bukan general politik. Ia melekat dengan legitimasi perjuangan bagi bangsa dan negara, bukan membunuh kemanusiaan atau mengorbankan integritas moral,” ujarnya.

Penolakan terhadap wacana tersebut juga muncul dari daerah. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa pemerintah perlu berhati-hati dan selektif dalam memberikan gelar Pahlawan Nasional.

“Terkait proses penetapan gelar pahlawan itu banyak mekanisme yang harus dicermati agar menjadi keputusan yang tepat,” kata Ananda saat ditemui di Samarinda.

Ia menilai, sejarah masa lalu harus menjadi bahan pertimbangan utama sebelum pemerintah mengambil keputusan. “Kita sudah tahu bagaimana cerita masa lalu. Kami di PDI Perjuangan berharap pemerintah benar-benar melihat segala pertimbangan, jangan hanya sekadar memberikan penghargaan,” ujarnya.

Menurut Ananda, gelar pahlawan merupakan bentuk penghormatan tertinggi bangsa yang harus diberikan kepada sosok berintegritas dan memiliki pengorbanan nyata bagi rakyat.

“Semua orang sudah tahu sejarahnya, jadi saya tidak perlu bicara banyak lagi. Yang jelas, pemerintah harus banyak pertimbangan terhadap hal tersebut,” tutup Nanda. (MK)

Editor: Agus S

Fasilitas Cath Lab Kini Tersedia di RSUD Taman Husada, Ini Fungsinya

0
Ilustrasi (Ist).

BONTANG – Fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) saat ini telah tersedia di RSUD Taman Husada Bontang. Cath Lab ini berfungsi menangani penyakit jantung, termasuk pemasangan ring jantung.

Dalam pemeriksaan di bagian Cath Lab, prosedur medis menggunakan sinar X untuk memeriksa kondisi jantung dan pembuluh darah, seperti penyumbatan atau penyempitan.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa, untuk bagian pelayanan ini ditangani langsung oleh dokter spesialis jantung yang telah berpengalaman, yakni dr. Suhardi, Sp.JP.

“Jadi, masyarakat Bontang tidak perlu lagi jauh-jauh mendapatkan tindakan pemasangan ring jantung. Semua bisa dilakukan langsung di sini oleh dr. Suhardi,” paparnya, Senin (10/11/2025).

Cath Lab merupakan fasilitas medis berteknologi tinggi, yang memungkinkan dokter memeriksa kondisi pembuluh darah jantung secara detail, serta melakukan tindakan intervensi seperti angiografi dan pemasangan stent (ring) dengan risiko minimal.

Renanthera menambahkan, keberadaan Cath Lab ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien jantung dan menekan angka kematian akibat serangan jantung di Kota Bontang.

“Dengan adanya Cath Lab, pasien dengan keluhan jantung bisa segera ditangani tanpa harus menunggu lama atau dirujuk keluar kota. Ini juga sejalan dengan visi kami untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dua Laboratorium Tersedia di RSUD, Siap Berikan Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat dengan Cepat

0
Ilustrasi (Ist).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini telah tersedia dua laboratorium. Dengan adanya kedua laboratorium ini, RSUD ingin pelayanan yang nantinya diberikan ke masyarakat bisa lebih cepat dan efisien.

Laboratorium yang tersedia di RSUD Taman Husada Bontang meliputi Laboratorium Patologi Klinik serta Laboratorium Patologi Anatomi (LPA), dimana masyarakat tak perlu lagi untuk ke luar kota agar mendapatkan pelayanan tersebut.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara mengatakan bahwa, dengan adanya kedua laboratorium ini menjadi salah satu langkah besar bagi RSUD dalam meningkatkan pelayanannya kepada pasien.

“Iya, jadinya kalau dulu di setiap sampel dari pasien yang habis operasi, misalnya seperti ada benjolan yang kita ingin tahu apakah itu ganas atau tidak, harus dikirim ke luar daerah. Sekarang sebagian sudah bisa kami periksa langsung di sini,” ucapnya saat ditemui, Senin (10/11/2025).

Sehingga melalui pemeriksaan jaringan tubuh yang telah dilakukan di laboratorium tersebut, seperti hasil operasi atau sampai di bagian sampel dari benjolan yang ingin diketahui, sekarang bisa langsung dilakukan di RSUD.

Lebih lanjut, Renan juga menyampaikan meski belum seluruhnya jenis pemeriksaan patologi anatomi bisa dilakukan secara mandiri, kehadiran fasilitas ini sudah membantu mempercepat proses diagnosis dan pengobatan pasien.

“Dengan hadirnya dua laboratorium ini, maka RSUD semakin siap memberikan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, efisien, dan akurat bagi masyarakat. Jadi masyarakat tak perlu cemas dengan fasilitas yang kami miliki sekarang, karena sudah cukup lengkap,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Ahmad Suharto Resmi Dilantik Sebagai Pj Sekda Bontang

0
Ahmad Suharto. (Ist)

BONTANG – Posisi Sekretaris Daerah (sekda) Bontang tidak kosong lagi. Ahmad Suharto diamanahi sebagai nahkoda sementara.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi melantik dan mengambil sumpah Akhmad Suharto sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Senin sore (10/11/2025) di Auditorium Kantor Wali Kota Bontang, Jalan Moh. Roem, Kelurahan Bontang Lestari.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 800.1.1.1/3515/BKPSDM/2025 tentang pengangkatan Akhmad Suharto, yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bontang. Dalam keputusan tersebut, masa tugas Pj. Sekda berlaku mulai 10 November 2025 hingga ditetapkannya Sekda definitif.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan pesan penting kepada pejabat yang baru dilantik dan seluruh jajaran ASN, agar terus meningkatkan kinerja serta memperhatikan isu strategis daerah.

Ia mengingatkan pentingnya semangat kerja dan inovasi meskipun anggaran daerah terbatas.

“Jangan patah semangat meskipun APBD terbatas. Maksimalkan sumber daya yang ada untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berharap Pj. Sekda yang baru dapat bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas tinggi,” pesan Neni Moerniaeni.

Pelantikan ini menjadi momentum penyegaran bagi jajaran birokrasi Pemerintah Kota Bontang, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Punya Laboratorium Patologi Klinik dan Patologi Anatomi, Pemeriksaan Jaringan Tubuh Bisa Lebih Cepat

0
PIPP RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang kini memiliki dua laboratorium, yakni Laboratorium Patologi Klinik serta Laboratorium Patologi Anatomi (LPA). Sehingga masyarakat tak perlu cemas lagi, dan pergi jauh ke luar kota untuk melakukan pemeriksaan.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara mengatakan, kedua laboratorium tersebut telah diisi dengan fasilitas yang cukup lengkap.

Dengan adanya Laboratorium Patologi Anatomi di RSUD Taman Husada, pelayanan ke pasien menjadi lebih baik dan juga lengkap dalam peningkatan setiap pelayanan di masing-masing bagian.

“Melalui laboratorium ini untuk pemeriksaan jaringan tubuh, seperti hasil operasi atau sampel dari benjolan yang diambil, kini bisa langsung dilakukan di RSUD, tanpa harus dikirim ke luar kota lagi,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Bahkan, kalau dulu di setiap sampel dari pasien yang habis operasi, seperti contoh ada benjolan dan pihaknya ingin tahu apakah itu ganas atau tidak, harus dikirim ke luar daerah. Akan tetapi sekarang di RSUD telah tersedia.

Jadi untuk sekarang sebagian dari itu, sudah bisa diperiksa langsung di RSUD Taman Husada, meski pun belum seluruh jenis pemeriksaan patologi anatomi, akan tetapi bisa dilakukan secara mandiri.

“Maka dengan adanya kehadiran fasilitas ini, terlbilang sudah membantu dan mempercepat proses diagnosis dan pengobatan pasien,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Dua Proyek Mangkrak Dikebut, Dishub Kutim Janji Tuntaskan Pelabuhan dan Bandara 2027

0
Pelabuhan Kenyamukan dan Bandara Tanjung Bara Siap Dikebut Pembangunannya. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Setelah bertahun-tahun mandek, dua proyek besar di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat perhatian serius. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim di bawah kepemimpinan Kepala Dinas baru, Poniso Suryo Renggono, berkomitmen menuntaskan Pelabuhan Kenyamukan dan mempercepat pemanfaatan Bandara Tanjung Bara agar keduanya bisa berfungsi maksimal pada 2027.

“Intinya PR besar yang disampaikan Pak Bupati ada dua. Pertama Pelabuhan Kenyamukan, kedua Bandara Tanjung Bara. Untuk pelabuhan, tinggal sisi darat yang belum tuntas. Target saya 2027 sudah bisa operasional,” tegas Poniso saat ditemui, Kamis (28/8).

Poniso menjelaskan, proyek Pelabuhan Kenyamukan memerlukan anggaran sekitar Rp214 miliar untuk penyelesaian sisi darat, termasuk reklamasi seluas 0,7 hektare dan pembangunan sarana pendukung pelabuhan. Ia mendorong agar proyek ini dikerjakan dengan skema multi years agar progres tak tersendat setiap tahun anggaran.

“Kalau dikerjakan tahunan, pasti lambat. Skema multi years membuat pekerjaan lebih fokus dan efisien,” ujarnya.

Pelabuhan Kenyamukan sejatinya sudah lama diimpikan masyarakat Kutim sebagai gerbang laut utama yang dapat memperlancar arus barang dan menekan biaya logistik. Namun, sejak dicanangkan lebih dari satu dekade lalu, proyek ini kerap tersendat karena persoalan anggaran dan administrasi.

Poniso optimistis pelabuhan ini akan menjadi penggerak ekonomi baru Kutim. “Dampaknya besar. Mulai dari efisiensi distribusi, membuka lapangan kerja, mendorong UMKM, hingga menumbuhkan sektor pariwisata. Apalagi Kutim menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN),” jelasnya.

Selain pelabuhan, Dishub juga menyoroti percepatan pemanfaatan Bandara Tanjung Bara yang hingga kini masih dikelola oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan belum terbuka untuk penerbangan umum.

“Untuk bandara, sifatnya koordinatif. Kewenangan ada di PT KPC. Tapi kami dorong agar segera ada penerbangan reguler, rencananya setiap Selasa dan Kamis dengan tujuan Balikpapan,” terang Poniso.

Ia menambahkan, Dishub akan menggelar rapat teknis bersama PT KPC untuk memastikan kesiapan operasional dan jadwal penerbangan dalam waktu dekat. “Harapannya, bulan depan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Poniso menegaskan, Dishub Kutim akan terus mengawal dua proyek strategis tersebut hingga benar-benar tuntas. “Kami ingin memastikan semua berjalan sesuai aturan dan target. Saat Bupati meninjau, semuanya sudah siap beroperasi,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Respons Kilat Polres Kutim atas Penemuan Jenazah di Mess Tukang SMKN 2 Sangatta Utara

0
Petugas langsung melakukan identifikasi terhadap penemuan jenazah di Mess Tukang SMKN 2 Sangatta Utara. (Ist)

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan jenazah seorang pekerja bangunan di Mess Tukang SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Senin (10/11/2025) pagi.

Laporan tersebut diterima melalui Call Center 110 sekitar pukul 10.05 Wita dari Kepala Sekolah SMKN 2 Sangatta Utara, Puji Astuti, yang melaporkan adanya seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area mess pekerja sekolah.

Korban diketahui bernama Dan Taba (63), buruh harian lepas yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan para saksi, korban sempat meminta pertolongan pada dini hari sebelumnya.

“Saksi mendengar korban meminta tolong karena tinggal sendirian dan tidak memiliki keluarga di sini. Informasi itu bahkan sempat dibagikan melalui media sosial,” ungkap salah satu saksi di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 06.00 Wita, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak sekolah, yang selanjutnya meneruskan laporan resmi ke Call Center 110 Polres Kutim.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polres Kutim dari Sat Samapta Regu III, Unit Inafis, Piket Reskrim, Intelkam, dan Patmor segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Berdasarkan keterangan saksi, korban memiliki riwayat asma dan sudah tidak bekerja selama dua bulan terakhir,” jelas AKBP Fauzan.

Identitas lengkap korban kini masih dalam proses penelusuran, mengingat dokumen pribadinya disebut telah dibawa oleh rekannya beberapa waktu lalu. Sementara itu, keluarga korban diketahui berdomisili di Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk kepentingan pemeriksaan medis lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Kudungga Sangatta guna dilakukan visum et repertum.

Polres Kutim melalui Unit Reskrim masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan identitas serta menghubungi keluarga korban.

“Kami memastikan setiap laporan masyarakat akan ditangani dengan cepat dan profesional. Ini adalah bagian dari komitmen Polres Kutim dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” tutup Kapolres Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor : Yusva Alam

Pos Pemasukan Negara Melimpah Ruah dengan Penerapan Sistem Ekonomi Islam

0
Guspiyanti. (Ist)

Oleh:
Guspiyanti
Aktivis Muslimah

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Bontang melaporkan capaian kinerja hingga September 2025. Dalam periode tersebut, realisasi penerimaan negara dari Bea Cukai Bontang tercatat mencapai 272,8 persen dari target yang ditetapkan, dengan total sebesar Rp124,7 miliar.

Penerimaan tersebut bersumber dari bea masuk, bea keluar, dan denda administrasi. Selain itu, Bea Cukai Bontang juga mencatat adanya penerimaan lain dari Dana Sawit serta perpajakan atas kegiatan ekspor dan impor.

Begitupun penerimaan pajak daerah Bontang menunjukkan capaian positif sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, realisasi pajak daerah hingga 30 September 2025 tercatat sebesar Rp170,79 miliar. Di mana nilai tersebut jika dipersentasekan mencapai 77,10 persen dari total target anggaran perubahan sebesar Rp221,50 miliar.

Dari 12 jenis pajak daerah yang dikelola, beberapa sektor menunjukkan hasil yang positif. Meski masih ada beberapa sektor pajak yang belum optimal. Namun, potensi penerimaan masih terbuka lebar karena menyisakan sekira Rp1,12 miliar dari target triwulan ketiga. (Kaltim.akurasi.id)

Sumber Pendapatan Jangan Hanya Bertumpu pada Pajak dan Bea Cukai

Dari data yang ada, terlihat bahwa sumber pendapatan kita masih sangat bergantung pada pajak dan bea cukai. Meskipun angka ini terlihat impresif, kita perlu melihat lebih jauh sumber pendapatan negara kita.

Berdasarkan data, nilai devisa ekspor hingga September 2025 mencapai USD 2,0 miliar, sementara devisa impor sebesar USD 89,9 juta. Komoditas utama penyumbang devisa ekspor di antaranya adalah LNG, batu bara, urea, serta CPO dan turunannya. Jadi ada potensi besar bagi negara untuk meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

Kekayaan sumberdaya alam yang seharusnya menjadi milik rakyat justru diserahkan kepada pihak swasta. Sementara negara hanya memperoleh pendapatan berupa pajak dan non-pajak yang jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan keuntungan besar yang dinikmati perusahaan swasta. Ini adalah contoh bagaimana sistem kapitalisme telah membuat negara kehilangan potensi pendapatan yang besar.

Sumber Pendapatan Negara Islam

Islam telah memberikan panduan dengan sangat rinci terkait pengaturan APBN sebuah negara. APBN dalam Islam adalah hukum-hukum syariat tentang pendapatan dan pengeluaran harta negara yang ada di baitulmal. Sifat hukum syariat dalam hal ini qath’i (pasti) sehingga secara mutlak tidak membutuhkan pendapat untuk masing-masing pos yang ada, baik pos pendapatan maupun pos pengeluaran.

Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam Kitab An–Nizam al-Iqtisadi fi al-Islam halaman 60 menyebut, “Pengelolaan APBN yang mengacu pada syariat disusun secara efisien sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat. APBN sebagai instrumen utama pengelola keuangan negara tugasnya membantu negara mewujudkan pembangunan yaitu memecahkan masalah kebutuhan hidup yang dihadapi setiap individu di masyarakat, mendorong meningkatkan taraf hidup mereka, dan mengupayakan kemakmuran.”

APBN dalam sistem ekonomi Islam diperankan oleh baitulmal sebagai lembaga penyimpanan berbagai pemasukan sekaligus bertugas untuk mengalokasikan pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan pos-posnya berdasarkan syariat Islam.

Pos-pos pemasukan APBN Islam telah dijelaskan oleh Syekh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Al–Amwal fi Daulah al-Khilafah sebagai berikut. 1. Pendapatan dari Anfâl, Ghanîmah, Fai dan Khumûs; 2. Kharaj; 3. jizyah; 4. harta milik umum (SDA); 5. harta milik negara; 6. ‘usyur – cukai(harta yang ditarik dari perdagangan luar negeri); 7. harta tidak sah para penguasa dan pegawai negara atau harta hasil kerja yang tidak diizinkan syara; 8. khumus barang temuan dan barang tambang; 9. harta waris yang tidak memiliki ahli waris; 10. harta orang-orang murtad; 11. dharibah – pajak dan 12. harta zakat.

Sumber terbesar APBN Islam adalah harta milik umum. Semua SDA yang depositnya melimpah menjadi milik umum. SDA ini wajib dikelola negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta haram diserahkan ke swasta.

Bisa dibayangkan jika Indonesia serius menerapkan sistem ekonomi Islam, betapa APBN dalam pos penghasilannya sangat melimpah. Pendapatan APBN Indonesia jika menggunakan sistem Islam adalah sebesar Rp5.216,275 triliun per tahun dengan rincian dari potensi zakat Rp217 triliun dan dari pos kepemilikan umum sebesar Rp4.999,275 triliun (Dwi Condro Triono, Perbandingan Konsep Pertumbuhan dan Pemerataan dalam Sistem Ekonomi Islam dan Kapitalisme, 2014). Itu belum termasuk harta-harta sitaan akibat penyelewengan pejabat seperti korupsi, suap, dan sebagainya.

Hanya saja penerapan APBN Islam memerlukan keberadaan negara yang kompatibel, yaitu sebuah negara yang menerapkan Islam kafah. Baitulmal sebagai pelaksana ri’ayah syu’unil ummah (mengelola urusan-urusan masyarakat) akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Negara tidak akan membiarkan ada satu individu warga negara yang terlewat, semua wajib terpenuhi dengan standar kecukupan masing-masing wilayah

Jika kita ingin mendapatkan curahan berkah dari langit dan bumi, tidak ada jalan lain kecuali melakukan perubahan dari paradigma berpikir sekuler menuju paradigma berpikir Islam serta memperjuangkan penerapan Islam kafah.

Wallahu ‘alam

Raih ISNA 2025, Bukti Bontang sebagai Smart City

0
Wali Kota Neni saat menerima penghargaan di ajang ISNA 2025. (ist)

BONTANG — Kota Bontang Kembali meraih penghargaan di ajang Indonesian Smart Nation Award (ISNA) 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (8/11/2025), Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menerima langsung penghargaan tersebut dari Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Amran.

Ajang ISNA 2025 bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan bentuk apresiasi terhadap inovasi daerah dalam mewujudkan smart city yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, untuk memperkuat tata kelola berbasis teknologi, inovasi layanan publik, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota cerdas.

“ISNA tidak hanya mengakui pencapaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran antar daerah. Setiap kota dan kabupaten memiliki potensi unik untuk berinovasi. Melalui ajang ini, kita ingin mendorong seluruh pemerintah daerah untuk terus bertransformasi menuju kota yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Amran, Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri.

Neni mengungkapkan, prestasi ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha di Bontang.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan semangat gotong royong mampu membawa hasil terbaik. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan Bontang sebagai kota cerdas dan berwawasan lingkungan,” ujar Neni.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle, red). “Kami mengajak seluruh masyarakat serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan. Penanggulangan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya kepada PPID Bontang.

Ajang Indonesia Smart Nation Award 2025 sendiri diikuti oleh berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berlomba menampilkan inovasi terbaiknya dalam bidang tata kelola, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam