Beranda blog Halaman 550

Serahkan Bantuan dan Sungkem ke Istri Veteran, Sikap Wawali Bikin Haru Peserta Upacara Hari Pahlawan

0
Wawali Agus Haris saat sungkem ke istri veteran. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang dan berbagai pihak menyerahkan bantuan sosial kepada lima istri veteran, berupa paket sembako dan uang tunai. Bantuan itu diserahkan pasca upacara bendera memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di halaman Makodim 0908/BTG, Senin (10/11).

Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Kota Bontang, Kodim 0908/BTG, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta dukungan TJSL dan UPZ PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG, dan sejumlah perusahaan lainnya, perbankan.

Selain penyerahan bantuan, ada momen menyentuh terjadi ketika Wawali Agus Haris secara langsung menyerahkan bantuan sembako kepada salah satu istri veteran. Dengan penuh hormat, ia menundukkan tubuh dan bersungkeman, sebagai wujud penghargaan dan rasa terima kasih kepada keluarga pejuang bangsa.

Gestur sederhana namun sarat makna itu mengundang haru di antara para peserta upacara. Menurut Kepala DSPM, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, sikap tersebut mencerminkan nilai luhur yang diwariskan para pahlawan.

“Semangat kepahlawanan tidak hanya ditunjukkan lewat kata-kata, tapi melalui tindakan tulus dan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang untuk negeri,” ujarnya.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan serta harapan agar generasi muda Bontang terus meneladani semangat juang dan pengabdian mereka demi kemajuan bangsa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesan Menteri Sosial RI di Peringatan Hari Pahlawan 2025

0
Wawali Agus Haris dan seluruh peserta hormat bendera di upacara Hari Pahlawan. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang menggelar upacara bendera memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di halaman Makodim 0908/BTG, Senin (10/11). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bertindak sebagai inspektur upacara.

Wawali menyampaikan pesan Menteri Sosial RI, Saefullah Yusuf, yang menegaskan bahwa kepahlawanan bukan hanya gelar, tetapi cermin perjuangan tanpa pamrih.
“Pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini. Kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ucapnya membacakan amanat Mensos.

Ia menambahkan, semangat juang para pahlawan kini harus diterjemahkan dalam perjuangan membela yang lemah, menegakkan keadilan, serta memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan kesempatan yang sama dalam kemajuan.

Agus Haris juga mengaitkan nilai kepahlawanan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penguatan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, penegakan keadilan sosial, hingga pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
“Seperti pesan Pahlawan Nasional asal Borneo, Pangeran Antasari: Hidup untuk rakyat, mati untuk kehormatan. Semangat itu harus terus kita hidupkan,” tegasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Berdayakan UMKM di Pengadaan Seragam Sekolah

0
Disdikbud Kutim akan berdayakan UMKM lewat program seragam sekolah. (Ist)

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) membuktikkan komitmennya mendukung pelaku usaha lokal. Disdikbud melibatkan penjahit dan pelaku UMKM konveksi lokal dalam program pengadaan seragam sekolah.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyebut sebagian besar seragam, terutama seragam batik, dikerjakan oleh penjahit lokal asal Kutim. Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di sektor konveksi dan garmen.

“Kalau soal penjahit lokal ini sebagian ada. Contoh kayak batik itu di sini aja. Tapi kalau yang lainnya sebagian memang ada di luar, karena kebutuhan kita cukup besar,” ungkap Mulyono.

Ia menjelaskan, pengadaan seragam untuk ribuan siswa setiap tahun memang membutuhkan kapasitas produksi besar. Karena itu, pihaknya berupaya menyeimbangkan antara pemberdayaan penjahit lokal dan efisiensi distribusi agar seluruh seragam bisa selesai tepat waktu.

“Penggunaan penjahit lokal dilakukan secara selektif dan proporsional, menyesuaikan kemampuan pengusaha di daerah. Tujuannya agar kualitas seragam tetap terjamin, tapi roda ekonomi masyarakat lokal juga bisa berputar,” tambahnya.

Disdikbud Kutim memfasilitasi pengadaan lima jenis seragam sekolah, meliputi seragam wajib nasional, pramuka, olahraga, batik, dan perstel tetap.

“Itu full, mulai dari seragam merah putih untuk SD hingga batik khas Kutim. Semua sudah diatur agar siswa memiliki seragam lengkap,” ujarnya.

Kebijakan ini tidak hanya memastikan para siswa di Kutim mendapatkan seragam berkualitas, tetapi juga memberi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.

Dengan melibatkan penjahit daerah sendiri, Disdikbud Kutim berharap program pengadaan seragam sekolah dapat menghadirkan manfaat ganda pendidikan yang lebih tertata, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Perenang Muda Kutim Raup 20 Medali di Kejuaraan Akuatik se-Kaltim 2025

0
Para Pemenang berfoto bersama. (Ist)

SANGATTA — Tim renang muda Kutim sukses menorehkan prestasi gemilang, di ajang Kejuaraan Akuatik (Renang) Antar Pelajar se-Kalimantan Timur 2025, yang digelar di Kolam Renang Mulawarman, Balikpapan, pada 8–9 November 2025.

Atlit muda Kutim membawa pulang 20 keping medali dari berbagai nomor pertandingan.

Ajang yang diikuti ratusan perenang muda dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim ini, menjadi pembuktian bahwa Kutim memiliki banyak talenta potensial di dunia olahraga air.

Ketua Akuatik Indonesia Kutim, H. Reza Fahlevi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, atlet Kutim mampu meraih 20 keping medali dari berbagai nomor. Ini hasil dari kerja keras anak-anak dan dukungan para pelatih serta orang tua. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri,” ujarnya.

Menurutnya, Kutim menurunkan 14 atlet, terdiri dari tujuh perenang dari Klub Barakuda dan tujuh dari Klub Fun Swimming. Hasil ini disebutnya menjadi modal penting menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

“Kami ingin terus memupuk semangat mereka agar ke depan bisa menjadi andalan Kutim di ajang Porprov bahkan di level nasional,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih renang Kutim Adyan Siregar mengungkapkan, dari 37 nomor lomba yang diikuti, atlet Kutim berhasil menyabet kombinasi medali emas, perak, dan perunggu.

“Persaingan di kelompok umur ini sangat ketat, tapi anak-anak tampil luar biasa. Kita sudah punya banyak bibit yang siap dikembangkan untuk masa depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil di Balikpapan menjadi motivasi besar bagi tim pelatih untuk terus meningkatkan kualitas latihan.

“Kami akan terus memacu para atlet agar lebih berprestasi. Selanjutnya, sesuai kalender kejuaraan, Kutim akan tampil di ajang renang di Tenggarong, Kukar, pada Desember mendatang,” ungkap Adyan.

Daftar Peraih Medali Perenang Muda Kutim – Kejuaraan Akuatik Antar Pelajar se-Kaltim 2025

1. Nur Alfira Hadri – Juara II, 800 m gaya bebas KU putri

2. Jastin Ismail – Juara III, 50 m gaya bebas KU putra

3. Nahda Azarin Kameela – Juara III, 50 m gaya bebas KU putri

4. Azka Bahari Siregar – Juara III, 50 m gaya bebas KU 3 putra

5. Jastin Ismail – Juara III, 100 m gaya dada KU putra

6. Nahda Azarin Kameela – Juara III, 100 m gaya dada KU putri

7. Jastin Ismail – Juara II, 100 m gaya bebas KU putra

8. Anggun Natasya Putri – Juara II, gaya kupu-kupu KU putri

9. Jastin Ismail – Juara III, 50 m gaya dada KU putri

10. Nahda Azarin Kameela – Juara II, 100 m gaya bebas KU putri

11. Nur Alfira Hadri – Juara III, 100 m gaya bebas KU putri

12. Nahda Azarin Kameela – Juara I, 200 m gaya bebas KU putri

13. Anggun Natasya Putri – Juara II, 100 m gaya punggung KU putri

14. Nahda Azarin Kameela – Juara II, 200 m gaya dada KU putri

15. Anggun Natasya Putri – Juara I, 200 m gaya kupu-kupu KU putri

16. Jastin Ismail – Juara II, 50 m gaya kupu-kupu KU putra

17. Azka Bahari Siregar – Juara II, 50 m gaya kupu-kupu KU 3 putra

18. Nahda Azarin Kameela – Juara III, 50 m gaya kupu-kupu KU putri

19. Nur Alfira Hadri – Juara I, 400 m gaya bebas KU putri

20. Nahda Azarin Kameela – Juara II, 200 m gaya ganti KU putri.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tahanan di Sel Polsek Muara Wahau Dipastikan Aman

0
Petugas secara berkala melakukan pengecekan ruang tahanan. (Ist)

SANGATTA — Seluruh tahanan di sel Polsek Muara Wahau dalam kondisi aman, sehat, dan mendapatkan pengawasan ketat. Hal ini disampaikan Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono menyusul beredarnya informasi tidak benar (hoaks) terkait kondisi tahanan di wilayah tersebut.

Saat ini terdapat 10 orang tahanan yang dititipkan di Polsek Muara Wahau. Seluruhnya, kata Kapolsek, dalam keadaan baik dan berada dalam pemantauan rutin petugas, baik dari sisi keamanan maupun kesehatannya.

“Kami pastikan seluruh tahanan dalam keadaan sehat dan aman. Informasi yang beredar di luar mengenai kondisi tahanan yang tidak benar agar tidak dipercaya. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks,” tegas IPTU Sumartono.

Ia menjelaskan, jajaran Polsek Muara Wahau secara berkala melakukan pengecekan ruang tahanan, termasuk kebersihan, ventilasi, kesehatan tahanan, serta sistem pengamanan agar tetap kondusif.

Kapolsek juga mengingatkan, penyebaran informasi bohong dapat memicu keresahan publik dan mengganggu stabilitas kamtibmas. Karena itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum jelas sumbernya.

“Jika ada informasi terkait kamtibmas atau tahanan, masyarakat dapat langsung menghubungi Polsek. Kami terbuka dan siap memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Melalui imbauan ini, Polsek Muara Wahau berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sehingga situasi keamanan di wilayah tetap aman dan kondusif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DKUMPP Libatkan ASN dalam Pengawasan Produk Halal

0

BONTANG – Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mulai melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam proses pengawasan produk halal di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh produk yang beredar aman dan sesuai standar sertifikasi halal nasional.

📖 Baca E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Enam Kontrak Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN Resmi Ditandatangani

0
Penandatanganan MK di Kemenko 4 IKN pagi tadi. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Sebanyak lima kontrak paket Manajemen Konstruksi (MK) pembangunan kawasan Legislatif–Yudikatif, serta satu kontrak paket pembangunan jalan kawasan kompleks Legislatif, resmi ditandatangani oleh pemenang tender bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (10/11/2025).

Penandatanganan yang berlangsung di Multifunction Hall Kementerian Koordinator (Kemenko) 4 ini juga dilanjutkan dengan kegiatan Pre Construction Meeting (PCM). Hadir dalam acara tersebut Deputi Sarana Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, bersama Direktur Sarana Prasarana Sosial OIKN, Agus Ahyar, dan Direktur Sarana Prasarana Dasar OIKN, Cakra Nagara.

Dalam arahannya, Aswin menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di lapangan. Ia menekankan agar seluruh pihak menjaga kerapian dan keselamatan di area proyek yang berdekatan dengan objek vital.

“Tuntutan OIKN, kami tidak memperkenankan pekerjaan pembangunan yang tidak rapi. Jadi mohon patuh. Harus rapi. Komponen safety seperti paranet, rambu, sampai petugas kebersihan di area kerja betul-betul diperhatikan. Jangan sampai roda kendaraan kotor dibiarkan keluar dari site tanpa lebih dulu dibersihkan,” tegas Aswin.

Kawasan Legislatif–Yudikatif dan seluruh infrastruktur pendukungnya merupakan bagian dari paket pembangunan tahap kedua di kawasan IKN. Paket pertama sebelumnya mencakup pembangunan sebagian jalan dan kawasan yang kini sudah berjalan.

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa setelah sebelumnya dua kontrak konstruksi dan satu MK telah ditandatangani, kali ini terdapat enam kontrak tambahan yang difokuskan pada pembangunan kawasan dan jalan utama kompleks.

“Sekarang ada enam. Satu kontrak konstruksi, lima kontrak MK. Nanti terus berjalan, ini baru terkait jalan dan kawasan. Yang gedung-gedung mungkin nanti tanggal 5 Desember,” ujar Basuki.

Berikut daftar enam kontrak yang resmi ditandatangani pada pukul 09.00 Wita:

* MK DPR I dan Paripurna senilai Rp44.010.752.415, personel 92 orang, waktu 782 hari, oleh PT Ciriajasa Cipta Mandiri, LPPSLH, CAP.
* MK DPR II senilai Rp26.899.153.365, personel 52 orang, waktu 782 hari, oleh PT Ciriajasa Engineering Consultants, Agrinas Pangan Nusantara, RSN.
* MK DPD & MPR senilai Rp48.283.710.735, personel 92 orang, waktu 782 hari, oleh PT Jaya Construction Management, PT Pola Teknik Konsultan, CAP.
* MK BKP senilai Rp18.126.163.470, personel 26 orang, waktu 720 hari, oleh PT Pola Teknik Konsultan, Agrinas Pangan Nusantara, CAP.
* MK Yudikatif senilai Rp40.770.973.215, personel 56 orang, waktu 782 hari, oleh PT Ciriajasa Engineering Consultants, PT Jaya Construction Management, dan PT Pola Teknik Konsultan.
* Pembangunan Paket Jalan Kawasan Kompleks Legislatif senilai Rp930.323.000.000, sepanjang 6,4 kilometer, oleh Daya Mulia Turangga, PT Modern Widya Tehnical, Bangun Cipta Kontraktor, dan Markinah.

Kegiatan PCM dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.30 Wita. (MK)

Editor: Agus S

Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Termasuk Soeharto dan Marsinah

0
Presiden Prabowo Subianto resmi menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh dari berbagai daerah dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11). (Sumber: YT/Setpres RI)

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh dari berbagai daerah dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).

Upacara dimulai dengan lagu Indonesia Raya yang diikuti prosesi mengheningkan cipta, dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta mengenang pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia.

“Marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan, kedaulatan, dan kehormatan bangsa Indonesia. Mereka telah memberi segala-galanya agar kita bisa hidup merdeka dan sejahtera,” kata Prabowo.

Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang ditandatangani pada 6 November 2025. Keputusan ini menjadi bentuk penghormatan negara kepada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa luar biasa dalam memperjuangkan persatuan dan kemajuan bangsa.

“Menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” bunyi kutipan Keppres.

Dua mantan Presiden RI masuk dalam daftar penerima gelar, yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden keempat dan Soeharto sebagai Presiden kedua. Keduanya dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan pembangunan bangsa Indonesia.

Selain itu, aktivis buruh perempuan Marsinah — simbol perjuangan hak-hak pekerja yang gugur pada 1993 — juga menerima gelar Pahlawan Nasional setelah bertahun-tahun diusulkan oleh berbagai kalangan.

Berikut daftar lengkap 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025:

1. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
2. Jenderal Besar TNI Soeharto – Jawa Tengah
3. Marsinah – Jawa Timur
4. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
5. Hajjah Rahma El Yunusiyyah – Sumatera Barat
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
7. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
8. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
9. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
10. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara. (MK)

Editor: Agus S

PTKIN Benchmarking ke IKN, Pelajari Konsep Green Building dan Pembangunan Berkelanjutan

0
Sivitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melakukan benchmarking mengenai pengelolaan green building di Ibu Kota Nusantara pada Jumat (08/11/2025) hingga Sabtu (09/11/2025).

NUSANTARA – Dalam rangka memperkuat wawasan sivitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tergabung dalam Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel terhadap konsep pembangunan berkelanjutan dan tata kelola lingkungan hijau, rombongan persemakmuran tersebut melakukan kunjungan ke Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Jumat (8/11/2025) hingga Sabtu (9/11/2025).

Kunjungan ini dipimpin oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, dan diterima langsung oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran. Kegiatan bertajuk Benchmarking Pengelolaan Green Building dan Tata Kelola IKN ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan gedung hijau, memahami kebijakan pembangunan berkelanjutan, serta menjalin sinergi antara akademisi dan OIKN.

“Terima kasih telah menerima kami di sini. Kami ingin belajar langsung seperti apa konsep membangun green building dan bagaimana IKN mewujudkan kawasan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Ilfi Nur Diana dalam sambutannya. Ia menyebut, kunjungan ini menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan sivitas akademika PTKIN terkait implementasi kebijakan pembangunan hijau di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan IKN berlandaskan tiga pilar utama, yakni Forest City, Sponge City, dan Smart City. Ketiga pilar ini menjadi dasar dalam mewujudkan kota masa depan yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing.

“Dalam membangun Ibu Kota Nusantara, kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan. Forest City menjaga kelestarian lingkungan, Sponge City memastikan pengelolaan air yang adaptif terhadap iklim, dan Smart City menjadi wujud efisiensi serta konektivitas antarsektor. Dengan prinsip ini, kami ingin memastikan Nusantara tumbuh sebagai kota hijau yang hidup dan berdaya,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, dalam paparannya menegaskan bahwa setiap gedung di IKN dibangun berdasarkan tiga standar utama. “Kami membangun gedung di IKN seperti gedung Kemenko ini dengan tiga standar, yaitu cerdas, hijau, dan laik fungsi sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia,” jelas Agung.

Rombongan persemakmuran juga menerima paparan mengenai perencanaan dan tata kelola smart building di IKN, serta berkesempatan meninjau langsung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) untuk melihat progres pembangunan berwawasan lingkungan.

Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta yang berasal dari delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Persemakmuran se-Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi Islam negeri dan OIKN dalam pengembangan pengetahuan, riset, serta implementasi konsep pembangunan hijau menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

Marsinah Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Simbol Perjuangan Buruh dan Kemanusiaan

0
Keluarga Marsinah tampak tak kuasa menahan tangis saat menghadiri upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi almarhumah Marsinah di Istana Negara. (Sumber: YT/Setpres RI)

JAKARTA — Suasana haru menyelimuti Istana Negara ketika upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional digelar pada Senin (10/11/2025) pagi, terutama saat keluarga aktivis buruh Marsinah hadir mengikuti prosesi penghormatan.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, setelah Sekretaris Militer Presiden membacakan daftar tokoh penerima gelar tahun ini.

“Tiga, almarhumah Marsinah, tokoh dari Provinsi Jawa Timur,” ujar Brigjen TNI Wahyu Yudhayana saat membacakan keputusan penganugerahan di Istana Negara.

Keluarga Marsinah tampak berdiri di barisan depan, tepat di samping potret sang aktivis yang dipajang di atas easel kayu. Mereka mengikuti seluruh rangkaian upacara bersama para pejabat negara, beberapa kali menunduk sambil menggenggam tangan satu sama lain, tak kuasa menahan tangis sepanjang prosesi penghormatan berlangsung.

Marsinah dikenal luas sebagai aktivis buruh perempuan yang gugur pada 1993. Ia lama dikenang sebagai simbol perjuangan pekerja dan demokrasi karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak dasar buruh pabrik.

“Ahli waris almarhumah Marsinah, tokoh dari Provinsi Jawa Timur, pahlawan bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan, adalah simbol moral dan perjuangan hak asasi manusia dari kalangan rakyat biasa,” ujar pembawa acara dalam upacara tersebut.

Semasa hidup, Marsinah bekerja sebagai buruh pabrik arloji PT Catur Putra Surya di Porong, Sidoarjo, dan dikenal aktif membela rekan-rekannya yang mendapat tekanan dari aparat. Kehidupan sederhananya tak menghalangi tekad memperjuangkan kesejahteraan pekerja, bahkan ia bekerja rangkap demi memenuhi kebutuhan keluarga di Nganjuk, Jawa Timur.

Tragedi yang menewaskan Marsinah berawal dari aksi mogok kerja pada awal Mei 1993, ketika buruh menuntut hak-hak normatif mereka. Setelah mengirim surat protes kepada perusahaan, Marsinah menghilang pada malam 5 Mei dan ditemukan tiga hari kemudian dalam kondisi tak bernyawa di sebuah gubuk di kawasan hutan Wilangan.

Hasil visum menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan berat. Kasus ini menyedot perhatian publik, termasuk Presiden Soeharto pada masa itu. Meski penyelidikan sempat memeriksa lebih dari seratus orang dan menahan delapan pegawai PT CPS, seluruhnya kemudian dibebaskan setelah melalui proses banding dan kasasi.

Sejak itu, kasus kematian Marsinah tidak pernah terungkap tuntas dan menjadi salah satu catatan pelanggaran HAM paling kelam dalam sejarah Indonesia.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah kini dipandang sebagai bentuk pengakuan negara atas perjuangannya, sekaligus penghormatan bagi keberanian seorang buruh perempuan yang melawan ketidakadilan dengan keteguhan moral dan keberanian luar biasa. (MK)

Editor: Agus S