Beranda blog Halaman 550

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025, Wawali Tegaskan Pancasila Harus Jadi Bekal Generasi Muda

0
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 Kota Bontang. (Foto: Syakurah)

BONTANG – Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 digelar di Halaman Kantor DPMPTSP, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bontang.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bertindak sebagai instruktur upacara. Hadir pula Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, unsur Forkopimda, hingga perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bontang.

Dalam amanatnya, Agus Haris menekankan bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa, yang nilai-nilainya harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan, kesaktian Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan, melainkan harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pancasila adalah sumber dari segala aturan. Kesaktiannya harus menjadi tonggak yang dipahami, mulai dari anak-anak tingkat dasar hingga perguruan tinggi, supaya mereka memiliki bekal untuk masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, tentang tantangan globalisasi yang membawa berbagai pengaruh budaya. Menurutnya, hal itu dapat mengikis karakter bangsa apabila generasi muda tidak ditanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini.

“Sejarah ini tidak boleh dilupakan. Pancasila adalah dasar negara yang diperjuangkan sejak dulu, dan itu harus terus kita wariskan,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Mantap! Atlet Atletik Bontang Borong Medali Emas di Malaysia

0

Pembaca Setia Radar Bontang!
Prestasi membanggakan diraih atlet atletik asal Bontang yang sukses membawa pulang medali emas dalam ajang internasional di Malaysia. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras dan dedikasi atlet daerah dalam mengharumkan nama bangsa.

Baca selengkapnya di Koran Digital Radar Bontang edisi Rabu, 1 Oktober 2025.

👉 Baca E-Paper Lengkap
👉 Akses Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Rusak Dihantam Hujan Angin, Perbaikan Dermaga PPI Tanjung Limau Masih Tunggu Anggaran Perubahan Provinsi 2026

0
Kondisi PPI Tanjung Limau setelah terkena angin kencang. (Foto: Syakurah)

BONTANG – Beberapa waktu lalu Kota Bontang sempat diterjang oleh hujan angin, yang menyebabkan beberapa rumah serta fasilitas umum mengalami kerusakan.

Salah satu yang mengalami kerusakan adalah selasar dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau, yang bagian ujung dermaganya mengalami kerusakan di bagian atap.

“Ya, atapnya terangkat gara-gara ada angin kencang,” ungkap Petrijansah, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Rabu (1/10/2025).

Pihaknya mendapatkan laporan tersebut langsung di hari kejadian, pada saat itu juga mereka melakukan kunjungan ke PPI untuk melihat dan melakukan pembersihan sisa material yang rusak, agar tidak membahayakan.

Ia mengungkapkan, pihaknya belum bisa menganggarkan perbaikan dalam waktu dekat, sehingga akan dianggarkan pada anggaran perubahan provinsi tahun 2026 mendatang.

“Kemarin kan anggaran murni sudah ketok palu, jadi tidak bisa,” tuturnya.

Adapun total anggaran yang akan digelontorkan belum dapat diketahui, lantaran pihaknya perlu melakukan konsultasi oleh konsultan terkait kebutuhan meterial apa saja.

“Untuk material apa yang akan digunakan kita juga belum tahu, karena kan hanya atap yang diujung yang rusak, bisa jadi sama,” tambahnya.

Dari pantauan lapangan, tiang-tiang yang ditempelkan ke beton dan seluruhnya sedang dalam pengecoran, memastikan tiang tersebut tetap kokoh meski ada angin kencang.

“Karena disisi laut depan kemaren terangkat, maka kita lakukan perkuatan agar aman kedepannya,” tutupnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Siaga Keracunan Massal: Polres Kutim Kerahkan Personel, Dapur MBG Wajib Steril

0
Personel Polres Kutim turun langsung memastikan keamanan distribusi makanan ke sekolah-sekolah. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Maraknya insiden keracunan makanan yang menyertai implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, telah memicu tindakan darurat di Kutai Timur (Kutim).

Polres Kutim kini mengambil alih peran pengawasan mutu pangan dengan mengerahkan personel ke lapangan. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan tidak ada korban keracunan di kalangan pelajar Kutim, menegaskan bahwa dapur MBG wajib steril dan makanan yang disajikan terjamin mutunya.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyatakan intervensi penuh aparat kepolisian ini, merupakan respons cepat dan preventif. Keterlibatan polisi akan mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari pengawasan ketat di dapur pengolahan, hingga memastikan keamanan saat proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

“Polres Kutim siap membantu mengawasi jalannya program MBG, agar benar-benar berjalan sesuai prosedur. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan terjamin mutunya,” tegas Kapolres AKBP Fauzan, Rabu (1/10/2025).

Pengawasan ini melibatkan sinergi aktif dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya. Personel Polres Kutim akan ditempatkan di titik-titik krusial, utamanya di dapur-dapur produksi makanan. Fokus utama adalah mengawasi higiene, sanitasi, dan standar pengolahan yang berlaku.

Meskipun AKBP Fauzan Arianto memastikan, hingga saat ini Kutai Timur belum mencatat kasus keracunan terkait program ini, langkah pencegahan dini dinilai mutlak. “Kita lakukan pencegahan dari sekarang agar tidak terjadi seperti kasus yang ada di beberapa wilayah di Indonesia,” imbuhnya.

Selain mengawasi penyedia, Polres Kutim juga melibatkan penerima manfaat secara langsung. Kepolisian akan berkoordinasi erat dengan sekolah-sekolah penerima MBG. Para guru dan komite sekolah diimbau untuk tidak ragu melaporkan, jika menemukan indikasi kendala, seperti kualitas makanan yang meragukan, atau dugaan pelanggaran dalam proses pengolahan dan distribusi.

Dengan pengawasan yang jauh lebih intensif dan berlapis ini, harapan besar diletakkan agar program MBG di Kutim dapat berjalan sukses. Intervensi kepolisian ini menjadi penegasan, bahwa keamanan dan mutu gizi pelajar adalah prioritas utama, sekaligus menutup rapat celah yang rawan menimbulkan musibah keracunan massal.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan, Pemkot Beri Pembekalan Petugas Enumerator

0
Kegiatan pembekalan petugas survei data kemiskinan Bontang, di Pendopo, Rujab Wali Kota. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar kegiatan pembekalan terkait enumerator verifikasi dan validasi data kemiskinan 2025, yang berlangsung di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Selasa (30/9/2025).

Kegiatan pembekalan dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten Pemerintahan, beserta dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan jajaran lainnya.

Saat sambutan, Wawali menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan verifikasi dan validasi data kemiskinan ini, merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memberikan bantuan tepat sasaran, ke masyarakat yang membutuhkan.

“Maka dari itu saya ingin melalui kegiatan seperti ini, nantinya kita dapat mengidentifikasi secara akurat terkait kondisi, identitas, dan juga kebutuhan mereka,” ucapnya.

Sehingga langkah penanganan yang diambil nantinya, benar-benar relevan dan efektif. Selain itu, saat ini pemerintah pusat sedang menjalankan program data tunggal sosial ekonomi nasional atau DT-sen.

“Tujuannya untuk menyatukan seluruh data sosial ekonomi masyarakat Indonesia, ke dalam satu sistem sumber data yang valid, mutakhir, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Adapun dalam DT-sen terdapat pemeringkatan berbasis desil, yaitu pembagian kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Untuk desil I mencakup 10 persen penduduk termiskin di satu wilayah, sedangkan desil II mencakup 11-20 persen dan begitu pula hingga desil 10.

“Oleh karena itu, kita perlu melakukan verifikasi dan validasi ulang, terkait data kemiskinan di Bontang. Apakah data tersebut sudah sesuai dengan kondisi di lapangan, dan mereka yang terdata layak menerima bantuan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Keputusan MK Sidrap Masuk Kutim, Edi: Apapun Hasilnya Kami Tidak Akan Pindah

0
Jalan raya yang membatasi antara Kampung Sidrap sebagai wilayah Kutim dan wilayah Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Edi Setiawan, Ketua RT.24 di Kampung Sidrap menyatakan dengan tegas, walaupun Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan keputusan bahwa Sidrap telah masuk di wilayah Kutai Timur (Kutim), akan tetapi warga sekitar akan tetap menetap sebagai masyarakat Bontang, bagaimanapun hasilnya.

“Mau bagaimanapun hasilnya, kita bakal tetap di sini. Tidak akan pindah. Karena kita di sini tinggal sudah puluhan tahun,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (29/9/2025).

Sejak awal masyarakat berdomisili, sudah berstatus Kartu Tanda Penduduk (KTP) Bontang. Sehingga, masyarakat ingin tetap ber-KTP Bontang, walaupun Sidrap masuk ke Kutim.

“Semua ada sejarahnya, hanya orang lama yang paham bagaimana perjalanan kampung ini dimulai dengan status KTP Bontang. Jadi, intinya kami ingin tetap ber-KTP Bontang,” jelasnya.

Sebab selama ini semuanya sudah jelas, dimana pelayanan publik mulai dari berobat, sekolah, bahkan masyarakat mendapatkan pekerjaan yang didapatkan oleh masyarakat secara langsung dari Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tolak OPA di Luar PKB, Operator PAMA ‘Dihukum’ PHK: Siap Gugat ke PHI!

0
Salah satu karyawan PAMA Site KPCS, Heri Irawan usai melakukan mediasi di Disnakertrans Kutim. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Upaya mediasi sengketa ketenagakerjaan antara operator PT Pamapersada Nusantara (PAMA)Site KPCS, Heri Irawan, dengan manajemen perusahaan di Dinas Transmigrasi Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kutai Timur (Kutim) berakhir buntu.

Mediasi yang digelar pada Selasa (30/9/2025) gagal menghasilkan kesepakatan, karena PAMA kukuh mempertahankan keputusan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atas Heri.

Heri Irawan dikenai sanksi skorsing PHK, lantaran menolak kebijakan perusahaan mengenai pemberlakuan jam OPA (Operator Personal Assistant). Karyawan tersebut menilai penggunaan OPA di luar jam kerja adalah pelanggaran hak asasi, dan tidak diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Dalam pertemuan di Distransnaker, Heri Irawan menegaskan bahwa penolakannya didasarkan pada prinsip hukum dan hak karyawan. Ia berpendapat bahwa pekerjaan harus diselesaikan di tempat kerja, sementara waktu di rumah adalah hak pribadi.

“Tadi saya sampaikan juga, bahwa pekerjaan ya pekerjaan, di rumah ya di rumah. Kalau masalah pekerjaan, saya akan taat pada aturan perusahaan, PKB, PP (Peraturan Perusahaan) dan apapun itu. Tapi ketika saya di luar saya juga akan tunduk pada aturan undang-undang,” tegas Heri Irawan usai mediasi.

Ia menambahkan, pihak manajemen PAMA menganggap penolakannya terhadap jam OPA sebagai penolakan terhadap perintah perusahaan. Padahal, menurutnya, PKB sebagai acuan utama hubungan kerja sama sekali tidak mengatur penggunaan jam OPA.

Perwakilan PAMA, termasuk Dept Head IT/OPA Zainul dan perwakilan lainnya, menolak memberikan keterangan resmi kepada awak media seusai mediasi. Mereka beralasan akan melanjutkan rapat internal.

“Masih ada rapat,” ujar salah satu perwakilan manajemen PAMA singkat, menghindari pertanyaan wartawan.

Sikap serupa ditunjukkan oleh Ketua SP PT PAMA Site KPCS, Edi Nur Cahyono, dan Kepala Distransnaker Kutai Timur, Roma Malau. Kedua pihak meminta waktu dan enggan mengomentari hasil pertemuan yang berlangsung hanya satu jam tersebut.

Karena mediasi menemui jalan buntu, dan manajemen PAMA bersikeras mempertahankan keputusan PHK, Heri Irawan memastikan akan melanjutkan perjuangannya ke ranah hukum.

Ia bertekad membawa kasus ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).
“Kalau saya pribadi, saya tetap mau sampai ke pengadilan. Karena saya anggap itu saya benar. Makanya saya berdiri pada pendirian saya,” tutup Heri, menegaskan keyakinannya bahwa dasar hukum perusahaan untuk mengenakan sanksi tidak kuat karena ketiadaan regulasi OPA di PKB.

Kasus ini diprediksi akan menjadi sorotan, mengingat penerapan jam OPA, yang diklaim diujicobakan sejak 2019 dan direalisasikan pada 2024, telah menjangkau mayoritas operator dump truk di PAMA. Keputusan PHI nantinya akan menjadi penentu nasib karyawan yang menolak kebijakan di luar ketentuan PKB.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kenangan Agus Haris pada Kamsal, Camat Bontang Selatan yang Masuki Purna Tugas

0
Wawali Agus Haris (tengah kanan) menyalami Kamsal saat menghadiri acara pisah kenang Kamsal di BPU Bontang Selatan. (Dok Humas Pemkot)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris memiliki kenangan tersendiri pada Kamsal, Camat Bontang Selatan yang sudah memasuki purna tugas.

Menurutnya, Kamsal bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga sosok pengayom yang selalu hadir bersama masyarakat di berbagai kegiatan.

“Pak Kamsal ini orangnya supel, mudah akrab, dan di mana-mana banyak sahabat. Saya bangga pernah bersama beliau, terutama ketika masih sama-sama di dunia pendidikan mengawal sepak bola pelajar se-Kaltim,” kenang Agus Haris.

Ia menyebut, pria yang sudah memimpin wilayah Bontang Selatan sejak 4 April 2022 itu, telah menjadi jembatan penghubung yang baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Sosoknya dikenal tenang, komunikatif, serta mampu memberi solusi dalam berbagai permasalahan yang dihadapi warga.

Hal itu disampaikan Agus Haris saat menghadiri acara pisah kenang Camat Bontang Selatan, Kamsal, yang resmi memasuki masa purna tugas pada Selasa (30/9). Acara digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan, dihadiri jajaran pejabat, tokoh masyarakat, hingga staf kecamatan.

Editor: Yusva Alam

Perdana Tanding Lintas Negara, Atlet Atletik Bontang Sukses Borong Medali Emas di Malaysia

0
Akbar Tanjung, atlet Atletik dari Kota Bontang yang berhasil meraih medali Emas di event Borneo Games 2025, Kuching, Malaysia. (Ist).

BONTANG – Akbar Tanjung, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Negeri 3 Bontang berhasil meraih medali emas saat bertanding di Malaysia, dalam kategori Cabang Olahraga (Cabor) Atletik.

Pertandingan yang diikuti merupakan event Borneo Games Kuching 2025. Akbar berhasil memborong 3 medali emas dalam nomor tanding 1500 meter, 3000 meter steeplechase, dan juga 5000 meter.

“Ini perdana buat saya ikut bertanding di cabor Atletik sampai lintas negara,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (30/9/2025).

Bahkan Akbar Tanjung menjadi satu-satunya atlet atletik dari Kota Bontang, yang turut serta bertanding dan membawa nama kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) Indonesia.

“Kalau secara keseluruhan kurang tahu pasti ada berapa atlet yang ikut, soalnya bercampuran. Untuk atletik sendiri, ada 5 orang dengan 2 pelatih,” jelasnya.

Berhasil membawa pulang medali emas, Akbar merasakan perasaan yang teramat sangat bangga, dimana hasil dedikasi dan juga kerja kerasnya selama ini dalam berlatih, telah membuahkan hasil yang manis.

”Ketika saya berada di podium 1 dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pengibaran bendera merah putih saya sangat terharu dan bangga, bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.

Tak sampai di sini, Akbar Tanjung akan mengikuti event selanjutnya yakni Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Pornas Korpri) di Oktober 2025 mendatang.

“Pastinya perjuangan saya tidak berhenti sampai disini saja, selagi saya masih bisa turun buat bertanding, saya tetap terus berjuang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD Terkait APBD 2026

0
Rapat Kerja DPRD dalam Rangka Tanggapan dan/atau Jawaban Wali Kota Bontang Terhadap Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Atas Nota Keuangan Dan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang Tentang APBD Tahun Anggaran 2026. (Foto: Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna, Senin (30/9).

Jawaban pandangan yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota, Agus Haris ini, Neni mengapresiasi masukan dari seluruh fraksi yang dianggap penting untuk penyempurnaan rancangan anggaran. Pemerintah, kata dia, memastikan program yang direncanakan selaras dengan RKPD serta memperhatikan pemerataan pembangunan di semua wilayah.

Menanggapi Fraksi Golkar, Ia menegaskan komitmen penanganan banjir melalui revitalisasi Waduk Kanaan, yang juga dirancang sebagai pusat wisata dan olahraga. Sementara itu, tujuh program unggulan daerah akan tetap menjadi prioritas utama.

Kepada Fraksi PKB, wali kota menjelaskan penurunan PAD 2026 disebabkan turunnya pendapatan jasa giro dan investasi jangka pendek. Upaya digitalisasi perpajakan, reformasi BUMD, pemanfaatan aset, hingga diversifikasi ekonomi akan diperkuat. Pemerintah juga berkomitmen memastikan efektivitas belanja modal lebih dari Rp1 triliun, agar benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Terkait pandangan Fraksi PDI Perjuangan, pemerintah menegaskan meski transfer pusat turun 2,83 persen, APBD 2026 tetap diarahkan pada program prioritas kesehatan, pendidikan, kemandirian ekonomi, dan penataan kota. Pemerintah juga memperkuat sinkronisasi program, pengelolaan aset, serta basis data kemiskinan dan pengangguran.

Sementara terhadap Fraksi Gerindra, wali kota mengapresiasi dukungan DPRD dalam menjaga pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah juga akan memperluas sinergi dengan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang lebih terukur dan sejalan dengan prioritas pembangunan.

Selanjutnya, menanggapi Fraksi PKS bersama Nasdem, wali kota menyampaikan bahwa proyeksi pendapatan daerah disusun dengan mempertimbangkan realisasi tahun sebelumnya dan potensi transfer pusat, termasuk bagi hasil pajak, SDA, dan dana kapitasi JKN.

Pemerintah juga menyiapkan langkah efisiensi belanja non-prioritas, agar program utama tetap berjalan. Selain itu, masterplan revitalisasi Waduk Kanaan disebut telah disusun lengkap dengan desain teknis, pembiayaan, dan mekanisme pengawasan. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan APBD juga diperkuat melalui Musrenbang dan keterbukaan informasi keuangan.

Terakhir, terhadap Fraksi Amanat Demokrat Bergelora, wali kota menegaskan komitmen optimalisasi PAD melalui digitalisasi pajak, pemanfaatan aset, serta perbaikan layanan.

Meski terjadi penurunan transfer pusat, pemerintah memastikan belanja diarahkan pada program prioritas yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, seperti Gercep Zero Stunting, Bontang Pintar, penguatan UMKM, serta proyek multiyears Waduk Kanaan. Pemerintah juga tengah mengembangkan sistem satu data Bontang dan dashboard monitoring, agar masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan.

“Seluruh masukan dari fraksi DPRD menjadi catatan penting. Pemerintah akan memastikan APBD 2026 terlaksana konsisten, transparan, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas wali kota.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam