Beranda blog Halaman 551

Fraksi Kaltim Ancam Tutup Akses Batu Bara Jika Pemerintah Pusat Abaikan Tuntutan DBH

0
Ketua Fraksi Kaltim, Vendy Meru, saat diwawancarai di tengah-tengah aksi. (Hanafi/MKN)

SAMARINDA – Puluhan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Aksi (Fraksi) Kalimantan Timur kembali turun ke jalan menuntut pemerintah pusat menghentikan pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP/TKD) dan meninjau ulang kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kaltim. Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya digelar pada 16 Oktober 2025.

Ketua Fraksi Kaltim, Vendy Meru, saat diwawancarai di tengah-tengah aksi. (Hanafi/MKN)

Fraksi Kaltim terdiri dari berbagai unsur, antara lain LPADKT, KNPI Kaltim, KNPI Samarinda, LMP, DAKUBA, FKPPI, Gepak Kuning, DAD, Gerdayak, mahasiswa, kepala adat Pampang, kepala adat Bentian, kepala adat Isen Mulang, hingga Asosiasi Pendeta. Mereka menegaskan aksi ini mewakili suara masyarakat lintas suku dan kelompok di Kalimantan Timur.

Ketua Fraksi Kaltim, Vendy Meru, mengatakan aksi lanjutan ini dilakukan karena pemerintah tidak memberikan respons memadai terhadap tuntutan yang telah disampaikan dengan batas waktu 14 hari.

“Sampai hari ini kami belum mendapat tanggapan positif. Gerakan ini adalah bentuk keseriusan kami menolak kebijakan pemangkasan dana bagi hasil oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan. Kami merasa diperlakukan tidak adil,” ujar Vendy.

Ia menegaskan bahwa Kaltim selama puluhan tahun menjadi penyumbang devisa negara terbesar, terutama dari sektor batu bara dan migas. Pada 2024, menurutnya, setoran ke negara mencapai lebih dari Rp800 triliun. Namun, kondisi kesejahteraan dan infrastruktur di Kaltim dinilai tidak mencerminkan kontribusi besar tersebut.

Vendy menyoroti masih banyaknya fasilitas publik yang memprihatinkan, termasuk Bandara APT Pranoto yang disebut “bertaraf internasional tetapi rumputnya setinggi 50–60 cm”, serta jalan menuju bandara dan jalan tol yang rusak.

“Ini perlakuan yang tidak adil. Kami bukan anti pemerintah, kami hanya ingin Kaltim diperhatikan. Masyarakat di sini masih jauh dari sejahtera,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa aksi ini tidak membawa kepentingan politik atau kelompok tertentu. “Kaltim punya 27 suku. Gerakan ini murni menyampaikan aspirasi rakyat. Tidak ada kepentingan politik, agama, atau ormas,” katanya.

Vendy turut menyinggung kondisi anggaran Pemprov Kaltim yang dinilai semakin sempit akibat kebijakan pusat. “Gubernur yang kita pilih pun tidak bisa bekerja maksimal jika anggarannya dipangkas. Bagaimana mau menjalankan program kalau uangnya tidak ada?” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, Fraksi Kaltim membuka kemungkinan menutup akses transportasi batu bara di Sungai Mahakam dan jalur lain di Kaltim jika pemerintah pusat tetap tidak menanggapi tuntutan mereka.

“Sungai Mahakam adalah urat nadi transportasi batu bara. Kalau tidak ada jawaban dari pusat, suka tidak suka, pelampung ini akan masuk ke Sungai Mahakam. Pengiriman batu bara tidak boleh keluar,” ancam Vendy.

Ia menegaskan, Fraksi Kaltim tidak mencari konflik, namun jika suara masyarakat terus diabaikan, langkah-langkah lebih tegas akan diambil. “Kami hanya ingin perlakuan adil. Titik,” tandasnya. (Hna)

Editor: Agus S

Peringati Hari Pahlawan, Turnamen Voli NKRI CUP III Kembali Digelar di Kampung Nyerakat Kiri

0
Teknical meeting Turnamen Voli NKRI CUP III di Kampung Nyerakat Kiri. (Darman/Radarbontang.com)

BONTANG – Warga Kampung Nyerakat Kiri bakal menggelar turnamen voli antar klub se-Kelurahan Bontang Lestari dan wilayah sekitarnya pada Senin (10/11/2025).

Turnamen itu akan berlangsung di Lapangan Voli Kampung Nyerakat Kiri, Jalan Satya Lencana II RT 10, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan. Diadakan dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2025.

Ketua Panitia, Muhammad Tahir Jaga menjelaskan, turnamen voli diadakan selain dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional, juga sebagai ajang silaturahmi serta pencarian bakat pemain voli di Kelurahan Bontang Lestari.

“Berkat gotong royong, kerjasama dan bantuan dari semua pihak, Alhamdulillah Turnamen Voli NKRI CUP III bisa diselenggarakan kembali di Kampung Nyerakat Kiri ini,” ungkap Tahir.

Dikatakan Tahir, Turnamen Voli NKRI CUP III ini adalah kelanjutan dari Turnamen Voli sebelumnya yang juga diadakan di Bulan November.

“Harapan kami ke depannya Turnamen Voli NKRI yang diadakan ini, bisa mendapatkan support penuh dari pemerintah dan juga perusahaan- perusahaan yang ada di Kota Bontang, agar kami bisa open dan memberikan Hadiah yang jauh lebih besar untuk Para Juara.

Karena selama ini, kami mengadakan turnamen dari swadaya masyarakat. Kami sendiri juga ada tambahan support dari perusahaan.” ujar Tahir.

Penulis: Darman
Editor: Yusva Alam

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (3): Dari Kuil, Masjid, hingga Air Terjun Indoor Tertinggi di Dunia

0
Menikmati senja di atas Canopy Bridge, tempat terbaik memandangi Rain Vortex dan hutan buatan di bawahnya.

Hari ketiga di Singapura, saya tidak menargetkan tempat-tempat wisata besar. Tujuannya hanya ingin melihat kembali Little India dan Chinatown, dua kawasan yang pernah saya kunjungi beberapa tahun lalu.

Keduanya selalu punya karakter kuat, mewakili keragaman kota ini yang ramai tapi tetap tertib. Di penghujung hari, saya menutup perjalanan dengan kunjungan ke Changi Jewel, yang mulai beroperasi 2019. Tempat berdirinya air terjun indoor tertinggi di dunia.

Perjalanan pagi dimulai dari MRT Lavender menuju Little India Station. Begitu keluar di Exit C, aroma rempah dan dupa langsung menyeruak. Di sebelah kiri berdiri Tekka Centre, pasar dan food court legendaris yang tak pernah sepi.

Suasana makan siang di Tekka Centre yang selalu ramai, aroma kari dan roti prata memenuhi udara.

Lantai bawahnya pasar basah, penuh warna dari tumpukan sayur, ikan segar, hingga rempah khas India Selatan. Masih di lantai bawah, juga ada deretan kedai makanan menjajakan roti prata, nasi briyani, hingga kari kambing dengan kuah kental menggoda.

Saya memesan dan istri memilih martabak kambing yang disajikan dengan kuah kari. Karena porsi di sini besar, satu menu sudah cukup untuk berdua. Di kedai lain saya menambah pesanan kelapa muda dingin. Segar sekali di tengah udara siang. Sebagai penutup, saya mencoba es cendol durian. Aromanya tajam tapi manisnya pas. Harga makanan di sini memang tinggi. Kalau dirupiahkan, untuk martabak kambing ukuran kecil hingga besar, sekitar Rp70 ribu – 150 ribu per porsi. Tapi cita rasanya tak mengecewakan.

Dari Tekka Centre, kami berjalan sekitar sepuluh menit ke arah Sri Veeramakaliamman Temple, kuil Hindu tertua di Singapura yang berdiri sejak 1855. Arsitekturnya penuh patung Dewa Kali dengan detail menakjubkan. Saat itu kuil belum dibuka, jadi kami hanya berdiri di luar pagar, menikmati keindahan ukirannya dari dekat.

Ruang utama kuil yang memancarkan ketenangan, dengan ribuan patung Buddha tersusun rapi di dinding emas.

Sepanjang jalan menuju kuil, toko-toko menjual kain sari, perhiasan emas, dupa, hingga minyak wangi tradisional India. Semuanya ramai tapi tertib.

Sebelum kembali ke stasiun MRT, saya sempat singgah di Tan Teng Niah House, rumah kayu berwarna-warni di Belilios Lane yang sering disebut bangunan paling fotogenik di Little India. Warna catnya mencolok: merah, biru, hijau, kuning. Rumah ini seolah menjadi lambang semangat komunitas Tionghoa-India di kawasan tersebut. Banyak wisatawan berhenti berfoto, dan saya pun duduk sejenak di teras depannya, menikmati paduan warna dan aroma dupa yang samar.

Tan Teng Niah House, Little India. Rumah warna-warni paling ikonik di Little India, simbol harmoni budaya Tionghoa–India yang masih terjaga.

Setelah puas berkeliling, kami melanjutkan perjalanan ke Chinatown. Begitu keluar dari stasiun, suasananya berubah total. Jalan Pagoda dipenuhi lampion merah, toko teh, dan deretan suvenir. Namun tujuan utama saya bukan berbelanja, melainkan mengunjungi Masjid Jamae (Chulia). Salah satu masjid tertua di Singapura yang berdiri berdampingan dengan kuil Buddha Tooth Relic dan Sri Mariamman Temple.

Masjidnya sederhana, berwarna hijau pucat dengan dua menara kembar di depan. Begitu masuk ke halaman, udara terasa teduh dan tenang. Lantai bersih mengilap, tikar rapi berjajar.

Masjid Jamae (Chulia), Chinatown. Masjid tua bergaya India Selatan, berdiri berdampingan dengan kuil dan gereja di jantung Chinatown.

Waktu sudah melewati zuhur dan menjelang asar. Saya mengambil air wudu di sisi belakang masjid, lalu menunaikan salat jama-qashar. Saat itu, jamaah tak banyak. Hanya beberapa pekerja keturunan India dan wisatawan muslim yang datang bergantian.

Setelah salam terakhir, saya duduk sejenak di teras. Dari tempat itu, saya melihat sejumlah turis Tiongkok turut masuk ke masjid. Petugas telah menyiapkan pakaian tertutup bagi wisatawan yang mengenakan busana terbuka. Suasana tersebut terasa menenangkan, menghadirkan kedamaian di tengah hiruk-pikuk kota tua Chinatown.

Dari halaman masjid, langkah saya berlanjut hanya beberapa menit ke arah Buddha Tooth Relic Temple, bangunan merah megah yang berdiri di sudut South Bridge Road. Dari kejauhan saja, arsitekturnya sudah memikat. Atap bertingkat dengan detail kayu yang rumit dan garis simetris yang nyaris sempurna.

Di halaman depan, sudah tercium aroma dupa. Orang-orang datang silih berganti. Sebagian berdoa, sebagian hanya melihat-lihat. Saya melangkah pelan ke dalam aula utama. Ruangannya luas, dengan ratusan patung Buddha tersusun rapi di dinding. Lampu-lampu gantung berwarna keemasan.

Buddha Tooth Relic Temple, Chinatown. Kuil megah berarsitektur Tiongkok klasik, pusat spiritual sekaligus destinasi favorit wisatawan dunia.

Di tengah ruangan, beberapa biksu sedang membaca parita, sementara pengunjung lain duduk dalam hening. Tidak ada suara keras. Saya berdiri beberapa saat, mencoba memahami suasana sakral yang terpancar dari setiap detilnya. Dari ukiran naga di tiang kayu, hingga lantunan doa.

Menjelang sore, saya dan istri berangkat menuju Changi Jewel. Dari MRT Maxwell, perjalanan ke bandara cukup panjang, tapi nyaman. Kereta berhenti di Terminal 2, lalu kami melanjutkan dengan Skytrain menuju Terminal 1, lokasi utama Jewel.

Sebelum berpindah terminal, saya sempat berjalan-jalan sejenak di Terminal 2 yang baru dibuka kembali setelah renovasi panjang. Di sini, teknologi berpadu dengan seni: dinding raksasa menampilkan air terjun digital 3D dengan efek ombak dan cahaya yang seolah nyata. Orang-orang berhenti, merekam dengan ponsel, dan terpaku menatapnya. Saya pun ikut terpukau. Bukan karena kemewahannya, tetapi karena ketenangan yang diciptakan ruang itu.

Terminal 2 Changi Airport, layar raksasa menampilkan air terjun digital, perpaduan teknologi dan seni di bandara paling futuristik dunia.

Dari Terminal 2 kami naik Skytrain ke Terminal 1. Begitu memasuki kubah kaca raksasa Jewel, pemandangan luar biasa langsung menyambut: Rain Vortex, air terjun setinggi 40 meter yang jatuh dari langit-langit kaca ke taman tropis di bawahnya. Air memantulkan cahaya sore seperti tirai kristal hidup.

Untuk menikmati kawasan ini, pengunjung perlu membeli tiket masuk. Lebih praktis dan murah bila memesan melalui Traveloka. Cukup tunjukkan bukti pembelian dan pindai barcode di gerbang masuk. Paketnya beragam; saya memilih hanya untuk melintasi Canopy Bridge dan Canopy Park.

Rain Vortex, Jewel Changi Airport. Air terjun indoor tertinggi di dunia, jatuh dari kubah kaca ke taman tropis—ikon baru Singapura.

Saya menaiki eskalator menuju taman di lantai atas. Udara di sana sejuk dan wangi bunga tropis menguar lembut. Dari Canopy Bridge, pemandangan ke bawah sungguh menakjubkan. Air terjun di tengah kubah, taman bertingkat, dan kereta bandara yang melintas perlahan di kejauhan.

Di sisi taman terdapat drinking fountain, air minum gratis yang jernih dan sejuk. Saya meneguk langsung dari kerannya. Toilet di dekatnya pun bersih, semua serba otomatis.

Perjalanan hari ini berakhir di sini. Saya dan istri kembali ke hotel menggunakan MRT, melewati rute yang mulai terasa akrab di kepala. Tubuh lelah, tapi hati masih penuh rasa ingin tahu. Esok pagi perjalanan akan berlanjut, menelusuri kawasan Bugis—menyusuri Masjid Sultan, Kampong Glam, dan menutup hari di Jurong East, pusat perbelanjaan terbesar di Singapura. Di sanalah berdiri IMM Mall, surga belanja dengan diskon besar untuk berbagai merek ternama. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Borneo FC Ukir Rekor 10 Kemenangan Beruntun, Catat Sejarah Baru di Liga Indonesia

0
Selebrasi pemain Borneo FC Samarinda usai menaklukkan Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang. (Inst: Borneo FC)

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola nasional. Tim berjuluk Pesut Etam itu resmi mencatat rekor baru sebagai klub pertama di Indonesia yang berhasil meraih 10 kemenangan beruntun pada awal musim kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Rekor bersejarah ini dipastikan setelah Borneo FC menundukkan tuan rumah Semen Padang dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (9/11/2025). Kemenangan tersebut mengokohkan posisi Borneo FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi sempurna: 30 poin dari 10 pertandingan tanpa sekalipun kehilangan angka.

Sejak awal pertandingan, anak asuh Fabio Lefundes tampil dominan dan langsung menekan pertahanan Kabau Sirah. Hasilnya terlihat cepat — pada menit keenam, Mariano Peralta membuka keunggulan lewat sepakan first time yang tak mampu dijangkau kiper Semen Padang. Gol ini berawal dari bola pantul hasil kerja sama dengan Joel Vinicius di area kotak penalti. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan agresif Borneo FC tak mengendur. Peralta kembali menunjukkan ketajamannya di menit ke-61 setelah menerima umpan matang dari Juan Felipe Villa Ruiz. Sepakan terukur sang bomber memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu dan sekaligus memperpanjang rekor sempurna Pesut Etam musim ini.

Dengan kemenangan ini, Borneo FC semakin mempertegas statusnya sebagai tim paling konsisten dan bermental juara di Liga 1. Fabio Lefundes menilai pencapaian luar biasa ini bukan hasil keberuntungan, melainkan buah dari kerja keras tim yang solid dan disiplin tinggi di setiap lini.

Berikut daftar pemain utama yang tampil pada laga Semen Padang vs Borneo FC:
Borneo FC (Starter): Nadeo Arga Winata (PG); Fajar Fathurrahman, Komang Teguh Trisnanda, Christophe Nduwarugira, Weatherley Garcia Nogueira; Rivaldo Enero Pakpahan, Kei Hirose, Maicon De Souza Da Silva; Juan Felipe Villa Ruiz, Mariano Peralta, Joel Vinicius.
Semen Padang (Starter): Arthur Augusto Da Silva (PG); Leo Guntara, Rui Pedro Ribeiro Sousa Peixoto, Angelo Rafael Teixeira Alpoim Meneses, Ricki Ariansyah; Alhassan Wakaso, Rosad Setiawan, Firman Juliansyah; Pedro Ricardo Rodrigues De Matos, Abrizal Umanailo, Cornelius Ezekiel Stewart.

Kemenangan ini menambah kepercayaan diri Borneo FC dalam perburuan gelar juara musim ini, sekaligus mengirim pesan kuat kepada para pesaing bahwa Pesut Etam sedang berada dalam performa terbaiknya. (MK)

Editor: Agus S

Tidar Kaltim Tolak Rencana Budi Arie Gabung Gerindra, Dinilai Hanya Cari Perlindungan Politik

0
Ketua Tidar Kaltim, Ahkmed Reza Fachlevi saat diwawancarai beberapa waktu lalu (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Rencana mantan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra memicu penolakan dari kalangan internal, terutama organisasi sayap muda partai, Tunas Indonesia Raya (Tidar). Sejumlah kader menilai langkah Budi Arie lebih sebagai upaya mencari perlindungan politik di tengah sorotan publik terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus praktik pengamanan situs judi online.

Nama Budi Arie kembali ramai diperbincangkan setelah diberhentikan dari kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam sejumlah persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia disebut oleh beberapa saksi maupun terdakwa terlibat dalam pembagian hasil dari pengamanan situs judi online. Bahkan, Budi Arie sempat diperiksa oleh Bareskrim Polri terkait kasus tersebut.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap empat terdakwa pada Mei 2025, Budi Arie disebut meminta jatah sebesar 50 persen dari hasil pengamanan situs judi online yang dijalankan oleh sejumlah mantan pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dugaan tersebut memunculkan citra negatif terhadap rekam jejaknya, termasuk di mata kader Gerindra.

Ketua Tidar Kalimantan Timur, Ahkmed Reza Fachlevi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, menjadi salah satu yang paling vokal menolak wacana tersebut. Ia menilai kehadiran Budi Arie justru dapat mencederai semangat perjuangan partai dan integritas kader muda Gerindra.

“Tidar Kaltim menolak. Kami telah mencermati dengan hati-hati agar kader-kader muda Gerindra tidak kebingungan terhadap arah perjuangan partai. Kami ingin siapapun yang ingin bergabung dengan Gerindra berintegritas, dengan rekam jejak yang bersih,” tegas Reza melalui keterangan tertulisnya, Minggu (9/11/2025).

Reza juga menyoroti latar belakang Budi Arie yang dikenal sebagai pimpinan relawan pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Menurutnya, hal itu menjadi catatan penting bagi Gerindra untuk menjaga konsistensi arah perjuangan partai yang menjunjung nilai kejujuran dan moral politik.

“Di Gerindra, kader-kader diajarkan untuk memegang akar perjuangan dan menjunjung kejujuran. Kami tahu Gerindra merupakan partai inklusif, terbuka untuk siapa saja. Namun, hal itu bukan berarti memberikan karpet merah kepada individu tertentu,” ujarnya menegaskan.

Sebagai catatan, dalam persidangan kasus judi online pada April 2024, terungkap bahwa setelah praktik pengamanan situs dihentikan di lantai 3 kantor Kominfo, para terdakwa sempat menemui Budi Arie di rumah dinasnya di Widya Chandra untuk meminta izin memindahkan aktivitas tersebut ke lantai 8. Permintaan itu disebut disetujui oleh Budi Arie, memperkuat sorotan terhadap niatnya bergabung dengan Gerindra. (MK)

Editor: Agus S

Soeharto Masuk Daftar, Prabowo Umumkan 10 Penerima Gelar Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan

0
Presiden RI ke-2 Soeharto dalam salah satu potret dokumentasi sejarah. (AP Photo)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengumumkan sepuluh tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional pada upacara peringatan Hari Pahlawan, Senin, 10 November 2025. Salah satu nama yang dipastikan masuk dalam daftar tersebut adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

Kepastian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, usai menghadiri rapat finalisasi penetapan gelar di kediaman Presiden Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam (9/11/2025).

Prasetyo menjelaskan, proses penetapan dilakukan melalui rapat terbatas yang dihadiri sejumlah pejabat negara bersama Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, yang diketuai oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

“Kurang lebih 10 nama. Ya, masuk, masuk (nama Soeharto),” ujar Prasetyo kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo menerima berbagai masukan dari pimpinan MPR dan DPR sebelum memutuskan daftar penerima gelar, agar keputusan tersebut benar-benar mencerminkan aspirasi nasional.

“Tadi juga kemudian Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian dari Wakil Ketua DPR… sehingga diharapkan apa yang diputuskan Presiden sudah melalui berbagai masukan,” ucapnya.

Menurut Prasetyo, penetapan gelar ini menjadi bagian dari penghormatan negara terhadap pemimpin dan tokoh bangsa yang telah memberikan jasa luar biasa bagi Indonesia.

“Sekali lagi, itu bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa luar biasa terhadap bangsa dan negara,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Sri Wahyuni Dorong Wastra Kaltim Jadi Kekuatan Budaya dan Ekonomi Kreatif

0
Sekda Kaltim, Sri Wahyuni, menutup acara Kaltim Paradise of The East x Summer Fest 2025 di Convention Hall Sempaja, Samarinda. (Ist)

SAMARINDA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa kekayaan warisan tekstil tradisional (wastra) Kaltim merupakan potensi besar yang harus terus dikembangkan menjadi kekuatan budaya sekaligus pendorong ekonomi kreatif daerah. Hal itu disampaikannya saat menutup gelaran Kaltim Paradise of The East x Summer Fest 2025 di Convention Hall Sempaja, Samarinda, Sabtu (8/11/2025).

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyebut Kaltim memiliki beragam jenis wastra yang tidak kalah dengan daerah lain. Mulai dari tenun Doyo, Badong Tencep, Kriong, hingga Sarung Samarinda yang telah dikenal secara nasional. Selain itu, seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim kini juga memiliki batik khas masing-masing yang terus berkembang.

“Bahkan, ada daerah yang memiliki lebih dari satu jenis batik,” ujarnya. Ia mencontohkan Kutai Kartanegara yang kaya akan motif batik Melayu Kutai, Grecek, Pucuk Tegaron, hingga Paku Raja. Keberagaman motif juga terlihat di Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, Mahakam Ulu, hingga Berau yang masing-masing menampilkan ciri khas visual dan filosofi lokal.

Salah satu wastra yang menjadi sorotan adalah batik Kutai Timur “Wakaroros”, yang mengangkat motif tapak tangan dari relief dinding gua prasejarah di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat. Relief tersebut berusia sekitar 40.000 tahun, menjadikannya salah satu jejak seni tertua di dunia yang kini diadaptasi menjadi identitas batik khas Kaltim. Karya ini bahkan telah tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week dan memperkenalkan nilai sejarah Kaltim ke tingkat nasional.

“Kalau ini diperkenalkan, bukan hanya memperkenalkan wastra, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang nilai sejarah di dalamnya,” tegas Sri Wahyuni.

Ia menambahkan, melalui festival ini, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap ekosistem ekonomi kreatif di sektor fesyen semakin tumbuh, serta para perajin lokal semakin percaya diri membawa identitas daerah ke pasar yang lebih luas. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara desainer muda, UMKM, dan pelaku industri kreatif agar warisan wastra tidak hanya lestari, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi. (MK)

Editor: Agus S

Koperasi Merah Putih Diharap Mampu Ciptakan Lapangan Kerja dan Putus Rantai Kemiskinan

0
Kepala Bidang Koperasi DKUMPP, Takwin. (ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang sangat mendukung penuh program koperasi merah putih yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Kepala Bidang Koperasi DKUMPP, Takwin menyampaikan bahwa langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.

Ia juga menegaskan bahwa Kota Bontang menjadi daerah pertama di Indonesia yang telah menyelesaikan proses badan hukum Koperasi Merah Putih, sejak 14 Juni 2025 lalu.

“Kami sangat mendukung penuh program nasional ini. Hadirnya Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, sehingga angka pencari kerja di Bontang dapat menurun dengan adanya unit-unit usaha di setiap koperasi,” ujarnya.

Selain membuka peluang kerja, keberadaan koperasi tersebut diyakini dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kelurahan.

Menurutnya, koperasi ini akan berperan dalam meningkatkan daya tukar petani dan nelayan, memutus mata rantai kemiskinan, serta membantu menekan inflasi daerah.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Ini Komitmen DKUMPP pada Koperasi Merah Putih

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan bagi para pengurus koperasi agar lebih solid, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.

“Semoga kehadiran Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi gerakan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkap Kepala Bidang Koperasi DKUMPP, Takwin.

Pembinaan itu diberikan, lantaran DKUMPP sadar program ini akan mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu DKUMPP akan terus membina dan mengawasi agar berjalan dengan baik sesuai tujuan awalnya.

“Hadirnya Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, sehingga angka pencari kerja di Bontang dapat menurun dengan adanya unit-unit usaha di setiap koperasi,” ujarnya.

Selain membuka peluang kerja, keberadaan koperasi tersebut diyakini dapat memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kelurahan.

Menurutnya, koperasi ini akan berperan dalam meningkatkan daya tukar petani dan nelayan, memutus mata rantai kemiskinan, serta membantu menekan inflasi daerah.
Diketahui, Kota Bontang menjadi daerah pertama di Indonesia yang telah menyelesaikan proses badan hukum Koperasi Merah Putih, sejak 14 Juni 2025 lalu.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Libatkan ASN Pengawasan Produk Halal

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pengawasan produk halal menjadi tanggung jawab bersama, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Usaha Kecil Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, Muh Ridwan.

Ia menyebut jika selama ini, pendampingan halal kepada pelaku usaha telah difasilitasi oleh para pendamping bersertifikat yang bekerja sama dengan DKUMPP, termasuk dari bidang perindustrian. Namun, ke depan, fungsi pengawasan juga akan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk ASN yang telah dilatih.

Nantinya, pengawasan halal ini difokuskan pada produk-produk yang telah memiliki sertifikat halal dan telah beredar di pasaran, seperti minimarket, pusat perbelanjaan, hingga toko-toko kecil. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa sertifikat halal yang dimiliki produk tersebut benar-benar sesuai dengan standar yang berlaku, dan tidak hanya sebagai formalitas belaka.

“Pengawasan ini sangat penting, agar konsumen mendapatkan jaminan bahwa produk yang mereka beli benar-benar halal sesuai ketentuan. Ini menjadi tugas bersama, bukan hanya pendamping, tapi juga pengawas dari ASN yang sudah dibekali pengetahuan,” ungkapnya.

Diketahui, DKUMPP menggelar pelatihan pengawasan halal khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Hotel Puri Senyiur Samarinda, beberapa waktu lalu. Pelatihan ini merupakan salahsatu program untuk melatih SDM ASN dalam pengawasan produk halal.

Penulis/Editor: Yusva Alam