Beranda blog Halaman 552

Fraksi DPRD Dorong APBD Bontang 2026 Lebih Pro-Rakyat

0
Sekda Bontang Aji Erlynawati menerima dokumen pandangan umum fraksi dari Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam. Foto: Dwi Suliati/radarbontang.com

BONTANG – Perumusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang 2026 memasuki tahap penting. Dalam rapat kerja DPRD yang digelar di Gedung DPRD Bontang, Senin (29/9/2025), seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum mereka kepada Pemkot yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Aji Erlynawati.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam. Semua fraksi menegaskan hal yang sama, APBD 2026 harus berpihak pada rakyat, disusun dengan adil, dan mampu mendorong transformasi pembangunan.

Berbagai masukan mencuat, mulai dari dorongan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, seruan agar belanja daerah dilakukan lebih efisien, hingga desakan agar pemerintah mencari terobosan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Fraksi-fraksi juga memberi apresiasi terhadap program prioritas pemerintah, seperti penanganan banjir, Bontang Sehat, dan Bontang Pintar, sembari menekankan pentingnya pengawasan agar setiap program benar-benar tepat sasaran.

Pandangan umum tersebut kemudian diserahkan secara simbolis oleh pimpinan DPRD kepada Sekda. Masukan dari para wakil rakyat ini akan menjadi dasar bagi Pemkot Bontang untuk menyusun tanggapan resmi yang dijadwalkan disampaikan pada rapat kerja berikutnya.

Proses ini memperlihatkan bahwa APBD bukan sekadar hitungan angka, tetapi cerminan kebijakan yang menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bontang di masa depan.

Pewarta: Dwi
Editor: Agus S

Ikuti Ladies Program Muskomwil V APEKSI 2025, Ketua TP PKK Kota Bontang, Bahas Isu Krusial di Daerah

0
Ketua TP PKK Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris (kerudung coklat) saat mengikuti ladies program di Muskomwil V APEKSI Regional Kalimantan Tahun 2025. (ist)

BONTANG –  Ladies program menjadi salahsatu agenda yang diikuti oleh Ketua TP PKK Kota Bontang, Nur Kalbi Agus Haris, saat mendampingi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menghadiri Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan Tahun 2025, yang digelar di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Sabtu (27/9).

Bersama seluruh Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK), yang tergabung di Regional Kalimantan, Nur Kalbi aktif berpartisipasi dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, mengangkat berbagai isu krusial yang dihadapi daerah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dan perlindungan anak.

Beberapa topik utama yang menjadi pembahasan mendalam antara lain pencegahan stunting, mengatasi kecanduan gadget pada anak-anak, serta penanganan kasus pernikahan anak usia dini.

Dalam forum ini, para Ketua TP PKK saling berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi yang telah diterapkan di masing-masing daerah. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak-anak.

“Melalui forum ini, kita bisa saling bertukar pikiran dan mencari solusi bersama atas permasalahan yang menjadi perhatian di daerah kita masing-masing. Ini adalah langkah penting dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah,” ujar Nur Kalbi dikutip dari PPID Pemkot Bontang.

Nur Kalbi menyambut baik terselenggaranya Ladies Program sebagai wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar TP PKK di Kalimantan.
Muskomwil V APEKSI Regional Kalimantan 2025 menjadi forum utama bagi pemerintah kota se-Kalimantan untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika pembangunan nasional, termasuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dan mendukung keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ladies Program yang berjalan beriringan dengan agenda utama wali kota, memperkuat komitmen bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif perempuan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya.

Editor: Yusva Alam

Pimpin Sidang Pleno MUSKOMWIL V APEKSI, Neni Serahkan Tongkat Estafet Kepemimpinan ke Wali Kota Pontianak

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin sidang pleno MUSKOMWIL V APEKSI. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, yang hadir sebagai Ketua Komwil V APEKSI Regional Kalimantan memimpin sidang pleno Musyawarah Komisariat Wilayah (MUSKOMWIL) V APEKSI Regional Kalimantan Tahun 2025, di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Sabtu (27/9).

Neni didampingi Sekretaris Komwil V APEKSI, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bontang, Dasuki, memimpin jalannya musyawarah dengan penuh kekhidmatan. Melalui proses musyawarah yang demokratis, akhirnya diputuskan bahwa Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, terpilih sebagai Ketua Komwil V APEKSI yang baru, menggantikan Neni Moerniaeni yang telah memimpin pada periode sebelumnya.

Keputusan itu ditandai dengan ketukan palu sidang oleh Neni Moerniaeni sebagai simbol penetapan hasil musyawarah.
“Alhamdulillah, melalui musyawarah mufakat kita bisa menentukan pemimpin baru yang akan membawa APEKSI Komwil V Regional Kalimantan semakin maju. Semoga kepemimpinan berikutnya dapat memperkuat sinergi dan memperluas kolaborasi antar kota,” ujar Neni dalam sambutannya.

Prosesi bersejarah itu dilanjutkan dengan serah terima bendera panji APEKSI dari Neni Moerniaeni kepada Ketua terpilih, Edi Rusdi Kamtono. Momen ini menjadi simbol bergantinya tongkat estafet kepemimpinan Komwil V APEKSI Regional Kalimantan, dari Kota Bontang kepada Kota Pontianak sebagai nahkoda baru.

Edi Rusdi Kamtono dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Ini adalah amanah besar. Saya berkomitmen untuk melanjutkan apa yang telah dirintis Ketua sebelumnya, serta membawa APEKSI Komwil V berkontribusi maksimal dalam pembangunan Kalimantan dan Indonesia,” ucap Edi.

MUSKOMWIL V APEKSI Regional Kalimantan menjadi momentum penting bagi pemerintah kota se-Kalimantan untuk memperkuat jaringan kerja sama, merumuskan arah pembangunan bersama, serta merespons dinamika pembangunan nasional, khususnya dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dengan terpilihnya Wali Kota Pontianak sebagai Ketua baru, diharapkan sinergi antar kota semakin kokoh, dan peran Kalimantan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat semakin nyata.

“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadikan kota-kota di Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Neni.

Sidang pleno ini menutup rangkaian agenda MUSKOMWIL V APEKSI Regional Kalimantan 2025, sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan kolaborasi pemerintah kota se-Kalimantan.

Editor: Yusva Alam

Istana Kembalikan ID Jurnalis CNN, BPMI Minta Maaf dan Janji Tak Terulang

0
Pemred CNN Indonesia Titin Rosmasari, jurnalis Diana Valencia, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Yusuf Permana, serta Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto saat prosesi pengembalian ID liputan khusus di Istana, Senin (29/9/2025). Foto: Istimewa

JAKARTA – Istana Kepresidenan akhirnya mengembalikan ID liputan khusus milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, yang sebelumnya ditarik Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI). Pengembalian dilakukan Senin (29/9/2025) di Kompleks Istana, disaksikan Pemred CNN Indonesia Titin Rosmasari, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Yusuf Permana.

“ID khusus Istana itu pun sekarang akan dikembalikan kepada yang bersangkutan, disaksikan oleh Pemred Bu Titin dan langsung kami serahkan ID Mba Diana,” ujar Yusuf Permana.

Ia menegaskan, kartu yang ditarik bukan ID profesional CNN milik Diana, melainkan ID khusus dengan akses terbatas untuk liputan di Istana. “Biro Pers Media tidak ambil ID profesional Mba Diana sebagai jurnalis, kita tidak punya kewenangan itu,” jelasnya.

Yusuf juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan menekankan agar hal serupa tidak terulang. “Kami memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang kembali. Kepala Biro Pers Media telah menyesal menarik ID teman-teman,” ucapnya.

Ia menambahkan, BPMI berkomitmen menjunjung asas keterbukaan dan kebebasan pers sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Diana Valencia menerima pengembalian ID sekaligus apresiasi atas sikap Istana yang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. “Terima kasih juga ke Biro Pers yang sudah mau kembalikan, berbesar hati juga tadi meminta maaf kepada saya dan juga CNN Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, pencabutan ID ini menuai kritik dari organisasi pers. Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan pentingnya Istana menjunjung tinggi kemerdekaan pers agar pelaksanaan tugas jurnalistik tidak terhambat.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

71 Pejabat Pemprov Kaltim Dilantik, Gubernur Harum Ingatkan ASN Bukan untuk Dilayani

0

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan 71 pejabat administrator dan fungsional di lingkungan Pemprov Kaltim, Senin (29/9/2025). Dalam momen itu, ia menegaskan kembali hakikat aparatur sipil negara (ASN) yang harus mengabdi sepenuh hati sebagai pelayan rakyat, bukan justru minta dilayani.

“ASN itu harus hadir sebagai pelayan rakyat. Yang utama adalah bekerja profesional sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Harum di hadapan pejabat yang baru dilantik.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menandatangani berita acara pelantikan 71 pejabat Pemprov Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu, Senin (29/9/2025). Foto: Hanafi/MKN

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu itu terdiri atas 45 pejabat administrator dan 26 pejabat fungsional. Harum meminta mereka segera bekerja cepat karena tahun anggaran 2025 sudah memasuki triwulan keempat.

“Perubahan yang cepat harus direspons dengan langkah gesit. Saya berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja nyata dan disiplin, demi mewujudkan Kaltim yang lebih maju,” pesannya.

Suasana pelantikan berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmat, serta jajaran pejabat eselon II Pemprov Kaltim.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Investasi di IKN Tembus Rp125 Triliun, Swasta dan KPBU Terus Bertambah

0
Gedung Swissotel Nusantara yang sudah beroperasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Foto: Riski/MKN

NUSANTARA – Menjelang akhir kuartal ketiga 2025, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat total investasi mencapai Rp125 triliun. Nilai itu berasal dari Rp60 triliun investasi swasta dan Rp65 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan IKN berjalan sesuai jalur. “IKN maju terus. Adanya Perpres 79 tahun 2025 akan membuat progres semakin kencang,” ujarnya akhir pekan lalu.

Hingga saat ini tercatat 49 pelaku usaha telah menandatangani 52 perjanjian kerja sama (PKS). Salah satunya PT Vitka Dellifood yang akan membangun Rumah Makan Sederhana di lahan seluas 12.713 m² di KIPP 1A. Proyek ini diproyeksikan mulai dibangun pada kuartal IV 2025.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari pembangunan IKN. Kehadiran Rumah Makan Sederhana di IKN diharapkan memberikan sajian kuliner khas yang sudah dikenal luas,” ungkap Asman Abnur, Komisaris Utama PT Vitka Dellifood.

Selain itu, PT Intiland Development Tbk juga ikut serta melalui skema KPBU-Availability Payment (KPBU-AP). Mereka berencana membangun 109 unit rumah tapak di Wilayah Perencanaan 1B, yang ditujukan sebagai hunian modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Investor lain seperti PT Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, dan PT Puri Persada Lampung juga telah meneken PKS untuk pembangunan berbagai fasilitas, mulai dari mixed-use building, perkantoran, hingga hotel.

Salah satu investasi swasta yang sudah terealisasi adalah hotel Swissotel Nusantara milik konsorsium Agung Sedayu Group. Hotel ini kini telah beroperasi dan melayani tamu maupun pengunjung di kawasan IKN.

Pewarta: Riski
Editor: Agus S

Alarm Serapan APBD Kutim: Dari Target 75 Persen, Terserap Tak Sampai Setengah

0
Ilustrasi serapan APBD. (net)

SANGATTA – Alarm tanda bahaya kembali berbunyi dari ruang rapat Pemkab Kutai Timur (Kutim). Hingga akhir Agustus 2025, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya berhenti di angka 43,98 persen. Padahal, target ideal triwulan III dipatok 75 persen. Kesenjangan hampir 32 persen ini membuat program pembangunan Kutim kian tersandera.

Kepala Administrasi Pembangunan Seskab Kutim, Insan Bowo Asmoro, tak menampik kondisi darurat tersebut.
“Capaian kita masih jauh dari target,” ucapnya singkat, seolah menggambarkan beratnya persoalan yang menumpuk, Senin (29/9/2025).

Nada lebih tegas dilontarkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Noviari Noor. Ia secara blak-blakan menuding lambannya kinerja sejumlah OPD sebagai biang keladi. Menurutnya, serapan anggaran yang rendah bukan sekadar persoalan hitung-hitungan, melainkan ancaman nyata bagi program kesejahteraan rakyat.

“APBD yang lambat penyerapan, nanti kita diskusikan bagaimana langkah-langkah agar serapan bisa maksimal,” katanya, menegaskan perlunya evaluasi dan tindakan cepat.

Masalah lain yang ikut menambah beban adalah tunggakan utang miliaran rupiah. Tercatat, tiga dinas besar menyimpan “bom waktu” tersebut: Dinas Pekerjaan Umum (PU): Rp43 miliar, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim): Rp17 miliar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud): Rp1 miliar.

Tunggakan itu, ungkap Noviari, sebagian besar disebabkan oleh masalah teknis dan administrasi klasik. Di Dinas PU, misalnya, ada item pekerjaan yang justru terlewat dari APBD murni. Sedangkan di Perkim, kesalahan redaksi dan input data membuat tagihan baru bisa masuk pada perubahan anggaran.

Kendati demikian, Noviari berupaya menenangkan. Ia optimistis masalah bisa diselesaikan, termasuk tunggakan Disdikbud yang ditargetkan lunas sebelum tahun anggaran ditutup.

Namun, optimisme saja tak cukup. Publik kini menunggu langkah nyata. Sebab, dengan sisa waktu yang kian menipis, percepatan lelang dan eksekusi program mutlak dilakukan. Tanpa itu, Kutim harus bersiap menghadapi kenyataan pahit, pembangunan melambat, pelayanan publik terganggu, dan APBD 2025 berakhir sebagai catatan merah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Erau 2025: Antara Tradisi, Inovasi, dan Pemajuan Kebudayaan Kaltim

0
Prosesi arak-arakan naga dalam rangkaian Pesta Adat Erau 2025 di Tenggarong. Foto: Istimewa

Oleh Marliana Wahyuningrum
(Penggiat Budaya Kaltim)

Pesta Erau di Tenggarong selalu punya tempat istimewa di hati masyarakat Kalimantan Timur. Tahun 2025 ini, Erau kembali digelar dengan semarak. Dari prosesi sakral Kesultanan Kutai hingga pesta rakyat di tepian Sungai Mahakam, semuanya menjadi bukti bahwa tradisi masih hidup di tengah arus modernisasi.

Marliana Wahyuningrum. Foto: Istimewa

Erau bukan sekadar pesta hiburan, melainkan ruang untuk merawat warisan budaya. Prosesi adat seperti Belimbur atau Mendirikan Tiang Ayu adalah cara kita menyampaikan pesan leluhur kepada generasi muda: tentang kebersamaan, hidup bermartabat, dan jati diri orang Kutai. Di tengah gempuran budaya global, Erau menjadi pengingat bahwa kita punya akar yang kuat. Tradisi ini tidak boleh hanya dilihat sebagai tontonan, tetapi harus dimaknai sebagai warisan yang membentuk identitas bersama.

Selain pelestarian, Erau 2025 juga menampilkan wajah inovatif. Festival tahun ini menghadirkan pertunjukan musik lintas genre, pameran seni rupa modern, hingga keterlibatan komunitas kreatif digital. Semua itu sejalan dengan semangat pemajuan kebudayaan yang mendorong penciptaan ruang baru bagi seniman muda untuk mengekspresikan identitas lokal dengan bahasa global. Inovasi tersebut bukan sekadar hiburan tambahan, tetapi strategi agar Erau tetap relevan bagi generasi Z dan Alpha. Dengan begitu, Erau mampu menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan globalitas. Anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pewaris sekaligus pencipta budaya baru.

Dari sisi ekonomi, Erau juga memberi dampak nyata. Festival ini menampilkan pasar rakyat, kuliner khas Kutai, kerajinan kayu ulin, tenun Dayak, hingga ekowisata di sekitar Sungai Mahakam. Kehadirannya memperkuat paradigma ekonomi budaya yang menempatkan kebudayaan sebagai sumber daya pembangunan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, Erau menjadi wadah pemberdayaan bagi pelaku UMKM, perempuan pengrajin, hingga komunitas pemuda desa wisata. Budaya pun terbukti mampu menjadi sumber ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Suasana meriah prosesi Belimbur, warga saling siram air di tepian Sungai Mahakam. Foto: Istimewa

Meski begitu, Erau tetap menghadapi sejumlah tantangan. Bagaimana mencegah tradisi berubah menjadi sekadar komoditas tontonan? Bagaimana membuat generasi muda benar-benar terlibat, bukan sekadar hadir untuk berswafoto? Dan yang tak kalah penting, bagaimana menjaga Sungai Mahakam—sebagai panggung utama Erau—tetap lestari?

Pesta Erau 2025 bukan hanya perayaan budaya lokal Kutai Kartanegara. Ia juga memberi pesan kuat bahwa budaya bukan masa lalu, melainkan masa depan. Erau menyatukan dimensi pelestarian, inovasi, dan penguatan ekonomi budaya dalam satu ruang interaksi sosial. Dengan demikian, Erau berfungsi sebagai wahana strategis untuk menjaga jati diri bangsa sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan. (*)

Borneo FC Hantam Persija, Jaga Rekor Sempurna di Super League

0
Suporter Borneo FC membentangkan koreografi “Jayalah Pesut Etam” saat laga kontra Persija di Stadion Segiri, Minggu (28/9) malam. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA – Borneo FC Samarinda kembali menunjukkan taringnya di Super League 2025/2026. Bermain di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Segiri, Minggu (28/9) malam, Pesut Etam sukses mempermalukan Persija Jakarta dengan skor 3-1. Kemenangan ini menjadi yang keenam beruntun sekaligus mengukuhkan posisi Borneo di puncak klasemen sementara.

Sejak menit awal, laga berlangsung panas. Persija yang berstatus tim tamu tampil percaya diri dan sempat beberapa kali mengancam lewat Rayhan Hannan dan Gustavo Almeida. Namun, semua peluang tersebut berhasil dipatahkan oleh penampilan gemilang kiper Borneo, Nadeo Argawinata, yang menjadi benteng kokoh sepanjang laga.

Gol pembuka baru lahir di masa injury time babak pertama. Joel Vinicius memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persija untuk membawa Borneo unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persija langsung meningkatkan tempo. Sundulan Van Basty di menit ke-51 kembali dimentahkan Nadeo. Situasi ini berbalik menjadi petaka, karena hanya empat menit kemudian Borneo menggandakan keunggulan melalui sepakan indah Kei Hirose dari luar kotak penalti.

Dominasi tuan rumah semakin terasa ketika Douglas Coutinho, yang baru masuk di babak kedua, menorehkan gol perdananya musim ini pada menit ke-89. Skor melebar 3-0 untuk Pesut Etam.

Persija hanya mampu memperkecil kekalahan lewat gol Gustavo Almeida di menit ke-98. Namun, gol hiburan itu tak cukup mengubah hasil akhir.

Kemenangan 3-1 ini menegaskan konsistensi Borneo FC yang tampil mengesankan di bawah dukungan penuh suporter. Performanya juga menegaskan peran penting Nadeo sebagai pemain kunci, sekaligus memberi sinyal bahaya bagi tim-tim pesaing musim ini.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Terobosan Baru Disnakertrans Kutim: 112 Pencaker Lokal Dibekali Trik Lolos Psikotes

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi bersama Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau saat diwawancara awak media. (Ramlah/Radar Bontang).

SANGATTA – Kabar gembira yang wajib diketahui seluruh pencari kerja (pencaker) di Kutai Timur (Kutim). Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Disnakertrans, akhirnya mengambil langkah tegas untuk mengatasi “penyakit” klasik dalam rekrutmen: gagal psikotes.

Selama ini, tes psikologi sering jadi momok dan alasan utama perusahaan menolak pekerja lokal, padahal secara teknis mereka mampu. Karena itulah, Disnakertrans Kutim menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) ‘Trik dan Tips Menghadapi Psikotes’ selama tiga hari penuh, mulai (29/9/2025) hingga (1/10/2025) di Hotel Royal Victoria, yang diikuti oleh 112 peserta terpilih.

Ratusan Peserta antusias mengikuti Bimtek Trik Lolos Psikotes. (Ramlah/Radar Bontang)

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa Bimtek ini adalah senjata bagi pencaker lokal. Menurutnya, kegagalan di psikotes kerap dipakai perusahaan sebagai “pintu masuk” untuk merekrut tenaga kerja dari luar.

“Rata-rata pelamar kerja kita gugur di psikotes. Kadang perusahaan menjadikan itu alasan untuk memasukkan pekerja dari luar. Dengan adanya Bimtek ini, pencari kerja lokal akan lebih siap menghadapi tes tersebut,” ujar Wakil Bupati Mahyunadi usai membuka Bimtek tersebut.

Mahyunadi juga mengingatkan, bahwa Pemda akan maksimal dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan 80:20 (wajib 80% tenaga kerja lokal) yang telah diperkuat melalui Perbup Nomor 6 Tahun 2024. Perusahaan tidak bisa lagi mengelak dengan alasan kualitas SDM lokal yang rendah.

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan strategi unik di balik bimtek ini. Fokus pelatihan bukan hanya di kemampuan teknis, tetapi juga di soft skill krusial.

“Sering kali mereka kalah bukan karena tidak mampu bekerja, tetapi karena gagal di psikotes. Kami ajarkan bagaimana menyeimbangkan kemampuan teknis dengan soft skill seperti pemecahan masalah dan komunikasi,” jelas Roma.

Komitmen Pemkab Kutim sangat jelas, yakni membuka seluas-luasnya lapangan kerja di berbagai sektor. “Tenaga kerja kita harus siap di semua bidang. Bukan hanya tambang dan kebun, tetapi juga usaha kecil hingga industri garmen,” pungkas Roma Malau.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam