Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris bersama Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam meresmikan Masjid Baiturrahim di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Foto: istimewa
BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meresmikan Masjid Baiturrahim di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Minggu (28/9/2025) malam. Peresmian ini bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan dihadiri ratusan jemaah.
Agus Haris mengapresiasi semangat gotong royong warga yang berhasil membangun masjid megah senilai Rp3 miliar, mayoritas dari swadaya masyarakat.
“Masjid ini adalah bukti bahwa kebersamaan warga mampu menciptakan karya besar tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah,” tegasnya. Ia menekankan, masjid bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat peradaban umat yang memberi dampak spiritual dan sosial.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, penceramah H. Muhammad Ridwan, Camat Bontang Selatan Kamsal, Lurah Tanjung Laut Indah Ardiansyah, Ketua RT 17 Abdul Hakim, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta panitia pembangunan yang diketuai H. Ridwan, anggota DPRD Dapil Selatan.
Agus Haris juga menyinggung komitmen Pemkot Bontang dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk peningkatan insentif guru ngaji dan ketua RT melalui APBD Perubahan 2025, serta capaian penghargaan BKPRMI Award 2025 dan program Zero Kemiskinan Ekstrem.
Masjid Baiturrahim yang awalnya hanya berupa musala kecil berukuran 12×12 meter sejak 2003, kini berdiri kokoh dengan desain modern seluas 20×20 meter tanpa tiang tengah, dilengkapi pendingin ruangan. Renovasi dimulai akhir 2021, dipicu kebutuhan ruang ibadah yang lebih layak seiring bertambahnya jemaah.
Panitia berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kajian ilmu dan aktivitas sosial yang membina generasi muda di Bontang.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat menghadiri puncak Milad ke-48 BKPRMI bersama ratusan peserta jalan sehat. Foto: istimewa
BONTANG – Pemkot Bontang resmi menaikkan insentif bagi berbagai elemen masyarakat melalui APBD Perubahan 2025 senilai Rp3,1 triliun. Ketua RT kini menerima Rp2 juta per bulan dari sebelumnya Rp1,2 juta.
Guru honorer/swasta mendapat Rp2 juta ditambah Rp500 ribu dari Pemprov Kaltim. Kader posyandu naik dari Rp300 ribu menjadi Rp1 juta, sementara pegiat agama, termasuk guru ngaji, marbot, pendeta, dan pastor, menerima Rp2 juta per bulan.
Pengumuman ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat menghadiri puncak Milad ke-48 BKPRMI di halaman Sekretariat BKPRMI, Jalan HM. Ardans, Kelurahan Satimpo, Minggu (28/9/2025). Ia menegaskan kebijakan tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan bentuk nyata penghargaan atas peran masyarakat.
“Ketua RT adalah garda pelayanan, guru honorer pahlawan pendidikan, kader posyandu ujung tombak kesehatan keluarga, dan pegiat agama pilar moral masyarakat,” ujar Agus Haris.
Milad ke-48 BKPRMI mengusung tema “Gerbang Emas untuk Indonesia Emas” dan diisi beragam kegiatan, mulai jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga bazar sembako murah. Meski sempat diguyur gerimis, ratusan guru ngaji dan keluarga tetap antusias mengikuti jalan sehat.
Ketua DPD BKPRMI Bontang, Atim Prasojo, menyebut peringatan tahun ini juga dirangkaikan dengan khotmil Qur’an, ziarah tokoh BKPRMI, aksi bersih masjid dan TPQ, serta berbagi dengan panti asuhan di darat maupun pesisir.
Acara ditutup dengan hiburan dan undian door prize, dengan hadiah utama dua unit motor listrik.
Kemacetan panjang di jalur poros, kendaraan berat dan mobil pribadi terhenti berjam-jam menunggu evakuasi. Foto: Agus Susanto/Radarbontang.com
September ini, hampir setiap pekan saya menempuh perjalanan dari Bontang menuju Samarinda, kadang berlanjut hingga Balikpapan. Namun perjalanan Selasa (23/9/2025) lalu berbeda. Bukan soal jarak atau agenda, melainkan karena saya dan ribuan pengguna jalan terjebak macet berjam-jam di Gunung Hantu, kilometer 27.
Sejak pukul empat dini hari, sebuah trailer bermuatan mesin berat tergelincir dan melintang menutup badan jalan. Kendaraan kecil sempat bisa melintas perlahan di sisi jalan, tetapi situasi berubah ketika truk lain mencoba memaksakan diri melewati jalur sempit yang tersisa.
Truk itu ikut terjebak, membuat jalur benar-benar tertutup. Dari siaran langsung sopir di TikTok, kondisi tersebut sudah ramai sejak pagi. Karena itu saya menunda keberangkatan hingga siang, berharap evakuasi segera selesai. Tetapi proses yang mestinya rampung dalam hitungan jam justru molor hingga malam.
Truk trailer terbalik menutup sebagian badan jalan poros, menyebabkan kemacetan panjang. Foto: Agus Susanto/Radarbontang.com
Alat berat yang diturunkan hanya bisa menyingkirkan sebagian hambatan, sementara trailer bermuatan besar tetap tak tergeser. Sopir yang kehilangan kesabaran nekat mengambil jalur berlawanan, justru menambah semrawut. Polisi memang ada di lokasi, tetapi tak cukup sigap mengendalikan arus yang kacau. Padahal kecelakaan tunggal ini sudah berlangsung sejak dini hari.
Sepanjang menunggu, saya melihat langsung bagaimana wajah jalan nasional kita. Deretan kendaraan mengular tanpa kepastian. Klakson bersahutan, sopir keluar-masuk kendaraan, sementara lampu hazard menyala di bawah teriknya matahari. Truk-truk besar berhenti di tanjakan, roda-rodanya menutup hampir seluruh badan jalan, membuat kendaraan kecil sulit mencari celah. Beberapa meter sebelum titik kemacetan, jalan berlubang dan tambalan aspal yang mengelupas.
Peristiwa seperti ini bukan baru sekali terjadi. Gunung Hantu sejak lama dikenal sebagai titik rawan. Jalurnya menanjak, tikungan curam, ditambah kondisi permukaan jalan yang tidak rata.
Dalam lima tahun terakhir, tidak sedikit korban jiwa melayang di poros Bontang–Samarinda akibat tabrakan beruntun maupun kendaraan yang tergelincir. Dulu Gunung Menangis juga sering menelan korban, hingga akhirnya diperbaiki serius beberapa tahun lalu. Setelah itu, risiko berkurang. Bukti bahwa jika ditangani dengan sungguh-sungguh, jalur berbahaya bisa diubah menjadi lebih aman.
Sayangnya, pola yang sama tidak diterapkan di titik rawan lain. Akibatnya, setiap kali ada kecelakaan, jalur utama langsung lumpuh. Alternatif memang ada melalui pesisir Muara Badak–Marangkayu–Bontang Lestari, tetapi kualitas jalannya jauh dari layak.
Beberapa segmen memang sudah dicor, tapi banyak yang kembali rusak. Jembatan tua hanya diperbaiki darurat, dan kendaraan berat membuat beton cepat pecah. Dari sisi jarak, jalur ini tidak berbeda jauh dari poros utama, tetapi kenyamanan dan keamanannya masih jauh tertinggal.
Inilah mengapa kemacetan di Gunung Hantu seharusnya jadi peringatan keras. Pemerintah tidak bisa hanya menunggu pembangunan tol Samarinda–Bontang yang baru direncanakan 2028. Jalur alternatif harus segera ditangani, apalagi statusnya sudah menjadi jalan provinsi. Itu artinya tanggung jawab ada di pundak Pemprov Kaltim. Sementara poros utama, yang setiap hari menjadi urat nadi masyarakat, perlu dirawat serius, bukan sekadar tambal sulam.
Satu kecelakaan seharusnya tidak membuat ribuan orang terjebak berjam-jam. Polisi harus lebih sigap mengurai arus sejak awal, dan pemerintah harus memastikan jalur alternatif siap digunakan. Tol memang rencana jangka panjang, tapi yang dibutuhkan warga sekarang adalah kepastian jalan yang ada benar-benar layak dilalui. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H. Pemimpin Redaksi Radarbontang.com
Empat unit mobil disiapkan sebagai hadiah Hole-in-One di Golf Open Tournament 2025.
TERAKHIR kali kami menggelar turnamen golf adalah Media Kaltim Open Tournament Golf 2024 di Lapangan Bukit Tanah Merah Samarinda, pada 27–28 Mei 2024.
Tahun ini, kami sebenarnya tidak punya agenda untuk kembali menggelar turnamen golf. Fokus lebih banyak terserap pada event nasional Fun Run di IKN, 4 Mei 2025, yang menghadirkan ribuan peserta dan gaungnya hingga ke tingkat nasional.
Namun, rencana bisa berubah. Beberapa hari lalu, kolega saya Hendro—golfer yang juga notaris di Samarinda—menghubungi saya dengan usulan kolaborasi. Ide yang dibawa adalah Golf Open Tournament 2025, berkolaborasi dengan Beleng-Beleng Golf Club.
Klub ini bukan nama baru. Tahun lalu mereka sukses menggelar turnamen di Lapangan Tanah Merah pada 24–25 Agustus 2024. Tahun ini, bertepatan dengan ulang tahun kedua Beleng-Beleng yang resmi berdiri September 2023, mereka kembali menyiapkan turnamen dengan format lebih besar, lebih meriah, dan dengan target menjadi agenda tahunan.
Aksi Ketua Beleng-Beleng Golf Club, M. Udin, saat melakukan ayunan di lapangan golf Samarinda.
Saya menyambut ajakan itu dengan positif. Apalagi, kami sama-sama punya rekam jejak menggelar event golf. Pertemuan dengan jajaran pengurus Beleng-Beleng di Kopi Tiam Sebelas Satu, Rabu (24/9), berjalan akrab. Ketua Beleng-Beleng, M. Udin—yang tak lain mantan anggota DPRD Kaltim—hadir bersama Ketua PGI Samarinda, Teguh Priyanto.
Begitu obrolan dimulai, arah pembicaraan langsung ke hal-hal teknis. Tak butuh waktu lama untuk memastikan, dan Jumat (26/9) hari ini turnamen resmi dipublikasikan ke publik.
Event ini akan digelar pada 1–2 November 2025 di Lapangan Bukit Tanah Merah Golf Samarinda. Formatnya lengkap, dari Match Play Pagi (07.00–12.00) hingga Match Play Siang (13.00–18.00). Kategorinya pun berlapis: Best Gross Overall, Best Net Overall untuk Flight A, B, dan C, Ladies Flight, serta kompetisi Nearest to the Pin, Nearest to the Line, Longest Drive, hingga System 36. Ini bukan turnamen biasa, tapi puncak sportivitas bagi para golfer di Kaltim dan luar daerah.
Panitia pun menyiapkan hadiah istimewa yang membuat turnamen ini semakin bergengsi. Empat unit mobil disiapkan untuk para golfer yang berhasil menaklukkan hole dengan satu pukulan sempurna atau Hole-in-One.
Tidak berhenti di situ, Grand Lucky Draw menyiapkan 1 unit mobil, 5 motor, emas batangan, uang tunai, Smart TV, hingga sepeda. Besarnya hadiah bahkan membuat panitia memindahkan acara Gala Dinner ke Teras Samarinda, 2 November 2025 pukul 17.00 WITA, agar suasananya lebih representatif dan menampung antusiasme peserta.
Beleng-Beleng Golf Club menggelar turnamen rutin bulanan di Bukit Tanah Merah Golf Samarinda. Foto: Istimewa
Biaya pendaftaran sebesar Rp2 juta, dengan fasilitas lengkap: T-shirt, green fee, car free breakfast, lunch, hingga mineral water. Dari sisi peserta, respons sangat menggembirakan. Hingga kini sudah ada lebih dari 80 golfer yang mendaftar dari kuota maksimal 400 peserta. Karena itu, para golfer yang berniat bergabung sebaiknya segera registrasi.
Ketua Beleng-Beleng, Udin, optimistis turnamen kali ini akan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Ia bahkan menyebut event ini berpeluang menjadi salah satu turnamen terbesar di Kaltim, bahkan berskala nasional. Panitia pun berani mendatangkan Direktur Pertandingan dari Jakarta demi menjaga standar nasional. “Kami ingin event ini berkelas, meriah, dan memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh golfer,” tegas Udin.
Turnamen ini jelas bukan hanya urusan hadiah atau kompetisi. Lebih dari itu, ia mencerminkan kebersamaan banyak pihak untuk mengangkat citra Samarinda dan Kaltim sekaligus memperkuat ekosistem golf di daerah ini.
Golf Open Tournament 2025 bukan hanya ajang prestisius, tapi juga peluang untuk melahirkan bibit atlet golf baru dari Kaltim. Dengan kolaborasi komunitas, sponsor, dan media, ajang ini layak disebut sebagai kebanggaan baru yang membawa Samarinda ke panggung nasional. (*)
Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H. Pemimpin Redaksi Radarbontang.com
Warga tetap antusias mengantre meski ada isu beredar terkait beras bantuan yang dikabarkan dicampur dengan pakan ternak. (Ramlah/Radar Bontang)
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, membantah dengan tegas adanya isu bantuan beras pemerintah yang dikabarkan dicampur dengan pakan ternak.
Mahyunadi menilai informasi yang beredar di masyarakat itu tidak masuk akal, dan hanya bertujuan menyesatkan. Ia menggunakan logika harga untuk mematahkan isu tersebut.
“Barusan saya dapat informasi, katanya beras yang dibagikan dicampur pakan ternak. Saya jawab, untuk apa? Logikanya saja, harga makanan ternak itu lebih mahal daripada beras,” tegas Mahyunadi, Minggu (28/9/2025).
Menurutnya, isu liar semacam ini sangat berbahaya karena berpotensi menciptakan keresahan dan bisa mengikis kepercayaan publik terhadap program pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang tidak memiliki dasar faktual.
“Informasi menyesatkan seperti inilah yang bisa membuat kondisi ngeri-ngeri sedap. Mari kita redam bersama. Jangan sampai memicu keresahan apalagi meluas menjadi polemik,” tambahnya.
Mahyunadi kembali menegaskan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjaga kualitas bantuan pangan. Ia memastikan kabar mengenai pencampuran beras dengan pakan ternak adalah murni hoaks dan meminta warga Kutim untuk tetap tenang.
“Sekali lagi, saya tegaskan, tidak ada beras bantuan yang dicampur pakan ternak. Itu hoaks. Masyarakat jangan sampai terprovokasi,” pungkasnya.
Jumarlin juara 2 tilawah MTQ Internasional di Kroasia. Foto: Istimewa
SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencatat sejarah gemilang di kancah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Setelah penantian 48 tahun, Bumi Etam akhirnya meraih juara nasional pada 2024. Momentum itu berlanjut lebih besar di 2025, ketika tujuh qari dan hafiz Kaltim sukses menyabet gelar prestisius di ajang internasional.
Ketua LPTQ II Kaltim, Dasmiah, tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Ia menegaskan pencapaian ini merupakan buah dari perjalanan panjang pembinaan generasi Qur’ani.
“Selama 48 tahun kita tidak pernah juara nasional, alhamdulillah tahun 2024 kita akhirnya meraihnya. Begitu juga di ajang internasional, 13 tahun menunggu, dan tahun 2025 langsung menghadirkan tujuh juara. Ini sejarah bagi Kaltim,” ungkapnya, Minggu (28/9/2025).
Deretan prestasi itu lahir dari berbagai ajang bergengsi dunia. Di antaranya, Imrannukarim meraih Juara 1 Tilawah Dewasa pada MTQ Internasional di Jakarta (Februari 2025), Yasin Albar dinobatkan sebagai Hafiz 30 Juz di ajang yang sama, dan Muhammad Haikal Algifari menyabet Juara 1 Hafiz serta Tafsir Qur’an 30 Juz. Sementara itu, Nurrahmiatin meraih Juara 2 di Malaysia (Agustus 2025), Ahmad Fadil membawa pulang Juara 2 Tilawah dan Hafiz 5 Juz dari Maroko (September 2025), Yadin Albar menjadi finalis Hafiz Qur’an 30 Juz di Arab Saudi, serta Jumarlin mempersembahkan Juara II Tilawah MTQ Internasional di Kroasia.
Menurut Dasmiah, capaian itu lahir dari pembinaan berjenjang yang dilakukan LPTQ Kaltim bersama para ulama, guru tahfiz, dan pelatih. Para qari dan hafiz ditempa dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional, bukan hanya menguasai tilawah dan hafalan, tetapi juga pemahaman tafsir serta mental bertanding.
“Anak-anak Kaltim terbukti mampu bersaing dengan qari dan hafiz dunia. Ini hasil kerja kolektif: perjuangan peserta, bimbingan pelatih, dukungan keluarga, dan fasilitasi penuh dari pemerintah daerah,” jelasnya.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Kaltim sebagai salah satu daerah penghasil qari dan hafiz terbaik di Indonesia. Dasmiah berharap prestasi tersebut menjadi motivasi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, bukan hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai bekal moral dan spiritual menghadapi tantangan zaman.
“Kami berharap semakin banyak anak-anak muda Kaltim yang terinspirasi. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan daerah, tapi juga kontribusi nyata untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.
Menko Pangan Zulkifli Hasan memimpin konferensi pers terkait penanganan KLB Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta. Foto: Istimewa
JAKARTA — Lonjakan kasus keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) memaksa pemerintah bertindak tegas. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi dan investigasi menyeluruh.
“SPPG yang bermasalah ditutup untuk sementara, dilakukan evaluasi, dan investigasi,” tegas Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam jumpa pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (28/9/2025).
Langkah cepat ini diputuskan setelah rapat koordinasi yang dipimpin Zulkifli Hasan bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta jajaran kementerian dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Zulkifli menekankan bahwa insiden keracunan tidak bisa dipandang sekadar angka. “Ini menyangkut keselamatan generasi penerus. Program MBG harus berjalan lebih aman, disiplin, serta sesuai standar kesehatan di semua dapur,” ujarnya.
Data BGN mencatat, periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025 terbentuk 2.391 SPPG dengan 24 kasus keracunan. Namun, sejak 1 Agustus hingga 27 September jumlah SPPG melonjak menjadi 7.244, disertai 47 kasus. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut sebagian besar insiden terjadi di dapur yang baru beroperasi. “SDM masih membutuhkan jam terbang, sehingga perlu penguatan pembinaan,” jelasnya.
Sejumlah daerah mengalami kasus terbesar, antara lain Kota Bandar Lampung dengan 503 korban, Kabupaten Lebong Bengkulu 467 korban, Bandung Barat 411 korban, Banggai Kepulauan 339 korban, serta Kulon Progo 305 korban.
Dengan langkah penutupan sementara dan evaluasi ketat ini, pemerintah berharap program MBG tetap bisa berlanjut tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.
Ratusan peserta alumni UNPAD Kaltim memadati kawasan IKN saat kegiatan pengukuhan dan seminar. Foto: Humas OIKN for Radarbontang.com
NUSANTARA – Suasana hangat mewarnai Multifunction Hall Kantor Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu (28/9/2025), ketika Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran Kalimantan Timur (IKA UNPAD Kaltim) menggelar pertemuan sekaligus pengukuhan pengurus daerah periode 2025–2029. Kehadiran alumni di pusat pemerintahan baru RI ini menjadi momentum penting untuk menegaskan dukungan terhadap pembangunan IKN.
Acara tersebut tidak hanya diisi prosesi pelantikan, tetapi juga seminar koperasi bertema “Peta Jalan Koperasi Merah Putih Kalimantan Timur di Bidang Kesehatan” yang menggandeng Dinas Kesehatan Kaltim. Tema ini dipilih sebagai upaya memperkuat peran koperasi dalam layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah penyangga IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik kehadiran para alumni. Ia menegaskan bahwa landasan hukum pembangunan Nusantara semakin kuat setelah terbitnya Perpres 79 Tahun 2025.
“Selamat datang di Ibu Kota Nusantara, terima kasih kepada IKA UNPAD sudah memilih IKN sebagai lokasi pertemuan. Dengan adanya undang-undang dan perpres, harapannya masyarakat tidak perlu ragu lagi terhadap kelanjutan pembangunan IKN. Saya titip kepada seluruh alumni untuk ikut menyebarkan berita benar tentang IKN,” kata Basuki.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Alumni Unpad, Prita Amalia, menegaskan komitmen civitas academica Unpad untuk berkontribusi dalam pembangunan. “Unpad hadir untuk terus mendukung IKN. Kami mengundang kontribusi antara almamater dan alumni untuk bersama-sama berperan dalam pembangunan Nusantara,” ujarnya.
Pertemuan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kaltim serta ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Pengembangan, Pembinaan, dan Pengawasan Koperasi. Selain itu, dilakukan pula MoU pendampingan pendirian apotek desa yang melibatkan Puskesmas Samboja dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Melalui agenda ini, IKA UNPAD Kaltim menunjukkan peran aktif dalam menjembatani kolaborasi antara alumni dan pemerintah. Dukungan tersebut sekaligus menegaskan posisi strategis IKN sebagai simbol transformasi Indonesia menuju pusat peradaban baru. (rls/RB)
Polisi mengamankan sejumlah remaja yang terjaring razia di Balikpapan Selatan. Foto: Humas Polresta Balikpapan
BALIKPAPAN – Suasana dini hari di Jalan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, mendadak ricuh ketika Tim Patroli Samapta Presisi Polresta Balikpapan melakukan razia pada Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 02.00 WITA. Dari operasi itu, polisi mengamankan tiga pemuda dalam kondisi mabuk serta empat anak di bawah umur yang ikut nongkrong di lokasi.
Kasat Samapta Polresta Balikpapan, AKP M. Chusen, menjelaskan razia tersebut digelar setelah pihaknya menerima laporan warga yang resah dengan aktivitas sekumpulan remaja yang kerap mengonsumsi minuman beralkohol di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas Patmor dan Unit Beat Islamic segera menuju lokasi dan mendapati para remaja tengah berkumpul.
“Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah remaja. Tiga pemuda dalam kondisi mabuk langsung kami amankan, sedangkan empat anak di bawah umur yang berada di sekitar lokasi juga ikut diamankan untuk pembinaan,” ujarnya.
Ketiga pemuda tersebut kemudian digelandang ke Polsek Balikpapan Selatan untuk menjalani pembinaan lebih lanjut, sementara empat anak di bawah umur diberikan peringatan keras agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Chusen menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya.
“Anak-anak adalah aset keluarga dan penentu masa depan bangsa. Kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan agar putra-putrinya tidak terjerumus dalam lingkungan yang salah,” tambahnya.
Usai penindakan, personel Unit Beat Islamic bersama Unit Patmor kembali melanjutkan patroli rutin guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polresta Balikpapan tetap terjaga.
BONTANG – BPBD Bontang mencatat, sejak awal September 2025 hingga 28 September 2025, telah terjadi dua kali banjir, tujuh kali karhutla, dan enam kali longsor di sejumlah titik, seperti Tanjung Laut, Gunung Elai, Belimbing, dan Telihan.
Hal ini membuktikkan Kota Bontang memiliki kerawanan tinggi terhadap empat jenis bencana utama, yaitu banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi.
Meski berskala kecil, kejadian tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian material.
Kondisi ini sesuai dengan prediksi BMKG yang memperkirakan adanya peningkatan intensitas hujan. Selain itu, Kota Bontang juga sempat mengalami suhu udara tinggi mencapai 34°C, yang memperbesar risiko karhutla karena semak belukar kering mudah terbakar.
Dengan fenomena perubahan cuaca ekstrem yang cepat, dari panas terik tiba-tiba turun hujan deras, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah antisipasi yang ditekankan, seperti menyimpan dokumen dan barang berharga di tas khusus agar mudah dibawa saat evakuasi, bergotong royong membersihkan saluran drainase untuk mencegah banjir, membantu pengawasan potensi karhutla di lingkungan sekitar, meningkatkan koordinasi antar-OPD dan relawan dalam persiapan kondisi darurat.
“Selain itu, ada pula potensi kegagalan teknologi mengingat keberadaan kawasan industri petrokimia, pertolium, gas, dan pengolahan minyak kelapa sawit,” ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Bontang, Eko Mashudi, Sabtu (26/9/2025)